Your browser does not support JavaScript!
 11 Feb 2021    12:00 WIB
PMS Mengganggu? Atasi dengan Cara Ini!
Perubahan suasana hati, nyeri payudara, kembung, jerawat, mungkin kamu alami jelang masa menstruasi. Hal-hal itu biasa dinamakan dengan PMS alias Premenstrual Syndrome. Lantas, adakah cara untuk mengatasinya? Perubahan nutrisi dan gaya hidup adalah langkah pertamanya. Berikut ini beberapa rekomendasi sehat untuk mengatasi gejala PMS setiap bulannya. Perubahan Nutrisi Makan biji-bijian yang tinggi serat (seperti roti gandum, pasta gandum utuh, dan sereal berserat tinggi, bukan roti putih, pasta putih, dan sereal manis). Biji-bijian utuh membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil dibandingkan dengan biji-bijian olahan seperti roti putih, yang dapat mengendalikan nafsu makan dan mencegah perubahan suasana hati yang terkait dengan PMS. Kurangi gula dan lemak. Meskipun tubuh Anda mungkin menginginkan makanan manis atau makanan cepat saji yang tinggi lemak, cobalah untuk membatasi makanan ini karena dapat menambah gejala PMS Anda seperti kembung. Batasi makanan yang tinggi garam (natrium) selama beberapa hari sebelum menstruasi. Misalnya, hindari: sup kalengan, junk food, dan keripik yang sangat tinggi natrium. Mengurangi natrium dapat membantu mengendalikan kembung dengan menurunkan jumlah cairan yang ditahan tubuh Anda. Tetap terhidrasi Minum banyak air untuk mengurangi kembung dan membantu pencernaan. Kurangi kafein. Mengurangi jumlah kafein yang Anda makan dan minum (soda, minuman kopi, dan cokelat) dapat membantu Anda mengurangi rasa tegang dan juga dapat meredakan iritabilitas dan nyeri payudara. Jangan lupakan kalsium! Studi penelitian telah menunjukkan bahwa mendapatkan 1.300 mg kalsium per hari membantu gejala PMS seperti perubahan suasana hati, sakit kepala, dan mudah tersinggung. Ini berarti Anda harus makan atau minum tiga hingga empat porsi makanan berkalsium tinggi (seperti susu, OJ yang diperkaya, atau susu kedelai) setiap hari atau mengonsumsi suplemen kalsium. Perubahan Gaya Hidup Fit dalam berolahraga. Lakukan olahraga aerobik (seperti lari, menari, atau lompat tali) selama 30-60 menit sehari, 4 hingga 6 kali seminggu. Cobalah untuk mempertahankan jadwal yang teratur. Ini termasuk makan, olahraga, dan waktu tidur. Minimalkan stres. Jika memungkinkan, cobalah untuk menjadwalkan acara yang menurut Anda bisa membuat stres selama seminggu setelah menstruasi. Hindari alkohol. Minum alkohol sebelum haid dapat membuat Anda merasa lebih tertekan.Baca juga: Seks Saat Menstruasi, Apakah Bisa Hamil?
 01 Jan 2021    17:00 WIB
Konsumsi Pil KB, Apakah Mempengaruhi Gairah Seks?
Anda tentunya telah mengetahui bagaimana hormon mempengaruhi tubuh Anda dalam berbagai cara, salah satunya pil kontrasepsi. Sebuah penelitian menemukan bahwa kepuasan seksual seorang wanita bisa tergantung pada pil KB. Pil KB turut berperan dalam menumbuhkan gairah seks dan kepuasan Anda di ranjang. Pada sebuah penelitian yang baru dari 365 pasangan heteroseksual ditemukan, bahwa wanita yang memulai atau menghentikan mengonsumsi pil KB kombinasi selama berhubungan seks dengan pasangan mereka merasa kurang puas dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah mengonsumsi pil KB ataupun wanita yang terus menggunakan pil KB. Dari hasil penelitian tersebut terkuak bahwa penggunaan pil KB tampaknya tidak mempengaruhi kepuasan non seksual dalam hubungan mereka, dan juga tidak mempengaruhi kepuasan seks para pria. Sementara menghentikan atau mulai menggunakan pil KB selama berhubungan seksual tampaknya justru membuat seorang wanita kurang bergairah dan kurang puas saat berhubungan seks. Sebuah penelitian lainnya menemukan hal berbeda yang cukup menarik, yaitu bagaimana pil KB juga dapat mempengaruhi siapa orang yang Anda sukai dan siapa yang Anda kencani. Para peneliti dari penelitian ini menemukan adanya hubungan antara pernggunaan atau penghentian pil KB dengan kepuasan seksual seorang wanita, dan bukan suatu hubungan sebab akibat di antara keduanya. Meski begitu, tak semua wanita merasa mengalami penurunan kepuasan seksual setelah mereka menggunakan atau berhenti menggunakan pil KB. Beberapa wanita justru mengalami peningkatan gairah seksual. Baca juga: Pil KB Bikin Gemuk, Masa Sih? Sumber: womenshealthmag
 20 Nov 2020    17:00 WIB
Kenapa Sih Jelang Menstruasi Wanita Suka Marah-marah?
Pernah kenamarahnya cewek mau menstruasi? Kenapa ya mereka sering begitu? Yuk simak bahasan berikut ini. Lima hingga tujuh hari sebelum masa menstruasi, seorang wanita biasanya mengalami PMS yakni Premenstrual Syndrome. Gejala yang paling umum dirasakannya yaitu; perubahan suasana hati, nyeri payudara, kembung, jerawat, mengidam makanan tertentu, rasa lapar dan haus yang meningkat, dan juga kelelahan. Selain PMS, beberapa wanita juga kerap mengalami PMDD yaitu Premenstrual Dysphoric Disorder. PMDD memiliki gejala yang lebih emosional seperti perubahan suasana hati, lekas marah, depresi, rasa kelelahan berlebih, dan ingin menghindari kegiatan sosial rutinnya. Sebenarnya, ada total 150 gejala-gejala PMS yang diketahui. Gejala paling umum lainnya yang sering dialami yaitu sembelit, mudah tersinggung, dan perasaan sedih mendalam. Penyebabnya? Para ilmuwan masih mencari tahu penyebab PMS yang dialami para wanita. Namun fakta sementara yaitu selama paruh kedua siklus menstruasi, kadar progesteron (hormon wanita) meningkat. Tepat sebelum haid tiba, kadar progesteron dan esterogen (hormon wanita lainnya) turun. Perubahan kadar hormon inilah yang diyakini sebagai penyebab dari PMS dan PMDD tersebut. Nah, sebagai pasangan, mungkin kamu bingung bagaimana harus menghadapinya. Nih biar kamu gak bingung lagi simak beberapa tips ini ya. Dengarkan dia PMS bikin suasana hati enggak karuan. Kalau sudah begini, kamu hanya perlu duduk manis mendengarkannya kok. Sabar Perubahan emosi dia hanya sementara dan bukan karena keinginannya. Bahkan beberapa wanita enggak tahu kalau sikap bisa sangat emosi dan berlebihan. Tetap ada untuknya Walaupun dia lagi nyebelin banget bukan berarti kamu harus menghindarinya ya. Tetaplah setia di sampingnya dan siap sedia saat dia membutuhkan bantuan. 
 13 Nov 2020    17:00 WIB
Penyebab Terjadinya Infeksi Jamur Miss V
Miss V atau vagina merupakan aset penting yang harus dipelihara oleh seorang wanita. Seringkali masalah yang dialami pada seorang wanita adalah terjadinya infeksi jamur. Agar terhindar dari masalah infeksi jamur. Sebaiknya Anda mengetahui penyebab infeksi jamur. Penyebab terjadinya infeksi jamur vagina: Antibiotik Penggunaan obat antibiotik adalah salah satu penyebab paling umum dari infeksi jamur vagina. Antibiotik dan beberapa obat lain mengubah tingkat bakteri dan organisme lain pada vagina - seperti bakteri acidophilus lactobacillus, yang biasanya membantu menjaga sel-sel ragi dalam jumlah yang seimbang.. Obat-obatan juga dapat mengubah keasaman vagina atau "keseimbangan pH" yang memungkinkan ragi untuk tumbuh terlalu cepat. Sehingga mudah terjadi keputihan, alergi, gatl-gatal dan infeksi. Kehamilan. Wanita hamil memiliki tingkat estrogen yang tinggi, yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi jamur selama kehamilan. Kadar hormon Menggunakan terapi penggantian hormon (HRT) atau pil KB dapat menyebabkan perubahan keseimbangan hormon dalam tubuh, terutama estrogen dan progesteron. Sehingga lebih mudah terjadi infeksi. Kencing manis Kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat  menyebabkan infeksi jamur. Sistem kekebalan tubuh yang lemah. HIV atau penyakit lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh dapat mencegah tubuh melawan infeksi jamur. Perawatan vagina yang tidak baik Terlalu sering menggunakan sabun yang terlalu banyak bahan deterjen. Juga dapat menyebabkan terjadinya infeksi jamur. Sumber: webmd
 19 Aug 2016    11:00 WIB
Hubungan Migrain dan Kadar Hormon
Sekitar 70% penderita migrain adalah wanita dan sekitar 60-70% nya mengalami serangan migrain saat menstruasi.   Hubungan Hormon dan Nyeri Kepala Nyeri kepala, terutama serangan migrain seringkali berhubungan dengan perubahan kadar hormone estrogen saat menstruasi terjadi. Kadar hormon estrogen akan mendadak turun beberapa waktu sebelum menstruasi dimulai. Migrain premenstrual ini biasanya terjadi saat atau setelah kadar hormon estrogen dan progesteron berada pada titik terendahnya. Serangan migrain ini biasanya akan menghilang selama kehamilan. Akan tetapi, beberapa wanita justru mengalami serangan migrain selama trimester pertama kehamilan dan menghilang saat kehamilan mencapai usia 3 bulan.   Pemicu Migran Hormonal Penggunaan pil KB dan terapi sulih hormon pada saat menopause telah diketahui sebagai salah satu pemicu migrain pada wanita. Efek samping ini dapat dikurangi dengan menurunkan kadar hormon estrogen pada pil KB anda atau menggunakan pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron.   Pilihan Terapi Migrain Hormonal (Migrain Saat Menstruasi) Pengobatan utama untuk menghentikan migrain hormonal adalah pemberian obat anti inflamasi atau NSAID (non steroid anti inflammatory drugs). Penggunaan NSAID harus dimulai 2 atau 3 hari sebelum menstruasi terjadi dan dilanjutkan hingga menstruasi selesai. Bagi wanita yang mengalami migrain hormonal berat atau yang ingin meneruskan penggunaan pil KB, maka dokter akan menyarankan untuk mengkonsumsi NSAID yang dimulai pada hari ke 19 siklus menstruasi anda hingga hari ke 2 siklus menstruasi anda berikutnya. Selain itu, adanya retensi cairan selama menstruasi berlangsung juga dapat menyebabkan timbulnya migrain selama menstruasi. Oleh karena itu, dokter juga dapat menyarankan penggunaan obat diuretika dan menganjurkan anda untuk membatasi konsumsi garam beberapa hari sebelum menstruasi terjadi. Lupron merupakan sebuah obat yang dapat mempengaruhi kadar hormon dan hanya diberikan bila semua pengobatan lain tidak berhasil mengatasi serangan migrain anda.   Pilihan Terapi Migrain Saat Menopause Salah satu cara mencegah terjadinya migrain pada wanita yang harus terus mengkonsumsi suplemen estrogen setelah memasuki masa menopause adalah dengan mengkonsumsi suplemen estrogen setiap harinya dengan dosis kecil untuk menstabilkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh anda.   Pilihan Terapi Migarain Saat Kehamilan Selama kehamilan, tidak ada obat-obatan yang dapat anda gunakan untuk mengatasi migrain. Hal ini karena obat anti migraine dapat mempengaruhi rahim, plasenta, dan bayi anda. Bila anda mengalami migrain atau nyeri kepala saat hamil, maka anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter anda mengenai obat anti nyeri apa yang dapat anda konsumsi dan berapa dosisnya.  Baca juga: Mengatasi Migrain dan Nyeri Kepala Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd