Your browser does not support JavaScript!
 27 Nov 2019    18:00 WIB
8 Penyebab Nyeri Saat Berhubungan Intim dan Cara Mengatasinya
Selalu atau kadang merasa nyeri saat berhubungan intim ternyata merupakan hal yang sering dialami oleh para wanita. Menurut sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2009, sekitar 30% wanita mengalami nyeri saat berhubungan intim. Akan tetapi, hanya karena hal ini sering ditemui bukan berarti keluhan yang satu ini bisa dianggap wajar dan normal. Nyeri saat berhubungan intim tidak hanya dapat merusak momen kebersamaan dengan pasangan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai konsekuensi lain seperti merasa takut saat berhubungan intim, gairah seksual yang rendah, dan hilangnya keintiman di antara Anda dan pasangan. Nyeri merupakan salah satu cara tubuh Anda memberitahu bahwa ada yang salah di dalamnya. Keluhan ini merupakan pertanda bagi Anda untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh Anda. Banyak wanita sering menganggap remeh keluhan ini, akan tetapi jangan sampai Anda melakukan kesalahan yang sama. Setiap wanita harus tahu bahwa rasa nyeri yang Anda rasakan adalah nyata dan perlu segera dicari tahu penyebabnya. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja yang dapat memicu terjadinya nyeri saat berhubungan intim dan bagaimana cara mengatasinya.   Kurang Pemanasan Berbeda dengan pria, wanita lebih sulit merasa bergairah dan membutuhkan pemanasan yang lebih lama. Untuk mengatasinya, jadikan pemanasan sebagai sesuatu hal yang menyenangkan. Bagi sejumlah wanita, pemanasan dapat berarti berciuman dan bermesraan dengan pasangannya. Bagi wanita lainnya, pemanasan dapat berarti menonton film porno bersama pasangan atau stimulasi oral. Mengetahui apa yang membuat Anda merasa bergairah merupakan kunci untuk meningkatkan aliran darah ke daerah kemaluan, yang berarti meningkatkan lubrikasi.   Kurang Lubrikasi Bila vagina Anda tidak cukup "basah" saat penetrasi penis, maka hal ini tentu saja akan membuat Anda merasa nyeri. Jaringan vagina membutuhkan waktu sekitar 5-7 menit untuk benar-benar terlubrikasi. Selain itu, mandi air hangat atau berendam air hangat juga dapat membuat jaringan vagina kering. Pil alergi dan pil KB dosis rendah juga memiliki efek yang sama pda jaringan vagina. Bila vagina Anda sering kering, ada baiknya bila Anda menyediakan cairan lubrikan di rumah Anda. Jadi, Anda dapat menggunakannya saat diperlukan.   Stress dan Tegang Pekerjaan Anda membuat Anda sangat sibuk dan Anda membawa rasa stress ini ke dalam kamar tidur Anda. Merasa rileks merupakan hal yang paling penting bagi seorang wanita agar siap dan merasa tertarik untuk berhubungan intim. Solusinya adalah buang rasa stress Anda sebelum mulai berhubungan intim. Salah satu caranya adalah dengan saling memijat atau mengikuti kelas yoga.   Ukuran Tidak Sesuai Bagi sedikit pasangan, ketidaksesuaian antara ukuran liang vagina dengan ukuran penis dapat menyebabkan sang wanita merasa nyeri saat berhubungan intim, misalnya karena penis pasangan terlalu besar atau karena vagina Anda terlalu kecil. Pada beberapa kasus, penggunaan cairan lubrikasi dapat membantu. Akan tetapi, bila penis mengenai leher rahim (serviks) atau menyebabkan luka lecet, maka mengganti posisi bercinta mungkin dapat membantu.   Baca juga: Sering Tersedak Saat Melakukan Seks Oral? Lakukan Hal Ini!   Penyakit Menular Seksual Beberapa jenis penyakit menular seksual, yang paling sering adalah herpes genitalis, trikomoniasis, dan infeksi jamur dapat membuat hubungan intim terasa tidak nyaman. Bahkan pada wanita yang tidak mengalami atau tidak menyadari gejala infeksi dapat mengalami perubahan kecil pada daerah vaginanya, yang akan membuat hubungan intim terasa nyeri. Sebagian besar penyakit menular seksual mudah dikendalikan atau disembuhkan. Pemeriksaanya pun mudah untuk dilakukan. Jika Anda merasa nyeri saat berhubungan intim, beritahu dokter Anda dan lakukan pemeriksaan yang diperlukan.   Endometriosis Endometriosis merupakan suatu keadaan di mana jaringan rahim mulai bertumbuh di luar area rahim. Endometriosis mengenai sekitar 7% wanita. Endometriosis dapat menyebabkan terjadinya nyeri saat berhubungan intim, di mana nyeri yang dirasakan sangat hebat. Untuk mengatasi endometriosis, prosedur pembedahan mungkin harus dilakukan. Jadi, bila Anda merasa nyeri saat menstruasi dan nyeri saat berhubungan intim, terutama bila ada anggota keluarga yang menderita endometriosis, dianjurkan agar Anda segera melakukan pemeriksaan ke seorang dokter.   Irritable Bowel Syndrome Walaupun irritable bowel syndrome merupakan gangguan saluran pencernaan, akan tetapi gangguan ini dapat menyebabkan seorang wanita mengalami nyeri saat berhubungan intim. Jadi, bila Anda sering mengalami gangguan pencernaan seperti kram perut, sering sembelit, dan atau diare; serta mengalami nyeri saat berhubungan intim, maka kedua hal ini mungkin berhubungan. Untuk mengatasinya, berkonsultasilah dengan seorang dokter mengenai apa pengobatan terbaik untuk mengatasi gangguan pencernaan Anda tersebut, misalnya mengubah pola makan, obat-obatan, mengurangi stress, dan terapi perilaku. Tidak diketahui apa sebabnya, bila gangguan pencernaan diobati, maka keluhan nyeri saat berhubungan intim pun akan berkurang.   Perubahan Pada Vagina Perubahan yang terjadi pada vagina selama masa menopause tidak hanya menyebabkan vagina menjadi kering, terutama bila Anda telah benar-benar memasuki masa menopause. Beberapa bagian dari vagina dan vulva dapat menjadi sangat sensitif. Untuk mengatasinya, berkonsultasilah dengan seorang dokter mengenai pengobatan apa yang dapat membantu mengurangi gejala menopause yang Anda alami.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention