Your browser does not support JavaScript!
 29 Jun 2019    11:00 WIB
8 Jenis Makanan Yang Baik Untuk Otak
Otak Anda mungkin bukan organ yang pertama kali terlintas di pikiran Anda saat membicarakan nutrisi. Tetapi tidak dipungkiri nutrisi untuk otak sangatlah penting. Tanpa jumlah protein, karbohidrat, antioksidan dan asam lemak omega 3 yang mencukupi, Anda bisa mengalami penurunan daya ingat dan kemampuan kognitif. Berikut adalah 8 jenis makanan yang akan memberikan nutrisi baik untuk otak Anda: Terong  Terong mengandung antioksidan yang disebut anthocyanins yang terbukti mampu memperbaiki daya ingat. 200 mg terong mengandung 1.500mg anthocyanins yang sangat direkomendasikan untuk meningkatkan daya ingat Anda.  Coklat Coklat hitam dapat meningkatkan kemampuan dari otak dengan sangat cepat. Studi yang dipublikasikan di Physiology & Behavior in 2011 menunjukkan 30 orang yang mengkonsumsi coklat hitam yang mengandung flavonoid sebelum mereka melakukan tes visual dan kognitif. Seminggu kemudian mereka melakukan tes yang sama tetapi sebelumnya mereka mengkonsumsi coklat putih yang mengandung flavonoid lebih sedikit. Peneliti menemukan saat peserta mengkonsumsi coklat hitam ternyata mereka bisa melakukan tes dengan lebih baik dibandingkan saat mengkonsumsi coklat putih. Kandungan flavonoid didalam coklat hitam mampu meningkatkan fungsi pembuluh darah di otak Anda. Sayur-sayuran Sayuran seperti brokoli, kembang kol dan kubis merupakan jenis sayuran yang mengandung sulfur tinggi yang akan membantu melindungi otak setiap harinya dari tekanan oksidatif. Selain itu brokoli juga mengandung vitamin C yang sangat penting untuk kerja otak. Buah berries Orang dewasa yang mengkonsumsi jus bluebery secara teratur selama 12 minggu mampu melakukan tes daya ingat lebih baik dibandingkan mereka yang tidak. Buah yang berwarna terang seperti berries terbukti mampu meningkatkan kapasitas daya ingat dan juga menghambat terjadinya demensia, mengurangi terjadinya inflamasi dan kerusakan otak yang disebabkan oleh radikal bebas. Gandum utuh Gandum utuh mengandung protein dan serat dibandingkan gandum biasa. Gandum utuh bisa menjaga kadar gula darah, energi dan ketajaman mental tetap stabil. Gandum utuh juga terbukti dapat menghambat penurunan kognitif.  Ikan yang mengandung asam lemak Dengan teratur mengkonsumsi salmon, sarden dan halibut yang mengandung asam lemak omega 3 yang dapat mengoptimalkan fungsi otak. Asam lemak pada ikan tersebut dapat merangsang pembentukan sel otak. Kacang walnut Kacang walnut sangat enak dan renyah dikonsumsi sebagai kudapan. Selain itu walnut dapat melindungi otak.  Teh hijau Menikmati teh hijau tanpa ditambahkan pemanis ternyata mampu meningkatkan fungsi otak. Teh hijau mengandung antioksidan yang mampu mencegah kerusakan otak yang disebabkan radikal bebas.     Sumber: livestrong
 06 Jan 2016    18:00 WIB
Mudah Lupa? Makan Makanan Ini!!
Bagaimana bila ada suatu cara yang dapat menurunkan resiko Alzheimer Anda hingga 50%? Sejumlah ahli gizi mungkin telah menemukan cara menakjubkan tersebut dari diet Mediteranian, yang mengandung banyak nutrisi penting dan rendah gula serta lemak tidak sehat. Menurut sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Rush University, diet MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay) telah terbukti cukup efektif dalam menurunkan resiko terjadinya Alzheimer, bahkan bila tidak dilakukan secara ketat. Untuk mencari tahu apakah benar diet MIND ini dapat membantu menurunkan resiko terjadinya Alzheimer, para peneliti menganalisa data dari 900 orang lanjut usia di Amerika. Pada penelitian ini, para peneliti hanya mengamati pola makan para peserta penelitian. Para peserta penelitian terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu: Kelompok yang melakukan diet MIND dengan ketat Kelompok yang melakukan diet Mediterania dengan ketat Kelompok yang melakukan diet DASH dengan ketat Kelompok yang melakukan diet MIND tetapi tidak ketat Kelompok yang melakukan diet Mediterania tetapi tidak ketat Kelompok yang melakukan diet DASH tetapi tidak ketat. Pada diet MIND ini, seseorang diminta untuk mengkonsumsi banyak ikan, lemak sehat, sayuran, dan gandum utuh. Selain dapat membantu menurunkan resiko terjadinya Alzheimer, diet MIND ini telah terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung dan kanker. Sedangkan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang menganjurkan seseorang untuk mengkonsumsi banyak buah, sayuran, dan produk susu rendah lemak telah terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke. Di bawah ini Anda dapat melihat contoh menu dari diet MIND di atas, seperti: 3 porsi gandum utuh Semangkok salad dan 1 porsi sayuran lain Segelas wine Kacang sebagai cemilan Buah blueberi atau strawberi Ayam atau ikan Kacang-kacangan 2 hari sekali Selain dianjurkan untuk mengkonsumsi beberapa jenis makanan di atas, pada diet MIND seseorang juga dianjurkan untuk menghindari beberapa makanan seperti mentega, keju, daging merah, pastry, permen, makanan yang digoreng, dan makanan olahan. Secara keseluruhan diet MIND menganjurkan agar seseorang mengkonsumsi lebih banyak sayuran serta protein nabati dan membatasi konsumsi berbagai jenis produk hewani dan makanan yang mengandung banyak lemak jenuh, tetapi tetap menekankan seseorang untuk mengkonsumsi berbagai jenis buah beri dan sayuran berdaun hijau.   Baca juga: 6 Hobi yang Bisa Membuat Anda Lebih Pintar   Setelah melakukan pengamatan selama 5 tahun, para peneliti menemukan bahwa peserta penelitian yang melakukan diet MIND memiliki resiko Alzheimer yang lebih rendah, yaitu hingga 53%. Sementara itu, peserta lainnya yang melakukan diet Mediterania memiliki resiko Alzheimer yang lebih rendah, yaitu hingga 54% lebih rendah. Sedangkan peserta yang melakukan diet DASH memiliki resiko Alzheimer yang juga lebih rendah, yaitu sekitar 39% lebih rendah. Peserta penelitian yang tidak melakukan diet MIND dengan ketat juga memiliki resiko Alzheimer yang lebih rendah, yaitu hingga 35% lebih rendah. Yang mengejutkan adalah bahwa hanya dengan melakukan diet MIND (walaupun tidak ketat), seseorang dapat menurunkan resiko Alzheimernya, sedangkan diet Mediterania dan diet DASH yang tidak dilakukan dengan ketat tampaknya tidak menunjukkan manfaat apapun. Walaupun masih banyak hal lainnya yang dapat mempengaruhi resiko seseorang untuk menderita Alzheimer seperti genetika, lingkungan, dan gaya hidup; akan tetapi diet ini tampaknya juga merupakan salah satu hal yang cukup mempengaruhi terjadinya Alzheimer.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: huffingtonpost