Your browser does not support JavaScript!
 07 Sep 2015    16:00 WIB
Wow, Ini Penampakkan Pria Dengan Payudara Terbesar di Dunia!
Para dokter di Cina mengklaim telah menemukan pria berdada terbesar di dunia setelah seorang petani memeriksakan dirinya di klinik spesialis dada di Beijing. Menurut sang pria, Guo Feng, dadanya mulai membesar sekitar 10 tahun lalu. "Awalnya, saya tidak terlalu peduli dengan pembesaran payudara yang saya alami, karena saat itu saya memang sedang bertambah gemuk. Namun, beberapa tahun terakhir ini, keadaannya makin tak terkendali. Saya sudah memeriksakan diri ke beberapa rumah sakit, tetapi tidak ada yang bisa menolong," ucap Guo Feng.   Dokter Zhang Lilan dari Rumah Sakit Dada Jinan mengatakan pria bernama Guo Feng ini tidak berbeda dengan pria lain. Guo Feng merupakan seorang pria yang gagah, tegap, dan berotot; namun juga memiliki payudara yang sangat besar sekali. Guo Feng mengaku sangat tidak nyaman, apalagi ketika bekerja, karena dadanya yang terlalu besar membuatnya sulit melakukan beberapa hal.   Baca Juga: Apa Hubungan Antara Kedelai dan Kanker Payudara?   Selama 30 tahun menjadi seorang dokter spesialis di rumah sakit ini, saya belum pernah menemukan kasus semacam ini," ungkap dokter Zhang. Direktur rumah sakit itu, Gaoyong Hong, menambahkan, "Awalnya kami mengira dia telah makan racun atau bahan makanan yang telah terkontaminasi. Namun, tes darah tidak menemukan adanya racun apa pun. Secara genetis pun dia normal. Berdasarkan hasil pemeriksaan foto rontgen pun dalam payudaranya tidak ada kanker." "Mungkin ini ada hubungannya dengan lemak," ujar Gaoyong Hong.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: unikfact
 02 Sep 2015    09:00 WIB
Say No To Kanker Payudara Dengan Makanan ini!
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada seorang wanita, walaupun bukan berarti para pria tidak dapat mengalaminya. Seperti halnya wanita, seorang pria pun juga dapat mengalami kanker payudara, hanya saja resikonya jauh lebih kecil. Selain memiliki pola hidup yang sehat dan berolahraga secara teratur, ternyata mengkonsumsi beberapa jenis makanan tertentu juga dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara. Di bawah ini, Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   OATMEAL Selain dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), mengkonsumsi oatmeal ternyata juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya diabetes. Tidak hanya itu, menurut sebuah penelitian, mengkonsumsi oatmeal ternyata juga dapat membantu melindungi tubuh terhadap serangan kanker payudara.   LEMAK IKAN (OMEGA 3) Beberapa jenis ikan seperti tuna dan salmon mengandung asam lemak omega 3 yang telah diketahui dapat membantu menghambat pertumbuhan tumor dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, tuna dan salmon juga merupakan salah satu sumber alami vitamin D, yang juga telah terbukti dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   TEH HIJAU Menurut sebuah penelitian, seseorang yang mengkonsumsi 3-4 cangkir teh hijau setiap harinya memiliki resiko kanker payudara yang lebih rendah. Hal ini dikarenakan teh hijau mengandung banyak antioksidan yang memang telah terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara dan kanker ovarium (kanker indung telur).   BUAH DAN SAYURAN Beberapa jenis buah dan sayuran diduga dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh karena mengandung banyak antioksidan alami. Beberapa jenis buah tersebut adalah strawberi, kiwi, jeruk, anggur merah, dan blueberi. Sedangkan beberapa jenis sayuran yang diduga dapat membantu mencegah pembentukan sel kanker di dalam tubuh adalah brokoli, kembang kol, dan kubis.   Baca Juga: 8 Hal yang Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Kanker Payudara   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: allwomenstalk
 30 Jul 2015    20:00 WIB
Berbagai Mitos Menyesatkan Mengenai Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita oleh para wanita di seluruh dunia. Walaupun tingkat kematiannya lebih rendah dibandingkan dengan kanker rahim, akan tetapi resiko kematian akibat kanker payudara pun tetap tinggi, terutama bila sel kanker telah menyebar hingga ke organ lain. Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai mitos menyesatkan mengenai kanker payudara.   Baca juga: 8 Hal yang Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Kanker Payudara   PERAWATAN KESUBURAN TINGKATKAN RESIKO KANKER Khawatir bila terapi kesuburan yang Anda lakukan dapat meningkatkan resiko kanker payudara? Beberapa penelitian menemukan bahwa para wanita yang melakukan perawatan kesuburan tidak memiliki resiko kanker payudara yang lebih tinggi.   TIDAK DAPAT DISEMBUHKAN Tahukah Anda bahwa dengan diagnosa dini dan pengobatan yang tepat, maka kanker payudara masih dapat disembuhkan? Selain itu, Anda pun dapat menurunkan berbagai resiko terjadinya kanker payudara dengan melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Menurunkan berat badan Berolahraga secara teratur Melakukan pemeriksaan payudara secara teratur Berhenti merokok   MERUPAKAN SUATU PENYAKIT YANG DITURUNKAN Memang benar bahwa resiko terjadinya kanker payudara dapat diturunkan, misalnya bila sang ibu atau keluarga dekat lainnya menderita kanker payudara, maka resiko Anda untuk mengalaminya pun menjadi lebih tinggi, akan tetapi genetika bukanlah satu-satunya hal yang dapat meningkatkan dan menurunkan resiko terjadinya kanker payudara. Gaya hidup yang tidak sehat juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.   BRA KAWAT SEBABKAN KANKER Walaupun memang benar bahwa penggunaan bra berkawat dapat menekan aliran kelenjar getah bening payudara, yang membuat zat-zat beracun menumpuk di sekitar payudara; akan tetapi, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa penggunaan bra berkawat memang benar dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.   BENJOLAN DI PAYUDARA = KANKER Tahukah Anda bahwa sekitar 80% benjolan yang ditemukan di payudara bukan merupakan suatu keganasan? Benjolan tersebut dapat merupakan suatu kista atau perubahan yang terjadi akibat perubahan kadar hormonal saat menstruasi. Akan tetapi, tetap lebih baik bila Anda segera memeriksakan diri ke dokter bila menemukan benjolan pada payudara Anda untuk memastikan apakah benjolan tersebut merupakan suatu keganasan atau bukan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: healthy
 28 Mar 2015    13:00 WIB
6 Tips Atasi Gangguan Tidur Akibat Kanker
Bila anda menderita kanker baik pada stadium awal maupun lanjut, hal ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan tidur, baik yang disebabkan oleh kanker itu sendiri, efek samping pengobatan (kemoterapi atau radiasi), atau akibat faktor psikologis. Bila gangguan tidur yang anda alami sangat mengganggu, dokter anda dapat memberikan obat tidur. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah agar anda mematuhi kapan anda harus mengkonsumsi obat tersebut, kapan harus menghentikannya, dan berapa dosis yang anda perlukan sesuai dengan petunjuk dokter anda. Jangan memulai penggunaan obat tidur tanpa persetujuan dokter anda.   1.      Jadikan Tidur Sebagai Rutinitas Tidur dan bangunlah pada waktu yang sama setiap harinya bahkan saat akhir minggu atau saat liburan. Hal ini dapat membantu tubuh anda terbiasa dengan waktu tidur tersebut.   2.      Berolahraga Secara Teratur Berolahragalah secara teratur setiap harinya, tetapi jangan berolahraga 3-4 jam sebelum waktu tidur. Tanyakan pada dokter anda mengenai jenis olahraga dan berapa lama anda boleh melakukannya setiap hari. Berjalan cepat, jogging, berenang, dan yoga dapat menjadi pilihan yang baik.   3.      Hindari Kafein dan Alkohol Hindari mengkonsumsi kafein setelah makan siang. Kafein biasanya terdapat di dalam kopi, teh, minuman bersoda, dan coklat. Selain itu, hindarilah juga alkohol. Alkohol memang dapat membuat anda mengantuk, akan tetapi setelah efeknya habis, maka anda akan terbangun.   4.      Buatlah Kamar Tidur Anda Senyaman Mungkin Pindahkanlah berbagai hal yang dapat mengalihkan perhatian anda dan membuat anda tidak ingin tidur, seperti jam dinding, telepon, televisi, atau radio. Ciptakanlah suasana yang tenang di dalam kamar tidur anda dan matikan lampu kamar tidur anda. Atur suhu di dalam kamar tidur anda sehingga membuat anda merasa nyaman dan lebih mudah tertidur. Bila anda masih tidak dapat tidur setelah mencobanya selama 15-20 menit, bangun dan lakukanlah kegiatan yang membosankan hingga anda merasa mengantuk. Jangan terus memikirkan mengenai berapa banyak waktu tidur yang telah berkurang dan jangan menonton televisi.   5.      Perhatikan Obat-obatan yang Anda Konsumsi Perhatikan berbagai jenis obat yang anda konsumsi dan tanyakan pada dokter anda apakah obat-obatan tersebut mempengaruhi tidur anda. Jika anda mengkonsumsi obat golongan steroid atau obat lainnya yang mungkin menstimulasi tubuh anda, konsumsilah jauh sebelum waktu tidur anda.   6.      Terapi Pijat dan Pikiran Pijat telah terbukti dapat memperbaiki gangguan tidur pada penderita kanker. Selain itu, pijat juga dapat mengurangi rasa nyeri, cemas, dan berbagai gejala lainnya. Terapi pikiran seperti meditasi, relaksasi, terapi kognitif dan perilaku juga dapat membantu penderita kanker yang sedang dalam pengobatan. Selain itu, yoga dan tai chi juga dapat membantu memperbaiki kualitas tidur anda.   Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gangguan tidur yang berlangsung selama lebih dari 4 minggu atau bila gangguan tidur yang anda alami semakin memburuk.   Sumber: webmd
 25 Feb 2015    11:00 WIB
Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi Setelah Operasi Kanker Payudara?
Menjaga kesehatan Anda setelah melakukan operasi kanker payudara juga tidak kalah penting dari tindakan operasi itu sendiri. Memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda dapat membantu menjaga kesehatan Anda setelah tindakan pembedahan.   Pentingnya Nutrisi Untuk Mengatasi Keluhan Paska Tindakan Pembedahan Mual dan muntah merupakan gejala yang umum terjadi pada para penderita kanker payudara paska tindakan pembedahan, terutama bila Anda juga menjalani tindakan kemoterapi atau radiasi. Beberapa keluhan lainnya yang mungkin akan Anda alami paska tindakan pembedahan adalah hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan yang cukup banyak karena tubuh Anda kekurangan nutrisi yang diperlukannya. Penurunan berat badan ini seringkali juga disertai dengan tubuh terasa lemas. Di bawah ini terdapat beberapa cara untuk mengatasi gejala mual paska tindakan pembedahan, yaitu: Makanlah dengan porsi sedikit tetapi sering di sepanjang hari. Hal ini lebih baik dibandingkan dengan makan 3 kali sehari Konsumsilah minuman tinggi protein bila Anda tidak ingin makan Konsumsilah makanan sederhana dan mudah dicerna seperti sup   Pentingnya Nutrisi Untuk Proses Penyembuhan Selain penting untuk menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan paska pembedahan, memperoleh nutrisi yang cukup paska tindakan pembedahan juga penting untuk proses penyembuhan Anda. Setelah tindakan pembedahan, tubuh Anda memerlukan lebih banyak protein daripada biasanya. Protein ini dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki berbagai sel tubuh, melawan berbagai infeksi, dan proses penyembuhan luka bekas sayatan. Oleh karena itu, pastikan Anda meningkatkan konsumsi protein Anda paska tindakan pembedahan dan jangan mengkhawatirkan berapa banyak kalori yang telah Anda konsumsi hari ini. Mengkonsumsi protein yang cukup dapat membantu proses penyembuhan dan mengembalikan tenaga Anda. Anda dapat menurunkan berat badan Anda nanti setelah keadaan kesehatan Anda membaik. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan konsumsi protein Anda adalah: Tambahkan bubuk protein atau susu bubuk ke dalam makanan Anda Tambahkan keju parut pada sayuran, kentang, nasi, dan salad Anda Konsumsilah berbagai jenis cemilan tinggi protein seperti kacang almond, kacang tanah, dan keju   Sumber: webmd
 18 Feb 2015    14:00 WIB
Berbagai Jenis Tindakan Pengangkatan Payudara
Mastektomi merupakan suatu tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat payudara. Beberapa puluh tahun lalu, tindakan mastektomi radikal atau pengangkatan seluruh jaringan payudara merupakan salah satu terapi standar untuk mengatasi kanker payudara. Akan tetapi, seiring dengan semakin majunya ilmu kedokteran, maka saat ini, penderita pun memiliki lebih banyak pilihan. Jenis tindakan mastektomi dan pengobatan kanker payudara tergantung pada beberapa hal seperti: Usia Keadaan kesehatan penderita secara keseluruhan Apakah penderita telah memasuki masa menopause Ukuran tumor Stadium kanker atau seberapa jauh kanker telah menyebar Tingkat agresivitas kanker Apakah sel kanker berespon positif terhadap hormon Apakah sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau belum   1.      Mastektomi Preventif Tindakan ini biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki resiko tinggi untuk menderita kanker payudara, misalnya karena adanya riwayat keluarga. Pada mastektomi preventif, dokter akan mengangkat seluruh jaringan payudara dan puting susu atau mungkin hanya mengangkat seluruh jaringan payudara, tetapi membiarkan bagian puting susu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kejadian kanker payudara dapat menurun hingga 90% setelah seorang wanita yang beresiko tinggi melakukan tindkaan ini. Selain itu, kadangkala tindakan ini juga dilakukan pada wanita yang pernah menderita kanker payudara pada salah satu payudara.   2.      Mastektomi Parsial Mastektomi parsial biasanya merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan pada penderita kanker payudara stadium I atau II. Pada tindakan ini, dokter hanya akan mengangkat jaringan payudara yang mengandung sel tumor, kemudian terapi akan dilanjutkan dengan terapi radiasi untuk membunuh sel kanker yang mungkin masih tersisa. Terapi radiasi ini dapat mencegah kanker kembali bertumbuh atau menyebar ke jaringan tubuh lainnya. Lumpektomi merupakan salah satu jenis mastektomi parsial. Pada tindakan pembedahan ini, dokter hanya akan mengangkat tumor dan sejumlah jaringan di sekitar tumor. Jenis mastektomi parsial lainnya adalah quadrantektomi. Pada tindakan ini, dokter akan mengangkat jaringan tumor dan lebih banyak jaringan di sekitarnya dibandingkan dengan lumpektomi.   3.      Mastektomi Radikal Mastektomi radikal merupakan tindakan pembedahan di mana dokter akan mengangkat seluruh jaringan payudara, termasuk puting susu. Selain itu, dokter juga akan mengangkat kulit payudara, otot dada, dan kelenjar getah bening yang terletak berdekatan dengan payudara. Selain mastektomi radikal klasik, sekarang ini terdapat mastektomi radikal modifikasi. Pada tindakan ini, dokter tetap akan mengangkat seluruh jaringan payudara dan kelenjar getah bening di daerah ketiak, tetapi tidak akan mengangkat otot dada.   Sumber: webmd
 11 Feb 2015    14:00 WIB
Pilihan Terapi Kanker Payudara Stadium IV
Pada kanker payudara stadium IV, sel kanker telah menyebar jauh di dalam tubuh. Beberapa bagian tubuh yang biasanya terkena adalah tulang, otak, paru-paru, atau hati. Karena banyak bagian tubuh yang telah terkena, maka pengobatan yang memfokuskan pada suatu bagian tubuh seperti tindakan pembedahan atau radiasi mungkin sudah tidak dapat dilakukan kembali. Pengobatan kanker payudara stadium IV biasanya tidak bertujuan untuk menyembuhkan penderita, akan tetapi bertujuan untuk mengecilkan ukuran tumor, memperlambat perjalanan penyakit, membantu penderita hidup lebih baik, dan membantu penderita hidup lebih lama. Di bawah ini terdapat beberapa pilihan terapi yang biasa dilakukan untuk membantu memperlambat perkembangan kanker payudara stadium IV.   1.      Kemoterapi Kemoterapi seringkali merupakan terapi utama untuk mengobati kanker payudara stadium IV. Kemoterapi dapat membantu memperlambat perkembangan kanker. Kemoterapi seringkali dilakukan bersamaan dengan terapi hormon atau imunoterapi.   2.      Terapi Hormon Terapi hormon dapat membantu penderita yang memiliki kanker payudara yang berespon positif terhadap hormon. Hal ini berarti sel kanker membutuhkan hormon tertentu untuk bertumbuh. Terapi hormon bertujuan untuk menghentikan produksi atau efektivitas hormon tersebut sehingga pertumbuhan tumor pun akan terhambat.   3.      Terapi Biologikal Herceptin merupakan salah satu jenis obat baru yang telah disetujui oleh BPOM Amerika untuk mengobati kanker payudara metastatik (telah menyebar jauh) dengan HER2 positif. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dengan cara menghentikan kerja protein HER2 ini. Selain itu, terapi ini mungkin juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda sehingga tubuh Anda pun memiliki “kekuatan” tambahan untuk melawan sel kanker. Terapi ini seringkali diberikan bersamaan dengan kemoterapi.   4.      Pengobatan Lain Tindakan pembedahan dan terapi radiasi dapat dilakukan pada beberapa kasus. Pengobatan ini dapat membantu mengatasi rasa nyeri dan berbagai gejala lain yang terdapat di berbagai bagian tubuh yang telah terkena. Dokter biasanya juga memberikan beberapa obat-obatan lainnya untuk membantu mengatasi efek samping pengobatan kanker payudara seperti mual dan merasa sangat lelah   Sumber: webmd
 06 Feb 2015    12:00 WIB
Pilihan Terapi Kanker Payudara Stadium 2
Pada kanker payudara stadium II, sel kanker masih berada di dalam payudara dan pada beberapa kasus mungkin sudah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat. Angka ketahanan hidup selama 5 tahun mendatang pada wanita yang menderita kanker payudara stadium II adalah sekitar 74-81%. Pada kanker payudara stadium II, dokter biasanya akan menggunakan terapi kombinasi. Di bawah ini terdapat beberapa jenis terapi yang dapat dilakukan pada penderita kanker payudara stadium II.   1.      Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan merupakan terapi standar bagi pengobatan kanker payudara stadium II. Bila ukuran tumor masih kecil, maka dokter mungkin hanya akan melakukan tindakan lumpektomi, di mana hanya jaringan tumor dan sejumlah jaringan di sekitarnya yang diangkat. Bila ukuran tumor besar, maka dokter mungkin akan melakukan tindakan mastektomi, di mana dokter akan mengangkat seluruh jaringan payudara. Pada kedua jenis tindakan pembedahan ini, dokter biasanya juga akan mengangkat sejumlah kelenjar getah bening di sekitar payudara.   2.      Terapi Radiasi Terapi radiasi merupakan terapi standar bagi wanita yang telah melakukan tindakan lumpektomi. Terapi radiasi bertujuan untuk membunuh sisa sel-sel kanker yang mungkin masih ada setelah tindakan pembedahan. Beberapa orang wanita yang menderita kanker payudara stadium II dan telah melakukan tindakan mastektomi juga membutuhkan terapi radiasi, terutama bila tumor berukuran besar.   3.      Kemoterapi Kemoterapi seringkali dilakukan setelah tindakan pembedahan. Seperti halnya terapi radiasi, kemoterapi juga bertujuan untuk membunuh sel kanker yang tersisa setelah tindakan pembedahan. Selain itu, kemoterapi juga dapat dilakukan sebelum tindakan pembedahan untuk membantu mengecilkan ukuran tumor.   4.      Terapi Hormon Terapi hormon kadangkala diberikan pada penderita setelah tindakan pembedahan dilakukan, terutama pada penderita yang memiliki kanker yang berespon positif terhadap hormon. Terapi ini bertujuan untuk mencegah tumor memperoleh hormon yang dibutuhkannya untuk bertumbuh. Bagi para wanita yang belum memasuki masa menopause, maka dianjurkan untuk mengangkat indung telur untuk menghentikan produksi hormon yang mempengaruhi pertumbuhan sel kanker.   5.      Terapi Biologikal Terapi biologikal merupakan terapi baru bagi kanker payudara. Pada sekitar 25% wanita yang menderita kanker payudara, para ahli menemukan bahwa kelebihan sejenis protein, HER2, dapat membuat kanker menyebar dengan lebih cepat. Herceptin merupakan suatu obat baru yang telah disetujui oleh BPOM Amerika untuk mengobati para penderita kanker payudara metastatik yang terbukti positif terhadap HER2. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan protein HER2 yang dapat membuat kanker semakin membesar dan membantu obat kemoterapi bekerja dengan lebih efektif. Obat ini seringkali digunakan sebagai terapi kombinasi dengan kemoterapi.   Sumber: webmd
 02 Feb 2015    14:00 WIB
Pilihan Terapi Kanker Payudara Stadium 0
Yang dimaksud dengan kanker payudara stadium 0 adalah kanker payudara stadium awal, di mana sel kanker masih terbatas pada jaringan kelenjar susu dan belum menyebar ke jaringan payudara lainnya. Pengobatan kanker payudara stadium 0 biasanya sangat sukses. Angka ketahanan hidup selama 5 tahun juga cukup tinggi yaitu sekitar 93%. Pengobatan dapat berbeda tergantung dari jenis kanker payudara yang Anda derita. Terdapat 2 jenis kanker payudara stadium 0 yaitu ductal carcinoma in situ (DCIS) dan lobular carcinoma in situ (LCIS).   Pilihan Terapi DCIS Pada DCIS, sel-sel abnormal muncul di dalam kelenjar saluran kelenjar susu. Kadangkala, sel-sel abnormal ini dapat berubah menjadi sel kanker invasive. Di bawah ini terdapat beberapa pilihan terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker payudara tipe DCIS stadium 0.  1.      Tindakan Pembedahan Jika tumor berukuran kecil, maka Anda mungkin harus melakukan tindakan pembedahan lumpektomi. Pada lumpektomi, dokter hanya akan mengangkat sel-sel abnormal dan sejumlah jaringan payudara di sekitarnya. Akan tetapi, beberapa orang wanita memilih untuk mengangkat seluruh payudaranya (mastektomi).  2.      Terapi Radiasi Setelah tindakan pembedahan, baik lumpektomi maupun mastektomi, maka Anda pun harus melakukan terapi radiasi untuk membunuh sel-sel abnormal yang mungkin masih tersisa dan menurunkan resiko terjadinya kekambuhan.  3.      Terapi Hormon Terapi hormon dengan menggunakan tamoxifen setelah tindakan pembedahan juga dapat membantu mencegah terjadinya kanker pada payudara yang sama atau payudara lainnya jika kanker payudara tampak responsif terhadap terapi hormon.   Pilihan Terapi LCIS LCIS merupakan jenis kanker payudara stadium 0 lain, di mana sel-sel abnormal muncul di dalam lobus payudara. Anda mungkin tidak menemukan adanya benjolan atau perubahan tertentu pada pemeriksaan mamografi dan biasanya ditemukan saat Anda melakukan biopsi jaringan payudara untuk tujuan lain. LCIS juga dapat berkembang menjadi kanker payudara invasif pada kedua payudara. Sebagian besar wanita tidak memerlukan pengobatan segera. Pemeriksaan payudara secara teratur merupakan hal penting yang harus dilakukan. Di bawah ini terdapat beberapa pilihan terapi LCIS yang dapat dilakukan.  1.      Terapi Hormon Terapi hormon dengan menggunakan tamoxifen atau raloxifen dapat menurunkan resiko berkembangnya tumor menjadi kanker payudara invasif.  2.      Tindakan Pembedahan Mastektomi bilateral atau pengangkatan kedua payudara merupakan pilihan terapi lainnya. Terapi ini biasanya dilakukan oleh para wanita yang merasa khawatir kanker akan kembali terjadi atau karena mereka memiliki anggota keluarga lain yang juga menderita kanker payudara.     Sumber: webmd
 02 Feb 2015    11:00 WIB
Apa yang Dapat Dilakukan Untuk Menurunkan Resiko Kanker Payudara?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa seorang wanita dapat menurunkan resiko kanker payudara dengan melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Tidak mengkonsumsi kombinasi terapi hormon estrogen dan progestin Tidak merokok Minimalisasi paparan terhadap radiasi, misalnya saat melakukan CT scan dan berbagai hal sejenisnya Menghindari peningkatan berat badan setelah memasuki masa menopause Membatasi atau mengurangi konsumsi minuman beralkohol Tetap aktif secara fisik atau berolahraga secara teratur Berapa banyak penurunan resiko yang terjadi pada seorang wanita dapat bervariasi tergantung dari masing-masing wanita dan penurunan ini biasanya juga tidak terlalu tinggi. Selain faktor genetika sebenarnya terdapat beberapa hal lainnya yang juga mempengaruhi resiko seseorang untuk menderita kanker payudara atau biasa disebut dengan faktor lingkungan. Beberapa hal yang termasuk dalam faktor lingkungan tersebut adalah: Bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan seorang wanita di sepanjang hidupnya Apa yang dimakan dan diminum oleh seorang wanita Paparan terhadap berbagai jenis zat kimia atau kuman Seberapa sering seorang wanita berolahraga Pengobatan apa saja yang pernah ia terima Faktor sosial dan budaya Selain faktor genetika dan lingkungan, terdapat hal lainnya yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara, yaitu: Perokok pasif Bekerja di malam hari Paparan terhadap zat kimia tertentu seperti benzena dan etilen oksida, zat kimia yang dapat ditemukan pada beberapa jenis kendaraan bermotor dan tempat kerja Berbagai penelitian lainnya yang dilakukan pada hewan percobaan menemukan bahwa ternyata bisphenol A (BPA), sejenis zat kimia yang banyak ditemukan pada tempat makan plastik, juga merupakan salah satu faktor resiko terjadinya kanker payudara. Sementara itu, beberapa penelitian lainnya menemukan bahwa semakin muda usia di mana masa pubertas dimulai, maka semakin besar resiko seorang wanita untuk menderita kanker payudara.     Sumber: webmd