Your browser does not support JavaScript!
 05 Jul 2020    18:00 WIB
Apa Dampak Operasi Caesar Pada Kehidupan Seks Anda?
Sebagian besar wanita biasanya telah diperbolehkan untuk kembali berhubungan seksual dalam waktu 6 minggu paska melahirkan, di mana rasa nyeri saat berhubungan seksual sudah berkurang. Akan tetapi, pada beberapa orang wanita, nyeri saat berhubungan seksual dapat terus berlangsung hingga beberapa bulan setelah melahirkan. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa bagaimana cara seorang wanita melahirkan, operasi Caesar (c-section) atau pun melahirkan normal (melalui vagina); mungkin turut berperan dalam terjadinya nyeri saat berhubungan seks (dispareunia) paska melahirkan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa wanita yang melahirkan anaknya melalui operasi Caesar atau melahirkan normal dengan bantuan vakum memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami nyeri saat berhubungan seks, bahkan hingga 18 bulan paska melahirkan. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 1.244 orang wanita hamil dan meminta mereka untuk menjawab berbagai kuesioner mengenai bagaimana hubungan mereka dengan pasangan dan bagaimana kehidupan seks mereka. Para peserta penelitian diminta untuk menjawab kuesioner tersebut sebelum melahirkan dan pada bulan ke 3, ke 6, ke 12, dan ke 18 setelah melahirkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para wanita yang melahirkan anaknya melalui operasi Caesar atau melalui proses persalinan normal (per vaginam) dengan bantuan vakum memiliki resiko 2 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami dispareunia hingga 18 bulan setelah melahirkan. Jadi, apakah melahirkan dengan bantuan operasi Caesar dan vakum sama dengan berakhirnya kehidupan seksual Anda bersama pasangan? Tentu saja tidak! Penelitian ini hanya menemukan adanya hubungan antara bagaimana cara seorang wanita melahirkan dengan terjadinya dispareunia tetapi tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara kedua hal tersebut. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa beberapa orang wanita yang mengalami dispareunia paska melahirkan juga mengalami dispareunia sebelum hamil. Rasa lelah yang berlebihan setelah melahirkan dan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga juga membuat seorang wanita memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami dispareunia paska melahirkan.   Sumber: womenshealthmag
 17 Jun 2020    16:00 WIB
Waspada Tanda Bahaya Ketika Hamil
Beberapa hal yang anda alami selama hamil dapat merupakan gejala normal selama kehamilan, akan tetapi dapat pula merupakan suatu tanda bahaya bagi kehamilan anda dan juga diri anda. Bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, sebaiknya anda segera menghubungi dokter anda tanpa perlu menunggu sampai jadwal pemeriksaan kehamilan anda berikutnya.   Perdarahan Perdarahan selama kehamilan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Jika anda mengalami perdarahan hebat dan nyeri perut hebat atau nyeri perut seperti saat menstruasi atau merasa ingin pingsan pada saat trimester pertama kehamilan anda, anda mungkin mengalami kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi bila janin anda tidak melekat di dalam rahim anda, tetapi di tempat lainnya. Hal ini dapat membahayakan. Perdarahan hebat dan nyeri perut pada trimester pertama atau awal trimester kedua kehamilan juga dapat merupakan tanda keguguran. Perdarahan hebat pada trimester ketiga kehamilan dapat disebabkan oleh terlepasnya plasenta dari rahim anda akibat sesuatu hal. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan hebat yang sulit dihentikan. Perdarahan selalu merupakan tanda bahaya. Perdarahan pada usia kehamilan berapa pun, sedikit atau banyak selalu membutuhkan pemeriksaan dan penanganan secepatnya. Segeralah hubungi dokter anda bila anda mengalami hal ini.   Mual dan Muntah Berat Mual dan muntah merupakan gejala normal selama kehamilan. Akan tetapi, bila mual dan muntah yang terjadi sangat berat dan menyebabkan anda tidak dapat makan atau minum sama sekali, maka hal ini merupakan suatu hal yang serius. Mual dan muntah hebat dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi dan malnutrisi. Dehidrasi dan malnutrisi dapat berbahaya bagi kesehatan bayi anda. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala ini untuk mendapatkan penanganan secepatnya.   Penurunan Gerak Janin Gerakan bayi anda akan berkurang saat anda memasuki bulan terakhir kehamilan anda. Hal ini disebabkan oleh semakin sedikitnya ruang bergerak bagi bayi anda. Tetapi, sangat penting bagi anda untuk membedakan penurunan gerakan yang normal dengan penurunan gerakan yang abnormal. Bagaimana anda dapat membedakannya? Dianjurkan agar anda mencatat seberapa sering bayi anda bergerak untuk melihat penurunan atau peningkatannya. Dengan demikian, anda dapat menentukan seberapa sering biasanya bayi anda bergerak. Bila bayi anda bergerak atau menendang kurang dari 10 kali selama 2 jam, maka disarankan untuk segera menghubungi dokter anda untuk memeriksa keadaan bayi anda.   Kontraksi Pada Awal Trimester Ketiga Kehamilan Terdapat dua macam kontraksi selama akhir kehamilan anda. Kontraksi penanda persalinan dan kontraksi palsu atau kontraksi Braxton hicks. Kontraksi palsu biasanya timbul mendadak, tidak teratur, dan tidak semakin sering dan semakin nyeri. Kontraksi palsu ini biasanya akan mereda dalam waktu 1 jam atau dengan pemberian cairan. Kontraksi persalinan biasanya lebih teratur, berjarak sekitar 10 menit atau kurang dari setiap kontraksinya, semakin sering, menimbulkan nyeri yang menjalar dari pinggang ke perut, dan tidak mereda dengan pemberian cairan. Bila anda mengalami kontraksi persalinan, segera hubungi dokter anda. Bila belum waktunya anda melahirkan, maka dokter dapat segera melakukan berbagai hal yang diperlukan untuk menghentikan proses ini.   Tanda Preeklampsia Adanya nyeri kepala menetap, gangguan penglihatan, nyeri perut, pembengkakan badan, dan peningkatan tekanan darah selama trimester ketiga kehamilan dapat merupakan tanda-tanda preeklampsia. Tanda-tanda ini biasanya timbul setelah kehamilan berusia di atas 20 minggu, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein pada air kemih. Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat membahayakan, baik bagi bayi maupun ibu.   Mengalami Gejala Flu Bila anda hamil, sangat dianjurkan agar anda mendapatkan vaksin flu, karena wanita hamil biasanya lebih mudah sakit dan lebih sering mengalami komplikasi berat akibat flu. Baca juga:  Menderita Diabetes Saat Hamil Tetapi Tetap Ingin Berpuasa? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 14 Jun 2020    16:00 WIB
Tips Mengatasi Mual dan Muntah Saat Hamil Muda
Mengatasi Mual saat hamil, terutama saat hamil muda, hendaknya dilakukan sebaik mungkin, walaupun mual saat hamil (morning sickness) merupakan hal yang lumrah dialami oleh wanita hamil. Kondisi ini biasanya dialami di trimester pertama dalam kehamilan, dan akan hilang dengan sendirinya saat memasuki trimester kedua dan ketiga. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi mual-muntah pada ibu hamil, agar tidak menimbulkan masalah pada ibu dan janinnya, serta tidak mengganggu aktivitas Anda.Mual dan muntah yang berlebihan akan membuat ibu dan janin menjadi kekurangan gizi. Maka mual dan muntah ini harus dikurangi,Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi mual ini adalah: 1. Ubah kebiasaan makan.Pada kondisi hamil awal, biasanya ibu hamil akan sulit makan karena rasa mual. Agar tak kekurangan nutrisi, jangan makan sekaligus dalam porsi yang besar, tapi cobalah untuk makan sedikit-sedikit dalam porsi kecil namun sering. "Sehingga dalam sehari bisa makan 4-5 kali sehari, dalam porsi kecil. Hal ini untuk mencegah perut kosong dan mempertahankan kestabilan kadar gula darah," tukas dokter ini.2. Konsumsi gizi seimbang.Ketika hamil, makanlah banyak makanan yang tinggi karbohidrat, dan tinggi protein. Jangan lupa untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayur sebagai pelengkap gizi seimbang.3. Bergerak perlahan.Biasakan untuk bergerak perlahan, dan hindari bergerak dengan gerakan refleks dan cepat. Saat bangun pagi, jangan terburu-buru untuk bangun dan berdiri. Duduklah sebentar dan bersandar pada tempat tidur. Setelah beberapa saat, baru bergerak perlahan dan berdiri.4. Siapkan camilan.Bila merasakan mual saat bangun pagi, siapkan camilan seperti biskuit yang menjadi favorit Anda di dekat tempat tidur. Hal ini akan menghindari perut Anda kosong.5. Hindari makanan tertentu.Ketika hamil, biasanya penciuman akan menjadi lebih sensitif. "Sehingga bila ada bau tertentu akan merangsang rasa mual. Tetapi hal ini berbeda-beda setiap orangnya," tambahnya. Untuk menghindari rasa mual dan muntah, hindari makanan yang berbau tajam, rokok, dan bau yang menyengat lainnya.6. Minum jahe. Selain berfungsi sebagai penghangat badan, jahe juga berfungsi untuk meredakan rasa mual yang diderita ibu hamil. Jika merasa mual, minum saja rebusan jahe sebanyak 250-300 mg sekali minum.7. Konsumsi suplemen.Sampai sekarang, banyak suplemen yang dijual untuk mengurangi rasa mual ketika hamil. Namun, untuk mengurangi mual, konsumsilah suplemen yang mengandung vitamin B6.
 13 Jun 2020    16:00 WIB
Penyebab dan Jenis-Jenis Wasir
Apa Itu Wasir?Wasir atau ambeien merupakan gumpalan pembuluh darah pada rektum (bagian usus yang berhubungan dengan anus). Pembuluh darah yang menyebabkan wasir terdapat pada bagian paling bawah dari rektum, tepat di atas anus. Kadangkala, pembuluh darah ini membengkak dan dindingnya melebar, menipis, dan teriritasi oleh tinja. PenyebabPara ahli masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab terjadinya wasir. Mereka menduga wasir terjadi akibat adanya tekanan yang sangat tinggi pada rongga perut sehingga menyebabkan pembuluh darah vena membengkak akibat terhambatnya aliran darah di dalamnya.Pembuluh darah yang membengkak ini sangat mudah teriritasi. Peningkatan tekanan di dalam rongga perut dapat disebabkan oleh: •  Obesitas•  Kehamilan•  Berdiri atau duduk dalam waktu lama•  Mengedan saat BAB (buang air besar) atau BAK (buang air kecil) •  Batuk•  Bersin•  Muntah•  Menahan napas saat berolahragaSiapa yang Beresiko?Wasir dapat terjadi pada siapa saja, akan tetapi biasanya hanya menyebabkan gangguan pada sekitar 4% penduduk dunia. Wasir dapat terjadi pada pria dan wanita, dan biasanya terjadi pada orang berusia antara 45-65 tahun.Jenis WasirWasir terdiri dari dua jenis, yaitu wasir internal dan wasir eksternal. Wasir InternalWasir internal terletak pada bagian dalam dinding rektum dan tidak dapat diraba kecuali sudah sangat membesar. Wasir ini biasanya tidak menimbulkan nyeri dan biasanya disadari oleh penderitanya akibat adanya darah pada tinja. Kadangkala, wasir internal ini dapat menonjol keluar dari anus sehingga anda dapat merasakannya sebagai suatu tonjolan kulit yang basah yang tampak lebih merah muda daripada kulit sekitarnya. Wasir yang menonjol ini dapat menyebabkan nyeri karena anus dipenuhi oleh saraf nyeri. Wasir yang menonjol ini biasanya dapat masuk kembali dengan sendirinya ke dalam anus, jika tidak, maka anda dapat mendorongnya secara perlahan kembali ke dalam anus. Wasir EksternalWasir eksternal terletak tepat di bawah kulit pada daerah sekitar anus. Wasir ini dapat diraba bila sedang terjadi pembengkakan dan dapat menimbulkan rasa gatal, nyeri, atau darah pada tinja.Jika wasir eksternal ini menonjol keluar, maka anda dapat meraba dan melihatnya. Kadangkala, terbentuk bekuan darah di dalam wasir eksternal yang menonjol, yang dapat menyebabkan rasa nyeri hebat.Jika di dalam wasir eksternal telah terbentuk bekuan darah, maka wasir dapat berwarna ungu atau biru dan dapat berdarah. Walaupun demikian, keadaan ini tidak terlalu berbahaya, tetapi dapat terasa sangat nyeri. Wasir ini akan membaik dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Bila rasa nyeri tidak tertahankan, maka segera hubungi dokter anda untuk memperoleh penanganan secepatnya. Penanganannya adalah mengangkat bekuan darah dari dalam wasir sehingga rasa nyeri dapat dihentikan.Wasir dan MakananMakanan diduga memiliki peranan yang sangat penting sebagai penyebab dan pencegahan terjadinya wasir. Orang yang sering mengkonsumsi makanan tinggi serat biasanya lebih jarang menderita wasir. Sementara itu, orang yang lebih sering mengkonsumi berbagai makanan olahan memiliki resiko menderita wasir yang lebih tinggi. Diet rendah serat atau kurang mengkonsumsi air dapat menyebabkan terjadinya sembelit, yang dapat menyebabkan terjadinya wasir melalui 2 cara, yaitu:•  Membuat anda harus mengedan saat BAB•  Memicu terjadinya wasir karena tinja yang terbentuk cukup keras sehingga dapat mengiritasi pembuluh darah yang telah membengkakSumber: medicinenet
 11 Jun 2020    16:00 WIB
3 Hal yang Dapat Memicu Terjadinya Persalinan
Apakah Anda telah menunggu selama 9 bulan bahkan lebih tetapi bayi Anda belum juga menunjukkan tanda-tanda akan lahir? Bila Anda telah mulai tidak sabar untuk bertemu dengan si kecil, maka terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memicu terjadinya persalinan seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Berhubungan Seks Para dokter menduga bahwa berhubungan seks dapat membuat tubuh Anda terpicu untuk segera memulai proses persalinan. Hal ini dikarenakan paparan terhadap prostaglandin yang terdapat di dalam cairan mani diduga dapat memicu terjadinya proses persalinan. Prostaglandin merupakan asam lemak yang memiliki efek seperti hormon di dalam tubuh, terutama pada bagian leher rahim. Prostaglandin dapat membuat leher rahim menjadi lebih lunak. Selain itu, saat seorang wanita mencapai orgasme, maka rahim pun akan berkontraksi, yang dapat memicu terjadinya proses persalinan.   Stimulasi Puting Susu Beberapa wanita mencoba memijat puting susu dan daerah sekitarnya dengan gerakan memutar untuk merangsang pelepasan oksitosin yang dapat menyebabkan terjadinya kontraksi rahim dan proses persalinan pun dimulai.   Mengkonsumsi Minyak Jarak Walaupun belum ada penelitian yang dapat memastikan efek dari konsumsi minyak jarak, akan tetapi banyak wanita mempercayai bahwa mengkonsumsi minyak jarak dapat memicu terjadinya kontraksi rahim. Akan tetapi, nyeri perut yang Anda rasakan mungkin juga disebabkan oleh peningkatan aktivitas usus yang membuat Anda ingin buang air besar. Karena konsumsi minyak jarak justru dapat membuat seseorang mengalami diare yang dapat berakhir pada terjadinya dehidrasi, maka metode ini biasanya tidak dianjurkan.   Jadi, apapun metode yang ingin Anda coba, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda untuk memastikan bahwa metode yang ingin Anda lakukan tersebut tidak akan membahayakan jiwa Anda dan bayi Anda.   Sumber: womenshealthmag
 08 Jun 2020    11:00 WIB
Mengapa Kehamilan Ektopik Bisa Terjadi ?
Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang terjadi saat telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya pada saluran telur (tuba falopii).PengobatanPada tahap awal terjadinya kehamilan ektopik, terutama bila gejala yang timbul hanya bersifat ringan, maka terdapat kemungkinan bahwa telur yang telah dibuahi tersebut akan mati dengan sendirinya dan diserap oleh tubuh dan tidak memerlukan tindakan lebih lanjut. Pemberian ObatSebuah suntikan obat methotrexate dapat diberikan untuk menghentikan pertumbuhan embrio. Akan tetapi, terapi ini tidak dapat dilakukan pada semua wanita hamil dan hanya dapat dilakukan bila saluran telur belum robek serta saat kehamilan belum berlangsung terlalu lama. Tindakan PembedahanTindakan pembedahan bertujuan untuk mengeluarkan embrio dari dalam saluran telur bila saluran telur masih utuh. Akan tetapi, bila saluran telur telah robek, maka saluran telur ini pun mungkin harus ikut diangkat.Jika saluran telur diduga telah robek, maka diperlukan tindakan pembedahan segera untuk menghentikan perdarahan yang terjadi. Pada beberapa kasus, saluran telur dan indung telur mungkin telah hancur dan harus diangkat.Setelah pengobatan kehamilan ektopik, anda biasanya harus melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan bahwa saluran telur yang berisi embrio telah diangkat seluruhnya. Pemeriksaan darah ini bertujuan untuk memeriksa kadar HCG (suatu hormon yang dihasilkan selama kehamilan berlangsung).Hamil Kembali Setelah Mengalami Kehamilan Ektopik, Sulitkah?Sebagian besar wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik dapat kembali hamil dan memiliki kehamilan serta persalinan yang normal. Jika salah satu saluran telur telah diangkat, anda masih dapat hamil karena saluran telur lainnya masih berfungsi dengan normal. Sekitar 65% wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik dapat kembali hamil dalam waktu 18 bulan setelah terjadinya kehamilan ektopik.Dapatkah Kehamilan Ektopik Dicegah?Kehamilan ektopik tidak selalu dapat dicegah, akan tetapi seorang wanita dapat mengurangi resiko kehamilan ektopik dengan melindungi dirinya dari infeksi penyakit menular seksual. Berhenti merokok juga dapat mengurangi resiko terjadinya kehamilan ektopik. Baca juga: Stretch Mark Akibat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 07 Jun 2020    11:00 WIB
Efek Infeksi Herpes Pada Kemaluan Saat Hamil
Wanita hamil yang menderita infeksi herpes pada kemaluan (herpes genital) harus berhati-hati agar tidak menularkan virus herpes ini pada bayinya. Ibu dapat menularkan virus herpes pada bayinya saat melahirkan. Akan tetapi, bila seorang wanita mengalami infeksi herpes sebelum hamil atau pada awal masa kehamilan, maka kemungkinan bayinya terinfeksi oleh virus herpes sangat rendah, yaitu kurang dari 1%.Sebelum melahirkan, seorang wanita hamil yang pernah atau sedang menderita herpes genital harus melalui berbagai pemeriksaan untuk memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kekambuhan herpes. Bila terdapat tanda-tanda kekambuhan herpes mendekati waktu persalinan atau bila wanita tersebut baru menderita herpes genital pada akhir masa kehamilan (6 minggu sebelum persalinan), maka persalinan mungkin harus dilakukan melalui tindakan caesar. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan ibu tidak memiliki cukup waktu untuk membentuk antibodi terhadap virus, sehingga resiko penularan terhadap bayi pun tinggi (sekitar 40%). Wanita yang pernah mengalami infeksi herpes sebelumnya memiliki antibodi terhadap virus, yang dapat melindungi bayinya dari infeksi virus tersebut. Segera beritahu dokter atau bidan anda bila anda sedang hamil dan menduga diri anda terinfeksi oleh virus herpes baru-baru ini.Tips Mencegah Terinfeksi Herpes Saat HamilWanita yang tidak pernah menderita herpes genital sebaiknya berhati-hati saat berhubungan seksual selama trimester terakhir kehamilan. Sebaiknya hindari hubungan seksual para trimester terakhir kehamilan anda, kecuali bila anda yakin pasangan anda bebas dari virus herpes.Jika pasangan anda memiliki luka pada mulutnya (herpes oral), maka jangan melakukan seks oral selama anda hamil.Beberapa dokter menyarankan agar dilakukan pemeriksaan infeksi herpes pada semua wanita hamil, terutama bila pasangan mereka menderita herpes. Berkonsultasilah pada dokter anda mengenai apakah anda dan pasangan anda memerlukan pemeriksaan ini.Pengobatan Herpes Genital Selama KehamilanBerkonsultasilah dengan dokter anda mengenai obat apa yang boleh dan tidak boleh anda konsumsi untuk mengatasi infeksi herpes ini. Diskusikanlah dengan dokter anda manfaat dan resiko pengobatan herpes yang ada pada anda dan bayi anda untuk menemukan pengobatan terbaik bagi anda dan bayi anda.Infeksi herpes pada bayi yang baru lahir dapat sangat berat. Oleh karena itu, jangan mengijinkan orang yang memiliki luka pada mulutnya mencium bayi anda. Jika anda memiliki luka pada mulut anda, maka jangan cium bayi anda dan cucilah tangan anda dengan sabun dan air bersih sebelum menyentuh bayi anda.Sumber: webmd
 01 Jun 2020    08:00 WIB
Olahraga yang Dihindari Saat Hamil
Olahraga selama hamil memiliki berbagai manfaat yang dapat membantu anda melalui kehamilan anda, seperti membuat tidur anda lebih nyenyak, membuat anda lebih bertenaga, meningkatkan stamina anda, dan memperbaiki mood anda. Berbagai jenis olahraga yang dapat anda lakukan selama kehamilan adalah berjalan atau berenang. Akan tetapi, juga terdapat beberapa jenis olahraga yang harus anda hindari selama hamil. Tanyakanlah pada dokter atau bidan anda mengenai jenis olahraga apa yang boleh dan tidak boleh anda lakukan serta berapa lama anda boleh berolahraga setiap harinya.   1.      Olahraga yang Bertujuan Untuk Menurunkan Berat Badan Tergantung pada berat badan anda sebelum hamil, anda dapat mengalami peningkatan berat badan hingga 12.5-17.5 kg. Hal ini mungkin sulit diterima, baik secara emosional maupun fisik, akan tetapi tunggulah hingga anda melahirkan sebelum mulai menurunkan berat badan anda kembali. Bila anda mengkonsumsi diet sehat, maka penambahan berat badan merupakan salah satu tanda bahwa bayi anda sedang bertumbuh di dalam rahim anda.   2.      Olahraga Tim Berbagai jenis olahraga yang dilakukan bersama-sama dalam suatu tim, seperti basket, bola, atau hoki sebaiknya dihindari saat anda hamil, karena tingginya kemungkinan perut anda terpukul. Berhentilah melakukan berbagai jenis olahraga tersebut setelah trimester pertama kehamilan anda, saat perut anda telah mulai membesar.   3.      Olahraga yang Berbahaya Hindarilah berbagai olahraga yang membutuhkan keseimbangan, seperti ski atau menunggang kuda. Kegiatan ini memiliki resiko yang lebih tinggi daripada manfaatnya. Bahkan bersepeda juga dapat berbahaya bila anda tidak dapat menjaga keseimbangan anda akibat perut anda yang telah membesar.   4.      Olahraga Berlebihan Hindarilah olahraga secara berlebihan selama anda hamil, hal ini dapat mengurangi aliran darah ke dalam rahim anda. Bila anda tidak dapat menyanyikan satu kali lagu ulang tahun tanpa kehabisan napas, maka berarti anda telah berolahraga secara berlebihan.   5.      Olahraga Berat Selama kehamilan, persendian anda akan menjadi lebih renggang, yang membuat anda lebih mudah mengalami cedera. Hindarilah berbagai olahraga berat seperti aerobic atau kickboxing.   6.      Berolahraga Saat Cuaca Panas Hindarilah berolahraga di luar ruangan saat cuaca panas. Berolahraga di dalam ruangan yang memiliki pendingin ruangan. Jangan lupa untuk mengkonsumsi banyak air putih saat berolahraga selama kehamilan.   7.      Olahraga yang Membuat Anda Berbaring Terlentang Anda masih diperbolehkan untuk berbaring terlentang selama beberapa menit saat perut anda telah mulai membesar. Satu hal yang perlu anda ingat adalah seiring dengan semakin membesarnya rahim anda, berbaring terlentang dapat memutus aliran darah ke kaki anda dan juga bayi anda. Hindarilah yoga atau berbagai aktivitas lainnya yang membuat anda harus berbaring terlentang dalam wakut lama.   8.      Olahraga Pada Ketinggian Tertentu Jika anda berada di pegunungan dan sedang hamil, maka anda sebaiknya berolahraga pada ketinggian kurang dari 1.829 m. Segera hubungi dokter atau bidan anda dan berhenti berolahraga bila anda mengalami berbagai gejala di bawah ini, yaitu: Nyeri kepala Mual Muntah Merasa lelah Pusing Sesak napas   9.      Menyelam Hindarilah scuba atau menyelam karena perubahan tekanan dapat membahayakan bayi anda.   