Your browser does not support JavaScript!
 20 Nov 2020    17:00 WIB
Kenapa Sih Jelang Menstruasi Wanita Suka Marah-marah?
Pernah kenamarahnya cewek mau menstruasi? Kenapa ya mereka sering begitu? Yuk simak bahasan berikut ini. Lima hingga tujuh hari sebelum masa menstruasi, seorang wanita biasanya mengalami PMS yakni Premenstrual Syndrome. Gejala yang paling umum dirasakannya yaitu; perubahan suasana hati, nyeri payudara, kembung, jerawat, mengidam makanan tertentu, rasa lapar dan haus yang meningkat, dan juga kelelahan. Selain PMS, beberapa wanita juga kerap mengalami PMDD yaitu Premenstrual Dysphoric Disorder. PMDD memiliki gejala yang lebih emosional seperti perubahan suasana hati, lekas marah, depresi, rasa kelelahan berlebih, dan ingin menghindari kegiatan sosial rutinnya. Sebenarnya, ada total 150 gejala-gejala PMS yang diketahui. Gejala paling umum lainnya yang sering dialami yaitu sembelit, mudah tersinggung, dan perasaan sedih mendalam. Penyebabnya? Para ilmuwan masih mencari tahu penyebab PMS yang dialami para wanita. Namun fakta sementara yaitu selama paruh kedua siklus menstruasi, kadar progesteron (hormon wanita) meningkat. Tepat sebelum haid tiba, kadar progesteron dan esterogen (hormon wanita lainnya) turun. Perubahan kadar hormon inilah yang diyakini sebagai penyebab dari PMS dan PMDD tersebut. Nah, sebagai pasangan, mungkin kamu bingung bagaimana harus menghadapinya. Nih biar kamu gak bingung lagi simak beberapa tips ini ya. Dengarkan dia PMS bikin suasana hati enggak karuan. Kalau sudah begini, kamu hanya perlu duduk manis mendengarkannya kok. Sabar Perubahan emosi dia hanya sementara dan bukan karena keinginannya. Bahkan beberapa wanita enggak tahu kalau sikap bisa sangat emosi dan berlebihan. Tetap ada untuknya Walaupun dia lagi nyebelin banget bukan berarti kamu harus menghindarinya ya. Tetaplah setia di sampingnya dan siap sedia saat dia membutuhkan bantuan. 
 13 Nov 2020    17:00 WIB
Penyebab Terjadinya Infeksi Jamur Miss V
Miss V atau vagina merupakan aset penting yang harus dipelihara oleh seorang wanita. Seringkali masalah yang dialami pada seorang wanita adalah terjadinya infeksi jamur. Agar terhindar dari masalah infeksi jamur. Sebaiknya Anda mengetahui penyebab infeksi jamur. Penyebab terjadinya infeksi jamur vagina: Antibiotik Penggunaan obat antibiotik adalah salah satu penyebab paling umum dari infeksi jamur vagina. Antibiotik dan beberapa obat lain mengubah tingkat bakteri dan organisme lain pada vagina - seperti bakteri acidophilus lactobacillus, yang biasanya membantu menjaga sel-sel ragi dalam jumlah yang seimbang.. Obat-obatan juga dapat mengubah keasaman vagina atau "keseimbangan pH" yang memungkinkan ragi untuk tumbuh terlalu cepat. Sehingga mudah terjadi keputihan, alergi, gatl-gatal dan infeksi. Kehamilan. Wanita hamil memiliki tingkat estrogen yang tinggi, yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi jamur selama kehamilan. Kadar hormon Menggunakan terapi penggantian hormon (HRT) atau pil KB dapat menyebabkan perubahan keseimbangan hormon dalam tubuh, terutama estrogen dan progesteron. Sehingga lebih mudah terjadi infeksi. Kencing manis Kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat  menyebabkan infeksi jamur. Sistem kekebalan tubuh yang lemah. HIV atau penyakit lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh dapat mencegah tubuh melawan infeksi jamur. Perawatan vagina yang tidak baik Terlalu sering menggunakan sabun yang terlalu banyak bahan deterjen. Juga dapat menyebabkan terjadinya infeksi jamur. Sumber: webmd
 19 Aug 2016    11:00 WIB
Hubungan Migrain dan Kadar Hormon
Sekitar 70% penderita migrain adalah wanita dan sekitar 60-70% nya mengalami serangan migrain saat menstruasi.   Hubungan Hormon dan Nyeri Kepala Nyeri kepala, terutama serangan migrain seringkali berhubungan dengan perubahan kadar hormone estrogen saat menstruasi terjadi. Kadar hormon estrogen akan mendadak turun beberapa waktu sebelum menstruasi dimulai. Migrain premenstrual ini biasanya terjadi saat atau setelah kadar hormon estrogen dan progesteron berada pada titik terendahnya. Serangan migrain ini biasanya akan menghilang selama kehamilan. Akan tetapi, beberapa wanita justru mengalami serangan migrain selama trimester pertama kehamilan dan menghilang saat kehamilan mencapai usia 3 bulan.   Pemicu Migran Hormonal Penggunaan pil KB dan terapi sulih hormon pada saat menopause telah diketahui sebagai salah satu pemicu migrain pada wanita. Efek samping ini dapat dikurangi dengan menurunkan kadar hormon estrogen pada pil KB anda atau menggunakan pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron.   Pilihan Terapi Migrain Hormonal (Migrain Saat Menstruasi) Pengobatan utama untuk menghentikan migrain hormonal adalah pemberian obat anti inflamasi atau NSAID (non steroid anti inflammatory drugs). Penggunaan NSAID harus dimulai 2 atau 3 hari sebelum menstruasi terjadi dan dilanjutkan hingga menstruasi selesai. Bagi wanita yang mengalami migrain hormonal berat atau yang ingin meneruskan penggunaan pil KB, maka dokter akan menyarankan untuk mengkonsumsi NSAID yang dimulai pada hari ke 19 siklus menstruasi anda hingga hari ke 2 siklus menstruasi anda berikutnya. Selain itu, adanya retensi cairan selama menstruasi berlangsung juga dapat menyebabkan timbulnya migrain selama menstruasi. Oleh karena itu, dokter juga dapat menyarankan penggunaan obat diuretika dan menganjurkan anda untuk membatasi konsumsi garam beberapa hari sebelum menstruasi terjadi. Lupron merupakan sebuah obat yang dapat mempengaruhi kadar hormon dan hanya diberikan bila semua pengobatan lain tidak berhasil mengatasi serangan migrain anda.   Pilihan Terapi Migrain Saat Menopause Salah satu cara mencegah terjadinya migrain pada wanita yang harus terus mengkonsumsi suplemen estrogen setelah memasuki masa menopause adalah dengan mengkonsumsi suplemen estrogen setiap harinya dengan dosis kecil untuk menstabilkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh anda.   Pilihan Terapi Migarain Saat Kehamilan Selama kehamilan, tidak ada obat-obatan yang dapat anda gunakan untuk mengatasi migrain. Hal ini karena obat anti migraine dapat mempengaruhi rahim, plasenta, dan bayi anda. Bila anda mengalami migrain atau nyeri kepala saat hamil, maka anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter anda mengenai obat anti nyeri apa yang dapat anda konsumsi dan berapa dosisnya.  Baca juga: Mengatasi Migrain dan Nyeri Kepala Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd