Your browser does not support JavaScript!
 24 Aug 2016    15:00 WIB
Hindari 4 Hal Ini Untuk Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru
Kanker adalah salah satu penyakit yang saat ini menjadi momok dalam masyarakat. Pola kehidupan yang semakin buruk, polusi yang semakin meningkat, terlalu sering mengkonsumsi makanan junk food dapat meningkatkan risiko terjaidnya kanker. Salah satu penyakit kanker yang sekarang ini mengalami jumlah peningkatan adalah kanker paru-paru Untuk Anda yang ingin menghindari risiko kanker paru-paru maka sebaiknya Anda hindari beberapa hal berikut ini: Merokok Seperti yang kita ketahui rokok mengandung banyak bahan berbahaya yang dapat memicu sel kanker berkembang dengan pesat. Perokok pasif Jangan pernah merasa meski Anda bukan seorang perokok maka Anda aman dari risiko kanker paru-paru. Seorang perokok pasif juga mempunyai risiko yang sama besarnya dengan perokok aktif. Paparan asbes Untuk para pekerja yang sering terpapar asbes. Hal ini juga bisa meningkatkan terjadinya risiko kanker paru-paru. Paparan mesin diesel Mereka yang bekerja sebagai sopir angkutan umum, yang sering berada di daerah lalu lintas sarat asap mesin diesel, atau bekerja sebagai pengontrol lalu lintas di jalan-jalan dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Oleh karena itu gunakan selalu masker yang sudah disiapkan oleh perusahaan untuk membantu menjaga kondisi paru-paru Anda. Baca juga: Makanan Sehat Untuk Paru-paru Yang Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: palingaktual
 05 Aug 2016    12:00 WIB
Mitos dan Fakta Mengenai Kanker Paru
1.  Mitos: Bila Anda Telah Lama Merokok, Maka Kerusakan Telah TerjadiFakta: Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Berhenti merokok hampir selalu memberikan manfaat bagi kesehatan anda seperti perbaikan sirkulasi dan fungsi paru anda. Selain itu, berhenti merokok juga dapat menurunkan resiko terjadinya kanker paru. 10 tahun setelah berhenti merokok, mantan perokok dapat menurunkan resiko kanker paru hingga setengahnya.2.  Mitos: Menghisap Ganja Tidak Meningkatkan Resiko Kanker ParuFakta: Menghisap ganja dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru. Selain itu, sebagian besar orang yang menghisap ganja juga merokok. Menghisap ganja membuat anda lebih banyak terpapar oleh tar dan berbagai zat karsinogenik lainnya.3.  Mitos: Suplemen Antioksidan Mencegah Terjadinya KankerFakta: Mengkonsumsi suplemen beta karoten dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru pada perokok. Oleh karena itu, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen apapun.4.  Mitos: Merokok Melalui Pipa Cangklong dan Menghisap Cerutu Tidak Menyebabkan Kanker ParuFakta: Merokok melalui pipa cangklong dan menghisap cerutu tidak hanya meningkatkan resiko terjadinya kanker paru, tetapi juga kanker mulut, kanker tenggorokan, dan kanker kerongkongan. Menghisap cerutu juga meningkatkan resiko terjadinya berbagai penyakit jantung dan paru-paru. Cerutu bahkan lebih beracun daripada rokok biasa.5.  Mitos: Merokok Merupakan Satu-satunya Penyebab Kanker ParuFakta: Selain merokok, menghirup gas radiaktif (radon) juga dapat menyebabkan terjadinya kanker paru. Gas ini berasal dari batu dan tanah, dan dapat masuk ke dalam rumah dan berbagai bangunan. 6.  Mitos: Bila Telah Menderita Kanker, Berhenti Merokok Pun Tidak BergunaFakta: Meneruskan kebiasaan merokok anda setelah didiagnosa menderita kanker dapat menurunkan efektivitas obat anti kanker yang anda konsumsi dan dapat membuat efek samping obat semakin buruk. Perokok yang melalui suatu tindakan pembedahan, memiliki waktu penyembuhan yang lebih lama daripada orang yang tidak merokok. Selain itu, orang yang merokok selama menerima terapi radiasi untuk mengatasi kanker laring lebih sulit memperoleh suara normalnya kembali. Kadangkala, berhenti merokok dapat mencegah terjadinya kanker lainnya.7.  Mitos: Olahraga Tidak Mempengaruhi Resiko Terjadinya Kanker ParuFakta: Berolahraga secara teratur dapat menurunkan resiko kanker paru hingga 20%. Selain itu, berolahraga juga dapat meningkatkan fungsi paru dan mengurangi resiko terjadinya berbagai penyakit berbahaya lainnya seperti penyakit jantung dan stroke.8.  Mitos: Polusi Udara Merupakan Penyebab Utama Terjadinya Kanker ParuFakta: Polusi udara hanya menyebabkan sekitar 5% kasus kanker paru. Merokok merupakan penyebab utama dari terjadinya kanker paru.Sumber: medicinenet
 31 May 2016    15:00 WIB
Resiko Menjadi Seorang Perokok Pasif
Apa Itu Perokok Pasif?Perokok pasif merupakan suatu keadaan di mana seseorang yang tidak merokok menghisap asap rokok secara pasif. Asap rokok yang terhisap ini merupakan asap rokok campuran antara asap yang berasal dari rokok dan asap yang dikeluarkan oleh perokok. Saat menghisap campuran asap di atas, maka perokok pasif akan terpapar oleh racun dan zat kimia yang sama, termasuk nikotin seperti halnya perokok. Paparan asap rokok pada anak-anak dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan.Asap Rokok dan Dampaknya Pada KesehatanPada asap rokok campuran (asap rokok dan asap yang dikeluarkan oleh perokok) terdapat setidaknya 250 zat kimia berbahaya, yang 50 di antaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan terjadinya kanker). Beberapa zat kimia berbahaya yang terdapat di dalam asap rokok campuran ini adalah vinil klorida, cadmium, benzene, arsenik, dan etilen oksida. Asap rokok campuran ini telah dikenal sebagai salah satu penyebab kanker dan diduga juga berhubungan dengan berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah serta penyakit saluran pernapasan.Berbagai Gangguan Kesehatan Akibat Menghirup Asap Rokok Kanker ParuMenjadi perokok pasif merupakan salah satu faktor resiko terjadinya kanker paru. Para peneliti telah menemukan bahwa perokok pasif memiliki resiko 20-30% lebih tinggi untuk mengalami kanker paru dibandingkan dengan orang yang bukan perokok pasif. Penyakit Jantung dan Pembuluh DarahSeperti halnya perokok dan asap rokok, asap rokok campuran ini juga dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah serta serangan jantung. Menghirup sedikit saja asap rokok campuran ini dapat segera mempengaruhi sistem jantung dan pembuluh darah anda, mengganggu fungsi normal jantung, darah, dan pembuluh darah sedemikian rupa yang dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung. Orang yang telah memiliki penyakit jantung memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai efek samping dari terhirupnya asap rokok campuran tersebut dan dianjurkan untuk menghindari paparan asap rokok campuran ini, walaupun hanya dalam waktu singkat. Penyakit Paru dan Saluran Napas LainnyaAsap rokok campuran mengandung banyak bahan kimia yang dapat mengiritasi dan merusak dinding saluran pernapasan anda dalam waktu singkat. Paparan dalam waktu singkat juga dapat memicu terjadinya berbagai gangguan pernapasan, seperti batuk, terbentuknya lendir pada saluran pernapasan, mengi (suara napas berbunyi "ngik-ngik"), sesak napas, dan penurunan fungsi paru. Paparan singkat asap rokok campuran pada anak-anak dapat memicu terjadinya serangan asma pada anak yang menderita asma. Bayi yang terpapar oleh asap rokok campuran juga dapat mengalami infeksi saluran pernapasan berat seperti pneumonia (radang paru) dan bronkitis (infeksi bronkus). Selain itu, bayi yang terpapar oleh asap rokok campuran ini juga dapat meningkatkan keparahan dari asma pada anak penderita asma dan meningkatkan resiko terjadinya kematian mendadak pada bayi. Pada anak, paparan asap rokok campuran ini memudahkan terjadinya infeksi telinga tengah. Wanita HamilPaparan asap rokok campuran pada wanita hamil yang tidak merokok juga dapat meningkatkan resiko terjadinya bayi lahir dengan berat badan rendah (kurang dari 2.500 gram) seperti halnya wanita hamil yang merokok Kanker PayudaraBeberapa penelitian menduga adanya hubungan antara kanker payudara dan paparan terhadap asap rokok campuran, walaupun tidak ditemukan hubungan antara perokok dan kanker payudara.Selain melalui saluran pernapasan, ternyata berbagai zat beracun di dalam rokok juga dapat masuk ke dalam tubuh anda melalui kulit dan membran mukosa tubuh anda seperti bibir, terutama pada bayi dan anak-anak kecil sehingga menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan. Asap rokok campuran yang dihembuskan oleh perokok dapat menempel pada pakaian, lemari baju, dan berbagai barang lainnya. Sumber: medicinenet