Your browser does not support JavaScript!
 31 Oct 2019    18:00 WIB
Tips Untuk Mengatasi Kadar Gula Darah yang Terlalu Rendah
Kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia dapat membahayakan jiwa seseorang bila kadar gula di dalam darah kurang dari 50 mg/dL. Mengkonsumsi terlalu banyak insulin dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia. Oleh karena itu, jika Anda merupakan seorang penderita diabetes, pastikan Anda menanyakan pada dokter Anda apa yang harus dilakukan bila Anda mengalami serangan hipoglikemia. Di bawah ini terdapat beberapa tips untuk mencegah dan mengatasi hipoglikemia.   Ubah Pola Makan Anda Konsumsilah makanan tinggi serat, buah, sayuran, dan protein tanpa lemak. hindarilah berbagai jenis makanan dan minuman manis yang terbuat dari gula sederhana.   Hindari Stress Saat Anda stress, tubuh Anda akan melepaskan berbagai jenis zat kimia, yang saat dimetabolisme akan meningkatkan resiko terjadinya hipoglikemia.   Berbaring Sejenak Jika Anda merasa tidak enak badan atau badan terasa lemas, maka berbaringlah selama setidaknya 20 menit di ranjang Anda. Saat Anda akan bangun, bangunlah secara perlahan, angkat kepala Anda dengan perlahan dan duduklah selama beberapa menit di ranjang Anda sebelum berdiri.   Ukur Kadar Gula Darah Anda Secara Teratur Jika Anda mengalami hipoglikemia kronik atau harus menggunakan insulin untuk mengatasi kadar gula darah Anda yang tinggi, maka pastikan Anda selalu mengukur kadar gula darah Anda secara teratur sebelum makan.   Konsumsi Minuman Manis Jika Anda mengalami reaksi hipoglikemia berat, maka konsumsilah setengah kaleng minuman bersoda atau jus buah atau konsumsilah gula atau permen atau gula penghias kue tart untuk meningkatkan kadar gula darah Anda dalam waktu singkat.     Sumber: ehow
 13 Aug 2019    16:00 WIB
Cara Mencegah Nyeri Kepala Diabetes
Fluktuasi kadar gula darah yang tiba-tiba dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala pada penderita diabetes. Jadi satu-satunya cara mengontrol hal tersebut supaya tidak terjadi adalah dengan menjaga kadar gula darah tidak naik terlalu tajam atau turun secara tiba-tiba. Nyeri kepala karena kadar gula darah yang rendah sering dihubungkan dengan pembuluh darah di otak. Otak membutuhkan suplay gukosa yang siap pakai supaya bisa berfungsi dengan baik. Jika suplay yang ada tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, maka akan menimbulkan nyeri kepala. Saat kadar gula darah turun, hormon stress juga dilepaskan dan dapat menyebabkan penyempitan dari pembuluh darah sehingga menyebabkan munculnya nyeri kepala. Beberapa orang dengan diabetes sering mengalami nyeri kepala karena kadar gul darah yang rendah dan kemudian diikuti dengan kadar gula darah yang tinggi. Hal ini terjadi karena pelepasan hormon yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah sebagai alat pengaturnya. Kadar gula darah yang tinggi juga dapat menyebabkan nyeri kepala juga. Jika kadar gula darah terlalu tinggi untuk waktu yang lama, tubuh akan mengeluarkan urin dalam jumlah lebih banyak dari normal, sehingga dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi sendiri dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit didalam cairan tubuh dan juga nyeri kepala. Cara untuk mencegah munculnya nyeri kepala diabetes: Cegah terjadinya peningkatan atau penurunan kadar gula darah yang tiba-tiba Minum air putih yang cukup Hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein karena dapat menyebabkan nyeri kepala Hindari stress Olahraga yang teratur   Sumber: healthmeup
 30 Jul 2019    08:00 WIB
Gula, Racun Manis yang Dapat Membunuh Anda!
Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk makanan. Walaupun diperlukan oleh tubuh sebagai sumber tenaga, mengkonsumsi gula secara berlebihan juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Selain dapat mempercepat proses penuaan, konsumsi gula secara berlebihan ternyata juga memiliki berbagai dampak buruk lainnya bagi kesehatan seperti yang akan dibahas di bawah ini.   Baca juga: Kadar Gula Darah Selalu Tinggi, Apa Saja Resikonya?   Menurunkan Daya Tahan Tubuh Konsumsi gula secara berlebihan tentu saja akan membuat Anda mengalami peningkatan berat badan, yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya obesitas. Obesitas akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh yang seharusnya digunakan untuk melawan berbagai jenis penyakit terpaksa harus digunakan untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul akibat obesitas.   Menurunkan Daya Ingat Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mengkonsumsi gula secara berlebihan dapat menurunkan daya ingat dan kemampuan berpikir. Hal ini dikarenakan gula dapat mempercepat proses penuaan sel, termasuk sel otak.   Perubahan Kadar Hormonal Tahukah Anda bahwa mengkonsumsi gula secara berlebihan juga akan menyebabkan terjadinya perubahan kadar hormonal di dalam tubuh Anda? Salah satu hormon yang paling terpengaruh adalah hormon ghrelin. Kadar hormon ini akan menurun bila Anda mengkonsumsi terlalu banyak gula.   Meningkatkan Resiko Terjadinya Gangguan Jantung Kenaikan berat badan yang Anda alami seiring dengan semakin banyaknya gula yang Anda konsumsi juga akan membuat kadar kolesterol Anda meningkat. Hal ini tentu saja akan berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda.   Selain itu, suatu molekul yang terdapat di dalam gula, glucose 6 phosphate (G6P), dapat menyebabkan terjadinya perubahan di dalam protein otot jantung, yang dapat memicu terjadinya gagal jantung.   Mendukung Pertumbuhan Sel Kanker Tahukah Anda bahwa gula merupakan sumber makanan utama bagi para sel kanker seperti halnya sel-sel tubuh? Oleh karena itu, kurangi dan batasi konsumsi gula Anda untuk membantu mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.   Selain itu, adanya gula di dalam usus juga akan menstimulasi suatu protein yang disebut dengan beta katenin. Adanya protein ini akan membuat sel-sel tubuh menjadi lebih rentan terhadap sel-sel kanker.   Meningkatkan Resiko Terjadinya Diabetes Saat Anda mengkonsumsi gula secara berlebihan, maka tubuh pun harus memproduksi lebih banyak hormon insulin untuk menurunkan kadar gula darah Anda. Bila hal ini terus berlangsung dalam waktu yang lama, maka keadaan ini dapat memicu terjadinya diabetes tipe 2.   Meningkatkan Berat Badan Tahukah Anda bahwa kelebihan karbohidrat yang Anda konsumsi akan disimpan dalam bentuk lemak di dalam tubuh? Jadi, saat Anda mengkonsumsi karbohidrat atau gula secara berlebihan, maka kelebihan gula di dalam tubuh pun akan diubah menjadi lemak. Selain itu, berbeda dengan serat, lemak, dan protein yang dapat membuat Anda merasa kenyang; gula hanya akan membuat Anda mengkonsumsi banyak kalori tetapi tidak terlalu mengenyangkan.   Gula Adalah Silent Killer Selain daripada garam yang dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi, gula juga dapat membunuh seseorang! Sebuah penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi fruktosa (gula) secara berlebihan dapat meningkatkan resistensi leptin (suatu jenis hormon yang berfungsi untuk memberitahu tubuh bahwa ia telah merasa kenyang). Akibatnya adalah Anda tidak akan pernah merasa kenyang sehingga Anda pun akan makan secara berlebihan dan mengalami obesitas.   