Your browser does not support JavaScript!
 25 Mar 2020    08:00 WIB
Pemeriksaan Kolonoskopi Baik Dilakukan, Tetapi Belum Sempurna
Menurut penelitian, sebanyak 6% dari kanker usus gagal dideteksi melalui pemeriksaan kolonoskopi.  Dr. N. Jewel Samadder, dari the Huntsman Cancer Institute di the University of Utah, mengatakan "kami menemukan kolonoskopi ternyata tidak sempurna, karena kami menemukan beberapa kasus kanker usus yang tidak dapat dideteksi oleh kolonoskopi." Kanker usus kebanyakan terjadi pada pasien berusia 65 tahun keatas, pasien yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker usus dan pasien yang memiliki riwayat polip usus. Pemeriksaan kolonoskopi dilakukan dengan cara memasukkan alat berbentuk tabung yang dilengkapi kamera khusus ke dalam tubuh melalui rektum untuk mencari tanda-tanda awal kanker didalam usus. Para peneliti mengumpulkan data dari pasien yang mengikuti prosedur kolonoskopi di Utah AS selama tahun 1995-2009. Ternyata sebanyak 6% dari pasien yang dinyatakan bebas kanker melalui pemeriksaan kolonoskopi ternyata mengidap kanker usus pada tiga sampai lima tahun berikutnya. Menurut studi, kanker ini mungkin terlewat saat deteksi dengan kolonoskopi atau kanker ini berkembang setelah pemeriksaan dilakukan. Pemeriksaan kolonoskopi untuk deteksi dini kanker usus harus dilakukan setiap 10 tahun sekali pada orang-orang berusia 50 tahun keatas dan 5 tahun sekali pada orang-orang yang memiliki faktor resiko. Peneliti juga mengungkapkan, banyak sel kanker ditemukan pada sisi kanan usus, yang merupakan daerah yang sulit dijangkau oleh kamera kolonoskopi. Dengan memahami keterbatasan dari kolonoskopi kita dapat memperbaiki penggunaannya dan memaksimalkan kemampuannya agar mengurangi angka kejadian dari kanker usus.Sumber: webmd