Your browser does not support JavaScript!
 06 Jul 2020    11:00 WIB
Manfaat Menyusui Bagi Kesehatan Sang Ibu
Tahukah Anda bahwa menyusui tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan bayi Anda, tetapi juga bagi Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari menyusui bagi sang ibu.   Baca juga: Tips Mencegah Terjadinya Nyeri Saat Menyusui   Menyusui Dapat Menyembuhkan Tubuh Anda Saat Anda menyusui, maka tubuh Anda akan memproduksi hormon oksitosin, yang akan membantu rahim Anda berkontraksi dan kembali ke ukurannya semula. Selain itu, adanya hormon ini juga dapat membantu mengurangi perdarahan rahim paska persalinan. Menyusui juga dapat mencegah payudara membengkak dan nyeri karena banyaknya ASI yang terdapat di dalamnya. Pembengkakan payudara ini dapat terjadi saat payudara sedang "mengubah" ASI yang dihasilkannya dari kolostrum menjadi ASI biasa atau saat Anda sudah beberapa hari tidak menyusui.   Menyusui Dapat Menurunkan Resiko Terjadinya Beberapa Penyakit Tertentu Menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   Menyusui Membantu Menurunkan Berat Badan Dengan Lebih Cepat Untuk memproduksi ASI, tubuh Anda membutuhkan sekitar 500 kalori setiap harinya. Dengan demikian, menyusui juga dapat membantu menurunkan berat badan Anda paska melahirkan, yaitu sekitar 1-2 kg setiap bulannya.   Menyusui Dapat Menghemat Pengeluaran Anda Selain mudah (tidak butuh botol dan tidak perlu menyiapkan susu), ASI juga bebas dari kuman penyakit dan membuat Anda dapat berhemat karena tidak perlu membeli susu formula bayi yang cukup mahal. Anda juga dapat memberikan susu pada bayi Anda kapan saja dan di mana saja. Menyusui juga membuat Anda dapat beristirahat dan membentuk ikatan dengan bayi Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 23 Nov 2019    08:00 WIB
Kenali Tanda Depresi Paska Melahirkan Sejak Dini
Depresi paska melahirkan merupakan depresi yang terjadi pada beberapa wanita beberapa minggu atau beberapa bulan setelah melahirkan. Gejala terjadinya depresi paska melahirkan ini dapat berupa mood yang buruk, adanya perasaan tidak mampu mengatasi berbagai kesulitan hidup, dan adanya gangguan tidur. Beberapa wanita dapat mengalami depresi paska melahirkan dan bahkan tidak menyadarinya. Sekitar 1 dari 7 wanita mengalami berbagai gejala depresi dalam waktu 3 bulan setelah melahirkan. Walaupun perubahan mood (baby blues) sering terjadi setelah melahirkan, akan tetapi depresi paska melahirkan memiliki gejala yang lebih berat daripada baby blues.Siapa yang Beresiko Mengalami Depresi Paska Melahirkan?Sebagian besar ibu baru mengalami baby blues setelah melahirkan. Sekitar 1 dari 10 wanita yang mengalami baby blues ini akan mengalami gejala yang lebih berat dan lebih lama setelah melahirkan. Sekitar 1 dari 1.000 wanita yang mengalami depresi paska melahirkan dapat mengalami gejala yang lebih berat lagi yang disebut dengan psikosis paska melahirkan (psikosis postpartum).Faktor ResikoBeberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkan adalah:•  Pernah mengalami depresi selama kehamilan•  Usia ibu saat hamil. Semakin muda usia ibu, maka semakin besar resiko terjadinya depresi paska melahirkan•  Adanya campuran antara perasaan bahagia dan sedih saat hamil•  Jumlah anak. Semakin banyak jumlah anak yang anda miliki, maka semakin tinggi resiko terjadinya depresi paska melahirkan pada kehamilan berikutnya•  Pernah mengalami gangguan depresi atau gangguan disforik premenstrual (sindrom premenstrual yang berat) sebelum hamil•  Kurangnya dukungan keluarga atau teman atau lingkungan saat hamil•  Tinggal atau hidup sendiri•  Adanya permasalahan dalam pernikahanGejalaGejala depresi paska melahirkan mirip dengan apa yang biasanya terjadi setelah kelahiran seorang anak. Berbagai hal yang sering dialami oleh wanita yang baru saja melahirkan adalah:•  Kurang tidur•  Perubahan nafsu makan•  Merasa sangat lelah•  Penurunan gairah seksual•  Mood sering berubah-ubah Bila berbagai hal di atas disertai dengan gejala gangguan depresi, maka wanita tersebut diduga mengalami depresi paska melahirkan. Gejala gangguan depresi yang dapat ditemukan adalah:•  Mood depresi (merasa sedih terus-menerus atau merasa bersalah)•  Tidak merasa senang saat melakukan berbagai hal yang sebelumnya disukai atau dapat memberikan kebahagiaan sebelumnya•  Merasa tidak berharga•  Merasa putus asa dan tidak berdaya•  Adanya pemikiran tentang kematian atau keinginan untuk bunuh diriGangguan Cemas dan Depresi Paska MelahirkanBila anda memiliki gangguan cemas seperti gangguan obsesif kompulsif sebelum hamil, maka gangguan ini mungkin akan memburuk atau justru timbul beberapa saat setelah melahirkan. Obsesi yang terjadi biasanya berhubungan dengan kekhawatiran tentang keselamatan atau kesehatan bayinya. Gangguan panik juga dapat terjadi beberapa saat setelah melahirkan. Baik gangguan obsesif kompulsif maupun gangguan panik dapat terjadi bersamaan dengan gangguan depresi paska melahirkan.Apakah Saya Mengalami Depresi Paska Melahirkan?Untuk menegakkan diagnosa depresi paska melahirkan, dokter biasanya akan menanyakan dan mengamati berbagai gejala yang anda alami. Dokter juga mungkin akan melakukan berbagai pemeriksaan lain untuk menyingkirkan berbagai kemungkinan lain yang menyebabkan timbulnya berbagai gejala yang anda alami.Sumber: webmd
 26 Aug 2019    08:00 WIB
Hal-hal Yang Meningkatkan Resiko Anda Melahirkan Bayi Besar
Saat hamil, Anda mungkin akan mendengar berbagai nasehat yang berbeda-beda atau bahkan mungkin berlawanan satu sama lain. Salah satunya adalah mengenai berapa banyak Anda harus makan dan hubungannya dengan berat bayi Anda. Akan tetapi, apakah memang benar ada hubungan antara makanan yang Anda makan dengan berat badan bayi Anda saat lahir? Apakah makan lebih banyak akan membuat bayi Anda menjadi lebih gemuk atau sebalinya?   Berapa Berat Bayi yang Seharusnya? Para ahli mengatakan bahwa rata-rata berat bayi adalah antara 2.500-5.000 gram. Bayi yang memiliki berat badan lahir lebih dari 5.000 gram dianggap besar.   Hubungan Antara Berat Badan Ibu Hamil dan Berat Badan Bayinya Apa yang ibu hamil makan memang akan mempengaruhi kesehatan dan berat badan bayi Anda. Akan tetapi, bukan berapa jumlah makanan yang Anda makan yang mempengaruhi berat badan bayi Anda, tetapi kualitas makanan Anda. Selain berat badan, kualitas makanan yang Anda konsumsi juga akan mempengaruhi kesehatan dan metabolisme bayi Anda saat ia dewasa nanti.   Baca juga: Mengapa Kaki Wanita Hamil Sering Membengkak???   Berbagai Hal yang Mempengaruhi Berat Badan Bayi Selain berat badan ibu saat hamil, ada beberapa hal lain yang juga dapat mempengaruhi berat badan lahir bayi Anda seperti di bawah ini.   Kadar Gula Darah Wanita yang memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi diyakini juga memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi. Hal ini dapat sangat menentukan berat badan bayinya. Kadar gula darah yang tinggi akan meningkatkan kadar insulin di dalam darah. Insulin akan berfungsi sebagai hormon pertumbuhan. Wanita yang menderita diabetes tipe 1 memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengandung bayi besar, begitu pula halnya dengan ibu yang menderita diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional. Akan tetapi, bukan berarti ibu dengan diabetes pasti akan melahirkan bayi besar. Bila Anda dapat mengendalikan kadar gula darah dengan baik, maka resiko ini akan menurun dengan signifikan. Oleh karena itu, pastikan Anda mengkonsumsi makanan sehat dan tetap aktif saat hamil.   Usia Ibu Ibu yang hamil setelah berusia lebih dari 35 tahun biasanya akan melahirkan bayi besar. Hal ini biasanya berhubungan dengan berbagai gangguan kesehatan yang lebih mudah terjadi seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda. Sebaliknya, remaja perempuan yang hamil biasanya justru akan memiliki bayi yang lebih kecil.   Gangguan Medis Ibu yang Sudah Ada Sebelumnya Berbagai gangguan medis yang dialami ibu sebelum hamil seperti gangguan jantung, diabetes, dan anemia juga dapat mempengaruhi berat badan bayi.   Berat Badan Ibu Sebelum Hamil Ibu yang memiliki berat badan kurang sebelum hamil memiliki resiko tinggi untuk melahirkan bayi yang kecil dan begitu pula sebaliknya, ibu yang memiliki indeks massa tubuh yang tinggi cenderung memiliki bayi yang lebih besar.   Genetika Selain berbagai hal di atas, gen dari ayah dan ibu juga akan mempengaruhi ukuran bayi Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 29 Jan 2019    16:00 WIB
Tips Mengatasi Berbagai Keluhan Paska Melahirkan
Bagaimana Mengatasi Nyeri Episiotomi?Jahitan anda seharusnya akan sembuh dalam waktu 10-14 hari. Untuk mempercepat proses penyembuhan, mandilah dengan air hangat 2 kali sehari dan keringkan kemaluan anda dengan handuk bersih.Obat anti nyeri dapat mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman yang anda rasakan. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai obat anti nyeri apa yang dapat anda gunakan saat menyusui. Selain itu, mandi dengan air hangat juga dapat mengurangi rasa nyeri yang anda rasakan. Anda akan merasa lebih nyaman saat duduk di atas bantal, dan kencangkanlah bokong anda saat duduk.Tips Mengurangi Nyeri Saat Buang Air KecilBerbagai luka lecet kecil dan ringat akan sembuh dengan sendirinya. Alirkanlah air dingin atau air hangat yang bersih di antara kedua kaki anda saat anda buang air kecil. Air hangat ini akan membuat air kemih anda menjadi lebih encer sehingga tidak terlalu terasa menyengat saat anda buang air kecil. Minumlah banyak air putih setiap harinya untuk membuat air kemih anda lebih encer.Nyeri Perut Paska Melahirkan, Kapan Berhenti?Nyeri perut paska melahirkan akan terasa seperti kontraksi atau kram perut ringan saat menstruasi, yang disebabkan oleh penyusutan rahim anda untuk kembali ke ukurannya semula sebelum hamil. Setiap wanita akan mengalami nyeri perut ini selama beberapa hari pertama paska melahirkan dan lebih terasa bila anda menyusui.Nyeri perut ini akan terasa lebih kuat pada setiap kehamilan yang anda alami karena otot-otot rahim anda telah meregang dan harus bekerja lebih keras untuk berkontraksi. Berkonsultasilah pada dokter atau bidan anda untuk memperoleh obat anti nyeri yang dapat anda konsumsi saat menyusui.Payudara Terasa Berat dan Keras, Apa yang Harus Dilakukan?Menyusui lebih sering dapat membantu mengurangi rasa berat dan keras pada payudara anda pada 3-4 hari paska melahirkan. Jika payudara anda sangat besar sehingga bayi anda tidak dapat menyusu dengan baik, keluarkan ASI anda setelah mandi air hangat untuk membuat ukuran payudara anda lebih kecil.Kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Jika anda tidak menyusui, maka gunakanlah bra penyangga dan tubuh anda akan menyerap kembali ASI yang dihasilkannya.Tips Untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Paska Operasi CaesarBiasanya saat anda keluar dari rumah sakit, perawat akan mengganti kasa penutup luka anda dengan kasa anti air sehingga anda dapat mandi tanpa membuat luka anda basah. Pastikan bahwa luka anda tetap kering.Gunakanlah celana yang longgar, setinggi pinggang, dan berbahan katun untuk menghindari gesekan pada luka. Jangan menggunakan pakaian ketat dan jangan gunakan pakaian dalam saat anda tidur untuk menghindari gesekan dan memperbaiki sirkulasi udara di sekitar jahitan.Dapatkah Buang Air Besar Membuat Jahitan Saya Terlepas?Buang air besar biasanya tidak akan membuat jahitan anda terlepas. Hindarilah sembelit dengan mengkonsumi makanan tinggi serat dan minum banyak air putih.Senam Kegel, Masih Perlu Dilakukan?Otot-otot dasar panggul anda mungkin telah melemah paska melahirkan, oleh karena itu anda harus menguatkannya kembali dengan melakukan senam Kegel kapan pun anda bisa.Sumber: webmd
 13 Dec 2018    18:00 WIB
Saatnya Melahirkan Atau Kontraksi Palsu ?
Kontraksi palsu atau kontraksi braxton hicks merupakan kontraksi rahim yang sering dimulai pada awal trimester ketiga atau bahkan pada trimester kedua. Kontraksi palsu biasanya terjadi secara tidak teratur dan merupakan hal yang normal terjadi pada kehamilan.   Seperti Apa Kontraksi Palsu Terasa ? Beberapa wanita mengatakan bahwa kontraksi palsu ini merupakan rasa kencang atau tegang pada perut yang hilang timbul. Sejumlah wanita lainnya mengatakan bahwa kontraksi palsu ini seperti nyeri atau kram perut ringan pada saat menstruasi. Tidak seperti kontraksi saat melahirkan, kontraksi palsu ini tidak menimbulkan nyeri hebat dan biasanya tidak teratur. Interval di antara setiap kontraksi tidak semakin dekat, tidak bertambah nyeri saat berjalan, tidak berlangsung lama, dan tidak terasa makin kuat seiring dengan berlalunya waktu.   Seperti Apa Kontraksi Sebenarnya Terasa ? Bagaimana rasa kontraksi saat melahirkan berbeda bagi setiap wanita, bahkan juga berbeda pada setiap persalinan. Kontraksi sebenarnya menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri tumpul pada punggung dan atau perut bagian bawah seiring dengan rasa tertekan pada panggul. Beberapa wanita juga merasakan adanya nyeri pada bagian samping perut dan paha. Beberapa wanita lainnya menggambarkan kontraksi sebenarnya ini seperti nyeri atau kram perut hebat saat menstruasi atau seperti nyeri perut hebat saat diare.   Tips Untuk Membedakan Kontraksi Palsu dan Sebenarnya Seberapa Sering Kontraksi Terjadi Pada kontraksi palsu, kontraksi terjadi secara tidak teratur dan interval di antara kontraksi tidak memendek. Sedangkan pada kontraksi sebenarnya, kontraksi terjadi secara teratur dan berlangsung selama sekitar 30-70 detik serta interval di antara kontraksi pun semakin memendek dan kontraksi semakin menguat. Terpengaruh atau Tidak Oleh Gerakan Kontraksi palsu dapat berhenti sewaktu-waktu, baik saat berjalan, istirahat, atau berubah posisi. Kontraksi sebenarnya terus berlangsung tanpa terpengaruh oleh gerakan, istirahat, atau perubahan posisi. Seberapa Kuat Kontraksi Kontraksi palsu biasanya merupakan suatu nyeri ringan yang tidak semakin menguat atau dapat pula berupa nyeri hebat pada awalnya dan kemudian semakin ringan. Pada kontraksi sebenarnya, kontraksi terasa semakin menguat secara teratur. Di Mana Rasa Sakit Terasa Pada kontraksi palsu, rasa nyeri biasanya terasa di perut atau panggul. Kontraksi sebenarnya biasanya lebih kuat dan dapat dimulai pada pinggang atau punggung bawah dan kemudian menyebar ke perut atau dapat pula dimulai dari perut dan kemudian menyebar ke punggung.   Saatnya Melahirkan ? Bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, anda mungkin akan segera melahirkan, segera hubungi dokter anda. Gejala-gejala yang sering ditemukan adalah: Kontraksi terjadi setiap 10 menit atau terjadi lebih dari 5 kontraksi dalam 1 jam Nyeri atau ketegangan teratur pada punggung atau perut bagian bawah Merasa adanya tekanan di daerah panggul atau vagina Kram perut seperti saat menstruasi Perdarahan Keluarnya cairan bening dari kemaluan Mual, muntah, atau diare   Tips Mengatasi Kontraksi Palsu Bila anda mengalami kontraksi palsu, beberapa hal di bawah ini mungkin dapat membantu mengurangi rasa nyeri anda, yaitu: Berjalan. Kontraksi palsu seringkali berhenti bila anda berubah posisi atau berjalan Tidur atau istirahat Meminum air Makan Pijat Bila anda sering merasakan nyeri pada bagian samping perut, hal ini mungkin bukan merupakan kontraksi sebenarnya. Nyeri yang timbul biasanya berupa nyeri tajam pada bagian samping perut yang kemudian menyebar ke kemaluan. Hal ini terjadi akibat peregangan ligamen yang menyangga rahim. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengurangi rasa nyeri tersebut adalah: Ubahlah posisi anda atau hentikan aktivitas anda Minumlah air setidaknya 6-8 gelas setiap harinya Beristirahat   Kapan Hubungi Dokter ? Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal berikut ini, yaitu: Keluar darah dari kemaluan Keluarnya cairan dari dalam kemaluan Adanya kontraksi kuat setiap 5 menit selama 1 jam Kontraksi yang membuat anda tidak dapat berjalan Merasakan adanya perubahan pergerakan bayi anda atau bila gerakan bayi anda kurang dari 10 kali setiap 2 jam Merasakan kontraksi bila usia kehamilan anda belum mencapai 37 minggu   Sumber: webmd  
 20 Oct 2018    16:00 WIB
Melahirkan di Dalam Air, Apa Saja Manfaatnya?
Melahirkan di dalam air (water birth) telah menjadi cukup populer di kalangan para ibu hamil belakangan ini. Melahirkan di dalam air merupakan suatu proses di mana ibu hamil diminta untuk duduk di dalam bak mandi berisi air hangat selama sejangka waktu saat proses persalinan berlangsung atau bahkan hingga melahirkan. Lalu apa sebenarnya yang membuat para ibu hamil memilih metode persalinan water birth ini? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari melahirkan di dalam air.   Mengurangi Nyeri Penelitian telah menunjukkan bahwa melahirkan di dalam air sangat efektif untuk mengurangi nyeri. Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa melahirkan di dalam air hampir seperti melahirkan dengan bantuan bius epidural.   Mengurangi Jumlah Jahitan Karena ibu hamil yang melahirkan di dalam air biasanya lebih rileks, maka robekan yang terjadi pun lebih kecil sehingga jumlah jahitan yang diperlukan pun menjadi lebih sedikit daripada wanita yang melahirkan secara normal.   Baca juga: 7 Cara Untuk Menurunkan Berat Badan Paska Melahirkan   Membuat Lebih Rileks Air hangat di dalam bak mandi akan memberikan efek relaksasi pada saat proses persalinan berlangsung.   Meningkatkan Mobilitas Berada di dalam air akan membuat ibu hamil lebih mudah bergerak, yang dapat membantu proses persalinan berlangsung lebih cepat.   Tidak Perlu Menggunakan Obat Bius Jika Anda tidak ingin melakukan bius epidural tetapi juga takut merasa sakit saat melahirkan, maka melahirkan di dalam air merupakan pilihan yang tepat karena melahirkan di dalam air dapat membantu mengurangi nyeri.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: verywell
 05 Sep 2018    16:00 WIB
Hati-hati Gejala dan Resiko Depresi Bisa Terjadi Paska Melahirkan
Melahirkan pasti memang merupakan kejadian paling penting dalam kehidupan wanita dan pada sebagian besar kasus, saat ini merupakan saat penuh kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup wanita. Akan tetapi, walaupun demikian, melahirkan juga dapat membuat seorang wanita mengalami stress emosional, fisik, dan psikologis yang cukup berat. Beberapa di antaranya bahkan mengalami gangguan cemas atau bahkan depresi, segera setelah mereka melahirkan. Keparahan depresi atau rasa cemas paska melahirkan ini dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Keadaan ini biasanya disebut dengan depresi paska melahirkan. Pengobatan segera sangat penting untuk mencegah terjadinya efek jangka panjang. Selain itu, depresi paska melahirkan juga berbeda dengan baby blues, yang merupakan gangguan yang lebih ringan dan lebih sering ditemukan pada wanita yang baru saja melahirkan.   Apa Saja Gejala Depresi Paska Melahirkan? Seperti halnya gangguan depresi pada umumnya, gejala-gejala depresi paska melahirkan dapat menjadi semakin berat dan dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga beberapa tahun. Pada masa ini, ibu yang baru melahirkan mungkin merasa tidak berdaya dan mungkin akan kehilangan sebagian atau seluruh ketertarikannya terhadap bayinya. Pada kasus yang jarang, para wanita ini dapat memiliki keinginan untuk bunuh diri atau melukai bayinya. Oleh karena itu, mendapatkan pertolongan dan pengobatan secepat mungkin sangatlah penting. Tanda dan gejala depresi paska melahirkan biasanya mulai terlihat dalam setahun pertama paska melahirkan dan dapat dipicu oleh berbagai hal, mulai dari perubahan kadar hormonal did alam tubuh hingga perubahan fisik dan emosional ibu setelah melahirkan. Stress merupakan pemicu utama dari terjadinya depresi paska melahirkan. Beberapa gejala depresi paska melahirkan yang paling sering ditemukan adalah: Kemarahan yang tidak terkendali dan terjadi secara mendadak Terus merasa sedih Merasa bersalah Merasa tidak memiliki harapan Kehilangan minat akan hobi atau bahkan bayinya Sering menangis Mudah marah Terus merasa lelah Insomnia Perubahan perilaku yang signifikan Mengalami gangguan makan Sangat penting untuk membedakan gejala depresi paska melahirkan dengan baby blues, yang biasanya hanya berlangsung selama 1-2 minggu. Secara umum, gejala baby blues yang sering ditemukan adalah mood yang berubah-ubah, sering menangis, dan selalu merasa cemas. Perbedaannya dengan depresi paska melahirkan adalah tingkat keparahan gejala. Gangguan kejiwaan lainnya yang lebih jarang tetapi lebih berat adalah psikosis paska melahirkan. Tanda dan gejala yang sering ditemukan adalah sikap paranoid, tampak bingung, tidak dapat membedakan waktu atau tempat, mengalami delusi, dan bahkan berhalusinasi. Segera hubungi dokter Anda, bila Anda mengalami berbagai gejala di atas atau gejala terus saja memburuk.   Apa Penyebab Utama Depresi Paska Melahirkan? Penyebab terjadinya depresi paska melahirkan dapat berbeda-beda. Penyebabnya mungkin hanya satu atau kombinasi dari berbagai hal. Perubahan emosional yang dialami oleh sang ibu segera setelah melahirkan seringkali merupakan penyebab utama terjadinya depresi paska melahirkan, di mana ibu selalu kurang tidur dan selalu merasa cemas saat merawat bayinya. Selain itu, perubahan kadar hormonal selama hamil dan melahirkan juga turut mempengaruhi terjadinya depresi paska melahirkan. Selain hormon seksual, perubahan kadar hormon tiroid juga dapat membuat ibu merasa sangat lelah, depresi, mood berubah-ubah, dan sebagainya.   Baca juga: Pengobatan dan Pencegahan Terjadinya Depresi Paska Melahirkan   Apa Saja yang Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Depresi Paska Melahirkan? Walaupun tidak ada cara untuk memprediksi apakah seorang wanita akan mengalami depresi paska melahirkan atau tidak, akan tetapi ada beberapa hal yang diduga dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkan. Jika Anda pernah mengalami gangguan depresi sebelumnya, maka Anda mungkin akan mengalami depresi paska melahirkan. Selain itu, jika Anda memiliki masalah dalam pernikahan Anda (baik masalah kepercayaan, emosional, atau keuangan), maka resiko terjadinya depresi paska melahirkan juga akan lebih tinggi. Sementara itu, wanita yang pernah mengalami gangguan bipolar sebelum hamil, memiliki resiko tinggi untuk mengalami psikosis paska melahirkan, yang jauh lebih berbahaya daripada depresi, baik bagi ibu maupun bayinya. Stress karena sebab apapun yang dikombinasikan dengan kurangnya dukungan emosional, moral, atau keuangan dan adanya anggota keluarga yang menderita psikosis atau depresi atau keduanya juga dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkan. Satu hal lain yang perlu diingat adalah bahwa depresi paska melahirkan merupakan suatu gangguan psikologis berat yang dapat berkembang menjadi psikosis. Oleh karena itu, jangan pernah mengabaikan berbagai gejala depresi di atas. Wanita yang dianggap beresiko tinggi menderita depresi paska melahirkan adalah: Wanita yang merupakan ibu tunggal Wanita yang memiliki status sosial ekonomi bawah Wanita yang tidak menginginkan kehamilannya   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: lifespan
 17 Aug 2018    18:00 WIB
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Berhubungan Intim Setelah Melahirkan ?
Setelah seorang wanita melahirkan, biasanya akan terjadi perlukaan di jalan kelahiran. Oleh karena itu apabila Anda ingin melakukan hubungan seks setelah melahirkan, sebaiknya ada jeda waktu. Dokter biasanya menyarankan bahwa pasangan sebaiknya menunggu 4-6 minggu setelah melahirkan sebelum berhubungan seks lagi.  Dalam waktu ini akan memberikan waktu leher rahim dan rahim cukup waktu untuk masa penyembuhan. Pada saat setelah melahirkan biasanya lapisan rahim sangat rentan terhadap infeksi. Melakukan penetrasi akan menyebarkan bakteri yang akan meningkatkan terjadinya infeksi. Lokia (cairan normal yang keluar dari vagina setelah melahirkan) biasanya akan mengalir dari dinding rahim selama 2-8 minggu. Apabila Anda sudah tidak melihat lokia yang berwarna merah, itu berarti Anda sudah mengalami proses penyembuhan.  Selain itu proses melahirkan secara normal biasanya akan menyebabkan robekan pada daerah vagina, sehingga sebaiknya menghindari penetrasi yang akan menyebabkan penyebaran bakteri.  Yang dapat Anda lakukan: Selama menunggu proses penyembuhan Anda pasangan masih dapat menikmati hubungan seks tanpa melakukan penetrasi. Dalam mempertahankan keintiman Anda dapat melakukan pegangan tangan, memijat pasangan Anda, berpelukan, berciuman dengan pasangan.  Selain itu Anda harus menghindari menggunakan tampon untuk menghentikan aliran lokia.  Tidak ada barang yang boleh dimasukkan kedalam vagina Anda tanpa pengetahuan dokter, karena hal tersebut akan berpotensi menyebabkan terjadinya infeksi.    Sumber: newhealthguide
 23 Mar 2018    12:30 WIB
13 Perubahan yang Terjadi Pada Tubuh Anda Paska Hamil dan Melahirkan
Saat hamil dan memiliki anak, Anda mungkin mengira bahwa satu-satunya hal yang akan berubah saat hamil dan paska melahirkan adalah berat badan Anda yang bertambah cukup banyak. Akan tetapi, ternyata ada banyak hal lain yang akan berubah pada tubuh Anda paska hamil dan melahirkan. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja perubahan yang akan terjadi dan pada bagian tubuh mana saja perubahan tersebut akan terjadi.   Rambut Apakah Anda menyadari betapa banyak rambut Anda yang rontok paska melahirkan? Selain kerontokan rambut, banyak wanita yang merasa bahwa rambut mereka berubah secara permanen, misalnya menjadi lebih bergelombang, lebih kasar, dan lebih tipis. Walaupun hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang dapat menjelaskan apa yang menjadi penyebab berubahnya struktur atau ketebalan rambut seorang wanita paska melahirkan, akan tetapi para ahli menduga hal ini berhubungan dengan faktor hormonal.   Kulit Selulit Anda mungkin akan mulai memudar, tetapi tidak akan menghilang. Selulit atau stretch mark terjadi karena kulit Anda meregang melebihi kapasitasnya dan terlalu cepat. Saat hamil, beberapa bagian tubuh Anda mungkin akan tampak lebih gelap. Dapat terlihat linea negra, yaitu suatu garis vertikal pada bagian tengah perut Anda. Beberapa orang wanita juga dapat mengalami penggelapan kulit pada pipi atau bibir atas atau yang biasa dikenal dengan nama kloasma. Linea negra dan kloasma ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya paska melahirkan. Namun, pada beberapa orang wanita, penggelapan warna kulit ini mungkin dapat tetap ada walaupun lebih pudar. Anda mungkin akan memiliki tahi lalat yang lebih gelap atau lebih besar daripada saat hamil.   Payudara Menyusui dan membesarnya payudara karena bertambahnya kelenjar susu akan membuat kulit payudara meregang, yang akan membuat payudara tidak lagi sekencang dulu atau bahkan menjadi lebih kendur. Hal ini dikarenakan setelah Anda tidak lagi menyusui, maka kelenjar susu akan langsung mengecil, yang akan membuat payudara menjadi lebih kendur dan lebih lembek. Menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara pada wanita.   Perut Wanita yang pernah melahirkan biasanya akan memiliki pinggul yang lebih besar daripada wanita yang tidak memiliki anak. Hal ini ternyata dikarenakan lemak yang biasa digunakan oleh tubuh untuk membentuk ASI disimpan di daerah perut. Saat Anda berhenti menyusui, maka lemak yang tersisa akan tetap berada di daerah perut. Bahkan bila Anda rajin berolahraga, otot perut Anda mungkin tidak dapat kembali seperti dulu. Hal ini dikarenakan otot perut Anda sudah meregang melebihi kemampuannya sehingga ia tidak dapat kembali lagi ke bentuk sebelumnya.   Pinggul Pinggul Anda akan menjadi lebih besar karena pinggul merupakan tempat pertama penimbunan lemak yang akan digunakan untuk membentuk ASI. Jika berat badan Anda tidak kembali seperti sebelum Anda hamil, maka lemak di daerah pinggul ini cenderung menetap.   Kaki Pembuluh darah vena Anda yang mengalami varises saat hamil hanya akan kembali mengecil paska kehamilan pertama dan cenderung menetap setelah Anda hamil beberapa kali.   Telapak Kaki Pembesaran kaki yang terjadi selama hamil ternyata juga dapat menetap secara permanen. Anda mungkin akan membutuhkan sepatu yang lebih besar karena berbagai hormon yang dihasilkan saat hamil akan membuat ligamen (jaringan ikat) di kaki Anda menjadi lebih rileks agar dapat menahan beban kehamilan selama 9 bulan.   Baca juga: Mendengarkan Musik Bikin Anak Dalam Kandungan Lebih Pintar?   Siklus Menstruasi Wanita yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur sebelum hamil dan melahirkan mungkin akan memiliki siklus menstruasi yang lebih teratur. Banyak wanita juga lebih jarang mengalami kram atau nyeri perut saat menstruasi karena rahim mereka memang sudah membesar. Selain itu, kehamilan juga akan membuat endometriosis yang Anda alami menghilang selama sejangka waktu. Kehamilan juga akan menurunkan resiko terjadinya kanker rahim dan kanker ovarium, terutama bila Anda juga menyusui.   