Your browser does not support JavaScript!
 19 Oct 2020    09:00 WIB
Apakah Aman Mengkonsumsi Kafein Saat Hamil?
Kurangnya waktu tidur dan pekerjaan yang terlalu sibuk membuat hari Anda tampak mustahil dijalani tanpa mengkonsumsi segelas kopi. Lalu, bagaimana bila Anda sedang hamil? Bolehkah Anda tetap mengkonsumsi kopi? Mengkonsumsi kopi secara berlebihan saat hamil dapat berdampak buruk bagi kesehatan bayinya. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh mengkonsumsi kopi sama sekali saat hamil, Anda hanya perlu membatasi jumlah kopi yang Anda konsumsi. Berapa Banyak Kafein yang Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil? Walaupun lebih baik tidak mengkonsumsi kafein sama sekali saat hamil, namun para ahli menyatakan bahwa wanita hamil boleh mengkonsumsi sejumlah kafein setiap harinya. Dianjurkan agar wanita hamil tidak mengkonsumsi lebih dari 200 mg kafein setiap harinya, yaitu setara dengan segelas penuh kopi. Dampak Kafein Pada Ibu Hamil                       Beberapa efek samping konsumsi kafein saat hamil adalah: Keguguran Lahir mati Peningkatan denyut jantung bayi baru lahir setelah dilahirkan Berat badan lahir rendah Kelahiran premature Hipertensi (tekanan darah tinggi) Insomnia dan gelisah pada ibu Zat besi yang terserap oleh tubuh menjadi lebih sedikit Kemampuan Tubuh Menyerap Kafein Saat Hamil Seiring dengan semakin bertambahnya usia kehamilan Anda, maka kemampuan tubuh Anda untuk menyerap kafein pun akan menurun atau melambat secara signifikan. Hal ini akan menyebabkan penumpukkan kafein di dalam aliran darah Anda. Kecepatan penyerapan kafein akan melambat secara drastis saat usia kehamilan Anda memasuki trimester ketiga. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari kafein saat usia kehamilan Anda memasuki trimester kedua untuk menghindari terjadinya efek samping. Makanan yang Mengandung Kafein Selain kopi, ada beberapa jenis makanan dan minuman lain yang juga mengandung kopi, yaitu: Teh dan minuman sejenisnya Minuman energi Minuman yang terbuat dari cokelat Es krim dan makanan lain yang terbuat dari kopi Produk herbal Donut Es teh Pemanis instan Dark cokelat Milk cokelat Yogurt beku Chocolate chips Minuman bersoda Berbagai jenis obat anti nyeri dan obat flu Sumber: momjunction
 23 Jul 2020    08:00 WIB
Merasa Berdebar-debar Setelah Minum Kopi? Mengapa Demikian?
Kopi merupakan suatu stimulan karena mengandung kafein yang dapat membuat Anda lebih bersemangat, tidak mengantuk, dan meningkatkan fungsi otak serta tubuh Anda di pagi hari. Seperti halnya semua stimulan, kafein dapat mempengaruhi jantung, otak, dan otot-otot tubuh Anda.  Mengkonsumsi terlalu banyak kopi atau mengkonsumsi kopi pada waktu yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah jantung terasa berdebar-debar akibat peningkatan denyut jantung. Kafein di dalam kopi dapat memicu sistem saraf simpatik yang merupakan pengendali respon "fight" atau "flight" tubuh, yang dapat bereaksi dengan cara melepaskan sejumlah energi pada otot, meningkatkan kewaspadaan mental, dan meningkatkan aliran darah yang menuju pada anggota gerak tubuh dengan cara meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.  Pada sebagian besar kasus, efek ini hanya menyebabkan suatu perubahan kecil, akan tetapi kadangkala dapat terjadi gangguan irama jantung yang membuat Anda merasa berdebar-debar karena adanya peningkatan denyut jantung. Pada keadaan normal, Anda mungkin tidak akan menyadari denyut jantung Anda, kecuali saat Anda sedang berolahraga. Merasa jantung Anda berdebar lebih cepat atau bahkan tidak teratur dapat membuat Anda merasa cemas dan khawatir. Walaupun sebagian besar kasus tidak berbahaya, akan tetapi bila hal ini terjadi berulang kali, maka Anda mungkin harus memeriksakan keadaan jantung Anda pada dokter. Peningkatan denyut jantung dapat disebabkan oleh berbagai stimulan. Mengkonsumsi kafein berlebihan merupakan salah satu hal yang sering menyebabkan jantung terasa berdebar-debar. Bahkan, beberapa orang merasakan peningkatan denyut jantung walau hanya mengkonsumsi sedikit kafein. Satu gelas kopi mengandung sekitar 100-200 mg kafein. Mengkonsumsi lebih dari 500 mg kafein setiap harinya dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala, badan terasa gemetar, dan peningkatan denyut jantung. Selain kopi, kafein juga dapat ditemukan pada teh hitam, teh hijau, teh putih, minuman bersoda, minuman energi, coklat, dan beberapa jenis obat-obatan; terutama obat yang digunakan untuk mencegah rasa kantuk. Berbagai penyebab lain dari peningkatan denyut jantung adalah anemia, tekanan darah rendah, tekanan darah tinggi, stress, dan demam.   Kapan Hubungi Dokter? Peningkatan denyut jantung yang tidak berbahaya biasanya hanya terjadi satu kali dan tidak berulang. Jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak kopi atau lebih dari biasanya dan merasa bahwa denyut jantung Anda meningkat, maka denyut jantung Anda biasanya akan kembali normal dalam waktu beberapa menit. Segera hubungi dokter Anda bila peningkatan denyut jantung berlangsung dalam waktu lama atau terjadi berulang kali. Hal ini dapat merupakan gejala adanya gangguan jantung. Selain itu, segera cari pertolongan medis bila Anda merasa nyeri atau mati rasa pada lengan, dada terasa seperti tertekan, nyeri ulu hati yang terjadi bersamaan dengan peningkatan denyut jantung.  Baca juga: Apakah Kopi Dapat Menyebabkan Sembelit? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthyeating.sfgate
 13 Jul 2020    11:00 WIB
Ternyata Ada 7 Jenis RACUN di Dalam Minuman Soda
Udara panas membuat Anda sangat haus? Minuman bersoda biasanya merupakan pilihan banyak orang untuk melepas dahaga pada saat cuaca panas. Minuman bersoda atau yang juga dikenal dengan nama soft drink biasanya mengandung air bersoda, pemanis, dan perasa alami atau buatan. Minuman bersoda juga mungkin mengandung kafein, pewarna, pengawet, dan berbagai bahan lainnya. Selain karena banyaknya iklan dan promosi, rasanya yang enak, mudah didapat, dan murah membuat minuman ini sangat populer. Bahkan, sebenarnya banyak orang mengalami kecanduan akan minuman bersoda. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa minuman bersoda memiliki banyak dampak negatif pada tubuh Anda? Minuman bersoda mengandung banyak sekali gula, yang tidak baik bagi kesehatan Anda. Gula akan meningkatkan kadar hormon insulin, yang dapat memicu terjadinya diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gangguan jantung, penuaan dini, dan banyak dampak negatif lainnya. Selain itu, minuman bersoda juga tidak mengandung nutrisi penting sama sekali. Minuman bersoda bahkan telah diketahui berhubungan dengan terjadinya berbagai jenis gangguan kesehatan seperti obesitas, gangguan gigi, dan gangguan persendian. Di bawah ini Anda dapat melihat 7 jenis bahan beracun di dalam minuman bersoda yang dapat berbahaya bagi kesehatan Anda.   Asam Fosfat Asam fosfat merupakan unsur dasar dari minuman bersoda. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan rasa yang kuat dan mencegah perkembangbiakan jamur dan bakteri di dalam minuman bersoda. Saat digunakan dalam jumlah yang terbatas, asam fosfat tidak berbahaya bagi tubuh, akan tetapi bila digunakan dalam dosis tinggi, asam fosfat dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan bahkan dapat membuat gigi menjadi lebih rapuh dan mudah berlubang. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa minuman bersoda (cola) diketahui berhubungan dengan rendahnya kadar mineral di dalam tulang wanita lanjut usia karena kandungan kafein dan asam fosfat di dalamnya. Selain itu, tingginya kadar asam fosfat di dalam minuman bersoda juga dapat mempengaruhi fungsi lambung, yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan dan perut kembung.   Sirup Jagung Tinggi Fruktosa Sirup jagung tinggi fruktosa merupakan bentuk gula yang diperoleh dari jagung. Gula ini lebih murah dan lebih mudah digunakan daripada gula alami. Sebagian besar pabrik minuman bersoda menggunakan gula ini sebagai ganti gula biasa. Selain itu, gula ini juga memiliki masa kadarluarsa yang lebih lama. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 menemukan bahwa mengkonsumsi minuman bersoda berkalori tinggi dan mengandung sirup jagung tinggi fruktosa secara berlebihan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya obesitas. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya sindrom metabolik, kumpulan gejala yang terdiri dari tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, lemak tubuh berlebih di daerah perut, dan kadar kolesterol yang abnormal atau kadar trigliserida yang tinggi. Sindrom metabolik akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung, serangan jantung, stroke, dan diabetes.   Asam Sitrat Asam sitrat yang terdapat di dalam soda diet dan soda biasa merupakan bahan berbahaya lainnya, terutama bagi kesehatan mulut Anda. Hal ini dikarenakan asam sitrat dapat merusak lapisan email gigi. Kerusakan lapisan ini akan membuat gigi lebih mudah berlubang, mengalami perubahan warna, dan akhirnya membusuk. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa asam sitrat yang ada di dalam minuman bersoda dapat menyebabkan erosi gigi. Mengunyah permen karet bebas gula atau berkumur dengan air putih setelah mengkonsumsi minuman bersoda dapat membantu meningkatkan produksi air liur untuk menetralkan keasaman mulut akibat minuman bersoda.   Baca juga: Bahaya Soda Diet   Bisphenol A (BPA) Botol plastik minuman bersoda mengandung sejenis zat kimia yang disebut dengan bisphenol A (BPA) yang digunakan untuk mengeraskan plastik, mencegah terjadinya karat dan mengeliminasi bakteri. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa paparan BPA telah diketahui berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah. Zat kimia ini juga diketahui dapat menyebabkan berbagai gangguan organ reproduksi pada pria dan terjadinya pubertas dini pada wanita. Selain itu, BPA juga dapat mengganggu aktivitas hormonal, yang dapat memicu terjadinya berbagai gangguan kesehatan.   Natrium Benzoat Natrium benzoate atau yang juga dikenal sebagai E211, biasanya digunakan sebagai bahan pengawet dalam minuman bersoda, acar, bumbu salad, jus buah, selai, dan jelly untuk mencegah terbentuknya jamur. Akan tetapi, E211 ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sel berat dan mempercepat proses penuaan sel. Jadi, sering mengkonsumsi minuman bersoda dapat memicu terjadinya penyakit metabolik karena penuaan dini. Efek samping lainnya dari E211 adalah hiperaktivitas, pusing, kepala terasa ringan, dan sulit tidur.   Perwarna Karamel dan Pewarna Buatan Pewarna karamel akan memberikan warna cokelat klasik pada cola. Pewarna ini dan pewarna buatan lainnya dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker. Kedua zat kimia ini juga diketahui dapat meningkatkan frekuensi serangan asma dan memicu terjadinya gejala asma.   Kafein Sebagian besar minuman bersoda mengandung kafein, yang berfungsi untuk memberikan sedikit rasa pahit dan menetralisir rasa gula dan pemanis di dalam minuman bersoda. Jumlah kafein di dalam minuman bersoda dapat bervariasi, tergantung pada merk minuman bersoda. Akan tetapi, kandungan kafein yang biasa ditemukan di dalam minuman bersoda adalah antara 34-38 mg untuk setiap 240 ml. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menemukan bahwa mengkonsumsi kafein secara berlebihan dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada orang dewasa muda yang sudah menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) ringan. Seiring dengan berlalunya waktu, hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi berat dan diabetes. Kafein juga telah diketahui merupakan salah satu penyebab gangguan kesuburan. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda secara teratur akan mengalami gangguan kesuburan. Selain itu, karena kafein merupakan sebuah stimulan, maka konsumsi kafein juga dapat menyebabkan terjadinya insomnia. Kafein juga dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi.   Beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi jumlah minuman bersoda yang Anda konsumsi dan meminimalisir efeknya adalah: Mengganti minuman bersoda dengan minuman yang lebih sehat seperti jus buah segar, smoothies, atau teh herbal Untuk mengatasi rasa haus, air putih merupakan pilihan terbaik Jika Anda tidak suka rasa tawar air putih, Anda dapat menambahkan buah-buahan segar di dalamnya (infused water) Jika Anda ingin mengkonsumsi minuman bersoda, minumlah dalam jumlah sedang dan jangan dalam waktu yang lama Setelah minum minuman bersoda, pastikan Anda berkumur dengan air putih untuk menetralkan asam dan gula di dalam mulut Jangan mengkonsumsi minuman bersoda sebelum tidur   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 28 May 2020    18:00 WIB
Bagaimana Mengatasi Gejala Berkemih Berlebihan?
Gejala berkemih berlebihan merupakan kondisi yang biasa terjadi, yang mempengaruhi 33 juta penduduk di Amerika. Dari jumlah tersebut 30%nya laki-laki dan 40% perempuan. Berkemih berlebihan bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu kondisi yang menggambarkan kebiasan berkemih seperti misalnya tidak dapat menahan berkemih, sering berkemih dan terbangun tengah malam untuk berkemih. Berkemih berlebihan dapat disebabkan oleh gangguan pada sinyal syarat antara saluran kemih dan otak. Otak Anda mengirimkan sinyal ke kandung kemih untuk mengeluarkan isinya walaupun tidak dalam keadaan penuh. Karena alasan ini, mereka yang mengalami penyakit syaraf seperti multiple sklerosis atau stroke mempunyai resiko sangat tinggi untuk mengalami berkemih berlebihan ini. Sebagai tambahan, ketika otot kandung kemih Anda menjadi sangat aktif, Anda juga dapat mengalami gejala yang sama seperi berkemih berlebihan ini. Otot kandung kemih Anda akan berkontraksi sebelum kandung kemih penuh dan ini akan menyebabkan Anda tidak dapat menahan keinginan untuk berkemih. Walaupun pria dan wanita sama-sama dapat mengalami gejala ini, alasan penyebabnya dapat sangat berbeda. Berikut adalah penyebab umum yang menimbulkan gejala berkemih berlebihan. Pada wanita: Infeksi saluran kemih Mioma uteri, pertumbuhan non kanker di dalam rahim Sistitis, inflamasi di kandung kemih Melahirkan, otot pelvis menjadi tidak kuat setelah melahirkan dan berkontraksi ketika seharusnya tidak. Idiopatik, atau alasan yang tidak diketahui Untuk pria: Infeksi saluran kemih Pembesaran prostat Batu kandung kemih Kanker kandung kemih Bagaimana menangani masalah berkemih berlebihan? Jika Anda mengalami gejala berkemih berlebihan, Anda harus mengkonsultasikannya dengan dokter penyakit dalam ataupun dokter urologi. Dari sudut pandang penyakit dalam mungkin penyebab dari berkemih berlebihan misalnya saja diabetes. Dokter penyakit dalam akan mengevaluasi perubahan berkemih dan jika mungkin dari tahun ke tahun.  Dari sudut pandang urologi, mereka akan memeriksa urin Anda. urinalisis dan kultur urin akan memberikan petunjuk mengenai apa yang sedang terjadi, terutama jika terjadi infeksi. Urin juga dapat dikirim ke bagian sitologi untuk memeriksa adakah pertumbuhan abnormal dari urin yang menjadi petunjuk kemunculan kanker. Terkadang gejala berkemih berlebihna dapat berhubungan dengan usia. Hal ini sangat berhubungan denga pria karena seiring pertambahan usia pria akan mengalami pertambahan ukuran prostat yang akan menekan kandung kemih. Seperti yang disebutkan diatas bahwa pembesaran prostat dapat menyebabkan berkemih berlebihan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda ikuti saat Anda mengalami gejala berkemih berlebihan: Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol Meningkatkan olahraga dan menurunkan berat badan.  Obat-obatan seperti antikolinergik dapat dikonsumsi untuk merelaksasi otot kandung kemih Biofeedback physical therapy dapat menolong pria dan wanita yang mengalami masalah berkemih berlebihan. Latihan ini akan memfokuskan pada penguatan dan pengencangan otot pelvis sehingga dapat mengurangi gejala berkemih berlebihan.   Sumber: foxnews
 08 May 2020    08:00 WIB
5 Jenis Makanan yang Dapat Meningkatkan Asam Lambung
Penyakit maag yang bisa membuat perut kita terasa sakit, kembung dan mual disebabkan oleh naiknya produksi asam lambung di sistem pencernaan kita. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan asam lambung meningkat jumlahnya. Salah satu faktor penyebab yang paling besar adalah makanan yang kita konsumsi. Metabolisme setiap orang memang berbeda, oleh karena itu penyebab naiknya asam lambung pada tiap orang juga akan berbeda, sehingga ada beberapa makanan yang memang harus Anda awasi karena dapat meningkatkan asam lambung dan ada yang aman. Agar asam lambung kita berada pada jumlah aman, sebaiknya kurangi mengkonsumsi jenis makanan berikut ini. 1.  KafeinSecangkir kopi atau teh untuk memulai pagi Anda akan sangat ideal bukan? Tetapi saat Anda meminum beberapa cangkir kopi atau teh setiap hari akan beresiko meningkatkan asam lambung Anda, jadi berhati-hatilah. 2.  Terlalu banyak sodaMinuman bersoda tak baik untuk lambung ketika terjadi kenaikan asam lambung. Gelembung sodanya yang berisi karbon bisa memberikan tekanan pada lambung dan membuat asam semakin naik. 3.  Makanan pedas dan berminyakSelain menyebabkan mulas dan tak baik untuk lambung, makanan pedas dan berminyak juga bisa menyebabkan asam lambung semakin meningkat. Makan makanan pedas dan berminyak ketika asam lambung naik bisa menambah rasa terbakar pada bagian perut, dada, dan tenggorokan. 4.  Alkohol Apakah Anda sering merasa sensasi terbakar di perut setelah selesai minum bir, anggur atau minuman alkohol lainnya? penelitian mengatakan bahwa beberapa orang cenderung mengalami peningkatan asam hidroklorida setelah minum alkohol. Asam hidroklorida inilah yang akan membuat perut Anda terasa terbakar. Jadi ada baiknya Anda melewati minum anggur saat makan malam jika memang Anda memiliki kecenderungan ini. 5.  Makanan yang menggunakan tomatTomat adalah salah satu makanan sehat, namun sayangnya tomat juga mengandung kadar asam yang tinggi dan bisa memperburuk rasa sakit ketika asam lambung meningkat. Lebih baik jangan dekati makanan yang mengandung tomat, seperti spageti atau saus tomat.Sumber: magforwomen
 21 Apr 2020    16:00 WIB
Kopi Dan Teh Malah Bikin Efek Dehidrasi ?
Kebutuhan air putih yang diminum setiap hari ternyata tergantung pada beberapa hal seperti tingkat aktivitas, suhu lingkungan dan lain-lain. Hal lain yang mempengaruhi kebutuhan minum air putih setiap harinya adalah minuman yang dikonsumsi.  Sering orang bertanya bolehkah minum kopi atau teh sebagai pengganti minum air putih.  Ternyata kopi dan teh tidak bisa dijadikan sebagai pengganti air putih karena kopi dan teh mengandung kafein yang bersifat diuretik . Kafein adalah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan bersifat diuretik ringan.  Menurut seorang staf pengajar di Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan bahwa "teh atau kopi sebenarnya juga terdiri dari air yang dapat menghidrasi tubuh". Tapi kandungan kafein dalam kedua minuman tersebut dapat membuat tubuh semakin kekurangan cairan". Namun untuk mengkonsumsi kopi tergantung kepada jumlah kafein yang terkandung dalam teh atau kopi. Berdasarkan saran Food Standards Agency bahwa saran harian untuk menikmati kafein sebenarnya adalah 200 miligram. Takaran tersebut biasanya setara dengan satu sampai dua cangkir kopi (tergantung kandungan kafein setiap macam kopi) dan menurut mayoclinic bahwa konsumsi kafein tidak lebih dari 500 mg tidak memicu dehidrasi.  Teh dan kopi instan biasanya mengandung kafein jauh lebih rendah dari pada kopi yang diseduh. Sehingga untuk Anda yang ingin tetap menikmati teh dan kopi ada baiknya memperhatikan jumlah kafein yang terkandung dalam teh dan kopi tersebut dan perbanyak air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi.    Sumber: mayoclinic
 21 Feb 2020    08:00 WIB
5 Perbedaan Antara Kopi dan Teh
Selama ini semua orang dari berbagai Negara di seluruh dunia telah menikmati teh maupun kopi baik dalam tujuan kesehatan , minuman santai, yang mempunyai cita rasa yang unik. Di Indonesia sangat mudah kita temukan teh ataupun kopi, dan sekarang sudah ada teh dan kopi dalam kemasan yang siap minum. Kedua minuman ini memang sangat populer dan memiliki penggemarnya sendiri-sendiri. Sementara ada orang yang tak bisa melewati pagi tanpa kopi, ada juga orang yang tak bisa bertahan sehari tanpa menyeduh teh. Sementara kedua minuman ini sama-sama bisa membuat bertenaga, namun keduanya memiliki perbedaan antara satu sama lain. Berikut adalah perbedaan antara teh dan kopi yang menarik untuk diketahui: 1.  Level kafeinTeh dan kafein sama-sama mempunyai kandungan kafein didalamnya, tetapi kopi memiliki level kafein yang lebih tinggi dibandingkan teh. Kandungan kafein didalam secangkir teh sebesar 55mg, sementara secangkir kopi memiliki kandungan kafein sebesar 125-128mg. kandungan kafein didalam teh dapat membantu meningkatkan konsentrasi, sementara kafein didalam kopi dalam membuat kita tegang atau dikenal sebagai "coffee jitters" 2.  Pencegahan kankerStudi mengungkapkan bahwa teh mengandung sejumlah quercetin yang membantu tubuh mencegah terjadinya kanker dan gangguan jantung dan pembuluh darah. Sayangnya kopi tidak mempunyai khasiat yang sama. Penelitia juga mengatakan tingkat kejadian kanker pada orang Asia lebih rendah dibandingkan orang Amerika karena orang Asia lebih banyak meminum teh. 3.  Meredakan nyeriTeh mengandung beberapa zat yang dapat meredakan nyeri karena gangguan inflamasi dan arthritis. Teh juga dapat mengurangi terjadinya endapan darah. Sementara kopi mempunyai kemampuan meringankan gejala asma dan parkinson. 4.  Efek antioksidanBaik teh dan kopi memiliki zat antioksidan yang bisa membantu kebugaran tubuh. Teh memiliki zat antioksidan yang melindungi tubuh dari stres dan menurunkan tingkat kolesterol dalam tubuh. Sementara kopi mengandung antioksidan yang bisa menjaga tingkat gula darah dan mencegah batu ginjal. 5.  Daerah asalSatu lagi perbedaan teh dan kopi adalah daerah asalnya. Teh pada awalnya diproduksi di Cina dan India, sedangkan kopi berasal dari Ethiopia dan sebagian daerah AfrikaSumber: magforwomen
 15 Jan 2020    08:00 WIB
Makanan Untuk Tingkatkan Konsentrasi
1.      Kafein Kafein dapat meningkatkan energi dan konsentrasi anda. Kafein dapat ditemukan dalam kopi, coklat, berbagai minuman energi, dan beberapa obat-obatan. Kafein dapat menghilangkan rasa kantuk anda walaupun hanya bertahan dalam waktu singkat. Mengkonsumsi kafein secara berlebihan dapat membuat anda gelisah dan merasa tidak nyaman.   2.      Gula Gula atau glukosa merupakan sumber tenaga otak anda. Glukosa ini diperoleh melalui karbohidrat atau gula yang anda konsumsi. Mengkonsumsi segelas minuman manis dapat meningkatkan kemampun mental, berpikir, dan daya ingat anda walaupun hanya dalam waktu singkat. Mengkonsumsi terlalu banyak gula dapat mengganggu kemampuan daya ingat anda.   3.      Pentingnya Sarapan Berdasarkan penelitian, sarapan dapat membantu meningkatkan daya ingat jangka pendek dan memusatkan perhatian. Beberapa jenis makanan yang baik untuk sarapan adalah gandum, susu dan produknya, serta buah-buahan. Sarapan tinggi kalori dapat mengganggu konsentrasi anda.   4.      Ikan Ikan merupakan sumber protein dan kaya akan omega 3 yang sangat penting bagi kesehatan otak anda. Mengkonsumsi ikan dalam makanan anda sehari-hari dapat menurunkan resiko demensia dan stroke, serta penurunan keadaan mental lainnya. Selain itu, ikan pun dapat membantu meningkatkan daya ingat, terutama pada lansia. Untuk membantu meningkatkan kesehatan anda dan otak anda, konsumsilah dua ekor ikan setiap minggu.   5.      Kacang-kacangan dan Coklat Kacang-kacangan dan kecambah merupakan sumber antioksidan, yaitu vitamin E yang berfungsi untuk mencegah penurunan kemampuan kognitif seiring dengan proses penuaan. Dark coklat juga memiliki kandungan antioksidan dan stimulant alami yang bekerja seperti kafein sehingga dapat meningkatkan konsentrasi anda. Konsumsilah 100 gram kacang dan dark coklat untuk memperoleh manfaat yang anda inginkan tanpa memperoleh tambahan kalori, lemak, atau gula.   6.      Alpukat dan Gandum Diet tinggi gandum dan buah-buahan, terutama alpukat dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Hal ini dapat menurunkan pembentukan plak dan memperlancar peredaran darah anda, dan meningkatkan kerja sel-sel otak.   7.      Blueberry Berdasarkan suatu penelitian yang dilakukan pada binatang, blueberry telah terbukti dapat melindungi otak anda dari kerusakan akibat berbagai radikal bebas dan mengurangi resiko berbagai gangguan kesehatan yang berhubungan dengan penuaan seperti penyakit Alzheimer atau demensia. Penelitian ini juga menemukan bahwa diet tinggi blueberry dapat meningkatkan kemampuan belajar dan fungsi otot pada tikus tua, sehingga menyerupai tikus yang lebih muda.   8.      Perlukah Vitamin, Mineral, dan Suplemen Lainnya? Penggunaan vitamin, mineral, dan suplemen lainnya hanya dianjurkan apabila anda tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anda ini melalui makanan.   Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat mengganggu konsentrasi anda. Makan terlalu banyak dapat membuat anda merasa lelah, sementara itu, makan terlalu sedikit dapat membuat anda merasa lapar dan mengganggu stamina anda. Konsumsilah makanan sehat dan seimbang yang bervariasi untuk kesehatan otak anda. Selain makanan, beberapa hal lainnya yang dapat mempengaruhi konsentrasi anda adalah: Tidur yang cukup Konsumsi cairan secukupnya Berolahraga secara teratur dapat meningkatkan kemampuan berpikir anda Meditasi dapat membantu anda menjernihkan pikiran dan membuat anda merasa lebih santai Sumber: webmd  
 30 Nov 2019    08:00 WIB
Pilihan Makanan Bagi Inkontinensia Urin
Inkontinensia urin merupakan suatu keadaan di mana penderitanya merasakan desakan untuk segera buang air kecil dan biasanya terjadi secara tiba-tiba. Sebenarnya tidak ada diet khusus bagi inkontinensia urin. Akan tetapi, apa yang anda makan dan minum dapat memperburuk gejala yang anda alami. Jenis makanan apa yang dapat memperburuk gejala inkontinensia ini bervariasi di antara setiap penderitanya.   Konsumsi Air Berlebihan Kekurangan cairan dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, akan tetapi bila penderita inkontinensia urin mengkonsumsi air secara berlebihan, maka dapat memperburuk gejala yang dialaminya. Bila anda menderita inkontinensia urin, maka anda tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi 8 gelas air putih setiap harinya, sebaiknya 4-6 gelas air putih saja agar tidak memperburuk gejala yang ada.   Alkohol Alkohol dapat mempengaruhi fungsi kandung kemih secara langsung, yaitu dengan mengurangi kontrol kandung kemih dan juga dapat berfungsi sebagai diuretik (membuat tubuh mengeluarkan cairan dalam bentuk air kemih) sehingga dapat terjadi dehidrasi.   Kafein Kafein dapat menstimulasi kandung kemih dan juga berfungsi sebagai diuretik. Kafein biasanya terdapat di dalam minuman bersoda, teh, coklat, dan kopi. Bila anda kesulitan untuk sama sekali tidak mengkonsumsi kopi, maka jangan mengkonsumsi kopi di malam hari karena dapat membuat anda sering terbangun untuk buang air kecil, konsumsilah kopi hanya di pagi hari.   Makanan Pedas Makanan pedas dapat mengiritasi dinding kandung kemih seperti kafein yang membuat anda sering buang air kecil.   Makanan Asam Hindarilah makanan asam, seperti jus jeruk atau cranberi atau minuman dan makanan asam lainnya. Makanan asam ini juga dapat mengiritasi kandung kemih.   Minuman Bersoda Kandungan karbondioksida pada minuman bersoda dapat mengiritasi kandung kemih anda yang memang sudah sensitif.   Berat Badan Berlebihan Beberapa penelitian menemukan bahwa peningkatan berat badan memiliki hubungan terhadap perburukan gejala inkontinensia urin. Penurunan berat badan dapat membantu mengurangi gejala inkontinensia. Sumber: webmd
 15 Oct 2019    16:00 WIB
5 Fakta Mengkhawatirkan Tentang Kopi
1.  Kopi Mengandung Lebih Banyak Kafein Daripada Minuman BersodaSebagian besar minuman bersoda berkafein mengandung sekitar 35-40 mg kafein per 12 ons. Mengkonsumsi 5 kaleng minuman bersoda setiap harinya hanya membuat anda mengkonsumsi kafein dalam jumlah sedang bila dibandingkan dengan mengkonsumsi kopi. Kopi mengandung lebih banyak kafein, jadi 5 ons kopi encer pun mengandung 2 kali lebih banyak kafein daripada sekaleng minuman bersoda. Kopi kental dapat mengandung kafein 3 kali lebih banyak daripada minuman bersoda. Segelas kopi berukuran Grande dari Starbucks mengandung kafein yang hampir sama dengan 9 kaleng minuman bersoda yang mengandung kafein.2.  Membuat Anda Mengalami KetergantunganBerdasarkan penelitian, orang yang mengkonsumsi 100 mg kafein setiap harinya dapat mengalami gejala kecanduan jika mereka berhenti mengkonsumsi kafein secara tiba-tiba. 100 mg kafein hampir sama dengan 3 kaleng soda atau tergantung pada seberapa kental kopi yang anda minum, maka setara dengan 1 atau 2 gelas kopi. Jika anda mengalami ketergantungan pada kafein, mengkonsumsi 100 mg kafein setiap harinya biasanya tidak akan mempengaruhi kesehatan anda. Pada sebagian besar orang dewasa, mengkonsumsi 300-400 mg kafein setiap harinya masih termasuk dalam konsumsi kafein tingkat sedang, akan tetapi hal ini tergantung pada ukuran tubuh anda, faktor genetika, dan berbagai faktor lainnya. Pada beberapa orang, seperti pada perokok, mereka dapat memproses kafein lebih cepat, sehingga mereka memerlukan jumlah kafein yang lebih banyak untuk memperoleh efek yang sama. 3.  Dampak Negatif Kafein Bagi Kesehatan AndaSalah satu gangguan kesehatan yang sering terjadi akibat mengkonsumsi terlalu banyak kafein adalah insomnia atau sulit tidur. Akan tetapi, efek ini berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang dapat meminum kopi sebelum tidur dan tetap dapat tidur nyenyak, akan tetapi beberapa orang lainnya mengkonsumsi kopi saat makan siang dan tidak dapat tidur semalaman atau bahkan merasa berdebar-debar. Selain itu, kafein juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan cemas. Beberapa orang bahkan perlu mengkonsumsi obat tidur atau minuman beralkohol agar dapat tidur. Hal ini dapat membuat mereka pusing dan mengantuk di pagi hari sehingga mereka pun harus mengkonsumsi kopi agar tidak mengantuk. Siklus ini pun terus berulang setiap harinya.4.  Membutuhkan Dosis Lebih Tinggi Untuk Memperoleh Efek yang SamaSalah satu alasan mengapa seseorang membutuhkan kopi (kafein) walaupun terdapat berbagai efek sampingnya adalah karena kafein di dalam kopi dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi anda. Berdasarkan berbagai penelitian, kafein juga dapat membantu meningkatkan stamina bagi para atlet. Akan tetapi, berbagai efek positif di atas akan berkurang seiring dengan semakin seringnya anda mengkonsumsi kopi. Sebagian orang membutuhkan dosis yang lebih banyak untuk memperoleh efek yang sama (toleransi kafein). Berbeda dengan minuman beralkohol, anda dapat menghilangkan toleransi kafein bila anda tidak mengkonsumsi kopi atau minuman berkafein lainnya dalam waktu singkat (1 minggu). Anda mungkin akan mengalami berbagai gejala kecanduan karena tiba-tiba berhenti mengkonsumsi kopi, akan tetapi anda akan memperoleh efek yang lebih baik daripada sebelum anda berhenti.5.  Kafein Alami Tidak Memiliki Manfaat Lebih Daripada Kafein SintetikApapun jenis kafein yang anda konsumsi, alami maupun sintetik anda akan memperoleh manfaat yang sama. Kafein alami tidak memiliki manfaat yang lebih baik bila dibandingkan dengan kafein sintetik.Sumber: huffingtonpost