Your browser does not support JavaScript!
 19 Jan 2020    11:00 WIB
Mengapa Junk Food Membuat Kita Kecanduan?
Bagi sebagian orang junk food menjadi pilihan terbaik di kala makan karena sifatnya yang praktis dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mengonsumsinya. Namun, makan terlalu sering junk food dapat berakibat buruk bagi kesehatan seperti meningkatkan resiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, depresi, hingga berbagai gangguan kesehatan lainnya.  Mengapa Anda Ingin Terus Mengkonsumsi Junk Food?Terdapat 2 hal yang menyebabkan seseorang ingin terus mengkonsumsi suatu jenis makanan tertentu. Hal pertama adalah sensasi yang anda rasakan saat anda mengkonsumsi makanan tersebut seperti rasa asin, manis, gurih, dan sebagainya; bagaimana baunya, dan bagaimana rasa makanan tersebut di dalam mulut anda. Atau dengan kata lain membuat otak anda mengingat bagaimana rasa makanan tersebut dan betapa menyenangkannya hal tersebut. Hal kedua adalah komposisi makanan tersebut, yaitu berapa jumlah protein, lemak, dan karbohidrat yang terdapat di dalamnya. Pada junk food, para pembuatnya meneliti berapa kombinasi sempurna dari garam, gula, dan lemak yang dapat menyenangkan otak anda sehingga anda ingin terus mengkonsumsi makanan tersebut. Bagaimana Junk Food Membuat Anda Kecanduan? Respon Saliva (Air Liur)Pengeluaran air liur merupakan bagian dari proses pencernaan makanan. Semakin banyak suatu makanan membuat anda mengeluarkan air liur, maka semakin membuat makanan tersebut tersebar merata ke seluruh mulut dan mengenai hampir seluruh indra pengecap anda, yang merangsang otak anda dan membuat makanan tersebut terasa lebih nikmat. Beberapa makanan yang dapat menciptakan sensasi seperti ini adalah mentega, coklat, mayonaise, dan es krim. Kecepatan Pelarutan atau Pencairan MakananBerbagai jenis makanan yang dapat meleleh dengan cepat di dalam mulut anda dapat membuat otak anda mengira anda tidak makan sebanyak yang sebenarnya anda konsumsi. Dengan kata lain, makanan ini membuat otak anda mengira bahwa anda belum merasa kenyang walaupun anda sebenarnya telah mengkonsumsi banyak kalori. Respon Sensorik SpesifikOtak anda menyukai keberagaman. Hal ini menyebabkan anda tidak lagi mengalami rasa senang atau nikmat yang sama saat anda mengkonsumsi makanan yang sama terus-menerus. Dengan kata lain, respon sensorik spesifik anda terhadap suatu makanan akan berkurang seiring dengan berlalunya waktu atau bahkan hanya dalam beberapa menit. Makanan junk food telah dirancang untuk menghindari respon sensorik spesifik ini. Makanan junk food dirancang untuk membuat otak anda tidak merasa bosan tetapi juga tidak terlalu nikmat hingga membuat respon anda menumpul. Hal inilah yang membuat anda dapat mengkonsumsi beberapa bungkus keripik kentang tanpa merasa bosan. Jumlah KaloriMakanan junk food dirancang untuk menyakinkan otak anda bahwa tubuh anda telah memperoleh cukup nutrisi dengan mengkonsumsinya, tetapi tidak membuat anda merasa kenyang. Berbagai reseptor di dalam mulut dan lambung anda memberitahu otak anda bahwa apa yang anda makan mengandung protein, lemak, dan karbohidrat seperti makanan lainnya yang sebenarnya telah cukup bagi tubuh anda. Akan tetapi, makanan junk food sebenarnya hanya memiliki cukup kalori untuk membuat otak anda menganggap bahwa anda telah memperoleh cukup banyak energi, tetapi sebenarnya tidak sebanyak itu hingga membuat anda berpikir bahwa anda telah kenyang. Hal ini membuat anda dapat mengkonsumsi banyak makanan junk food tersebut sebelum merasa kenyang karenanya. Ingatan Akan Betapa Nikmatnya Makanan TersebutSaat anda mengkonsumsi suatu makanan yang terasa enak, maka otak anda pun akan menyimpan ingatan tersebut. Oleh karena itu, bila suatu saat anda melihat makanan tersebut, mencium bau makanan tersebut, atau bahkan membaca tentang makanan tersebut; maka otak anda akan membuat anda kembali mengingat pengalaman anda saat mengkonsumsi makanan tersebut sehingga membuat mulut anda dipenuhi dengan air liur. Hal ini akan membuat anda ingin kembali mengkonsumsi makanan tersebut.   Sumber: huffingtonpost
 25 Jan 2018    18:00 WIB
Dampak Buruk Mengkonsumsi Makanan Rendah Nutrisi
Mengkonsumsi diet sehat dapat menjadi sangat berat dan merepotkan bagi sebagian besar orang, terutama bila anda telah terlalu sibuk dan lelah bekerja untuk memasak makanan. Pada sisi lain, makanan siap saji atau berbagai jenis makanan olahan lainnya dapat dimasak dengan cepat dan memiliki rasa yang cukup enak, akan tetapi dapat menyebabkan anda kekurangan berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh anda. Di bawah ini terdapat beberapa dampak buruk dari kekurangan berbagai nutrisi penting tersebut. Peningkatan Berat BadanAnda akan mengalami peningkatan berat badan bila anda mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada yang anda keluarkan. Kentang goreng, berbagai jenis makanan ringan, hamburger, pizza, atau ayam goreng dapat menyebabkan anda kekurangan berbagai nutrisi penting. Semua jenis makanan ini memiliki kalori yang tinggi tetapi sedikit nutrisi. Kekurangan Berbagai Nutrisi PentingDiet yang buruk mungkin dapat mencukupi kebutuhan protein dan lemak harian anda, akan tetapi tidak demikian dengan berbagai nutrisi penting lainnya yang juga diperlukan oleh tubuh anda. Anda dapat mengalami kekurangan kalsium, zat besi, vitamin D, dan asam folat yang banyak terdapat pada buah dan sayuran. Anda juga mungkin akan kekurangan asam lemak omega 3 rantai panjang, seperti asam dokosaheksanoid (DHA) dan asam eikosapentaenoat (EPA) yang dapat membantu menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung. Omega 3 banyak terdapat di dalam ikan dan kerang. Tekanan Darah TinggiDiet tinggi natrium (garam) merupakan salah satu faktor resiko terjadinya tekanan darah tinggi, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Makanan olahan, makanan siap saji, dan junk food cenderung mengandung banyak natrium. Diet tinggi kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah anda, akan tetapi diet yang buruk mungkin hanya mengandung sedikit kalium. Kalium banyak ditemukan pada sayuran, buah-buahan, dan susu serta produk olahannya. Peningkatan Kadar KolesterolTerdapat berbagai jenis makanan yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol anda, yang tentunya juga dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Makanan siap saji, makanan olahan, dan junk food mengandung banyak lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL. Selain itu, kurangnya konsumsi buah dan sayuran juga dapat menyebabkan anda kekurangan serat, yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan resiko penyakit jantung. Sumber: healthyeating.sfgate