Your browser does not support JavaScript!
 04 Feb 2016    08:00 WIB
Apakah Kanker Menular?
Pada dasarnya kanker bukan penyakit menular Seseorang yang sehat tidak akan ditularkan kanker oleh orang lain. Tidak ada bukti saat seseorang melakukan kontak seperti berhubungan seksual, ciuman, sentuhan, saling berbagi makanan atau percikan melalui udara. Pada orang yang sehat mempunyai sistem pertahanan tubuh yang akan mengenali sel asing dan menghancurkannya, termasuk sel kanker.   Namun berikut ada beberapa kejadian yang dapat menyebabkan terjadinya penularan kanker:   Penularan kanker setelah melakukan tranplantasi organ Ada beberapa kasus dimana transplantasi organ dari seseorang yang mengidap kanker dapat menyebabkan kanker pada orang yang menerima organ tersebut. Namun ada faktor utama yang dapat menyebabkan hal ini yaitu seseorang yang menerima transplantasi organ biasanya akan meminum obat yang melemahkan sistem kekebalan tubuh mereka. Obat ini melemahkan respon kekebalan tubuh dan membuat sistem kekebalan tubuh kurang mampu mengenali dan menyerang sel-sel pra-kanker dan virus yang dapat menyebabkan kanker.   Penularan kanker selama proses kehamilan  Seorang wanita yang memiliki kanker selama kehamilan, biasanya jarang mempengaruhi janin secara langsung.  Namun dalam beberapa kasus yang sangat langka, melanoma (sejenis kanker kulit) telah ditemukan dapat menyebar ke plasenta dan janin.    Kuman sering menularkan Kita tahu bahwa kuman (terutama bakteri dan virus) dapat ditularkan dari orang ke orang melalui hubungan seks, mencium, menyentuh, dan berbagi atau menyiapkan makanan. Beberapa bahkan dapat menyebar dengan menghirup udara yang sama. Tapi kuman jauh lebih mungkin untuk menjadi ancaman bagi orang yang mengidap kanker daripada orang yang sehat. Hal ini karena orang  pengidap kanker seringkali sistem kekebalan tubuhnya melemah (terutama ketika mereka mendapatkan pengobatan), dan mereka mungkin tidak dapat melawan infeksi dengan baik. Kuman dapat mempengaruhi risiko kanker.  Ada beberapa kuman yang dapat memainkan peran dalam pengembangan beberapa jenis kanker.  Kita tahu bahwa beberapa bentuk kanker ditemukan lebih sering pada orang yang terinfeksi dengan virus tertentu. Sebagai contoh:  Kanker serviks  Hepatitis B dan C yang dapat menyebakan kanker hati   Kanker berkembang karena perubahan DNA Kebanyakan kanker tidak dipengaruhi oleh infeksi, namun terjadi karena perubahan DNA dalam tubuh seseorang yang menyebabkan terjadinya perubahan menjadi sel kanker.   Sumber: americancancersociety
 13 Sep 2015    18:00 WIB
Pengobatan Kanker Serviks
Apa Itu Kanker Serviks? Kanker serviks terjadi apabila sel-sel abnormal berkembang dan menyebar di dalam leher rahim (serviks), bagian bawah rahim. Terjadinya kanker serviks seringkali dipicu oleh adanya infeksi oleh suatu virus tertentu, yaitu Human Papilloma Virus (HPV). Bila ditemukan pada stadium dini, maka kanker serviks memiliki tingkat kesembuhan yang cukup tinggi.   Penyebab Penyebab utama terjadinya kanker serviks adalah adanya infeksi (90%). Infeksi HPV pada kemaluan biasanya akan menyembuh dengan sendirinya. Bila infeksi ini menjadi kronik, maka dapat terjadi perubahan pada sel-sel serviks. Perubahan ini dapat menyebabkan terjadinya kanker. Infeksi HPV biasanya tidak menimbulkan gejala apapun dan dapat sembuh dengan sendirinya. Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan timbulnya kutil pada kemaluan, akan tetapi jenis ini tidak berhubungan dengan kejadian kanker serviks. Kutil kemaluan tidak akan berubah menjadi kanker, bahkan bila keadaan ini tidak diobati. Jenis HPV yang berbahaya (dapat menyebabkan kanker) dapat tinggal di dalam tubuh anda selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala apapun. Infeksi HPV sangat sering terjadi, sehingga sebagian besar orang yang pernah berhubungan seksual pasti pernah mengalami infeksi HPV. Karena infeksi HPV tidak menimbulkan gejala apapun, anda dapat tetap membawa virus ini bahkan sampai bertahun-tahun setelah anda berhubungan seksual. Jika anda terinfeksi oleh HPV yang berpotensi menyebabkan kanker, maka dapat terjadi pertumbuhan sel-sel abnormal pada serviks anda. Sel pra kanker ini tidak berarti bahwa anda telah menderita kanker saat itu, akan tetapi seiring dengan berlalunya waktu, maka sel-sel abnormal ini akan berubah menjadi sel kanker. Sel-sel kanker ini cenderung untuk menyebar ke dalam serviks dan berbagai organ serta jaringan di sekitarnya. Penggunaan kondom dapat menurunkan resiko infeksi HPV, akan tetapi kondom tidak dapat melindungi anda sepenuhnya dari infeksi virus ini. Selain kanker serviks, infeksi HPV juga telah dihubungkan dengan kejadian kanker vulva, kanker vagina, kanker penis, kanker anus, dan kanker mulut baik pada pria maupun wanita.   Faktor Resiko Lainnya Wanita Hispanik dan Afrika-Amerika memiliki resiko terkena kanker serviks yang lebih tinggi daripada wanita kulit putih. Kejadian kanker serviks juga lebih tinggi pada wanita yang terinfeksi HPV bila disertai dengan: Memiliki kebiasaan merokok Memiliki banyak anak Menggunakan pil KB dalam waktu lama Menderita HIV atau sistem kekebalan tubuhnya lemah   Gejala Pada stadium awal kanker serviks, yaitu saat sel-sel mulai berkembang secara abnormal, biasanya jarang ditemukan adanya gejala apapun. Gejala baru tampak saat kanker telah berkembang. Berbagai gejala kanker serviks yang dapat ditemukan adalah: Keluarnya darah dari vagina di luar masa menstruasi Keluarnya bercak dari yang berbeda dengan biasanya Perdarahan setelah menopause Perdarahan atau nyeri saat berhubungan seksual   Deteksi Dini Kanker Serviks Pemeriksaan Pap Smear Pemeriksaan pap smear merupakan salah satu cara deteksi dini kanker serviks yang terbaik. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan adanya sel-sel abnormal sebelum sel tersebut berubah menjadi sel kanker. Pada usia 21 tahun, wanita sebaiknya mulai melalukan pemeriksaan pap smear setiap 3 tahun sekali. Wanita yang berusia 30-65 tahun yang telah rutin melakukan pemeriksaan pap smear sebelumnya dapat memundurkan waktu pemeriksaan pap smear dan HPV menjadi 5 tahun sekali. Wanita yang beresiko tinggi perlu melakukan pemeriksaan pap smear lebih sering daripada wanita lainnya (1 tahun sekali). Jika hasil pemeriksaan pap smear menunjukkan abnormalitas kecil maka anda mungkin harus melakukan pemeriksaan pap smear ulangan. Pemeriksaan DNA HPV Pada kasus tertentu, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan DNA HPV selain pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi adanya HPV yang berpotensi menyebabkan terjadinya kanker. Pemeriksaan ini biasanya dianjurkan pada wanita yang berusia lebih dari 30 tahun atau pada wanita usia berapapun dengan hasil pemeriksaan pap smear yang abnormal.   Diagnosa Diagnosa pasti kanker serviks dapat ditegakkan melalui pemeriksaan biopsi, di mana dokter akan mengambil sedikit jaringan serviks untuk melakukan pemeriksaan di bawah mikroskop.   Pembagian Stadium Kanker Serviks Disebut kanker serviks stadium 0, bila sel kanker hanya ditemukan pada permukaan serviks. Disebut stadium I, bila sel kanker telah menyebar ke seluruh serviks, tetapi belum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Disebut stadium II, bila sel kanker telah menyebar ke bagian atas vagina. Disebut stadium III, bila sel kanker telah menyebar ke bagian bawah vagian dan mungkin telah menghambat aliran air kemih. Disebut stadium IV, bila sel kanker telah menyebar ke kandung kemih atau rektum atau bila sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya dan membentuk kanker lainnya.   Pilihan Pengobatan Kanker Serviks Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan masih dapat dilakukan bila kanker baru mencapai stadium II. Tindakan pembedahan biasanya dilakukan untuk mengangkat seluruh jaringan yang mengandung sel kanker di dalamnya. Tindakan pembedahan yang dilakukan berupa pengangkatan seluruh rahim dan serviks serta seluruh jaringan di sekitarnya (histerektomi). Dokter mungkin juga mengangkat saluran telur, indung telur, dan kelenjar limfe di sekitar tumor. Radiasi Radiasi eksternal menggunakan sinar X energy tinggi untuk membunuh sel kanker di area target. Terapi ini dapat membantu menghancurkan seluruh sel kanker yang tersisa setelah tindakan pembedahan. Radiasi internal menggunakan suatu zat radioaktif yang disuntikkan langsung ke dalam tumor. Penderita kanker serviks seringkali diobati dengan menggunakan kombinasi radiasi dan kemoterapi. Efek samping radiasi yang dapat terjadi adalah hitung jenis sel darah rendah, merasa lelah, gangguan pencernaan, mual, muntah, dan tinja lembek. Kemoterapi Kemoterapi merupakan suatu pengobatan dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh kanker di bagian tubuh manapun. Bila sel kanker telah menyebar ke berbagai organ tubuh yang jauh, maka kemoterapi merupakan pilihan pengobatan utama. Efek samping yang dapat timbul tergantung pada jenis dan dosis obat yang digunakan. Efek samping yang dapat terjadi adalah merasa lelah, mudah memar, rambut rontok, mual, muntah, dan hilangnya nafsu makan. Terapi Lainnya Pengobatan kanker dapat membuat anda merasa lelah dan kehilangan nafsu makan, akan tetapi menjaga berat badan dengan memenuhi kebutuhan nutrisi anda juga penting bagi penyembuhan anda. Selain itu, tetap aktif dan berolahraga ringan juga dapat meningkatkan stamina dan tenaga anda serta dapat mengurani rasa mual dan stress yang anda alami. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai jenis olahraga apa yang boleh anda lakukan dan berapa lama.   Kanker Serviks dan Fertilitas Pengobatan kanker serviks seringkali berupa pengangkatan rahim dan indung telur dan dengan demikian memudarkan kemungkinan anda untuk hamil. Akan tetapi, bila kanker ditemukan pada stadium dini, anda masih mungkin hamil bahkan setelah tindakan pembedahan dilakukan. Suatu tindakan pembedahan yang disebut dengan trakelektomi dapat mengangkat serviks dan bagian vagina dengan tetap meninggalkan sebagian besar rahim.   Ketahanan Hidup Penderita Angka ketahanan hidup penderita kanker serviks sangat tergantung pada seberapa dini kanker ditemukan.   Vaksin HPV dan Kegunaannya Sekarang ini telah tersedia vaksin yang berguna untuk melindungi anda dari 2 jenis HPV yang berpotensi menyebabkan terjadinya kanker. Setiap vaksin memerlukan pemberian sebanyak 3 kali dalam waktu 6 bulan. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi kronik HPV yang berpotensi menyebabkan terjadinya kanker serviks. Vaksin ini digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi HPV dan bukan untuk mengobati infeksi HPV. Vaksin ini paling efektif diberikan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual. CDC menganjurkan agar vaksin HPV diberikan pada anak perempuan yang berumur 11 atau 12 tahun. Tetapi juga dapat diberikan pada usia 13-26 tahun. Baca juga: Say No to Cancer! Sumber: webmd
 09 Jul 2014    20:00 WIB
Vaksin HPV Sebagai Pencegah Kanker Serviks
Apa itu HPV?HPV merupakan singkatan dari Human Papiloma Virus. Virus ini adalah virus yang menyebabkan penyakit kutil pada kulit. Telah ditemukan lebih lebih dari 100 tipe virus HPV, jadi Virus papilloma yang menyebabkan kutil kelamin berbeda dengan virus papilloma yang menybabkan kutil di tangan atau kaki. Beberapa tipe HPV merupakan penyebab dari kanker serviks, yaitu HPV tipe 16 dan tipe 18. Lebih dari 80% dari kasus kanker serviks disebabkan oleh kedua tipe virus papilloma tersebut. Siapakah yang beresiko terkena infeksi HPV?Wanita yang memulai hubungan seksual lebih awal (usia 14-16 tahun) merupakan kelompok orang yang memiliki resiko tinggi untuk terkena kanker serviks. Selama masa pubertas, wanita belum memliki fungsi seksual yang sempurna dan kondisi leher Rahim yang belum matang, sehingga rentan terinfeksi virus HPV. Bagaimana cara mengurangi resiko terinfeksi HPV?Cara yang pasti untuk mencegah infeksi HPV adalah tidak melakukan hubungan seksual pada usia muda dan tidak berganti- ganti pasangan. Selain itu, infeksi HPV terutama HPV yang menyebabkan kanker serviks dapat dicegah dengan cara pemberian vaksin. Vaksin ini disuntikkan pada otot, biasanya pada lengan atas. Perlindungan terbaik didapatkan setelah 3 kali suntikan yang diberikan dalam jangka 6 bulan. Apa manfaat Vaksin HPV?Proteksi terhadap infeksi HPV tipe 16 dan 18 akan dapat bertahan selama 5 tahun. Jika vaksin ini diberikan pada wanita usia 9-26 tahun, maka Akan memberika proteksi 100%. Jika diberikan pada wanita di atas usia 26 tahun, maka proteksi yang didapatkan tergantung besarnya paparan HPV yang telah terjadi. Apa saja yang harus diperhatikan sebelum menerima HPV?Pastikan anda tidak sedang hamil atau tidak berencana untuk hamil. Pastika anda dalam ke adaan sehat, tidak flu, demam, diare. Dan yang sangat pentit, bagi yang sudah seksual aktif, harus dilakukan pemeriksaan pap test terlebih dahulu sebelum menerima vaksin HPV.