Your browser does not support JavaScript!
 21 Oct 2020    21:00 WIB
Sering Masturbasi, Normalkah?
Banyak orang enggan berbicara atau merasa canggung jika diminta membahas aktivitas seksual masturbasi. Meski pada kenyataannya, baik perempuan maupun laki-laki kerap melakukan aktivitas seksual ini diam-diam, bahkan bisa jadi sering melakukannya kala sendiri. Masturbasi aman dilakukan apabila risiko iritasi dan infeksi dapat diminimalisir. Namun perlu diwaspadai jika masturbasi mulai dilakukan secara kompulsif, yang artinya, kemampuan untuk menahan hasrat seksual tak bisa lagi dibendung sehingga timbul perilaku seksual yang negatif dan merugikan. Ini tanda-tanda jika kebiasaan masturbasi seseorang terbilang berbahaya. Kecanduan dan Lepas Kontrol Salah satu indikator kebiasaan masturbasi sudah jadi kecanduan adalah hilangnya kontrol untuk membatasi aktivitas tersebut. Melukai Diri Sendiri Jika aktivitas mendapatkan kepuasan seksual sendiri itu sudah mencapai tahap melukai diri sendiri, maka itu bisa dibilang tidak normal atau berlebihan. Misalnya saja, memasukkan benda-benda asing dan tajam ke dalam vagina (botol atau bohlam) atau menggesek-gesekkan alat kelamin ke sebuah benda sampai menimbulkan lecet atau memar. Itu tandanya dia sudah melakukan masturbasi secara kompulsif dan memerlukan bantuan psikitar atau psikoseksolog. Menjadikannya sebagai Rutinitas Dalam keadaan normal, Anda hanya perlu melakukan masturbasi sesekali sebagai pelepasan kebutuhan secara biologis. Tapi jika tak normal akan melakukan 3, 4 sampai 10 kali dalam waktu yang berdekatan. Keharmonisan Rumah Tangga Terganggu Apakah pasangan mulai mengeluhkan tentang kebiasaan masturbasi Anda? Jika ya, itu berarti perilaku masturbasi Anda sudah bermasalah. Jika seseorang lebih memilih melakukan masturbasi daripada terlibat dalam keintiman bersama pasangan, merasa takut akan penolakan dan diabaikan, maka secara tak sadar ia sudah membuat hubungan asmara maupun pernikahan berada di ujung tanduk. Sebaiknya konsultasikan keadaan Anda dengan psikolog, konselor pernikahan dan seksolog. Berdampak Buruk Terhadap Diri Sendiri Saat masturbasi, apakah Anda merasa lebih terhubung dengan tubuh sendiri, merasakan sensasi menyenangkan atau lebih percaya diri? Atau sebaliknya, merasa mati rasa, kesepian dan tidak nyaman. Jika Anda lebih sering merasa tidak terkoneksi dengan fisik dan mental setelah masturbasi, maka ada masalah psikis yang harus segera diatasi. Karena kemungkinan mastrubasi hanya sebagai bentuk pelampiasan ketidakpuasan akan suatu hubungan maupun terhadap diri sendiri. Merasa Malu Apakah karena kepercayaan akan suatu agama tertentu, pandangan masyarakat atau nilai-nilai tertentu yang ditanamkan keluarga, merasa malu tapi tetap melakukan masturbasi bisa berdampak merusak pada kesehatan mental. Sangat penting untuk membicarakannya pada orang lain karena bisa jadi itu merupakan indikasi dari gangguan mental. Selalu Gagal Menghentikan Kebiasaan Masturbasi Salah satu indikator kebiasaan masturbasi sudah jadi kecanduan adalah hilangnya kontrol untuk membatasi aktivitas tersebut. Jika berkali-kali Anda berusaha untuk menghentikan masturbasi dan gagal, ada kemungkinan Anda jadi ketergantungan dan bisa berefek buruk pada hubungan suami-istri jika Anda sudah menikah nantinya. Cara terbaik adalah konsultasi dengan seorang yang profesional untuk mencari solusinya. Terobsesi dengan Masturbasi Anda jadi terobsesi dan merasa asyik sendiri dengan masturbasi. Jika dalam keseharian atau saat beraktivitas yang Anda pikirkan hanya apakah bisa masturbasi malam nanti atau dengan cara apa untuk bermasturbasi hari ini, kemungkinan besar Anda memiliki perilaku yang bermasalah. Tidak menghargai diri sendiri Jika saat atau setelah melakukan masturbasi Anda merasa bodoh, kesepian dan tak terhubung dengan jiwa Anda, ini petanda tak baik. Masturbasi bisa berdampak negatif terhadap persepsi Anda tentang diri sendiri jika Anda tidak mengetahui alasan tepat saat melakukannya. Namun ketika masturbasi membuat Anda merasa terhubung dengan tubuh, merasakan sensasinya, dan Anda merasa nyaman, tandanya aktivitas ini masih dalam kategori aman. Jika Anda mengidentifikasi satu atau lebih dari  tanda-tanda ini, mulailah merefleksi diri kembali mengenai apa kegunaan dan pentingnya masturbasi buat Anda. Bicaralah pada orang yang Anda percaya. Tak perlu ragu berkonsultasi ke profesional jika masturbasi sudah mulai menjadi obsesi.
 01 Oct 2020    16:00 WIB
Masturbasi Wanita
Masih banyak wanita yang berpikir bahwa onani atau masturbasi adalah hal yang tabu. Padahal, aktivitas seksual ini merupakan sesuatu yang normal dan wajar untuk dilakukan. Masturbasi sama seperti aktivitas seks biasa, bedanya hanya dilakukan seorang diri, tanpa pasangan. Tak hanya aman dilakukan oleh pria, kaum wanita pun juga boleh melakukan masturbasi. Jadi, tak perlu malu ya. Masturbasi yang dilakukan dengan wajar memiliki beberapa manfaat lho. Yuk simak penjelasannya berikut ini: Meningkatkan produksi berbagai hormon baikSaat orgasme, ada beberapa hormon baik yang dilepaskan oleh tubuh. Hormon itu antara lain oksitosin, dopamin, endorfin, dan prolaktin yang berkaitan dengan perasaan positif, senang, dan rileks. Meningkatkan kualitas tidur Masturbasi dan orgasme, bisa membantu Anda untuk mengatasi insomnia. Meski belum diteliti, tapi banyak wanita mengaku setelah masturbasi mereka dapat tidur dengan nyenyak. Hal ini berhubungan dengan hormon yang dilepaskan tubuh saat orgasme, yaitu prolaktin yang berperan mengatur siklus tidur. Membantu orgasme lebih mudah dicapai Masturbasi memberikan sensasi yang menyenangkan. Kegiatan ini bisa membantu Anda mencapai orgasme yang lebih berkualitas dan memuaskan saat berhubungan seks dengan pasangan. Meringankan keram saat menstruasi Berhubungan seks pada masa menstruasi tidak disarankan, tapi masturbasi tetap mudah untuk dilakukan. Saat orgasme, kandungan rahim berkontraksi sehingga menyebabkan darah keluar lebih cepat dan membantu mengurangi intensitas keram. Meningatkan hasrat seksual Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Sex Education and Therapy menemukan, bahwa masturbasi meningkatkan hasrat seksual wanita. Penelitian tersebut dilakukan dengan membagi dua kelompok responden perempuan, yakni yang pernah dan belum pernah masturbasi. Penelitian ini membuktikan, wanita yang pernah masturbasi, lebih merasa percaya diri dibandingkan kelompok wanita yang tidak melakukannya. Meski masturbasi memberikan banyak manfaat bagi Anda, bukan berarti Anda boleh melakukannya berlebihan. Masturbasi aman apabila tidak menimbulkan kecanduan ya. Salam syeksih, Miss V
 23 Sep 2020    21:00 WIB
Tips Masturbasi Terbaik untuk Wanita
Masturbasi merupakan salah satu cara terbaik untuk mendapatkan kesenangan dari tubuh Anda sendiri dan juga cara untuk menemukan titik sensitif Anda sendiri. Anda sebagai wanita juga boleh berfantasi untuk menikmati sentuhan sendiri bahkan mencapai orgasme. Berikut adalah berbagai trik dan tips menakjubkan untuk perempuan dalam melakukan masturbasi: 1.      Dapatkan mood Anda Sama seperti saat berhubungan intim dengan pasangan, maka Anda perlu mendapatkan suasana hati yang tepat. Jadi siapkan cahaya lilin, putar musik favorit Anda bila perlu putar lagu-lagu ngebeat yang seksi menggoda sebelum Anda mulai bermain dengan diri sendiri. 2.      Siapkan ruang privasi Anda Sebelum Anda melakukan aktivitas pribadi yang satu ini, maka pastikan tidak akan ada yang mengganggu Anda. Mematikan suara ponsel adalah ide yang baik ketika Anda berencana untuk melakukan masturbasi. 3.      Bermain dengan bagian intim Salah satu bagian intim wanita yang sangat sensitif adalah klitoris. Bagian ini terletak tepat di atas vagina, tertutup oleh lipatan kulit. Anda bisa mulai merangsangnya dengan menggunakan jari-jari Anda. Gosokkan jari-jari Anda di sekitar klitoris maka Anda akan mendapatkan kenikmatan tak terduga.  Mulai memijat dengan perlahan-lahan dan kemudian secara bertahap semakin cepat untuk mencapai klimaks 4.      Sex toys Apabila Anda memang ingin melakukan sesuatu yang lebih berbeda maka Anda dapat menggunakan sex toys. Alat yang satu ini akan memberikan sensasi hampir sama seperti saat berhubungan intim dengan seseorang dan membuat Anda mencapai klimaks lebih cepat. Vibrator mungkin alat terbaik untuk menggantikan jari Anda, namun pastikan alat yang Anda beli ini aman untuk digunakan. Masturbasi adalah aktivitas yang memang menyenangkan namun jangan sampai Anda terlena dan cukup puas hanya dengan sendiri. Karena aktivitas seks yang terbaik adalah dengan pasangan resmi Anda. Sumber: indiansutras
 05 Sep 2020    21:00 WIB
Mitos Tentang Masturbasi Wanita
Masturbasi dianggap sebagai topik pribadi atau "tabu" dan banyak orang merasa tidak nyaman membicarakannya. Karena alasan ini, orang mungkin mendengar fakta yang tidak benar tentang masturbasi dan kemudian mempercayainya. Di bawah ini adalah beberapa "mitos" atau kebohongan yang sering diceritakan tentang masturbasi: Hanya laki-laki yang melakukan masturbasi: SALAH. Meskipun penelitian telah menunjukkan bahwa lebih banyak anak laki-laki yang melakukan masturbasi daripada anak perempuan (sekitar ¾ anak laki-laki dan ½ anak perempuan), masturbasi masih sangat umum di antara anak perempuan. Gadis yang bermasturbasi lebih cenderung berhubungan seks dengan banyak pasangan: SALAH. Ingin tahu tentang tubuh Anda dan kesenangan yang diberikannya kepada Anda adalah hal yang wajar dan normal bagi remaja mana pun. Merasa penasaran dengan tubuh Anda dan ingin mengeksplorasi seksualitas Anda adalah hal yang wajar. Masturbasi akan menghalangi Anda untuk memiliki anak: SALAH. Menyentuh alat kelamin Anda tidak memengaruhi kesehatan reproduksi atau kemampuan Anda untuk memiliki anak saat Anda siap. Masturbasi akan mempengaruhi menstruasi Anda: SALAH. Masturbasi tidak memengaruhi siklus menstruasi Anda atau aspek lain dari kesehatan reproduksi Anda. Masturbasi akan membuat Anda terkena Infeksi Menular Seksual (IMS): SALAH. Tidak seperti seks pasangan, yang dapat menyebabkan IMS, masturbasi tidak dapat menyebabkannya. Masturbasi mencegah hubungan seksual terasa enak: SALAH. Faktanya, masturbasi dapat membantu Anda mempelajari apa yang menyenangkan secara seksual bagi Anda. Ini bisa membuat hubungan seksual terasa lebih baik. Onani akan membuat Anda buta, terkena kanker, dan menyebabkan penyakit mental: SALAH. Ini adalah mitos lama yang dipercaya orang dahulu kala dan populer karena berbagai alasan aneh, tetapi ini jelas TIDAK benar. Masturbasi tidak menimbulkan masalah kesehatan apapun. Hanya orang yang tidak memiliki pasangan seksual yang melakukan masturbasi: SALAH. Ini tidak benar. Faktanya, orang yang memiliki pasangan seksual tetap lebih mungkin melakukan masturbasi. Beberapa pasangan juga melakukan masturbasi bersama, saling merangsang alat kelamin, sebagai pengganti hubungan seksual dan sebagai cara untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.   Sumber: Young Womens Health
 07 Jul 2020    18:00 WIB
Terlalu Banyak Onani, Apakah Ada Dampaknya ?
Adakah bahaya onani bagi kaum pria ? Kegiatan ‘melayani’ diri sendiri tersebut memang membawa beberapa manfaat kesehatan seperti dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki fungsi kekebalan tubuh, meredam stres, serta meningkatkan produksi endorfin. Akan tetapi, di balik beberapa manfaat kesehatan tersebut, Onani juga membawa dampak negatif. Berikut beberapa efek negative dari aktivitas onani: EJAKULASI DINI Terlalu sering melakukan masturbasi dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Ejakulasi berikutnya juga dapat memakan waktu yang cukup lama. Bagi pria yang melakukan masturbasi beberapa kali sebelum melakukan intim, akan cenderung sulit mencapai klimaks. Masalah lain yang muncul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan dari orang lain, dan justru menjadi lebih akrab dengan sentuhan dari diri sendiri. Frekuensi yang terlalu sering dalam melakukan onani adalah memicu timbulnya kulit lecet sampai pembengkakan organ intim karena tidak pernah menggunakan pelumas. MASTRUBASI KRONIS Masturbasi kronis dapat mempengaruhi otak berikut kimia tubuh yang diakibatkan oleh kelebihan produksi neurotransmitter dan hormon seks. Kendati dampak yang timbul pada setiap orang berlainan, terlalu sering melakukan masturbasi tetap dapat memicu munculnya gangguan kesehatan mulai dari kelelahan, testis sakit, rambut rontok, ataupun nyeri panggul. Masturbasi berhubungan dengan berkurangnya produksi DHT dan testosteron. Berkurangnya produksi testosteron tersebut berkait dengan gaya hidup dan kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kegiatan berolahraga. MASTRUBASI KOMPLUSIF Masturbasi kompulsif berpengaruh terhadap kehidupan karena telah menjadi suatu kebiasaan. Sebagian pria yang melakukan masturbasi 6 kali dalam sehari bisa saja justru merasa produktif, namun lain halnya dengan para pria lain yang justru merasa sebaliknya. Apabila tidak mampu menyeimbangkan antara hasrat dan kebutuhan pribadi, masturbasi dapat membawa dampak negatif lho pada hubungan dengan pasangan.    Sumber: Dokter Sehat
 03 Jun 2020    18:00 WIB
Kesalahan Terbesar yang Dilakukan saat Masturbasi
Masturbasi bisa berbahaya? Tentu saja melakukan masturbasi cukup aman. Tetapi variasi merupakan bumbu kehidupan, sehingga banyak pria melakukan eksperimen saat bermasturbasi. Peringatan: ini bisa berbahaya! Contohnya, seorang pria usia 27 tahun memutuskan untuk bersenang-senang dengan menghambat aliran darah ke penisnya dengan memasukkan penisnya ke dalam botol plastik. Bisakah Anda membayangkan apa yang terjadi selanjutnya? Botol tersebut macet, mencekik penisnya dan menyebabkan pembengkakan di ujung penis karena akumulasi darah yang cepat disebabkan oleh pengumpulan darah lebih cepat dibandingkan saat ereksi biasa. Untuknya penis pria ini kembali ke ukuran normal saat dokter berhasil memotong botol tersebut. Berikut adalah beberapa kesalahan terbesar pria saat melakukan masturbasi yang sebaiknya dihindari: Masturbasi sampai muntahSetelah 2 hari muntah-muntah, demam, pembengkakan skrotum dan nyeri otot, seorang pria berusia 29 tahun akhirnya memutuskan untuk datang ke rumah sakit. Dokter di rumah sakit tersebut mendiagnosis pria tersebut sebagai Fournier’s gangrene, suatu jenis infeksi mikroba yang sangat jarang terjadi. Penyebabkan karena pria tersebut terlalu sering bermasturbasi sehingga menyebabkan kulitnya penisnya terkelupas, yang membuat penis tersebut rentan terkena infeksi. Dokter tersebut memberikan antibiotika dan juga beberapa kali operasi skin graft. Menekan terlalu kerasWalaupun kenikmatan seksual seringkali dikaitkan dengan gerakan yang 'keras', namun bukan berarti Anda harus melakukan 'kekerasan' yang berlebihan pada organ vital Anda tersebut. Sebuah kasus yang diterbitkan dalam jurnal Trauma and Acute Care Surgery menemukan hanya 19% kasus penille fractures (penis patah) terjadi saat melakukan hubungan seksual sementara sebanyak 60%  pria 'mematahkan' penis mereka saat melakukan masturbasi.Penyebabny terseringnya diduga karena banyak pria menekan terlalu keras organ pribadi mereka tersebut atau menggosoknya ke sudut yang salah. Hal ini menyebabkan kerusakan pada daerah corpus cavernosa, tabung silinder yang tempat darah mengalir saat pria mengalami ereksi. Pembengkakan dan kerusakan yang terjadi, berikut komplikasi lain yang mungkin ditimbulkan dapat menyebabkan penis kehilangan fungsinya secara permanen. Masturbasi saat menyetirPenis patah tidak selalu disebabkan karena gerakan tangan yang terlalu antusias. Berdasarkan data dari Vanadian Urological Association Journal, beberapa pria mengalami kerusakan pada penis saat mereka melakukan masturbasi sambil mengendarai mobil. Penyebabnya adalah benturan pada penis ketika kendaraan tiba-tiba berhenti mendadak. Penis mereka terbentur pada dashboard atau setir. Jika tak ingin mengalami kecelakaan konyol seperti ini, jangan pernah melakukan masturbasi sambil mengendarai mobil, meski Anda yakin tak akan ada yang memperhatikan. Studi ini juga mencatat beberapa kejadian penis patah karena membentur lantai kamar mandi, diasumsikan karena tergelincir saat masturbasi di kamar mandi. Memasukkan benda-benda anehJangan masukkan benda-benda asing kedalam penis Anda! Mungkin terlihat konyol tetapi banyak laporan mencatat cedera yang terjadi karena memasukkan benda asing tersebut. Setidaknya ini terjadi pada seorang pria, dia berusaha memasukkan benda asing ke saluran kencingnya karena menganggap hal tersebut bisa merangsang saat melakukan bermasturbasi. Pria tersebut memasukkan kabel listrik ke dalam lubang uretra. Namun tampaknya dia memasukkannya terlalu dalam hingga mencapai saluran kandung kemih. Dokter harus melakukan operasi untuk mengeluarkan kabel tersebut dari saluran kencingnya.Sumber: menshealth
 09 Apr 2020    18:00 WIB
Si Perawan Tidak Boleh Masturbasi? Bisa Aja Sih Asal
Masturbasi merupakan aktivitas seks yang masih dianggap tabu oleh kebanyakan orang. Biasanya orang lain akan menggangap seseorang yang melakukan masturbasi adalah tindakan yang tidak bermoral. Padahal masturbasi sendiri memiliki beberapa manfaat misalnya adalah membuat dirinya jadi mengerti titik sensitif diri sendiri, kesehatan organ seksual dan lain-lain. Namun bila dilakukan dengan cara yang benar dan tidak berlebihan. Untuk pria melakukan masturbasi mungkin bukan sesuatu hal yang aneh dan tidak ada sesuatu yang hal ditakuti namun bagaimana untuk wanita yang belum menikah. Salah satu hal yang ditakuti wanita dalam melakukan masturbasi adalah rusaknya selaput dara yang bisa membuatnya seolah-olah tidak perawan lagi. Padahal keperawanan adalah simbol penting seorang wanita  yang harus dijaga sampai menikah. Untuk Anda yang mungkin ingin mencoba cara untuk menyenangkan diri sendiri namun tidak sampai merusak selaput dara sebenarnya ada caranya. Mastubasi adalah tindakan merangsang diri sendiri atau orang lain dengan cara menyentuh, meraba, atau memijat organ kelamin sendiri. Jadi masturbasi bisa dilakukan tanpa harus merusak selaput dara Berikut adalah cara melakukan masturbasi untuk yang masih perawan: Untuk mencapai orgasme saat melakukan mastubasi bukan hanya cara merangsang tubuh sendiri namun bagaimana cara Anda berfantasi karena disini Anda hanya melakukannya sendiri. Merangsang titik sensual Anda Anda cukup fokus pada zona sensual seperti paha bagian dalam, perut bagian bawah untuk merangsang diri sendiri. Cara ini akan membantu Anda mencapai kenikmatan seksual untuk tingkat yang lebih besar. Merangsang bagian payudara Untuk mencapai orgasme tidak harus dengan memasukkan jari kedalam vagina. Namun Anda bisa merangsang bagian tubuh yang lain. Titik sensitif wanita yang juga dapat dirangsang adalah puting payudara. Anda bisa merangsang bagian puting payudara dengan memegang atau memuntirnya. Menjepit kaki Anda Salah satu cara aman untuk mencapai klimaks, adalah dengan melakukan jepitan di daerah klitoris, Anda bisa melakukannya dengan menjepit kaki Anda dan dalam posisi tengkurap. Merangsang klitoris Klitoris memang merupakan titik sensitif wanita yang paling mudah membuat seorang wanita mencapai klimaks. Anda bisa mencoba untuk menggosok bagian klitoris dengan jari, namun ingat hanya bagian klitoris jangan pernah menyentuh bagian selaput dara Anda. Saat melakukan masturbasi perlu diingat jangan pernah memasukkan jari-jari Anda ke dalam vagina yang kemungkinan dapat merusak selaput darah. Baca juga: Manfaat Masturbasi Pada Wanita Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: indiansutras
 15 Jan 2019    18:00 WIB
Ternyata Ini Manfaat Masturbasi Pada Wanita
Masturbasi sering dianggap sebagai topik tabu dan wanita yang melakukan masturbasi selalu dianggap melakukan hal tidak etis dan tidak bermoral. Namun, ternyata masturbasi pada wanita memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Berikut adalah alasan mengapa keuntungan wanita melakukan masturbasi: Masturbasi akan meningkatkan percaya diri Masturbasi akan memberikan sensasi perasaan yang bebas dan membuat Anda merasa lebih baik. Masturbasi akan membuat Anda merasakan orgasme sehingga membantu Anda mengontrol tubuh Anda. Secara keseluruhan akan membantu meningkatkan kepercayaan diri dan seksual. Membantu Anda mengerti akan tubuh Anda dan titik-titik rangsangan di tubuh Anda Masturbasi akan membuat pikiran Anda ke alam fantasi Anda. Ini akan membantu Anda mengetahui tentang keinginan Anda. Hal ini membantu Anda untuk lebih mengerti tentang tubuh Anda dan titik-titik ditubuh Anda yang akan menimbulkan rangsangan yang hebat. Meningkatkan kesehatan mental Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa masturbasi dapat membantu meredakan ketegangan dan stress. Bahan kimia yang dilepaskan selama aktivitas yang menyenangkan ini membantu meredakan depresi secara alami. Masturbasi juga memicu pelepasan hormon dopamin dan epinefrin yang membantu meningkatkan mood seseorang. Meningkatkan kesehatan seksual Selama melakukan masturbasi, tindakan ini akan membuat rahim berkontraksi. Kegiatan ini memperkuat otot vagina. Hal ini menyebabkan vagina mengeluarkan cairan lubrikasi yang membilas bakteri jahat penyebab infeksi, sehingga membantu menjaga kesehatan vagina. Membuat Anda tidur lebih nyenyak Masturbasi juga bertindak sebagai obat alami untuk dapat tidur lebih nyenyak. Ketika Anda masturbasi, ada sejumlah hormon yang dikeluarkan, hormon tersebut membantu menenangkan Anda dan membantu untuk mudah tertidur. Sumber: healthmeup