Tips Berolahraga Selama Hamil Bila olahraga favorit anda termasuk dalam berbagai daftar di atas, maka anda mungkin masih dapat melakukannya dengan beberapa modifikasi di bawah ini, yaitu: Kurangi intensitas olahraga anda. Bila biasanya anda berlari pagi maka ubahlah menjadi jalan cepat di pagi hari atau bila anda biasa mengikuti kelas yoga, gantilah dengan mengikuti kelas yoga khusus ibu hamil Kurangi lama berolahraga. Seiring dengan perkembangan kehamilan anda, anda akan merasa lebih cepat lelah. Simpanlah tenaga anda dengan cara mengurangi waktu olahraga anda. Jika biasanya anda dapat berjalan tanpa henti selama 30 menit, tetapi sekarang merasa lelah dan tidak dapat melakukannya, ubahlah menjadi berjalan selama 10 menit beberapa kali sehari Kurangi beban yang anda gunakan dan ulangi gerakan tersebut lebih banyak dengan beban yang lebih ringan, dengan demikian otot anda tetap kuat dan tidak melukai persendian anda Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai jenis olahraga yang boleh anda lakukan dan berapa lama anda boleh melakukannya setiap hari sebelum memulai berolahraga.   Sumber: webmd
 16 May 2020    16:00 WIB
Manfaat dan Resiko Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil
Saat hamil, tentu ada banyak sekali pantangan yang perlu Anda lakukan, baik berdasarkan pada fakta atau mitos. Di bawah ini Anda dapat melihat apa sebenarnya manfaat dan resiko dari mengkonsumsi air lemon atau buah lemon saat hamil.   Manfaat Konsumsi Air Lemon Saat Hamil Mengatasi Morning Sickness Menurut the American Pregnancy Association, lemon dapat membantu mengatasi mual yang berhubungan dengan morning sickness pada trimester pertama kehamilan Anda. Lemon dapat mengatasi kelebihan cairan empedu dan lendir yang berkumpul di dalam saluran pencernaan Anda, sehingga mencegah terjadinya penyumbatan. Lemon juga diketahui dapat membantu mengatasi bau mulut. Mengendalikan Tekanan Darah Vitamin yang terdapat di dalam lemon dapat menguatkan pembuluh darah dengan menjaganya tetap lembut dan lentur. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya peradarahan internal dan memiliki peranan penting dalam mengatasi tekanan darah tinggi. Lemon juga diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Mengatasi Gangguan Pencernaan Banyak wanita hamil mengalami gangguan pencernaan saat hamil. Air lemon dapat sangat membantu dalam mengatasi gangguan pencernaan ini. Mengatasi Sembelit Sembelit juga merupakan hal yang sering terjadi pada wanita hamil. Mengkonsumsi segelas air lemon setiap harinya dapat membantu mencegah terjadinya sembelit. Hal ini dikarenakan lemon akan menstimulasi hati dan meningkatkan gerakan usus, sehingga membantu mengeluarkan tinja dari dalam tubuh. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Air lemon juga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi seperti flu, batuk, pilik, dan demam. Hal ini dikarenakan lemon mengandung banyak vitamin C yang dapat membantu meningkatkan daya tahan alami tubuh dalam melawan bakteri dan virus. Menjaga Kesehatan Tulang Anda dan Bayi Anda Air lemon mengandung banyak magnesium dan kalsium, yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang Anda dan perkembangan tulang bayi Anda. Lemon juga mengandung kalium yang dapat membantu menutrisi sel-sel otak dan saraf . Membantu Mencegah Infeksi Saluran Kemih Air lemon juga memiliki efek diuretik dan dapat membantu menjaga kesehatan fungsi ginjal serta mencegah terjadinya infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Membuat pH Tubuh Menjadi Basa Air lemon dapat menjaga kadar pH tubuh dan membuatnya tetap basa sehingga oksigen pun dapat beredar dengan lebih baik ke seluruh sel-sel tubuh. Membantu Mengatasi Pembengkakan Kaki Pembengkakan pada kaki juga merupakan hal yang sering ditemukan pada wanita hamil, terutama pada mereka yang sudah memasuki trimester ketiga. Dengan mencampurkan 1 sendok makan sari buah lemon dengan air hangat dan meminumnya, Anda dapat mengatasi keluhan ini. Menghidrasi Tubuh Sari buah lemon juga dapat membantu Anda tetap terhidrasi yang penting bagi ibu hamil untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi seperti mual, sakit kepala, bengkak, kram, dan pusing. Sumber Antioksidan Karena lemon mengandung banyak antioksidan, maka mengkonsumsi air lemon secara teratur dapat membantu membuang racun dari dalam tubuh Anda, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi selama Anda hamil. Memperlancar Proses Persalinan Melahirkan merupakan proses yang menyakitkan dan melelahkan, yang dapat membuat Anda merasa stress. Mengkonsumsi air lemon yang dicampur dengan madu dapat membantu mengatasi rasa stress ini. Hal ini dapat bermanfaat bila Anda mulai mengkonsumsi air lemon sejak usia kehamilan Anda mencapai 5 bulan hingga saatnya melahirkan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum melakukan hal ini. Manfaat Lainnya Beberapa manfaat lain dari air lemon adalah untuk membantu mengatasi demam, pilek, asma, dan scurvy. Selain itu, asam sitrat yang terdapat di dalam lemon juga dapat membunuh cacing-cacing di dalam saluran pencernaan dan mencegah terjadinya berbagai gangguan pencernaan.   Resiko atau Efek Samping Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil Walaupun secara keseluruhan lemon baik dikonsumsi saat hamil, akan tetapi ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti di bawah ini. Heartburn atau Gangguan Pencernaan Pada trimester akhir kehamilan, sebagian besar ibu hamil biasanya akan mengalami heartburn atau gangguan pencernaan lainnya. Dan keasaman dari lemon dapat memicu timbulnya gejala gangguan pencernaan ini. Jika Anda mengalami gangguan pencernaan, hindari konsumsi lemon hingga gejala mereda. Gangguan Gigi Tulang dan gigi Anda sangat mudah mengalami dekalsifikasi saat Anda hamil dan asam sitrat di dalam lemon dapat berperan sebagai pemicu, yang akan merusak email gigi. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan gigi. Oleh karena itu, jangan mengkonsumsi air lemon dalam jumlah banyak setiap harinya. Menyebabkan Flu dan Batuk Mengkonsumsi air lemon dingin dapat menyebabkan terjadinya flu dan batuk pada ibu hamil. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengkonsumsi air lemon hangat atau pada suhu ruangan selama hamil, terutama bila cuaca sedang dingin.   Baca juga: 8 Manfaat Mengkonsumsi Almond Saat Hamil   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 27 Apr 2020    16:00 WIB
Susah Tidur Selama Hamil ?
Wanita hamil seringkali mengalami gangguan tidur di malam hari dan merasa sangat lelah di siang hari pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan, seringnya buang air kecil dan rasa mual muntah di pagi hari dapat mengganggu tidur anda. Pada saat kehamilan anda mulai membesar, mimpi buruk dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda dapat membuat anda sulit tidur dengan nyenyak. Setelah melahirkan, bayi anda yang baru lahir atau depresi paska melahirkan juga dapat mengganggu tidur anda.   Penyebab Gangguan Tidur Selama Kehamilan Gangguan tidur pada saat kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda. Kedua hal ini dapat mempengaruhi kualitas tidur anda. Anda mungkin sulit menemukan posisi tidur yang nyaman atau di saat telah menemukan posisi tidur yang nyaman, anda ingin buang air kecil.   Gangguan Tidur Pada Trimester I Kehamilan (1-12 Minggu) Beberapa hal yang menyebabkan gangguan tidur pada saat awal kehamilan anda adalah: Sering terbangun karena ingin buang air kecil Rasa tidak nyaman pada tubuh atau stress secara emosional selama kehamilan Waktu tidur siang yang lebih lama   Gangguan Tidur Pada Trimester II Kehamilan (13-27 Minggu) Kualitas tidur anda akan membaik begitu anda memasuki trimester kedua kehamilan anda karena berkurangnya keinginan untuk buang air kecil di malam hari. Hal ini terjadi karena bayi anda telah semakin membesar dan bergerak ke atas sehingga tekanan pada kandung kemih anda menjadi berkurang. Akan tetapi, anda tetap dapat mengalami gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman pada tubuh anda atau akibat stress emosional.   Gangguan Tidur Pada Trimester III Kehamilan (28-40 Minggu)   Tidur anda akan sangat terganggu saat anda memasuki trimester ketiga kehamilan anda. Hal ini dapat disebabkan oleh: Rasa tidak nyaman karena perut anda yang besar Adanya rasa seperti terbakar di dada, kram pada kaki, dan tersumbatnya sinus Sering buang air kecil di malam hari karena posisi bayi anda kembali berubah dan kembali menekan kandung kemih anda   Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd