Your browser does not support JavaScript!
 07 Aug 2014    13:00 WIB
Pemeriksaan Untuk Deteksi Kanker Payudara
Dewasa ini banyak orang mulai menyadari bahaya akan kanker payudara. Namun tidak semua orang dapat menyadari bahwa dirinya terkena kanker payudara atau tidak. Seringkali seseorang baru menyadari dirinya terkena kanker payudara setelah sudah dalam keadaan parah. Kanker payudara pada stadium awal seringkali tidak menunjukkan gejala.  Oleh karena itu sebelum kanker payudara menyebar ke organ tubuh yang lain dan dapat membunuh si penderita. Ada baiknya melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya kelainan pada payudara. Pemeriksaan apa sajakah yang dapat Anda lakukan untuk mendeteksi adanya kanker payudara: SADARI  Pemeriksaan payudara sendiri. Merupakan sebuah pemeriksaan paling mudah yang dapat dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kanker payudara. Pemeriksaan fisik oleh dokter Saat Anda dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter akan diperiksa adanya benjolan, tekstur, ukuran, hubungannya dengan kulit dan otot dada. Semua perubahan yang terjadi pada payudara akan dicatat. Selain itu menilai apakah ada pembesaran kelenjar getah bening di daerah ketiak, Mammografi Sebuah prosedur sederhana yang menggunakan sinar X. Merupakan pemeriksaan utama untuk mendeteksi stadium awal kanker payudara USG Mammae Sebuah pemeriksaan payudara yang menggunakan gelombang suara. Pemeriksaan USG lebih disarankan untuk wanita muda dibawah 35 tahun. Dan digunakan untuk membantu mengevaluasi hasil mammografi MRI (Magnetic Resonance Imaging) MRI merupakan prosedur pemeriksaan payudara yang menggunakan magnet dan gelombang radio. MRI menggunakan zat kontras yang dapat menimbulkan alergi. Oleh karena itu MRI payudara biasanya dilakukan pada wanita yang berisiko tinggi kanker payudara dan mempunyai hasil yang mencurigakan dari pemeriksaan mammografi sebelumnya. Biopsi Merupakan prosedur pemeriksaan payudara. Dilakukan pengambilan sampel jaringan.  Ada 3 macam prosedur biopsi; Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) Core Biopsy Biopsi Bedah   Sumber: medindia  
 07 Aug 2014    08:00 WIB
Apa Saja Faktor Risiko Kanker Payudara?
Data dari WHO (2010) menunjukkan bahwa pada laki-laki, jenis kanker yang terbanyak di Indonesia adalah kanker paru, sedangkan pada perempuan adalah kanker payudara  Kanker payudara adalah merupakan penyebab kematian nomor  satu di Indonesia,diikuti oleh kanker leher rahim. Penyakit kanker payudara tidak hanya mengenai wanita namun juga pria. Seringkali seorang wanita yang terkena kanker payudara baru mengetahui dirinya terkena kanker payudara saat penyakit tersebut sudah parah. Oleh karena itu kita sebaiknya mengetahui apa saja faktor risiko kanker payudara. Sehingga seorang wanita akan lebih waspada.    Ada beberapa faktor risiko seseorang dapat terkena kanker payudara: Usia diatas 50 tahun Mutasi gen BRCA 1 dan BRCA 2 Pernah mengalami kanker payudara pada payudara yang satunya Riwayat keluarga yang memiliki kanker payudara Terpapar radiasi  Menggunakan terapi penggantian hormon setelah mengalami menopause Menstruasi yang terlalu cepat atau terlambat Tidak pernah hamil ataupun kehamilan yang terlambat Tidak pernah menyusui  Kegemukan/ obesitas Aktivitas yang kurang    Kanker payudara dapat  menyebar dari payudara yang satu payudara yang lain, selain itu juga dapat menyebar ke organ tubuh yang lain.  Oleh karena itu untuk Anda yang memiliki faktor risiko maupun yang tidak memiliki faktor risiko ada baiknya melakukan deteksi dini kanker payudara dengan melakukan SADARI maupun melakukan pemeriksaan penunjang seperti USG Mammae dan Mammografi   Sumber: medindia 
 25 Jul 2014    10:00 WIB
Apakah Keguguran Berhubungan Dengan Terjadinya Kanker Payudara?
Kanker Payudara dan Hormon Resiko terjadinya berbagai jenis kanker payudara pada seorang wanita berhubungan dengan kadar hormon tertentu di dalam tubuh. Pada umumnya, pertumbuhan sel-sel payudara dipengaruhi oleh beberapa jenis hormon, yaitu estrogen, progesteron, dan prolaktin. Kadar ketiga jenis hormon ini dapat berubah-ubah di sepanjang kehidupan seorang wanita. Terjadinya kanker payudara berhubungan dengan berbagai hal yang mempengaruhi kadar ketiga hormon di atas. Misalnya seorang wanita yang lebih banyak mendapat menstruasi di sepanjang hidupnya karena tidak pernah hamil memiliki resiko menderita kanker payudara sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan seorang wanita yang pernah hamil. Selain itu, penggunaan pil KB untuk mencegah kehamilan atau memperbaiki siklus menstruasi juga dapat sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada seorang wanita. Akan tetapi, resiko ini pun akan menurun seiring dengan penghentian penggunaan pil KB. Di sisi lain, menyusui merupakan salah satu cara bagus untuk menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   Kanker Payudara dan Kehamilan Seorang wanita yang pernah hamil dan melahirkan sebelum berusia 20 tahun memiliki resiko kanker payudara yang lebih rendah dibandingkan dengan seorang wanita yang tidak pernah hamil atau pernah hamil tetapi mengalami keguguran atau hamil dan melahirkan pada usia 30-35 tahun. Resiko kanker payudara akan menurun seiring dengan semakin bertambahnya jumlah persalinan. Akan tetapi, resiko kanker payudara pada seorang wanita yang baru hamil pada usia lebih dari 30 tahun tetap lebih tinggi bila dibandingkan dengan seorang wanita yang tidak pernah hamil. Para ahli masih tidak mengetahui dengan jelas mengapa berbagai perubahan ini dapat mempengaruhi resiko terjadinya kanker. Para ahli menduga hal ini dikarenakan selama kehamilan sel-sel payudara menjadi matang untuk memproduksi ASI dan mempengaruhi kecenderungan sel-sel ini untuk berubah menjadi keganasan. Selain itu, kehamilan juga dapat menurunkan jumlah siklus menstruasi seorang wanita, yang mungkin juga mempengaruhi resiko terjadinya kanker payudara. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui mengapa usia seorang wanita pada kehamilan pertamanya dapat mempengaruhi resiko terjadinya kanker payudara.   Kanker Payudara dan Keguguran Kekhawatiran adanya hubungan antara keguguran dan kanker payudara timbul karena keguguran diduga dapat mengganggu siklus normal hormon selama kehamilan. Beberapa orang ahli menduga bahwa hal ini mungkin dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada seorang wanita. Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2003 dan 2004, para peneliti menemukan bahwa keguguran tidak berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker payudara.   Sumber: cancer  
 21 May 2014    16:00 WIB
Tanda Peringatan Kanker Payudara
Nyeri atau pembengkakan di payudara: apakah kanker?Nyeri tajam di payudara, kemungkinan diikuti dengan kekenyalan di payudara, mungkin gejala tersebut bisa membuat Anda khawatir dan berpikir apakah ada sesuatu yang serius terjadi. Benjolan di payudara merupakan hal yang sering terjadi pada wanita, dan bahkan pria, dan bahkan sering menjadi alasan untuk pergi memeriksakan diri ke dokter.  Biasanya stadium awal dari kanker payudara tidak menunjukkan gejala apapun, tetapi deteksi dini dapat meningkatkan angka kesembuhan dari seorang penderita kanker. Setiap wanita yang merasakan nyeri dan benjolan pada payudara pasti langsung berpikiran yang terburuk, yaitu kanker payudara. Padahal pada kanker payudara stadium awal sangat jarang menyebabkan nyeri. Beberapa kondisi yang bisa menimbulkan nyeri pada payudara (mastalgia) adalah:•  Ketidakseimbangan hormonal karena menstruasi•  Efek samping dari pil kb•  Ukuran bra yang tidak tepat•  Stress Benjolan pada payudara juga bisa disebabkan oleh penyakit lain, misalnya: •  Infeksi payudara•  Penyakit fibrokistik di payudara•  Fibroadenoma•  Kerusakan jaringan payudara Tanda dan gejala dari kanker payudaraKanker payudara sering diasosiasikan dengan banyak gejala yang berat seperti benjolan dan nyeri di payudara. Tetapi kanker payudara sebenarnya memiliki gejala lain yang harus Anda waspadai juga, yaitu:•  Keluarnya cairan dari payudara•  Puting payudara masuk ke dalam•  Permukaan payudara berbentuk seperti kulit jeruk•  Nyeri pada vagina•  Penurunan berat badan tanpa disengaja•  Pembesaran kelenjar getah bening di ketiak•  Pembuluh darah vena di payudara dapat terlihat dengan jelas Jika Anda mengalami salah satu gejala diatas, segera konsultasikan dengan dokter Anda.Pemeriksaan payudaraSaat Anda berkunjung ke dokter dengan keluhan nyeri payudara, benjolan di payudara, maka akan ada beberapa jenis pemeriksaan yang akan dokter Anda minta untuk Anda lakukan, yaitu:•  Mamogram, yaitu pemeriksaan x-ray untuk payudara untuk membedakan antara masa yang jinak atau ganas.•  Biopsi, yaitu tindakan mengambil sedikit jaringan payudara untuk diteliti•  USG•  MRISumber: healthline