Your browser does not support JavaScript!
 23 Oct 2020    17:00 WIB
Perlukah Menggunakan Sport Bra Saat Berolahraga?
Pentingnya penggunaan bra sport saat berolahraga memang sangat jarang dibicarakan. Saat berolahraga tentu yang berada di pikiran Anda adalah bagaimana melakukan olahraga yang baik dan menyehatkan, tanpa memberikan perhatian terhadap pakaian yang harus Anda pakai. Bagaimanapun, memakai bra sport sangat penting pada wanita saat melakukan olahraga, karena bra sport yang baik akan mampu menyangga payudara Anda secara maksimal saat Anda melakukan aktifitas fisik. Sekarang kita akan membicarakan pentingnya pemakaian bra sport saat Anda melakukan olahraga dan jenis-jenis bra sport yang saat ini beredar di pasaran. Pentingnya penggunaan bra sport yang bagus:•    Bra sport yang baik akan memastikan payudara Anda tetap pada tempatnya saat Anda sibuk berolahraga. Payudara pada dasarnya terbentuk dari jaringan lemak dan terlalu banyak goncangan akan menyebabkan ligamen-ligamen meregang.•    Bra sport juga dapat menyerap keringat sehingga menyebabkan Anda tetap nyaman dan kering saat berolahraga.•   Bra sport akan menjaga payudara Anda pada tempatnya tanpa membuatnya terikat atau membuat sesak. Tidak seperti bra biasa yang menggunakan kawat pada bagian bawahnya dan tali yang kencang akan menyebabkan kulit Anda iritasi dan merah, bra sport akan mengikuti lekuk tubuh dan nyaman di tubuh.•    Bra sport juga dapat mencegah nyeri punggung bagian bawah dan masalah di bahu.   Tipe bra sport Bra sport yang tersedia di pasaran saat ini terdiri dari berbagai ukuran, warna dan disain.Bra sport juga memiliki tehnik melindungi yang berbeda, berikut adalah jenis-jenisnya: Encapsulation braBra jenis ini memiliki cup yang terpisah sehingga akan menjaga bentuk payudara Anda. Jenis bra ini cocok digunakan untuk ukuran payudara cup D. Compression braBra jenis ini dapat membantu memberikan tekanan payudara terhadap dinding bra sehingga akan meminimalisir goncangan dan gerakan. Jenis bra ini cocok digunakan untuk ukuran payudara A dan B. Compression/encapsulation braLebih populer dengan nama "combination bra". Bra ini cocok digunakan untuk payudara berukuran cup C atau D. Bra sport sangat penting digunakan saat berolahraga karena dapat mencegah terjadinya kerusakan jaringan payudara saat berolahraga. Pilihlah bra sportyang sesuai dengan ukuran payudara Anda. Jika Anda memilih payudara berukuran besar, pilihlah bra dengan tali yang cukup lebar dan tebal. Gunakan bra sport yang pas dengan tubuh Anda sehingga menungkinkan Anda untuk bergerak dengan bebas saat berolahraga dan jangan gunakan bra sport yang terlalu ketat karena akan menghalangi pernafasan Anda. Sumber: healthmeup
 20 Oct 2020    09:00 WIB
Muda Bukan Berarti Bebas dari Kanker Payudara Lho!
