Your browser does not support JavaScript!
 06 Jun 2020    11:00 WIB
Sudah Cukupkah Waktu Tidur Anak Anda?
Sebenarnya tidak ada acuan mengenai berapa lama waktu tidur yang cukup bagi anak-anak pada berbagai usia karena setiap anak membutuhkan lama tidur yang berbeda-beda pula. Usia 1-4 Minggu → 15.5-16.5 Jam/HariBayi baru lahir biasanya memiliki waktu tidur yang singkat yaitu sekitar 2-4 jam setiap kali tidur. Bayi prematur mungkin membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dan bayi yang rewel mungkin membutuhkan waktu tidur yang lebih singkat.Karena bayi baru lahir belum memiliki irama sirkardian (pengatur waktu tidur) sehingga pola tidur mereka tidak berhubungan dengan siang atau malam hari. Bayi baru lahir biasanya tidak memiliki pola tidur sama sekali.Usia 3 Bulan → 15 Jam/HariSaat ini bayi anda telah mulai dapat beradaptasi sehingga ia mulai memiliki pola tidur yang teratur. Waktu tidur terlama bayi anda setiap kali tidur adalah sekitar 4-6 jam dan lebih sering terjadi di malam hari.Waktu tidur siang bayi anda saat ini adalah sekitar 5 jam dan waktu tidur di malam hari adalah sekitar 10 jam.Usia 6 Bulan → 14 Jam/HariTujuan utama anda saat ini adalah menciptakan kebiasaan tidur yang sehat bagi bayi anda karena ia telah mulai dapat berinteraksi dengan orang lain dan pola tidurnya pun telah lebih teratur.Bayi biasanya akan tidur siang sebanyak 3 kali yang kemudian akan berkurang menjadi 2 kali saat ia berusia 6 bulan, yang membuat mereka dapat tidur lebih lama di malam hari, bahkan selama semalam penuh. Waktu tidur siang bayi anda saat ini adalah sekitar 4 jam dan waktu tidur di malam hari adalah sekitar 10 jam.Usia 9 Bulan → 14 Jam/HariSaat ini bayi anda telah dapat tidur lebih lama di malam hari yaitu sekitar 11 jam setiap harinya dengan waktu tidur siang yang lebih singkat yaitu sekitar 3 jam setiap harinya.Usia 1 Tahun → 14 Jam/HariSaat ini, waktu tidur siang anak anda mungkin telah berkurang menjadi 1 kali setiap harinya dan hanya membutuhkan 2.5 jam tidur siang dan 11.5 jam waktu tidur di malam hari setiap harinya.Usia 3 Tahun → 12 Jam/HariAnak-anak berusia 3 tahun biasanya akan pergi tidur pada pukul 7-9 malam dan bangun sekitar pukul 6-8 pagi. Pada saat ini sebagian besar anak masih tidur siang selama sekitar 1 jam di siang hari, dan tidur selama 11 jam di malam hari.Usia 4 Tahun → 11.5 Jam/HariAnak anda mulai jarang tidur siang atau bahkan tidak tidur siang sama sekali dan tidur selama 11.5 jam setiap malamnya.Usia 5-12 Tahun → 9-11 Jam/HariSeiring dengan semakin bertambahnya usia anda, waktu tidurnya di malam hari pun mulai sedikit berkurang. Anak anda pun mulai tidur lebih malam dari sebelumnya.Usia 12-16 Tahun → 8.5-9 JamAnak remaja anda tetap membutuhkan tidur yang cukup untuk menjaga kesehatannya, beberapa anak bahkan membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dari beberapa tahun sebelumnya. Sumber: webmd
 05 Jun 2020    16:00 WIB
Kurang Tidur Membuat Anda Mudah Lupa, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang sering sulit tidur di masa muda dan paruh bayanya cenderung lebih mudah mengalami gangguan daya ingat di usia tuanya. Pada penelitian yang dilakukan di Amerika ini, para peneliti menemukan bahwa tidur dapat membantu daya ingat dan proses belajar di sepanjang kehidupan manusia yang  akan terus berlangsung hingga seseorang berusia 70 atau 80 atau 90 tahun. Para peneliti menemukan bahwa terdapat perbedaan antara tidur cukup di usia muda dengan menggantinya di usia tua nanti. Hal ini dikarenakan memiliki waktu tidur yang cukup di usia muda dan paruh baya ternyata dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang pada 28 tahun mendatang. Tidur memiliki peranan penting dalam proses pembentukan suatu ingatan atau memori. Saat Anda memasuki fase tidur dalam, maka otak akan mengulang kembali semua pengalaman atau hal yang Anda alami di sepanjang hari, memutarnya  kembali, dan menguatkan hal tersebut agar Anda pun dapat mengingatnya di kemudian hari. Sebenarnya, saat memasuki usia paruh baya, tidur lebih banyak di siang hari seperti tidur siang juga dapat membantu meningkatkan kemampuan daya ingat dan membantu mencegah terjadinya penurunan fungsi daya ingat, akan tetapi, hal ini hanya dapat terjadi bila tidur siang tersebut tidak mengganggu waktu tidur di malam hari. Sayangnya, seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang, maka ia pun akan lebih sering terbangun di malam hari dan lebih jarang mengalami tidur dalam atau bermimpi saat tidur, yang sebenarnya merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan fungsi otak secara keseluruhan. Walaupun banyak orang merasa bahwa tidur sama dengan membuang-buang waktu, akan tetapi sebenarnya tidak demikian. Tidur yang cukup telah banyak dihubungkan dengan kesehatan mental yang lebih baik, meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, dan menurunkan resiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan yang serius. Hasil penelitian ini pun membuat para peneliti bertanya-tanya mengenai apakah tidur yang cukup di usia muda dapat menghambat atau bahkan menyembuhkan penurunan daya ingat akibat proses penuaan dan gangguan daya ingat yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer dan demensia (pikun).   Sumber: newsmaxhealth
 28 Jan 2020    08:00 WIB
Cukupkah Konsumsi Vitamin D Anda?
Vitamin D merupakan nutrisi penting yang mempunyai manfaat baik bagi kesehatan anda. Akan tetapi, sebagian besar orang dewasa mengalami kekurangan vitamin D. Berdasarkan beberapa penelitian, selain baik bagi kesehatan tulang, vitamin D juga diduga dapat menurunkan resiko kanker, penyakit jantung, stroke, diabetes, berbagai penyakit autoimun, dan lainnya.   Mengapa Anda Tetap Kekurangan Vitamin D? Walaupun vitamin D dapat dibentuk di dalam tubuh anda melalui bantuan sinar matahari, akan tetapi banyak orang tetap mengalami kekurangan vitamin D. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal yang mengganggu kemampuan kulit dalam memproduksi vitamin D. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kemampuan kulit dalam memproduksi vitamin D adalah: Musim Waktu Ketinggian tempat tinggal anda Polusi udara Tertutupnya sinar matahari oleh awan Pemakaian tabir surya Bagian tubuh yang terkena sinar matahari Warna kulit Usia Para ahli menyarankan agar anda tetap menggunakan tabir surya dan mengkonsumsi suplemen vitamin D daripada menjemur diri anda di bawah sinar matahari karena bahaya sinar matahari bagi kulit anda.   Fungsi Vitamin D Kombinasi antara kalsium dan vitamin D dapat membantu mencegah terjadinya osteoporosis pada orang lanjut usia. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh sehingga mudah mengalami patah tulang.   Berapa Banyak Vitamin D yang Anda Butuhkan? Tujuan utama pemberian vitamin D dan kalsium adalah untuk menjaga kesehatan tulang anda. Kebutuhan vitamin D yang direkomendasikan bagi orang dewasa berusia 69 tahun dan di bawahnya adalah 600 IU/hari dan 800 IU/hari bagi orang dewasa berusia 70 tahun atau lebih. Orang lanjut usia membutuhkan lebih banyak vitamin D karena seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, kulit tidak lagi dapat memproduksi vitamin D dengan baik. Selain itu, orang lanjut usia juga lebih jarang berada di luar ruangan.   Sumber Vitamin D Sinar matahari merupakan sumber vitamin D terbaik, akan tetapi hal ini pun dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit. Terdapat beberapa makanan yang mengandung vitamin D, seperti susu, yogurt, sereal, ikan, jamur, telur, hati sapi, dan jus jeruk. Vitamin D biasanya ditambahkan pada makanan atau minuman yang mengandung kalsium karena penyerapan kalsium membutuhkan bantuan vitamin D. Selain itu, penggunaan suplemen vitamin D juga dapat membantu.   Batas Maksimum Konsumsi Vitamin D Vitamin D merupakan vitamin yang larut di dalam lemak. Vitamin larut lemak dapat disimpan di dalam tubuh dan tidak dapat dikeluarkan dengan mudah seperti vitamin larut air. Menurut IOM, kadar maksimum vitamin D harian yang dianggap masih aman adalah sebesar 4.000 IU.  Baca juga: Kekurangan Vitamin D Sumber: webmd
 30 Dec 2019    18:00 WIB
Jangan Khawatir Insomnia Dengan Makanan Ini!
Anda tentunya telah mengetahui berbagai dampak buruk dari kurang tidur bagi kesehatan Anda bukan? Tidak hanya dapat menyebabkan terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah; kurang tidur ternyata juga dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi, meningkatkan resiko terjadinya diabetes, serta meningkatkan berat badan seseorang. Oleh karena itu, tidur yang cukup merupakan hal yang sangat penting bagi Anda yang sedang berusaha untuk menurunkan berat badan. Dengan mengkonsumsi makanan yang tepat, tidur Anda pun dapat menjadi lebih baik. Di bawah ini, terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu mengatasi masalah insomnia yang sedang Anda hadapi.   PISANG Selain dapat membantu mengatasi kekurangan kalium karena diare, kandungan kalium, karbohidrat, dan magnesium di dalam pisang ternyata juga dapat membantu membuat seseorang merasa mengantuk lho! Mengkonsumsi pisang sebelum tidur juga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan fungsi kognitif otak Anda.   UBI JALAR Seperti halnya pisang, ubi jalar juga mengandung banyak kalium yang dapat membantu membuat otot menjadi lebih rileks dan membuat tidur pun menjadi lebih nyenyak.   BUAH CERI Buah ceri merupakan salah satu jenis buah yang memiliki cukup banyak kandungan melatonin alami, yang dapat membantu mengatur pola tidur Anda sehingga menjadi lebih baik. Konsumsilah segelas jus ceri atau beberapa butir buah ceri sebelum Anda tidur agar tidur Anda menjadi lebih nyenyak.   MADU Kandungan gula alami di dalam madu dapat membantu proses penghantaran triptofan ke dalam otak, yang kemudian akan diubah menjadi serotonin di dalam otak. Serotonin merupakan sejenis neurotransmitter yang berfungsi untuk membantu proses relaksasi otot. Konsumsilah 2 sendok teh madu 1 jam sebelum tidur untuk membuat tidur Anda menjadi lebih nyenyak di malam hari.   Baca Juga: Tips Mencegah Insomnia   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: naturalnews
 05 Oct 2019    08:00 WIB
Berbagai Kebiasaan yang Dapat Merusak Kulit Anda
Ekspresi sedih Saat anda sedih, wajah anda akan mengekspresikannya dengan cara mengerutkan alis, mengerutkan bibir, dan menegangkan otot-otot wajah. Semua hal ini dapat mengganggu kesehatan kulit anda dan mempercepat pembentukan keriput pada kulit. Tidak Memakai Pelindung Tabir Surya Pelindung tabir surya merupakan salah satu hal penting bagi pencegahan penuaan kulit akibat paparan sinar matahari. Sekitar 90% keriput pada kulit disebabkan oleh paparan sinar matahari. Oleh karena itu, gunakanlah krim pelindung tabir surya denan SPF 30 setiap harinya. Selain itu, gunakanlah pelindung tabir surya yang juga melindungi anda dari UVA dan UVB. UVA dapat menyebabkan kulit anda terbakar, sedangkan UVB dapat membuat kulit anda lebih hitam dan menyebabkan pembentukan keriput. Paparan sinar matahari yang mengandung UVA dan UVB juga dapat meningkatkan resiko terkena kanker kulit. Menyukai Makanan Manis Terlalu banyak mengkonsumsi gula dapat mempercepat proses penuaan kulit anda (glikation). Gula mempengaruhi kadar kolagen dan elastin di dalam kulit anda. Kolagen dan elastin berfungsi untuk menjaga kekencangan dan kelenturan kulit anda. Dengan demikian, mengkonsumsi gula secara berlebihan dapat menyebabkan pembentukan keriput dan kulit anda lebih longgar. Kurang Tidur Saat anda tidur, kulit anda juga memperbaiki dirinya. Tidur yang kurang berarti kulit anda juga memiliki waktu yang lebih sedikit untuk memperbaiki dirinya. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya keriput dan menurunnya elastisitas kulit anda. Orang dewasa biasanya membutuhkan tidur selama sekitar 7-8 jam setiap harinya. Selain itu, posisi tidur anda juga mempengaruhi kulit anda. Tidur dengan posisi menyamping membuat wajah anda tertekan dan menyebabkan terbentuknya keriput. Gunakanlah bantal yang lembut dan tidak terlalu menekan wajah anda. Merokok Selain menyebabkan gangguan pada jantung dan paru-paru anda, merokok juga sangat buruk bagi kesehatan kulit anda. Pada saat anda menghisap rokok, maka anda menyebabkan terbentuknya keriput pada daerah di sekitar bibir anda. Merokok juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit, membuat kulit tampak lebih pucat, dan luka lebih lambat menyembuh. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi dan terbentuknya jaringan parut, termasuk jaringan parut akibat jerawat.   sumber: webmd
 01 Oct 2019    11:00 WIB
Tips Hilangkan Kantuk Saat Bekerja
Pernahkah anda mengantuk saat bekerja? Di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat membantu anda menghilangkan rasa kantuk tersebut. Kopi dan Teh Kafein yang terdapat di dalam kopi, teh, dan beberapa minuman energi lainnya dapat membantu anda menghilangkan rasa kantuk. Kafein dapat meningkatkan produksi adrenalin dan menghambat zat kimia penyebab kantuk. Akan tetapi, konsumsi kafein yang berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan jantung anda. 200 mg kafein atau 3 cangkir kopi per hari adalah batas maksimal konsumsi kafein anda setiap harinya.   Makanan Tinggi Protein, Rendah Karbohidrat Memakan makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat sebagai cemilan anda di saat bekerja dapat membantu anda mengurangi rasa kantuk. Protein dapat merangsang otak untuk mengirimkan impuls listrik sehingga membuat rasa kantuk berkurang. Hindari cemilan tinggi karbohidrat, karena kadar karbohidrat yang tinggi justru dapat membuat anda mengantuk.   Bergerak dan Musik Duduk dalam waktu lama di kantor dapat membuat anda merasa lelah dan akhirnya mengantuk. Di saat rasa kantuk dan lelah ini muncul, lakukanlah peregangan atau berjalanlah di dalam kantor anda untuk mengurangi rasa kantuk. Selain itu, berdasarkan penelitian, mendengarkan musik sambil bekerja dapat meningkatkan konsentrasi anda dan mengusir rasa jenuh dan kantuk.   Sinar Matahari Paparan sinar matahari yang cukup dapat mengurangi rasa kantuk anda.   Olahraga dan Tidur Olahraga ringan seperti lari pagi sebelum bekerja dapat membuat anda tetap bersemangat dan tidak mengantuk selama bekerja. Selain itu, salah satu hal yang paling penting untuk menghilangkan rasa kantuk adalah tidur yang cukup. Kurang tidur tentu saja akan membuat anda lelah, tidak segar, dan mengantuk saat bangun di pagi hari.    
 20 Aug 2019    11:00 WIB
Apa Dampak Kurang Tidur Pada Tubuh Anda?
Kurang tidur merupakan hal yang umum terjadi pada orang di seluruh dunia. Akan tetapi, apakah Anda yakin kurang tidur tidak akan mengganggu kesehatan Anda sama sekali? Kurang tidur tidak hanya akan membuat Anda mengantuk dan merasa lelah di keesokan harinya, tetapi juga memiliki dampak yang sangat buruk terhadap kesehatan Anda secara keseluruhan. Kurang tidur dapat terjadi kapan saja dan derajat keparahannya pun dapat bervariasi, mulai dari kurang tidur akut hingga kurang tidur kronik. Karena lama waktu tidur yang dibutuhkan oleh setiap orang berbeda-beda, maka bila seseorang yang membutuhkan waktu tidur selama 9 jam, maka saat ia hanya tidur selama 8 jam, ia pun mengalami kurang tidur. Untungnya adalah sebagian besar efek samping kurang tidur pada tubuh manusia bersifat ringan. Obatnya pun cukup sederhana yaitu cukup tidur. Akan tetapi, bila Anda terus kurang tidur dalam waktu yang lama, maka Anda mungkin akan mengalami beberapa gangguan fisik seperti yang disebutkan di bawah ini.   Dampak Kurang Tidur Pada Fungsi Neurologis Kurang tidur memiliki efek yang sama seperti saat Anda mengkonsumsi minuman beralkohol, seperti bicara tidak jelas, gerakan mata yang tidak terkendali (nistagmus), gemetar ringan pada tangan, kelopak mata tampak turun, dan perubahan refleks neurologis. Selain itu, Anda mungkin akan mengalami penurunan ambang kejang, yang berarti Anda lebih mudah mengalami kejang. Hal ini dapat berbahaya bagi seorang penderita epilepsi yang kurang tidur. Kurang tidur juga dapat membuat Anda lebih sensitif terhadap rasa nyeri. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa sensitivitas seseorang terhadap panas dan nyeri tekan akan meningkat saat ia kurang tidur.   Dampak Kurang Tidur Pada Fungsi Vital Tubuh Berbagai penelitian juga telah menemukan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan sedikit perubahan pada tanda-tanda vital tubuh Anda. Tanda-tanda vital tubuh ini sangat penting karena sering digunakan untuk mengetahui bagaimana keadaan kesehatan seseorang secara keseluruhan. Tanda-tanda vital yang dimaksud adalah suhu tubuh, tekanan darah, denyut jantung, dan laju pernapasan. Kurang tidur dapat membuat suhu tubuh Anda menurun.   Baca juga: Posisi Tidur dan Kepribadian Anda   Dampak Kurang Tidur Pada Keseimbangan Kadar Hormonal di Dalam Tubuh Kurang tidur memiliki efek yang cukup signifikan pada pengeluaran hormon dari kelenjar endokrin, terutama hormon yang dipengaruhi oleh irama sirkardian. Anak-anak yang kurang tidur dapat mengalami gangguan tidur. Hal ini dikarenakan hormon pertumbuhan dikeluarkan saat tidur. Jadi, bila tidur anak terganggu, maka jumlah hormon pertumbuhan yang dikeluarkan pun akan terganggu. Akibatnya, anak pun tidak dapat bertumbuh dengan maksimal, yang akan membuat tinggi badannya lebih pendek daripada seharusnya. Kurang tidur juga akan mempengaruhi aktivitas kelenjar tiroid. Para ahli menduga hal ini dikarenakan orang yang terbangun lebih lama membutuhkan lebih banyak energi, yang berarti kelenjar tiroidnya pun harus bekerja lebih keras. Walaupun demikian, ada beberapa jenis hormon yang tidak dipengaruhi oleh seberapa lama waktu tidur Anda seperti hormon kortisol, adrenalin, katekolamin, LH, FSH, testosteron, dan progesterone.   Kurang Tidur dan Kematian Pada akhirnya, hal yang paling mengkhawatirkan dari kurang tidur adalah dampaknya pada kesehatan seseorang secara keseluruhan. Tidak hanya meningkatkan resiko terjadinya berbagai jenis penyakit, kurang tidur juga dapat menyebabkan terjadinya kematian lho! (pada situasi ekstrim). Kurang tidur dalam waktu lama (kronik) juga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh Anda, yang dapat memicu terjadinya gangguan toleransi glukosa (salah satu faktor resiko terjadinya diabetes) dan peningkatan berat badan. Selain itu, kurang tidur tampaknya juga dapat mengganggu fungsi daya tahan tubuh seseorang, yang akan membuatnya lebih mudah jatuh sakit. Oleh karena itu, memiliki waktu tidur yang cukup setiap hari sangatlah penting untuk menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: about
 05 Aug 2019    11:00 WIB
Hati-hati! Kurang Tidur Bisa Kacaukan Hormon di Dalam Tubuh
Kurang tidur sebenarnya merupakan hal yang biasa terjadi pada semua orang, apalagi pada zaman modern seperti sekarang ini. Akan tetapi, apapun alasannya, kurang tidur akan berdampak buruk pada kesehatan Anda secara keseluruhan, termasuk pada keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh. Hormon merupakan zat kmia yang berfungsi sebagai penyampai pesan bagi berbagai jenis fungsi tubuh, yang turut berperan dalam proses pertumbuhan, metabolisme, dan reproduksi. Kadar hormon di dalam tubuh manusia sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitar seperti perubahan siang (cahaya) dan malam (gelap) serta cukup tidaknya waktu tidur seseorang. Banyak penelitian telah menemukan adanya hubungan antara kurang tidur dan gangguan metabolisme tubuh. Penelitian yang dilakukan pada tahun 1999 menemukan bahwa peserta penelitian yang hanya tidur selama 4 jam setiap harinya selama 1 minggu mengalami perubahan metabolisme tubuh. Para ahli menemukan para peserta mengalami gangguan intoleransi glukosa, yang merupakan faktor resiko terjadinya diabetes, dan perubahan kadar hormonal yang berhubungan dengan terjadinya peningkatan berat badan dan tekanan darah tinggi. Untungnya, berbagai perubahan menakutkan ini bersifat reversible saat peserta kembali memiliki waktu tidur yang cukup. Sebuah penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2004 menemukan bahwa kurang tidur juga dapat mengubah keseimbangan kadar hormonal yang mengatur rasa lapar dan nafsu makan, terutama hormon leptin, yang berfungsi untuk menekan nafsu makan (kadar hormon leptin mengalami penurunan sebanyak 18%). Hormon lainnya yang juga ikut terpengaruh oleh sedikitnya waktu tidur manusia adalah hormon ghrelin, yang berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan. Kadar hormon ini akan meningkat sebanyak 28% saat seseorang kurang tidur. Selain itu, para peserta penelitian yang kurang tidur juga cenderung memilih makanan yang mengandung banyak kalori. Kombinasi dari ketiga hal ini tentu saja dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Kurang tidur, baik yang terjadi pada anak-anak dan orang dewasa, juga akan mempengaruhi kelenjar tiroid. Waktu tidur yang kurang tampaknya dapat meningkatkan pelepasan hormon tiroid, yang membuat tubuh membutuhkan lebih banyak energi.   Baca juga: 4 Cara Hormon Mempengaruhi Berat Badan Anda   Akan tetapi, ada beberapa jenis hormon lain yang tampaknya tidak dipengaruhi oleh berapa banyak waktu tidur Anda setiap harinya, termasuk hormon seks. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis hormon yang tidak dipengaruhi oleh lama waktu tidur Anda setiap hari: Kortisol (hormon stress) Adrenalin (fight or flight response hormone, yang juga dikenal dengan nama epinefrin) Katekolamin (epinefrin dan norepinefrin) LH (Luteinizing Hormone yang berfungsi untuk menstimulasi fungsi indung telur dan buah zakar) FSH (Follicle-Stimulating Hormone, yang berfungsi untuk menstimulasi fungsi indung telur dan buah zakar) Testosteron (menstimulasi produksi sperma pada pria) Progesteron (berfungsi untuk menjaga kehamilan pada wanita) Untuk mencegah terjadinya berbagai efek samping tidak menyenangkan dari kurang tidur, pastikan Anda tidur cukup setiap malamnya. Jika Anda menderita insomnia atau memiliki kualitas tidur yang buruk, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang.   Sumber: about
 07 Apr 2019    11:00 WIB
Air Dingin Bisa Bikin Makin Cantik ?
Di saat cuaca yang panas memang paling enak minum yang dingin-dingin selain rasanya yang menyegarkan dapat menghilangkan dahaga Anda.Ternyata air putih es yang dingin tidak hanya untuk diminum, namun Anda bisa menggunakan air dingin dengan cara lain dan memberikan manfaat hebat untuk penampilan Anda.  Ayo apa saja manfaatnya. Silahkan disimak ulasan dibawah ini! 1.      Membantu menjaga kesehatan kulitApabila Anda bertanya air apa yang cocok untuk mencuci wajah maka hal ini tergantung pada jenis kulit Anda.Apabila Anda memiliki kulit yang berminyak maka Anda bisa mencuci wajah dengan air panas, air panas akan membantu membuka pori-pori kulit wajah, sehingga membantu membersihkan komedo dari wajah dan menyingkirkan minyak berlebihan diwajah. Namun bila wajah Anda cenderung kering maka lebih cocok menggunakan air dingin, air dingin akan membantu melembabkan, mengetatkan kulit dan membuatnya lebih supel dan kenyal. 2.      Membuat rambut menjadi lebih cerah dan berkilauBila Anda ingin menjaga kilau rambut Anda maka gunakan air dingin untuk mencuci rambut Anda. Mencuci rambut dengan air dingin akan mengunci kutikula, membuat rambut jadi licin dan berkilau. 3.      Menghilangkan stresApabila Anda mengalami stres maka hal ini tidak baik untuk kesehatan dan kulit Anda, terutama kulit wajah Anda akan mudah berkeriput.Saat Anda sedang menghadapi masalah yang cukup berat di kantor atau dimana saja. Untuk membantu meredakan stres, segeralah pergi ke kamar mandi. Anda bisa membasuh wajah Anda dengan menggunakan air dingin. Cara ini dapat membantu menurunkan stres, membuat Anda merasa lebih rileks dan mampu menghadapi masalah yang Anda hadapi. Air dingin membantu meregulasi suhu tubuh, memperlambat denyut jantung. 4.      Mengeringkan cat kuku dengan cepatSetelah menggunakan cat kuku, bila tidak cepat kering dapat membuatnya mudah terkelupas sehingga terlihat kurang bagus. Untuk membantu mengeringkan cat kuku tersebut Anda dapat merendam tangan di mangkok berisi air yang sangat dingin dalam waktu 3 menit. Cara ini akan membantu mengeringkan cat kuku dan membuat kuku terlihat berkilau. 5.      Menghindar dari kantukSaat Anda menghadapi saat yang penting berhadapan dengan klien dan tiba-tiba terserang kantuk yang luar biasa. Maka basuhlah wajah Anda dengan menggunakan air dingin. Seperti yang Anda lihat tantangan ice bucket challenge akan membuat Anda benar-benar tersadar. Hal ini dikarenakan dibawah kulit Anda mengandung ribuan sensor kecil yang berhubungan dengan otak. Apabila terkena air dingin maka akan membuat Anda terjaga, terhindar dari kantuk dan memiliki wajah yang segar kembali. Banyak kan manfaat dari air dingin. Sekarang Anda bisa mencobanya dan mendapatkan penampilan yang maksimal. Selamat mencoba! Baca juga: Makanan Anti Galau  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: prevention, organicmedic
 19 Mar 2019    18:00 WIB
7 Kebiasaan yang Membuat Lemak Menumpuk di Perut
1.      Sering Mengkonsumsi Minuman Bersoda Berdasarkan penelitian, mengkonsumsi 1 atau 2 gelas minuman bersoda setiap harinya dapat meningkatkan lebar pinggang anda hingga setidaknya 5 kali lebih cepat daripada orang yang jarang mengkonsumsi minuman bersoda. Hal ini dikarenakan kandungan gula yang tinggi dalam minuman bersoda memicu rasa lapar, sehingga anda makan lebih banyak daripada biasanya saat makan. Diet soda juga tidak berbeda, karena diet soda mengandung pemanis buatan, yang akan meningkatkan nafsu makan seperti gula. Gantilah pilihan minuman anda dengan jus buah segar atau air lemon yang lebih baik bagi kesehatan anda. Minuman bersoda dapat menyebabkan peningkatan berat badan tanpa menghilangkan rasa haus anda.   2.      Menggunakan Piring Besar Saat Makan Berhati-hatilah dalam memilih ukuran piring yang anda gunakan saat makan. Sebuah pengamatan pada sekelompok orang yang mengalami obesitas menemukan bahwa orang-orang ini lebih memilih menggunakan piring berukuran besar. Karena piring besar dapat menampung lebih banyak makanan, maka anda pun cenderung mengkonsumsi lebih banyak makanan daripada yang diperlukan dan menyebabkan lemak menumpuk pada tubuh anda. Gunakanlah piring yang lebih kecil saat makan untuk mencegah terjadinya hal di atas.   3.      Makan Terlalu Malam Walaupun tubuh anda tetap akan membakar sejumlah lemak selama anda tidur, bukan berarti anda dapat makan kenyang sesaat sebelum tidur. Selain menyebabkan penumpukkan lemak pada perut, hal ini juga dapat meningkatkan resiko terjadinya refluks asam lambung dan nyeri perut karena anda berbaring tidak lama setelah makan. Untuk mencegah terjadinya hal ini, makanlah dengan porsi yang lebih kecil di malam hari dan jangan berbaring setidaknya hingga 3 jam setelah makan.   4.      Makan Saat Marah atau Sedih Apakah anda selalu melampiaskan emosi anda pada makanan? Bila ya, maka anda harus segera mengatasi kebiasaan ini karena tidak memberikan manfaat apapun pada anda selain penumpukkan lemak pada perut. Untuk mengatasinya, anda dapat mencoba meminum segelas air atau berbicara dengan teman anda atau berjalan-jalan untuk meredakan stress atau emosi anda. Kuncinya adalah lakukan berbagai kegiatan yang tidak berhubungan dengan makan sehingga anda dapat menghindari kelebihan kalori ini.   5.      Sering Mengkonsumsi Makanan Rendah Lemak Berhati-hatilah saat anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan rendah lemak karena mungkin mengandung gula yang akan diubah menjadi lemak oleh tubuh bila kadarnya terlalu banyak di dalam darah. Mengkonsumsi lemak tidak jenuh tunggal justru baik bagi anda dan dapat membantu mengurangi lemak pada perut anda. Beberapa jenis makanan yang mengandung lemak tidak jenuh tunggal adalah alpukat, minyak olive, dan biji-bijian.   6.      Kurang Tidur Idealnya, setiap orang dewasa membutuhkan tidur setidaknya selama 7-9 jam setiap malamnya. Bila anda kekurangan tidur, maka kadar kortisol (hormon stress) akan meningkat dan membuat anda ingin mengkonsumi makanan manis. Usahakanlah agar waktu tidur anda cukup setiap malamnya sehingga kadar kortisol tidak terlalu tinggi dan malah membuat produksi leptin meningkat. Leptin merupakan suatu jenis hormon yang dapat membantu mengendalikan nafsu makan anda.   7.      Kekurangan Protein Dalam Menu Makanan Orang dewasa dalam keadaan kesehatan yang baik harus mengkonsumsi setidaknya 20-25 gram protein pada setiap waktu makan, walaupun hal ini tergantung pada aktivitas dan ukuran tubuh anda. Pria biasanya membutuhkan lebih banyak protein (sekitar 10 gram lebih banyak) untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Dengan meningkatkan konsumsi protein anda, maka anda dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah anda dengan mengurangi kadar insulin untuk meningkatkan laju metabolisme tubuh. Selain itu, protein juga membantu mengendalikan hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan anda sehingga berat badan anda pun dapat turun dengan sendirinya. Oleh karena itu, konsumsilah berbagai jenis makanan tinggi kalori seperti keju ricotta, kerang, ayam kalkun, ayam tanpa kulit, salmon, dan telur.   Sumber: lifespan