Your browser does not support JavaScript!
 28 Jan 2021    11:00 WIB
Tingkatkan Imun Tubuh dengan Mengonsumsi 5 Makanan Ini
Salah satu cara untuk meningkatkan sistem imun yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat. Sistem imun yang baik di dalam tubuh mampu melawan virus-virus penyakit, atau sebaliknya, sistem imun yang kurang baik justru membuat virus penyakit lebih mudah menyerang tubuh. Jika kamu mencari cara untuk mencegah berbagai macam penyakit, cobalah konsumsi beberapa makanan peningkat sistem imun berikut ini:  1. Jeruk Hampir semua buah jeruk mengandung vitamin C yang dipercaya mampu membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin C juga dapat meningkatkan produksi sel darah putih, yang menjadi kunci untuk melawan virus-virus penyebab penyakit.  2. Jahe Jahe dapat membantu mengurangi peradangan, mengurangi sakit tenggorokan dan penyakit radang lainnya, serta dapat membantu mengurangi mual. Selain itu, jahe juga dapat mengurangi risiko penyakit kronis dan menurunkan kolesterol. Untuk merasakan manfaatnya, rebus jahe dan minum air rebusannya, atau bisa juga dicampur ke dalam makanan sebagai penambah rasa.  3. Bayam Bayam kaya akan vitamin C, antioksidan, vitamin A, dan beta karoten yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara efektif. Agar manfaat baik dari bayam dapat kamu rasakan, hindari memasak bayam terlalu lama karena dapat menghilangkan nutrisi yang terkandung di dalamnya.   4. Yogurt Yogurt mengandung probiotik yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi kemungkinan terserang dan tertular penyakit. Probiotik memiliki kemampuan untuk menangkal virus, mencegah gangguan usus, dan mengurangi peradangan. Selain probiotik, yogurt juga merupakan sumber vitamin D yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah penyakit flu.   5. Buah Pepaya Tidak hanya jeruk, pepaya adalah buah lain yang juga mengandung vitamin C. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, vitamin C memiliki kemampuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pepaya memiliki enzim pencernaan yang disebut papain yang memiliki efek anti-inflamasi. Selain itu, pepaya juga mengandung kalium, vitamin B, dan folat, yang semuanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Baca juga: Makanan Sehat Yang Jarang Dimakan
 14 Jan 2021    11:01 WIB
Kebutuhan Nutrisi untuk Wanita Usia 20 hingga 40 Tahun
Penting bagi kita untuk mengetahui cara mencukupi kebutuhan disetiap fase usia. Fungsinya, pemahaman untuk menjadi 'kompas' bagi para wanita agar nikmat menjalani hidup dan tampil awet muda di usia tua. Berikut ini adalah kebutuhan nutrisi wanita di berbagai jenjang usia. Simak yuk! Usia 20-an Minum cukup air putih Saat kamu sedang bergegas memulai aktifitas seperti ke sekolah, ke kantor atau kegiatan sosial lain, kita sangat gampang melupakan kondisi hidrasi tubuh. Padahal tubuh yang terhidrasi dengan baik, kunci melawan suhu panas tubuh dari aktifitas yang sedang dilakukan. Lantas solusinya apa? Bawalah botol air besar kemana kamu pergi, dan minumlah setidaknya dua liter air setiap hari. Cukupi kandungan kalsium Perhatikan asupan kalsium dan asam folat tubuh kamu ya ladies. Jangan lupa bahwa di usia 20-an, tubuh masih dalam kondisi membangun tulang. Seberapa banyak tubuh membutuhkan kalsium? 1.000 mg kalsium setiap hari. Dan kamu bisa mendapatkan nutrisi tersebut dari beberapa jenis makanan seperti yoghurt, susu, tahu, sarden dll. Usia 30-an Ganti asupan makanan Di usia ini, seharusnya wanita sudah tidak menerapkan pola makan seperti masa remaja. Di usia 30-an metabolisme mulai melambat dan wanita mulai kehilangan massa ototnya. Untuk itu, ganti asupan makanan yang berasal dari olahan karbohidrat (roti dan kue) atau minuman manis dengan asupan makanan dari makanan segar dan air. Baca juga: Tingkatkan Kualitas Seks dengan Konsumsi Super Food Sempatkan berolahraga  Massa otot wanita akan menurun sekitar lima persen setiap dekade dan penurunan itu dimulai usia 30-an. Oleh sebab itu, agar massa otot terjaga, tambahkan sedikit olahraga berat seperti angkat beban ke dalam porsi olahraga rutin kamu. Selain itu, jangan lupa mengonsumsi protein dalam jumlah yang memadai untuk membantu menghindari hilangnya massa otot. Usia 40-an Perbanyak makan sayur & rutin olahraga Kolesterol dan tekanan darah akan naik seiring kamu mendekati fase menopause. Untuk itu, lindungi jantung kamu sebisa mungkin ya ladies. Caranya, usahakan untuk berolahraga rutin dan makan makanan sehat. Sementara untuk pola makan, sebaiknya perbanyak mengonsumsi sayuran berwarna hijau gelap dan buah-buahan segar. Cukupi vitamin D dan antioxidan  Di fase ini penting untuk memperhatikan asupan vitamin D dalam tubuh. Sebab, fase simpanan vitamin D daam tubuh dan menurun padahal tubuh perlu vitamin ini agar kalsium diserap dengan baik. Selain itu, vitamin D membantu menjaga sistem imun tetap kuat serta membantu kamu menghindari kanker payudara dan kanker usus besar. Selain vitamin D, kamu juga perlu mencukupi kandungan antioksidan seperti vitamin A, C dan E. Sebab, kandungan itu membantu kamu mencegah atau menunda kerusakan sel yang menyebabkan terjadinya penuaan.  Sementara makanan yang direkomendasikan pada fase ini adalah paprika merah, jeruk, wortel, ubi jalar dan kacang-kacangan. Baca juga: Makanan Ini Bisa Bangkitkan Rasa Bahagia Lho! Sumber: Herworld
 11 Jan 2021    11:00 WIB
Makanan Ini Bisa Bangkitkan Rasa Bahagia Lho!
Selain mendengarkan musik, makan adalah kegiatan yang paling umum dilakukan saat dilanda suasana hati buruk. Jika Anda takut berat badan Anda naik karena sering ngemil saat bad mood, beberapa makanan di bawah ini bisa jadi alternatif untuk meredakan suasana hati Anda. Pisang Selain kaya potasium, pisang juga memiliki kandungan tryptophan, asam amino yang membantu otak menghasilkan serotonin untuk menstabilkan mood secara alami. Pisang juga mengandung vitamin B folat yang berguna mencegah depresi. Buah berries Rasa tertentu dalam buah berry memiliki kemiripan dengan asam valproic yang terkandung dalam obat-obatan yang menstabilkan mood. Quinoa Tak hanya sebagai makanan diet yang kaya protein, serealia yang sedang naik daun ini juga memiliki kandungan antidepresan bernama quercetin, menurut studi di Journal of Neuropharmacology. Salmon Kaya kandungan asam lemak omega-3 membuat salmon juga menjadi salah satu makanan yang dijamin dapat meningkatkan mood Anda. Tiram (oysters) Kekurangan zinc adalah salah satu faktor munculnya perasaan gelisah (anxiety). Tenangkan diri Anda dengan asupan makanan kaya zinc seperti tiram. Baca juga: Tingkatkan Kualitas Seks dengan Konsumsi Super Food Cokelat hitam Who doesn’t love chocolate? Cemilan lezat sekaligus sehat ini sudah lama diketahui sebagai pemicu produksi hormon endorfin untuk membuat mood lebih baik dan mengurangi kadar hormon cortisol dalam tubuh saat stres melanda. Kunyit (turmeric) Bumbu dapur yang sangat mudah didapatkan di Indonesia ini juga dapat membuat Anda lebih bahagia karena kandungan curcumin di dalamnya mampu memperbaiki mood dan melawan depresi. Green tea Secangkir teh hijau mengandung theanine yang dapat menenangkan pikiran Anda sekaligus meningkatkan konstentrasi dan fokus. Kacang-kacangan Kekurangan magnesium bisa mengakibatkan kurangnya energi, dan mempengaruhi mood. Makanan kaya magnesium seperti kacang-kacangan akan membuat energi tidak cepat habis. Apel Selain sebagai sumber antioksidan, memakan apel juga dapat menciptakan efek menenangkan dan meningkatkan energi. Bayam Makanan favorit Popeye ini memiliki kandungan asam folic yang meredakan depresi serta melawan kelelahan. Jamur Kaya akan vitamin D membuat jamur dapat menjadi alternatif makanan untuk melawan depresi. Kopi Dengan dosis secukupnya, kopi juga dapat membantu mood Anda menjadi lebih baik dan mencegah depresi. Baca juga: Ingin Cepat Punya Momongan? Ini Makanan yang Harus Anda Konsumsi
 26 Feb 2020    18:00 WIB
Makanan yang Harus Dihindari Saat Mengalami Gangguan Pencernaan
1.  Makanan yang DigorengMengkonsumsi makanan yang digoreng (tinggi lemak) dapat memicu terjadinya diare. Berbagai makanan berlemak lainnya seperti saus, daging berlemak, dan mentega atau makanan penutup yang mengandung banyak krim juga dapat menyebabkan terjadinya diare. Untuk menghindari terjadinya diare, pilihlah makanan yang dipanggang atau dibakar dengan saus ringan dari sayuran daripada mentega atau krim.2.  Buah Golongan CitrusKarena buah golongan citrus mengandung banyak serat, maka buah ini dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan pada beberapa orang. Batasi konsumsi jeruk, anggur, dan buah golongan citrus lainnya jika saluran pencernaan anda sedang terasa tidak nyaman.3.  Pemanis BuatanMengkonsumsi terlalu banyak permen karet bebas gula yang mengandung sorbitol ternyata dapat menyebabkan terjadinya diare dank ram perut. Mengkonsumsi sorbitol lebih dari 50 gram setiap harinya dapat menyebabkan gangguan pada usus anda. Hal ini dikarenakan tubuh anda tidak dapat mencerna sorbitol.4.  Mengkonsumsi Terlalu Banyak Makanan BerseratMakanan yang mengandung banyak serat seperti gandum dan sayur-sayuran baik bagi pencernaan anda. Akan tetapi, bila anda mengkonsumsi terlalu banyak makanan berserat, maka sistem pencernaan anda akan sulit beradaptasi dan menyebabkan perut terasa kembung dan sering buang angin. Tingkatkan konsumsi makanan berserat anda secara bertahap sehingga sistem pencernaan anda dapat beradaptasi dengan lebih baik.Walaupun semua jenis serat dapat membantu kerja sistem pencernaan anda, serat yang terdapat pada oat dan gandum tampaknya cukup efektif untuk mencegah terjadinya diare.5.  Kacang-kacanganKandungan gula yang tidak dapat dicerna pada kacang-kacangan dapat menyebabkan perut terasa kembung dan kram. Karena tubuh anda tidak memiliki cukup banyak enzim untuk mencerna gula ini, maka bakteri di dalam usus andalah yang harus mencerna gula ini. Akan tetapi, proses pencernaan gula oleh bakteri ini menghasilkan gas yang dapat membuat perut anda terasa kembung.Untuk mengurangi kandungan gula di dalam kacang-kacangan tersebut, rendamlah kacang kering di dalam air selama setidaknya 4 jam, kemudian buang air rendaman tersebut.6.  Kol dan Sayuran SejenisKol, brokoli, dan berbagai sayuran lain yang sejenis juga mengandung gula yang tidak dapat dicerna seperti pada kacang yang membuat perut terasa kembung. Selain itu, tingginya serat pada sayuran ini juga membuat mereka lebih sulit dicerna jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Masaklah sayuran ini terlebih dahulu untuk mengurangi gangguan pada saluran pencernaan anda.7.  Makanan yang Mengandung FruktosaMakanan yang dimaniskan dengan menggunakan fruktosa seperti minuman bersoda, permen, jus buah, dan kue sulit dicerna oleh beberapa orang dan menyebabkan terjadinya diare, perut kembung, kram perut, dan berbagai gangguan pencernaan lainnya.8.  Makanan PedasBeberapa orang dapat mengalami gangguan pencernaan atau nyeri ulu hati setelah mengkonsumsi makanan pedas, terutama bila mengkonsumsi makanan pedas dalam jumlah banyak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa capsaicin yang terdapat di dalam cabai dapat memicu terjadinya nyeri ulu hari.9.  Susu dan Produk OlahannyaJika anda mengalami diare, perut kembung, dan sering buang angin setelah mengkonsumsi susu dan berbagai produk olahannya; maka anda mungkin mengalami intoleransi laktosa.Intoleransi laktosa diakibatkan oleh kurangnya enzim laktase di dalam tubuh anda, yang diperlukan untuk mencerna laktosa (suatu jenis gula yang terdapat di dalam susu dan produk olahannya).Untuk mencegah diare dan gangguan pencernaan lainnya, hindari atau batasilah konsumsi susu dan produk olahannya tersebut. 10.  PeperminPepermin dapat menyebabkan otot di bagian atas lambung berelaksasi sehingga membuat makanan di dalam lambung dapat kembali naik ke dalam kerongkongan (refluks) dan membuat dada anda terasa seperti terbakar atau panas. Hal lainnya yang juga dapat menyebabkan terjadinya refluks adalah coklat dan kopi. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menurunkan tekanan di dalam perut dan mencegah terjadinya refluks adalah:•  Menurunkan berat badan•  Makan dalam porsi yang lebih kecil dan tidak berbaring segera setelah makan•  Hindari berbagai makanan yang mungkin memicu terjadinya refluks Diare berat dan atau diare yang telah berlangsung cukup lama dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Oleh karena itu, pastikan bahwa anda mengkonsumsi cukup banyak cairan (setidaknya 8 gelas air putih setiap harinya) untuk mencegah terjadinya dehidrasi.Selama diare, konsumsilah makanan lunak, rendah lemak, dan tidak pedas. Lalu makanlah seperti biasa setelah anda tidak lagi mengalami diare selama 24-48 jam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anda. Baca juga: 7 Makanan yang Dapat Membantu Mengatasi Gangguan Pencernaan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 15 May 2019    16:00 WIB
Ini Alasan Mengapa Banyak Makan Serat Sangat Dianjurkan
Mungkin Anda sering mendengar nasihat yang diberikan dokter yaitu perbanyak makan serat dan olahraga. Seolah kata-kata ini menjadi kata wajib yang selalu akan dikatakan. Serat memang dianggap sebagai bahan terbaik yang akan memberikan banyak manfaat sehingga Anda harus memasukkanya ke dalam menu harian Anda. Serat akan membantu membuat Anda merasa lebih kenyang. Dan bukan hanya itu serat memiliki banyak manfaat lain. Berikut Adalah Manfaat Dari Serat: Menurunkan Kolesterol Serat larut memiliki kemampuan untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh dengan cara mengurangi jumlah empedu yang diserap dalam usus. Serat menyela penyerapan empedu dalam usus dan empedu diekskresikan dalam tinja. Jadi, tubuh menggunakan lebih banyak kolesterol yang disimpan untuk membuat empedu. Meningkatkan Fungsi Saluran Pencernaan Serat membantu dalam meningkatkan fungsi saluran pencernaan serta berperan dalam mengatasi sembelit. Serat akan membantu menjaga saluran pencernaan dan membuat kotoran di dalam saluran pencernaan keluar dengan lancar. Pastikan untuk minum cukup air setelah mengkonsumsi makanan kaya serat untuk menjaga diri terhidrasi. Mengurangi Risiko Diabetes Jika Anda telah bertanya-tanya apa saja manfaat serat maka manfaat berikutnya adalah mengurangi risiko diabetes mellitus. Penyakit ini bisa menghinggapi siapa saja yang memiliki pola makan yang tidak baik. Serat akan membantu mencegah diabetes karena serat lebih mudah dicerna bila dibandingkan dengan karbohidrat lainnya. Sebagian dari serat melewati sistem pencernaan secara utuh dan ini membantu mengurangi risiko diabetes Meningkatkan Kesehatan Jantung Serat dikenal dapat mengurangi kadar kolesterol LDL yang dikenal dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Serat membantu menangkal LDL (kolesterol jahat) dan oleh karena itu melindungi jantung. Mengurangi Sembelit Salah satu manfaat kesehatan dari serat adalah bahwa serat larut dikenal menambahkan lebih banyak air untuk tinja, sehingga lebih mudah untuk melewati usus dan karenanya dapat mencegah sembelit. Mencegah Radang Usus Radang usus dikenal sebagai divertikulitis, dapat menimbulkan banyak ancaman bagi tubuh jika tidak diobati. Kebiasaan konsumsi makanan rendah serat meningkatkan kemungkinan mengalami diverticulitis dan cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya serat. Kontrol Kadar Gula Darah Anda sudah melihat serat memiliki kemampuan untuk mencegah risiko diabetes dan dengan cara itu juga membantu mencegah lonjakan kadar gula darah. Makanan kaya serat memiliki kemampuan untuk memperlambat penyerapan gula dalam tubuh. Ini adalah salah satu manfaat kesehatan terbaik dari makan makanan kaya serat. Beberapa makanan kaya serat termasuk roti gandum, sereal, pasta, buah-buahan, sayuran, beras merah, kacang kering, oatmeal. Jadi bila Anda ingin sehat makanlah banyak serat seperti yang dianjurkan oleh para dokter. Baca juga: Makanan yang Mengandung Serat Tinggi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky