Your browser does not support JavaScript!
 22 Jan 2021    11:00 WIB
Jahe Bisa Membunuh Sel Kanker Payudara, Benarkah?
Sebuah penelitian di Saudi Arabia menemukan bahwa jahe mungkin dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi pengobatan kanker payudara. Walaupun sekarang ini telah tersedia terapi khusus untuk mengatasi kanker payudara (walaupun belum dapat menyembuhkannya) dan berbagai teknik pemeriksaan untuk mendeteksi secara dini adanya kanker payudara pada seorang wanita, kanker payudara tetap merupakan suatu gangguan kesehatan yang sulit ditangani dan seringkali menyebabkan kematian pada penderitanya. Pada umumnya, pengobatan kanker payudara biasanya berupa terapi hormonal dengan tamoxifen atau modulator reseptor estrogen selektif lainnya. Akan tetapi, hampir semua penderita kanker payudara yang telah menyebar dan sekitar 40% penderita kanker payudara yang telah menerima tamoxifen mengalami kekambuhan dan berakhir dengan kematian. Selain itu, penggunaan modulator reseptor estrogen selektif pun seringkali terbatas karena berbagai efek samping yang mungkin terjadi dan tidak dapat mengatasi kanker payudara yang bukan disebabkan oleh gangguan pada reseptor estrogen selektif ini. Lebih lanjut lagi, walaupun sel-sel kanker payudara mungkin berespon terhadap pemberian kemoterapi pada awal terapi, akan tetapi sel-sel kanker payudara ini pada akhirnya dapat tetap bertahan dan menjadi kebal (resisten) terhadap kemoterapi. Oleh karena itu, para ahli sekarang ini sedang mencari alternatif lainnya yang dapat membantu membunuh sel kanker payudara secara permanen dan tidak mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Para ahli kemudian mulai menunjukkan ketertarikan pada ekstrak jahe mentah. Hal ini dikarenakan jahe telah terbukti memiliki suatu efek anti kanker yang cukup kuat, walaupun bagaimana jahe dapat membunuh sel kanker payudara masih tidak diketahui. Berdasarkan berbagai data penelitian lainnya dan fakta bahwa pada beberapa kasus, ekstrak tanaman herbal telah terbukti lebih mampu melawan sel kanker dibandingkan dengan obat-obatan, maka penelitian ini pun dilakukan untuk meneliti lebih lanjut mengenai efek ekstrak jahe mentah ini terhadap pertumbuhan sel-sel kanker payudara. Para ahli kemudian menemukan bahwa jahe ternyata memiliki beberapa efek menakjubkan seperti: • Menginduksi terjadinya proses apoptosis (suatu program bunuh diri pada sel) • Meningkatkan produksi Bax (suatu gen yang berperan dalam proses apoptosis) • Menurunkan kadar protein Bcl 2 (suatu protein yang berhubungan dengan kanker) • Menurunkan kadar protein yang berperanan dalam proses daur ulang sel kanker • Meningkatkan kadar inhibitor CDK dan p21 yang merupakan suatu anti kanker Penelitian di atas bukanlah penelitian pertama yang meneliti mengenai efek jahe terhadap sel kanker. Pada kenyataannya, suatu komponen di dalam jahe yaitu gingerol telah terbukti dapat memperlambat atau mencegah penyebaran sel-sel kanker ke organ tubuh lainnya (anti metastatik). Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa efek anti kanker di dalam jahe ternyata tidak hanya berperan pada kanker payudara, tetapi juga pada beberapa jenis kanker lainnya seperti: • Kanker usus besar dan rektum • Kanker hati • Kanker paru • Kanker kulit (melanoma) • Kanker pankreas • Kanker prostat • Kanker kulit lainnya Baca juga: Jenis Kanker yang Mudah Menyerang Wanita Sumber: themindunleashed
 16 Jan 2021    15:00 WIB
Jenis Kanker yang Mudah Menyerang Wanita
Kanker menjadi salah satu penyakit yang bisa menyerang siapapun. Beberapa diantaranya lebih mudah berkembang biak di tubuh wanita dari berbagai kalangan usia.  Kanker yang kerap kali muncul adalah kanker payudara dan kanker serviks. Selain itu ada berbagai jenis kanker lainnya yang patut diwaspadai dan dikenali gejalanya. Melansir dari berbagai sumber, berikut jenis-jenis kanker yang mudah menyerang wanita. Kanker Payudara Jenis kanker yang satu ini bukan tak bisa menyerang pria, hanya saja kanker payudara kerap kali menyerang para wanita. Bahkan angka penderita terus meningkat dari tahun ke tahun. Melansir laman Medical News Today kanker payudara biasanya dimulai dari lapisan dalam saluran susu atau disebut lobulus. Kemudian, dari sanalah sel-sel kanker bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya.  Kanker payudara kerap kali disadari ketika sudah memasuki stadium akhir. Sehingga mengatasinya juga menjadi lebih sulit. Untuk itu ketahui ciri-ciri kanker payudara: • Nyeri di ketiak atau payudara yang tidak berubah dengan siklus bulanan • Muncul kerutan dan kemerahan di sekitar puting dan payudara • Timbul ruam di sekitar puting • Bentuk yang tidak simetris atau muncul benjolan • Perubahan ukuran atau bentuk payudara Kanker Serviks Selain kanker payudara, kanker serviks juga banyak menyerang wanita. Melansir laman Webmd, sel-sel ini kerap tumbuh pada leher rahim yang terhubung dengan vagina. Kanker yang satu ini tumbuh perlahan akibat adanya infeksi Human Papollomavirus (HPV). Bahayanya, kanker ini dapat menyebar ke jaringan lainnya seperti, hati, kandung kemih, vagina, dan rektum. Kerap kali menyerang sejumlah wanita berusia 35 - 70 tahun, namun penting untuk mengetahui gejalanya agar cepat diatasi. • Sakit saat berhubungan seks • Perdarahan vagina yang tidak biasa, seperti setelah hubungan seks, saat menstruasi, setelah menopause, atau setelah pemeriksaan panggul  • Keputihan yang berlebih • Mudah lelah • Turunnya berat badan • Nyeri tulang, dan lain-lain. Baca juga: Daging Merah Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Payudara Kanker Kolorektal Usus besar sebagai saluran pengeluaran sisa makanan atau feses sangat mudah untuk diserang oleh sel kanker. Bahkan, kanker usus besar kerap kali menyerang para usia tua, terutama wanita. Melansir laman Mayo Clinic, kanker usus besar sering disebut juga kanker kolorektal adalah sejenis kanker yang bermula dari usus kecil yang kemudian menjalar ke usus besar sebagai saluran akhir untuk membuang sisa makanan. Lalu seperti apa gejala dari kanker usus besar? • Sering buang air besar, dibarengi dengan diare, dan sembelit Kanker Ovarium Kerap kali menyerang wanita berusia lanjut, kanker ovarium bisa tumbuh serta berkembang biak dengan cepat. Diawali oleh tumbuhnya tumor, jika dibiarkan penyakit ini bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. Bahayanya, kanker ovarium juga bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya. Melansir laman Healthline, ovarium adalah dua kelenjar reproduksi wanita yang menghasilkan ovum, atau telur. Mereka juga memproduksi hormon estrogen perempuan dan progesteron. Untuk menjaganya, perlu diketahui ciri-cirinya ketika menyerang agar segera teratasi: • Perut kembung, tekanan, dan rasa sakit • Kenyang abnormal setelah makan • Hilangnya nafsu makan  • Buang air kecil berlebihan  Kanker Paru-paru Kanker paru juga jadi salah satu jenis kanker yang kerap menyerang wanita. Risikonya menyerang akan lebih tinggi bagi mereka yang merokok pasif dan aktif.  Tingkat kematian akibat penyakit ini juga sama tingginya dengan kanker payudara. Untuk mencegahnya penting untuk mengetahui gejalanya agar segera diatasi: - Batuk yang tak kunjung hilang - Batuk berdarah - Sesak napas - Nyeri dada - Suara serak - Turunnya berat badan - Nyeri tulang Baca juga: Cegah Kanker Payudara dengan 3 Makanan Ini Sumber: Herworld
 12 Oct 2020    13:00 WIB
Waspada! Ini 10 Penyakit yang Tidak Menunjukkan Gejala
Dengan memiliki gaya hidup sehat, banyak orang mengira bahwa mereka akan terbebas dari gangguan jantung, diabetes, dan bahkan beberapa jenis kanker. Akan tetapi tahukah Anda bahwa tidak semua penyakit memiliki gejala yang jelas sehingga mudah terdeteksi? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis penyakit yang sulit diketahui karena seringkali tidak bergejala hingga penyakit memasuki tahap akhir. Kanker Usus Besar Kanker usus besar bermula dari usus besar dan biasanya dimulai sebagai suatu benjolan kecil non kanker yang disebut dengan polip. Polip ini kemudian akan bertumbuh menjadi semakin besar dan berubah menjadi kanker walaupun tidak menunjukkan gejala apapun pada awalnya. Saat kanker sudah melewati tahap awalnya, penderita biasanya baru mulai mengalami gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit, adanya darah di dalam tinja, kram perut, perut kembung, penurunan berat badan, dan rasa amat lelah. Karena kanker usus besar tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, maka pemeriksaan kesehatan secara teratur sangatlah penting. Dengan demikian, dokter dapat menemukan polip sedini mungkin, sebelum polip ini berubah menjadi kanker. Penyakit Huntington Penyakit Huntington merupakan suatu kelainan genetik, yang biasanya tidak diketahui hingga penderita dewasa. Yang paling menakutkan dari penyakit ini adalah penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Penyakit Huntington memang jarang tetapi sangat fatal. Penyakit ini menyebabkan kerusakan pada otak. Gejala biasanya mulai muncul saat penderita berusia antara 30-50 tahun. Gejalanya dikatakan mirip dengan seseorang yang menderita ALS, Parkinson, dan Alzheimer. Hal terpenting yang perlu Anda ketahui adalah bahwa penyakit ini diturunkan. Glaukoma Glaukoma merupakan penyebab kedua kebutaan di Amerika Serikat. Glaukoma biasanya tidak menunjukkan gejala apapun atau hanya menunjukkan sedikit gejala. Glaukoma akan merusak saraf optikus yang berfungsi untuk membawa informasi dari mata ke otak. Penderita biasanya mengalami peningkatan tekanan di dalam mata. Saat penyakit sudah memasuki tahap lanjut, maka dapat terjadi gangguan penglihatan perifer atau kebutaan total. Jenis glaukoma yang paling sering ditemukan adalah glaukoma sudut terbuka. Jenis glaukoma yang satu ini biasanya akan menyebabkan penurunan penglihatan perifer secara bertahap. Klamidia Klamidia merupakan salah satu penyakit menular seksual yang memiliki sedikit gejala. Infeksi ini biasanya akan menyebabkan kerusakan permanen pada saluran telur seorang wanita, yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan atau peningkatan resiko terjadinya kehamilan ektopik. Infeksi ini dapat mengenai serviks, uretra, vagina, rektum, atau tenggorokan. Infeksi juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya pada saat proses persalinan. Dapat ditemukan beberapa gejala beberapa minggu setelah penderita terinfeksi. Akan tetapi, pada sebagian besar kasus penyakit ini tidak menimbulkan gejala sama sekali. Gejala yang mungkin ditemukan adalah keputihan abnormal, nyeri pinggul, keinginan mendesak untuk buang air kecil, dan adanya darah di dalam air kemih. Penyakit ini terutama mengenai orang yang sudah aktif secara seksual. Thrombosis Vena Dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT) DVT merupakan bekuan darah yang terbentuk di pembuluh vena dalam tubuh dan mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Sebagian besar DVT terjadi pada kaki bagian bawah (betis) atau paha, yang kemudian menyebabkan pembengkakan pada vena dan berbagai gejala lain. Jika bekuan darah pecah, maka bekuan-bekuan darah kecil ini dapat mengikuti aliran darah dan masuk ke dalam paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen di dalam darah, kerusakan paru-paru berat, atau kematian. Duduk dalam waktu lama, mengkonsumsi obat tertentu, dan menderita penyakit tertentu dapat meningkatkan resiko terjadinya DVT. Gejala yang biasa ditemukan adalah kulit teraba hangat dan nyeri serta kulit tampak kemerahan dan membengkak. Akan tetapi, gejala ini biasanya hanya muncul pada sebagian penderita.   Baca juga: Ini Dia 5 Penyakit yang Sering Salah Didiagnosa   Gonorea Gonorea juga merupakan salah satu penyakit menular seksual, yang jarang menimbulkan gejala. Penyakit ini dapat mengenai pria dan wanita. Bila wanita hamil terinfeksi gonorea, maka ia dapat menularkannya pada bayi di dalam kandungannya. Seperti halnya semua penyakit menular seksual lainnya, penggunaan kondom biasanya dapat membantu menurunkan resiko. Beberapa gejala gonorea yang dapat ditemukan pada pria adalah rasa panas seperti terbakar saat buang air kecil, keluar cairan abnormal dari penis, dan buah zakar terasa nyeri serta membengkak. Pada wanita, gejala yang biasa ditemukan adalah nyeri saat buang air kecil dan perdarahan di antara masa menstruasi. Diabetes Diabetes tipe 1 biasanya terjadi sejak penderita lahir karena pada diabetes tipe 1, tubuh penderita tidak dapat menghasilkan insulin sama sekali. Sementara itu, diabetes tipe 2 biasanya terjadi saat penderita sudah dewasa. Hal ini biasanya disebabkan oleh gaya hidup yang kurang aktif dan berat badan berlebih sehingga tubuh tidak dapat menggunakan hormon insulin yang ada dengan baik. Jika anggota keluarga Anda ada yang menderita diabetes, maka Anda perlu menjaga pola hidup dan pola makan Anda dengan lebih baik karena resiko Anda untuk menderita diabetes akan meningkat. Beberapa gejala diabetes yang sering ditemukan adalah rasa haus terus-menerus, sering buang air kecil, selalu merasa lapar tetapi berat badan menurun, merasa lelah, dan pandangan kabur. Hepatitis C Virus hepatitis C akan menyerang hati dan gejala yang terjadi dapat ringan atau berat, tergantung pada seberapa lama penyakit dibiarkan tanpa pengobatan. Hepatitis C paling sering ditularkan melalui penggunaan alat suntik bersama pada orang yang menggunakan obat-obatan terlarang atau melalui kontak seksual. Infeksi kronik virus hepatitis C dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi seperti sirosis hati dan kanker hati. Osteoporosis Osteoporosis atau pengeroposan tulang akan membuat kepadatan tulang menurun, yang membuat tulang menjadi lebih lemah dan mudah patah. Beberapa penderita bahkan mengalami pemendekan tinggi badan dan perubahan postur tubuh (membungkuk) bila mengenai tulang belakangnya. Osteoporosis biasanya tidak menunjukkan gejala. Sebagian besar penderita baru mengetahui mereka mengalami osteoporosis setelah mengalami patah tulang atau mengalami perubahan postur tubuh. Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Penyakit Seliak Penyakit seliak merupakan suatu penyakit autoimun, di mana usus halus penderita akan mengalami kerusakan bila penderita mengkonsumsi gluten, suatu protein yang ditemukan di dalam gandum dan barley. Hingga saat ini belum ada pengobatan lain bagi penyakit seliak selain menghindari gluten. Gejala gangguan pencernaan lebih sering ditemukan pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Orang dewasa yang mengalami penyakit seliak biasanya akan mengalami berbagai gejala seperti kekurangan zat besi, merasa amat lelah, nyeri sendi, depresi, migrain, dan kekurangan berbagai vitamin. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: cheatsheet
 01 Sep 2020    13:00 WIB
Tips Diet Seimbang Bagi Para Penderita Kanker
Mengkonsumsi diet seimbang sangatlah penting bagi seorang penderita kanker. Hal ini dikarenakan penderita kanker memerlukan makanan yang bergizi untuk membuat mereka tetap kuat dan bertenaga. Hal ini mungkin tidak mudah dicapai karena sebagian besar obat kanker akan membuat penderita merasa mual dan terapi radiasi akan membuat mulut menjadi banyak sariawan, mempengaruhi indra perasa, dan membuat penderita tidak nafsu makan. Para penderita kanker harus mengkonsumsi makanan bergizi sebelum, selama, dan setelah pengobatan. Diet yang bergizi dapat membantu penderita menjaga berat badannya tetap sehat dan membuatnya tetap berstamina, dapat mentoleransi efek samping obat dengan lebih baik, dan mempercepat penyembuhan.   Baca juga: Ini Dia Makanan Pencegah Kanker Payudara   Karena pengobatan kanker seringkali menyebabkan terjadinya berbagai efek samping seperti mual dan berubahnya indra perasa, yang membuat penderita seringkali tidak nafsu makan, maka sangat penting agar penderita tidak memiliki banyak pantangan makanan. Intinya adalah dianjurkan untuk menyediakan makanan favorit penderita dan tidak terus mendesaknya untuk mengkonsumsi makanan sehat. Akan tetapi, dianjurkan agar tetap menghindari konsumsi garam, gula, dan minyak yang berlebihan. Menu makanan yang tepat bagi seorang penderita kanker terdiri dari campuran berbagai jenis sayuran dan daging, serta hindari makanan yang terlalu manis dan terlalu berminyak. Dianjurkan agar memasak makanan dengan metode kukus, rebus, dan tumis daripada digoreng, dibakar, dan dipanggang. Diet yang seimbang juga harus terdiri dari protein (untuk membentuk jaringan, mencegah infeksi, menyembuhkan luka, dan menjaga kesehatan daya tahan tubuh), karbohidrat, lemak (sumber energi), vitamin dan mineral (untuk pertumbuhan dan fungsi tubuh). Hal penting lainnya adalah penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 12 Aug 2020    09:00 WIB
Perbedaan Antara Tahi Lalat dan Kanker Kulit
Satu lagi dampak berbahaya dari paparan sinar matahari berlebihan pada kulit anda, kanker kulit. Dapatkah pemakaian tabir surya mencegah terjadinya kanker kulit? Mungkin, akan tetapi para ahli menganjurkan selain menggunakan tabir surya, anda juga sebaiknya mengetahui apa jenis kulit anda. Sebagian besar orang memiliki lebih dari 100 tahi lalat pada tubuhnya. Sebagian besar tahi lalat dan tanda lainnya pada kulit anda bukanlah keganasan. Akan tetapi, bila tahi lalat baru timbul saat dewasa dan tampak berbeda dari tahi lalat lainnya pada tubuh anda, maka anda mungkin harus mulai waspada.  Tahi lalat yang berdarah, mengeluarkan suatu cairan, terasa gatal, tampak bersisik, atau menjadi lebih keras atau terasa nyeri harus segera diperiksa. Segera hubungi dokter kulit anda bila anda mengalami beberapa hal di atas. Periksalah kulit anda di depan kaca dan perhatikanlah daerah kulit yang sering terpapar oleh sinar matahari, seperti tangan, dada, kepala, wajah, leher, dan kaki. Di bawah ini terdapat tanda-tanda kanker kulit yang mungkin menyerupai tahi lalat (ABCDE). Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu:•  Asimetri, yaitu bila setengah bagian tahi lalat anda berbeda dengan setengah bagian lain dari tahi lalat anda•  Border, yaitu bila tahi lalat anda memiliki batas yang tidak jelas•  Color, yaitu bila tahi lalat anda memiliki berbagai jenis warna atau bercorak kecoklatan, coklat, hitam, biru, putih, atau merah•  Diameter, yaitu bila diameter tahi lalat anda lebih besar daripada diameter penghapus pada ujung pensil kayu•  Evolving, yaitu bila tahi lalat tampak berbeda dengan tahi lalat lainnya dan atau bila terjadi perubahan pada ukuran, warna, atau bentuknyaFaktor ResikoBeberapa faktor resiko terjadinya kanker kulit yang perlu anda waspadai adalah:•  Mengalami luka bakar yang cukup berat pada kulit akibat paparan sinar matahari yang berlebihan•  Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker kulit•  Memiliki kulit putih, memiliki banyak bintik-bintik hitam, atau rambut merah Baca juga: Perbedaan Antara Kanker Kulit dan Kutil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: mysuncoast
 29 Jul 2020    16:00 WIB
Apa Penyebab Kanker Dubur (Anal)?
