Your browser does not support JavaScript!
 30 Jun 2014    13:00 WIB
Benarkah Ketamin Dapat Membantu Mengatasi Depresi Berat?
Menurut para peneliti di Inggris, ketamin, obat yang sering digunakan untuk “berpesta” mungkin dapat digunakan untuk membantu mengatasi gejala depresi berat. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati reaksi obat ketamin ini pada 28 orang yang menderita gangguan depresi. Para peneliti kemudian menemukan bahwa ketamin dapat membantu mengatasi gejala depresi dengan cepat pada beberapa orang dan membuat beberapa  orang penderita mengalami perbaikan gejala hanya dalam waktu beberapa minggu saja. Walaupun demikian, para ahli tidak menyarankan agar para penderita depresi mengkonsumsi obat ini secara teratur dan dalam jangka waktu lama. Karena selain berbagai efek samping yang mungkin timbul, pemberian ketamin dalam waktu singkat telah dapat sangat membantu penderita depresi berat yang sebelumnya memiliki keinginan untuk bunuh diri. Walaupun banyak di antara penderita yang kembali kambuh dalam waktu 1-2 hari setelah pemberian ketamin, akan tetapi sekitar sepertiga dari penderita merasakan manfaat pemberian ketamin selama setidaknya 3 minggu dan sekitar 15% penderita tidak mengalami kekambuhan selama lebih dari 2 bulan. Para peneliti saat ini masih perlu melakukan penelitian klinis untuk mengetahui berapa dosis ketamin yang tepat dan apakah ada obat lain yang dapat digunakan untuk memperpanjang efek positif dari ketamin bagi para penderita depresi berat ini. Ketamin merupakan obat yang sering digunakan dalam dunia kedokteran sebagai obat anestesi (obat bius) dan sebagai pereda nyeri. Akan tetapi, obat ini juga banyak disalahgunakan sebagai obat terlarang. Perbedaan antara ketamin yang digunakan sebagai obat bius dan sebagai obat “pesta” adalah pada dosisnya. Dosis penyalahgunaan ketamin adalah sekitar beberapa gram setiap harinya yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan saluran kemih dan gangguan fungsi otak. Sedangkan, dosis yang digunakan pada penelitian ini adalah tidak lebih dari 80 mg setiap minggunya. Ketamin sering digunakan untuk mengatasi gejala depresi berat bila penderita tidak memberikan respon apapun terhadap pengobatan anti depresi lainnya.  Pada penelitian ini, para peneliti memberikan pengobatan ketamin pada sekitar 28 penderita depresi berat yang tidak merespon terhadap pengobatan anti depresi lainnya. Para penderita ini kemudian mendapatkan perawatan selama 3 minggu, di mana mereka menerima 3-6 infus ketamin, yang masing-masing berlangsung selama 40 menit.  Para peneliti kemudian melakukan pemeriksaan daya ingat pada para penderita beberapa hari setelah pengobatan. Penderita juga diminta untuk memberikan laporan keadaan mood mereka melalui email atau pesan singkat.  Hasilnya adalah 3 hari setelah pemberian infus ketamin, terjadi penurunan gejala depresi pada sekitar 29% penderita. Para penderita merasa bahwa mereka akhirnya dapat berpikir lebih jernih untuk pertama kali dalam beberapa tahun belakangan.    Sumber: foxnews