Your browser does not support JavaScript!
 10 Dec 2014    11:00 WIB
Apa Hubungan Antara Bulan Kelahiran Dengan Kesehatan Anda?
Tahukah Anda bahwa bagaimana keadaan kesehatan Anda di masa yang akan datang ternyata juga dipengaruhi oleh kapan Anda dilahirkan, khususnya bulan kelahiran Anda? Para peneliti masih tidak mengetahui secara pasti mengapa bulan kelahiran seseorang dapat mempengaruhi keadaan kesehatan orang tersebut di masa mendatang. Akan tetapi, para peneliti menduga terdapat beberapa faktor lingkungan yang turut mempengaruhi seperti kadar vitamin D atau perubahan suhu udara. Walaupun penelitian ini berhasil menemukan adanya hubungan antara bulan kelahiran seseorang dengan keadaan kesehatannya di masa mendatang, akan tetapi penelitian ini tidakk menemukan hubungan sebab akibat.   1.      Bulan Agustus-Oktober Sebuah penelitian di tahun 2013 menemukan bahwa anak-anak yang dilahirkan di antara bulan Agustus-Oktober memiliki kemungkinan sebanyak 30-90% untuk menderita alergi terhadap berbagai jenis makanan seperti telur, susu, atau kacang; dibandingkan dengan anak-anak yang dilahirkan pada bulan lainnya. Hal ini mungkin dikarenakan bayi yang lahir di bulan ini kekurangan vitamin D yang penting pada masa pertumbuhan. Hal ini dapat mempengaruhi kerja sistem kekebalan tubuh dan membuat anak-anak ini menjadi lebih rentan terhadap berbagai jenis alergen. Selain itu, kekurangan vitamin D juga dapat menurunkan fungsi perlindungan kulit yang dapat membuat berbagai jenis alergen lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Sebuah penelitian di Taiwan yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa anak-anak yang lahir pada bulan ini memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita asma hingga 13% dibandingkan dengan anak-anak yang dilahirkan pada bulan lainnya. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan paparan terhadap cuaca dingin selama beberapa bulan pertama kehidupan dapat memicu terjadinya reaksi alergi yang dapat menyebabkan terjadinya asma.   2.      Bulan November-Januari Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2009, anak-anak yang dilahirkan pada bulan ini lebih sering tidak menikah atau tidak menyelesaikan pendidikannya. Sebuah penelitian lainnya di Jerman menemukan bayi laki-laki yang lahir di antara bulan November dan Januari lebih sering bertangan kidal dibandingkan dengan bayi laki-laki yang dilahirkan pada bulan lainnya. Tingginya kadar testosteron di dalam rahim selama proses kehamilan berlangsung juga dapat menghambat kematangan otak bagian kiri, yang membuat perkembangan anak-anak bertangan kidal juga terhambat (lebih lambat dibandingkan dengan anak-anak lain yang menggunakan tangan kanan sebagai tangan yang dominan).   3.      Bulan Febuari-April Sebuah penelitian di tahun 2014 menemukan bahwa orang yang lahir di antara bulan Febuari dan April memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita limfoma non Hodgkin (sejenis kanker kelenjar getah bening) saat dewasa yaitu hingga 25% dibandingkan dengan anak-anak yang dilahirkan pada bulan lainnya. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak yang lahir di bulan April, terutama di tanggal 24 April juga lebih beresiko untuk mengalami kanker darah. Mengapa demikian? Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan bayi yang dilahirkan pada bulan ini tidak terpapar oleh berbagai infeksi tertentu selama masa perkembangan sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh berespon secara abnormal, yagn dapat membuat bayi-bayi ini lebih rentan terhadap limfoma non Hodgkin. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa orang yang lahir pada bulan April juga lebih beresiko terhadap berbagai jenis penyakit autoimun seperti multipel sklerosis, artritis rheumatoid, kolitis ulserativa. Sementara itu, anak yang dilahirkan di bulan Oktober memiliki resiko paling rendah terhadap berbagai jenis penyakit autoimun ini. Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa orang yang lahir pada bulan Febuari-April memiliki resiko yang lebih tinggi yaitu 21% untuk menderita melanoma (sejenis kanker kulit ganas) pada saat mereka berusia 30 tahunan dibandingkan dengan orang yang dilahirkan pada bulan lainnya. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan para bayi yang lahir pada bulan ini lebih banyak terpapar oleh sinar UV pada beberapa bulan pertama kehidupannya.   4.      Bulan Mei-Juli Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Hungaria, bayi yang dilahirkan di bulan Mei-Juli lebih beresiko untuk melakukan tindakan bunuh diri dibandingkan dengan anak-anak yang dilahirkan di bulan Juli. Para peneliti tidak mengetahui secara pasti apa hubungan di antara keduanya, akan tetapi mereka menduga bahwa hal ini mungkin berhubungan dengan interaksi antara lingkungan dan berbagai jenis neurotransmiter otak. Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa orang yang dilahirkan antara bulan Mei-Juli lebih beresiko untuk menderita rabun dekat yaitu hingga 17% bila dibandingkan dengan orang yang lahir di akhir tahun. Penelitian lainnya menemukan bahwa orang yang lahir di bulan ini lebih sering memiliki mood yang berubah-ubah,     Sumber: menshealth
 05 Dec 2014    11:00 WIB
Bagaimana Cara Memperoleh Ion Negatif dari Lingkungan Sekitar Anda?
Ion negatif merupakan sekumpulan atom oksigen yang mengandung sebuah elektron ekstra. Ion negatif dapat membantu membersihkan udara rumah Anda dari berbagai alergen seperti serbuk sari, debu, bakteri, virus, dan berbagai kotoran lainnya. Ion negatif paling banyak ditemukan pada berbagai tempat alami, terutama di daerah yang berdekatan dengan air yang bergerak (air terjun, sungai, atau laut) atau setelah badai. Dengan kemajuan ilmu teknologi, sekarang ini telah tersedia berbagai alat elektronik yang mampu menciptakan ion negatif di dalam ruangan Anda dan membersihkan debu, kotoran, bulu binatang, bau tidak sedap, asap rokok, bakteri, dan bahkan virus. Akan tetapi, bagaimana cara mendapatkan ion negatif dalam kehidupan Anda sehari-hari? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa cara bagaimana Anda dapat memperoleh ion negatif dalam kehidupan Anda sehari-hari.  1.      Berinteraksi Dengan Lingkungan Sekitar Anda Salah satu cara terbaik untuk memperoleh ion negatif dalam kehidupan Anda sehari-hari adalah dengan menikmati alam di sekitar Anda. Berpergian ke pantai dan bermain air, panjat gunung, membaca buku di taman, berenang di bawah air terjun, dan bahkan membuka jendela mobil Anda juga dapat membuat Anda terpapar oleh ion negatif dan Anda pun akan merasa lebih baik.  2.      Mandi Salah satu hal termudah untuk memperoleh ion negatif adalah dengan berada di dekat air mengalir, yaitu saat mandi.  3.      Berkebun Cara lainnya untuk memperoleh ion negatif adalah dengan berada di kebun atau taman yang menggunakan air yang mengalir seperti air terjun mini dan banyak tanaman hijau.  4.      Pendingin Ruangan Penghasil Ion Negatif Bila Anda terlalu sibuk untuk berpergian dan menikmati lingkungan alami di sekitar Anda, maka menggunakan pendingin udara yang dapat menghasilkan ion negatif juga dapat menjadi pilihan.     Sumber: marksdailyapple
 24 Nov 2014    10:00 WIB
Apa Hubungan Antara Pekerjaan dan Asma?
Sebuah penelitian baru di Jerman menemukan bahwa orang yang mengira bahwa mereka sedang terancam akan kehilangan pekerjaannya mungkin lebih beresiko untuk mengalami serangan asma saat telah dewasa dibandingkan dengan orang lain yang tidak terancam akan kehilangan pekerjaannya. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan kekhawatiran akan kemungkinan kehilangan pekerjaan dapat membuat seseorang mengalami stress kronik, yang membuat tubuh Anda lebih tidak sensitif terhadap kortisol, suatu hormon yang dihasilkan oleh tubuh, yang juga dapat menyebabkan terjadinya peradangan di dalam tubuh. Hal ini dapat memicu terjadinya peradangan pada saluran napas yang membuat saluran napas membengkak dan menyebabkan terjadinya asma. Selain memicu terjadinya proses peradangan di dalam tubuh, stress kronik juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh seseorang menjadi lebih lemah dan membuatnya lebih rentan terhadap berbagai jenis infeksi. Infeksi sinus (sinusitis) atau flu dan batuk juga dapat memicu terjadinya asma. Jadi apakah benar stress kronik dapat menyebabkan terjadinya asma atau memicu terjadinya asma pada orang yang memang rentan terhadap serangan asma karena faktor genetika? Para peneliti mengatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti apa jawaban yang tepat dari pertanyaan di atas. Akan tetapi, tidak ada salahnya bila Anda menghindari berbagai hal yang dapat memicu terjadinya asma saat mengalami stress seperti menghindari berbagai hal penyebab alergi, menjaga berat badan ideal, dan berhenti merokok. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penelitian ini tidak menunjukkan adanya hubungan sebab akibat antara kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan dengan peningkatan resiko terjadinya asma di usia dewasa.   Sumber: menshealth