Your browser does not support JavaScript!
 19 Mar 2019    18:00 WIB
7 Kebiasaan yang Membuat Lemak Menumpuk di Perut
1.      Sering Mengkonsumsi Minuman Bersoda Berdasarkan penelitian, mengkonsumsi 1 atau 2 gelas minuman bersoda setiap harinya dapat meningkatkan lebar pinggang anda hingga setidaknya 5 kali lebih cepat daripada orang yang jarang mengkonsumsi minuman bersoda. Hal ini dikarenakan kandungan gula yang tinggi dalam minuman bersoda memicu rasa lapar, sehingga anda makan lebih banyak daripada biasanya saat makan. Diet soda juga tidak berbeda, karena diet soda mengandung pemanis buatan, yang akan meningkatkan nafsu makan seperti gula. Gantilah pilihan minuman anda dengan jus buah segar atau air lemon yang lebih baik bagi kesehatan anda. Minuman bersoda dapat menyebabkan peningkatan berat badan tanpa menghilangkan rasa haus anda.   2.      Menggunakan Piring Besar Saat Makan Berhati-hatilah dalam memilih ukuran piring yang anda gunakan saat makan. Sebuah pengamatan pada sekelompok orang yang mengalami obesitas menemukan bahwa orang-orang ini lebih memilih menggunakan piring berukuran besar. Karena piring besar dapat menampung lebih banyak makanan, maka anda pun cenderung mengkonsumsi lebih banyak makanan daripada yang diperlukan dan menyebabkan lemak menumpuk pada tubuh anda. Gunakanlah piring yang lebih kecil saat makan untuk mencegah terjadinya hal di atas.   3.      Makan Terlalu Malam Walaupun tubuh anda tetap akan membakar sejumlah lemak selama anda tidur, bukan berarti anda dapat makan kenyang sesaat sebelum tidur. Selain menyebabkan penumpukkan lemak pada perut, hal ini juga dapat meningkatkan resiko terjadinya refluks asam lambung dan nyeri perut karena anda berbaring tidak lama setelah makan. Untuk mencegah terjadinya hal ini, makanlah dengan porsi yang lebih kecil di malam hari dan jangan berbaring setidaknya hingga 3 jam setelah makan.   4.      Makan Saat Marah atau Sedih Apakah anda selalu melampiaskan emosi anda pada makanan? Bila ya, maka anda harus segera mengatasi kebiasaan ini karena tidak memberikan manfaat apapun pada anda selain penumpukkan lemak pada perut. Untuk mengatasinya, anda dapat mencoba meminum segelas air atau berbicara dengan teman anda atau berjalan-jalan untuk meredakan stress atau emosi anda. Kuncinya adalah lakukan berbagai kegiatan yang tidak berhubungan dengan makan sehingga anda dapat menghindari kelebihan kalori ini.   5.      Sering Mengkonsumsi Makanan Rendah Lemak Berhati-hatilah saat anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan rendah lemak karena mungkin mengandung gula yang akan diubah menjadi lemak oleh tubuh bila kadarnya terlalu banyak di dalam darah. Mengkonsumsi lemak tidak jenuh tunggal justru baik bagi anda dan dapat membantu mengurangi lemak pada perut anda. Beberapa jenis makanan yang mengandung lemak tidak jenuh tunggal adalah alpukat, minyak olive, dan biji-bijian.   6.      Kurang Tidur Idealnya, setiap orang dewasa membutuhkan tidur setidaknya selama 7-9 jam setiap malamnya. Bila anda kekurangan tidur, maka kadar kortisol (hormon stress) akan meningkat dan membuat anda ingin mengkonsumi makanan manis. Usahakanlah agar waktu tidur anda cukup setiap malamnya sehingga kadar kortisol tidak terlalu tinggi dan malah membuat produksi leptin meningkat. Leptin merupakan suatu jenis hormon yang dapat membantu mengendalikan nafsu makan anda.   7.      Kekurangan Protein Dalam Menu Makanan Orang dewasa dalam keadaan kesehatan yang baik harus mengkonsumsi setidaknya 20-25 gram protein pada setiap waktu makan, walaupun hal ini tergantung pada aktivitas dan ukuran tubuh anda. Pria biasanya membutuhkan lebih banyak protein (sekitar 10 gram lebih banyak) untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Dengan meningkatkan konsumsi protein anda, maka anda dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah anda dengan mengurangi kadar insulin untuk meningkatkan laju metabolisme tubuh. Selain itu, protein juga membantu mengendalikan hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan anda sehingga berat badan anda pun dapat turun dengan sendirinya. Oleh karena itu, konsumsilah berbagai jenis makanan tinggi kalori seperti keju ricotta, kerang, ayam kalkun, ayam tanpa kulit, salmon, dan telur.   Sumber: lifespan
 10 Nov 2018    18:00 WIB
Wah Kurang Tidur Ternyata Berbahaya Bagi Kehidupan Seksual
Menurut sebuah penelitian baru, tidur lebih lama selama satu malam dapat meningkatkan gairah seksual dan kemungkinan untuk bercinta di keesokkan harinya bagi seorang wanita. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati 171 orang mahasiswi (yang tidak mengkonsumsi obat anti depresi karena obat ini dapat mempengaruhi gairah seksual seseorang) selama 2 minggu. Melalui penelitian ini para ahli menemukan bahwa rata-rata peserta penelitian tidur selama 7 jam 22 menit setiap malamnya, di mana gairah seksual para peserta yang mengkosumsi pil KB lebih tinggi dibandingkan dengan mereka tidak menggunakannya dan gairah seksual peserta akan menurun selama menstruasi. Selain itu, para ahli juga menemukan bahwa semakin lama waktu tidur peserta, maka semakin tinggi gairah seksualnya di keesokkan harinya. Akan tetapi, waktu dan kualitas tidur yang lebih baik tampaknya tidak berpengaruh pada seberapa sering seorang wanita mencapai orgasme. Hal mengejutkan lain yang ditemukan pada ahli adalah bahwa semakin lama seorang wanita tidur maka vaginanya justru akan menjadi semakin kering.   Baca juga: Efek Samping Menakutkan dari Kurang Tidur   Para peneliti menduga peningkatan gairah seksual yang berhubungan dengan waktu tidur ini disebabkan oleh perubahan kadar hormonal seorang wanita. Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitain lebih lanjut mengenai hal ini karena setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda. Intinya adalah memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas telah terbukti sangat penting bagi keadaan mood, kesehatan, dan berbagai hal lain dalam kehidupan setiap orang. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu memiliki waktu tidur yang cukup setiap harinya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: foxnews
 25 Jul 2018    08:00 WIB
Apakah Benar Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Darah Tinggi ?
Ladies, apa pernah mengalami tidak ada riwayat darah tinggi tapi kenapa tekanan darah bisa tinggi? Yang kita tahu mungkin disebabkan oleh makanan, namun studi terakhir ini ditemukan kalau ladies mengalami sedikit saja gangguan tidur bisa menyebabkan resiko darah tinggi pada wanita…wah..wah…mesti tidur dengan tenang tanpa gangguan nich. Baru-baru ini para peneliti dari dari Columbia University Irving Medical Center di New York melakukan penelitian untuk menilai apakah kurang tidur bisa menjadi hal yang serius atau tidak terhadap kesehatan kardiovaskular. Penelitian ini difokuskan kepada wanita karena diperkirakan sepertiga dari orang Amerikan tidak cukup tidurnya dan wanita yang kebanyakan mengalami gangguan tidur ini. Hal ini bisa disebabkan karena wanita cenderung mengurus anak atau orang tua di rumah, selain itu juga bisa karena faktor perubahan hormon yang dilami setiap bulan ataupun seumur hidup mereka. Penelitian dilakukan terhadap 323 wanita dengan rentang usia 20-79 tahun. Masalah gangguan tidur juga diteliti seperti sleep apnea yaitu saat tertidur seorang berhenti bernafas untuk jangka waktu yang singkat, serta masalah tidur lain seperti insomnia dan juga kualitas tidurnya. Hasil penelitian ini dipulikasikan dalam the Journal of the American Heart Association yang menemukan bahwa gangguan tidur yang buruk seperti perlunya waktu yang lama untuk tertidur dan insomnia berdampak atau berkaitan dengan peningkatan tekanan darah dan peradangan pada pembuluh darah wanita. So, ladies pastikan tidur yang cukup dan juga kualitas yang bagus dari tidur kita. Untuk mendapatkan tips bagaimana mendapatkan kualitas tidur yang baik nantikan di artikel selanjutnya. Jika ladies merasa sudah melakukan segala cara namun masih ada masalah atau memiliki gangguan dalam tidur, ada baiknya segera kunjungi dokter. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Baca juga : Tekanan Darah Tinggi dan Kehamilan Sumber : www.medicalnewstoday.com
 22 Jul 2018    13:00 WIB
Kualitas Tidur Dan Makan Bisa Menyebabkan Diabetes
Kata diabetes mungkin sudah tidak asing bagi kita. Orang juga mengenalnya sebagai penyakit gula. Lebih mencengangkan dan membuat kita miris adalah sekita 10 juta penduduk Indonesia mengidap ini sehingga kita menempati peringkat 7 dengan pasien terbanyak di dunia. Diabetes tidak mengenal usia dan status mau muda, tua, kaya ataupun miskin bisa mengalamai diabetes. Sobat sehat tentu tidak mau mengalami hal ini bukan? Nah kita artikel kali ini, kita akan membahas penelitian baru yang berkenaan pola hidup kita terutama kurang tidur, nyemil dan resiko terkena diabetes. Guys, nyemil sesekali tentu tidak mengapa. Namun ketika nyemil menjadi kebiasaan kita terutama di malam hari pada waktu jam tidur maka resiko yang kita hadapi adalah obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Keinginan kita untuk nyemil terutama nyemil junk food erat kaitannya dengan pola tidur kita yang buruk Dalam suatu pertemuan tahunan the Associated Professional Sleep Societies yang disebut SLEEP 2018 yang diadakan di Baltimore, menyajikan hasil penemuan mereka tentang hal ini. Salah satu peneliti dari  University of Arizona di Tucson meneliti 3.105 orang dewasa dari 23 wilayah metropolitan di seluruh Amerika Serikat terkait dengan kebiasaan ngemil di malam hari, kualitas tidur, dan masalah kesehatan yang didiagnosis. Sekitar 60 persen responden mengaku ngemil larut malam secara teratur, sementara dua pertiga dari mereka mengatakan bahwa sulit tidur membuat mereka ingin nyemil camilan yang tidak sehat. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa kurang tidur bisa menjadi predicator atau faktor ke depan yang membuat orang ngidam atau ingin nyemil camilan yang tidak sehat yang pada akhirnya meningkatkan resiko seorang terkena diabetes. Guys, tidur sangat erat kaitannya dengan metabolisme tubuh kita. Kalau tidur kita tidak sehat atau mengalami gangguan maka metabolisme tubuh kita juga akan mengalami ganguan. Di Amerika sendiri dilaporkan sekitar 50 hingga 70 juta penduduknya mengalami gangguan tidur menurut the American Sleep Association. Sebab itu kita perlu memandang serius perkara ini. Sobat sehat tentu ingin tetap sehat dan bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik lagi bukan?  Maka kita perlu memperhatikan kualitas tidur kita. Tidur malam yang nyenyak membantu kebiasaan makan atau diet kita yang sehat dan juga menjaga metabolisme tubuh kita. Jadi sobat sehat semua, jangan begadang kalau tidak perlu. Jika sobat mengalami masalah sulit tidur dan tidak tahu penyebabnya, ada baiknya sobat datang ke dokter atau rumah sakit yang berkompeten untuk mengatasi sleep disorder yang dialami sobat sehat. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com, sains.kompas.com
 06 Nov 2016    18:00 WIB
Efek Samping Menakutkan dari Kurang Tidur
Berdasarkan sebuah penelitian, pola tidur yang tidak teratur dan kurang tidur dapat mempengaruhi otak anda dan menebus waktu tidur anda yang kurang di akhir minggu pun tidak dapat membantu.Berdasarkan sebuah penelitian, kurang tidur dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak. Banyak orang menganggap bahwa tidur siang dan banyak tidur di akhir minggu dapat menebus waktu tidur anda yang kurang di sepanjang minggu, akan tetapi hal ini tidak dapat memperbaiki kembali kerusakan yang telah terjadi di dalam otak anda. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati otak tikus yang memiliki pola tidur dan waktu tidur yang sama dengan para pekerja 24 jam (waktu tidur tidak teratur tergantung pada jam kerja). Para peneliti kemudian menemukan bahwa tidur pada waktu yang singkat (sebentar) dapat menyebabkan banyak kerusakan pada otak anda. Tikus yang diamati pada penelitian ini mengalami kerusakan otak hingga 25% pada bagian otak yang berfungsi untuk mengatur fungsi kognitif dan kewaspadaan anda.Para peneliti menduga bahwa saat tikus pada penelitian ini tidur secara tidak teratur, sel-sel otak baru yang terbentuk akan menghasilkan lebih banyak sirtuin 3. Sirtuin 3 merupakan sebuah protein yang diduga berfungsi untuk menghasilkan tenaga dan melindungi tikus tersebut. Akan tetapi, setelah tikus mengalami kurang tidur selama beberapa hari (seperti para pekerja yang memiliki jadwal kerja yang berbeda-beda setiap harinya), produksi protein ini pun akan berkurang dan sel-sel otak akan mulai mengalami kematian dalam waktu yang lebih cepat. Penelitian ini masih merupakan penelitian tahap awal, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia, yaitu pada orang-orang yang bekerja selama 24 jam sehingga memiliki waktu tidur yang berbeda-beda setiap harinya yang telah meninggal, untuk melihat ada tidaknya kerusakan otak yang sama.Sumber: womenshealthmag
 20 Aug 2016    15:00 WIB
Kurang Tidur Tingkatkan Resiko Depresi Pada Remaja
Kekurangan waktu tidur ternyata tidak hanya mengganggu kesehatan anak remaja anda, tetapi juga dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi. Masa remaja sendiri sebenarnya merupakan suatu masa yang cukup berat dalam kehidupan anak anda, suatu masa di mana mereka sedang berusaha mencari jati dirinya dengan emosi yang meledak-ledak, yang membuat mereka lebih rentan terhadap depresi. Sekitar 11% remaja mengalami depresi saat mereka berusia 18 tahun. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, para remaja yang tidak memiliki waktu tidur yang cukup memiliki resiko 4 kali lebih besar untuk mengalami gangguan depresi dibandingkan anak-anak lain seusia mereka. Remaja yang depresi pun biasanya memiliki waktu tidur yang kurang. CDC (Centers for Disease Control) merekomendasikan agar para remaja setidaknya tidur selama 9-10 jam setiap malamnya. Orang tua pun memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan anaknya memperoleh waktu tidur yang cukup. Anak-anak harus diajarkan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Sebuah penelitian lain yang dilakukan di Swedia menemukan bahwa kurangnya waktu tidur dan paparan berlebihan terhadap media (televisi) tampaknya memiliki hubungan dengan terjadinya gangguan jiwa pada remaja. Sebuah penelitian lainnya di Stockholm menemukan bahwa para remaja yang menggunakan obat-obatan terlarang dan sering bolos sekolah lebih mudah mengalami depresi. Kurangnya olahraga, kurangnya waktu tidur, dan terlalu banyak menghabiskan waktu melihat internet dapat membuat remaja lebih rentan terhadap depresi dan bahkan membuat mereka berpikiran untuk bunuh diri. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara penggunaan internet dan terjadinya depresi. Para peneliti menduga bahwa penggunaan internet merupakan salah satu cara para remaja ini untuk menghindari interaksi sosial atau dapat juga merupakan tempat mereka mencari pertolongan. Sebenarnya, depresi sendiri dapat terjadi baik pada orang dewasa maupun pada remaja. Akan tetapi, para remaja lebih rentan mengalami kurangnya waktu tidur. Hal ini mungkin diakibatkan oleh perubahan irama sirkardian (pengatur tidur dan bangun di dalam tubuh manusia) yang terjadi selama remaja, yang membuat para remaja ini ingin tidur lebih malam dan bangun lebih siang. Selain itu, saat para remaja ini memasuki sekolah menengah atas (SMA) pun memiliki lebih banyak tugas dan ujian. Kadangkala, mereka pun harus mulai bekerja. Kemajuan teknologi pun memiliki peranan dalam berkurangnya waktu tidur para remaja ini, berbagai permainan, telepon genggam, dan tablet yang ada sekarang ini membuat para remaja semakin sering bermain internet dan semakin enggan untuk tidur. Baca juga: Kurang Tidur Membuat Anda Mudah Lupa, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: npr
 03 Aug 2016    18:00 WIB
Mudah Lupa Akibat Kurang Tidur dan Sibuk Bekerja?
Pernahkah anda terlalu sibuk bekerja hingga lupa di mana anda meletakkan kunci mobil anda? Sebagian besar orang memiliki kebiasaan untuk melakukan banyak hal sekaligus untuk membuat pekerjaan selesai secepat mungkin. Memaksakan diri untuk melakukan atau mengurus banyak hal sekaligus dapat membuat anda tidak dapat berpikir dengan jernih (kebingungan mental) dan merasa stress. Bila keadaan ini terus berlanjut, maka daya ingat anda pun akan mulai menurun yang membuat anda menjadi mudah lupa, dan bahkan tidak lagi dapat mengenali orang atau tempat atau waktu serta juga dapat mengganggu kemampuan anda untuk membuat suatu keputusan. Untuk mengatasi hal ini, belajarlah untuk mengatasi persoalan atau pekerjaan anda satu persatu. Fokuskan pikiran anda hanya pada satu pekerjaan selama kurun waktu tertentu dan lanjutkan pada pekerjaan berikutnya saat pekerjaan sebelumnya telah selesai. Selain terlalu sibuk bekerja, kurang tidur ternyata juga dapat mengganggu daya ingat anda. Tidur membantu menyegarkan kembali tubuh dan pikiran anda sambil memperbaiki berbagai kerusakan pada sel-sel dan jaringan tubuh. Gelombang otak anda pun dibentuk saat anda tidur. Salah satu fungsi gelombang otak ini adalah untuk menyimpan suatu ingatan ke dalam otak anda. Selain itu, berbagai gelombang otak ini juga berfungsi untuk memindahkan berbagai ingatan yang anda miliki ke dalam korteks prefrontal otak anda (suatu bagian otak yang berfungsi untuk menyimpan ingatan jangka panjang). Saat anda kurang tidur, maka ingatan ini tidak dapat dipindahkan ke dalam korteks prefrontal dan membuat anda mudah lupa atau bahkan mengalami amnesia jangka pendek (kehilangan ingatan jangka pendek). Oleh karena itu, disarankan agar orang dewasa tidur setidaknya selama 7-8 jam setiap harinya untuk memperbaiki daya ingat mereka dan mencegah  terjadinya gangguan pada lobus frontal otak yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi kognitif (kecerdasan).Sumber: lifespan
 08 Mar 2016    08:00 WIB
Benarkah Wanita Butuh Waktu Tidur Lebih Banyak?
Apakah anda pernah merasa sangat lelah dan mengantuk akibat kurang tidur semalam? Hampir semua orang tentunya pernah merasakan hal ini, terutama para wanita. Tidak hanya karena wanita memiliki resiko menderita insomnia yang lebih tinggi dari pria, tetapi juga akibat efek kurang tidur itu sendiri.Seorang ahli mengatakan bahwa kurangnya waktu tidur memang memberikan efek yang lebih banyak pada seorang wanita daripada pria. Ia juga menemukan bahwa bagi wanita, kurangnya waktu tidur dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan diabetes, serta juga berhubungan dengan peningkatan stress, depresi, rasa cemas, dan mudah marah. Akan tetapi, pria memiliki resiko yang lebih rendah atau bahkan tidak ada. Mengapa begitu? Pada pria yang memiliki waktu tidur yang kurang, akan terjadi peningkatan kadar hormon testosteron yang menyebabkan penurunan insulin dan peningkatan massa otot. Selain itu, testosteron juga memiliki efek antiinflamasi (anti peradangan), yang juga membuat hromon stress pada pria tetap rendah.Pada wanita, estrogen dan terutama progesteron tidak dapat menurunkan stress seefektif testosteron pada pria. Estrogen memang memiliki efek antiinflamasi, akan tetapi saat anda memasuki masa menopause, maka kadar hormon ini pun menurun yang dapat membuat anda mengalami gangguan tidur dan sangat tidak enak badan setelah kurang tidur semalam.Benarkah Wanita Butuh Waktu Tidur Lebih Banyak?Sayangnya, masih belum ditemukan bukti nyata mengenai benar tidaknya wanita membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak. Berbagai penelitian hanya menemukan bahwa wanita mengalami efek yang lebih buruk daripada pria saat kurang tidur.Kualitas TidurBerapa lama anda tidur tidak selalu berarti bahwa anda memiliki kualitas tidur yang baik yang membuat anda merasa telah cukup tidur. Kualitas tidur ini diperngaruhi oleh beberapa hal, yaitu:•    Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk tertidur•    Berapa kali anda terbangun di malam hari•    Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk kembali tertidur setelah terbangun•    Pukul berapa anda bangun di pagi hari Berdasarkan penelitian, penyebab utama meningkatnya stress akibat kurang tidur adalah berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk tertidur. Semakin lama waktu yang anda butuhkan untuk tertidur, maka semakin tinggi rasa stress yang mungkin anda alami.Banyaknya penelitian yang menemukan adanya hubungan antara waktu tidur dengan kesehatan membuat tidur menjadi semakin penting. Oleh karena itu, penanganan secepatnya terhadap berbagai gangguan tidur yang anda alami dapat mempengaruhi kesehatan anda. Segera hubungi dokter anda bila gangguan tidur atau insomnia yang anda alami telah mengganggu aktivitas atau pekerjaan anda.Selain itu, mengubah gaya hidup dengan berolahraga secara teratur juga dapat mempengaruhi kualitas tidur dan membantu mengatasi insomnia. Berolahragalah setidaknya 30 menit setiap harinya. Beberapa hal lain yang mungkin dapat membantu anda mengatasi gangguan tidur yang anda alami adalah:•    Tidur dan bangunlah pada waktu yang sama setiap harinya, bahkan pada akhir minggu•    Hindari mengkonsumsi banyak makanan sebelum tidur•    Ciptakan suasana kamar tidur yang nyaman, matikan lampu, sesuaikan suhu, matikan televisi atau hal lainnya yang menimbulkan suara bising•    Jangan tidur siangSumber: shape