Your browser does not support JavaScript!
 05 Oct 2020    19:00 WIB
Seks Oral Saat Hamil, Amankah?
Apakah pasangan Anda sering melakukan seks oral bagi Anda sebelum hamil? Akan tetapi, apakah seks oral ini masih boleh dilakukan saat Anda hamil? Sebagian besar dokter biasanya masih akan mengijinkan pasangan suami istri untuk melakukan seks oral saat sang istri hamil, akan tetapi dengan persyaratan tertentu. Persyaratan yang dimaksud adalah pasangan Anda hanya boleh menjilat tetapi tidak boleh meniup daerah kemaluan Anda. Hal ini dikarenakan meniupkan udara ke dalam vagina dapat menyebabkan terjadinya emboli udara. Emboli udara merupakan suatu keadaan di mana gelembung udara masuk ke dalam aliran darah Anda. Gangguan ini sangat jarang terjadi, tetapi dapat membahayakan jiwa ibu dan anak bila terjadi. Selain itu, bila pasangan Anda sedang mengalami infeksi herpes oral (herpes yang terjadi di daerah sekitar mulut) atau sedang mengalami kekambuhan atau merasa akan kambuh, maka akan lebih baik bila pasangan tidak memberikan seks oral pada Anda selama Anda hamil. Bila kehamilan Anda telah memasuki trimester ke 3 (usia kehamilan sekitar 7-9 bulan) dan pasangan Anda pernah mengalami infeksi herpes di daerah mulut sebelumnya, maka dianjurkan agar pasangan tidak memberikan seks oral pada Anda, baik saat infeksi herpes sedang kambuh ataupun tidak. Berkonsultasilah dengan dokter spesialis kandungan Anda mengenai apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan atau dikonsumsi saat Anda sedang hamil, berapa pun usia kehamilan Anda. Sumber: babycenter
 19 Sep 2020    17:00 WIB
Tekanan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil
Tekanan darah normal orang dewasa adalah 120/80 mmHg, di mana tekanan sistolik dapat bervariasi dari 100-120 dan tekanan diastolik 60-80. Peningkatan tekanan darah dapat terjadi saat Anda kurang tidur, kelelahan, dan setelah beraktivitas. Tekanan darah tinggi juga dapat terjadi pada saat kehamilan, yang disebut dengan hipertensi gestasional. Pada hipertensi gestasional, tekanan darah ibu mulai meningkat setelah kehamilan berusia sekitar 20 minggu, yang akan kembali normal setelah ibu melahirkan. Tekanan darah sebelum kehamilan dan selama awal kehamilan biasanya normal. Tanda Perburukan Hipertensi Gestasional Perburukan hipertensi gestasional terjadi bila Anda mengalami berbagai gejala preeklampsia. Segera hubungi dokter bila Anda mengalami berbagai gejala preeklampsia di bawah ini, yaitu: Perut semakin membesar, dengan atau tanpa pembengkakan pada pergelangan kaki atau wajah atau pembengkakan pada tubuh bagian atas saat bangun tidur Nyeri kepala Penglihatan kabur Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya Mengalami serangan kejang Nyeri hebat di bagian bawah tulang rusuk Komplikasi Hipertensi gestasional dapat menyebabkan preeklampsia. Preeklampsia merupakan suatu keadaan di mana selain tekanan darah tinggi, juga terjadi gangguan pada ginjal, hati, atau berbagai organ lainnya. Pembengkakan pada wajah dan pergelangan kaki serta adanya protein pada pemeriksaan air kemih merupakan dua gejala yang sering ditemukan pada preeklampsia. Wanita dengan preeklampsia memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk tindakan pembedahan Caesar serta kelahiran mati. Konsultasikan dengan dokter atau bidan Anda mengenai berbagai gejala yang Anda alami. Diperlukan pengawasan dan perhatian lebih pada hipertensi gestasional untuk mencegah terjadinya eklampsia atau berbagai komplikasi lainnya. Eklampsia merupakan suatu keadaan di mana wanita dengan preeklampsia mengalami serangan kejang sebelum atau setelah melahirkan. Eklampsia merupakan suatu komplikasi yang sangat membahayakan bagi keselamatan ibu dan bayi.
 08 Jun 2020    11:00 WIB
Mengapa Kehamilan Ektopik Bisa Terjadi ?
Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang terjadi saat telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya pada saluran telur (tuba falopii).PengobatanPada tahap awal terjadinya kehamilan ektopik, terutama bila gejala yang timbul hanya bersifat ringan, maka terdapat kemungkinan bahwa telur yang telah dibuahi tersebut akan mati dengan sendirinya dan diserap oleh tubuh dan tidak memerlukan tindakan lebih lanjut. Pemberian ObatSebuah suntikan obat methotrexate dapat diberikan untuk menghentikan pertumbuhan embrio. Akan tetapi, terapi ini tidak dapat dilakukan pada semua wanita hamil dan hanya dapat dilakukan bila saluran telur belum robek serta saat kehamilan belum berlangsung terlalu lama. Tindakan PembedahanTindakan pembedahan bertujuan untuk mengeluarkan embrio dari dalam saluran telur bila saluran telur masih utuh. Akan tetapi, bila saluran telur telah robek, maka saluran telur ini pun mungkin harus ikut diangkat.Jika saluran telur diduga telah robek, maka diperlukan tindakan pembedahan segera untuk menghentikan perdarahan yang terjadi. Pada beberapa kasus, saluran telur dan indung telur mungkin telah hancur dan harus diangkat.Setelah pengobatan kehamilan ektopik, anda biasanya harus melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan bahwa saluran telur yang berisi embrio telah diangkat seluruhnya. Pemeriksaan darah ini bertujuan untuk memeriksa kadar HCG (suatu hormon yang dihasilkan selama kehamilan berlangsung).Hamil Kembali Setelah Mengalami Kehamilan Ektopik, Sulitkah?Sebagian besar wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik dapat kembali hamil dan memiliki kehamilan serta persalinan yang normal. Jika salah satu saluran telur telah diangkat, anda masih dapat hamil karena saluran telur lainnya masih berfungsi dengan normal. Sekitar 65% wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik dapat kembali hamil dalam waktu 18 bulan setelah terjadinya kehamilan ektopik.Dapatkah Kehamilan Ektopik Dicegah?Kehamilan ektopik tidak selalu dapat dicegah, akan tetapi seorang wanita dapat mengurangi resiko kehamilan ektopik dengan melindungi dirinya dari infeksi penyakit menular seksual. Berhenti merokok juga dapat mengurangi resiko terjadinya kehamilan ektopik. Baca juga: Stretch Mark Akibat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 17 May 2019    08:00 WIB
3 Pantangan Buah Bagi Ibu Hamil Karena Membahayakan Kehamilan
Demi keselamatan janin, para ibu hamil selalu berusaha memberikan yang terbaik. Dimana mereka akan melakukan berbagai cara agar janin bisa tumbuh sehat. Saat hamil memang saat dimana Anda boleh pesta makan maksudnya adalah Anda bisa makan lebih banyak. Namun tentu makanan yang dimakan harus sehat dan bergizi. Makanan yang Anda makan sangat berpengaruh pada janin, sehingga Anda harus pintar dalam memilih makanan. Pada saat hamil Anda bisa mengalami morning sickness, sehingga sering malas makan, untuk membantu agar asupan Anda tidak kurang bisa makan buah. Buah sangat baik untuk kehamilan namun ada buah yang harus Anda hindari. Berikut Adalah 3 Buah Yang Harus Anda Selama Hamil: 1.      Anggur Anggur adalah buah yang baik, karena kaya akan asam organik, anti-oksidan, mineral, dan vitamin. Anggur juga membantu dalam metabolisme, meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu mengatasi anemia. Namun yang buat anggur tidak baik untuk ibu hamil adalah karena: Penggunaan pestisida yang disemprotkan pada tanaman anggur untuk membuat serangga menjauh bisa saja masih menempel pada buah dan ikut termakan oleh ibu hamil, sehingga hal ini bisa berbahaya. Anggur mengandung banyak Resveratrol, senyawa alami ditemukan di kulitnya yang beracun dan dapat menyebabkan reaksi berbahaya pada wanita hamil yang meyebabkan hormon tidak seimbang. Keracunan resveratrol  lebih lanjut menyebabkan beberapa komplikasi dalam perjalanan kehamilan Dapat menyebabkan sembelit  karena kulit buah anggur cukup sulit untuk dicerna dengan benar Selain itu ada beberapa hal yang membuat Anda sebaiknya menghindari makan anggur saat hamil yaitu: Alergi terhadap buah anggur Sudah menderita masalah pencernaan Memiliki diabetes mellitus Kegemukan Hal lain yang penting adalah biasakan untuk membeli anggur hanya di musimnya atau bila tidak Anda pasti makan buah anggur yang ditanam menggunakan pestisida dan tidak diragukan lagi, akan membahayakan Anda dan janin 2.      Pepaya: Makan pepaya matang saat hamil maka tidak akan terlalu membahayakan janin. Namun bila Anda makan pepaya yang masih muda, getah yang ada bisa memicu terjadinya keguguran karena menyebabkan kontraksi rahim pada tahap awal kehamilan dan kelahiran prematur pada tahap akhir kehamilan. Bahkan dokter-dokter meresepkan pepaya untuk mendorong persalinan. wanita di daerah terpencil menggunakan pepaya mentah untuk membatalkan kehamilan yang tidak diinginkan. Enzim yang hadir dalam pepaya tidak hanya menyebabkan aborsi tetapi juga bersifat teratogenik (mempengaruhi pertumbuhan fisiologis janin). Namun, tidak ada salahnya bila Anda makan pepaya matang . Namun pepaya matang hanya mengandung sedikit papain dimana merupakan antioksidan, vitamin dan memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya. Pepaya mentah dapat menyebabkan: Melemahnya membran penting dari bayi yang belum lahir. Papain dalam pepaya muda bersifat proteolitik (memecah protein) yang menyebabkan disosiasi sel. Hal ini akan mengakibatkan melemahnya pertumbuhan sel dan perkembangan jaringan janin. Mempengaruhi kadar gula darah sehingga tidak aman untuk makan pepaya jika Anda didiagnosis mengalami diabetes gestasional Memang benar bahwa pepaya meredakan sembelit dan dapat menyembuhkan masalah radang usus. Namun tidak baik untuk ibu hamil karena kondisi ini dapat membuat tekanan di dalam rahim dan memperbesar kemungkinan keguguran Pepaya muda dapat menyebabkan tekanan pada pembuluh darah, dan menyebabkan terjadinya perdarahan internal bahkan pendarahan di plasenta. Hal ini akan memperlambat sirkulasi darah dan nantinya dapat mempengaruhi perkembangan janin. 3.      Nanas Meskipun nanas merupakan sumber yang baik dari vitamin, protein dan mineral, makan nanas terutama selama tahap awal kehamilan harus dihindari demu menjaga diri dari kejadian tak terduga seperti memperlemah leher rahim. Hal ini karena: Bromelain, enzim dalam nanas dapat menyebabkan melemahnya leher rahim dan mengakibatkan persalinan prematur atau keguguran Nanas memiliki konsentrasi gula yang tinggi sehingga berbahaya bagi wanita dengan diabetes gestasional Selain itu juga dapat memicu kontraksi rahim Nanas dianggap sebagai 'makanan panas'. Dan makanan panas yang diketahui menyebabkan persalinan prematur atau keguguran Selalu makan buah-buahan segar dan segera memakannya setelah dipotong. Hindari makan buah-buahan yang memiliki bau busuk meski setengah busuk tetap harus dihindari untuk Anda para wanita hamil. Selalu ingat bahwa selama hamil, sistem kekebalan tubuh ibu lemah sehingga harus memberikan makanan terbaik untuk ibu. Pastikan ibu hamil mendapat makanan segar dan sehat. Jaga apa yang harus dihindari dan apa yang harus dikonsumsi untuk perkembangan yang sehat dari bayi dan ibu. Selalu berkonsultasi dengan dokter Anda untuk perawatan yang tepat dan tindakan pencegahan apa yang harus dilakukan. Baca juga: Jantung Sehat Dengan 6 Buah Ini... Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: beingtheparent
 16 Oct 2016    15:00 WIB
Kehamilan Beresiko Tinggi
Kehamilan beresiko tinggi adalah kehamilan di mana ibu dan anaknya memiliki kemungkinan mengalami gangguan kesehatan yang dapat mengancam nyawa ibu atau anak. Jika kehamilan anda beresiko tinggi itu berarti bahwa anda mungkin mengalami berbagai komplikasi kehamilan seperti pertumbuhan janin intrauterin terhambat, kelahiran prematur, preeklampsia, dan gangguan pada plasenta. Anda dikatakan mengalami kehamilan beresiko tinggi bila anda memiliki beberapa hal di bawah ini, yaitu: Diabetes Kanker Tekanan darah tinggi Gangguan ginjal Epilepsi Menggunakan obat-obatan terlarang, merokok, atau mengkonsumsi alkohol Berusia kurang dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun Kehamilan kembar Pernah mengalami keguguran sebanyak 3 kali atau lebih sebelumnya Bayi anda menderita gangguan genetik, seperti sindrom Down, kelainan jantung, paru-paru, atau ginjal Anda memiliki riwayat komplikasi kehamilan sebelumnya, seperti kelahiran premature, preeklampsia, eklampsia, mempunyai anak dengan gangguan genetik (sindrom Down) Anda menderita infeki tertentu, seperti HIV, hepatitis C, sitomegalovirus, cacar air, rubella, toksoplasmosis, dan sifilis Anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu, seperti lithium, fenitoin, asam valproat, atau karbamazepin Beberapa keadaan lainnya yang membuat kehamilan anda beresiko tinggi adalah bila anda menderita kelainan katup jantung, sickle cell disease, asma, lupus, atau artritis reumatoid. Jika anda mengalami kehamilan beresiko tinggi, anda memerlukan lebih banyak pemeriksaan kehamilan daripada ibu hamil lainnya tidak memiliki resiko tinggi. Pada pemeriksaan kehamilan ini dokter akan mengukur tekanan darah anda, memeriksa urin anda, dan melakukan pemeriksaan USG untuk memeriksa keadaan bayi anda. Kadangkala, diperlukan pemeriksaan genetik, terutama bila anda berusia lebih dari 35 tahun atau memiliki riwayat gangguan genetik pada kehamilan sebelumnya Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menjaga kehamilan anda, yaitu: Jangan melewatkan setiap pemeriksaan kehamilan, sehingga anda dapat mengetahui semua kelainan yang mungkin ada sedini mungkin dan mendapatkan penanganan sedini mungkin Konsumsi makanan sehat, seperti susu dan produknya, buah-buahan, dan sayuran, serta berbagai makanan lainnya yang kaya protein, rendah lemak, dan tinggi vitamin serta mineral Konsumsi berbagai jenis suplemen vitamin dan zat besi yang dianjurkan oleh dokter anda Konsumsi 400-800 mcg asam folat setiap harinya. Konsumsi asam folat sebelum dan selama kehamilan dapat mengurangi resiko bayi anda mengalami kelainan saraf atau kelainan bawaan lainnya Berolahragalah sesuai dengan petunjuk dokter, jangan terlalu berlebihan Jangan merokok dan hindari perokok Jangan mengkonsumsi alkohol Hindari penderita infeksi saluran pernapasan seperti influenza dan penyakit infeksi lainnya Anda juga disarankan untuk memperhatikan pergerakan bayi anda. Catatlah berapa banyak gerakan yang bayi anda lakukan dan setiap berapa lama, misalnya catatlah berapa lama bayi anda melakukan 10 gerakan setiap harinya. Kapan Hubungi Dokter Jika anda hamil, baik normal maupun dengan resiko tinggi, sebaiknya anda memperhatikan beberapa hal di bawah ini yang dapat merupakan tanda bahaya. Bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini segeralah hubungi dokter anda. Beberapa hal tersebut adalah: Bila anda pingsan Keluar darah dari kemaluan Nyeri perut hebat Adanya cairan yang mengalir keluar dari kemaluan anda Adanya jaringan yang keluar dari kemaluan anda Memiliki tanda-tanda preeklampsia, seperti pembengkakan tiba-tiba pada wajah, tangan, atau kaki; gangguan penglihatan; sakit kepala berat Demam Anda mengalami kontraksi teratur dalam waktu 1 jam, baik disertai dengan  nyeri atau tidak. Yang dimaksud dengan kontraksi teratur adalah anda mengalami kontraksi sebanyak 8 kali atau lebih dalam waktu 1 jam atau kontraksi sebanyak 4 kali atau lebih dalam waktu 20 menit  Nyeri punggung bawah atau nyeri pinggang terus-menerus Adanya penurunan gerak janin atau bayi anda sama sekali tidak bergerak  Baca juga: 5 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Wanita Hamil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang