Your browser does not support JavaScript!
 19 Jun 2019    16:00 WIB
Mengenal Penyebab Kelainan Tangan (Kontraktur Dupuytren)
Kontraktur Dupuytren merupakan suatu kelainan pada tangan yang disebabkan oleh terbentuknya jaringan ikat yang mengeras dan berkontraksi di bawah kulit tangan. Gejala awal terjadinya kontraktur ini adalah adanya penebalan pada kulit telapak tangan. Selain itu, juga dapat ditemukan adanya satu atau beberapa benjolan di bawah kulit telapak tangan, yang biasanya terletak di dekat jari manis atau jari kelingking. Seiring dengan semakin berkembangnya penyakit, benjolan-benjolan ini akan mengeras dan menyatu sampai ke jari-jari tangan. Benjolan yang mengeras ini kemudian akan berkontraksi dan membuat jari-jari tangan menekuk dan tidak dapat diluruskan kembali. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mencucui piring dan berjabat tangan. Penyebab pasti terjadinya kontraktur Dupuytren masih tidak diketahui. Akan tetapi tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang meningkatkan resiko anda menderita kontraktur Dupuytren seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Herediter Kontraktur Dupuytren bersifat herediter, artinya diturunkan dalam keluarga. Bila salah satu orang tua anda menderita kontraktur ini, maka resiko anda mengalami kontraktur ini lebih tinggi daripada orang yang orang tuanya tidak menderita kontraktur ini.   Asal Usul Anda Kontraktur Dupuytren paling sering ditemukan pada orang Eropa Utara, yaitu Inggris, Skotlandia, Irlandia, Belanda, dan Perancis atau pada orang Skandinavia, yaitu Denmark, Swedia, Norwegia, dan Finlandia. Akan tetapi, keadaan ini juga dapat dialami oleh semua ras dan etnis.   Jenis Kelamin dan Usia Kontraktur Dupuytren lebih sering terjadi pada pria daripada wanita dan biasanya terjadi setelah usia 40 tahun. Pada wanita, kontraktur Dupuytren terjadi pada usia yang lebih tua dan dengan gejala yang lebih ringan daripada pria.   Diabetes dan Epilepsi Para ahli masih tidak mengetahui mengapa kontraktur Dupuytren sering terjadi pada penderita diabetes dan epilepsi. Gejala kontraktur biasanya lebih ringan pada penderita diabetes. Walaupun tidak ditemukan hubungan antara cedera dan penggunaan tangan secara berlebihan dengan peningkatan resiko terjadinya kontraktur Dupuytren, akan tetapi kontraktur ini lebih sering ditemukan pada orang dengan riwayat cedera tangan.   Alkohol dan Merokok Walaupun para ahli sulit menemukan hubungan yang pasti antara kontraktur Dupuytren dengan konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok, akan tetapi mereka menduga adanya suatu hubungan antara kejadian kontraktur Dupuytren dengan kedua hal tersebut.   Prognosis Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan keadaan ini. Tindakan pembedahan dapat membantu mengatasi keadaan ini, akan tetapi tingkat kekambuhan pun masih tinggi. Kontraktur Dupuytren tidak menimbulkan rasa nyeri . Baca juga: Makanan Anti Galau  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: webmd
 27 Sep 2015    20:00 WIB
Mengenal Kontraktur Dupuytren
Apa Itu Kontraktur Dupuytren? Kontraktur Dupuytren adalah suatu keadaan di mana terbentuknya jaringan ikat keras dan padat di bawah kulit telapak tangan. Jaringan yang menebal dan memendek ini membuat beberapa jari menekuk ke dalam, kea rah telapak tangan dan menyebabkan kelainan bentuk tangan. Penyebab Para ahli masih tidak dapat mengetahui apa penyebab pasti dari kontraktur  Dupuytren ini, akan tetapi mereka menduga bahwa kelainan ini dapat diturunkan dalam keluarga (herediter). Gejala Gejala awal kontraktur Dupuytren yang dapat ditemukan adalah adanya suatu benjolan keras jaringan ikat yang terbentuk pada bagian bawah kulit telapak tangan. Benjolan ini terasa keras saat diraba, tetapi biasanya tidak nyeri. Seiring dengan berlalunya waktu, benjolan ini akan membentuk suatu kumpulan jaringan ikat padat yang menyebabkan jari-jari tangan menekuk ke dalam dan biasanya mengenai jari manis dan jari kelingking terlebih dahulu. Kumpulan jaringan ikat ini akan semakin mengeras dan menarik jari-jari tangan di dekatnya ke arah telapak tangan dan pada akhirnya membuat jari-jari tersebut tidak dapat diluruskan kembali. Keadaan ini disebut dengan kontraktur. Kontraktur  Dupuytren dapat mengenai kedua tangan, akan tetapi kontraktur pada salah satu tangan biasanya lebih berat daripada tangan lainnya. Kelainan tangan ini dapat membuat anda mengalami kesulitan untuk memegang atau menggenggam sesuatu. Keadaan ini membuat anda mengalami kesulitan saat berusaha membuka pintu atau menyisir rambut. Karena ibu jari tangan dan jari telunjuk biasanya tidak terkena, maka anda masih dapat memungut atau memegang benda kecil. Selain telapak tangan, kontraktur Dupuytren juga dapat mengenai bagian tubuh lainnya, seperti: Jari kaki Telapak kaki Penis Apakah Saya Menderita Kontraktur Dupuytren? Diagnosa kontraktur Dupuytren dapat ditegakkan melalui pemeriksaan fisik pada tempat yang terkena. Dokter dapat merasakan adanya jaringan padat pada telapak tangan anda dan meminta anda untuk menggerakkan tangan anda untuk mengetahui kekuatan dan jangkauan pergerakan tangan anda. Anda memerlukan tindakan pembedahan bila jari tangan anda tidak dapat diluruskan pada saat anda meletakkan tangan anda di atas meja dengan posisi telapak tangan menghadap meja. Pengobatan Bila kontraktur Dupuytren tidak mengganggu aktivitas harian anda, maka anda tidak memerlukan pengobatan apapun, akan tetapi bila keadaan ini mengganggu aktivitas anda sehari-hari, maka anda memerlukan pengobatan, seperti: Latihan peregangan bagi keadaan ringan Suntikan steroid dapat mengurangi peradangan dan memperlambat perkembangan penyakit, akan tetapi tidak dapat melurukan kembali jari tangan anda yang telah menekuk Suntikan Enzim Jika jari tangan anda telah menekuk, maka suntikan kolagenase, suatu enzim yang dapat melarutkan jaringan padat dapat membantu. Dokter biasanya akan menyuntikkannya di daerah yang terkena. Enzim ini dapat memperlemah ikatan di antara jaringan dan meluruskan jari anda. Sebagian besar orang biasanya memerlukan satu atau dua suntikan pada sendi yang terkena. Efek samping yang sering terjadi adalah pembengkakan atau perdarahan, memar, dan nyeri pada daerah suntikan. Efek samping yang serius tetapi jarang terjadi adalah kerusakan sendi, cedera saraf, dan terjadinya reaksi alergi. Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan yang biasa dilakukan adalan fasiotomi, yaitu mengangkat jaringan pada telapak tangan anda melalui insisi. Lalu luka terbuka bekas insisi ini dibiarkan sembuh sendiri atau ditutupi oleh suatu lapisan kulit yang diperoleh dari bagian tubuh lainnya. Beberapa resiko tindakan pembedahan pada kontraktur Dupuytren adalah: Kerusakan saraf dan pembuluh darah pada jari yang terkena Infeksi Kekakuan permanen pada jari tangan Diperlukan waktu sekitar dua bulan atau lebih agar anda dapat beraktivitas secara normal setelah pembedahan. Gerakkanlah jari anda untuk mengurangi rasa nyeri dan kaku. Memijat jari anda atau memberikan kompres hangat pada jari anda juga dapat membantu pergerakan jari dan mengurangi rasa tidak nyaman. Selain itu, anda juga mungkin memerlukan fisioterapi untuk mengembalikan jangkauan pergerakan jari anda. Kekambuhan kontrakur dapat terjadi setelah tindakan pembedahan bila jaringan ikat kembali terbentuk dan memerlukan tindakan pembedahan kembali untuk mengatasinya. Tindakan Aponeurotomi  Jarum Suatu tindakan pembedahan lainnya yang tidak terlalu invasif adala aponeurotomi jarum, di mana dokter memisahkan jaringan ikat yang menyatu dengan menggunakan jarum. Tindakan ini dapat dilakukan pada klinik dokter dengan menggunakan anestesi lokal. Karena tindakan ini tidak membuat suatu luka terbuka, maka dapat menurunkan resiko terjadinya infeksi dan cedera, serta proses penyembuhannya pun lebih cepat daripada tindakan pembedahan terbuka. Baca juga: Seorang wanita tiba-tiba tangannya membesar Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd  
 27 Sep 2015    09:00 WIB
Stadium dan Gejala Kontraktur Dupuytren
Kontraktur Dupuytren merupakan suatu kelainan tangan yang tidak menimbulkan rasa nyeri. Kelainan ini biasanya menyebabkan perubahan progresif lambat pada telapak tangan. Pada kontraktur Dupuytren, terbentuk suatu jaringan parut di bagian bawah kulit telapak tangan. Seiring dengan perkembangan penyakit, jaringan parut ini akan mengkerut dan menarik jari-jari tangan secara perlahan hingga menekuk. Keadaan ini disebut dengan kontraktur. Seiring dengan berlalunya waktu dan semakin berkembangnya penyakit, maka kontraktur ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Jari manis dan jari kelingking merupakan jari yang paling sering terkena. Penderita biasanya masih dapat melakukan aktivitas hariannya secara normal bila kelainan ini masih berada pada tahap awal.   Kontraktur Dupuytren Stadium Dini Pada sebagian besar kasus, kontraktur Dupuytren terjadi pada orang yang berusia lebih dari 40 tahun. Tanda awal kelainan ini adalah adanya suatu benjolan di dlaam telapak tangan anda. Selain benjolan, beberapa penderita kontraktur ini juga merasakan gatal, terbakar, atau kulit telapak tangan terasa keras selama beberapa waktu tertentu. Beberapa penderita mengatakan bahwa rasa keras ini menyerupai bekas luka yang akan segera menyembuh. Kelainan ini juga seringkali salah didiagnosa sebagai suatu tendonitis (radang tendon). Pada kontraktur Dupuytren, kelainan mengenai suatu lapisan jaringan tepat di bawah lapisan kulit dan tidak mengenai tendon. Pada tahap ini, benjolan keras yang terdapat pada telapak tangan disebut dengan nodul. Benjolan ini dapat menghilang dengan sendirinya pada sebagian kecil penderita. Akan tetapi, pada sebagian besar lainnya, maka kelainan ini akan terus berkembang. Benjolan ini dapat menetap selama beberapa bulan sampai beberapa tahun sampai gejala lainnya muncul. Beberapa pengobatan telah terbukti dapat mengatasi kelainan ini pada tahap awal, seperti suntikan kortikosteroid kerja panjang ke dalam benjolan dapat menghentikan perkembangan penyakit untuk sementara waktu. Kadang diperlukan beberapa kali suntikan untuk memperoleh efek terbaik.   Kontraktur Dupuytren Stadium Lanjut Kontraktur Dupuytren cenderung lebih cepat berkembang pada pria daripada pada wanita, dan juga lebih cepat memburuk bila mengenai kedua telapak tangan. Seiring dengan perkembangan kontraktur, nodul akan menebal dan terasa seperti ada tali di bagian bawah kulit. Lalu kulit di daerah tersebut akan mengkerut. Proses terjadinya kontraktur Dupuytren sebenarnya mirip dengan proses penyembuhan luka pada kulit. Adanya luka memicu tubuh untuk membentuk suatu jaringan parut dan proses pengkerutan, kemudian ujung kulit akan ditarik menyatu dan luka pun tertutup. Pada kontraktur Dupuytren, proses penyembuhan ini terjadi tanpa adanya pemicu atau luka. Gangguan pada aktivitas sehari-hari biasanya mulai terjadi saat kulit telah mengkerut dan menyebabkan terjadinya kontraksi yang membatasi pergerakan jari tangan.    Pengaruh Kontraktur Dupuytren Pada Kehidupan Anda Semakin berat kontraktur maka semakin terganggulah aktivitas anda sehari-hari. Penderita biasanya akan merasa kaku saat harus meluruskan telapak tangannya. Penderita yang berprofesi sebagai musisi yang memainkan piano biasanya merupakan yang paling dulu merasakan kekakuan ini. Seiring dengan semakin menekuknya jari-jari anda, maka anda akan merasa semakin sulit melakukan kegiatan anda, mulai dari mengambil sesuatu dari dalam kantong celana jeans anda, keramas, hingga mencuci wajah anda. Saat jari anda telah menekuk hingga 135°, maka anda akan mengalami kesulitan untuk mengeringkan kulit di daerah tersebut dan memudahkan infeksi jamur yang dapat menimbulkan bau tidak sedap. Baca juga: Hal Yang Sisiapkan Saat AKan Meditasi  Sumber: webmd