Your browser does not support JavaScript!
 31 May 2021    13:00 WIB
Mengapa saya sulit mempercayai orang lain?
"Saya tidak tahu kenapa, tapi saya susah sekali untuk mempercayai orang," kata salah satu orang kepada saya dalam suatu acara konseling. "Setiap kali saya mempercayai orang, saya selalu dikecewakan, jadi sekarang saya lebih memilih untuk tidak mempercayai siapapun kecuali diri saya sendiri." Mungkin anda pernah mendengar kata-kata tersebut, atau bahkan anda sendiri pernah atau sering bicara seperti itu. Mungkin anda pernah mengalami broken trust dalam relasi anda dan seringkali anda bertanya dalam diri anda sendiri apakah mempercayai orang lain itu sepadan dengan sakit hati yang anda rasakan. Ketika anda kesulitan untuk menentukan pilihan untuk mempercayai orang lain, antara iya dan tidak, ada baiknya ada mengenali akar permasalahan mengapa anda sulit mempercayai orang. Berikut ini adalah alasan umum mengapa anda menghindari atau sulit mempercayai orang lain: 1. Anda memiliki toleransi rendah untuk dikecewakan.   Setiap orang memiliki tingkat toleransi yang berbeda-beda terhadap rasa kecewa. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kepribadian kita, pengalaman masa kecil kita, kepercayaan pribadi kita terhadap nilai-nilai moral, budaya, self-awareness dan kedewasaan emosional kita. Kombinasi dari faktor-faktor tersebut membentuk pemikiran kita dan pemahaman kita tentang apa yang kita rasakan tentang diri kita pribadi dan orang lain. Pengalaman dan pemahaman anda mungkin membentuk pemikiran bahwa rasa percaya harus didapatkan, bukan diberikan, oleh sebab itu anda menahan rasa percaya sampai anda benar-benar yakin orang tersebut pantas untuk mendapatkan rasa percaya anda. Memiliki toleransi yang rendah bukanlah hal yang buruk, itu hanya berarti anda lebih lambat dalam ber-relasi dengan orang lain dan memproses rasa percaya kepada orang lain.   2. Anda memiliki ekspektasi yang tidak realistis terhadap orang lain.   Ekspektasi yang tidak realistis, tidak disebutkan atau tidak jelas adalah alasan utama broken trust. Dan semakin tinggi ekspektasi anda, akan semakin sulit untuk merasa puas ketika reaksi orang lain tidak sesuai dengan ekspektasi anda. Akan sulit sekali dan hanya sedikit orang yang dapat memenuhi ekspektasi anda. Trust seringkali jarang dibicarakan di dalam hubungan berelasi maupun hubungan romantic dan hanya dibahas ketika rasa percaya tersebut rusak. Dan rasa percaya yang rusak sering kali sudah terlambat untuk diperbaiki. Clarify your expectations! Memperjelas ekspektasi anda adalah obat yang mencegah rusaknya rasa percaya anda terhadap orang lain. Lebih baik memiliki pembicaraan yang awkward didepan namun memperjelas ekspektasi di awal daripada memperbaiki rasa percaya yang rusak.   3. Sakit hati masa lalu yang selalu dibawa.   Ada pepatah dalam Bahasa Inggris yakni "hurt people, hurt people" yang artinya orang yang pernah tersakiti akan cenderung terus menyakiti. Kecenderungan ini adalah bentuk dari self-protection yang tidak sehat. Memiliki toleransi yang rendah untuk dikecewakan, ekspektasi yang tinggi dan sakit hati masa lalu yang selalu dibawa, ketiga hal ini adalah bentuk dimana anda terjebak dalam victim mentality. Dan untuk keluar dari victim mentality anda tidak bisa menunggu orang lain untuk menyelamatkan anda, harus anda sendiri yang berusaha untuk bangkit dan sembuh dari victim mentality tersebut. Anda dapat memiliki hidup yang sehat secara mental dan dapat mempercayai orang lain apabila anda bertekad untuk tidak membiarkan sakit hati masa lalu selalu menghantui kehidupan anda sekarang dan di masa depan. Penulis buku When Your past is Hurting Your Present, Sue Agusutine berkata "anda tidak dapat mengontrol apa yang terjadi pada diri anda, namun anda dapat mengontrol apa yang anda rasakan di dalam diri anda".   Memiliki rasa percaya terhadap orang lain seperti oksigen bagi penyelam scuba diver, anda mungkin bisa tahan nafas selama beberapa menit namun anda akan tetap butuh oksigen dalam jangka panjang. Begitu juga dalam hidup berelasi, anda bisa hidup tanpa orang lain untuk sementara waktu tapi dalam jangka panjang hal tersebut tidaklah sehat. Oleh sebab itu memiliki rasa percaya terhadap orang lain sedikit demi sedikit dapat dipupuk kembali walaupun anda memiliki toleransi rasa kecewa yang rendah, ekspektasi yang tinggi dan memiliki sakit hati masa lalu. Anda memiliki pilihan untuk bergerak melewati hal-hal tersebut atau membiarkan diri anda stuck dalam posisi masa lampau. Dan hidup sehat secara mental adalah suatu hal yang sangat memungkinkan.  
 16 Dec 2020    11:00 WIB
Mengembalikan Rasa Percaya Setelah Diselingkuhi
Saat mengetahui pasangan Anda telah berselingkuh, hati Anda pasti akan hancur berkeping-keping. Rasa marah, sedih, kecewa, dan sakit hati bercampur aduk di dalam hati Anda. Anda bahkan mungkin memikirkan bagaimana caranya membalas rasa sakit hati Anda tersebut. Akan tetapi, bila Anda merasa masih ada harapan untuk memperbaiki hubungan Anda dan pasangan, maka ada beberapa aturan yang perlu ditegakkan sebelum Anda dan pasangan kembali rujuk. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang perlu dilakukan bila Anda dan pasangan sama-sama ingin memperbaiki hubungan paska perselingkuhan. Pastikan Perselingkuhan Sudah Benar-benar Berakhir Jika Anda ingin agar hubungan Anda dan pasangan memiliki kesempatan, maka beritahukan pada pasangan bahwa Anda tidak ingin kejadian ini terulang kembali. Beritahu bahwa Anda harus menjadi satu-satunya baginya dan bahwa perselingkuhannya harus benar-benar berakhir. Bila tidak, jangan harap Anda mau kembali rujuk bersamanya. Bersikaplah tegas dan pastikan pasangan Anda mengetahui bahwa Anda sama sekali tidak dapat menerima perselingkuhan yang sudah dilakukannya. Pastikan si dia tahu bahwa bila ia berselingkuh kembali, maka tidak akan ada lagi kesempatan kedua baginya. Pihak yang Berselingkuh Harus Bersedia Mencari Pertolongan Paska perselingkuhan, pasti sulit maju ke depan bila pasangan Anda enggan mengikuti konseling. Namun, sebelum mengikuti konseling, pasangan Anda harus mengakui bahwa tindakannya tersebut salah, bukan salah pasangan selingkuhnya atau bahkan Anda. Jangan biarkan pasangan Anda menyalahkan Anda atas perselingkuhannya karena hal ini murni keputusannya. Hal penting lainnya yang perlu diingat bila Anda dan pasangan ingin rujuk kembali adalah berhenti saling menyalahkan. Anda Tidak Perlu Melupakan, Tetapi Harus Memaafkan Menyimpan dendam hanya akan meracuni diri Anda dan hubungan asmara Anda dengan pasangan secara perlahan. Anda tidak akan pernah dapat melanjutkan hidup dan memiliki hubungan asmara yang sehat kecuali Anda dapat memaafkan pasangan Anda. Walaupun bekas luka hati akan tetap ada, Anda harus memaafkan pasangan Anda. Periksa Keadaan Hati Anda Pasangan yang pernah dikhianati biasanya akan merasa dirinya tidak berharga dan mungkin mengalami depresi, bahkan bunuh diri. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memonitor hati dan perasaan Anda. Kadangkala, pasangan yang berselingkuh pun dapat terluka dan mengalami depresi, bahkan ingin bunuh diri. Tahu Kapan Saatnya Untuk Melepaskan Bila Anda merasa bahwa Anda tidak dapat memaafkan perselingkuhan pasangan Anda, bahkan setelah melakukan konseling, maka Anda tidak perlu memaksakan diri. Selain itu, bila pasangan Anda tetap saja berselingkuh atau terus saja mengulangi perbuatannya atau bila Anda merasa tidak lagi ingin bersama dengan pasangan Anda, maka lanjutkanlah hidup Anda. Anda tidak perlu merasa bersalah karena tidak ingin mencoba memperbaiki hubungan dengan pasangan. Baca juga: Kenapa Sih Pria Selingkuh?! Sumber: cheatsheet
 08 Sep 2018    11:00 WIB
Apakah Pasangan Anda Bisa Dipercaya Atau Tidak? Temukan Jawabannya Pada Kuis Berikut!
Pria, bila Kita bicara mengenai pria banyak wanita yang seringkali merasa bahwa pria adalah makhluk playboy yang siap mempermainkan hati wanita. Apakah hal ini benar? Jawabannya adalah belum tentu. Karena beda pria beda juga sikapnya. Bisa jadi pria yang jadi pasangan Anda adalah pria baik yang benar-benar tulus mencintai Anda Jadi apakah Anda dapat mempercayai pasangan Anda? Atau sebaliknya Anda merasa dia tidak setia kepada Anda? Maka jawablah pertanyaan dibawah ini dan Anda akan menemukan jawabannya.   Berikut Pertanyaan Untuk Mengetahui Apakah Anda Percaya Dengan Pasangan (Pria) Anda? Seberapa sering pasangan Anda membelikan bunga atau hadiah tanpa alasan? A) Tidak pernah B) Sesekali C) Lebih sering   Mantan pacarnya menelepon untuk bertemu dengannya untuk makan malam, ketika Anda mengekspresikan kekhawatiran Anda yang dia lakukan: A) Telepon mantannya di depan Anda untuk memberitahu bahwa ia akan datang dengan Anda   B) Telepon mantannya dan menolak untuk datang C) Tetap pergi, tapi katakan tidak ada apa-apa   Anda melihat mobil pasangan Anda di sebuah mall ketika ia seharusnya berada di rumah teman menonton pertandingan. Ketika Anda bertanya apa yang dia lakukan, kemudian dia mengatakan: A) Kami pergi ke mall dan bersenang-senang sebelum menonton pertandingan B) Kami jadinya pergi ke mall karena pertandingan di tunda C) Ya, Kami bersenang-senang di rumahnya   Keintiman fisik yang diberikan kepada pasangan: A) Selalu sama B) Kadang agresif, kadang biasa C) Dia sekarang menjadi acuh tak acuh   Anda dan pasangan Anda bersama-sama di pantai ramai. Ia akan: A) Larut dalam membaca bukunya atau tidur B) Duduk di samping Anda tapi matanya melirik-lirik wanita seksi berpakaian renang C) Ambil setiap kesempatan untuk berkeliaran   Perlakuannya di depan umum: A) Dia penuh kasih saat berdua saja dengan Anda, namun tidak mau menunjukkan saat di depan orang lain. B) Dia tidak bisa melepaskan tangannya dari saya C) Kadang-kadang mesra, kadang tidak   Apakah dia memiliki banyak rahasia dengan Anda? A) Tidak, kami tidak memiliki rahasia B) Satu atau dua, karena semua orang membutuhkan privasi mereka. C) Dia memiliki banyak rahasia   Anda mengalami masalah di kantor, kemudian Anda meminta Anda datang untuk menghibur maka yang dia lakukan: A) Dia langsung datang dan akan menghibur Anda B) Hanya menelepon, mengatakan dia sibuk tetapi masih mencoba untuk menghibur C) Anda diminta untuk menyelesaikan masalah sendiri   Lebih Banyak A Anda tidak perlu khawatir sama sekali, karena dia adalah pria yang setia. Tentu saja, ia tidak melupakan bahwa ada banyak wanita menggoda dan menarik lainnya di planet ini, tapi dia bertekad untuk berusaha setia kepada Anda. Dia adalah tipe setia dan  Anda bisa percaya padanya. Lebih Banyak B Abu-abu, dia bukan tipe selingkuh. Namun bila ada wanita yang menggoda bisa saja dia tergoda. Jadi bila Anda ingin dia bertahan dengan Anda, maka Andapun harus berusaha untuk menjaga dia jangan sampai tergoda wanita lain. Lebih Banyak C Bisa jadi dia memang tidak setia, Anda harus benar-benar menjaga dia. Dia adalah pencari kesenangan dan egois tentang hal itu. Fakta bahwa ia memiliki rahasia karena takut perselingkuhan terdeteksi untuk sepanjang waktu.   Jadi yang mana jawaban untuk pasangan Anda?   Baca juga: 5 Hal yang Dapat Membuat Si Dia Meninggalkan Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: timesofindia
 08 May 2018    13:00 WIB
Cara Membangun Kembali Rasa Kepercayaan Anda Terhadap Seseorang
Mungkin Anda pernah mengalami pengkhianatan oleh kekasih Anda, teman baik Anda yang berbohong dan menipu Anda. Teman kerja yang mengakui pekerjaan Anda lakukan berdua namun diakui sebagai pekerjaan dia sendiri. Mungkin beberapa kejadian tersebut akan membuat Anda merasa sulit untuk kembali memberikan kepercayaan Anda kepada orang lain.    Berikut adalah tips yang dapat Anda ikuti untuk membuat Anda berani untuk memberikan kepercayaan Anda kembali: Menilai keadaan Sebelum Anda dapat membangun kembali kepercayaan pada seseorang yang telah mengkhianati Anda. Ada baiknya Anda bertanya terlebih dahulu apakah hubungan tersebut benar-benar penting untuk Anda selamatkan. Luapkan kemarahan Anda Saat Anda berhadapan dengan orang yang telah mengkhianati Anda. Anda harus meluapkan kemarahan Anda, biarkan dia tahu bahwa Anda marah, kecewa karena tindakannya. Menangis, menjerit, berteriak bila perlu. Jangan berekspektasi berlebihan Tiada manusia yang sempurna. Sekalipun orang yang sudah pernah mengkhianati Anda tidak bermaksud untuk mengkhianati Anda kembali. Namun bukan berarti dia akan melakukan segala sesuatunya sesuai dengan harapan Anda. Hal ini bertujuan untuk Anda bersikap realistis. Katakan apa yang Anda butuhkan Katakan sejujurnya pada orang yang telah mengkhianati Anda, bahwa saat ini Anda sedang membangun kembali kepercayaan Anda terhadapnya. Hal ini untuk membantu dia sadar apa yang harus dilakukan. Memberi dan menerima cinta Saat Anda memutuskan untuk menerima kembali seseorang yang telah mengkhinati Anda, tanyakan pada hati Anda mengapa Anda mau melakukannya. Apabila Anda melakukannya karena cinta, hal ini sudah benar, namun bila Anda melakukannya hanya untuk membangun opini publik sebaiknya Anda hentikan. Akui kesalahan dan tanggung jawab Ada baiknya Anda juga melakukan intospeksi kepada diri Anda sendiri. Mengapa orang tersebut sampai melakukan pengkhianatan terhadap Anda. Anda membutuhkan waktu Jangan memaksakan diri Anda untuk menerima kembali seseorang yang telah mengkhinati Anda secara terburu-buru. Sebaiknya Anda memberikan waktu untuk Anda sendiri, sampai Anda merasa siap     Sumber: wiikihow