Your browser does not support JavaScript!
 10 Nov 2014    11:00 WIB
Efek Samping Menakutkan dari Viagra
Sebagian besar orang, terutama kaum pria tentunya sudah mengetahui apa itu Viagra atau yang biasa dikenal dengan nama obat kuat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa mengkonsumsi obat yang dapat membantu ereksi ini juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit paling mematikan alias melanoma? Pada sebuah penelitian baru yang mengamati lebih dari 25.000 orang pria selama lebih dari 10 tahun, para peneliti menemukan bahwa para pria yang mengkonsumsi sildenafil (Viagra) dalam waktu 3 bulan sebelum penelitian dimulai memiliki resiko lebih tinggi (hingga 84%) untuk menderita melanoma. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa para pria yang menggunakan obat ini sebelum penelitian dimulai juga lebih beresiko (hingga 92%) untuk menderita berbagai jenis kanker lainnya dibandingkan dengan para pria lainnya yang tidak pernah menggunakan obat ini. Para peneliti mengatakan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa sebenarnya penyebab dari peningkatan resiko terjadinya kanker pada para pengguna Viagra ini. Akan tetapi, para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan Viagra menekan kerja enzim PDE5A, yang bertujuan untuk membantu mempertahankan ereksi, yang ternyata juga menyebabkan terjadinya mutasi, yang banyak ditemukan pada para penderita melanoma. Sebelum memutuskan untuk menghentikan penggunaan Viagra Anda, para peneliti memberitahukan bahwa penelitian ini tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat antara penggunaan Viagra dan terjadinya melanoma. Selain itu, para peneliti juga mengatakan bahwa terjadinya melanoma pada para pria pengguna Viagra terbilang cukup kecil, yaitu hanya 14 orang pria di antara 1.378 orang pria. Para peneliti mengatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah dosis dan frekuensi penggunaan obat ini juga berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya melanoma.   Sumber: menshealth
 12 Aug 2014    14:00 WIB
Tanning Bisa Sebabkan Kanker?
Memiliki kulit yang sehat adalah impian setiap orang, terutama wanita. Ada wanita yang menginginkan kulit yang putih mulus, namun ada juga yang menginginkan memiliki kulit yang berwarna gelap. Salah satu cara mudah untuk mendapatkannya adalah dengan melakukan tanning bed. Namun tanning bed ini memancarkan sinar UV buatan yang dapat menyebabkan kanker kulit. UV buatan apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya kanker kulit? Tanning Sebuah penelitian telah menemukan bahwa seseorang yang sering menggunakan tanning bed memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker kulit, termasuk melanoma, kanker sel basal dan sel skuamosa. Ternyata tanning bed memancarkan radiasi sinar UVA dan UVB yang dapat membahayakan kulit Anda. Risiko melanoma meningkat apabila seseorang memulai melakukan tanning tersebut sebelum usia 30 sampai 35 tahun dan risiko terjadinya kanker kulit sel basal dan sel skuamosa lebih besar apabila seseorang melakukan tanning sebelum usia 20 atau 25 tahun.  Beberapa penelitian juga menemukan risiko terjadinya melanoma pada daerah mata yang lebih tinggi pada seseorang yang sering menggunakan tanning bed.  Seseorang yang bekerja sebagai pengelas logam  Sebuah penelitian menemukan bahwa tukang las logam memiliki risiko terjadinya melanoma pada daerah mata. Fototerapi  Seseorang yang terpapar UVA untuk melakukan pengobatan kondisi kulit seperti psoriasis memiliki risiko terjadinya kanker kulit sel skuamosa yang lebih tinggi. Sumber: cancer