Your browser does not support JavaScript!
 26 Nov 2019    16:00 WIB
Perbedaan Antara Kanker Kulit dan Kutil
Meningkatnya polusi udara dan paparan sinar matahari telah membuat berbagai perubahan pada kesehatan kulit anda secara perlahan. Kulit merupakan bagian terbesar dari tubuh anda dan merupakan garis pertahanan dan perlindungan pertama bagi tubuh anda. Kulit menyimpan vitamin D inaktif, yang dapat diaktifkan melalui paparan sinar matahari. Selain itu, kulit juga berfungsi sebagai lapisan pelindung terhadap udara dingin dan mengeluarkan keringat untuk mendinginkan tubuh anda sehingga dapat menjaga suhu tubuh dan keseimbangan elektrolit di dalam tubuh anda. Kanker kulit paling sering terjadi pada orang dewasa berusia paruh baya dan adanya anggota keluarga lain yang mengalami kanker kulit dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit. Berbagai faktor resiko terjadinya kanker kulit lainnya adalah:•  Pencoklatan kulit (taning)•  Paparan berlebihan terhadap sinar matahari•  Memiliki kebiasaan merokok•  Terinfeksi oleh HPV (human papilloma virus)•  Penggunaan obat-obatan seperti siklosporin dan azatioprin•  Luka terbuka yang tidak dapat menyembuh dalam waktu lama•  Tahi lalat yang telah ada yang berubah menjadi keganasanPenyebab pasti kanker kulit masih belum diketahui. Akan tetapi, penyebab kutil merupakan infeksi HPV.Kanker Kulit Karsinoma Sel BasalKanker kulit memiliki banyak jenis. Karsinoma sel basal dapat berbentuk seperti suatu benjolan halus dan berbentuk seperti mutiara pada daerah kulit yang sering terpapar oleh sinar matahari, seperti pada wajah, bahu, atau leher. Tumor ini dapat pecah dan seringkali berdarah, yang tampak seperti luka terbuka yang belum menyembuh. Kanker sel basal merupakan jenis kanker kulit yang tidak terlalu berbahaya dan dapat disembuhkan tanpa menyisakan jaringan parut bila ditemukan sedini mungkin dan diobati dengan baik. Karsinoma Sel SkuamosaJenis lain dari kanker kulit adalah karsinoma sel skuamosa yang tampak sebagai bercak kemerahan bersisik dengan beberapa benjolan keras pada daerah kulit yang terpapar oleh sinar matahari. Kanker jenis ini juga sering menyebabkan timbulnya luka terbuka (ulkus) dan peradarahan dan merupakan jenis kanker kulit yang berbahaya bila tidak diobati tepat pada waktunya. MelanomaMelanoma merupakan jenis kanker kulit yang paling berbahaya dan paling sering terjadi, yang tampak sebagai suatu bercak hiperpigmentasi (lebih gelap), dengan warna bervariasi dari coklat terang hingga hitam. Melanoma dapat tampak seperti suatu tahi lalat. Oleh karena itu, waspadai bila ada perubahan pada tahi lalat lama anda atau bila ada suatu tahi lalat baru yang terasa gatal, nyeri, atau tampak kemerahan.KutilKutil dapat berbentuk datar, menonjol, kerucut, seperti kapalan, tipis seperti jari, atau seperti kembang kol. Kutil dapat terasa keras dan kaku atau lembut dan berair. Kutil merupakan suatu benjolan tidak berbahaya yang hanya mengganggu secara kosmetik, yang dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan atau terus timbul kembali. Kutil dapat ditemukan pada tangan, kaki, wajah, dan leher. Kutil tidak menimbulkan rasa nyeri dan kadang-kadang terasa gatal. Kutil dapat menyebar ke bagian lain tubuh anda melalui luka pada kulit.Kutil dapat diobati dengan laser, cryosurgery, krim topikal bersifat asam seperti fluorourasil, asam salisat, dan sebagainya. Kutil dapat tumbuh kembali pada tempat yang sama atau pada bagian lain tubuh. Telah tersedia suatu vaksin untuk mencegah timbulnya kutil kemaluan, akan tetapi belum tersedia vaksin untuk mencegah terjadinya kanker kulit.Hal Lain yang Perlu DiingatBeberapa hal penting lainnya yang perlu diingat untuk membedakan kanker kulit dan kutil adalah: Bentuk dan PenyebabKanker kulit merupakan suatu pertumbuhan sel-sel kulit yang abnormal, yang dapat bervariasi mulai dari suatu luka terbuka (karsinoma sel basal), bintik hitam (melanoma), hingga bercak kemerahan (karsinoma sel skuamosa).Sementara itu, kutil merupakan suatu pertumbuhan berlebihan yang terjadi akibat infeksi HPV dan dapat terjadi pada bagian tubuh manapunGejala Beberapa gejala kanker kulit adalah:•  Gatal•  Kulit tampak bersisik•  Luka yang tidak menyembuh•   Perubahan pada tahi lalat yang telah ada sebelumnya•  Terbentuknya tahi lalat baru yang disertai dengan rasa nyeri atau gatal atau tampak kemerahanBeberapa gejala kutil adalah suatu tonjolan yang terasa keras atau lembut pada anggota gerak tubuh atau pada bagian tubuh manapun. Pengobatan dan DiagnosaDiagnosa kanker kulit ditentukan melalui biopsi jaringan kulit, sementara diagnosa kutil ditentukan berdasarkan pada pemeriksaan fisik. Pengobatan kanker kulit tergantung pada jenis, stadium, dan penyebaran kanker kulit. Pengobatannya dapat berupa radiasi, kemoterapi, dan sinar laser. Pengobatan kutil dapat berupa sinar laser, penggunaan salep bersifat asam pada daerah yang terkena, cryosurgery, tindakan pembedahan, dan sebagainya. Kutil seringkali kambuh atau tumbuh kembali setelah tindakan pengobatan.Sumber: differencebetween
 28 May 2018    11:00 WIB
Bahaya Penyakit Melanoma Dapat Menyebabkan Kematian
Sahabat sehat, baru saja kita dikejutkan oleh kematian menantu Bapak Hatta Rajasa yang disebabkan penyakit Melanoma. Hal ini tentu membuat kita penasaran dengan kanker Melanoma ini yang konon katanya belum ada obatnya. Dilansir dari healthy woman, 5 juta wanita di Amerika mendapatkan perawatan yang disebabkan oleh kanker kulit. Sedangkan menurut everyday health, satu dari 58 orang Amerika terdiagnosa terjangkit Melanoma dan hampir setiap jamnya ada satu orang Amerika yang meninggal karena penyakit ini. Menurut National Cancer Institute yang dilansir dari medical news today, sekitar 87.110 orang yang diduga terdiganosa sebagai penderita baru Melanoma dan 9.730 orang diduga meninggal karena Melanoma pada tahun 2017.   Apa itu Melanoma Melanoma adalah sejenis kanker kulit yang muncul ketika sel penghasil pigmen yang dikenal sebagai Melanosit yang bermutasi dan menjadi kanker. Melanoma adalah yang paling mematikan dibandingkan dengan jenis kanker kulit lainnya dan paling cepat penyebarannya. Melanoma dapat berkembang dimana saja namun ada daerah tertentu yang lebih rentan. Pada pria biasanya pada daerah dada dan punggung. Sedangkan wanita umunya pada daerah kaki, leher dan wajah. Namun, Melanoma juga merupakan satu-satunya jenis kanker yang secara keseluruhan dapat dicegah.   Gejala-gejala Melanoma Seperti halnya bentuk-bentuk kanker lainnya, tahap awal Melanoma mungkin sulit dideteksi, jadi penting untuk memeriksa kulit secara aktif : -          Perubahan kulit seperti adanya bintik atau tahi lalat baru atau adanya perubahan pada warna, bentuk atau ukuran dari bintik atau tahi lalat yang sudah ada sebelumnya. -          Sakit kulit yang tidak sembuh-sembuh -          Bintik atau luka yang menjadi nyeri, gatal, lebut atau bahkan berdarah -          Bintik atau benjolan yang terlihat mengkilap, licin, halus atau pucat -          Benjolan merah keras yang berdarah atau tampak bernanah atau berkerak -          Bintik merah rata yang kasar, kering, bersisik   Pencegahan Melanoma Deteksi awal merupakan kunci namun pencegahan lebih penting. Paparan sinar matahari adalah faktor resiko yang dapat dicegah untuk kanker kulit. Badan kesehatan dunia atau memperkirakan bahwa sekitar 60.000 kematian dini terjadi setiap tahun di seluruh dunia karena paparan berlebihan terhadap radiasi ultraviolet matahari (UV). 48.000 diantaranya disebabkan oleh melanoma yang akut. Sebab itu sobat sehat perlu memperhatikan beberapa hal ini sebagai pencegahan: -          Sebisanya mungkin hindari sengatan sinar matahari terlalu lama -          Gunakan tabir surya dengan SPF (Sun Protection Factor) 30   Jadi sobat sehat tetaplah menjaga kesehatan kulit kita dan jika ada hal yang dirasa aneh dan mengganggu tidak ada salahnya sobat periksakan ke dokter yang bersangkutan.     Sumber medicalnewstoday healthywomen everydayhealth
 28 Oct 2017    18:00 WIB
Eksim Dapat Menurunkan Resiko Terjadinya Kanker Kulit
Eksim merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi dan menyerang 30% orang di Amerika. Gejala mencakup kulit yang kering, gatal dan munculnya ruam. Tetapi menurut penelitian terbaru ternyata eksim tidak berpengaruh terlalu buruk karena eksim dapat menurunkan resiko terjadinya kanker kulit.Studi yang dipublikasikan dijurnal eLife ini menyimpulkan bahwa eksim atau yang dikenal dengan terjadinya dermatitis atopik dapat mengaktifkan suatu respon imunitas yang berpotensial dapat mencegah timbulnya sel kanker dan tumor. Menurut tim peneliti, terjadinya eksim dapat menurunkan resiko terjadinya kanker. Tetapi mereka mencatat bahwa studi ini sulit dibuktikan dengan manusia karena pengobatan eksim dapat mempengaruhi resiko kanker. Lebih jauh lagi, gejala dan kondisi beratnya penyakit dapat berbeda pada tiap-tiap individu.Eksim dapat menurunkan pembentukan tumor pada tikus percobaan Untuk penelitian ini, tim peneliti menggunakan tikus yang sudah dimodifikasi secara genetik untuk mengalami eksim seperti yang dialami oleh manusia. Para peneliti melakukan hal tersebut dengan mengubah struktur protein yang ada diluar kulit tikus yang menyebabkan tikus tersebut memiliki berrier kulit yang abnormal. Para peneliti kemudian menguji dua jenis kanker menggunakan bahan kimia pada tikus yang sudah diubah secara genetik itu. Tes tersebut juga dilakukan dengan tikus normal.Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa walaupun kedua jenis tikus ini memiliki kemungkinan mutasi yang sama karena disebabkan oleh bahan kimia tersebut, tetapi tikus yang sudah mengalami perubahan genetik memiliki respon inflamasi yang menyebabkan sel kanker potensial tidak berkembang di kulit. Kanker kulit merupakan penyebab kanker nomor enam terbanyak di Amerika dan menyerang dua juta orang setiap tahunnya. Menurut the American Academy of Dermatology, angka kejadian dari melanoma kanker (bentuk kanker paling awal sebelum menyebar ke seluruh tubuh) terus meningkat selama 30 tahun belakangan ini. Kini sebanyak satu dari limapuluh orang di Amerika memiliki resiko terkena kanker.Sumber: medicaltoday
 05 Sep 2017    15:00 WIB
Kencangkan Kulit Dengan 7 Cara Mudah
Proses kehidupan seperti kehamilan, pertambahan usia, berat badan yang naik turun dapat menyebabkan kulit menjadi kendur dan kehilangan elastisitasnya. Kulit yang kendur tentu dapat mengganggu penampilan Anda dan membuat Anda terlihat lebih tua. Agar kulit Anda tetap kencang dan terlihat awet muda ada beberapa tips yang dapat Anda ikuti. Ayo disimak! 1.  Lulur Lulur dilakukan untuk proses eksfoliasi kulit. Eksfoliasi kulit berguna untuk menyingkirkan sel-sel kulit mati. Cara ini dapat memperlancar sirkulasi darah sehingga kulit mendapatkan oksigen dan nutrisi-nutrisi penting yang dibutuhkan untuk proses regenerasi kulit kulit. Cara melakukan lulur yang baik: Gunakan lulur mineral dan lulur garam yang bagus untuk mengencangkan kulit. Pilih produk lulur yang memiliki butiran pengelupas yang halus yaitu berbentuk bulat sehingga tidak menimbulkan iritasi akibat gesekan. Lakukan peluluran sebelum mandi atau saat kulit dalam kondisi kering. Bila dilakukan setelah mandi, saat kulit basah, permukaan kulit yang licin akan mempersulit proses eksfoliasi. Mulai melulur dari tubuh bagian atas  lalu ke bawah. Bila dilakukan sebaliknya, tubuh bagian bawah yang sudah dilulur akan terkena kotoran lulur tubuh bagian atas. Melulur dengan gerakan tangan maju mundur atau melingkar melawan gravitasi mirip dengan teknik memijat. Dengan teknik tersebut, selain bersih, kulit juga menjadi kencang. Fokuskan pada daerah dimana kulit Anda yang kendur. Jangan lupakan perut dan bokong Anda. 2.  Gunakan minyak Setelah mandi, usapkan minyak ke sekujur tubuh untuk membantu menjaga kelembapan kulit Anda, yang meningkatkan elastisitas kulit Anda. Anda bisa menggunakan baby oil, minyak buah jarak dan minyak almond juga bagus untuk kulit Anda. Tambahkan sedikit minyak ke dalam air mandi Anda. Kulit Anda akan menyerap minyak saat Anda bersantai. 3.  Cobalah krim atau losion pengencang kulit. Untuk membantu mengencangkan kulit carilah produk-produk yang mengandung vitamin A, vitamin E, dan kolagen, yang mana semua itu membantu mengencangkan kulit. Lidah buaya merupakan pengencang kulit alami yang baik carilah losion yang mengandung lidah buaya, atau oleskan lidah buaya murni pada kulit Anda. Gunakan krim atau losion tersebut setidaknya sekali dalam sehari, fokuskan pada daerah yang memerlukan pengencangan. 4.  Gunakan masker kulit. Anda dapat menggunakan masker wajah untuk kulit tubuh Anda. Gunakan pada paha, perut, lengan Anda, di mana daerah tersebut yang mudah mengalami pengenduran. Gunakan satu atau dua kali dalam seminggu pada daerah yang ingin Anda kencangkan. Bahan masker yang bermanfaat untuk mengencangkan kulit seperti berbahan dasar kopi, bengkuang, madu. 5.  Lakukan pemijatan. Pemijatan sangat baik untuk meningkatkan sirkulasi, yang berhubungan dengan pengencangan kulit. Mintalah pramu pijat untuk memfokuskan pada daerah yang ingin Anda kencangkan. 6.  Hindari sabun yang keras. Produk perawatan kulit yang mengandung natrium lauril sulfat dan bahan kimia sejenisnya dapat merusak kulit Anda dan membuatnya kering. Apabila Anda ingin mengencangkan kulit Anda, hindari pembersih yang sangat kuat dan keras. Pilihlah, produk alami yang lembut untuk membersihkan diri Anda. Pembersih yang terbuat dari minyak adalah pilihan terbaik untuk mengencangkan kulit. 7.  Lindungi kulit Anda dari sinar matahari. Terpapar sinar matahari secara terus menerus dapat merusak kulit, merampas minyak alami kulit, menganggu kelembaban kulit dan mendorong kerusakan kolagen. Yang bertanggung jawab atas keelastisan kulit Anda. Gunakan selalu tabir surya yang mengandung SPF minimal 30. Merawat keindahan kulit sejak dini sama seperti berinvestasi. Semakin dini Anda melakukan perawatan maka kesehatan dan keindahan kulit lebih terjaga dan menghindari Anda dari proses penuaan dini. Baca juga: Perawatan Mudah Untuk Si Kulit Kering Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: allwomenstalk
 07 Mar 2017    18:00 WIB
Obat Disfungsi Ereksi Dapat Meningkatkan Resiko Kanker Kulit
Studi terbaru menunjukkan adanya kaitan antara obat disfungsi ereksi dengan peningkatan resiko kanker kulit yang mematikan. Studi tersebut diterbitkan di JAMA Internal Medicine yang melibatkan 26.000 partisipan pria yang sudah menggunakan viagra paling tidak sejak studi dimulai pada tahun 2000. Ternyata ditemukan sebanyak 84% partisipan mengalami peningkatan mengalami melanoma dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi viagra. Viagra merupakan salah satu obat yang diteliti karena merupakan satu-satunya obat disfungsi ereksi yang disetujui. Studi menunjukkan bahwa sebanyak 1.000 pria mengalami melanoma setiap tahunnya. penelitian menunjukkan pertambahan signifikan dari kejadian melanoma berhubungan dengan jalur biokimia yang juga dapat dipengaruhi oleh viagra. Obat disfungsi ereksi, seperti Cialis dan Levitra, bekerja dengan proses biokimia yang sama dan bahkan lebih besar menimbulkan melanoma karena mereka tinggal didalam tubuh lebih lama. Kasus melanoma meningkat secara tajam pada pria dengan usia 50 tahun, yang merupakan kelompok usia yang paling banyak menggunakan obat disfungsi ereksi. Dengan studi ini diharapkan sebelum dokter melakukan peresepan viagra sebaiknya dilakukan pemeriksaan kulit lebih teliti untuk mencegah timbulnya kanker kulit. Tanyakan pada pasien apakah para pengguna obat disfungsi ereksi mengalami perubahan pada kulit, seperti ada perubahan bercak di kulit, perubahan pada tahi lalat. Tetapi jangan langsung membuang obat disfungsi ereksi dulu. Diperlukan analisis lebih lanjut untuk menegakkan penyebab pasti tentang hubungan obat disfungsi ereksi dengan kemungkinan timbulnya kanker kulit.   Sumber: foxnews  
 30 Aug 2016    12:00 WIB
Ini Dia Lima Penyakit Kulit Terlangka di Dunia!