Tahukah Anda bahwa kanker payudara ternyata tidak hanya mengenai mereka yang telah berusia lebih dari 40 tahun? Sekitar 30% penderita kanker payudara di Indonesia berusia kurang dari 40 tahun. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bila Anda rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (sadari) walaupun Anda masih muda. Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada wanita yang masih muda adalah: Pernah menderita kanker payudara atau memiliki tumor jinak pada payudara Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara, terutama pada ibu, saudara perempuan,  atau anak perempuan Pernah melakukan radioterapi di daerah dada sebelum berusia 40 tahun Mengalami mutasi genetik, terutama gen BRCA1 dan BRCA2 Menstruasi pertama kali terjadi sebelum berusia 12 tahun Berapa usia Anda saat pertama kali memiliki anak Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan Mengkonsumsi terlalu banyak daging merah Mengalami obesitas Ras tertentu Beberapa penelitian juga menemukan bahwa penggunaan pil KB dalam 10 tahun terakhir juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Selain itu, melakukan terapi sulih hormon dengan hormon estrogen dan progestin juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara walaupun sedikit. Bila Anda menemukan adanya suatu benjolan atau sesuatu hal yang tidak normal yang tidak biasanya ada pada payudara Anda, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter Anda. Dengan demikian, dokter dapat melakukan pemeriksaan secara dini sehingga diagnosa pun dapat ditegakkan lebih cepat dan Anda pun dapat segera memperoleh pengobatan yang sesuai bila ditemukan kelainan pada payudara Anda. Walaupun demikian, menegakkan diagnosa kanker payudara pada seorang wanita yang masih berusia kurang dari 40 tahun memang lebih sulit, karena umumnya jaringan payudara mereka masih lebih kencang daripada wanita yang berusia lebih tua. Hal ini membuat seorang wanita muda seringkali terlambat menyadari adanya sebuah benjolan pada payudaranya hingga kanker telah memasuki stadium lanjut. Selain itu, kanker payudara yang terjadi pada wanita yang masih muda biasanya juga lebih agresif dan lebih jarang memberikan respon positif terhadap pengobatan. Semakin muda usia seorang wanita saat ia didiagnosa menderita kanker payudara menunjukkan bahwa kanker payudaranya mungkin terjadi akibat adanya mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2. Tahukah Anda mengapa kasus kanker payudara banyak ditemukan pada wanita berusia muda sekarang ini? Hal ini sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, di mana banyak wanita muda yang memiliki tingkat stress yang tinggi dan juga merokok seperti halnya pria. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya kanker payudara pada usia muda adalah dengan menjaga pola hidup yang sehat seperti berhenti merokok dan perbanyak konsumsi buah dan sayuran Anda. Dengan melakukan pola hidup sehat ini, resiko terjadinya kanker payudara Anda dapat menurun hingga 25% lho! Selain itu, dianjurkan agar seorang wanita yang telah memasuki usia 20 tahun untuk melakukan pemeriksaan payudaranya setidaknya setiap 3 tahun sekali. Bagi wanita yang telah memasuki usia 40 tahun, dianjurkan agar melakukan pemeriksaan mamografi setidaknya 1 tahun sekali. Bagi wanita yang telah berusia 50-74 tahun dianjurkan agar melakukan pemeriksaan mamografi setiap 2 tahun sekali dan tidak perlu melakukan pemeriksaan mamografi lagi bila telah memasuki usia lebih dari 74 tahun. Pengobatan kanker payudara pada wanita muda biasanya tergantung pada apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya atau belum dan pada keadaan kesehatan penderita secara keseluruhan. Pilihan pengobatan kanker payudara yang telah tersedia saat ini adalah: Tindakan pembedahan, seperti lumpektomi (hanya mengangkat tumor dan sejumlah jaringan di sekitarnya) atau mastektomi (mengangkat seluruh jaringan payudara) Radiasi. Terapi ini biasanya dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Kemoterapi. Terapi ini biasanya juga dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Terapi sulih hormon. Terapi ini biasanya juga dilakukan setelah tindakan pembedahan untuk membunuh dan menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa dan mencegah kekambuhan Satu hal yang perlu diingat adalah terapi kanker payudara akan mempengaruhi gairah seksual, kesuburan, dan kehamilan Anda. Jadi, bila Anda ingin memiliki anak nantinya, pastikan Anda memberitahu dokter Anda sebelum Anda memulai terapi apapun. Sumber: webmd
 14 Oct 2020    09:00 WIB
Daging Merah Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Payudara
Wanita yang banyak makan daging merah ternyata dapat meningkatkan resiko kanker payudara sampai mendekati 25%. Pernyataan ini berdasarkan penelitian selama 20 tahun dan menyertakan 89.000 wanita. Tetapi di pihak lain, dengan menggantikan konsumsi daging merah dengan kombinasi ikan, legumes, kacang dan daging unggas ternyata mampu menurunkan resiko kanker payudara sebanyak 14%. "Dengan membatasi asupan daging proses dan daging merah, dan menggantinya dengan kombinasi daging unggas, ikan, legumes dan kacang sebagai sumber protein pengganti daging merah ternyata membawa keuntungan yang berhubungan dengan kanker payudara", kata Maryam Farvid, peneliti dari Harvard School of Public Health's Department of Nutrition. Dibandingkan wanita yang memakan satu porsi daging merah dalam satu minggu, wanita yang memakan 1,5 porsi daging merah setiap harinya ternyata mempunyai resiko 22% lebih tinggi terkena kanker payudara. Dan setiap tambahan porsi daging merah tampaknya akan meningkatkan resiko kanker payudara sampai 13%. Para peneliti juga mengatakan dengan mengganti daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara. Dengan mengganti satu porsi daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara sampai 17% dan bahkan sampai 24% pada wanita usia menopause. Mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan bentuk protein lain yang lebih sehat ternyata memberikan efek signifikan untuk kesehatan secara keseluruhan. Manfaat lain yang bisa diperoleh misalnya menurunkan resiko terjadinya penyakit kronis lain seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes dan berbagai jenis kanker lainnya. Diduga daging merah dapat meningkatkan resiko kanker payudara dan berbagai penyakit lainnya karena pada proses produksinya memerlukan temperatur sangat tinggi untuk memasaknya. Kemungkinan lain adalah hormon yang digunakan untuk pertumbuhan dari sapi pedaging tersebut. Tambahan bahan kimia yang dimasukkan kedalam daging merah seperti nitrat dan nitrit diduga juga berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara. Sumber: webmd
 12 Oct 2020    17:00 WIB
Payudara Besar dan Permasalahannya
Lebih besar tidak selalu lebih baik dan ini benar pada ukuran payudara . Beberapa wanita ingin payudara mereka lebih besar tetapi ada wanita yang mengeluh tentang ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh payudara besar . Bahkan saat ini banyak selebriti wanita yang berlomba-lomba untuk membesarkan ukuran payudara. Namun tak banyak wanita yang menyadari risiko kesehatan yang bisa mengancam akibat memiliki payudara besar. Meski terlihat indah dan menarik, payudara besar juga memicu beberapa masalah kesehatan dan rasa tak nyaman bagi wanita.   Berikut adalah beberapa masalah yang mengancam para wanita berpayudara besar: Rasa sakit pada punggung Salah satu masalah kesehatan yang rentang menyerang wanita berpayudara besar adalah sakit punggung. Payudara yang besar berarti lebih berat dan menambahkan tekanan pada tulang punggung. Ini akan membuat tubuh sedikit melengkung ke belakang untuk mengimbangi berat tubuh di bagian depan. Selain itu, payudara besar juga akan menambahkan tekanan pada daerah lain seperti sakit pada leher, pundak, dan punggung. Sakit punggung tampaknya remeh, namun sebenarnya bisa menjadi masalah kesehatan yang serius ketika menghalangi Anda melakukan aktivitas seperti olahraga atau melakukan pekerjaan lainnya. Masalah saraf Ukuran dan berat payudara yang besar dan tak seimbang bisa menyebabkan postur tubuh yang buruk pada bagian punggung dan pundak. Hal ini bisa memicu masalah saraf yang kronis. Anda akan sering merasa kesemutan pada tangan dan lengan. Hal ini biasanya terasa pada siang dan malam hari. Jika dibiarkan, masalah saraf ini bisa semakin parah dan bisa menyebabkan mati rasa. Gatal dan masalah kulit Payudara yang besar dan berat bisa menjadi rumah bagi masalah kulit. Hal ini biasanya terjadi pada lipatan di bawah payudara. Jika Anda memiliki payudara besar, selalu perhatikan kebersihan kulit dan bra yang Anda gunakan, terutama pada lipatan di bawah payudara. Gunakan bra berukuran besar yang bisa menyangga payudara dengan penuh. Jangan gunakan tali bra yang terlalu kecil dan ketat karena bisa menyebabkan bekas pada kulit, gatal-gatal, dan gesekan. Masalah emosional Masalah payudara besar juga menyebabkan pengaruh kesehatan emosional. Sakit fisik merupakan salah satu bagian dari masalah kesehatan yang dirasakan oleh orang yang mempunyai payudara besar. Masih ada lagi masalah yang dirasakan oleh orang tersebut termasuk kondisi emosional mereka akan terganggu, seperti rendah diri, sedih, frustrasi, dan perasaan negatif lainnya. Wanita berpayudara besar dapat menjadi obyek komentar menggoda dan jahat bagi sebagian besar pria dan wanita lain . Mereka tidak akan dianggap serius dan dicap sebagai penggoda dan gampangan . Penghinaan konstan dan rasa malu dapat menyebabkan rendah diri dan depresi . Rasa sakit emosional akibat payudara besar bisa sangat mengganggu. Ketidakbahagiaan, citra diri yang buruk dan stres yang berat dapat mempengaruhi cara mereka menjalani kehidupan mereka sehari-hari. Seorang wanita yang tidak senang dan terus-menerus di bawah tekanan dirinya sendiri akan lebih mungkin untuk mempunyai masalah yang semakin kompleks daripada wanita yang secara emosional dan fisik merasa bahagia. Masalah pernafasan Ukuran dan berat payudara yang besar bisa menyebabkan wanita mengalami masalah pernapasan seperti napas yang pendek-pendek. Payudara yang besar akan menekan dada dan mempengaruhi kemampuan wanita bernapas. Beberapa masalah lain yang bisa muncul akibat hal ini adalah sakit kepala dan pusing. Terganggu dengan citra diri Penampilan fisik sangat terpengaruh . Menemukan ukuran yang tepat dari pakaian bisa menjadi tantangan nyata dan seringkali membuat frustrasi . Payudara besar tidak akan cocok di baju renang yang indah dan lucu. Salah satu masalah yang paling membuat frustrasi karena payudara yang besar adalah bahwa wanita tersebut akan mengenakan pakaian longgar untuk memberikan lebih banyak ruang untuk payudara besarnya . Citra diri dan penampilan fisik akan sangat menderita karena dia tidak bisa memakai pakaian yang tepat. Gerakan yang terbatas Salah satu masalah umum karena payudara yang besar adalah bahwa payudara besar bisa menghalangu aktivitas fisik seperti berjalan. Wanita berpayudara besar akan merasa sulit untuk berpartisipasi dalam olahraga dan kegiatan fisik terutama jika melibatkan berjalan . Payudara besar akan terus memantul menyebabkan nyeri saat berjalan.   Itulah beberapa masalah kesehatan dan psikologis yang bisa menimpa wanita berpayudara besar. Jika Anda merasa tak nyaman dengan ukuran payudara, coba diskusikan dengan ahli atau dokter. Anda juga bisa mencoba mengurangi lemak pada payudara dengan berolahraga.
 13 Jul 2020    08:00 WIB
Pentingnya Kembang Kol untuk Pencegahan Kanker
Kembang kol termasuk dalam sayuran dari jenis cruciferous. Dari berbagai hasil penelitian terbukti sayuran kembang kol memiliki banyak manfaat bagi kesehatan terutama sebagai bahan makanan pencegah berbagai penyakit atau protective food. Selain kaya dengan berbagai vitamin, mineral, antioksidan dan serat, kembang kol juga mengandung senyawa fitokimia yang mampu mencegah beberapa jenis penyakit seperti kanker dan serangan jantung. Berikut adalah manfaat dari kembang kol: Kanker ususKembang kol merupakan sumber serat yang sangat baik dan mampu memperbaiki proses pencernaan karena mengandung glucoraphin. Glucoraphin akan melindungi usus dan mengurangi resiko terkena kanker usus dan penyakit lain yang bermanifestasi di usus. Kanker prostatKembang kol mampu mengurangi terjadinya inflamasi dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh terutama area prostat. Kembang kol juga kaya akan antioksidan yang mempu memerangi radikal bebas dan menjadi penyebab utama terjadinya kanker. Kanker payudaraKembang kol mengandung senyawa fitokimia seperti sulforaphane, sterol yang penting dalam pencegahan pertumbuhan kanker. Kanker mulut rahimKembang kol mampu mencegah timbulnya kanker mulut rahim karena mengandung kombinasi senyawa fitokimia, plant sterol, antioksidan dan vitamin C. Kembang kol terbukti merupakan sayuran yang mampu menjaga kesehatan wanita terutama dalam pencegahan kanker. Kanker indung telurKanker indung telur memang tidak segera memunculkan gejala-gejala, tetapi Anda dapat mencegahnya dengan mengkonsumsi kembang kol. Resiko kanker indung telur lebih tinggi terjadi pada wanita yang tidak memiliki anak, wanita yang menggunakan terapi hormon replacement, mengidap kanker payudara atau kanker usus dan secara teratur mengkonsumsi obat-obatan fertilitas.Sumber: healthmeup
 12 Jun 2020    08:00 WIB
9 Makanan Pencegah Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi dan paling sering menyebabkan kematian di antara semua kanker lainnya. Kanker payudara merupakan suatu penyakit kompleks yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor genetika, gaya hidup, dan pola makan seseorang.Kanker payudara dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan mengkonsumsi diet sehat dan seimbang, seperti: •  Membatasi konsumsi minuman beralkohol•  Berhenti merokok•  Menjaga berat badan sehat•  Menyusui•  Hindari paparan terhadap radiasi dan polusi lingkungan lainnya•  Batasi waktu terapi hormonal•  Berolahraga secara teratur atau tetap aktif•  Melakukan pemeriksaan kesehatan secara teraturTerdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu melawan sel kanker dan mencegah terjadinya kanker payudara seperti yang akan dibahas di bawah ini.1.  BrokoliBrokoli mengandung zat anti kanker, indol 3-karbinol. Zat ini dapat mengubah jenis estrogen yang menyebabkan kanker menjadi jenis estrogen yang justru melindungi tubuh dari kanker dan membantu mengurangi resiko terjadinya beberapa kanker, termasuk kanker payudara, kanker kandung kemih, kanker kelenjar getah bening, kanker prostat, dan kanker paru. Konsumsilah 5 porsi brokoli setiap harinya untuk mencegah terjadinya kanker payudara. Brokoli yang telah dimasak memiliki lebih banyak manfaat bagi kesehatan anda daripada brokoli mentah. Untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara, konsumsilah brokoli bersama dengan kol atau kembang kol.2.  SalmonSalmon mengandung asam lemak omega 3 yang dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anda. Selain itu, salmon juga mengandung protein, vitamin B12 dan vitamin D yang dibutuhkan tubuh untuk mengatur pertumbuhan sel tubuh dan mencegah kanker.Konsumsilah 3 porsi salmon setiap minggunya. Selain salmon, berbagai jenis ikan lain yang juga dapat mencegah terjadinya kanker payudara adalah ikan mackerel, ikan sarden, ikan trout, ikan sea bass, dan ikan tuna.3.  KunyitKunyit mengandung curcumin yang dapat mencegah terjadinya berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker saluran pencernaan, kanker paru, dan kanker kulit. Berdasarkan berbagai penelitian, kunyit diduga dapat membantu penyebaran sel kanker payudara ke dalam paru-paru bila diberikan bersamaan dengan obat kemoterapi. Kunyit mengandung beberapa agen anti kanker dan dapat memperbaiki DNA yang rusak akibat radiasi. 4.  BlueberiBlueberi mengandung berbagai vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara. Berbagai zat fitokimia di dalam blueberi dapat mencegah pertumbuhan dan penyebaran berbagai jenis kanker payudara. Asam ellagic di dalam blueberi juga dapat menghancurkan berbagai zat penyebab kanker dan memperlambat pertumbuhan tumor. Berbagai jenis buah beri lainnya yang juga dapat mencegah terjadinya kanker payudara adalah strawberi, raspberi, blackberi, dan cranberi. Untuk memperoleh manfaat maksimal, konsumsilah blueberi segar.5.  TomatLikopene di dalam tomat merupakan antioksidan kuat yang dapat mencegah perkembangan kanker payudara dengan cara menghentikan pertumbuhan sel kanker. Selain itu, likopene juga dapat menghentikan pertumbuhan tumor dengan cara mengganggu pertumbuhan sel yang abnormal.Selain kanker payudara, likopene juga dapat membantu mencegah terjadinya kanker paru dan kanker endometrium (rahim). Untuk memperoleh manfaat maksimal dari tomat anda sebaiknya mengkonsumsi setengah gelas jus tomat segar setiap harinya.6.  Bawang PutihBerbagai penelitian menunjukkan bahwa bawang putih juga dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara. Sulfur di dalam bawang putih dapat mempercepat proses perbaikan DNA dan membunuh sel-sel kanker yang menyebabkan terjadinya kanker payudara, kanker mulut, kanker lambung, dan kanker usus besar. Untuk memperoleh manfaat maksimal dari bawang putih, maka kupas kulitnya dan cincanglah kemudian diamkan selama sekitar 15 menit sebelum mulai memasaknya.7.  Buah DelimaBerdasarkan penelitian, buah delima diduga juga dapat membunuh sel-sel kanker payudara tanpa mempengaruhi sel-sel sehat lainnya. Polifenol di dalamnya juga dapat membantu mencegah terbentuknya sel-sel kanker payudara baru. Anda dapat mengkonsumsinya dalam bentuk buah segar atau jus buah.8.  BayamLutein pada bayam memiliki peranan penting dalam mencegah terjadinya kanker payudara, kanker mulut, kanker esofagus (tenggorokan), dan kanker lambung. Zeaxanthin dan karotenoid di dalamnya juga dapat membuang berbagai radikal bebas dari dalam tubuh anda sebelum mereka merusak sel-sel sehat di dalam tubuh anda. Dianjurkan agar wanita mengkonsumsi bayam setidaknya 2 kali seminggu untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara. 9.  Kacang WalnutKacang walnut mengandung berbagai nutrisi dan asam lemak omega 3, yang dapat membantu tubuh melawan berbagai inflamasi (radang) sehingga dapat memperlambat pertumbuhan kanker payudara. Berdasarkan penelitian, kacang walnut juga dapat melindungi tubuh anda dari berbagai paparan lingkungan yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker. Konsumsilah 200 gram kacang walnut setiap harinya untuk memperlambat perkembangan dan pertumbuhan kanker payudara. Baca juga: Mencegah Kanker MulutSumber: top10homeremedies
 30 May 2020    11:00 WIB
Faktor Risiko Kanker Payudara Pada Pria
Penyakit kanker payudara pada pria merupakan kasus yang jarang hanya sekitar 1 %. Namun tetap saja kejadian kanker payudara harus diwaspadai, karena untuk yang mengalami kanker payudara mempunyai stadium dan keparahan yang hampir sama dengan kanker payudara yang sama terjadi pada wanita. Sebagian besar kanker payudara pada pria terdeteksi pada usia 60-70 tahun.Terjadinya kanker payudara pada pria dan wanita hampir sama belum diketahui secara pasti. Namun keduanya dipengaruhi lingkungan dan genetik (diwariskan)Berikut adalah beberapa faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya kanker payudara:Terpapar RadiasiPaparan radiasi juga dikaitkan terjadinya kanker payudara pada pria. Seorang pria yang pernah menjalani terapi radiasi untuk mengobati kanker di daerah dada sebelumnya mempunyai risiko untuk terkena kanker payudara nantinyaHiperestrogen (peningkatan kadar estrogen dalam tubuh)Pada pria sebenarnya tidak memiliki kadar estrogen setinggi wanita. Namun pada beberapa kasus terjadi peningkatan estrogen, sehingga terjadi pembesaran payudara. Sebagian besar kanker payudara pada pria karena reseptor estrogen yang positif (yang berarti mereka memiliki reseptor pada permukaan sel yang dapat menerima dan mengangkat estrogen ke dalam sel). Kemudian beberapa kasus yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar estrogen dalam tubuh pada pria seperti sindrom klinefelter dan sirosis hati. Kegemukan dan beberapa macam obat seperti obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, obat-obatan untuk mengurangi asam lambung, valium, finasteride, obat-obatan untuk mengobati kanker prostat, dan lain-lain. Periksa efek samping dari obat-obatan yang Anda gunakan. Sindrom KlinefelterMerupakan kondisi genetik atau diturunkan yang mempengaruhi satu dari 1000 laki-laki. Seorang pria normal memiliki dua kromosom seks (X dan Y). Dia mewarisi kromosom X perempuan dari ibunya dan laki-laki kromosom Y dari ayahnya. Pria dengan sindrom Klinefelter ini telah mewarisi kromosom X perempuan ekstra, sehingga kromosom seks XXY bukan XY laki-laki normal. Pasien Klinefelter menghasilkan tingkat estrogen yang tinggi. Akan terjadi pembesaran payudara, rambut wajah dan tubuh yang sedikit, testis mengecil, dan ketidakmampuan untuk memproduksi sperma. Beberapa penelitian telah menunjukkan terjadi peningkatan risiko kanker payudara pada pria dengan kondisi ini. Risiko terjadinya kanker payudara meningkat tajam, hingga 50 kali lipat dari laki-laki normal.Sirosis Hati (terjadinya jaringan parut pada hati)Pada seseorang yang memiliki sirosis hati terjadi gangguan pada proses pengangkutan dan pengiriman hormon estrogen dalam aliran darah.  Sehingga pria yang mengalami sirosis hati memiliki kadar estrogen yang tinggi.Riwayat KeluargaPenelitian epidemiologi telah menunjukkan bahwa pria yang memiliki beberapa saudara perempuan dengan kanker payudara juga memiliki risiko terkena kanker payudara. Secara khusus, pria yang mewarisi mutasi gen BRCA-2 memiliki peningkatan risiko untuk terkena kanker payudara. BRCA-2 yang biasanya berfungsi dalam menekan pertumbuhan sel. Terjadinya mutasi pada gen ini akan meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
 08 Mar 2020    16:00 WIB
Pilihan Terapi Kanker Payudara Stadium III
Pada kanker payudara stadium III, sel kanker masih belum menyebar jauh dan masih berada di sekitar jaringan payudara dan kelenjar getah bening terdekat. Pada stadium III, sel kanker biasanya telah mengenai banyak kelenjar getah bening atau ukuran tumor sudah sangat besar hingga mencapai dinding dada atau mengenai kulit payudara. Walaupun telah memasuki tahap lanjut, angka ketahanan hidup selama 5 tahun mendatang masih berkisar antara 41-67%. Pada tahap ini, dokter mungkin akan melakukan kombinasi beberapa jenis terapi untuk memperoleh hasil terbaik.   1.      Kemoterapi Kemoterapi merupakan terapi yang umum dilakukan untuk mengobati kanker payudara stadium III. Pengobatan ini dapat membantu membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa setelah tindakan pembedahan. Akan tetapi, kemoterapi kadangkala dilakukan sebelum tindakan pembedahan dilakukan untuk mengecilkan ukuran tumor sehingga lebih mudah diangkat saat tindakan pembedahan. Setelah tindakan pembedahan dilakukan, kemoterapi tetap perlu dilakukan. Jika tindakan pembedahan tidak dapat dilakukan, maka kemoterapi mungkin merupakan terapi utama untuk mengatasi kanker.   2.      Tindakan Pembedahan Jika masih memungkinkan, dokter mungkin akan melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat sel kanker. Ada 2 tindakan pembedahan yang dapat dilakukan yaitu lumpektomi dan mastektomi. Lumpektomi merupakan suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat tumor dan jaringan di sekitarnya. Mastektomi merupakan suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat seluruh jaringan payudara. Dokter biasanya juga akan mengangkat kelenjar getah bening di sekitar payudara.   3.      Terapi Radiasi Terapi radiasi biasanya direkomendasikan untuk wanita yang menderita kanker payudara stadium III yang telah melakukan tindakan pembedahan. Terapi radiasi bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tertinggal setelah tindakan pembedahan dilakukan.   4.      Terapi Hormon Terapi hormon biasanya dapat membantu penderita yang memiliki kanker yang berespon positif terhadap hormon. Terapi ini dapat membantu mencegah sel kanker mendapatkan hormon yang dibutuhkannya untuk bertumbuh. Terapi hormon dapat menjadi terapi utama bila tindakan pembedahan tidak memungkinkan. Jika penderita belum memasuki masa menopause, maka dokter mungkin akan menganjurkan untuk mengangkat indung telur sehingga produksi hormon juga akan berhenti.   5.      Terapi Biologikal Pada beberapa orang wanita penderita kanker payudara, kelebihan suatu jenis protein, HER2 dapat membuat sel kanker menyebar dengan lebih cepat. Herceptin merupakan sejenis obat baru yang telah disetujui oleh BPOM Amerika untuk mengobati kanker payudara metastatik dan positif HER2. Obat ini dapat menghentikan protein yang membuat sel kanker bertumbuh dan membuat kemoterapi menjadi lebih efektif. Terapi ini paling sering digunakan sebagai terapi kombinasi bersamaan dengan kemoterapi.   Sumber: webmd
 05 Feb 2020    11:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Pembesaran Payudara (Ginekomastia) dan Kanker Payudara?
Banyak orang seringkali merasa bingung untuk membedakan berbagai gangguan pada payudara, terutama para pria.    Ginekomastia Ginekomastia merupakan suatu keadaan di mana terjadi pertumbuhan jaringan payudara yang tidak berbahaya pada seorang pria. Hal ini umum terjadi pada seorang pria di masa pubertas dan pada bayi baru lahir (pada kedua jenis kelamin).  Ginekomastia biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari pada bayi baru lahir dan dalam waktu 2 tahun pada sebagian besar pria dewasa.  Penyebab Penyebab ginekomastia lainnya adalah sindrom Klinefelter, yaitu suatu kelainan genetika yang menyebabkan pertumbuhan payudara; gangguan karakteristik seksual; dan gangguan metabolik seperti kekurangan hormon pituitari, gagal hati atau sirosis hati, dan hipertiroidisme. Pada dasarnya, sindrom Klinefelter terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara hormon testosteron dan estrogen di dalam tubuh.  Sekitar 25% kasus ginekomastia terjadi akibat penggunaan obat-obatan seperti spironolakton, nifedipin, verapamil, omeprazole, finasteride, dutasteride, dan risperidon. Gejala Beberapa gejala ginekomastia adalah pembengkakan payudara baik hanya pada satu sisi maupun keduanya, yang kadang disertai dengan payudara terasa keras. Ginekomastia biasanya tidak disertai dengan nyeri payudara maupun keluarnya cairan abnormal dari payudara kecuali bila disebabkan oleh penyakit berat lainnya.   Kanker Payudara Kanker payudara merupakan suatu penyakit berat yang terjadi akibat perubahan jaringan payudara menjadi suatu keganasan, yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Kanker payudara dapat terjadi pada seorang pria walaupun amat sangat jarang. Kasus kanker payudara banyak ditemukan pada orang yang memiliki anggota keluarga lain yang juga menderita kanker payudara dan resiko ini lebih tinggi pada orang yang merupakan anggota keluarga dekat penderita tersebut. Kanker payudara 100 kali lebih sering terjadi pada wanita daripada para pria. Beberapa faktor resiko terjadinya kanker payudara adalah berjenis kelamin wanita, hanya memiliki sedikit anak, tidak atau hanya sedikit menyusui, menderita obesitas, memiliki kebiasaan merokok, sering mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, dan sering mengkonsumsi diet tinggi lemak. Terdapat beberapa gejala kanker payudara yang berbeda-beda. Beberapa gejala tersebut adalah nyeri payudara baik pada satu atau kedua sisi, keluarnya cairan selain ASI dari payudara, retraksi puting susu (puting susu tertarik ke dalam), kulit payudara atau puting susu mengerut, adanya benjolan pada jaringan payudara, atau adanya perubahan pada warna kulit payudara atau puting susu.    Sumber: differencebetween