Your browser does not support JavaScript!
 07 Jun 2014    13:00 WIB
Penggunaan Obat Alergi (Antihistamin) Untuk Mengobati Insomnia
Antihistamin dapat menyebabkan rasa kantuk, dan dapat menyebabkan Anda tertidur untuk beberapa hari, tetapi penggunaan antihistamin secara rutin tidaklah direkomendasikan. Antihistamin dapat memicu munculnya rasa ngantuk dengan bekerja melawan histamin, suatu bahan kimia yang diproduksi oleh sistem syaraf pusat. Faktanya,penggunaan antihistamin ini dapat menyebabkan terlalu banyak tidur. Produk ini dimaksudkan untuk digunakan selama dua atau tiga hari saja. Tetapi saat stress, dalam perjalanan atau kesulitan tidur dapat membuat Anda tetap terjaga. Toleransi terhadap efek sedasi pada obat antihistamin dapat berlangsung dengan cepat, sehingga semakin lama Anda mengkonsumsi obat antihistamin ini, semakin kurang efek tidur yang akan dihasilkannya. Efek samping yang mungkin muncul karena penggunaan antihistamin adalah rasa kantuk sepanjang hari, mulut kering, pusing dan masalah daya ingat. Juga yang harus diingat, diphenhidramin dan doxylamine yang merupakan jenis antihistamin sedasi yang paling banyak digunakan dalam pengobatan insomnia, tidak direkomendasikan untuk mereka yang menderita glaukoma sudut tertutup, asma, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit hati kronis atau retensi urin karena dapat memperlemah kemampuan berkemih atau kesulitan untuk memulai berkemih. Kebanyakan obat tidur tidak direkomendasikan untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Jika Anda memang mengalami masalah insomnia kronis, jangan bergantung dengan antihistamin atau obat yang membantu Anda untuk tidur. Mulailah dengan perubahan gaya hidup, misalnya: Memgikuti jadwal tidur dengan teratur Menghindari konsumsi kafein dan menghindari tidur siang Lakukan aktivitas siang dengan aktif Mengatasi stress Jika Anda tetap mengalami kesulitan tidur setelah menjalankan gaya hidup diatas, konsultasikan dengan dokter Anda. sebagai tambahan dari perubahan gaya hidup yang Anda lakukan, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan cara untuk menciptakan lingkungan yang mendukung Anda cepat tidur atau mengajarkan terapi perilaku yang akan membantu Anda mempelajari cara baru untuk tidur. Pada kasus tertentu penggunaan resep obat mungkin dapat membantu.   Sumber: mayoclinic