Your browser does not support JavaScript!
 10 Jul 2020    11:00 WIB
Apa Itu Kista dan Dimana Kista Biasa Tumbuh?
Kista merupakan suatu kantong atau kapsul yang terbentuk di dalam kulit atau di dalam tubuh. Kista dapat berisi cairan atau tersusun dari suatu bahan padat. Kista dapat timbul di mana saja di dalam tubuh seseorang, akan tetapi biasanya timbul pada kulit, ovarium (indung telur), payudara, atau ginjal. Sebagian besar kista bukan merupakan suatu keganasan. Kista Pada Kulit Terdapat dua jenis kista yang dapat tumbuh di bawah kulit, yaitu kista epidermoid dan kista sebaseus. Keduanya biasanya tampak sebagai benjolan berwarna seperti kulit atau putih kekuningan. Kista Epidermoid Kista epidermoid biasanya terbentuk saat sel-sel pada permukaan kulit berpindah pada lapisan kulit yang lebih dalam dan bertambah banyak. Sel-sel ini kemudian akan membentuk dinding kista dan menghasilkan suatu zat kekuningan (keratin) yang mengisi kista. Kista Sebaseus Kista sebasesus terbentuk di dalam kelenjar yang berfungsi untuk menghasilkan suatu zat minyak (sebum). Kista ini terbentuk karena terjebaknya sebum di dalam kelenjar. Kista ini biasanya terbentuk pada bagian belakang leher, punggung atas, dan kulit kepala. Kista Pada Pergelangan Tangan Kista yang sering timbul pada pergelangan tangan merupakan kista ganglion yang terasa seperti suatu benjolan kenyal seperti karet atau suatu pembengkakan lunak. Kista ini biasanya terbentuk akibat adanya cedera ringan yang menyebabkan cairan sendi diproduksi secara berlebihan pada suatu kantong di sebelah persendian. Kista ganglion juga dapat terbentuk pada jari atau kaki. Kista Pada Lutut Kista Baker merupakan kista yang terbentuk akibat penumpukkan cairan sendi pada bagian belakang lutut. Karena letaknya, kista ini dapat menyebabkan sendi lutut membengkak atau terasa kencang. Pada banyak orang, kista Baker berhubungan dengan terjadinya radang sendi atau cedera lutut. Kista Pada Ovarium Folikel ovarium yang tidak melepaskan sel telur di dalamnya dapat membentuk kista ovarium. Kista ovarium biasanya tidak berbahaya dan biasanya menghilang dengan sendirinya dalam waktu 2-3 bulan. Kista Pada Payudara Benjolan pada payudara dapat merupakan suatu kista atau suatu benjolan padat. Kista payudara juga biasanya bukan merupakan suatu keganasan. Kista Pada Vagina Kista kelenjar Bartholin terbentuk di dalam kelenjar Bartholin, yang terletak tepat di dalam saluran vagina dan berfungsi untuk memproduksi cairan vagina. Cairan vagina yang terperangkap di dalam kelenjar Bartholin atau adanya infeksi di dalam salah satu kelenjar dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar dan membentuk kista. Kista Pada Serviks Kista Nabothian dapat terbentuk bila salah satu kelenjar mukus di dalam serviks tersumbat. Kista Pada Ginjal Kista soliter merupakan kista yang paling sering terdapat di dalam ginjal. Kista ini biasanya berisi cairan dan tidak menimbulkan gejala apapun. Kista ginjal ini dapat merupakan suatu penyakit yang diturunkan dalam keluarga (penyakit ginjal polikistik), yang biasanya menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi dan gagal ginjal.Sumber: prevention
 30 Mar 2020    08:00 WIB
Mengenal Kista Indung Telur
Kista indung telur biasanya berupa kantong yang tidak bersifat kanker yang berisi material cairan atau setengah cair. Meskipun kista tersebut biasanya kecil dan tidak menghasilkan gejala, tetapi tetap diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk meyakinkan bahwa bukan merupakan suatu kanker. Penyebab dari kista indung telur Kebanyakan kista ovarium terbentuk saat siklus menstruasi normal. Kista ini dikenal sebagai kista fungsional. Kista jenis lainnya lebih jarang terjadi. Terdapat dua jenis kista fungsional : Kista Follikular. Kista follikular terbentuk ketika terjadi gangguan sehingga folikel tidak melepaskan sel telur dan berubah menjadi kista. Kista Korpus Luteum. Folikel pecah dan melepaskan sel telur, kemudian folikel ini mulai menghasilkan sejumlah besar estrogen dan progesteron untuk persiapan pembuahan. Folikel ini disebut sebagai korpus luteum. Terkadang, dapat terkumpul cairan di dalam folikel, sehingga menyebabkan korpus luteum berkembang menjadi kista. Obat-obat fertilitas, seperti Clomid dan Serophene, yang digunakan untuk menginduksi ovulasi, dapat meningkatkan resiko terjadinya kista korpus luteum setelah ovulasi. Gejala dari kista indung telur Kista indung telur biasanya tidak menimbulkan gejala. Ketika gejala muncul, biasanya berupa nyeri atau terlambat menstruasi. Kista indung telur dapat menimbulkan nyeri jika kista berukuran besar, pecah, timbul perdarahan, mengganggu suplai darah ke indung telur, mendapat trauma saat melakukan hubungan seksual, atau terputar atau menyebabkan puntiran (torsi) saluran telur (tuba falopi). Gejala-gejala kista ovarium dapat berupa: Kembung atau pembesaran perut Rasa nyeri saat pergerakan usus Nyeri pada panggul yang singkat sebelum atau sesudah mulai periode menstruasi Nyeri panggul yang tumpul dan konstan Nyeri panggul yang hebat dan tiba-tiba, seringkali disertai mual dan muntah, dapat merupakan tanda adanya puntiran (torsi) indung telur yang mengganggu suplai darah atau pecahnya kista dengan perdarahan Perubahan pada siklus menstruasi tidak umum terjadi pada kista follikular dan lebih sering pada kista korpus luteum. Bercak-bercak darah atau perdarahan dapat terjadi pada beberapa kista. Pengobatan untuk kista indung telur Terapi yang diberikan tergantung dari usia penderita, jenis dan ukuran kista, serta gejala-gejala yang ada. Tindakan yang dapat dilakukan adalah: Observasi. Jika seseorang tidak memiliki gejala dan pemeriksaan USG menunjukkan adanya kista berisi cairan yang kecil, maka kista dapat dipantau terlebih dahulu dan diperiksa kembali setelah beberapa bulan untuk melihat apakah telah hilang dengan sendirinya atau tidak. Pemberian pil KB. Obat KB dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kista baru. Pembedahan. Pembedahan dapat dilakukan jika kista indung telur berukuran besar, tidak tampak seperti kista fungsional, terus berkembang, dan tetap ada setelah dua sampai tiga siklus menstruasi. Selain itu, kista yang menimbulkan rasa nyeri atau gejala-gejala lainnya juga dapat diangkat. Kedua indung telur dan rahim juga dapat ikut diangkat jika kista tersebut bersifat ganas, atau jika massa kista terbentuk setelah menopause. Sumber: womba
 12 Jul 2019    18:00 WIB
Makanan Yang Harus Dihindari Penderita Kista Ovarium
Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang berkembang pada atau di dalam ovarium (indung telur). Walaupun sebagian besar kista ovarium tidak berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya, akan tetapi pada beberapa kasus, kista dapat menyebabkan menstruasi terasa nyeri atau meningkatkan volume darah menstruasi. Selain kadar hormonal, makanan ternyata juga dapat mempengaruhi fungsi dari ovarium dan bahkan juga dapat mempengaruhi kadar hormon yang berfungsi untuk mengatur sistem reproduksi. Berbagai penelitian awal menunjukkan bahwa pola diet tertentu dapat meningkatkan resiko terbentuknya kista ovarium, misalnya daging merah dan keju dapat meningkatkan resiko terbentuknya beberapa jenis kista ovarium. Sementara menurut penelitian lainnya, sayuran berdaun hijau diketahui dapat membantu mencegah terbentuknya kista ovarium.   Baca juga: Cara Mengecilkan Tumor dan Kista Secara Alami…   Bila Anda menderita penyakit ovarium polikistik (PCOS), maka dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan rendah lemak dan tinggi serat untuk membantu menurunkan berat badan. Makanlah lebih sering dengan porsi kecil untuk membantu menjaga berat badan dan memperbaiki kinerja insulin. Akan tetapi, bila Anda menduga atau memang telah didiagnosa menderita kista ovarium, maka pengobatan secepatnya merupakan cara yang terbaik. Mengkonsumsi makanan sehat memang baik bagi kesehatan Anda, akan tetapi bukan berarti berbagai makanan tersebut dapat mengobati kista ovarium yang Anda derita.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 20 Feb 2019    16:00 WIB
Berbagai Jenis Kista yang Dapat Terbentuk di Dalam Indung Telur
Seorang wanita dapat memiliki kista pada indung telur (ovarium) nya kapan pun di sepanjang hidupnya, bahkan sejak ia masih berada di dalam kandungan ibunya. Ada 3 macam kista yang dapat terbentuk di dalam ovarium.   Kista Fisiologis Kista fisiologis merupakan salah satu jenis kista yang paling sering ditemukan. Kista ini merupakan hal yang normal ditemukan karena kadar hormonal yang cukup fluktuatif di dalam tubuh wanita. Kista fisiologis biasanya tidak membutuhkan pengobatan karena mereka biasanya akan menghilang dengan sendirinya dan tidak memiliki resiko apapun.   Kista Non Kanker Tingginya kadar hormon di dalam tubuh wanita saat hamil dapat membuat bayi perempuan yang dikandungnya memiliki kista ovarium bahkan sebelum ia dilahirkan. Sebagian besar kista ovarium yang terbentuk di dalam janin akan menghilang sebelum bayi lahir dan sekitar 90% kista yang masih ada saat bayi dilahirkan akan menghilangkan dengan sendirinya saat bayi berusia 3 bulan. Setiap bulan, siklus menstruasi normal akan menyebabkan terjadinya perubahan kadar hormonal di dalam tubuh seroang wanita. Pada fase folikular dari siklus menstruasi, dapat terbentuk kista jinak yang berasal dari kopus luteum, kapsul pembungkus folikel yang berisi sel telur yang telah matang. Kista jinak yang terbentuk dapat berupa kista sederhana atau kista kompleks. Kista sederhana biasanya hanya berisi cairan, sementara kista kompleks mengandung jaringan padat. Hal terpenting yang perlu Anda ingat mengenai sebagian besar kista ovarium adalah bahwa mereka tidak membutuhkan terapi pembedahan. Waktu dan kadang obat-obatan merupakan pilihan pengobatan terbaik. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai hal ini.   Baca juga: Mengidap Gangguan Pada Indung Telurnya, Seorang Wanita Memiliki Janggut Lebat   Kanker Ovarium Kanker ovarium merupakan penyebab kematian tersering pada wanita. Cara terbaik untuk mendiagnosisnya adalah dengan melakukan USG panggul. Masalah utama yang harus dihadapi penderita adalah sebagian besar kanker ovarium terlambat dideteksi, biasanya baru ditemukan saat kanker telah memasuki stadium 3 atau 4. Walaupun tidak ada faktor resiko pasti yang dapat memicu terjadinya kanker ovarium, akan tetapi pil KB tampaknya dapat membantu mencegah terjadinya kanker ovarium. Mengkonsumsi pil KB selama 10 tahun berturut-turut dapat menurunkan resiko terjadinya kanker ovarium hingga 60%. Selain itu, semakin banyak anak yang dimiliki oleh seorang wanita maka semakin rendah resikonya untuk menderita kanker ovarium. Mengkonsumsi minuman beralkohol tampaknya tidak mempengaruhi resiko Anda untuk menderita kanker ovarium. Tetapi, menderita kanker payudara tampaknya dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker ovarium. Selain itu, genetika tampaknya juga berperanan dalam terjadinya kanker ovarium. Bila Anda memiliki gen kanker, BRCA1 atau BRCA2, maka resiko mereka untuk mengidap kanker ovarium adalah sebesar 15% dan 40%. Intinya adalah deteksi dini dapat membantu meningkatkan angka ketahanan hidup penderita kanker ovarium. Baca juga: Pengobatan Kista  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 24 Dec 2018    08:00 WIB
Berbagai Macam Kista Ovarium dan Hal yang Dapat Memicunya
Seorang wanita dapat menderita kista ovarium (kista indung telur) pada usia berapa pun, bahkan saat ia masih berada di dalam kandungan ibunya. Ada 3 jenis kista ovarium yang dapat diderita oleh seorang wanita, yaitu kista fisiologis, kista jinak, dan kanker. Kista yang paling sering terbentuk adalah kista fisiologis.   Kista Fisiologis Sebagian besar kista fisiologis biasanya terbentuk akibat kadar hormon yang berfluktuasi di dalam tubuh. Kista fisiologis biasanya tidak membutuhkan pengobatan karena biasanya kista ini akan menghilang dengan sendirinya.   Kista Ovarium Jinak (Non Kanker) Tingginya kadar hormon pada seorang wanita hamil dapat menyebabkan bayi perempuan di dalam kandungannya memiliki kista ovarium, bahkan sebelum ia dilahirkan. Sebagian besar kista ovarium fetal akan menghilang dengan sendirinya sebelum bayi dilahirkan. Jika masih ada kista yang tersisa, sekitar 90% nya akan menghilang dengan sendirinya saat bayi berusia 3 bulan. Setiap bulan, saat seorang wanita mengalami menstruasi, maka akan terjadi perubahan kadar hormon di dalam tubuhnya. Perubahan kadar hormon inilah yang dapat memicu terbentuknya kista ovarium. Jadi, satu-satunya resiko adalah menjadi seorang perempuan. Kista sederhana biasanya hanya berisi cairan, sedangkan kista kompleks dapat berisi benda padat. Kista ovarium jinak juga jarang membutuhkan tindakan pembedahan karena biasanya kista dapat menghilang dengan sendirinya saat seorang wanita memasuki masa menopause. Akan tetapi, bila diperlukan, ada obat-obatan yang dapat membantu mengecilkan ukuran kista.   Baca juga: Segala Hal yang Anda Ingin Ketahui Tentang Kista Ovarium   Kanker Ovarium Kanker ovarium merupakan kanker yang paling sering menyebabkan terjadinya kematian pada wanita. Cara terbaik untuk mendeteksinya sejak dini adalah dengan melakukan pemeriksaan USG panggul dengan kontras. Masalah utama dalam pengobatan kanker ovarium adalah bahwa kanker terlambat ditemukan, biasanya setelah kanker memasuki stadium 3 atau 4. Sebenarnya tidak ada hal tertentu yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker ovarium. Akan tetapi, beberapa penelitian menemukan bahwa penggunaan pil KB dapat mencegah terjadinya kanker ovarium. Menggunakan pil KB secara terus-menerus selama 10 tahun dapat menurunkan resiko terjadinya kanker ovarium hingga 60%. Selain itu, semakin banyak anak yang dimiliki seorang wanita, maka semakin rendah resiko kanker ovarium yang dimilikinya. Faktor genetika juga memiliki peranan dalam terjadinya kanker ovarium. Jika seorang wanita merupakan karier gen BRCA1 atau BRCA2, maka resikonya untuk menderita kanker ovarium akan meningkat hingga 15% dan 40%.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 23 Oct 2018    16:00 WIB
Pengobatan Herbal Bagi Kista Indung Telur
Wanita pada usia berapa pun tetap memiliki resiko untuk menderita kista indung telur (ovarium). Kista indung telur merupakan hal yang cukup sering ditemukan dan sebagian besar dapat menghilang dengan sendirinya dan tidak menimbulkan gejala apapun. Bila kista bertambah besar dan tidak menghilang, maka kista dapat menimbulkan gejala berupa nyeri perut atau nyeri saat berhubungan intim. Jika Anda mengalami gejala ini disertai oleh demam dan menggigil, segera cari pertolongan medis. Banyak ahli menduga kista ovarium terjadi akibat gangguan keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh, terutama pada wanita yang mengkonsumsi obat kesuburan. Jika kista ovarium Anda tidak dapat menghilang dengan sendirinya, maka Anda dapat menggunakan beberapa jenis tanaman herbal di bawah ini untuk membantu mengecilkan kista. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi tanaman herbal di bawah ini.   Baca juga: Mengidap Gangguan Pada Indung Telurnya, Seorang Wanita Memiliki Janggut Lebat   Chasteberry Chasteberry merupakan tanaman herbal yang cukup sering digunakan untuk membantu menyeimbangkan kadar hormon estrogen dan progesteron serta untuk mengecilkan kista ovarium dan mioma uteri. Chasteberry sebaiknya dikonsumsi di pagi hari, segera setelah Anda bangun, dan sekitar 1 jam sebelum waktu sarapan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal. Dianjurkan untuk mengkonsumsi 20-40 mg chasteberry setiap harinya. Akan tetapi, perlu diingat bahwa efeknya tidak cepat, dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk mendapatkan hasilnya. Chasteberry dapat menyebabkan timbulnya efek samping ringan seperti gangguan pencernaan, diare, atau mulut kering.   Red Clover Red clover mengandung banyak fitoestrogen, yang memiliki fungsi yang menyerupai dengan estrogen di dalam tubuh manusia. Red clover telah diketahui dapat membantu menyeimbangkan kadar hormon wanita dan seringkali ditemukan dalam bentuk teh. Red clover tidak hanya dapat digunakan untuk mengatasi kista ovarium, tetapi seringkali juga digunakan untuk memperbaiki siklus menstruasi seorang wanita.   Uterine Herb Tea Uterine herb tea merupakan teh yang mengandung berbagai tanaman herbal yang diketahui dapat mempengaruhi hormon wanita. Teh ini cukup efektif untuk mengatasi kista ovarium. Teh ini dipercaya dapat membantu mengeluarkan sisa-sisa kotoran di dalam rahim setelah penggunaan chasteberry. Cara membuatnya adalah campurkan 1 sendok teh cramp bark, motherwort, akar burdock dan akar ubi liar dengan ½ sendok teh akar jahe, daun mullein, daun cleaver, dan prickly ash bark.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 30 Jul 2017    15:00 WIB
Segala Hal yang Anda Ingin Ketahui Tentang Kista Ovarium
Kista ovarium merupakan momok yang menakutkan untuk setiap wanita. Apakah Anda juga khawatir? Anda tidak sendirian. Ada banyak wanita di luar sana juga merasakan kekhawatiran yang sama dengan Anda. penelitian mengatakan setiap wanita yang memasuki masa pre menopause mengkhawatirkan akan terkena kista ovarium. Artikel berikut akan membuka wawasan Anda tentang apa itu kista ovarium dan bagaimana perjalanan penyakitnya. Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang menetap di dalam atau pada permukaan ovarium. Jika folikel di dalam ovarium membesar lebih dari 2 cm maka akan menjadi kista. Sebagian besar kista ovarium tidak berbahaya dan akan menghilang dengan sendirinya. Namun kista ini akan menjadi hal yang parah dan dapat berkembang menjadi sel kanker apabila dipicu dengan pola hidup yang tidak sehat. Gejala yang terjadi apabila terdapat kista di rahim Anda adalah menstruasi yang tidak teratur, nyeri pinggul, mual, perut membesar, dan nyeri di payudara. Apabila Anda mengalami hal tersebut maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Jika kista yang Anda miliki belum terlalu berbahaya maka dapat dihilangkan dengan obat penghilang rasa sakit dan pil KB yang tentu saja telah disarankan dokter. Namun apabila telah parah dan mengganggu aktivitas Anda, maka dapat dioperasi. Kista yang terlambat untuk dideteksi dapat berkembang menjadi kanker yang berbahaya. Oleh karena itu rajin-rajinlah untuk berkonsultasi dengan dokter dan memeriksakan kesehatan reproduksi Anda.Sumber: magforwomen