Kecanduan Gula Dapat Diturunkan Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mutasi genetik pada hormon ghrelin (hormon yang berfungsi untuk memberitahu Anda bahwa Anda sedang lapar)akan membuat seseorang menjadi lebih ingin mengkonsumsi gula dan minuman beralkohol dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami mutasi genetik tersebut.   Gula Sama Beracunnya Seperti Minuman Beralkohol Sebuah penelitian baru menemukan bahwa ternyata gula sama berbahayanya seperti minuman beralkohol bagi hati manusia. Bila dikonsumsi secara berlebihan, maka tubuh akan memetabolisme gula dengan menggunakan cara yang sama seperti saat tubuh sedang memetabolisme etanol (bahan aktif di dalam minuman beralkohol).   Gula Bikin Umur Anda Lebih Pendek Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa banyak sekali kematian yang berhubungan dengan berbagai jenis minuman manis. Hal ini dikarenakan berbagai minuman manis tersebut dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai jenis penyakit kronik seperti diabetes, gangguan jantung, dan kanker.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang . Sumber: huffingtonpost
 18 May 2018    16:00 WIB
9 Penyebab Meningkatnya Kadar Gula Darah
1.      Kafein Kadar gula darah dapat meningkat setelah mengkonsumsi kopi, bahkan kopi hitam yang sama sekali tidak mengandung kalori, karena adanya kafein. Selain itu, teh hitam, teh hijau, minuman energi lainnya juga dapat mengganggu kadar gula darah penderita diabetes. Akan tetapi, setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda, jadi sebaiknya anda mengenali reaksi tubuh anda terhadap berbagai makanan dan aktivitas. Sebenarnya, berbagai zat lain di dalam kopi dapat membantu mencegah terjadinya diabetes tipe 2 pada orang yang sehat.   2.      Makanan Bebas Gula Banyak makanan yang bertuliskan bebas gula juga dapat meningkatkan kadar gula darah anda karena makanan tersebut masih mengandung berbagai jenis karbohidrat, seperti tepung, lemak, dan serat. Periksalah jumlah karbohidrat pada bungkus makanan anda sebelum mengkonsumsinya. Selain itu anda juga harus mewaspadai gula lainnya seperti sorbitol dan xylitol. Keduanya merupakan pemanis dengan kadar karbohidrat yang lebih rendah daripada gula (sukrosa), tetapi tetap dapat meningkatkan kadar gula darah anda.   3.      Mengkonsumsi "Chinese Food" Berbagai jenis makanan yang mengandung banyak lemak dapat menyebabkan kadar gula darah anda tetap tinggi lebih lama daripada biasanya. Pizza, kentang goreng, chinese food, dan berbagai makanan lain yang mengandung banyak karbohidrat dan lemak juga memiliki efek yang sama. Periksalah kadar gula darah anda sekitar 2 jam setelah makan untuk mengetahui bagaimana makanan tersebut mempengaruhi kadar gula darah anda.   4.      Menderita Flu Berat Kadar gula darah anda akan meningkat saat tubuh anda berusaha untuk melawan berbagai infeksi. Konsumsilah cukup air putih dan berbagai jenis cairan lainnya untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami diare atau muntah selama lebih dari 2 jama atau bila anda telah sakit selama 2 hari dan tidak membaik. Berbagai jenis obat-obatan seperti antibiotika dan dekongestan untuk mengatasi sinusitis (radang sinus) juga dapat mempengaruhi kadar gula darah anda.   5.      Stress Rasa stress, tidak bahagia, dan lelah juga dapat mempengaruhi kadar gula darah anda. Saat stress, tubuh anda akan melepaskan hormon yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Hal ini lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan penderita diabetes tipe 1. Belajarlah melakukan yoga atau meditasi untu mengurangi rasa stress anda.   6.      Mengkonsumsi Buah Kering Buah-buahan memang baik bagi kesehatan anda, akan tetapi waspadai buah-buahan kering. Buah kering mengandung lebih banyak karbohidrat walaupun dalam porsi kecil. 2 sendok teh kismis atau cranberi kering atau chery kering mengandung karbohidrat yang sama dengan buah kecil. 3 butir kurma mengandung sekitar 15 g karbohidrat.   7.      Menggunakan Obat Golongan Steroid dan Diuretika Obat golongan kortikosteroid seperti prednison dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan bahkan dapat memicu terjadinya diabetes pada beberapa orang. Obat golongan steroid sering digunakan untuk mengatasi alergi, radang sendi, asma, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Obat golongan diuretika yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi juga dapat meningkatkan kadar gula darah anda bila anda menderita diabetes. Beberapa jenis antidepresan juga dapat meningkatkan atau menurunkan kadar gula darah anda.   8.      Pengunaan Obat Flu Dekongestan yang terdiri dari pseudoefedrin atau fenilefrin dapat meningkatkan kadar gula darah anda. Beberapa jenis obat flu kadang juga mengandung gula atau alkohol.   9.      Penggunaan Pil KB Pil KB yang mengandung estrogen dapat mempengaruhi respon tubuh anda terhadap insulin. Akan tetapi, wanita penderita diabetes tetap dapat menggunakan pil KB. KB suntik dan implan juga dapat digunakan oleh penderita diabetes, walaupun dapat mempengaruhi kadar gula darah anda.   Hal ini bukan berarti anda tidak boleh mengkonsumsi karbohidrat sama sekali, anda hanya perlu membatasi jumlahnya agar tidak terjadi peningkatan kadar gula darah yang terlalu tinggi.   Baca juga: Terapi Magnet Membantu Mengatasi Bekuan Darah Lebih Cepat, Benarkah?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: medicinenet
 08 Apr 2018    11:00 WIB
5 Alasan Untuk Berhenti Makan Manis
Mengapa Anda harus berhenti makan makanan manis secepatnya? Alasan yang paling benar adalah karena baik untuk kesehatan Anda. Berikut adalah berbagai alasan mengapa Anda harus berhenti makan makanan manis: 1.  Menambah berat badanTentu saja hal ini menjadi hal pertama yang muncul di pikiran Anda saat Anda makan pastries dan cake bukan? Gula adalah bahan makanan yang sangat mudah dicerna menjadi sumber energi yang kita perlukan untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Untuk mengilangkan efek dari separuh batang coklat yang Anda makan Anda harus melakukan lari selama satu jam. Bayangkan berapa banyak aktifitas yang harus Anda lakukan untuk menghabiskan kalori dari satu batang coklat. 2.  BakteriMakanan manis adalah tempat tinggal ideal untuk bakteri. Saat Anda memakan makanan manis, sama saja dengan Anda membiarkan bakteri masuk dan tinggal di permukaan gigi Anda. Bakteri ini dapat menyebabkan karies gigi dan kerusakan pada lapisan enamel gigi. 3.  PankreasPankreas merupakan organ yang harus bekerja keras saat Anda memakan makanan manis. Saat Anda memakan makanan manis Anda cenderung akan mengunyah dengan cepat sehingga makanan itu tidak dicerna dengan baik. Sebagai hasilnya, makanan manis tersebut akan segera masuk ke usus Anda, melewati berbagai organ pencernaan dan berakhir di pankreas yang harus melakukan kerja ekstra untuk mencerna makanan itu.Ingatlah semakin lama makanan Anda kunyah, maka semakin baik proses pencernaan berlangsung. 4.  KelelahanMakanan manis memang bisa membuat seseorang aktif dan merasa berenergi. Namun ingat, ini hanya terjadi dalam waktu yang singkat. Makanan manis akan memberikan efek tidak stabil pada kadar gula darah sehingga Anda dapat mengalami hiperglikemia. Efek sampingnya adalah Anda akan merasa sangat kelelahan ketika rasa manis itu hilang dari tubuh Anda. Fakta tersebut tidak bermaksud untuk membuat Anda terintimidasi, hanya ingin mengingatkan Anda konsekuensi dari memakan makanan manis, yaitu kelelahan yang luar biasa dan kelemahan tubuh. 5.  Kesehatan kulitGula dalam makanan manis tak hanya berpengaruh pada kesehatan tubuh, tetapi juga kulit. Makanan manis akan memicu munculnya jerawat dan bisul. Jika Anda tidak ingin berjerawat, kulit menjadi kusam, atau memiliki bisul, sebaiknya kurangi makanan manis.   Sumber: geniusbeauty
 23 Feb 2018    08:00 WIB
Makanan Terbaik Untuk Menjaga Kadar Gula Darah Anda
Membuat pilihan makanan sehat dan melacak kebiasaan makan Anda dapat membantu Anda mengelola kadar gula darah Anda. Kadar gula darah yang tinggi bisa merusak organ tubuh Anda seperti mata, ginjal dan jantung. Menghindari konsumsi makanan berkalori tinggi adalah langkah awal mengatur kadar gula darah Anda. Menambahkan beberapa makanan tertentu ke dalam makanan sehari-hari Anda juga bisa membantu mengendalikan kadar gula darah Anda.   Berikut Makanan Untuk Menjaga Kadar Gula Darah Anda: Makanan Berserat Tinggi Serat makanan yang terdapat pada makanan nabati memainkan peran penting dalam kesehatan tubuh Anda. Serat terbagi menjadi dua jenis: larut dan tidak larut. Sumber serat yang tidak larut meliputi kulit buah, seperti anggur, apel dan blueberry. Serat larut di sisi lain diserap dalam air dan membentuk zat seperti gel di saluran pencernaan. University of Maryland menjelaskan bahwa ini menghambat usus dari menyerap gula dan pati. Ini berarti konsumsi makanan berserat tinggi mengurangi risiko diabetes tipe 2, menurunkan kadar insulin dan gula darah. Serat larut bisa ditemukan di bagian lembut buah, kacang polong dan kacang kering. Kayu manis Menurut Worlds’ Healthiest Foods, cinnamaldehyde, cinnamyl acetate dan cinnamyl alcohol adalah tiga minyak esensial yang memberi rasa manis khas kayu manis. Menggunakan kayu manis untuk makanan tinggi karbohidrat mengurangi dampak peningkatan pada kadar gula darah Anda. Sebuah studi oleh "American Journal of Clinical Nutrition" yang diterbitkan pada tahun 2007 menunjukkan bahwa menambahkan kayu manis ke makanan tinggi karbohidrat menurunkan tingkat pengosongan lambung. Hal ini secara signifikan mengurangi kenaikan kadar gula darah setelah makan tinggi karbohidrat. Sebuah makalah yang diterbitkan dalam "Diabetes Care" pada tahun 2003 menunjukkan bahwa konsumsi sehari-hari 1-6 gram kayu manis mengurangi kadar gula darah dan mengurangi risiko diabetes tipe 2. Kacang Sebuah studi oleh para periset di Rumah Sakit St. Michael di Kanada yang diterbitkan pada bulan Agustus 2011 di "Diabetes Care" menemukan bahwa asupan 2 kacang per hari untuk menjaga kadar gula darah dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Selain itu, kacang sangat ideal untuk meningkatkan asupan minyak nabati dan protein dalam makanan penderita diabetes tipe 2. Kacang panggang campuran, tawar, mentah atau kering mengendalikan kadar glukosa darah, kadar lemak darah dan membantu mencegah penambahan berat badan pada pasien tersebut. Cuka Sebuah studi oleh para periset di Arizona State University yang diterbitkan dalam edisi Januari 2004 tentang "Diabetes Care" menemukan bahwa cuka memperlambat kenaikan gula darah yang biasa setelah makan. Hal ini karena mengandung zat penyusun aktif biologis yang disebut asam asetat, yang menghambat aktivitas beberapa enzim pencerna karbohidrat aktif. Beberapa gula dan pati karenanya tidak dicerna. Akibatnya kadar gula darah tidak meningkat.   Baca juga: Gula Juga Bisa Membuat Anda Kecanduan Lho, Berikut Tandanya…   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 27 Jan 2017    11:00 WIB
Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Saat Kadar Gula Darah Tinggi atau Rendah
Kadar gula darah normal seorang manusia adalah antara 70-150 mg. Peningkatan atau penurunan kadar gula darah tergantung pada makanan yang Anda konsumsi, terutama karbohidrat dan hormon insulin dan glukagon di dalam tubuh Anda.  Pada beberapa keadaan, kadar gula darah Anda dapat menjadi terlalu tinggi atau dikenal dengan hiperglikemia atau justru terlalu rendah, biasa disebut dengan hipoglikemia. Mengkonsumsi makanan tertentu dapat membantu mengatasi hiperglikemia dan hipoglikemia.   Apa Itu Hiperglikemia? Hiperglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah menjadi terlalu tinggi. Hal ini dapat terjadi pada siapa saja, pada usia berapa pun, dan kapan saja; akan tetapi biasanya paling sering dialami oleh seorang penderita diabetes.   Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Saat Mengalami Hiperglikemia Orang yang sering mengalami hiperglikemia, misalnya seorang penderita diabetes, dianjurkan untuk menyeimbangkan jumlah karbohidrat, lemak, dan protein yang dikonsumsinya setiap harinya yaitu sekitar 45-65% kalori harian berasal dari karbohidrat, 15-20% kalori harian berasal dari protein, dan 20-35% kalori harian berasal dari lemak.  Selain itu, dianjurkan untuk mengkonsumsi lebih banyak karbohidrat kompleks seperti buah segar, sayuran, gandum, kacang-kacangan, dan susu rendah lemak serta produknya.   Apa Itu Hipoglikemia? Hipoglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah terlalu rendah. Gula dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi. Seperti halnya hiperglikemia, hipoglikemia juga lebih sering terjadi pada seorang penderita diabetes.    Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Saat Mengalami Hipoglikemia Bila Anda mengalami hipoglikemia, dianjurkan untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan manis seperti jus buah, permen, atau tablet glukosa untuk menaikkan kadar gula darah dalam waktu singkat.       Sumber: ehow
 26 Jan 2017    12:00 WIB
Kadar Gula Darah dan Efeknya Pada Tubuh Anda
Diabetes merupakan suatu keadaan di mana kadar gula (glukosa) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan insulin atau kerja insulin tidak adekuat. Tingginya kadar gula di dalam darah dapat menyebabkan berbagai gejala di berbagai organ tubuh. Hal ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang sering timbul pada penderita diabetes yang tidak terkontrol. Kadar gula darah puasa normal adalah di bawah 100 mg/dL. Kadar gula darah normal 2 jam setelah makan adalah di bawah 140 mg/dL. Setiap orang memiliki kadar gula darah yang bervariasi. Disebut hipoglikemia (kadar gula darah rendah) bila kadar gula sama dengan atau di bawah 70 mg/dL dengan gejala hipoglikemia, seperti pusing, denyut jantung cepat, pucat, gemetar, keringat dingin, dan sebagainya. Bila anda menderita diabetes, sebaiknya selalu membawa permen atau makanan manis lainnya sebagai tindakan pertolongan pertama bila anda mengalami gejala hipoglikemia.   Apakah Anda Menderita Diabetes ? Beberapa jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa diabetes adalah: Kadar gula darah puasa. Disebut diabetes bila kadar gula darah di atas 126 mg/dL setelah anda berpuasa selama minimal 8 jam Kadar gula darah 2 jam post prandial (kadar gula di dalam darah diukur dalam waktu 2 jam setelah pemberian glukosa). Disebut diabetes bila kadar gula darah di atas 200 mg/dL Kadar gula darah sewaktu merupakan pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan sewaktu-waktu. Disebut diabetes bila kadar gula darah di atas 200 mg dan disertai oleh gejala diabetes lainnya seperti merasa haus terus-menerus, rasa lapar terus-menerus, atau sering buang air kecil atau penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas. Selain itu, harus dipastikan juga dengan melakukan pemeriksaan kadar gula darah puasa dan 2 jam post prandial. Prediabetes adalah suatu keadaan di mana terjadi peningkatan kadar gula darah tanpa disertai berbagai gejala lainnya. Orang prediabetes memiliki resiko terkena diabetes 5 kali lebih tinggi daripada orang sehat lainnya. Pencegahan progresifitas prediabetes menjadi diabetes dapat dilakukan dengan melakukan diet sehat dan olahraga.   Gula Darah dan Efeknya Gula di dalam darah merupakan sumber energy bagi berbagai organ tubuh. Akan tetapi, kadar gula darah yang terlalu tinggi justru dapat menjadi racun bagi tubuh. Tingginya kadar gula darah dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan penurunan fungsi sel penghasil insulin di pankreas. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan pankreas terus memproduksi insulin dalam jumlah banyak. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan kerusakan sel penghasil insulin di pankreas. Selain itu, tingginya kadar gula di dalam darah menyebabkan berbagai perubahan pada dinding pembuluh darah yang mempermudah penempelan lemak pada dinding pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan pengerasan dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Kerusakan pada pembuluh darah dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh.   Komplikasi Diabetes Berbagai hal yang dapat terjadi akibat kerusakan pembuluh darah di berbagai organ adalah: Gagal ginjal Stroke Serangan jantung Gangguan penglihatan sampai kebutaan Penurunan sistem kekebalan tubuh yang meningkatkan resiko terjadinya infeksi Disfungsi ereksi Kerusakan saraf (neuropati) yang menyebabkan kesemutan, nyeri, atau mati rasa di daerah tangan dan kaki Luka sulit sembuh akibat gangguan sirkulasi darah, terutama pada daerah kaki dan tangan Mengontrol kadar gula darah anda dapat mencegah terjadinya berbagai komplikasi di atas. Baca juga: Diet Untuk Mengontrol Kadar Gula Darah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 18 Dec 2016    11:00 WIB
Gula Sebabkan Nyeri Kepala?
The National Institute for Neurological Disorders and Stroke melaporkan bahwa 50% penyebab nyeri kepala migren ditimbulkan oleh makanan dan pola diet. Institut tersebut melaporkan bahwa penyebab dari nyeri kepala sering kompleks, tetapi konsumsi gula merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya nyer kepala, tetapi gula juga merupakan faktor penyebab yang mudah untuk dikendalikan. Aktivitas pembuluh darah arteri Nyeri yang dirasakan di kepala merupakan hasil dari penurunan suplai oksigen yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah arteri di otak. Penyempitan ini sering disebabkan oleh perubahan kadar gula darah yang tiba-tiba. Gula darah merupakan jenis makanan yang diperlukan sel otak dan diantar oleh peredaran darah. Pada kondisi yang normal, peredaran gula darah dipertahankan konstan oleh insulin yang dihasilkan oleh pankreas, tetapi ketika sistem ini tidak bekerja dengan baik maka pembuluh darah akan mengecil dan memaksa aliran darah mengalir lebih deras. Nyeri kepala merupakan tanda bahwa terjadi gangguan ini. Gula Gula merupaka bentuk sederhana dari karbohidrat yang dengan mudah diubah menjadi bentuk gula darah oleh tubuh. Gula halus, fruktosa didalam buah, laktosa didalam susu dan sirup jagung yang Anda siram diatas pancake semua merupakan jenis glukosa sederhana. Kompleks karbohidrat seperti gandum utuh, tepung-tepungan, oatmeal dan nasi begitu juga berbagai jenis sayur-sayuran memerlukan waktu lebih lama untuk diubah menjadi glukosa dan gula darah secara bertahap. Hipoglikemia Sel yang mengalami kekurangan glukosa sehingga tidak dapat memproses makanan dan oksigen disebut hipoglikemia. The National Headache Foundation (NHF) mengatakan bahwa penderita migrain sering mengalami keinginan untuk makan makanan berkarbohidrat tinggi sebelum mengalami serangan migrain. Hal ini merupakan tanda terjadinya penurunan kadar gula darah atau hipoglikemua. Tanda dan konsekuensi Walaupun gula tidak menyebabkan nyeri kepala secara langsung, tetapi konsumsi gula yang berlebihan ternyata dapat menyebabkan nyeri kepala juga. Untuk menghindari hal ini terjadi maka sangat penting untuk mengontrol sebanyak apa karbohidrat dan gula yang kita konsumsi. Dengan mengontrol asupan karbohidrat, selain mencegah munculnya migrain, kita juga bisa mencegah munculnya penyakit lain seperti stroke dan diabetes.   Sumber: livestrong
 18 Dec 2016    08:00 WIB
Diet Untuk Mengontrol Kadar Gula Darah
Kadar gula darah menunjukkan jumlah gula (glukosa) yang terdapat di dalam darah seseorang. Jika kadar gula seseorang terlalu rendah atau tinggi, maka dapat terjadi gangguan kesehatan.  Kadar gula darah yang terlalu tinggi atau disebut dengan hiperglikemia dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe I dan II. Gejalanya berupa sering buang air kecil, sering merasa haus, dan mudah lelah. Jika tidak diobati, hiperglikemia dapat menyebabkan terjadinya berbagai organ vital dan menyebabkan terjadinya penyakit jantung, kebutaan, stroke, dan gangguan ginjal. Kadar gula darah yang terlalu rendah atau disebut  dengan hipoglikemia biasanya disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal dan atau pola makan yang buruk. Beberapa gejala hipoglikemia adalah nyeri kepala, sulit berkonsentrasi, dan rasa lelah berlebihan. Diet yang seimbang dapat membantu mengatur kadar gula darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi tubuh dan diperoleh melalui berbagai jenis makanan yang Anda konsumsi. Untuk menjaga kestabilan kadar gula darah di dalam tubuh, maka sangatlah penting bagi setiap orang untuk mengkonsumsi protein, lemak, dan karbohidrat dalam jumlah yang seimbang. Orang dewasa yang mengkonsumsi 2.000 kalori setiap harinya seharusnya mengkonsumsi 65 gram lemak setiap harinya, yang terdiri dari 45 gram lemak tidak jenuh yang dapat ditemukan pada ikan, alpukat, minyak olive, dan kacang-kacangan. Sedangkan 20 gram sisanya berasal dari lemak jenuh yang dapat ditemukan pada daging, telur, dan keju.  Lemak trans sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Berbagai jenis makanan yang mengandung lemak trans biasanya juga mengandung banyak gula dan berbagai pengawet makanan lainnya, yang dapat mengganggu kadar gula darah seseorang. Karbohidrat juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan keseimbangan kadar gula darah. Karena karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh Anda, maka diet rendah karbohidrat dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah secara drastis.  Seorang dewasa yang mengkonsumsi 2.000 kalori setiap harinya harus mengkonsumsi sekitar 250 gram karbohidrat setiap harinya. Untuk menjaga kestabilan kadar gula darah di sepanjang hari, maka sebagian besar karbohidrat ini diperoleh melalui berbagai produk olahan gandum. Hal ini dikarenakan berbagai produk olahan gandum mengandung banyak serat. Serat dapat memperlambat masuknya gula ke dalam aliran darah sehingga dapat membantu mengatur kadar gula darah. Selain itu, menambahkan kayu manis ke dalam menu makanan Anda juga dapat membantu mengatur kadar gula darah Anda. Orang yang sering mengalami hiper atau hipoglikemia dapat mengatasi gangguan ini dengan mengkonsumsi kayu manis setiap harinya. Sumber: ehow