Kandung Kemih Otot-otot dasar panggul dan sfingter uretra (lubang kencing) akan mengalami trauma akibat proses melahirkan, yang akan membuat otot-otot ini melemah. Walaupun sebagian besar wanita tidak mengalami gangguan kendali BAK, akan tetapi ada sejumlah wanita yang akan mengompol bila tekanan di dalam perutnya meningkat, misalnya saat mereka tertawa, bersin, atau berlari. Senam Kegel dapat membantu menguatkan kembali otot-otot dasar panggul.   Tulang Kehamilan dan persalinan juga akan mempengaruhi tulang Anda. Tidak peduli seberapa besar usaha Anda untuk mengembalikan cadangan nutrisi yang hilang saat hamil, Anda tetap akan mengalami penurunan kepadatan tulang paska melahirkan.   Kelenjar Tiroid Sekitar 5-10% wanita akan mengalami penurunan atau peningkatan fungsi kelenjar tiroid selama beberapa bulan paska melahirkan. Walaupun gangguan ini biasanya akan membaik dengan sendirinya, akan tetapi beberapa gejala hipotiroidisme seperti badan lesu, depresi, dan sulit berkonsentrasi dapat tetap ada.   Darah Diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi saat hamil (preeklampsia atau eklampsia) biasanya akan menghilang paska melahirkan. Akan tetapi, hal ini akan meningkatkan resiko terjadinya diabetes dan tekanan darah tinggi pada ibu di kemudian hari.   Otak Setelah Anda menjadi seorang ibu, Anda pun secara tidak langsung akan belajar untuk melakukan banyak hal sekaligus (multitask). Setelah melahirkan, otak Anda akan "deprogram" untuk dapat melakukan banyak hal sekaligus.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 10 Jan 2018    11:00 WIB
Psikosis Paska Melahirkan, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Psikosis paska melahirkan merupakan gangguan mental yang biasanya mengenai ibu segera setelah melahirkan. Gejala yang biasa ditemukan adalah adanya halusinasi atau perubahan mood ekstrim yang terjadi secara mendadak. Gangguan ini lebih jarang terjadi daripada gangguan mental paska melahirkan lainnya, yaitu baby blues dan depresi paska melahirkan, tetapi biasanya lebih berat.   Penyebab Gangguan ini biasanya bersifat diturunkan dari ibu, saudara perempuan, atau anggota keluarga wanita lainnya. Gangguan ini paling sering terjadi pada ibu yang baru pertama kali melahirkan. Wanita yang pernah mengalami gangguan ini pada persalinan pertamanya, memiliki resiko yang tinggi untuk mengalami gangguan yang sama pada persalinan berikutnya. Hal lain yang mungkin menyebabkan terjadinya psikosis paska melahirkan adalah perubahan kadar hormonal atau perubahan pola tidur.   Baca juga: Apa Saja Gejala dan Resiko Terjadinya Depresi Paska Melahirkan?   Gejala Sebenarnya mengalami perubahan mood paska melahirkan adalah hal yang normal. Gejala ini biasanya berlangsung selama sekitar 10 hari paska melahirkan. Akan tetapi, perubahan mood ekstrim bahkan setelah melewati masa ini (10 hari paska melahirkan) dapat merupakan gejala dari psikosis paska melahirkan. Gejala psikosis paska melahirkan dapat berbeda-beda pada setiap wanita. Beberapa gejala yang mungkin ditemukan adalah: Beberapa wanita dapat mengalami gejala yang sama seperti pada gangguan bipolar, yaitu sulit tidur, meningkatnya perilaku sosial dan aktivitas fisik berlebihan, euphoria, mudah menangis, mudah marah, perilaku kekerasan, dan delusi. Pada kasus yang berat, dapat menyebabkan penderita berbicara tidak jelas Gejala depresi berat yang disertai oleh delusi dan halusinasi Tampak kebingungan, sangat ketakutan, paranoid, dan merasa curiga   Pengobatan Wanita yang mengalami psikosis paska melahirkan harus segera mencari pertolongan medis. Bila gejalanya berat, maka mungkin perlu diberikan obat anti psikosis dan penstabil mood. Penderita biasanya harus dirawat di rumah sakit. Anggota keluarga dan suami wanita yang mengalami psikosis paska melahirkan memiliki peran yang sangat penting dalam pengobatannya. Dengan pengobatan yang tepat, gejala biasanya tidak akan berlangsung lama.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction