Your browser does not support JavaScript!
 23 Feb 2019    16:00 WIB
Jarang Bersihkan Pusar Ternyata Picu Berbagai Penyakit Berbahaya
Pusar adalah bagian tubuh yang jarang sekali mendapat perhatian. Tak banyak orang yang membersihkannya secara teratur. Bahkan hanya sedikit orang yang mengetahui cara membersihkan pusar dengan benar. Sebuah penelitian di North Carolina State University bahkan mengungkap bahwa terdapat 67 jenis bakteri pada rata-rata setiap pusar.  Faktanya, membersihkan pusar adalah hal yang harus dilakukan secara teratur dan dengan cara yang benar. Pusar dapat dibersihkan ketika mandi, yaitu dengan cara dibasuh menggunakan air. Namun jika lubang pusar cukup dalam, bersihkan sekali seminggu dengan cotton bud menggunakan sabun, air, atau alkohol. Berikut beberapa cara menjaga pusar selalu bersih: MEMBERSIHKAN KETIKA MANDI -          Setelah mandi, gunakan kain yang dibasahi air dan sabun untuk menyeka lembut pusar. -          Jika sudah bersih, lap area pusar dengan kain kering atau tisu. -          Lalu rendam kapas dalam minyak vitamin E -          Gosok lembut kulit pusar dari dalam ke luar -          Perlu diingat untuk tidak menggosok pusar dengan kasar, karena kulit pusar sangat sensitif. -          Setelah pusar tampak bersih, bersihkan minyak dengan kain BABY OIL -          Berbaring dan Oleskan sedikit baby oil atau langsung masukkan beberapa tetes ke pusar -          Biarkan baby oil di pusar 5 sampai 15 menit untuk mengendurkan serat kotoran -          Gosok pusar yang telah diberi baby oil menggunakan kapas dengan lembut Nah, demikian tips, ayo jangan malas lagi menjaga kebersihan pusarmu ya ;)  Baca juga: Cara Tepat Untuk Membersihkan Pusar Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: Dechacare
 29 Jan 2019    08:00 WIB
Mana yang Lebih Baik, Tisu Toilet Atau Air Bersih?
Anda tentunya telah familiar dengan berbagai jenis kloset bukan? Selain kloset jongkok, sekarang ini telah banyak tersedia kloset duduk dengan berbagai tipe dan bentuk.  Salah satu kesamaan di antara berbagai jenis kloset duduk yang sekarang ini banyak digunakan di mal atau rumah pribadi adalah adanya suatu bagian kloset yang berfungsi untuk menyemprotkan air untuk membersihkan alat kemaluan Anda setelah buang air kecil.  Para ahli sendiri sebenarnya telah cukup lama berdebat mengenai mana cara membersihkan vagina yang lebih baik setelah buang air kecil, dengan tisu toilet atau dengan air bersih. Banyak wanita sekarang ini lebih memilih untuk menggunakan tisu toilet dibandingkan dengan air bersih. Selain karena dianggap lebih praktis, penggunaan tisu toilet juga dirasa lebih nyaman karena tidak membuat kemaluan menjadi basah dan lembab. Walaupun demikian, membersihkan kemaluan Anda dengan air bersih juga memiliki beberapa manfaat positif seperti: Membantu menurunkan penyebaran kuman Mengurangi iritasi yang dapat terjadi akibat gesekan antara kemaluan dengan tisu toilet Membantu menjaga kebersihan daerah kemaluan sebelum dan setelah berhubungan seks   Baca juga: 5 Cara Mengatasi Berbagai Jenis Bau Tidak Sedap   Menurut para ahli, selain lebih bersih, mencuci vagina dengan air bersih setelah buang air kecil juga dapat membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih, terutama bagi Anda yang sangat rentan terhadap infeksi ini. Hal ini dikarenakan sebagian besar infeksi saluran kemih disebabkan oleh infeksi bakteri yang ada pada vagina. Para ahli juga menganjurkan untuk membersihkan vagina Anda dengan air bersih sebelum dan terutama setelah berhubungan seks bagi para wanita yang rentan terhadap infeksi saluran kemih. Menurut the American Congress of Obstetricians and Gynecologists, terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko seorang wanita untuk menderita infeksi saluran kemih, yaitu: Sering berhubungan seks Menderita diabetes Obesitas Penyempitan saluran kemih Jadi, kesimpulannya adalah tisu toilet masih tetap boleh digunakan, akan tetapi bila Anda ingin membuat vagina Anda menjadi lebih bersih, maka gunakanlah air bersih untuk membilasnya setelah Anda menyelesaikan urusan Anda di toilet. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: womenshealthmag
 07 Aug 2018    18:00 WIB
Berciuman Sama Dengan Bertukar 80 Juta Kuman!
Tahukah Anda bahwa setiap kali Anda berciuman dengan pasangan Anda, maka Anda dan pasangan pun akan saling bertukar jutaan kuman? Melalui penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa ciuman ternyata bukan hanya bagian dari cara Anda untuk menunjukkan rasa cinta pada pasangan, tetapi juga menjadi ajang pertukaran kuman. Penelitian yang dilakukan di Belanda ini menemukan bahwa setiap kali seseorang berciuman selama 10 detik, maka sekitar 80 juta kuman akan berpindah dari orang tersebut pada pasangannya dan pasangan yang sering berciuman setiap harinya pun pada akhirnya akan memiliki jenis kuman yang hampir sama. Pada sebuah percobaan, para peneliti memberikan 21 orang pasangan sebuah minuman probiotik yang mengandung bakteri tertentu sebelum mereka mulai berciuman. Pemeriksaan apus mulut setelahnya menunjukkan bahwa sekitar 80 juta kuman telah berpindah. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa kuman yang terdapat di lidah seseorang biasanya hampir sama dengan kuman yang ditemukan pada lidah pasangannya dibandingkan dengan orang lain yang tidak dikenal. Secara umum, mulut sebenarnya merupakan rumah bagi lebih dari 700 jenis bakteri, akan tetapi tubuh merupakan rumah bagi lebih dari 100 miliar mikroorganisme, yang tentunya juga berfungsi untuk membantu melawan infeksi dan mencerna makanan. Baca juga: Rahasia Di Balik Sebuah Ciuman Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 05 Nov 2017    15:00 WIB
Bagaimana Membuat Kamar Mandi Bebas Kuman?
Beberapa hal yang harus dilakukan untuk membuat kamar mandi anda tetap bersih dan bebas kuman adalah:•    Bersihkan semua lantai dan dinding kamar mandi anda setiap minggu. Jika ada anggota keluarga anda yang sakit, bersihkan kamar mandi anda lebih sering•    Bersihkanlah kloset anda sesering mungkin. Bersihkan kloset, dudukan kloset, dan pegangannya sehari sekali. Diamkan cairan pembersih selama beberapa waktu sebelum menyiram toilet•    Pastikan dinding dan lantai kamar mandi anda bebas dari jamur. Gantilah kain penutup bak mandi anda bila terdapat jamur di atasnya•    Pastikan kepala pancuran air anda tetap bersih. Bakteri yang terdapat pada permukaannya dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan bila air yang telah terkontaminasi oleh bakteri tersebut mengembun (saat mandi) dan embun ini terhirup oleh orang yang sedang mandi. Bakteri ini lebih mudah tumbuh pada air yang tidak mengalir (bak mandi) dan pada tempat di mana kerak telah terbentuk pada kepala pancuran air•    Buanglah spons yang anda gunakan untuk membersihkan kamar mandi atau gunakanlah handuk bekas atau lap. Jangan gunakan spons yang sama untuk membersihkan lantai dan bak mandiBeberapa hal yang harus anda lakukan untuk menjaga kebersihan diri anda adalah:•    Cucilah tangan anda dengan baik setelah menggunakan kamar mandi atau sebelum menggosok gigi•    Tutuplah kloset saat anda menyiramnya karena bakteri dari tinja dapat berterbangan di udara saat anda menyiramnya dan mengkontaminasi sikat gigi anda•    Gantilah sikat gigi anda secara teratur dan buanglah saat ada anggota keluarga yang sakit•    Jangan letakkan sikat gigi pada tempat yang berisi air kotor dan air liur di dasarnya•    Gunakanlah gelas sekali pakai daripada gelas kaca Anak-anak, orang tua, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap infeksi berbagai kuman yang terdapat di dalam kamar mandi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 19 Mar 2016    11:00 WIB
9 Sumber Kuman di Dapur Anda
1.  Spons Cuci Piring dan LapSpons cuci piring merupakan tempat yang paling banyak mengandung kuman di dalam rumah anda. Spons yang basah merupakan tempat yang baik bagi bakteri untuk bertumbuh. Membersihkan tangan anda dengan lap setelah memegang daging mentah membuat bakteri di dalam daging berpindah ke lap tersebut. Untuk menghindari perpindahan kuman, cucilah spons cuci piring dan lap anda secara teratur.2.  CelemekCelemek merupakan salah satu sumber bakteri. Kontaminasi kuman dari makanan mentah ke makanan matang dapat terjadi melalui celemek. Oleh karena itu, cucilah celemek anda setiap kali selesai memasak.3.  TalenanTalenan anda dapat mengandung lebih banyak bakteri daripada dudukan kloset anda. Oleh karena itu, cucilah talenan anda, terutama setelah digunakan untuk memotong daging mentah, sayuran mentah yang akarnya masih mengandung tanah. Cucilah talenan anda dengan sabun cuci piring dan air bersih yang mengalir. 4.  KulkasMenjaga makanan tetap dingin di dalam kulkas tidak dapat membunuh bakteri yang terdapat di dalamnya, hanya dapat memperlambat pertumbuhan bakteri. Bersihkanlah kulkas anda secara teratur dan pastikan suhu di dalam kulkas anda tetap pada 5°C atau lebih rendah.5.  Lantai DapurLantai dapur merupakan tempat kuman berpindah tempat dari makanan mentah yang anda beli di pasar ke dalam dapur dan rumah anda. Pastikan agar anda membersihkan lantai dapur anda secara teratur.6.  Tempat Cuci PiringJamur dapat dengan mudah tumbuh di sekitar tempat cuci piring anda. Bersihkanlah tempat cuci piring anda secara teratur untuk mencegah jamur dan bakteri tumbuh subur di dalam dan sekitarnya.7.  Tempat SampahGunakanlah tempat sampah yang memiliki tutup pada dapur anda. Selain mencegah penyebaran bau tidak sedap, hal ini juga berguna untuk mencegah lalat hinggap pada sampah dapur anda yang kemudian dapat menyebarkan bakteri ke seluruh rumah anda. Bersihkanlah tempat sampah anda secara teratur.8.  Pegangan Pintu Saat anda memasak di dalam dapur, anda seringkali membuka lemari dapur anda, kulkas, atau menyalakan kompor anda. Hal ini dapat membuat bakteri menyebar ke berbagai pegangan tersebut. Bersihkanlah semua pegangan ini seminggu sekali untuk menghentikan penyebaran bakteri.9.  Tangan AndaTangan anda dapat membantu penyebaran bakteri ke berbagai benda dan tempat yang anda sentuh. Oleh karena itu, cucilah tangan anda dengan sabun dan air bersih sebelum menyiapkan makanan, setelah memegang daging mentah, setelah menggunakan kamar mandi, setelah memegang atau membuang sampah, dan setelah menyentuh hewan peliharaan anda.Sumber: webmd