Sebagian besar orang tentunya pernah mendengar mengenai penyakit jamur, kudis/kurap/kadas, panu, dan sebagainya. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata di dunia ini terdapat beberapa macam penyakit kulit langka yang jarang dijumpai? Di bawah ini Anda dapat melihat 5 jenis penyakit kulit paling langka di dunia.   Argiria Argiria merupakan suatu keadaan di mana kulit penderita mengalami perubahan warna, yaitu menjadi biru keabuan. Keadaan ini terjadi saat seseorang mengkonsumsi atau terpapar oleh perak dalam jumlah besar dalam waktu yang cukup lama.   Argiria yang disebabkan oleh banyaknya paparan terhadap perak biasanya dialami oleh para penambang perak atau pada buruh pabrik perak atau pada orang yang pekerjaannya adalah memproses film negatif (tempat cuci cetak foto).   Beberapa orang lainnya mengkonsumsi perak karena mendengar bahwa perak dapat membantu mengatasi beberapa gangguan kesehatan seperti radang sendi, diabetes, atau bahkan AIDS. Selain itu, penggunaan bahan penambal gigi dari perak diduga juga dapat menyebabkan terjadinya argiria. Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan argiria.   Sindrom Steven Johnson  dan Nekrolisis Epidermal Toksis Sindrom Steven Johnson (Stevens-Johnson Syndrome/SJS) dan nekrolisis epidermal toksis (Toxic Epidermal Necrolysis/TEN) merupakan suatu gangguan kulit berat yang menyebabkan kulit dan bahkan lapisan organ dalam mengelupas. Keduanya pun memiliki gejala yang sama sehingga seringkali disamakan oleh para dokter (SJS/TEN).   Gejala awal dari SJS dan TEN adalah adanya berbagai gejala seperti flu yang kemudian diikuti oleh timbulnya bercak kemerahan dan lepuhan yang terasa nyeri pada kulit. Perbedaan antara SJS dan TEN adalah pada berapa banyak kulit yang terkena.   Bila hanya mengenai 10% kulit pada permukaan tubuh, maka keadaan ini disebut dengan SJS. Bila telah mengenai sekitar 10-30% kulit pada permukaan tubuh, maka keadaan ini disebut dengan SJS/TEN. Bila telah mengenai lebih dari 30% kulit pada permukaan tubuh, maka keadaan ini disebut dengan TEN.   Sebagian besar penderita mengalami gangguan ini karena suatu reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan terjadinya SJS/TEN adalah obat golongan NSAID, allopurinol, fenitoin, karbamazepin, barbiturate, anti kejang, dan antibiotika golongan sulfa. Akan tetapi, pada sekitar seperempat kasus SJS/TEN, dokter tidak dapat menemukan penyebab yang jelas.   SJS/TEN seringkali dapat disembuhkan, tergantung pada keparahan gejala. Karena keduanya dapat mengancam nyawa penderitanya maka perawatan di rumah sakit pun biasanya diperlukan. Pengobatan yang biasa dilakukan adalah dengan memberikan immunoglobulin, antibiotika (untuk mencegah terjadinya infeksi pada kulit), dan kortikosteroid (untuk mengatasi peradangan) melalui infus.   Dermatografia Gangguan kulit yang satu ini memang sangat jarang, tetapi biasanya tidak membahayakan jiwa penderitanya. Pada dermatografia, penderitanya biasanya memiliki kulit yang sangat sensitif, di mana luka sekecil apapun dapat membuat kulit kemerahan dan bengkak. Penderita biasanya juga akan merasa gatal.   Ingin tahu sesensitif apa kulit penderita dermatografia? Anda dapat membaca apa yang Anda tulis dengan kuku jari Anda pada permukaan kulit penderita. Hanya dalam waktu beberapa menit, kulit akan langsung tampak memerah dan bengkak seperti saat Anda tergores oleh suatu benda tajam.   Hal lainnya yang juga dapat membuat kulit penderita dermatografia memerah dan bengkak adalah gesekan dengan pakaian, cuaca panas, cuaca dingin, sinar matahari, atau bahkan saat mereka marah.   Hingga saat ini, para dokter masih belum mengetahui apa penyebab pasti dari dermatografia, tetapi banyak ahli menduga keadaan ini merupakan suatu jenis reaksi alergi.   Gejala biasanya akan menghilang dalam waktu 30 menit atau beberapa jam, akan tetapi karena dapat membuat penderitanya kesakitan, maka dokter biasanya menganjurkan penderita untuk mengkonsumsi obat anti alergi secara teratur. Selain itu, dianjurkan juga agar penderita mengkonsumsi cukup air putih dan menggunakan pelembab karena kulit kering dapat membuat gejala bertambah buruk atau justru memicu timbulnya gejala.   Iktiosis Harlequin Iktiosis harlequin merupakan suatu gangguan kulit yang biasanya mengenai bayi baru lahir, di mana mereka terlahir dengan kulit yang tebal dan keras. Pada dokter menduga bahwa iktiosis harlequin disebabkan oleh suatu kelainan genetika, di mana terjadi mutasi pada gen ABCA12 yang berfungsi untuk mengatur perkembangan lapisan epidermis (lapisan kulit terluar) kulit.   Gangguan kulit yang sangat langka ini akan membuat para bayi baru lahir tersebut kesulitan mengendalikan pengeluaran cairan dari dalam tubuhnya, yang pada akhirnya akan membuat bayi mengalami dehidrasi berat.   Bayi yang menderita iktiosis harlequin biasanya akan mengalami kesulitan untuk bergerak, bernapas, melawan infeksi, dan mengatur suhu tubuhnya. Berbagai hal inilah yang biasanya akan membuat bayi baru lahir meninggal dalam waktu beberapa minggu setelah lahir.   Walaupun demikian, beberapa orang bayi dapat bertahan hidup, tetapi mereka tetap membutuhkan perawatan intensif di dalam inkubator untuk menjaga agar suhu tubuhnya tetap stabil serta membuat para petugas medis dapat mengawasi berapa banyak cairan dan nutrisi yang hilang, yang harus segera digantikan. Iktiosis harlequin merupakan suatu gangguan kulit yang tidak dapat disembuhkan. Salah seorang penderita yang berhasil bertahan hidup hingga memasuki masa remaja mengatakan bahwa ia harus mengkonsumsi sekitar 7.500 kalori setiap harinya untuk menggantikan nutrisi yang hilang karena proses pengelupasan kulitnya yang berlangsung 10 kali lebih cepat dari normal dan harus mengoleskan pelembab pada kulitnya sekitar 7 kali sehari.   Xeroderma Pigmentosum Bila dermatografia merupakan suatu gangguan kulit yang membuat penderitanya sangat sensitif terhadap sentuhan atau gesekan, maka xeroderma pigmentosum merupakan suatu gangguan kulit yang membuat penderitanya menjadi sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet (UV).   Penderita xeroderma pigmentosum harus menghindari pancaran sinar matahari yang menembus masuk melalui jendela dan bahkan sinar fluoresens. Apa yang terjadi pada kulit penderita bila mereka terpapar oleh sinar UV? Sebenarnya sama dengan semua orang lainnya, tetapi jauh lebih parah karena kulit mereka amat sangat sensitif.   Gejala yang timbul saat penderita terpapar sinar matahari (walaupun sangat sedikit) adalah kulit terbakar, timbulnya lepuhan pada kulit, dan bercak kehitaman pada kulit. Selain itu, kulit penderita juga menjadi sangat tipis hingga pembuluh darah di bawah kulit pun terlihat.   Keadaan ini tentu saja akan membuat penderita menjadi sangat rentan terhadap kanker kulit. Anak-anak yang mengalami gangguan kulit ini biasanya akan mengalami kanker kulit dan meninggal saat mereka baru saja memasuki masa dewasa.   Xeroderma pigmentosum terjadi akibat adanya kelainan genetika, yang menyebabkan gangguan pada proses perbaikan DNA. Pada orang normal, kerusakan DNA yang terjadi akibat terbakar sinar matahari dapat segera diperbaiki, akan tetapi pada penderita xeroderma pigmentosum perbaikan ini tidak dapat berlangsung.   Walaupun telah tersedia berbagai jenis obat-obatan untuk mengatasi gejala, akan tetapi para ahli masih belum menemukan cara menyembuhkan kelainan ini.   Baca Juga: Berbagai Jenis Sayuran Untuk Memperindah Kulit Anda! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: health.howstuffworks
 19 Aug 2016    18:00 WIB
Sering Berpergian Dengan Pesawat Terbang? Hati-hati Kanker Kulit!
Berjemur di bawah sinar matahari dan memiliki kulit yang terlalu pucat memang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit, melanoma. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ada hal lainnya yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya melanoma, yaitu sering berpergian dengan pesawat terbang. Berdasarkan data dari 19 penelitian sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa para awak pesawat terbang seperti pilot dan pramugara/i memiliki resiko 2 kali lebih tinggi untuk menderita melanoma dibandingkan dengan pekerja lainnya.  Pada penelitian ini, para peneliti mengamati berapa banyak awak pesawat yang mengalami melanoma dan berapa angka kematian yang terjadi di antara 266.000 awak pesawat tersebut di antara tahun 1990-2013.  Para peneliti menemukan bahwa selain para awak pesawat memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita melanoma (2 kali lipat dibandingkan dengan orang dewasa lainnya), para pilot ternyata memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami kematian akibat melanoma, yaitu sekitar 83% lebih tinggi dibandingkan dengan orang lainnya. Para peneliti menduga hal ini mungkin diakibatkan oleh tingginya paparan radiasi sinar UV pada awak pesawat. Pada ketinggian tertentu, yaitu pada ketinggian di mana pesawat komersial biasanya berada, kadar sinar UV ternyata lebih banyak 2 kali lipat dibandingkan dengan kadarnya di atas permukaan tanah. Kadar ini bahkan lebih tinggi lagi (85% lebih tinggi) bila pesawat terbang melintasi awan tebal atau salju.  Terdapat 2 macam sinar UV, yaitu UVA dan UVB. Radiasi sinar UVA dan UVB dapat memicu terjadinya berbagai perubahan pada DNA yang terdapat di kulit, yang dapat menyebabkan terjadinya melanoma. Kaca depan kokpit pesawat tempat pilot berada sebenarnya telah dapat menghalangi radiasi sinar UVB, akan tetapi tidak demikian dengan radiasi sinar UVA, di mana radiasi sinar UVA ini dapat menembus kaca pesawat. Jadi, bila Anda bukan seorang pilot tetapi sering berpergian dengan menggunakan pesawat terbang, apakah resiko melanoma Anda juga meningkat? Walaupun penelitian ini tidak dapat memberikan kepastian mengenai hal ini, akan tetapi para peneliti menyatakan bahwa resiko melanoma memang lebih tinggi pada orang yang sering berpergian dengan menggunakan pesawat terbang. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan kebenaran hal ini, akan tetapi tetap lebih baik bila Anda menggunakan tabir surya saat akan berpergian dengan menggunakan pesawat terbang, terutama bila Anda berada cukup lama di dalamnya. Baca juga: Gejala Tidak Terduga dari Kanker Kulit Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 26 Dec 2015    18:00 WIB
Apakah Tabir Surya Benar-Benar Melindungi Kulit Anda?
Kita semua tentu menginginkan kulit yang terlihat muda, mulus dan sehat bukan? Sering dengan waktu, kulit kita menunjukkan tanda-tanda penuaan, diawali dengan timbulnya flek-flek, garis-garis halus dan keriput, yang akan membuat kita tampak lebih dewasa. Beberapa tanda penuaan ini dapat berupa genetik atau memang merupakan proses dari tubuh kita sendiri dan hanya sedikit yang bisa kita lakukan untuk mencegah proses tersebut terjadi. Tetapi banyak juga faktor luar yang dapat mempercepat proses penuaan ini. Sinar matahari atau sinar UV merupakan faktor utama penyebab kerusakan kulit. Kita dapat dengan mudah melakukan pencegahan yang terkait dengan sinar UV ini. Para peneliti mengatakan dengan menggunakan tabir surya secara teratur Anda akan memperoleh kulit yang lebih muda dan lembut dibandingkan mereka yang tidak menggunakan tabir surya secara teratur. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, pemakaian tabir surya haruslah benar. Berikut adalah cara penggunaan tabir surya secara benar agar mendapatkan hasil yang maksimal. Tabir surya spektrum luas Gunakan tabir surya yang memiliki perlindungan untuk sinar UVB dan UVA. Periksa kandungan SPF Sun Protection Factor atau SPF adalah ukuran efektivitas dari tabir surya dalam melawan radiasi sinar UVB yang diukuroleh laboratorium, semakin tinggi angka SPF dalam tabir surya, semakin efektive kerja tabir surya dalam melawan radiasi sinar UV. Scara umum penggunaan tabir surya dengan kandungan SPF 30+ sangat direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari. Untuk perlindungan terhadap sinar UVA diukur dengan dalam satuan PA. Tabir surya dengan kandungan PA++ direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari. Gunakan ¼ sendok teh tabir surya untuk seluruh wajah Anda. Jika penggunaannya kurang dari jumlah tersebut, And tidak akan mendapatkan perlindunga UVA dan UVB sesuai yang tertera di botol tabir surya tersebut. Kapan digunakan: tabir surya harus diaplikasikan ke kulit 15-20 menit sebelum beraktifitas luar ruangan. Tabir surya juga harus diaplikasi ulang setiap 2 jam. Kondisi iklim Paling tidak sekitar 80% radiasi UV mampu menembus awan, sehingga penting untuk Anda tetap menggunakan tabir surya walaupun cuaca sedang berawan. Aplikasi yang sama tetap diperlukan walaupun cuaca hujan. Bagaimana memilih tabir surya yang baik? Saat ini banyak sekali jenis tabir surya yang beredar di pasaran. Berikut tips untuk memilih tabir surya yang baik: Spektrum luas: tabir surya harus memiliki perlindungan untuk UVA dan UVB Saat berenang Anda harus menggunakan tabir surya yang tahan air. Jika Anda berjerawat, gunakan tabir surya berbasis gel. Orang yang memiliki kulit yang kering dapat menggunakan tabir surya berbentuk losion karena memiliki keuntungan melembabkan kulit. Tabir surya berbentuk spray atau semprot dapat digunakan untuk daerah lengan atas dan lengan bawah Bayi usia 6 bulan memiliki kulit yang sangat sensitif sehingga mereka tidak memerlukan tabir surya. Balita usia 3 tahun keatas dapat menggunakan tabir surya dengan kandungan zinc oxide atau titanium oxide saja. Tidak ada salahnya untuk mencoba berbagai jenis tabir surya untuk menemukan yang paling cocok untuk Anda. Saat Anda menemukan yang paling tabir surya yang paling tepat, gunakanlah secara teratur untuk memperlambat proses penuaan dan menurunkan resiko terjadinya kanker kulit.   Sumber: healthmeup  
 20 Nov 2015    12:00 WIB
Pengobatan yang Dapat Menyembuhkan Kanker Kulit, Adakah?
Para peneliti di Utah Cancer Institute mungkin telah berhasil menemukan obat yang dapat menyembuhkan menyembuhkan melanoma, salah satu jenis kanker paling mematikan! Kanker kulit merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi. Di antara berbagai jenis kanker kulit, melanoma merupakan jenis kanker kulit yang paling parah! Melanoma berkembang pada sel-sel kulit yang berfungsi untuk memproduksi melanin, pigmen kulit yang berfungsi untuk memberikan warna pada kulit.   Baca juga: Perbedaan Antara Tahi Lalat dan Kanker Kulit   Jadi, apa pengobatan yang ditemukan oleh para peneliti di Utah? Untuk mengobati melanoma, mereka melakukan perubahan pada gen suatu jenis virus dan menyuntikkan virus tersebut ke dalam tumor melanoma untuk "melatih" mereka menyerang sel-sel kanker. Virus dimodifikasi sedemikian rupa sehingga hanya akan membunuh sel-sel kanker dan tidak membahayakan sel-sel sehat. Yang unik adalah para peneliti menggunakan virus herpes dan mengubah cara kerjanya. Terapi yang dikenal dengan nama immunoterapi kanker ini menggunakan sistem kekebalan tubuh penderita itu sendiri untuk melawan kanker. Tahukah Anda apa yang membuat pengobatan kanker begitu sulit? Hal ini dikarenakan tubuh tidak dapat mendeteksi sel-sel kanker sebagai benda asing yang berbahaya bagi tubuh. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh pun tidak akan menyerang sel-sel kanker tersebut karena dianggap tidak berbahaya. Dengan menggunakan virus herpes yang telah dimodifikasi, tubuh pun dapat memproduksi antibodi yang diperlukan untuk membunuh sel-sel kanker. Melalui penemuan ini, sekitar 25% penderita melanoma berhasil sembuh total! Ingin tahu siapa yang memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita melanoma? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya melanoma pada seseorang: Memiliki kulit putih Pernah menderita luka bakar akibat sinar matahari Memiliki anggota keluarga yang menderita melanoma Sering terpapar oleh sinar UV secara berlebihan Tinggal di dekat garis khatulistiwa atau di pegunungan Memiliki banyak tahi lalat atau memiliki tahi lalat yang tidak biasa Memiliki daya tahan tubuh yang lemah   Untuk mencegah terjadinya melanoma, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu: Hindari paparan sinar matahari di siang hari, terutama di antara pukul 10.00-16.00 Selalu gunakan tabir surya dengan SPF 15 (minimal), bahkan jika sedang musim dingin Gunakan pakaian berlengan panjang Jangan menggunakan tanning bed Periksa kulit Anda secara teratur untuk mendeteksi adanya perubahan atau pertumbuhan abnormal secepatnya   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: foxnews
 14 Sep 2015    18:00 WIB
Alergi Terhadap Sinar Matahari, Mungkinkah
Anda mungkin sudah sering mendengar banyak orang mengatakan bahwa mereka alergi terhadap debu atau makanan tertentu, akan tetapi pernahkah Anda mendengar ada orang yang alergi terhadap sinar matahari?   Reaksi alergi sebenarnya terjadi akibat sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi secara berlebihan (menyerang) terhadap sesuatu hal yang sebenarnya tidak berbahaya. Perlawanan sistem kekebalan tubuh terhadap suatu alergen (hal yang dianggap berbahaya oleh sistem kekebalan tubuh) ini akan memicu pelepasan histamin di dalam tubuh. Histamin merupakan suatu zat kimia yang menyebabkan timbulnya berbagai gejala alergi seperti bersin, hidung meler dan timbulnya bercak kemerahan pada kulit.   Untuk alergi terhadap sinar matahari, gejala yang paling sering ditemukan adalah timbulnya bercak kemerahan pada kulit. Bercak kemerahan ini dapat pula disertai dengan kulit bersisik, bercak kehitaman, atau bahkan lepuhan pada kulit. Berbagai gejala ini dapat berlangsung selama beberapa hari.   Gejala biasanya terjadi pada bagian tubuh yang terpapar oleh sinar matahari. Pada kasus yang berat, gejala juga dapat menyebar hingga ke bagian tubuh yang tidak pernah terpapar oleh sinar matahari. Gejala biasanya akan timbul bila penderita terpapar oleh sinar matahari, walaupun hanya sesaat, misalnya hanya selama beberapa detik.   Alergi terhadap sinar matahari ini lebih banyak ditemukan pada wanita dan dapat bersifat diturunkan dalam keluarga (herediter). Alergi terhadap sinar matahari dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: PMLE (polymorphous light eruption). Lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pada pria Aktinik prurigo atau PMLE herediter. Alergi jenis ini hanya mengenai suku Indian di Amerika dan bersifat diturunkan dalam keluarga Urtikaria solar. Gejala yang timbul biasanya merupakan bercak kemerahan yang agak menonjol pada kulit dan terasa nyeri. Keadaan ini juga lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pada pria Ironisnya, beberapa jenis alergi sinar matahari justru disebabkan oleh penggunaan tabir surya. Hal ini dikarenakan salah satu atau beberapa jenis zat kimia yang terdapat di dalam produk tabir surya tersebut bereaksi terhadap sinar ultraviolet dan kulit Anda. Keadaan ini disebut dengan erupsi fotoalergik. Berbeda dengan jenis alergi sinar matahari lainnya, gejala erupsi fotoalergik biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membaik.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: health.howstuffworks