Your browser does not support JavaScript!
 13 Oct 2014    14:00 WIB
Memiliki 2 Buah Rahim, Seorang Wanita Melahirkan 3 Orang Anak Sekaligus
Seorang wanita di Inggris benar-benar mengalami keajaiban! Ia baru saja melahirkan ketiga anaknya, dari 2 rahim yang berbeda. Keadaan ini merupakan suatu kejadian yang sangat langka, yang hanya ditemukan pada 1 orang wanita di antara 1 juta orang wanita. Wanita beruntung bernama Hannah Kersey ini dilahirkan dengan uterus didelfis, suatu kondisi di mana seorang wanita memiliki 2 buah rahim yang terpisah. Saat pertama kali diberitahu oleh dokternya bahwa ia akan memperoleh 3 orang anak sekaligus, Kersey dan pasangannya, Mick Faulkner yang berusia 23 tahun tidak dapat mempercayainya, terutama karena sebelumnya mereka telah diberitahu bahwa sangat jarang seorang wanita dapat hamil dari 2 rahim terpisah secara bersamaan. Bayi-bayi ini, yang semuanya berjenis kelamin perempuan, berasal dari 2 sel telur yang berbeda, yang terdapat pada masing-masing rahim, yang dibuahi oleh 2 sperma yang berbeda. Salah satu dari sel telur yang telah dibuahi tersebut kemudian membelah menjadi 2, menghasilkan dua saudara kembar identik, Ruby dan Tilly. Sedangkan sel telur lainnya yang terdapat pada rahim lainnya tidak membelah dan menghasilkan Gracie. Ketiga bayi ini lahir dalam keadaan selamat, di mana Ruby memiliki berat badan lahir sekitar 1.170 kg, sedangkan Tilly memiliki berat badan lahir sekitar 1 kg, dan Gracie memiliki berat badan lahir sekitar 1.4 kg. Walaupun ada beberapa kasus lainnya di mana seorang wanita melahirkan 2 orang anak sekaligus yang berasal dari 2 rahim yang berbeda, akan tetapi baru pertama kali ada seorang wanita dengan 2 rahim terpisah yang melahirkan 3 orang anak, di mana 2 di antaranya merupakan anak kembar.     Sumber: foxnews
 21 Jul 2014    10:00 WIB
Apakah Saya Hamil?
Apakah Anda merasa bingung apakah rasa mual atau tidak enak badan yang Anda alami disebabkan oleh masuk angin atau kehamilan? Jika demikian, terdapat satu cara untuk memastikannya, yaitu dengan melakukan pemeriksaan kehamilan.    Apakah Gejala Awal Kehamilan Dialami Oleh Semua Wanita? Setiap wanita mengalami gejala kehamilan yang berbeda dan setiap kehamilan pun memiliki gejala yang berbeda. Selain itu, karena gejala awal kehamilan ini hampir mirip dengan gejala yang biasa dialami oleh para wanita sebelum dan selama menstruasi, maka para wanita seringkali tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil.    Menstruasi yang Sedikit dan Kram Perut Beberapa hari setelah pembuahan, telur yang telah dibuahi ini akan menempelkan dirinya pada dinding rahim. Proses ini dapat menyebabkan timbulnya gejala awal kehamilan seperti menstruasi yang sedikit (spotting) dan kadang-kadang kram perut. Menstruasi yang sedikit ini seringkali disebut dengan perdarahan akibat implantasi. Perdarahan ini dapat terjadi kapapun di antara hari ke 6-12 setelah telur dibuahi oleh sperma. Karena rasa kram perut yang terjadi mirip dengan kram perut akibat menstruasi, maka banyak wanita salah mengartikannya sebagai dimulainya masa menstruasi, walaupun menstruasi tampak sangat sedikit. Selain perdarahan, seorang wanita juga mungkin mengalami keluarnya suatu cairan putih seperti susu dari dalam vagina. Hal ini terjadi akibat menebalnya dinding vagina, yang juga terjadi segera setelah pembuahan.  Cairan ini biasanya akan terus keluar selama kehamilan dan biasanya tidak berbahaya sehingga tidak memerlukan pengobatan. Akan tetapi, bila cairan berbau busuk atau terdapat rasa gatal atau terbakar saat buang air kecil; segera hubungi dokter Anda untuk memeriksa apakah Anda mengalami infeksi jamur atau bakteri.   Perubahan Pada Payudara Perubahan pada payudara merupakan gejala awal kehamilan lainnya yang mungkin terjadi. Kadar hormon seorang wanita biasanya akan mengalami perubahan dengan cepat setelah proses pembuahan. Perubahan kadar hormonal inilah yang menyebabkan perubahan pada payudara. Payudara dapat membengkak, terasa nyeri, atau terasa kesemutan 1-2 minggu setelah proses pembuahan terjadi. Selain itu, payudara juga dapat terasa lebih berat atau lebih penuh atau lebih kencang saat disentuh. Area di sekitar puting susu juga dapat menjadi lebih gelap. Rasa nyeri ini biasanya akan menghilang dalam waktu beberapa minggu saat tubuh telah dapat beradaptasi dengan kadar hormon yang baru. Selain perubahan hormonal akibat kehamilan sebenarnya masih terdapat berbagai hal lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada payudara seorang wanita.   Merasa Sangat Lelah Merasa sangat lelah merupakan hal yang normal pada kehamilan, yang biasanya mulai dirasakan sejak awal kehamilan, yaitu 1 minggu sejak pembuahan terjadi. Rasa lelah ini diakibatkah oleh tingginya kadar hormon progesteron di dalam darah. Selain perubahan kadar progesteron, rasa lelah juga dapat disebabkan oleh rendahnya kadar gula darah, tekanan darah rendah, dan peningkatan produksi sel-sel darah.  Bila rasa lelah yang Anda rasakan diakibatkan oleh kehamilan Anda, maka dianjurkan agar Anda banyak beristirahat. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung protein dan zat besi dapat membantu mengurangi rasa lelah yang Anda rasakan.   Mual (Morning Sickness) Mual atau morning sickness merupakan gejala kehamilan yang telah diketahui oleh hampir setiap orang. Akan tetapi, perlu diingat bahwa gejala ini tidak terjadi pada semua wanita hamil. Rasa mual ini disebabkan oleh pengosongan lambung yang lebih lambat akibat perubahan kadar hormonal selama kehamilan. Walaupun disebut morning sickness, rasa mual ini dapat timbul kapan saja di sepanjang hari. Selain itu, beberapa wanita juga mengalami ngidam atau justru tidak dapat mengkonsumsi suatu jenis makanan tertentu saat hamil. Hal ini juga disebabkan oleh perubahan hormonal. Efek ini dapat sangat kuat sehingga walaupun wanita hamil tersebut tidak melihat atau mengkonsumsi makanan tersebut, ia dapat menjadi mual hanya karena memikirkannya. Tidak jarang, makanan yang sebelumnya sangat disukai oleh wanita hamil tersebut justru adalah makanan yang tidak dapat ia konsumsi selama hamil. Gejala mual, ngidam, dan perubahan makanan favorit ini mungkin dapat terjadi selama kehamilan berlangsung. Akan tetapi, pada sebagian besar wanita, gejala ini biasanya mulai berkurang pada saat kehamilan berusia 13-14 minggu.   Terlambat Menstruasi Gejala awal kehamilan yang paling jelas dan yang biasanya membuat para wanita melakukan pemeriksaan kehamilan adalah terlambatnya menstruasi. Akan tetapi, bukan berarti semua menstruasi yang terlambat atau terhenti terjadi akibat kehamilan. Pada saat kehamilan, beberapa wanita mungkin dapat mengalami suatu perdarahan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai jenis perdarahan yang bagaimanakah yang perlu Anda waspadai. Selain kehamilan, terdapat beberapa hal lainnya yang dapat membuat menstruasi Anda terlambat seperti penurunan atau peningkatan berat badan dalam jumlah banyak, gangguan keseimbangan hormonal, merasa sangat lelah, atau merasa stress.   Gejala Awal Kehamilan Lainnya Karena kehamilan menyebabkan terjadinya perubahan kadar hormonal, maka Anda pun dapat mengalami beberapa perubahan pada tubuh Anda.  Lebih Sering Buang Air Kecil Pada banyak wanita, gejala ini biasanya mulai terjadi pada saat kehamilan telah berusia 6 atau 8 minggu. Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya gejala ini adalah infeksi saluran kemih, diabetes, atau mengkonsumsi terlalu banyak obat diuretik. Sembelit Peningkatan kadar hormon progesteron selama kehamilan dapat membuat Anda mengalami sembelit. Hal ini dikarenakan hormon progesteron membuat makanan berjalan lebih lambat di dalam usus Anda. Untuk membantu mengurangi gejala ini, konsumsilah banyak air putih, berolahraga, dan perbanyaklah konsumsi makanan tinggi serat. Mood Berubah-ubah Mood yang berubah-ubah merupakan gejala yang sering terjadi, terutama pada trimester pertama kehamilan. Hal ini juga disebabkan oleh perubahan kadar hormonal di dalam tubuh selama kehamilan berlangsung. Nyeri Kepala dan Nyeri Pinggang Banyak wanita hamil yang mengeluhkan nyeri kepala ringan dan berbagai nyeri pinggang kronik. Pusing dan Pingsan Hal ini mungkin terjadi akibat pelebaran pembuluh darah, menurunnya tekanan darah, dan rendahnya kadar gula darah.   Seorang wanita hamil dapat mengalami seluruh gejala di atas atau mungkin hanya mengalami beberapa gejala di atas. Jika gejala dianggap mengganggu, segera hubungi dokter Anda.   Sumber: webmd
 17 May 2014    16:00 WIB
Waspadai Peningkatan Berat Badan Berlebihan Saat Hamil
Sebuah penelitian kecil menemukan bahwa ibu hamil dengan berat badan berlebih atau obesitas sebelum kehamilan lebih sering mengalami peningkatan berat badan berlebihan karena mereka menganggap mereka makan untuk 2 orang. Para peneliti memperingatkan bahwa mengalami terlalu banyak peningkatan berat badan selama kehamilan dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan berat badan dalam jangka panjang serta terjadinya kelahiran prematur. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai berapa berat badan yang boleh anda capai selama kehamilan. Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa menjaga peningkatan berat badan selama kehamilan agar tidak berlebihan dapat membantu mencegah terjadinya berbagai komplikasi selama kehamilan berikutnya.Pada penelitian ini, para peneliti bertanya pada 29 wanita obesitas atau dengan berat badan berlebih yang baru saja melahirkan mengenai pola makan mereka, apakah mereka mengalami morning sickness, dan kapan mereka berolahraga selama hamil. Para ahli menganjurkan agar wanita yang memiliki berat badan normal sebelum hamil hanya mengalami peningkatan berat badan sebanyak 12.5-17.5 kg selama kehamilan. Wanita dengan berat badan berlebih hanya boleh mengalami peningkatan berat badan sebesar 7.5-12.5 kg selama hamil. Sedangkan wanita dengan obesitas hanya boleh mengalami peningkatan berat badan sebanyak 5.5-10 kg selama kehamilan. Para ahli juga menganjurkan bahwa wanita yang memiliki berat badan normal sebelum hamil hanya boleh mengkonsumsi 300 kalori lebih banyak daripada sebelum hamil.Sumber: webmd