Hai sahabat! Kita berjumpa lagi dengan pembahasan tentang artikel kesehatan yang tidak kalah menarik dengan yang sebelumnya. Hari ini kita akan membahas perihal penyakit kanker dubur. Wah kalau mendengar kata penyakit kanker seram memang, tapi kanker dubur ini seperti apa sih? Biar gak penasaran langsung kita bahas yah. Kanal anal adalah tabung pendek di ujung rektum tempat tinja meninggalkan tubuh kita. Kanal anal dikelilingi oleh 2 otot sfingter yang menjaga anus tetap tertutup dan mencegah kebocoran tinja. Sedangkan Kanker dubur adalah jenis kanker yang tidak biasa yang terjadi di saluran anus. Kanker Anal adalah penyakit langka, yang menyerang sekitar 1.200 orang per tahun di Inggris (Cancer Research UK). Ini sedikit lebih umum pada wanita daripada pada pria, dengan rasio pria: wanita dari kasus 10:18. Prospek untuk kanker dubur seringkali lebih baik daripada kanker usus tipe lain, terutama ketika terserang kanker stadium dini. The American Cancer Society memperkirakan bahwa 7.210 kasus kanker dubur akan didiagnosis pada tahun 2014 dan sekitar 950 kematian akan terjadi pada tahun itu karena kanker dubur. Kanker dubur sering dibagi menjadi 2 kelompok, yang kadang-kadang diperlakukan berbeda: Kanker kanal anal (di atas ambang anal). Kanker margin anal (di bawah ambang anal). Terkadang kanker dubur meluas dari satu area ke area lain, jadi sulit untuk mengetahui dengan pasti di mana mereka mulai. Ada berbagai bentuk kanker dubur, masing-masing ditentukan oleh jenis tumor yang berkembang. Tumor adalah pertumbuhan abnormal dalam tubuh. Tumor bisa jinak atau ganas. Tumor ganas dapat menyebar ke bagian tubuh lain dari waktu ke waktu, jika tidak diobati. Contoh tumor termasuk: Tumor jinak. Tumor yang jinak adalah tumor yang bukan kanker. Dalam anus, ini dapat mencakup polip, tag kulit, tumor sel granular, dan kutil kelamin (kondiloma). Kondisi prakanker. Ini merujuk pada tumor jinak yang dapat menjadi ganas seiring berjalannya waktu, yang sering terjadi pada anal intraepithelial neoplasia (AIN) dan anal squamous intraepithelial neoplasia (ASIL). Karsinoma sel skuamosa. Kanker sel skuamosa adalah jenis kanker anal yang paling umum di Amerika Serikat. Menurut American Cancer Society, itu menyumbang 9 dari 10 kasus. Tumor ganas di anus ini disebabkan oleh sel skuamosa abnormal (sel yang melapisi sebagian besar saluran anus). Penyakit Bowen. Kondisi ini, juga dikenal sebagai karsinoma sel skuamosa in situ, ditandai oleh sel-sel abnormal pada jaringan permukaan anus yang belum menginvasi lapisan yang lebih dalam. Karsinoma sel basal. Karsinoma sel basal adalah jenis kanker kulit yang umumnya mempengaruhi kulit yang terpapar sinar matahari. Karena itu, ini adalah bentuk kanker anal yang sangat langka. Adenokarsinoma. Ini adalah bentuk kanker langka yang muncul dari kelenjar di sekitar anus. Lalu apa sebenarnya penyebab kanker dubur (anal) ini. Kanker anal terbentuk ketika mutasi genetik mengubah sel-sel normal dan sehat menjadi sel-sel abnormal. Sel-sel sehat tumbuh dan berkembang biak pada tingkat yang ditentukan, akhirnya mati pada waktu yang ditentukan. Sel abnormal tumbuh dan berkembang biak di luar kendali, dan mereka tidak mati. Akumulasi sel abnormal membentuk massa (tumor). Sel-sel kanker menyerang jaringan di dekatnya dan dapat terpisah dari tumor awal untuk menyebar di tempat lain di tubuh (bermetastasis). Dan kanker dubur terkait erat dengan infeksi menular seksual yang disebut human papillomavirus (HPV). Bukti HPV terdeteksi pada sebagian besar kanker dubur. HPV dianggap sebagai penyebab paling umum dari kanker dubur. Berikut adalah gejala umum yang terkait dengan kanker dubur, yaitu: Pendarahan. Gatal dubur juga bisa menjadi gejala kanker, banyak orang awalnya mengaitkan perdarahan dan gatal-gatal dengan wasir. Ini dapat menunda diagnosis kanker dubur. Nyeri atau tekanan di daerah anus. Benjolan dekat anus. Perubahan dari dubur dan anus. Luka di sekitar anus yang tidak kunjung sembuh. Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker dubur. Tetapi ada caranya untuk mengurangi risiko kanker dubur: Lakukan hubungan seks yang lebih aman, gunakan kondom. Tidak melakukan hubungan seks atau melakukan hubungan seks yang aman dapat membantu mencegah HPV dan HIV, dua virus yang ditularkan secara seksual yang dapat meningkatkan risiko kanker dubur. Dapatkan vaksinasi terhadap HPV. Dua vaksin - Gardasil dan Cervarix - diberikan untuk melindungi dari infeksi HPV. Baik anak laki-laki dan perempuan dapat divaksinasi HPV. Berhenti merokok. Merokok meningkatkan risiko kanker dubur. Jangan mulai merokok. Hentikan jika kita punya kebiasaan merokok. Dan jika kita curiga terkena penyakit ini, segera pergi ke rumah sakit atau dokter untuk diperiksa dan Kanker dapat dideteksi dengan prosedur yang lebih invasif seperti anoskopi, proktoskopi, atau USG endorektal. Jika diduga kanker, biopsi harus dilakukan dan spesimen diperiksa oleh ahli patologi. Pemeriksaan stadium dapat mencakup CT scan abdomen dan panggul, pemindaian MRI panggul untuk menilai kelenjar getah bening panggul, rontgen dada, dan studi fungsi hati. Pemindaian PET kadang dilakukan. Dan jika kita dinyatakan positif kanker dubur. Kanker dubur terutama diobati dengan kombinasi kemoterapi dan radiasi. Pembedahan biasanya dilakukan untuk pasien yang gagal dengan basis terapi. So guys, demikianlah artikel kesehatan kita tentang kanker dubur (anal) hari ini, informasinya sangat membantu sekali bukan. Nah untuk lebih detail bisa hubungi petugas kesehatan yah, sampai jumpa dan salam sehat!   Sumber : www.geni.com, www.healthcommunities.com, www.ncbi.nlm.nih.gov, www.cancer.org, www.mayoclinic.org, www.healthline.com
 01 Jul 2020    11:00 WIB
Cegah Kanker dan Penyakit Lainnya Dengan Daun Kemangi
Kandungan Nutrisi di Dalam Daun KemangiSetiap 100 gram daun kemangi mengandung sekitar 20 kalori. Daun kemangi mengandung minyak esensial yang memiliki aroma menenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan anda. Selain itu, daun kemangi juga mengandung serat, protein, air (sebagian besar), vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin K, seng, kalsium, mangan, magnesium, zat besi, dan kalium.1.  Mencegah Infeksi BakteriBerbagai minyak di dalam daun kemangi seperti stragole, linalool, cineole, eugenol, sabinen, myrcene, dan limonene dapat membantu mencegah berbagai infeksi bakteri. Berbagai jenis minyak ini memiliki aroma tajam yang dapat membunuh berbagai jenis kuman di dalam tubuh anda. 2.  Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Pembuluh DarahMagnesium di dalam daun kemangi dapat meningkatkan fleksibilitas pembuluh darah dan memperlancar aliran darah anda. Daun kemangi juga mengandung berbagai antioksidan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL. Vitamin A dan beta karoten di dalam daun kemangi juga membantu melindungi sel-sel tubuh dari efek radikal bebas dan mencegah proses oksidasi darah di dalam tubuh. Antioksidan ini juga dapat mencegah pembentukan plak dan penumpukkan lemak pada dinding pembuluh darah arteri.3.  Mencegah FluDaun kemangi dapat membantu mengatasi demam dan flu. Daun kemangi seringkali ditambahkan ke dalam teh untuk membuat the lebih beraroma dan menghangatkan tubuh. Daun kemangi merupakan sumber vitamin C yang dapat membantu mengurangi produksi lendir pada saluran pernapasan dan mencegah terjadinya batuk serta infeksi tenggorokan. Selain itu, daun kemangi diduga cukup efektif untuk melawan demam berdarah  dengue dan malaria.4.  Mencegah KankerBerbagai antioksidan di dalam daun kemangi dapat mencegah pertumbuhan sel-sel kanker. Daun kemangi juga mengandung flavonoid polifenol seperti orientin dan vicenin yang dapat melindungi tubuh dari efek radikal bebas dan mencegah proses oksidasi di dalam tubuh. Hal ini dapat membantu mengurangi resiko terjadinya kanker kulit dan kanker payudara.5.  Meningkatkan Daya IngatDaun kemangi mengandung banyak kortikosteron yang dapat membantu meningkatkan daya ingat. Selain itu, daun kemangi juga dapat membantu melancarkan sirkulasi darah otak sehingga menurunkan resiko terjadinya kerusakan otak serta menguatkan sistem saraf. Daun kemangi juga dapat mengurangi rasa stress.6.  Menjaga Kesehatan KulitAgen antimikroba pada daun kemangi sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit anda. Daun kemangi dapat digunakan untuk mengatasi bekas gigitan serangga, luka lecet, luka terbuka, jerawat, bisul, eksim, dan leukoderma. Berbagai antioksidan dan minyak esensial di dalam daun kemangi dapat membantu memperlambat proses penuaan dan pembentukan noda pada kulit serta melindungi kulit dari efek radikal bebas dan menutrisi kulit.7.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari daun kemangi bagi kesehatan anda adalah:•  Mencegah terjadinya rematik sendi (agen anti inflamasi/anti radang)•  Mencegah terjadinya degenerasi makula akibat penuaan pada orang lanjut usia dan mencegah efek radiasi sinar UV pada retina (zeaxanthin)•  Meningkatkan kadar hemoglobin di dalam darah (zat besi)•  Mencegah timbulnya batu ginjal dan luka terbuka pada mulut serta membantu membuang batu dari saluran kemih•  Mengatasi bau mulut dan meredakan nyeri gigi serta peradangan gusi•  Meningkatkan fungsi sel beta pankreas, memicu sekresi insulin, mengatur kadar gula darah, meredakan stress oksidasi sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2 (eugenol, metil eugenol, dan kariofilen) Sumber: foodtofitness
 30 Jun 2020    18:00 WIB
Kanker Serviks Bisa Mematikan, Tahukan Anda Bahwa Ada Makanan Yang Dapat Melawannya?
Pelajari bagaimana cara mencegah terkena kanker serviks termasuk memperhatikan pola diet Anda. Makan banyak variasi sayur dan buah akan membantu Anda untuk melindungi Anda dari kemungkinan terkena kanker serviks. Mengapa? Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi oleh Human Papilloma Virus (HPV) Para ahli percaya bahwa pola makanan yang tinggi antioksidan seperti karotenoid, flavonoid dan asam folat yang ada dalam buah dan sayur membantu tubuh melawan infeksi HPV dan mencegah infeksi HPV yang merubah sel dalam leher rahim berubah menjadi lesi kanker. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal Cancer Research mengatakan bahwa wanita yang diperiksa melalui tes darah memiliki kadar mineral yang ada dalam sayur dan buah, risiko mengalami infeksi HPV lebih rendah yang berarti risiko mengalami kanker juga lebih rendah. Lawan kanker serviks dengan diet Anda Ada banyak penelitian yang mengatakan manfaat diet untuk kanker. Terutama pola diet banyak makan sayur dan buah-buahan, kacang-kacangan, gandum utuh adalah yang terbaik menurut seorang pembicara dari American Dietetic Association spokeswoman. Berikut pola makanan yang disarankan seperti: Sarapan: jus jeruk, yogurt Makan siang: roti isi sayur dengan paprka merah, wortel dan jamur Makan malam: salad buah yang berisi anggur, bayam, kacang hitam, ayam dan irisan tomat Flavonoid untuk menurunkan risiko kanker serviks Kandungan flavonoid dalam sayur dan buah dapat membantu melawan kanker. Berikut adalah makanan yang kaya akan flavonoid: Apel Asparagus Kacang hitam Brokoli Kubis Cranberi Bawang Selada Kacang serendeng Kacang kedelai Bayam    Asam folat menurunkan risiko kanker serviks Kandungan asam folat yang tinggi akan membantu menurunkan risiko kanker serviks. Berikut makanan yang banyak mengandung asam folat: Alpukat Buncis Sereal Lentil Jus jeruk stroberi Karotenoid menurunkan risiko kanker serviks Karotenoid juga membantu menurunkan risiko kanker serviks. Berikut makanan yang mengandung karotenoid: Wortel Labu Ubi jalar Selain memperhatikan makanan yang Anda makan, namun ada beberapa hal penting lain untuk membantu Anda menurunkan risiko kanker serviks yaitu: Melakukan pap smear yang rutin minimal 6 bulan sekali Melakukan vaksinasi HPV Tidak merokok Berhubungan intim hanya dengan pasangan yang sah (berganti pasangan meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Baca juga: Cegah Kanker Serviks Dengan Melakukan Lima Hal Ini! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: everydayhealth
 26 Jun 2020    11:00 WIB
Kanker Lambung (Gejala, Penyebab, Pengobatan)
Sekitar 95% kanker lambung adalah adenokarsinoma. Adenokarsinoma lambung berasal dari sel-sel glandular pada permukaan lambung. Kanker lambung lainnya adalah leiomiosarkoma (kanker otot polos) dan limfoma. Penyebab dari kanker lambung Kanker lambung seringkali terjadi pada permukaan lambung yang meradang. Infeksi Helicobacter pylori, kuman yang memegang peranan penting dalam ulkus duodenalis merupakan penyebab kanker lambung kebanyakan. Orang-orang dengan mutasi genetik juga berisiko untuk terjadinya kanker lambung. Gejala dari kanker lambung Pada stadium awal, kanker lambung memiliki gejala yang tidak jelas dan seringkali tidak dihiraukan. Gejala awal yang muncul dapat mirip dengan ulkus peptikum, dimana terdapat rasa nyeri dan panas pada perut. Untuk itu, gejala ulkus peptikum yang tidak membaik dengan terapi dapat mengindikasikan adanya kanker lambung. Penderita mungkin merasa penuh pada perut setelah makan sedikit makanan (rasa cepat kenyang). Berat badan dapat turun atau terjadi kelemahan akibat adanya kesulitan makan atau ketidakmampuan dalam menyerap berbagai vitamin dan mineral. Dapat terjadi anemia, yang ditandai dengan adanya rasa lelah, lemah, dan seperti melayang, akibat adanya perdarahan perlahan yang tidak menimbulkan gejala, atau akibat gangguan penyerapan vitamin B12 (vitamin yang diperlukan untuk membentuk sel darah merah) atau gangguan penyerapan zat besi (mineral yang diperlukan untuk membentuk sel darah merah) akibat kurangnya asam lambung. Pada kasus yang jarang, penderita dapat mengalami muntah darah (hematemesis) atau mengeluarkan tinja yang berwarna hitam (melena). Ketika adenokarsinoma telah sampai pada stadium lanjut, dapat dirasakan adanya massa pada perut. Pada stadium awal, adenokarsinoma yang kecil bisa menyebar (metastasis) ke tempat yang jauh. Penyebaran tumor bisa menyebabkan pembesaran hati, warna kuning pada kulit dan bagian putih mata (jaundice), pengumpulan cairan dan pembesaran rongga perut (asites) dan serta pembesaran kelenjar getah bening. Penyebaran kanker juga bisa menyebabkan tulang menjadi lemah, sehingga mudah terjadi patah tulang. Pengobatan untuk kanker lambung Adanya polip lambung jinak dapat diangkat dengan menggunakan endoskopi.Adenokarsinoma cenderung untuk cepat menyebar ke bagian lain tubuh. Jika kanker masih terbatas pada lambung, maka biasanya dilakukan pembedahan untuk mencoba mengobatinya. Pembedahan untuk mengangkat tumor secara keseluruhan sebelum menyebar merupakan harapan satu-satunya dalam penyembuhan. Sebagian besar atau seluruh lambung dan kelenjar getah bening di dekatnya diangkat. Jika kanker telah menyebar ke luar dari lambung, tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala dan memperpanjang harapan hidup. Pembedahan tidak dapat mengatasinya, tetapi terkadang masih dilakukan untuk mengurangi gejala yang ada. Misalnya, jika jalannya makanan terganggu akibat adanya sumbatan pada ujung lambung, maka dilakukan operasi bypass untuk membuat jalan baru yang menghubungkan lambung dengan usus halus, sehingga makanan dapat lewat. Sumber: pilihdokter.com
 13 Jun 2020    11:00 WIB
Kenali Perdarahan Pada Saluran Pencernaan
Apakah Perdarahan saluran cerna itu?Perdarahan Saluran Cerna adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan perdarahan pada saluran pencernaan. Saluran pencernaan tersebut antara lain esofagus, lambung, usus halus dan usus besar.Apakah penyebab perdarahan di saluran cerna? Penyebab perdarahan pada saluran pencernaan :1.  Kerongkongan Robekan jaringan Kanker 2.  Lambung Luka kanker atau non-kanker Iritasi (gastritis) karena aspirin atau Helicobacter pylori 3.  Usus halus Luka usus dua belas jari non-kanker Tumor ganas atau jinak 4.  Usus besar Kanker Polip non-kanker Penyakit peradangan usus (penyakit Crohn atau kolitis ulserativa) Penyakit divertikulum Pembuluh darah abnormal di dinding usus (angiodisplasia) 5.  Rektum : Kanker Tumor non-kanker 6.  Anus Hemoroid Robekan di anus (fisura anus) Apakah faktor resiko dari perdarah saluran cerna?Risiko terjangkit Perdarahan Saluran Cerna meningkat bila Anda:-  pecandu alkohol-  seorang perokok-  Usia tua-  diet yang rendah serat-  Sering menggunakan Aspirin-  Sering menggunakan Obat Anti Peradangan Non-Steroid-  Telah didiagnosa mengidap Kanker Gaster-  Telah didiagnosa mengidap Kanker Kolon Apa saja gejala dari perdarahan saluran cerna?Gejalanya bisa berupa: -  muntah darah (hematemesis) -  mengeluarkan tinja yang kehitaman (melena) -  mengeluarkan darah dari rektum (hematoskezia) Tinja yang kehitaman biasanya merupakan akibat dari perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, misalnya lambung atau usus dua belas jari. Warna hitam terjadi karena darah tercemar oleh asam lambung dan oleh pencernaan kuman selama beberapa jam sebelum keluar dari tubuh. Sekitar 200 gram darah dapat menghasilkan tinja yang berwarna kehitaman. Penderita dengan perdarahan jangka panjang, bisa menunjukkan gejala-gejala anemia:-  mudah lelah-  pucat-  nyeri dada -  pusing. Gejala yang menunjukan adanya kehilangan darah yang serius adalah :-  denyut nadi yang cepat-  tekanan darah rendah -  berkurangnya pembentukan air kemih. -  Tangan dan kaki penderita juga akan teraba dingin dan basah. Berkurangnya aliran darah ke otak karena kehilangan darah, bisa menyebabkan:-  Bingung-  Disorientasi-  rasa mengantuk -  syok. Apakah pengobatan untuk perdarahan saluran cerna?Pada lebih dari 80% penderita, tubuh akan berusaha menghentikan perdarahan. Penderita yang terus menerus mengalami perdarahan atau yang memiliki gejala kehilangan darah yang jelas, seringkali harus dirawat di rumah sakit dan biasanya dirawat di unit perawatan intensif. Bila darah hilang dalam jumlah besar, mungkin dibutuhkan transfusi.  Untuk menghindari kelebihan cairan dalam pembuluh darah, biasanya lebih sering diberikan transfusi sel darah merah (PRC/Packed Red Cell) daripada transfusi darah utuh (whole blood).  Setelah volume darah kembali normal, penderita dipantau secara ketat untuk mencari tanda-tanda perdarahan yang berlanjut, seperti peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah atau kehilangan darah melalui mulut atau anus. Perdarahan dari vena varikosa pada kerongkongan bagian bawah dapat diobati dengan beberapa cara :-  memasukkan balon kateter melalui mulut ke dalam kerongkongan dan mengembangkan balon tersebut untuk menekan daerah yang berdarah. -  menyuntikan bahan iritatif ke dalam pembuluh yang mengalami perdarahan, sehingga terjadi peradangan dan pembentukan jaringan parut pada pembuluh balik (vena) tersebut. Perdarahan pada lambung sering dapat dihentikan melalui endoskopi. Dilakukan kauterisasi pembuluh yang mengalami perdarahan dengan arus listrik atau penyuntikan bahan yang menyebabkan penggumpalan di dalam pembuluh darah. Bila cara ini gagal, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Vasopressin dan Epinephrine diberikan untuk mengecilkan pembuluh darah (vasokonstriksi) sehingga perdarahan pada saluran cerna bagian bawah dapat berkurang   Sumber: menshealth