Your browser does not support JavaScript!
 09 Jun 2021    13:00 WIB
Benarkah Kesehatan Gigi dan Gusi Mempengaruhi Jantung
Saat ini, para ahli masih belum menemukan hubungan yang jelas antara kesehatan gigi dan penyakit jantung. Walaupun terdapat beberapa teori mengenai hal ini, akan tetapi belum ada bukti jelas yang menunjukkan adanya hubungan antara gangguan gusi dengan penyakit jantung. Hubungan ini mungkin lebih berhubungan dengan kesadaran diri akan kesehatan dan kebersihan diri, di mana orang yang memiliki gigi yang sehat dan rajin merawat gigi serta gusinya mungkin juga rajin berolahraga.Hubungan Gangguan Gusi dan Penyakit Jantung Baik gangguan gusi maupun penyakit jantung berhubungan dengan adanya proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh. Gingivitis atau peradangan gusi terjadi ketika gusi meradang dan bakteri masuk ke dalam jaringan gusi. Sementara itu, penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) juga berhubungan dengan peradangan. Pada aterosklerosis, terbentuk suatu kumpulan lemak yang menempel pada dinding pembuluh darah yang diakibatkan oleh suatu reaksi peradangan. Beberapa penelitian menemukan bahwa gangguan gusi merupakan salah satu faktor resiko penyakit jantung koroner, gangguan pembuluh darah dan arteri yang memperdarahi otak sehingga juga merupakan salah satu faktor resiko stroke. Penelitian lainnya menemukan bahwa orang yang memiliki gigi yang lebih sedikit dan memiliki banyak gangguan gusi memiliki resiko stroke yang lebih tinggi. Akan tetapi, beberapa penelitian lainnya tidak menemukan adanya hubungan gangguan gusi dan stroke. Penelitian lainnya menemukan adanya hubungan langsung antara penyumbatan pembuluh darah tepi di kaki dan gangguan gusi. Akan tetapi, sebuah penelitian yang dilakukan 2 tahun lalu di Amerika tidak menemukan bukti bahwa gangguan gusi dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke atau bahwa mengobati berbagai gangguan gusi tersebut dapat mencegah penyakit jantung dan stroke. Kesimpulannya adalah masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hubungan antara gangguan gusi dan penyakit jantung atau stroke.Walaupun para ahli masih belum menemukan bukti nyata adanya hubungan sebab akibat antara kesehatan jantung dan mulut, para ahli menemukan bahwa:•    Bakteri penyebab kedua gangguan ini hampir sama. Bakteri yang menyebabkan gangguan gusi juga ditemukan pada pembuluh darah yang mengalami aterosklerosis•    Baik gangguan gusi maupun penyakit jantung berhubungan dengan proses inflamasi atau peradanganMeskipun belum ditemukan adanya hubungan yang pasti antara kesehatan mulut dengan penyakit jantung, diimbau agar para dokter gigi memberitahu pasiennya yang menderita gangguan gusi sedang hingga berat bahwa mereka memiliki resiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah yang lebih tinggi, terutama bila pasien tersebut juga memiliki faktor resiko penyakit jantung lainnya seperti merokok dan tekanan darah tinggi. Lakukanlah pemeriksaan kesehatan anda secara teratur.Sumber: webmd
 24 May 2021    13:00 WIB
Hubungan Gangguan Gusi dan Berbagai Gangguan Kesehatan Lain
Para ahli telah menemukan bahwa gangguan gusi memiliki hubungan dengan berbagai gangguan kesehatan lainnya seperti penyakit jantung, diabetes, demensia (gangguan daya ingat), rematik sendi, dan kelahiran prematur. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui bagaimana hubungan ini terbentuk. Para ahli menduga bahwa bakteri di dalam mulut dapat masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan gangguan pada berbagai organ tubuh. Para ahli menduga bahwa proses inflamasi atau peradangan akibat gangguan gusi ini juga dapat meningkatkan atau menyebabkan peradangan di dalam seluruh tubuh anda dan memicu terjadinya berbagai penyakit lain seperti penyakit jantung dan rematik sendi.Gangguan Gusi dan Penyakit JantungSelama bertahun-tahun, banyak penelitian telah menemukan adanya hubungan antara gangguan gusi dan penyakit jantung, di mana orang-orang yang mengalami gangguan gusi biasanya juga memiliki kesehatan jantung yang buruk, seperti riwayat serangan jantung. Gangguan Gusi dan DiabetesJika anda menderita diabetes, maka anda pun lebih sering mengalami gangguan gusi daripada orang yang tidak menderita diabetes. Para ahli menduga bahwa inflamasi atau peradangan merupakan penyebab terjadinya ganguan gusi. Selain itu, penderita diabetes pun lebih mudah mengalami infeksi, termasuk infeksi pada gusi. Bila diabetes anda tidak terkontrol, maka anda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami ganguan gusi. Gangguan Gusi dan Demensia (Gangguan Daya Ingat)Gangguan gusi ternyata juga dapat meningkatkan resiko terjadinya demensia di kemudian hari. Para peneliti menemukan bahwa gangguan gusi juga berhubungan dengan terjadinya gangguan kognitif ringan, termasuk gangguan daya ingat yang membuat seseorang sulit melakukan aktivitasnya sehari-hari. Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa peserta penelitian yang memiliki gangguan gusi berat juga mengalami gangguan daya ingat berat (memperoleh nilai terendah saat mengikuti tes daya ingat). Gangguan Gusi dan Rematik SendiRematik sendi atau artritis reumatoid merupakan suatu penyakit autoimun yang ditandai dengan inflamasi (peradangan) dan nyeri sendi. Penderita rematik sendi biasanya lebih sering mengalami gangguan gusi. Sebuah penelitian menemukan bahwa gigi penderita rematik sendi lebih sering tanggal daripada orang yang tidak menderita rematik sendi.Peradangan kronik merupakan kondisi yang terjadi baik pada rematik sendi maupun pada gangguan gusi. Akan tetapi, para ahli masih belum menemukan bukti bagaimana gangguan gusi berhubungan dengan rematik sendi. Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa rasa nyeri, pembengkakan sendi, dan kekakuan sendi di pagi hari berkurang pada penderita rematik sendi berat setelah gangguan gusi yang mereka alami diobati. Gangguan Gusi dan Kelahiran PrematurWalaupun berbagai penelitian mengenai hubungan antara gangguan gusi dan kelahiran prematur masih memperoleh hasil yang berbeda-beda, akan tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang memiliki gangguan gusi lebih sering melahirkan bayinya sebelum waktunya (prematur) yang dapat mempengaruhi kesehatan bayi anda.Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa wanita hamil yang mengalami gangguan gusi dan telah menyelesaikan pengobatan gangguan gusinya sebelum kehamilannya mencapai usia 35 minggu lebih jarang melahirkan sebelum waktunya daripada wanita hamil dengan gangguan gusi yang tidak diobati.Sumber: webmd
 06 May 2021    12:00 WIB
Tidak Ingin Gigi Menjadi Rusak Selama Bulan Puasa?
Kebersihan dan kesehatan gigi harus sangat dijaga, dengan menjaga kesehatan gigi bisa membuat gigi menjadi sehat dan terhindar dari sakit. Selama bulan puasa belum tentu gigi bersih karena tidak mengkonsumsi makanan dan minuman, justru ketika bulan puas mulut kita lebih beresiko menjadi kering sehingga beresiko menimbulkan bau mulut. Saat bulan puasa kesehatan gigi dan mulut harus dijaga lebih ekstra. Ketika setelah sahur terkadang kita tidak menyikat gigi, sehingga bisa menimbulkan bakteri memakan sisa makanan di mulut, akhirnya membuat kesehatan gigi dan mulut menjadi terganggu. Jadi bagaimana caranya agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga ketika sedang berpuasa? Simak tips dibawah ini ! Kumur dengan obat kumur Menggosok gigi bisa merawat Kesehatan gigi, tetapi tahukah kamu bahwa menggunakan obat kumur merupakan hal yang penting ketika sedang berpuasa. Fungsi obat kumur ini bisa membersihkan sisa makanan atau bakteri yang masih tersisa didalam mulut setelah menyikat gigi. Sebaiknya pilih obat kumar yang tidak memiliki kandungan alkohol. Usahakanlah rutin menggunakan obat kumur setelah sikat gigi setelah mengkonsumsi makanan ketika sahur.   Teratur menyikat gigi Menyikat gigi merupakan hal yang sangat penting, karena sikat gigi bisa mengindari bau mulut, selain itu sikat gigi secara teratur bisa merawat Kesehatan gigi. Usahakanlah sikat gigi minimal 2 kali sehari, lakukannya setelah makan sahur, dan makan buka puasa. Mneyikat gigi berfungsi untuk menghilangkan bakteri serta sisa makanan yang ada dimulut dan gigi.   Menggunakan dental floss Dental folss bisa membantu menghilangkan sisa makanan yang menempel di sela gigi. Selain itu dental folss bisa membersihkan plak dan tar-tar menempel di gigi atau disela-sela gigi, sehingga gigi bersih secara total. Dental floss sangat membantu untuk mengurangi bau mulut.   Hindari mengkonsumsi makanan yang manis dan dingin Mengkonsumsi makanan yang manis dan dingin pasti sangat mengoda ketika ingin berbuka puasa, tetapi tahukah kamu mengkonsumsi makanan yang manis dan dingin bisa berbahaya untuk kita. Karena makanan itu bisa merusak kesehatan gigi, makanan manis dan gigi bisa menyebabkan gigi menjadi ngilu.    Baca juga: Puasa Aman Untuk Si Pengidap Penyakit Kencing Manis Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 07 Apr 2021    13:00 WIB
Dampak Buruk Gula Bagi Kesehatan
Gula dapat ditemukan pada banyak makanan. Gula seringkali digunakan untuk menambah rasa, mengawerkan makanan, dan untuk membentuk tekstur tertentu. Batasilah konsumsi gula anda hanya sebanyak 6-9 sendok teh setiap harinya untuk tetap sehat. Di bawah ini terdapat beberapa dampak buruk gula bagi tubuh dan kesehatan anda.1.  Meningkatkan Berat BadanSatu sendok teh gula mengandung 15 kalori, yang dapat menambahkan banyak kalori pada konsumsi kalori harian anda. Seiring dengan berlalunya waktu, tambahan kalori ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Minuman bersoda dan berbagai makanan manis tidak mengandung cukup protein atau serat sehingga tidak dapat memuaskan rasa lapar anda. Hal ini akan membuat anda makan dalam jumlah berlebihan yang menyebabkan peningkatan konsumsi kalori yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan.2.  Menyebabkan Kerusakan GigiGandum, buah-buahan, dan sayuran mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh anda untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi anda. Berbagai makanan manis tidak mengandung berbagai nutrisi penting ini dan juga dapat berdampak negatif bagi kesehatan gigi anda. Bakteri yang terdapat di dalam mulut anda akan bereaksi terhadap gula yang anda konsumsi dan menghasilkan suatu asam. Asam ini dapat menghancurkan enamel gigi anda dan menyebabkan gigi berlubang bahkan rusak. Semakin banyak gula yang anda konsumsi, maka semakin tinggi resiko terjadinya kerusakan gigi anda.3.  Menyebabkan Berbagai Gangguan KesehatanMengalami terlalu banyak peningkatan berat badan akbiat mengkonsumi makanan manis dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, diabetes, depresi, dan beberapa jenis kanker. Mengkonsumsi terlalu banyak gula juga dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Diet tinggi gula dapat meningkatkan kadar trigliserida anda. Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2002, mengkonsumsi terlalu banyak gula dapat menurunkan manfaat baik dari kolesterol HDL. Selain itu, diet tinggi gula juga dapat menyebabkan anda mengalami berbagai kekurangan nutrisi karena mengkonsumsi makanan manis membuat anda kenyang sehingga tidak dapat mengkonsumsi berbagai jenis makanan kaya nutrisi.Sumber: healthyeating.sfgate
 01 Apr 2021    13:00 WIB
6 Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak
Pembusukan gigi merupakan salah satu penyakit kronik yang paling sering ditemukan pada anak-anak yang berusia 6-11 tahun dan pada remaja berusia 12-19 tahun. Pembusukan gigi sebenarnya dapat dicegah dengan menjaga kesehatan mulut anak anda dengan baik, dengan teratur menyikat gigi setiap harinya.   1.      Mulailah Perawatan Gigi Anak Anda Sedini Mungkin Berdasarkan American Academy of Pediatrics dan American Academy of Pediatrics Dentistry, seorang anak sebaiknya mulai memeriksakan kesehatan giginya saat berusia 1 tahun.   2.      Ajarilah Kebiasaan Menyikat Gigi Mulailah menyikat gigi anak anda bila gigi anak anda telah tumbuh, bahkan bila hanya ada 1 gigi. Sikatlah gigi anak anda dengan sikat gigi bayi yang lembut dan gunakanlah pasta gigi yang mengandung fluoride. Sikatlah gigi anak anda dua kali sehari. Benang gigi dapat mulai digunakan saat anak telah memiliki 2 buah gigi yang berdekatan. Tanyakanlah pada dokter gigi anda mengenai cara membersihkan gigi dengan benang yang benar. Anda juga dapat menanyakan pada dokter gigi anda mengenai kapan anak anda boleh mulai menggunakan obat kumur mulut. Seorang ahli menyarankan bahwa bila anak anda telah dapat membuang ludahnya sendiri, maka berarti anak tersebut telah boleh mulai menggunakan obat kumur mulut. Perlu diingat bahwa obat kumur hanya digunakan sebagai pembilas dan tidak boleh diminum. Anak anda biasanya telah mulai dapat menyikat giginya sendiri saat ia telah mampu mengikat tali sepatunya sendiri. Waktu sikat gigi yang paling penting adalah di malam hari sebelum tidur. Jangan berikan makanan atau minuman apapun pada anak selain air putih bila anak telah menyikat giginya. Hal ini dapat membantu gigi tetap bersih dan memulai proses mineralisasi selama tidur melalui berbagai mineral di air liur dan pasta gigi.   3.      Hindari Makanan atau Minuman Manis Sebelum Tidur Jangan berikan anak anda susu atau jus buah sesaat sebelum tidur siang. Hal ini dapat sangat membahayakan kesehatan gigi anak anda. Minuman manis ini dapat menempel pada gigi anak anda dan hal ini merupakan sumber makanan bagi bakteri yang hidup di dalam mulut. Bakteri ini menghasilkan suatu asam yang dapat memicu terjadinya pembusukan gigi. Pembusukan gigi atau gangguan kesehatan gigi yang tidak segera ditangani dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak anda dan juga kemampuannya dalam belajar serta berbicara. Jika anak anda tidak dapat tidur tanpa meminum sesuatu, berikanlah air putih. Penggunaan sippy cup terlalu lama juga dapat menyebabkan pembusukan pada bagian belakang gigi. Selain itu, terlalu sering dan terlalu banyak mengkonsumsi jus buah pada anak telah terbukti berhubungan dengan kejadian obesitas dan pembusukan gigi pada anak. Batasilah pemberian jus buah setiap harinya, tidak lebih dari 4 ons setiap harinya. Batasi juga konsumsi makanan dan minuman manis.   4.      Jangan Menggunakan Dot Terlalu Lama Penggunaan dot dalam waktu lama dapat membahayakan kesehatan gigi anak anda. Menyedot dot terlalu kuat dapat mempengaruhi susunan gigi atas dan bawah anak anda, bahkan dapat mempengaruhi bentuk mulut anak anda. Gunakanlah dot pada masa bayi dan hentikanlah penggunaannya bila anak anda telah memasuki usia 2 tahun. Segera hubungi dokter gigi anda bila anda masih tidak dapat melepaskan kebiasaan mengendot saat anak anda berusia lebih dari 3 tahun.   5.      Waspadai Obat-obatan yang Dapat Mengganggu Kesehatan Gigi Sebagian besar obat-obatan anak terasa manis dan mengandung gula. Hal ini dapat membahayakan kesehatan gigi anak anda, bahkan menyebabkan pembusukan gigi bila obat-obatan ini menempel pada gigi. Beberapa jenis obat-obatan asma dan antibiotika dapat menyebabkan pertumbuhan jamur yang berlebihan dan mengakibatkan terjadinya infeksi jamur pada mulut. Dokter gigi biasanya akan mencurigai adanya infeksi jamur pada mulut bila terlihat suatu lapisan putih tebal pada bagian atas lidah atau di dalam mulut. Jika anak anda memiliki suatu penyakit kronik, seperti asma atau penyakit jantung, maka tanyakanlah pada dokter gigi anda berapa kali anak anda harus menyikat giginya. Dokter gigi anda biasanya akan menyarankan anda untuk menyikat gigi anak anda 4 kali sehari.   6.      Bersikaplah Tegas Walaupun anak anda seringkali enggan menyikat giginya dan menjadi rewel setiap kali menyikat giginya, anda tetap harus mempertahankan kebiasaan menyikat gigi ini untuk menjaga kesehatan giginya. Di bawah ini terdapat beberapa tips yang mungkin dapat membantu anda menghadapi anak anda, yaitu: Anak-anak biasanya belum memiliki keterampilan menyikat gigi dengan baik hingga berusia 6 tahun. Oleh karena itu, terus bantu anak anda menyikat gigi hingga anak anda dapat menyikat giginya dengan baik dan benar Buatlah jadwal waktu sikat gigi bagi anak anda. Dianjurkan untuk menyikat gigi anak anda di saat anak belum merasa terlalu lelah, hal ini dapat memudahkan anda Biarkanlah anak anda memilih sikat gigi dan pasta gigi yang disukainya Berikanlah hadiah untuk membujuk anak anda agar mau menyikat giginya Baca juga: Tips Agar Anak Tidak Takut dengan Dokter  Sumber: webmd
 18 Nov 2020    09:00 WIB
Bruxism atau Menggertakkan Gigi Saat Tidur, Apa Penyebabnya?
Bruxism adalah kebiasaan buruk berupa menggesek-gesek gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah, bisa timbul pada masa anak-anak maupun dewasa. Biasanya tindakan ini dilakukan pada saat tidur di malam hari dan penderita tidak menyadari bahwa ia memiliki kebiasaan buruk tersebut. Bruxism lebih sering dimiliki oleh kaum wanita dibandingkan pria. Apa saja gejala dan tanda dari bruxism? Pada saat tidur di malam hari, biasanya penderita akan mengeluarkan suara gigi-gigi yang beradu. Bila dilihat secara klinis, tampak adanya abrasi pada permukaan atas gigi-geligi rahang atas dan rahang bawah. Bila lapisan email yang hilang cukup banyak dapat timbul rasa ngilu pada gigi-gigi yang mengalami abrasi. Kadang terlihat adanya jejas atau tanda yang tidak rata pada tepi lidah. Apa saja perawatan yang dapat dilakukan untuk bruxism? Biasanya kasus-kasus bruxism terlambat didiagnosa karena penderita tidak menyadari bahwa mereka memiliki kebiasaan tersebut. Untuk perawatan kasus ini dokter gigi akan membuatkan alat tertentu yang didesain dan dibuat khusus sesuai dengan susunan gigi-geligi pasien, alat ini disebut night-guard dan digunakan saat tidur pada malam hari.  Alat ini akan membentuk batas antara gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah sehingga tidak akan saling beradu. Pemakaian alat ini akan mencegah kerusakan yang lebih jauh pada gigi-geligi dan membantu pasien dalam menghentikan kebiasaan buruknya.Bila penyebab utama dari bruxism adalah stres, maka melakukan konsultasi dengan psikolog merupakan salah satu hal yang dapat membantu dalam menghilangkan kebiasaan buruk ini. Apa yang menyebabkan bruxism? Pada anak-anak, kadang kebiasaan ini timbul pada masa gigi-geligi sedang tumbuh. Pada orang-orang dewasa biasanya bruxism timbul karena adanya maloklusi (hubungan yang tidak baik antara gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah), stres, rasa marah, rasa sakit, atau frustasi. Apa saja akibat dari bruxism? Bruxism dapat menyebabkan abrasi (aus) permukaan gigi-gigi pada rahang atas dan rahang bawah, baik itu gigi susu maupun gigi permanen.  Lapisan email (lapisan terluar dari gigi) yang melindungi permukaan atas gigi hilang, sehingga dapat timbul rasa ngilu pada gigi-gigi tersebut. Bila kebiasaan ini berlanjut terus dan berlangsung dalam waktu lama, dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan periodontal (jaringan penyangga gigi), maloklusi, patahnya gigi akibat tekanan yang berlebihan, dan kelainan pada sendi Temporo Mandibular Joint (sendi yang menghubungkan rahang bawah dan tulang kepala).
 23 Oct 2020    09:00 WIB
5 Rahasia Gigi Putih Cemerlang
Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu dapat membuat gigi Anda menjadi berwarna kuning atau keabuan. Lalu bagaimana cara gigi tampak bersih dan putih? Simak tipsnya berikut ini: 1.      Pemutih Gigi Terdapat berbagai jenis pemutih gigi, mulai dari pasta gigi dengan pemutih hingga strip pemutih. Sebagian besar zat penghilang noda ini mengandung sedikit pemutih dan zat abrasif seperti dalam pasta gigi. Baking soda yang dicampur dengan jus lemon, menggigit makanan seperti apel, pir, dan wortel diduga dapat menjaga gigi anda tetap putih. Strawberi juga diduga mengandung zat yang dapat mengangkat noda dan vitamin C yang dapat mengangkat plak. Permen karet tanpa gula dapat merangsang pengeluaran air liur untuk membersihkan gigi dan menetralisir asam di dalam makanan. Perlu diingat bahwa semua pemutih gigi yang tersedia hanya berefek pada gigi asli Anda. Jadi berhati-hatilah menggunakannya apabila Anda menggunakan gigi palsu, karena dapat membuat warna gigi Anda tidak seragam. Menggunakan terlalu banyak pemutih gigi dapat membuat gigi Anda terlihat transparan dan tampak keabuan atau kebiruan. Jadi konsultasilah dahulu dengan dokter gigi sebelum mencoba pemutih gigi. 2.      Jangan Merokok Salah satu penyebab tersering dan terburuk yang dapat mengubah warna gigi adalah rokok. Gigi dapat berubah menjadi kecoklatan dan kuning, baik dengan merokok atau mengunyah tembakau. Selain itu, mengkonsumsi tembakau juga meningkatkan resiko terjadinya berbagai jenis kanker, bau mulut, dan penyakit gusi lainnya. 3.      Menghindari Minuman Tertentu Minuman yang paling sering mengubah warna gigi adalah kopi, teh, minuman soda berwarna gelap, dan berbagai jenis jus buah, terutama yang berwarna gelap. Jika suatu makanan atau minuman dapat menodai baju Anda maka makanan dan minuman tersebut juga dapat menodai gigi Anda. Minuman lainnya yang juga dapat mengubah warna gigi adalah anggur merah, jus cranberry, dan jus anggur. Tapi, bukan berarti Anda tidak boleh mengkonsumsi berbagai minuman ini, Anda hanya harus ingat untuk membersihkan mulut dengan berkumur dan menyikat gigi setelah mengkonsumsi berbagai jenis minuman di atas. Minuman manis dan asam juga tidak baik bagi kesehatan gigi Anda. Minuman asam dapat mengikis lapisan enamel Anda. 4.      Menghindari Makanan Tertentu Berbagai jenis makanan yang baik bagi kesehatan Anda, tetapi dapat mengubah warna gigi Anda adalah bluberri, blackberry, dan kismis. Bukan berarti Anda tidak boleh mengkonsumsinya lagi, Anda hanya harus membersihkan mulut dengan berkumur dan menyikat gigi segera setelah mengkonsumsi makanan tersebut. 5.      Obat-obatan Beberapa jenis zat yang dapat mengubah warna gigi Anda adalah: Obat kumur yang mengandung klorheksidin atau setilpiridinium klorida Antibiotika tetrasiklin yang dapat membuat gigi yang masih berkembang menjadi keabuan Obat yang mengandung zat besi Fluride bila digunakan secara berlebihan Beberapa jenis obat anti histamin, anti psikotik, dan anti hipertensi Berkonsultasilah dengan dokter sebelum Anda menggunakan pemutih gigi apapun dan atau jika berbagai pemutih gigi yang Anda gunakan tidak efektif. Periksakanlah keadaan gigi Anda secara teratur pada dokter gigi setiap 6 bulan sekali.   Sumber: webmd  
 07 Sep 2020    09:00 WIB
Jaga Kesehatan Gigi Anak Anda Sejak Dini
Ajarilah anak anda cara menjaga kebersihan dan kesehatan mulutnya, termasuk gigi dan gusinya sejak dini untuk menjaga keutuhan giginya hingga lanjut usia. Anda dapat memulainnya dengan menjadi teladan yaitu dengan merawat gigi anda dengan baik sehingga anak anda pun mengetahui bahwa menjaga kesehatan mulut merupakan suatu hal yang penting.Anda juga dapat membuat berbagai perawatan gigi menjadi saat yang menyenangkan bagi anak anda. Anda dapat menyikat gigi bersama dengan anak anda atau membiarkan anak anda memilih sendiri pasta gigi yang disukainya (sambil tetap memperhatikan komposisi dan manfaat pasta gigi tersebut) yang secara tidak langsung mendorong anak anda untuk menjaga kesehatan mulut, gigi, dan gusinya. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk melindungi gigi dan gusi anak anda, serta mengurangi resiko terjadinya gigi berlubang, yaitu: •  Beritahukanlah pada anak anda untuk menyikat giginya setidaknya 2 kali sehari, yaitu di pagi hari saat bangun tidur dan malam hari sebelum tidur dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk mengangkat plak•  Ajarkanlah anak anda untuk membersihkan sela-sela giginya setidaknya 1 kali sehari (floss) untuk mengangkat plak dan mencegah pembentukan karang gigi•  Berikanlah diet sehat dan seimbang pada anak anda. Batasi konsumsi makanan manis yang dapat meningkatkan pembentukan plak pada gigi•  Ajak anak anda untuk memeriksakan giginya secara teratur pada dokter gigi Satu hal yang perlu diingat adalah karena anak-anak cenderung menelan pasta gigi yang digunakannya, maka jangan gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride hingga anak anda sudah cukup besar dan dapat membuang ludah. Selain itu, pilihlah pasta gigi yang kandungan fluoridenya sesuai dengan usia anak anda. Jangan gunakan pasta gigi yang biasa anda gunakan pada anak anda juga, karena pasta gigi orang dewasa biasanya mengandung lebih banyak fluoride dan memiliki rasa yang tidak begitu disukai oleh anak-anak yang dapat membuat anak anda enggan menyikat gigi. Gunakanlah pasta gigi khusus anak-anak yang memiliki rasa beragam dan menarik.Sumber: webmd
 19 Aug 2020    09:00 WIB
Pentingnya Perawatan Gigi Selama Kehamilan
Kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut ibu, di mana dapat terjadi pembengkakan gusi dan gusi berdarah. Selain itu, hormon yang diproduksi selama kehamilan juga dapat membuat gigi anda lebih mudah terserang plak. Perawatan Gigi Sebelum Hamil Periksakanlah kesehatan gigi anda sebelum kehamilan. Dengan demikian, anda dapat mengetahui keadaan kesehatan gigi anda dan berbagai gangguan kesehatan yang ada sehingga anda dapat mengatasi berbagai masalah tersebut sebelum kehamilan terjadi. Perawatan Gigi Selama Kehamilan Beberapa hal yang harus anda lakukan dalam merawat kesehatan gigi anda selama kehamilan adalah: Beritahukanlah pada dokter gigi anda bahwa anda sedang hamil dan jangan melakukan pemeriksaan gigi pada trimester pertama kehamilan dan pada saat kehamilan anda telah berusia 30 minggu karena saat-saat ini merupakan saat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi anda. Anda dapat melakukan pemeriksaan gigi rutin pada trimester kedua. Semua tindakan pencabutan atau penambalan atau tindakan lainnya yang tidak perlu dilakukan dengan segera dapat ditunda hingga anda telah melahirkan Beritahukan pada dokter gigi anda setiap obat yang anda konsumsi Hindari melakukan foto rontgen apapun selama kehamilan Hindari penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol Lakukanlah pemeriksaan gigi secara teratur selama trimester kedua kehamilan karena kehamilan menyebabkan perubahan hormonal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan pada gusi Perhatikan setiap perubahan pada gusi anda selama kehamilan Jagalah kebersihan mulut dan gigi anda untuk mencegah dan atau mengurangi berbagai gangguan kesehatan mulut Jika rasa mual dan muntah di pagi hari membuat anda sulit menyikat gigi anda, gantilah pasta gigi anda dengan pasta gigi yang tidak berasa selama kehamilan. Anda juga dapat mencoba membersihkan mulut anda dengan air dan tunggulah sekitar 1 jam sebelum mulai menyikat gigi Hal lainnya yang perlu anda perhatikan adalah agar anda menghindari berbagai makanan manis. Keinginan atau mengidam makanan manis sering terjadi selama kehamilan. Akan tetapi, ingatlah bahwa semakin banyak anda memakan makanan tersebut maka semakin besar pula resiko kerusakan gigi anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi juga dapat ditularkan dari ibu pada anak. Konsumsilah makanan sehat dan seimbang selama kehamilan. Gigi bayi anda akan mulai berkembang saat kehamilan anda telah memasuki usia 3 bulan. Konsumsilah berbagai makanan kaya kalsium dan vitamin D seperti susu dan produknya, keju, dan yogurt bagi perkembangan gigi, gusi, dan tulang bayi anda.   Perawatan Gigi Setelah Melahirkan Bila anda mengalami gangguan kesehatan mulut apapun, baik pada gigi dan gusi, segera periksakan diri anda setelah melahirkan untuk memperoleh penanganan yang mungkin tidak dapat dilakukan selama kehamilan.    Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd