Your browser does not support JavaScript!
 27 May 2019    16:00 WIB
Kenali Berbagai Penyebab Rasa Gatal
Rasa gatal yang sering mengganggu dapat disebabkan oleh berbagai hal. Hal apa sajakah yang dapat menimbulkan rasa gatal: Kulit kering Saat seseorang memiliki kulit yang kering, maka akan mudah timbul rasa gatal. Kulit kering biasanya terjadi akibat faktor lingkungan seperti cuaca panas atau dingin dengan kelembaban yang rendah, penggunaan AC yang berlebihan, mandi terlalu lama dan terlalu sering Kondisi kulit dan ruam Banyak kelainan pada kulit yang menimbulkan rasa gatal, termasuk eksim (dermatitis), psoriasis, kudis, kutu, cacar air. Rasa gatal biasanya diikuti dengan berbagai keluhan lain dan, seperti timbul warna merah, kulit yang teriritasi, timbul benjolan dan lecet. Kelainan kondisi medis Termasuk kencing manis, penyakit hati, malabsorpsi gandum (penyakit celiac), gagal ginjal, anemia defisiensi besi, masalah tiroid dan kanker, termasuk leukemia dan limfoma. Gatal biasanya mempengaruhi seluruh tubuh. Gangguan saraf Kondisi yang mempengaruhi sistem saraf - seperti multipel sklerosis, kencing manis, saraf terjepit dan herpes zoster (cacar ular) juga dapat menimbulkan rasa gatal-gatal. Iritasi dan reaksi alergi Wol, bahan kimia, sabun dan zat lainnya dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan rasa gatal-gatal. Kadang-kadang beberapa zat, bahan alergi dalam kosmetik, produk perawatan kecantikan dapat menyebabkan reaksi alergi. Alergi makanan juga dapat menyebabkan kulit gatal. Obat Reaksi terhadap obat, seperti antibiotik, obat antijamur atau obat narkotika, dapat menimbulkan ruam yang luas dan gatal-gatal. Kehamilan Selama kehamilan, beberapa wanita mengalami kulit gatal, terutama pada bagian perut, paha, payudara dan lengan. Selain itu kondisi kulit gatal, seperti dermatitis, dapat memperburuk rasa gatal selama kehamilan. Sumber: mayoclinic
 01 May 2019    11:00 WIB
5 Tanda Penyakit Kencing Manis Yang Perlu Diwaspadai
Penyakit kencing manis adalah penyakit yang dapat menjangkit siapa saja, tidak terkait gender. Bisa terkena pada wanita maupun pria. Namun wanita rentan terkena penyakit kencing manis pada saat kehamilan. Berikut adalah tanda penyakit kencing manis pada wanita: Berat badan turun naik Salah satu penyakit kencing manis adalah perubahan berat badan yang cukup signifikan.  Bisa tiba-tiba mengalami penurunana berat badan dikarenakan gangguan yang terjadi pada sistem metabolisme. Ataupun berat badan yang tiba-tiba meningkat untuk seorang yang baru terkena penyakit kencing manis dimana nafsu makan akan meningkat Rasa haus yang ekstrim Tanda yang lain adalah rasa haus yang ekstrim. Seorang yang menderita kencing manis akan selalu merasa haus dan harus memuaskan dahaganya. Bahkan ada rasa tidak perlu makan asalkan bisa mendapatkan minuman yang cukup. Apabila Anda merasakan haus secara berlebihan walaupun tidak melakukan aktivitas yang berlebihan ada baiknya Anda.  Sering merasa lelah Sering merasa lelah adalah gejala awal yang terjadi pada penderita penyakit kencing manis. Kelelahan yang dirasakan sangat mengganggu bahkan tubuh merasa tidak ada energi sama sekali. Kelelahan yang dirasakan membuat Anda tidak akan mampu melakukan pekerjaan fisik untuk jangka waktu yang panjang. Kelelahan juga dapat menyebabkan stres dan ketegangan. Sering pipis Dengan buang air kecil, ini adalah cara tubuh untuk membuang racun ataupun bahan-bahan yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. Namun bila Anda sering buang air kecil meskipun tidak mengkonsumsi air putih terlalu banyak dan dimalam hari Anda sampai terbangun hanya untuk buang air kecil. Ini merupakan hal yang perlu diwaspadai. Sering buang air kecil tidak baik karena menyebabkan situasi yang tidak nyaman dan kehilangan energi. Apabila Anda mengalami hal ini segera konsultasikan dengan dokter Anda. Penyembuhan luka yang lama Pada penderita kencing manis proses penyembuhan luka biasanya lebih lama.  Jika luka tidak sembuh untuk waktu yang lama, itu bisa menjadi tanda penyakit kencing manis yang tidak boleh diabaikan.  Tanda-tanda diatas merupakan tanda awal yang dialami oleh penderita penyakit kencing manis. Untuk mencegah terjadinya komplikasi yang disebabkan oleh penyakit kencing manis suatu saat nanti. Adanya baiknya Anda konsultasikan masalah tersebut dengan dokter Anda. Sumber: boldsky
 27 Apr 2019    18:00 WIB
Apa Saja Faktor Risiko Penyakit Kencing Manis?
Dewasa ini banyak orang yang mengalami penyakit kencing manis. Tanpa mereka sadari mereka mengidap penyakit kencing manis. Hal ini dapat diakibatkan karena seringnya orang mengkonsumsi makanan junk food, minuman bersoda, merokok, minum alkohol, kurang olahraga.  Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah. Penyakit kencing manis adalah penyakit yang dapat merusak sel dan pembuluh darah sehingga dapat menimbulkan komplikasi dari ujung kepala sampai ujung kaki seperti kebutaan, penyakit jantung, gangguan ereksi, luka yang tak kunjung sembuh yang berakhir dengan amputasi. Untuk itu kita harus mengetahui apa saja faktor risiko penyakit kencing manis sebelum terjadinya komplikasi. Faktor risiko penyakit  kencing manis: Usia > 45 tahun Berat badan berlebih, dilihat dari Indeks massa tubuh > 23 Ukur lingkar perut. Batas lingkar perut. Wanita: Tekanan darah tinggi >= 140/90 mmhg Riwayat kencing manis dalam garis keturunan Riwayat keguguran berulang, melahirkan bayi cacat, atau BB lahir bayi > 4000 gram Riwayat kencing manis selama kehamilan Penderita penyakit jantung koroner, tuberkulosis (TBC), hipertiroidisme Kolesterol HDL =< 35 mg/dl. Dengan menghindari faktor risiko diharapkan dapat terhindar dari penyakit kencing manis, atau untuk seseorang yang sudah mengidap penyakit kencing manis tidak sampai terjadi komplikasi. Sumber:  papdi
 08 Jan 2019    11:00 WIB
Suplemen Zinc Baik Untuk Kencing Manis
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa zinc merupakan elemen yang penting untuk penderita kencing manis. Zinc biasanya terikat dengan insulin dan membantu meningkatkan kontrol gula darah pada penyakit kencing manis tipe I (tergantung insulin) dan penyakit kencing manis tipe II (tidak tergantung insulin). Zinc terlibat dalam metabolisme gula dan merangsang produksi insulin. Sehingga Zinc dapat membantu untuk penderita kencing manis. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jayawardena mengenai efek Zinc untuk penderita kencing manis yang diterbitkan dalam Jurnal "Diabetology and Metabolic Syndrome". Para ahli menyatakan bahwa zinc memberikan efek penurunan yang signifikan kepada tekanan darah sistolik dan diastolik. Suplemen zinc efektif dalam mengendalikan kadar gula dalam darah dan meningkatkan kolesterol HDL.   Kebutuhan tubuh akan zinc meningkat sesuai dengan pertambahan usia. Dengan meningkatkan asupan vitamin dan zinc, Anda dapat meningkatkan produksi insulin Anda dan mempertahankan kadar normal gula darah Anda. Sumber zinc adalah ikan, ayam, kuning telur, keju, biji-bijian, dll Para peneliti menyarankan apabila Anda menderita kencing manis, sebaiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum konsumsi suplemen zinc. Karena suplemen ini tidak berfungsi untuk menggantikan obat kencing manis yang biasa diresepkan dokter namun sebagai pendamping untuk membantu dalam pengobatan kencing manis Sumber: medindia
 10 Apr 2018    08:00 WIB
Mengapa Penderita Diabetes Lebih Rawan Penyakit Jantung?
Diabetes mellitus adalah kondisi kronis yang dapat menyebabkan komplikasi dari waktu ke waktu. Komplikasi ini bisa meliputi penyakit jantung koroner yang dapat menyebabkan serangan jantung, penyakit cerebro-vaskular yang dapat menyebabkan stroke, retinopati (penyakit pada mata) yang dapat menyebabkan kebutaan, nefropati (penyakit ginjal) yang dapat menyebabkan gagal ginjal. dan seringnya perlu hemodialisis, dan neuropati (penyakit saraf) yang bisa menyebabkan ulserasi pada kaki yang mungkin memerlukan amputasi. Banyak dari komplikasi ini tidak memberikan gejala pada tahap awal, dan sebagian besar dapat dicegah atau diperkecil dengan kombinasi perawatan medis yang rutin dan pemantauan gula darah.   Penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner (PJK) merupakan komplikasi utama penderita Diabetes Mellitus. Sejumlah besar pasien mungkin bahkan tidak tahu bahwa mereka memiliki penyakit jantung - suatu kondisi yang disebut silent emyocardial ischmia. Diabetes Tipe 2 dianggap setara dengan penyakit arteri koroner karena efek buruknya sama buruknya dengan penyakit jantung. Salah satu penelitian terbesar untuk jantung, The Framingham Heart Study, menyatakan bahwa kehadiran diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung dua kali pada pria dan tiga kali pada wanita.   Diabetes tetap menjadi faktor risiko kardiovaskular utama bahkan bila dibandingkan dengan beberapa faktor pencetus lain seperti bertambahnya usia, hipertensi, merokok, hiperkolesterolemia, dan pembesaran jantung. Hal ini karena pasien yang menderita diabetes memiliki kejadian penyumbatan kompleks yang signifikan lebih tinggi dan membuat mereka rentan terhadap risiko jantung.   Seorang penderita diabetes rentan mengalami penyakit jantung, hal ini dikarenakan adanya kadar gula tinggi dalam pembuluh darah, gula cenderung merusak lapisan dalam pembuluh darah dan membuat darah lebih tebal, yang pada gilirannya membuat pasien lebih rentan terhadap penyakit jantung. Sehingga seseorang yang menderita diabetes perlu mengatur gula darah untuk mengendalikan risiko penyakit jantung.   Bagaimana Cara Mencegah Diabetes? Berhenti merokok: Perubahan gaya hidup paling penting. Seseorang perlu berhenti merokok. Ini adalah satu-satunya aspek terpenting dalam mencegah penyakit jantung bagi penderita diabetes. Olahraga teratur direkomendasikan: Penting untuk mengidentifikasi jenis latihan yang harus dilakukan dan dilakukan dengan teratur. Sudah terbukti dengan baik bahwa memulai olahraga dengan tiba-tiba untuk seseorang yang telah lama tidak melakukan olahraga justru memicu terjadinya serangan jantung. Tekanan Darah Tinggi harus dikontrol: Dengan modifikasi gaya hidup atau pengobatan, maka tekanan darah tinggi bisa dikendalikan. Sejumlah besar obat tekanan darah tersedia namun beberapa jenis obat tertentu memiliki efek yang lebih bermanfaat pada pasien diabetes. Kolesterol yang buruk membuat Anda lebih rentan terhadap masalah jantung: Kolesterol darah kadang kala tidak normal pada penderita diabetes. Sangat penting untuk melakukan tes darah untuk mengukur kadar kolesterol dan trigliserida dan memodifikasi makanan jika diperlukan.   Penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner (PJK) merupakan komplikasi utama penderita diabetes mellitus. Jadi rubah pola hidup Anda dengan baik sejak sekarang, jangan menunda.   Baca juga: Mengalami Kencing Manis Bukan Berarti Hidup Anda Berakhir, Ini Anjuran Yang Dapat Diikuti Agar Selalu Sehat   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur  Tanya dokter sekarang     Sumber: food.ndtv.com
 27 Feb 2018    16:00 WIB
Bahaya, Seseorang Yang Mengalami Kencing Manis Berisiko Lebih Tinggi Mengalami Kanker
Penyakit kencing manis atau dikenal dengan diabetes mellitus berisiko memiliki komplikasi dan mengalami beberapa penyakit seperti penyakit jantung, penyakit pada ginjal, mata dan lain-lain. Sekarang ini dikatakan bahwa mereka juga memiliki risiko mengalami kanker.   Apakah Hal Ini Benar atau Tidak? Menurut penemuan terbaru di Toronto, Kanada yang mengatakan bahwa seseorang yang memiliki diabetes tipe 2 mungkin berisiko tinggi terkena. Temuan menunjukkan bahwa risiko tertinggi muncul segera setelah diagnosis diabetes. Kejadian kanker juga meningkat secara signifikan pada penderita diabetes dalam tiga bulan pertama setelah diagnosis. Hal ini sebagian dapat dijelaskan oleh peningkatan kunjungan perawatan kesehatan dan tes skrining setelah diagnosis diabetes. Selanjutnya, individu dengan diabetes adalah 1,23 kali lebih mungkin didiagnosis menderita kanker dalam 10 tahun sebelum diagnosis diabetes dibandingkan dengan individu tanpa diabetes. Ini mendukung hipotesis yang ada sehingga faktor risiko bersama dapat berkontribusi terhadap diagnosis kanker dan diabetes. Hal diduga berdasarkan teori bahwa kadar insulin tinggi meningkatkan pertumbuhan sel kanker, yang pada gilirannya merangsang terbentuknya pembuluh darah baru. Pembuluh darah baru kemudian memberikan nutrisi pada sel kanker sehingga mempercepat pertumbuhan kanker. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 mungkin memiliki risiko tinggi untuk mengembangkan beberapa jenis kanker. Meningkatnya epidemi diabetes dapat menyebabkan meningkatnya beban kanker menurut koran yang dipublikasikan secara online di jurnal Cancer. Diabetes dapat dicegah, dan juga, perubahan metabolik yang menyebabkan diabetes juga bisa dibalik dengan perubahan gaya hidup. Demikian pula, intervensi diet dan olahraga juga telah terbukti dapat mengurangi risiko kanker dan memperbaiki hasilnya. Untuk penelitian ini, tim melihat kejadian kanker di lebih dari 1 juta orang dewasa di berbagai titik waktu dan menunjuk pada kebutuhan akan pemahaman yang lebih baik tentang kaitan antara diabetes dan kanker.   Baca juga: Mengalami Kencing Manis Bukan Berarti Hidup Anda Berakhir, Ini Anjuran Yang Dapat Diikuti Agar Selalu Sehat   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: ndtv
 10 Jun 2017    15:00 WIB
Puasa Aman Untuk Si Pengidap Penyakit Kencing Manis
Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinantikan semua umat muslim. Namun bagaimana untuk yang mengidap penyakit kencing manis. Kadar gula yang turun naik dapat menghambat seseorang untuk menjalankan  ibadah puasa. Apakah berbahaya bila si pengidap kencing manis berpuasa? Ternyata untuk yang mengidap penyakit kencing manis masih diperbolehkan untuk berpuasa. Pengidap kencing manis yang boleh berpuasa adalah  pengidap kencing manis yang masih dapat mengontrol kadar gula darah dengan perencanaan makan, olahraga dan obat-obatan. Namun bagi pengidap kencing manis yang membutuhkan suntikan insulin, penderita yang sudah memiliki komplikasi berat seperti gagal ginjal maupun gagal jantung tidak diperbolehkan berpuasa Berikut adalah tips yang dapat diikuti untuk pengidap kencing manis dan dapat menikmati ibadah puasa: Konsultasikan dengan dokter Anda  Apakah keadaan tubuh Anda cukup sehat dan dapat melakukan ibadah puasa. Cara minum obat Tanyakan kepada dokter cara mengkonsumsi obat penurun gula darah agar bisa disesuaikan dengan waktu berbuka dan waktu sahur. Contoh golongan obat metformin yang harusnya diminum 3 kali 500 mg dapat diminum  2 tablet saat berbuka dan 1 tablet saat sahur Pola makan Sesuaikanlan  jadwal dan jumlah  makanan saat sahur dan berbuka puasa. Makan tidak terlalu banyak saat berbuka boleh konsumsi teh manis dengan kurma, setelah sholat maghrib baru makan menu utama yang terdiri dari karbohidrat, protein. Setelah sholat tarawih boleh konsumsi 1 buah singkong rebus. Saat sahur Anda mengkonsumsi menu lengkap karbohidrat, protein, buah dan minum yang cukup  Olahraga Tetap berolahraga dan pilih yang gerakannya ringan, dan lakukan usai salat tarawih.  Selalu kontrol kadar gula darah Jika terlalu tinggi ataupun terlalu rendah, sebaiknya tidak berpuasa. Seorang pengidap kencing manis yang ingin berpuasa sebaiknya memiliki kadar gula darah terkontrol dibawah normal selama tiga bulan.   Pemantauan kadar gula darah juga bisa menghindari pasien dari ancaman hipoglikemia (kekurangan kadar gula dalam darah).  Dengan mengikuti tips di atas semoga Anda tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar