Your browser does not support JavaScript!
 10 Jan 2020    18:00 WIB
Bahaya Mengemudi Dalam Keadaan Teler
Terdapat berbagai alasan mengapa seseorang memilih untuk mengkonsumsi minuman beralkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang. Hal ini mungkin dikarenakan mereka dapat merasa lebih rileks dan lebih percaya diri saat mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang.  Akan tetapi, baik alkohol maupun obat-obatan terlarang ini dapat mempengaruhi koordinasi motorik, daya konsentrasi, persepsi, kemampuan analisa, daya ingat, dan penglihatan (alkohol seringkali menimbulkan halusinasi visual maupun auditorik) seseorang. Baik alkohol maupun obat-obatan terlarang dapat membuat orang yang mengkonsumsinya merasa pusing sehingga sulit berkonsentrasi, menurunkan kemampuan mata untuk mengikuti pergerakan sebuah benda, bereaksi terhadap sesuatu hal, dan membedakan intensitas cahaya serta suara di sekitarnya. Semua hal ini dapat sangat membahayakan terutama bila orang tersebut juga sedang mengemudi kendaraan bermotor. Ia tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, tetapi orang lain.  Sebagian besar orang yang mengemudi dalam keadaan mabuk atau teler tidak percaya bahwa mereka tidak dapat mengemudi dengan baik hingga mereka mengalami kecelakaan.  Mengemudi kendaraan bermotor di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas, yang dapat membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Tidak hanya dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, mabuk atau teler juga dapat mempengaruhi pekerjaan dan hubungan Anda dengan orang lain di sekitar Anda, termasuk keluarga dan pasangan Anda.   Bahaya Mengemudi Dalam Keadaan Teler Seperti halnya minuman beralkohol, obat-obatan terlarang juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan mood, kecepatan respon, keterampilan, dan konsentrasi. Banyak orang mengkonsumsi obat-obatan terlarang untuk membuat pikiran dan tubuhnya merasa lebih rileks.  Walaupun setiap obat memiliki efek yang berbeda-beda, akan tetapi semua jenis obat ini dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Berbagai jenis obat-obatan ini dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menilai, mengemudi, dan membuat keputusan. Saat seseorang mengkonsumsi ganja; kecepatan reaksi mereka akan melambat, kesulitan menentukan jarak dan waktu yang tepat, sulit berkonsentrasi, gangguan koordinasi otot-otot tubuh, penurunan kewaspadaan, dan penurunan kemampuan membaca. Berbagai jenis stimulan dan obat-obat psikoaktif seperti amfetamin (ekstasi) atau kokain seringkali membuat penggunanya meyakini bahwa mereka dapat melakukan suatu hal melebihi kemampuan mereka. Orang yang mengkonsumsi amfetamin dapat menjadi seorang pengemudi yang agresif dan senang mengebut. Mereka juga akan mengalami kesulitan berkonsentrasi dan sulit mengemudi sehingga meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.  Obat-obat psikoaktif dapat membuat penggunanya memiliki penglihatan yang terbatas atau kabur, bahkan mengalami halusinasi. Mengemudi di bawah pengaruh heroin atau obat golongan opioid lainnya dapat sangat berbahaya karena obat golongan opioid dapat menurunkan kecepatan reaksi dan membuat orang tersebut merasa sangat mengantuk. Selain itu, orang yang mengkonsumsi obat golongan opioid juga dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi dan mengalami gangguan koordinasi otot yang sangat berbahaya bila harus mengemudi kendaraan bermotor.   Sumber: alcoholrehab  
 04 Aug 2014    10:00 WIB
Bahaya Mengemudi Dalam Keadaan Mabuk
Terdapat berbagai alasan mengapa seseorang memilih untuk mengkonsumsi minuman beralkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang. Hal ini mungkin dikarenakan mereka dapat merasa lebih rileks dan lebih percaya diri saat mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang.  Akan tetapi, baik alkohol maupun obat-obatan terlarang ini dapat mempengaruhi koordinasi motorik, daya konsentrasi, persepsi, kemampuan analisa, daya ingat, dan penglihatan (alkohol seringkali menimbulkan halusinasi visual maupun auditorik) seseorang. Baik alkohol maupun obat-obatan terlarang dapat membuat orang yang mengkonsumsinya merasa pusing sehingga sulit berkonsentrasi, menurunkan kemampuan mata untuk mengikuti pergerakan sebuah benda, bereaksi terhadap sesuatu hal, dan membedakan intensitas cahaya serta suara di sekitarnya. Semua hal ini dapat sangat membahayakan terutama bila orang tersebut juga sedang mengemudi kendaraan bermotor. Ia tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, tetapi orang lain.  Sebagian besar orang yang mengemudi dalam keadaan mabuk atau teler tidak percaya bahwa mereka tidak dapat mengemudi dengan baik hingga mereka mengalami kecelakaan.  Mengemudi kendaraan bermotor di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas, yang dapat membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Tidak hanya dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, mabuk atau teler juga dapat mempengaruhi pekerjaan dan hubungan Anda dengan orang lain di sekitar Anda, termasuk keluarga dan pasangan Anda.   Bahaya Mengemudi Dalam Keadaan Mabuk Adanya alkohol di dalam tubuh telah terbukti dapat meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas dan juga mempengaruhi keparahan luka akibat kecelakaan tersebut.  Alkohol dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bereaksi, berpikir, memecahkan masalah, koordinasi otot, kewaspadaan, penglihatan, dan pendengaran. Efek ini pun dapat mulai terlihat walaupun kadar alkohol di dalam darah cukup rendah. Alkohol merupakan suatu zat depresan yang dapat memperlambat fungsi otak. Hal ini membuat orang yang mengkonsumsinya kesulitan untuk cepat bereaksi terhadap suatu keadaan dan membuat keputusan dalam situasi berbahaya. Alkohol juga dapat membuat seseorang merasa mengantuk dan sangat lelah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi alkohol mengalami kesulitan untuk mengetahui seberapa cepat mereka mengemudi atau berapa jarak antara dirinya dengan suatu benda atau orang lain. Hal ini terutama sangat berbahaya bila orang tersebut juga harus mengemudi. Alkohol juga dapat membuat seseorang menjadi lebih percaya diri, yang juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengambil suatu keputusan saat mengemudi. Orang yang sedang mabuk mungkin mengira bahwa mereka dapat mengemudi dengan lebih baik, lebih aman, dan lebih lambat daripada biasanya.  Alkohol juga telah terbukti dapat menurunkan daya konsentrasi dan kemampuan koordinasi otot yang dapat membuat seseorang lebih sulit mengemudi, yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Seseorang tidak perlu menjadi mabuk untuk mempengaruhi kemampuannya dalam mengemudi kendaraan bermotor. Bahkan sedikit alkohol di dalam darah juga telah dapat menurunkan kemampuan untuk mengemudi, menurunkan daya konsentrasi, dan menurunkan refleks seseorang walaupun orang tersebut sepertinya tidak tampak terpengaruh oleh alkohol (tidak mabuk).   Sumber: alcoholrehab