Your browser does not support JavaScript!
 07 Mar 2020    11:00 WIB
Prostat dan Penuaan
Prostat merupakan suatu organ kecil pada pria, berukuran seperti buah kenari, yang terletak di bawah kandung kemih anda. Organ ini berfungsi untuk menghasilkan suatu cairan (cairan mani) yang berguna untuk melindungi sperma setelah ejakulasi. Seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, prostat anda juga semakin membesar secara perlahan, yang sering disebut dengan pembesaran prostat jinak dan bukan merupakan suatu keganasan.   Pembesaran Prostat dan Buang Air Kecil Penyebab pembesaran prostat ini tidak diketahui, akan tetapi pada umumnya pria mulai mengalami keluhan akibat pembesaran prostat ini saat berada pada usia pertengahan. Pria biasanya mengeluh lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari atau mengalami kesulitan dalam buang air kecil yang berupa aliran air kemih tidak lancar atau rasa tidak tuntas setelah buang air kecil. Berbagai keluhan di atas dapat terjadi akibat pembesaran prostat di sekitar uretra (suatu saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dan lubang kencing pada penis). Pembesaran prostat ini menekan uretra dan menyebabkan kesulitan buang air kecil.   Pembesaran Prostat dan Seks Pria yang mengalami gangguan sistem saluran kemih akibat pembesaran prostat seringkali juga mengalami gangguan saat berhubungan seksual, meskipun hubungan antara kedua gangguan tersebut masih belum diketahui. Sebagian besar pria dengan gangguan sistem saluran kemih akibat pembesaran prostat mengalami penurunan gairah seksual, gangguan ereksi (ereksi tidak dapat bertahan cukup lama untuk berhubungan seksual atau penetrasi), dan berkurangnya rasa puas setelah berhubungan seksual. Depresi, gangguan tidur akibat sering buang air kecil di malam hari, atau berbagai gangguan fisik lainnya juga dapat menyebabkan penurunan gairah seksual ini. Bila gangguan sistem saluran kemih akibat pembesaran prostat ini semakin memburuk, maka kehidupan seksual anda juga akan semakin terganggu. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh penanganan secepatnya.   Kanker Prostat dan Penuaan Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang banyak dialami oleh pria. Mendeteksi penyakit ini secepat mungkin dan menemukannya pada stadium awal dapat meningkatkan angka ketahanan hidup penderitanya. Melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya kanker prostat pada saat anda berusia 40 tahun merupakan salah satu pencegahan yang baik. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan colok dubur dan kadar PSA di dalam darah anda. Kadar PSA yang tinggi dapat mengindikasikan kanker atau pembesaran prostat.   Pengobatan Pembesaran Prostat Jinak Perubahan Gaya Hidup Kurangi atau bahkan hentikan mengkonsumsi alkohol dan kafein serta kurangi konsumsi air pada malam hari. Semua hal yang telah disebutkan ini dapat membantu mengurangi frekuensi buang air kecil di malam hari. Obat-obatan Terdapat beberapa obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi pembesaran prostat jinak ini. Obat-obat tersebut berfungsi untuk: Memperlambat pembesaran prostat Mengurangi ukuran prostat yang telah membesar Merelaksasi otot sehingga memudahkan buang air kecil Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai obat apa saja yang dapat anda konsumsi dan dosisnya. Tindakan Pembedahan Bila penggunaan obat-obatan tidak dapat mengurangi atau mengatasi berbagai gejala pembesaran prostat yang anda alami, maka dapat dilakukan tindakan pembedahan. Tindakan pembedahan yang sering dilakukan adalah TURP (Transuretral Resection of The Prostat). Pada TURP dilakukan pengangkatan bagian prostat yang menekan uretra.   Sumber: webmd
 07 Mar 2020    08:00 WIB
Bersepeda Tingkatkan Resiko Terjadinya Kanker Prostat, Benarkah?
Karena banyaknya pertanyaan mengenai apakah benar bersepeda dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat dan disfungsi ereksi, maka para peneliti pun memulai suatu penelitian dengan menganalisa data dari 5.282 pria yang senang bersepeda dan berusia di antara 16-88 tahun. Para peserta penelitian yang rata-rata berusia 48 tahun tersebut mengatakan bahwa mereka biasanya bersepeda secara teratur. Beberapa di antara peserta penelitian menggunakan sepeda untuk pergi ke kantor, beberapa peserta lainnya mengikuti lomba balap sepeda, dan beberapa orang lainnya hanya bersepeda untuk tujuan rekreasi. Para peneliti kemudian menemukan bahwa di antara semua penelitian, sekitar 8% nya mengalami disfungsi ereksi, 1% di antaranya mengalami kemandulan dan 1% lainnya mengalami kanker prostat. Akan tetapi, walaupun angka kejadian disfungsi ereksi lebih tinggi dibandingkan dengan kemandulan dan kanker prostat, para peneliti justru tidak menemukan adanya hubungan antara terjadinya disfungsi ereksi dengan bersepeda. Para peneliti juga tidak menemukan adanya hubungan antara bersepeda dengan kemandulan. Berbeda dengan disfungsi ereksi, berapa lama waktu yang dihabiskan untuk bersepeda ternyata memiliki hubungan langsung dengan peningkatan resiko terjadinya kanker prostat. Para peneliti menemukan bahwa orang yang bersepeda lebih dari 8.5 jam setiap minggunya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker prostat, yaitu 6 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan pria lain yang hanya menghabiskan waktu selama 4 jam atau kurang untuk bersepeda setiap minggunya. Walaupun demikian, bersepeda tetap merupakan suatu pilihan olahraga yang baik, karena dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan otot. Berdasarkan hasil penelitian ini, para peneliti mengatakan bahwa peningkatan resiko terjadinya kanker prostat ini perlu diwaspadai oleh orang yang bersepeda lebih sering daripada biasanya.     Sumber: askmen
 02 Mar 2020    15:00 WIB
Ini Dia Vitamin Pelindung Kesehatan Prostat
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa rendahnya kadar vitamin D di dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat dan mempercepat penyebaran sel-sel kanker di dalam tubuh Anda. Pada penelitian ini, para peneliti memeriksa kadar vitamin D di dalam darah 667 orang pria yang berusia antara 40-79 tahun yang memiliki kadar PSA yang abnormal atau memiliki hasil pemeriksaan dubur yang abnormal, sebelum mereka melakukan pemeriksaan biopsy pertamanya. Para peneliti kemudian menemukan bahwa defisiensi (kekurangan) vitamin D berat ternyata berhubungan dengan terjadinya kanker prostat yang lebih agresif dan lebih berat (stadium lanjut). Vitamin D telah terbukti dapat membantu memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker prostat pada hewan percobaan yang menderita kanker prostat. Selain itu, vitamin D juga dapat membantu mengatur pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah baru, yang penting untuk menjaga kesehatan sel-sel tubuh Anda. Kadar vitamin D di dalam darah yang diperlukan oleh tubuh bagi pria adalah antara 30-80 ng/ml. Para peneliti menemukan bahwa pria keturunan Afrika-Amerika (16.7 ng/ml) cenderung memiliki kadar vitamin D di dalam darah yang lebih rendah dibandingkan dengan pria keturunan Eropa-Amerika (19.3 ng/ml). Oleh karena itu, bila kadar vitamin D di dalam darah sangat rendah, maka pria keturunan Afrika-Amerika memiliki resiko untuk menderita kanker prostat agresif 5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan pria lainnya. Sementara itu, seorang pria keturunan Eropa-Amerika memiliki resiko untuk menderita kanker prostat agresif 3.5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan pria lainnya bila memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam darah. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan pria keturunan Afrika-Amerika memiliki lebih banyak melanin pada kulitnya, yang mencegah paparan sinar UV dan pembentukan vitamin D. Kadar vitamin D di dalam tubuh seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai hal seperti di mana tempat tinggal Anda, apa warna kulit Anda, dan bagaimana iklim atau cuaca lingkungan tempat tinggal Anda. Untuk memastikan agar Anda memiliki kadar vitamin D yang memadai di dalam tubuh dan melindungi kesehatan prostat Anda, maka pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung vitamin D seperti salmon, tuna, susu, jus buah, dan sereal yang telah diperkaya dengan vitamin D. Jika Anda ingin mengkonsumsi suplemen vitamin D, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda. Orang dewasa membutuhkan setidaknya 600 IU vitamin D setiap harinya.       Sumber: menshealth
 24 Jan 2020    18:00 WIB
Kupas Tuntas Kanker Prostat
Apakah kanker prostat itu ? Kanker prostat adalah pertimbuhan sel yang abnormal pada kelenjar prostat pada pria. Kelenjar prostat terletak dibawah kandung kemih. Prostat berfungsi dalam pembentukan semen. Pada pria muda prostat berukuran sebesar biji walnut dan semakin membesar seiring pertambahan usia. Prostat biasanya terjadi pada pria berusia lebih dari 65 tahun. Biasanya pertumbuhan kanker bersifat perlahan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai menimbulkan gejala. Seperti pada kanker lainnya, pengobatan yang terbaik adalah jika diberikan pada stadium awal. Pria tua dengan kanker prostat biasanya meninggal karena penyebab lain. Sampai saat ini para ahli belm mengetahui penyebab dari kanker prostat, tapi mereka yakin jika kanker prostat berhubungan dengan faktor usia, genetic, dan faktor ras. Faktor makanan seperti makanan tinggi juga diyakini berperan menyebabkan kanker prostat. Apakah gejala kanker prostat ? Kanker prostat dini biasanya tanpa gejala pada stadium awal. Kebanyakan pria tidak menyadarinya sampai tidak sengaja ditemukan pada pemeriksaan kesehatan rutin. Gejala kanker prostat biasanya baru muncul pada tahap akhir dari penyakit seperti tumor tumbuh dan menyempitnya uretra (bagian dari urin) dan pada itu telah menyebar ke organ lain. Gejala-gejala berikut ini bersifat non-spesifik dan juga dapat disebabkan oleh kondisi tidak berbahaya (non-kanker) seperti benign prostatic hyperplasia (BPH) (pembesaran kelenjar prostat yang tidak berbahaya] dan prostatitis (infeksi yang menyakitkan dari kelenjar prostat). Gejala tersebut meliputi: Aliran urin yang lemah atau terganggu Seringnya buang air kecil (terutama pada malam hari) Kesulitan buang air kecil Rasa nyeri atau terbakar pada saat buang air kecil Darah dalam urin atau air mani Sakit yang berkepanjangan di daerah punggung, pinggul, atau panggul Ejakulasi yang nyeri Sulit untuk ereksi Nyeri yang dalam dan sering di perut bagian bawah, aau di pelvis Bagaimana mendiagnosa kanker prostat ? Secara umum dan mudah, cara pemeriksaan kanker prostat adalah dengan colok dubur atau Digital Rectal Exam (DRE). Pada pemeriksaan ini dokter mengenakan sarung tangan yang diberikan cairan gel pelumas dan memasukan jari tersebut ke dalam rectum  untuk mencari dan merasakan kelenjar prostat. Cara lain dengan pemeriksaan darah, Prostate Spesific Antigen (PSA). Peningkatan PSA menunjukkan adanya kanker prostat, tetapi peningkatan PSA juga menunjukkan pembesaran atau infeksi prostat. Jika dokter anda menemukan kelainan pada pemeriksaan rectum atau jika hasil PSA tinggi, maka dokter anda akan melakukan biopsu prostat untuk mencari penyebabnya. Biopsi berarti dokter mengambil contoh jaringan prostat dan mengirimka ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu dapat dilakukan pemeriksaan menggunakan CT scan atau MRI. Ini adalah scan rinci atas [anggung untuk mengetahui tingkat keganasan kanker setelah mendapat konfirmasi dari biopsy kanker. Apakah setiap orang perlu melakukan pemeriksaan prostat secara teratur? Memeriksakan kesehatan secara rutin memang penting, termasuk pemeriksaan rectum. Tetapi para ahli setuju jika pemeriksaan PSA tidak ditujukan untuk semua pria. Hasil pemeriksaan dapat membawa anda mendapatkan pengobatan kanker yang seharusnya tidak anda perlukan. Pengobatan kanker dapar menyebabkan persoalan kesehatan lain, seperti kehilangan control berkemih dan tidak dapat ereksi. Jadi bicarakan dengan dokter anda tentang kemungkinan kanker prostat dan pro-kontra pemeriksaan PSA. Bagaimana mengobati kanker prostat? Pengobatan kanker prostat sangant bergantung pada jenis kanker yang diderita, sejauh mana kanker sudah menyebar, usia dan kondisi medis umum. Pemilihan pengobatan prostat mungkin tidak cocok untuk setiap kanker prostat. Rencana pengobatan harus secara individual untuk setiap pasien. Pilihan Medis untuk mengobati kanker prostat adalah Radiasi Terapi hormon Operasi Transurethral  resection  of  the  prostate (TURP) ?  digunakan pada penyakit tahap awal untuk membuang  jaringan yang memblokir buang air kecil. Kemoterapi Apa saja komplikasi dari pengobatan kanker prostat ? Komplikasi dari kanker prostat dapat terjadi dan biasanya disebabkan oleh kanker itu sendiri atau karena  pengobatan. Inkontinensia urin dan disfungsi ereksi adalah yang paling ditakuti  orang yang memiliki kanker prostat. Namun ada terapi untuk membantu meringankan atau mengobati kondisi ini. Komplikasi dari kanker prostat: Kanker menyebar (metastasis), kanker prostat dapat bermetastasis ke organ di dekatnya, tulang, paru-paru atau kelenjar getah bening. Pengobatan untuk kanker prostat yang telah menyebar dapat dilakukan dengan terapi hormon, terapi radiasi dan kemoterapi. Nyeri sekali. kanker telah mencapai tulang, Pengobatan ditujukan untuk terapikanker sering dapat menghilangkan  rasa nyeri yang signifikan. Kencing ngompol (inkontinensia), baik kanker prostat dan perawatannya dapat menyebabkan inkontinensia. Pengobatan tergantung pada jenis inkontinensia, Perawatan termasuk modifikasi perilaku, latihan untuk memperkuat otot panggul, obat-obatan dan kateter. Disfungsi ereksi atau impotensi, disfungsi ereksi dapat diakibatkan kanker prostat atau terapinya , termasuk perawatan bedah, radiasi atau hormon. Beberapa obat dengan alat vakum yang akan membantu mengatasi disfungsi ereksi ini. Depresi,banyak orang mungkin merasa tertekan setelah didiagnosa menderita kanker prostat atau setelah mencoba untuk mengatasi efek samping pengobatan. Perawatan seperti konseling atau antidepresan dapat membuat perbedaan yang signifikan. Apakah kanker prostat dapat dicegah? Tentu saja tidak, tetapi beberapa langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko atau menghambat perkembangan penyakit ini. Gizi yang baik, mengurangi konsumsi makanan berlemak dan meningkatkan jumlah buah-buahan, sayuran dan biji-bijian, dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat. Bawang putih, arugula, bok choy, brokoli, kubis Brussel, kol dan kembang kol juga dapat membantu melawan kanker .Diet makanan yang mengandung zat yang disebut antioksidan (vitamin C dan E dan beta karoten) mungkin protektif (tomat, jeruk, semangka). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memakan vitamin E atau  antioksidan dapat mengurangi resiko kanker prostat juga tumor organ padat lainnya. Olahraga dapat mengurangi resiko kanker prostat dengan meningkatkan sistem kekebalan, meningkatkan sirkulasi dan mempercepat proses pencernaan - yang mungkin memainkan peran dalam pencegahan kanker. Olahraga teratur juga memainkan peran penting dalam mencegah pembesaran prostat jinak.  
 23 Dec 2019    16:00 WIB
Keuntungan dan Kerugian Tindakan Vasektomi
Setiap tindakan pembedahan memiliki resiko terjadinya komplikasi. Walaupun demikian, resiko terjadinya komplikasi setelah tindakan vasektomi sangat rendah. Komplikasi yang dapat terjadi adalah: Perdarahan di bawah kulit, yang dapat menyebabkan pembengkakan atau memar Infeksi pada daerah bekas operasi. Pada beberapa kasus yang jarang, dapat terjadi infeksi di dalam kantung zakar Sperma merembes keluar dari vas deferens dan masuk ke jaringan di sekitarnya sehingga terbentuk suatu benjolan kecil (granuloma sperma). Pengobatan yang dapat dilakukan adalah istirahat, pemberian obat anti nyeri, dan tindakan pembedahan untuk mengangkat granuloma Peradangan pada saluran yang membawa sperma dari testis (epididimitis) Pada kasus yang sangat jarang, vas deferens tumbuh dan menyatu kembali   Keuntungan Tindakan Vasektomi 1.  Kontrasepsi Permanen Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi permanen. Setelah hasil pemeriksaan air mani anda menunjukkan tidak ada lagi sperma, maka tidak diperlukan penggunaan alat kontrasepsi lainnya. 2.  Resiko Komplikasi Rendah Vasektomi merupakan suatu tindakan yang lebih aman dan murah dan memiliki resiko komplikasi yang lebih rendah daripada tindakan ligasi tuba yang merupakan kontrasepsi permanen pada wanita.   Kerugian Tindakan Vasektomi Tindakan vasektomi tidak dapat melindungi anda dari penyakit menular seksual, yaitu suatu penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, misalnya HIV. Kondom merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular seksual. Selain itu, beberapa penelitian terdahulu menunjukkan adanya resiko kanker prostat pada pria yang melakukan tindakan vasektomi, walaupun belum ada bukti yang jelas mengenai hubungan antara tindakan vasektomi dan kanker prostat.
 03 Sep 2019    18:00 WIB
Siapakah Yang Beresiko Terkena Kanker Prostat dan Bagaimana Mencegahnya?
Kanker prostat terjadi pada prostat, dan kanker ini adalah salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi pada pria.  Jika terdeteksi dini, kemungkinan lebih besar untuk berhasil dalam pengobatan.Siapa yang berisiko terkena kanker prostat?-    Pria yang lebih tua dari 65 tahun-    Riwayat keluarga mempunyai kanker prostat atau kanker payudara-    Pria yang obesitas/kegemukanBerikut adalah kemungkinan gejala kanker prostat : meskipun banyak juga dapat disebabkan oleh masalah lain yang mempengaruhi prostat Anda:-    Gangguan ereksi-    Darah dalam urin atau air mani-    Kesulitan buang air kecil-    Sering nyeri di punggung bawah, pinggul atau paha-    Rasa tidak nyaman di daerah panggulGejala-gejala diatas juga dapat dipengaruhi oleh penyebab lain selain kanker prostat. Anda harus segera memeriksakan diri Anda jika mengalami gejala-gejala diatas untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan penanganan yang tepat.Pencegahan adalah kunci dalam menangani kanker, dan berikut ini adalah tips untuk mencegah kanker prostat:-    Studi menunjukkan pria yang minum lebih banyak kopi memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami kanker prostat.-    Lebih banyak berhubungan intim membuat kelenjar prostat bekerja lebih aktif sehingga dapat  mengurangi resiko terkena kanker prostat-    Tomat telah dikaitkan dengan penurunan resiko kanker prostat-    Berolahraga secara teratur, makan sehat dan menjaga berat badan yang sehat-    Makan brokoli secara reguler dapat mengurangi risiko kanker prostatWalaupun orang Asia mempunyai resiko lebih rendah terkena kanker prostat dibanding orang non-Asia, tetaplah untuk  melakukan pengecekan prostat secara rutin terutama bagi mereka yang memiliki resiko tinggi.
 23 Jul 2019    08:00 WIB
8 Makanan Pencegah Kanker Prostat
Berdasarkan berbagai penelitian, terdapat beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker prostat. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang telah terbukti dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker prostat pada seorang pria.   Sayuran Mengkonsumsi 3 porsi atau lebih beberapa jenis sayuran tertentu setiap minggunya dapat menurunkan resiko terjadinya kanker prostat hingga setengahnya. Beberapa jenis sayuran tersebut adalah kembang kol, brokoli, dan kale.   Buah Delima Berdasarkan penelitian, sari buah delima dapat memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker pada tikus percobaan.   Kunyit Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kunyit dapat mencegah terjadinya kanker prostat dan memperlambat proses pertumbuhan sel kanker terutama bila dikombinasikan dengan kembang kol.   Teh Hijau Pada berbagai penelitian, teh hijau telah terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya kanker prostat secara signifikan.   Kacang Brazil Kacang brazil merupakan salah satu sumber alami dari selenium, suatu mineral yang dapat sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya kanker prostat. Para ahli mengatakan bahwa mengkonsumsi 200 mcg selenium (setengah genggam kacang brazil) setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya kanker prostat hingga 50%.    Bawang Putih Pada berbagai penelitian, bawang putih telah terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya kanker prostat hingga 53%. Selain itu, bawang putih juga mengandung cukup banyak selenium.   Daun Bawang  Pada sebuah penelitian ditemukan bahwa mengkonsumsi 10 gram daun bawang setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya kanker prostat pada seorang pria hingga 70%.   Tomat Tomat merupakan salah satu makanan sumber likopen, suatu antioksidan kuat yang pada berbagai penelitian telah terbukti dapat mencegah terjadinya kanker prostat.     Sumber: healthdiaries
 05 May 2019    18:00 WIB
Efek Samping Mengonsumsi Vitamin E
Vitamin E cukup aman untuk dikonsumsi (melalui mulut atau dioleskan pada kulit) oleh sebagian besar orang yang sehat. Sebagian besar orang tidak mengalami efek samping apapun saat mengkonsumsi vitamin E sesuai dengan dosis harian yang direkomendasikan yaitu 15 mg setiap harinya. Mengkonsumsi vitamin E sesuai dengan dosis harian yang direkomendasikan mungkin aman bagi ibu hamil dan menyusui. Sebaiknya jangan mengkonsumsi vitamin E pada 4 bulan pertama kehamilan karena mungkin dapat membahayakan janin dalam kandungan anda, walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelumnya. Vitamin E mungkin berbahaya bila dikonsumsi dalam dosis tinggi. Jika anda memiliki penyakit jantung atau diabetes, maka jangan mengkonsumsi vitamin E sebanyak 400 IU atau lebih setiap harinya.Beberapa penelitian menduga bahwa dosis tinggi mungkin dapat meningkatkan resiko kematian dan terjadinya efek samping berat. Semakin tinggi dosis vitamin E yang anda konsumsi, maka semakin besar resiko terjadinya efek samping berat.1.  Meningkatkan Resiko Stroke HemoragikVitamin E mungkin dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke hemoragik, yaitu stroke yang terjadi akibat perdarahan di dalam otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi 300-800 IU vitamin E setiap harinya dapat meningkatkan resiko stroke hemoragik hingga 22%.Akan tetapi, vitamin E justru mungkin dapat menurunkan resiko terjadinya stroke iskemik, yaitu stroke yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah.2.  Meningkatkan Resiko Kanker ProstatVitamin E mungkin dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat, walaupun hal ini masih kontroversial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi berbagai vitamin dalam dosis tinggi bersama dengan vitamin E dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat pada pria.3.  Efek Samping LainnyaMengkonsumsi vitamin E dosis tinggi juga dapat menyebabkan terjadinya mual, diare, kram perut, merasa sangat lelah, badan terasa lemas, nyeri kepala, penglihatan kabur, bercak kemerahan pada kulit, memar, dan perdarahan.Sumber: webmd
 27 Apr 2019    08:00 WIB
Kapan Sebaiknya Tidak Mengkonsumsi Vitamin E?
Bila anda menderita beberapa gangguan kesehatan tertentu, maka anda mungkin perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi vitamin E karena mungkin dapat mengganggu kesehatan anda.1.  Sebelum dan Setelah Tindakan AngioplastiAngioplasti merupakan suatu tindakan untuk membuka atau melebarkan kembali pembuluh darah arteri yang telah menyempit akibat aterosklerosis (penumpukkan lemak pada dinding pembuluh darah). Tindakan ini biasanya dilakukan untuk melebarkan kembali arteri koroner yang mensuplai darah ke jantung untuk mencegah terjadinya serangan jantung.Hindari konsumsi berbagai suplemen yang mengandung vitamin E atau antioksidan lainnya seperti beta karoten dan vitamin C segera sebelum dan sesudah tindakan angioplasti tanpa pengawasan dokter. Berbagai vitamin ini diduga dapat mengganggu proses penyembuhan.2.  Menderita Defisiensi Vitamin KDefisiensi atau kekurangan vitamin K dapat menyebabkan terjadinya gangguan pembekuan darah. Vitamin E dapat memperburuk gangguan pembekuan darah pada orang dengan kadar vitamin K yang terlalu rendah.3.  Menderita Retinitis PigmentosaRetinitis pigmentosa merupakan suatu penyakit yang dapat diturunkan (herediter), di mana terjadi degenerasi retina yang dapat menyebabkan terjadinya kebutaan. Mengkonsumsi 400 mg alfa tokoferol (jenis vitamin E) diduga dapat meningkatkan kecepatan hilangnya penglihatan (kebutaan) pada penderita retinitis pigmentosa. Hindari konsumsi vitamin E bila anda menderita retinitis pigmentosa.4.  Menderita Gangguan Pembekuan DarahVitamin E diduga dapat memperburuk gangguan pembekuan darah. Oleh karena itu, hindarilah konsumsi vitamin E, termasuk suplemen vitamin E.5.  Menderita Kanker Kepala dan LeherBila anda pernah menderita kanker kepala dan leher, maka jangan mengkonsumsi 400 IU  atau lebih vitamin E setiap harinya karena diduga dapat meningkatkan resiko kekambuhan kanker.6.  Menderita Kanker ProstatVitamin E diduga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat, walaupun belum diketahui dengan jelas bagaimana hal ini terjadi. Konsumsi vitamin E diduga dapat memperburuk kanker prostat pada pria yang telah mengalaminya.7.  Sebelum dan Setelah Tindakan PembedahanVitamin E diduga dapat meningkatkan resiko terjadinya perdarahan selama dan setelah tindakan pembedahan. Oleh karena itu, hentikan konsumsi vitamin E anda setidaknya 2 minggu sebelum tindakan pembedahan dilakukan.Sumber: webmd
 07 Jan 2018    16:00 WIB
Apakah Penyakit Menular Seksual Sebabkan Kanker Prostat?
Sebuah penelitian menemukan bahwa suatu penyakit menular seksual, trikomoniasis berhubungan dengan kanker prostat. Trikomoniasis disebabkan oleh infeksi parasit Trichomonas vaginalis. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 70% penderita trikomoniasis tidak mengetahui bahwa mereka menderita penyakit ini karena tidak adanya gejala.   Para peneliti di Amerika dan Italia menemukan bahwa parasit ini menghasilkan suatu protein yang dapat memicu terjadinya proses peradangan (inflamasi) di dalam prostat dan memicu pertumbuhan sel-sel kanker prostat. Sebuah penelitian lain di tahun 2009 menemukan bahwa pria yang memiliki antibodi terhadap Trichomonas vaginalis memiliki resiko kanker prostat agresif (kanker yang menyebar di luar prostat) 2 kali lebih tinggi daripada orang yang tidak memiliki antibodi terhadap parasit ini.   Kedua penelitian ini menemukan bahwa infeksi parasit ini mungkin menyebabkan terjadinya inflamasi dan proliferasi sel, yang memicu terjadinya kanker prostat. Infeksi trikomoniasis ini dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotika. Akan tetapi, karena tidak adanya gejala, maka penderita pun seringkali tidak menyadari dirinya telah terinfeksi. Beberapa pria yang mengalami infeksi trikomoniasis merasa gatal atau mengalami iritasi di bagian dalam penis, adanya rasa seperti terbakar setelah buang air kecil atau ejakulasi, dan keluarnya cairan dari dalam penis. Wanita yang mengalami infeksi trikomoniasis mengalami rasa gatal pada kemaluan, rasa terbakar atau tidak nyaman setelah buang air kecil, kemaluan tampak kemerahan, adanya luka pada kemaluan, atau keluarnya cairan dari vagina.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: newsmaxhealth