Your browser does not support JavaScript!
 10 Apr 2020    09:00 WIB
Jaundice Pada Bayi, Ini Penyebab dan Komplikasinya
Saat bayi baru lahir, merupakan hal yang normal bila kulit atau wajah atau mata bayi Anda tampak kekuningan. Keadaan ini disebut dengan jaundice. Jaundice merupakan gangguan kesehatan ringan yang mengenai sekitar 50% bayi cukup bulan dan sekitar 80% bayi prematur. Jaundice pada bayi baru lahir biasanya dimulai pada hari kedua atau ketiga setelah lahir dan dapat berlangsung selama 1 minggu. Jaundice biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Jaundice biasanya dimulai dari kepala dan terus turun ke seluruh tubuh. Gejala biasanya pertama kali terlihat pada bagian putih mata atau wajah, kemudian akan tampak di daerah dada, perut, dan akhirnya kaki. Jaundice yang terjadi dengan cepat atau tidak juga menghilang dalam waktu 2 minggu perlu diperiksa lebih lanjut karena mungkin disebabkan oleh gangguan lain yang lebih serius. Selain itu, air kemih yang berwarna gelap dan tinja yang pucat juga merupakan tanda bahaya pada bayi baru lahir yang mengalami jaundice.   Baca juga: Bayi Anda Sering Muntah, Normal Atau Tidak?   Penyebab Jaundice pada bayi baru lahir biasanya disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin di dalam darah. Bilirubin sendiri sebenarnya merupakan produk sampingan dari hasil penghancuran sel darah merah, yang akan dikeluarkan dari dalam tubuh dari hati ke usus. Jaundice terjadi saat peningkatan kadar bilirubin terjadi lebih cepat daripada kemampuan hati untuk memetabolisme dan mengeluarkannya dari dalam tubuh. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya jaundice pada bayi baru lahir adalah: Hati bayi baru lahir belum matang dan tidak dapat mengeluarkan bilirubin sebanyak seharusnya dari dalam aliran darah Produksi bilirubin meningkat akibat meningkatnya proses penghancuran sel darah merah Zat-zat yang terdapat di dalam ASI menghambat protein di dalam hati untuk memetabolisme bilirubin. Keadaan ini dikenal sebagai jaundice ASI. Jaundice yang satu ini biasanya akan mulai terjadi pada minggu pertama kehidupan bayi dan akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 1-2 bulan   Kapan Jaundice Dianggap Berbahaya dan Apa Komplikasi yang Mungkin Terjadi? Jaundice pada bayi baru lahir dapat menjadi sangat berat bila bayi dilahirkan secara prematur atau ada ketidakcocokan darah antara ibu dan bayinya. Infeksi, kelainan darah yang bersifat diturunkan, dan defisiensi (kekurangan) enzom G6PD juga dapat menyebabkan gangguan pada hati dan memicu terjadinya jaundice pada bayi baru lahir. Jaundice berat pada bayi baru lahir dapat menyebabkan terjadinya kerusakan otak. Keadaan ini dikenal dengan nama kern ikterus.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 13 Oct 2019    11:00 WIB
Transfusi Tukar, Pilihan Lain Pengobatan Bayi "Kuning"
Transfusi tukar merupakan pilihan lain untuk mengatasi bayi kuning (ikterus neonatorum). Transfusi tukar hanya dilakukan bila:•  Kadar bilirubin di dalam darah bayi anda sangat tinggi dan fototerapi tidak berhasil menurunkan kadar bilirubin•  Kadar bilirubin di dalam darah bayi anda meningkat dengan cepat sehingga harus segera ditangani (diturunkan)Apa Itu Transfusi Tukar?Pada transfusi tukar, sejumlah darah bayi anda akan dikeluarkan dan digantikan dengan darah segar (dari donor). Transfusi tukar merupakan cara tercepat untuk menurunkan kadar bilirubin. Bayi anda mungkin harus melakukan beberapa kali transfusi tukar, tergantung pada berapa kadar bilirubin yang masih tersisa di dalam tubuh anda.Transfusi tukar ini telah lama digunakan untuk mengatasi kadar bilirubin yang sangat tinggi pada bayi. Para dokter sependapat bahwa terapi ini cukup efektif, walaupun tidak banyak penelitian yang dapat dilakukan karena faktor etika (untuk penelitian ini, harus dilakukan suatu perbandingan antara bayi dengan kadar bilirubin yang tinggi yang menerima terapi transfusi tukar dengan yang tidak menerima transfusi tukar).Efek Samping Transfusi TukarWalaupun cukup efektif, transfuse tukar dapat menyebabkan beberapa efek samping yang cukup berat, yaitu:•  1 dari 10 bayi yang menerima transfusi tukar dapat mengalami reaksi yang buruk, misalnya perdarahan organ dalam•  Sekitar 3-4 dari 1.000 bayi yang menerima transfusi tukar meninggal Sebagian besar bayi yang mengalami reaksi buruk atau meninggal memang telah berada dalam kondisi yang cukup buruk sebelum transfusi tukar dilakukan.Sebuah penelitian lainnya yang mengamati bagaimana keadaan bayi sehat setelah menerima transfusi tukar menemukan bahwa dari 106 bayi sehat yang menerima transfusi tukar akibat kadar bilirubin yang sangat tinggi, tidak satu pun bayi yang meninggal dan hanya satu bayi yang mengalami reaksi buruk.Sumber: webmd
 16 Sep 2019    16:00 WIB
Atasi "Kuning" Pada Bayi Dengan Fototerapi
Ikterus neonatorum adalah suatu keadaan di mana kulit dan selaput mata bayi baru lahir berwarna kuning yang biasanya terjadi pada minggu pertama kehidupan bayi. Ikterus sendiri berarti kulit, selaput mata, atau jaringan lainnya (membran mukosa) berwarna kuning akibat penumpukkan bilirubin.Ikterus dapat terjadi akibat peningkatan kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah yang menyebabkan penumpukkan bilirubin pada kulit dan selaput mata bayi.   Peningkatan kadar bilirubin di dalam darah bayi dapat terjadi karena hati bayi belum berfungsi sempurna (fisiologis) atau akibat gangguan kesehatan lain (patologis). Peningkatan kadar bilirubin di dalam darah bayi dapat mengganggu perkembangan sistem saraf pusat bayi dan menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan saraf yang tidak dapat diperbaiki kembali. Penanganan segera dibutuhkan untuk menurunkan kadar bilirubin di dalam darah bayi anda. Salah satunya adalah dengan melakukan fototerapi. Fototerapi dilakukan dengan cara meletakkan bayi yang hanya mengenakan popok (mencegah terjadinya kemandulan akibat fototerapi) dan penutup mata (mencegah terjadinya kerusakan retina akibat fototerapi) di bawah lampu yang memancarkan spektrum cahaya hijau-biru dengan panjang gelombang 450-460 nm. Selama fototerapi, bayi harus tetap disusui dan diubah posisi tidurnya (terlentang dan telungkup) setiap 2 jam agar penyinaran mengenai seluruh bagian kulit dengan merata. Melalui fototerapi, bilirubin diubah menjadi suatu senyawa yang dapat larut di dalam air sehingga dapat dikeluarkan melalui air kemih. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan apakah bayi anda telah mendapat cukup cairan, baik melalui ASI maupun air putih agar tidak mengalami dehidrasi. Efek samping lain yang mungkin timbul akibat tindakan fototerapi adalah diare. Diare dapat terjadi akibat peningkatan pengeluaran cairan empedu ke dalam usus pada proses pemecahan bilirubin, sehingga gerakan usus (peristaltik) pun meningkat. Fototerapi biasanya dilakukan selama 24 jam atau hingga kadar bilirubin dalam darah turun pada ambang batas normal. Sumber: clinicforchild.wordpress
 16 Sep 2019    08:00 WIB
Apakah Saya Mengalami Sirosis (Pengerasan) Hati?
Satu-satunya pemeriksaan terbaik untuk menentukan diagnosa sirosis adalah biopsi hati. Akan tetapi, biopsi hati tetap memiliki sedikit komplikasi berat yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, biopsi hari baisanya hanya dilakukan bila dokter tidak dapat menentukan diagnosis gangguan hati dengan jelas. Untuk menentukan diagnosa sirosis hati, selain melakukan biopsi hati, dokter juga dapat menentukan diagnosa sirosis hati dengan melakukan beberapa pemeriksaan lainnya seperti di bawah ini.Menanyakan Riwayat Kesehatan PenderitaSaat menanyakan riwayat kesehatan penderita, dokter mungkin dapat menemukan ada tidaknya riwayat penggunaan alkohol dalam waktu lama dan jumlah banyak, penyalahgunaan obat-obatan, atau apakah penderita pernah menderita hepatitis sebelumnya.Penderita yang pernah menderita hepatitis B atau C memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami sirosis hati. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan PerutBeberapa penderita yang menderita sirosis dapat mengalami pembesarah hati dan atau limpa. Pembesaran ini dapat dirasakan oleh dokter saat melakukan pemeriksaan (palpasi) pada daerah perut penderita, yaitu pada perut kanan atas, tepat di bawah iga kanan (merasakan hati yang membesar) dan pada perut kiri atas, tepat di bawah iga kiri (merasakan limpa yang membesar). Hati yang mengalami sirosis juga dapat terasa lebih keras dan memiliki permukaan yang lebih tidak rata (berbenjol-benjol) daripada hati normal. TelangiektasisBeberapa penderita sirosis hati, terutama sirosis akibat alkohol mengalami pelebaran pembuluh darah kecil pada kulit (telangiektasis) yang rampak seperti laba-laba dan berwarna merah. Keadaan ini terutama ditemukan pada daerah dada. Telangiektasis ini juga dapat ditemukan pada orang yang tidak menderita gangguan hati apapun. JaundiceJaundice merupakan suatu keadaan di mana kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan akibat peningkatan kadar bilirubin di dalam darah. Jaundice sering ditemukan pada penderita sirosis dan berbagai gangguan hati lainnya selain sirosis, serta pada gangguan kesehatan lain (hemolisis, yaitu pemecahan sel darah merah secara berlebihan). AscitesAscites merupakan pembengkakan daerah perut. Sementara itu, edema merupakan pembengkakan daerah kaki dan atau tangan. Baik ascites maupun edema terjadi akibat penumpukkan cairan di dalam tubuh yang sering terjadi pada penderita sirosis hati dan gagal jantung kongestif.Pemeriksaan RadiologiBila pada pemeriksaan endoskopi ditemukan varises esofagus, maka hal ini dapat membuat dokter menduga telah terjadinya sirosis hati. CT scan perut atau MRI perut atau USG perut juga dapat dilakukan untuk membantu diagnosa sirosis hati, yaitu dengan cara melihat adanya pembesaran hati, permukaan hati yang tampak berbenjol-benjol, pembesaran limpa, dan penumpukkan cairan pada rongga perut.Selain itu, CT scan, MRI, dan USG perut juga dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kanker hati (karsinoma hepatoselular) yang sering terjadi pada penderita sirosis.Pemeriksaan LaboratoriumSirosis hati tahap lanjut dapat menyebabkan penurunan kadar albumin di dalam darah dan menurunnya kadar faktor-faktor pembekuan darah akbiat hilangnya kemampuan hati untuk memproduksi berbagai protein tersebut. Oleh karena itu, penurunan kadar albumin di dalam darah atau adanya perdarahan abnormal juga dapat merupakan penanda terjadinya sirosis hati. Peningkatan enzim-enzim hati seperti SGOT dan SGPT di dalam darah menandakan adanya peradangan atau cedera pada hati akibat berbagai hal, termasuk sirosis hati. Peningkatan kadar zat besi di dalam darah mungkin diakibatkan oleh hemokromatosis, yaitu suatu penyakit akibat kelainan genetika yang menyebabkan gangguan metabolisme zat besi pada hati yang dapat menyebabkan terjadinya sirosis. Pemeriksaan kadar antibodi di dalam darah juga dapat menjadi penanda terjadinya hepatitis autoimun atau sirosis bilier primer, yang dapat menyebabkan terjadinya sirosis hati.Sumber: medicinenet
 05 Aug 2019    18:00 WIB
Pengobatan dan Pencegahan Terjadinya Sakit Kuning (Jaundice)
Pengobatan Pengobatan yang diberikan tergantung pada: •  Di mana letak gangguan terjadi, pre hepatik, intra hepatik, atau post hepatik•  Seberapa berat keadaan penderita•  Penyebab terjadinya jaundice Pengobatan biasanya ditujukan untuk mengatasi penyebab terjadinya jaundice, misalnya mengobati malaria atau hepatitis untuk mengatasi jaundice. Selain itu, dokter biasanya akan memberikan pengobatan simptomatik untuk mengatasi gejala lain yang mungkin timbul seperti demam atau gatal. Jaundice Akibat Kelainan GenetikaBila jaundice disebabkan oleh gangguan genetik seperti pada sickle cell disease, maka transfusi darah mungkin diperlukan untuk meningkatkan kadar sel darah merah di dalam tubuh untuk mengatasi anemia akibat kematian sel darah merah yang lebih cepat daripada seharusnya. Jaundice Akibat Penyumbatan Saluran EmpeduJika jaundice diakibatkan oleh penyumbatan saluran empedu, maka tindakan pembedahan mungkin diperlukan untuk mengatasi sumbatan tersebut. Pada tindakan pembedahan, kandung empedu mungkin akan diangkat untuk mencegah berulangnya sumbatan. Jaundice Akibat Kerusakan HatiJika jaundice terjadi akibat kerusakan hati, maka tindakan pengobatan tergantung pada seberapa parah kerusakan hati yang terjadi. Bila sebagian besar hati telah rusak, maka tindakan transplantasi hati dapat dilakukan.PencegahanKarena banyaknya penyebab jaundice, tidak ada langkah pencegahan khusus yang dapat dianjurkan untuk mencegah terjadinya jaundice. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah terjadinya berbagai penyebab jaundice adalah:•  Hindari infeksi virus hepatitis dengan vaksinasi•  Batasi konsumsi minuman beralkohol anda•  Jaga berat badan anda tetap dalam batas normal•  Kendalikan kadar kolestrol darah anda dengan mengkonsumsi diet sehat dan seimbang. Hindari mengkonsumsi terlalu banyak makanan berlemak Baca juga: 6 Tanda Si Dia Telah Siap Menikah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 13 Feb 2019    16:00 WIB
Penyebab dan Penanganan Bayi Kuning Yang Baru Lahir
Kuning pada bayi belum lahir ketika terjadi peningkatan kadar bilirubin didalam darah. Bilirubin adalah substansi kuning yang tubuh ciptakan ketika proses penggantian sel darah merah yang sudah tua. Hati membantu memecah substansi untuk dikeluarkan dari dalam tubuh dalam bentuk tinja dan urin. Penyebab kuning pada bayi baru lahir Kadar bilirubin yang tinggi pada bayi baru lahir adalah normal. Ketika janin tumbuh didalam rahim, plasenta akan memintahkan bilirubin dari tubuh janin. Plasenta adalah organ yang tumbuh pada masa kehamilan dan berfungsi untuk memberi makan janin. Setelah bayi lahir maka hati akan menggantikan fungsi plasenta tersebut. Kebanyakan bayi baru lahir mengalami kuning pada kulit dan ini disebut jaundice fisiologis. Hal ini tidaklah berbahaya dan akan hilang dalam 2-4 hari. Jika kuning tidak hilang dalam dua minggu berarti ada masalah. Ada dua macam tipe kuning yang terjadi pada bayi baru lahir dan menyusui ASI. Kedua tipe ini biasanya tidak berbahaya, mereka adalah: Breastfeeding jaundice terjadi ketika bayi ASI mengalami kuning seminggu pertama masa kehidupannya, terutama pada bayi yang tidak disusui dengan baik atau ASI ibu lama keluar. Breast milk jaundice mungkin terlihat pada bayi yang disusui ASI setelah 7 hari kehidupan pertamanya. Biasanya kuning terjadi pada minggu ke 2 dan 3 dan akan hilang pada beberapa bulan kemudian. Hal ini bisa terjadi ketika ASI mempengaruhi pemecahan bilirubin di hati.  Kuning pada bayi baru lahir yang bersifat berat dapat terjadi jika bayi mengalami peningkatan jumlah dari sel darah merah yang memang perlu diganti, seperti: Bentuk sel darah merah yang tidak normal Tipe golongan darah yang tidak cocok antara ibu dan janin Perdarahan di bawah kulit kepala Infeksi Kekurangan protein tertentu  Terapi yang dapat dilakukan Biasanya tidak diperlukan terapi. Untuk menentukan terapi, seorang dokter harus mempertimbangkan: Kadar bilirubin bayi Seberapa cepat bilirubin meningkat Apakah bayi lahir prematur  Berapa usia bayi saat ini Penanganan dari peningkatan bilirubin: Tingkatkan frekuensi menyusui  sekitar 10–12 kali dalam sehari. Patut diketahui, asupan cairan yang kurang (termasuk pemberian ASI) dapat menyebabkan kuning pada bayi Berjemur di sinar matahari pagi tidak dapat menurunkan kadar bilirubin secara efektif. Hal ini terkait dengan penyinaran dari sinar matahari yang hanya dapat dilakukan di pagi hari (pukul 07.00–08.00) dan itu pun tidak lama, hanya 15–20 menit Salah satu cara efektif menurunkan kadar bilirubin yang tinggi pada bayi adalah dengan fototerapi. Bayi yang sedang menjalani fototerapi tidak menggunakan busana sehingga sinar dapat merata ke seluruh permukaan kulit. Bagian mata akan ditutup agar tidak merusak retina mata. Penggunaan krim atau losion apa pun pada bayi tidak diperkenankan karena ada risiko terbakar. Transfusi tukar dilakukan bila tidak memungkinkan lagi melaksanakan fototerapi Sumber: medlineplus
 20 Dec 2018    18:00 WIB
Penyebab dan Gejala Jaundice
Seseorang yang menderita jaundice akan memiliki kulit dan bagian putih mata yang berwarna kuning. Jaundice dapat terjadi pada setiap orang pada usia berapa pun, walaupun lebih banyak ditemui pada bayi baru lahir. Jaundice disebabkan oleh penumpukkan bilirubin di dalam darah dan jaringan tubuh. Penumpukkan ini seringkali terjadi akibat berbagai gangguan pada hati, seperti sirosis, hepatitis, atau batu empedu.Penyebab Sel darah merah akan hancur dengan sendirinya setelah hidup selama 120 hari dan bilirubin merupakan produk sisa dari sel darah merah yang hancur ini. Bilirubin kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui hati, di mana bilirubin akan digabungkan dengan cairan empedu, yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui tinja dan air kemih. Bilirubinlah yang membuat tinja dan air kemih anda berwarna coklat dan kuning terang. Infeksi atau berbagai kerusakan yang mengganggu proses pengeluaran bilirubin ini dapat menyebabkan terjadinya jaundice. Penyebab Pre-HepatikJika sebuah infeksi atau gangguan kesehatan tertentu membuat sel darah merah hancur lebih cepat daripada seharusnya, maka kadar bilirubin pun akan meningkat. Berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya jaundice pre hepatik adalah:•    Malaria•    Sickle cell disease•    Talasemia•    Sindrom Gilbert•    Sferositosis herediter•    Sindrom Crigler-Najjar Penyebab Intra-HepatikJika hati mengalami kerusakan, maka akan terjadi gangguan dalam proses pengeluaran bilirubin. Kerusakan hati ini dapat disebabkan oleh:•    Hepatitis•    Penyakit hati akibat mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan (sirosis hati)•    Kanker hati•    Penyalahgunaan obat-obatan terlarang•    Overdosis parasetamolSelain berbagai hal di atas, obesitas dan perlemakkan hati juga dapat menyebabkan terjadinya sirosis hati dan jaundice. Mengkonsumsi diet tinggi lemak dapat meningkatkan kadar kolesterol anda dan juga meningkatkan resiko terjadinya batu empedu. Penyebab Post-HepatikBerbagai gangguan kesehatan seperti adanya batu empedu, pankreatitis, kanker pankreas, dan kanker kandung empedu atau saluran empedu juga dapat mengganggu proses pengeluaran bilirubin dari dalam tubuh dan menyebabkan terjadinya jaundice. GejalaSelain kulit dan bagian putih mata berwarna kuning, lapisan mukosa pada mulut dan hidung anda pun akan ikut menguning. Tinja anda akan berwarna pucat, sedangkan air kemih anda akan berwarna gelap seperti teh.Berbagai gejala lain yang dapat ditemukan pada penderita jaundice adalah:•    Demam•    Menggigil•    Nyeri ulu hati•    Tubuh terasa gatal•    Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelasSumber: webmd
 16 Mar 2018    08:00 WIB
Pengobatan Jaundice Pada Anak-anak
Walaupun lebih jarang, namun batita dan balita juga dapat mengalami jaundice. Akan tetapi, jaundice pada anak batita dan balita bukanlah hal yang normal seperti halnya pada bayi baru lahir. Beberapa gangguan kesehatan yang diketahui dapat memicu terjadinya jaundice pada anak batita dan balita adalah: Hepatitis Penyakit autoimun Penyakit metabolik Gangguan saluran empedu Gangguan darah   Gangguan darah yang bersifat diturunkan seperti talasemia dapat menyebabkan peningkatan penghancuran sel darah merah dan meningkatkan resiko terbentuknya batu empedu, yang dapat menyebabkan terjadinya jaundice. Ibu merupakan karier hepatitis B atau hepatitis C, mengkonsumsi kerang yang terkontaminasi, dan terpapar virus hepatitis juga dapat menyebabkan terjadinya jaundice pada anak-anak. Selain itu, obat-obatan tertentu seperti pengobatan alternatif juga dapat menyebabkan kerusakan hati dan memicu terjadinya jaundice. Anak-anak yang menderita jaundice karena menderita suatu penyakit kronik seperti talasemia atau penyakit autoimun dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.   Baca juga: Jaundice Pada Bayi, Penyebab dan Komplikasinya   Bagaimana Cara Mengobati Jaundice? Pemeriksaan kadar bilirubin di dalam darah dapat memastikan seberapa parah jaundice yang dialami oleh anak. Biasanya juga diperlukan pemeriksaan lain untuk mengetahui penyebab terjadinya jaundice. Pengobatan jaundice pada anak-anak dapat berbeda-beda, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Bayi yang mengalami jaundice ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan, tetapi orang tua perlu memastikan bahwa anak diberi makan dan minum dengan baik. Ibu yang menyusui harus tetap memberikan ASI pada bayi yang mengalami jaundice. Orang tua tidak dianjurkan untuk menjemur anaknya di bawah matahari karena hal ini dapat menyebabkan terjadinya luka bakar dan dehidrasi, yang dapat memperburuk jaundice. Bila bayi baru lahir mengalami jaundice berat, maka ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan, yaitu: Fototerapi (terapi penyinaran). Terapi ini memicu pengeluaran bilirubin dari dalam tubuh bayi Tranfusi tukar. Terapi ini dapat membuang semua bilirubin yang terdapat di dalam darah dan biasanya dilakukan bila resiko terjadinya kern ikterus cukup tinggi Bila jaundice disebabkan oleh adanya gangguan aliran cairan empedu dari hati ke usus (atresia bilier), maka perlu dilakukan tindakan pembedahan. Bayi yang mengalami hal ini biasanya mengalami jaundice selama lebih dari 2 minggu dan memiliki tinja yang pucat. Pada anak batita dan balita, pengobatan jaundice biasanya ditujukan pada penyakit yang menyebabkannya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 27 Jun 2016    18:00 WIB
Gejala Dari Penyakit Hati
Memainkan peranan penting untuk proses pencernaan, hati membantu proses penyerapan dari nutrisi untuk diedarkan ke tubuh Anda. Hati juga berperan seperti filter yang akan mengeluarkan toksin dari peredaran darah dan mempertahankan komposisi darah. Masalah hati mencakup range penyakit yang luas termasuk kerusakan jaringan hati atau kerusakan fungsi hati. Penyakit yang sering bermanifestasi di hati paling sering disebabkan oleh virus, yaitu:• Hepatitis A,B dan C• konsumsi alkohol • Konsumsi obat nyeri• Obesitas dapat menyebabkan akumulasi lemak di hati. JaundicePerubahan warna kekuningan pada kulit, kuku dan mata dikenal dengan nama jaundice. Hal ini disebabkan karena pelepasan bilirubin ke dalam darah. Penyakit hati dapat menyebabkan seseorang mengalami memar dengan mudah. Saat garam empedu terkumpul di kulit dapat menyebabkan gatal.Dengan berkurangnya suplay dari sel darah merah akan menyebabkan seseorang merasa lemah dan pegal di seluruh tubuh tanpa alasan yang jelas. Seseorang dengan jaundice juga dapat mengalami penurunan berat badan. Perdarahan Perdarahan dari hidung dan gusi dapat merupakan tanda dari disfungsi hati. Penyakit hati juga dapat menyebabkan mual, nyeri perut dan muntah. Jika kerusakan hati semakin parah maka tubuh akan mengumpulkan darah dan akan menyebabkan munculnya darah di esofagus dan di sistem pencernaan yang akan menyebabkan perdarahan atau endapan darah ditunjukkan dengan muntah darah. Selain itu penyakit hati yang parah dapat menyebabkan kerusakan di kandung empedu sehingga akan mengganggu proses pencernaan lemak dan kerusakan ginjal dapat membuat garam tertahan di ginjal. Hal ini akan menyebabkan kaki dan perut membengkak.Sumber: healthmeup
 02 Sep 2015    20:00 WIB
Seorang Remaja Meninggal Karena Dilarang Browse Internet? Kenapa Yah!
Dengan kemajuan ilmu teknologi sekarang ini, Anda dapat mencari segala sesuatu yang Anda perlukan dan ingin Anda ketahui melalui internet. Akan tetapi, nasib malang yang dialami oleh seorang gadis  di Inggris ini justru terjadi karena dirinya dilarang untuk mencari informasi melalui internet.   Pada awalnya, gadis remaja yang bernama Bronte Doyne ini merasa khawatir akan kesehatannya sendiri. Ia meminta sang dokter untuk memperhatikan keadaan kesehatannya dengan lebih serius, namun sang dokter justru memintanya untuk berhenti mencari informasi di dunia online (googling).   Baca juga: Bermain Selama 19 Jam, Seorang Pecandu Game Ditemukan Telah Meninggal   Sebelumnya, pada bulan Septermber 2011 lalu, Bronte sempat dirawat di rumah sakit karena diduga menderita radang usus buntu (apendisitis). Akan tetapi, tidak lama kemudian, ia pun diberitahu oleh dokter yang merawatnya bahwa ia menderita karsinoma hepatoseluler fibrolamellar, sejenis kanker hati.   Karsinoma hepatoseluler fibrolamellar merupakan suatu jenis kanker hati langka, yang mengenai sekitar 200 orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Gejala yang paling sering dialami oleh penderita adalah nyeri perut, penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas, dan jaundice (kulit dan bagian putih mata tampak kuning akibat gangguan aliran bilirubin).   Saat menjalani perawatan selama sekitar 16 bulan, ia diberitahu oleh sang dokter bahwa ia akan berhasil bertahan dari penyakit tersebut dan bahwa ia tidak perlu merasa khawatir lagi tentang penyakit yang dideritanya tersebut karena dokter telah berhasil mengangkat bagian hatinya yang terkena kanker pada bulan Desember 2011.   Akan tetapi, Bronte dan keluarganya sebenarnya mengetahui bahwa kanker yang dideritanya tersebut dapat kembali kambuh berdasarkan berbagai penelitian online yang telah mereka lakukan. Saat mereka berkonsultasi dengan sang dokter, Bronte justru diminta untuk berhenti melalukan berbagai penelitian dari internet. Kekhawatiran mereka pun terbukti dengan meninggalnya Bronte pada tanggal 23 Maret 2013 lalu. Sebelum meninggal, Bronte Doyne sempat mengungkapkan apa yang ia rasakan dan apa saja keluhan yang ia alami di berbagai sosial media yang dimilikinya. Pesannya pun membuat banyak orang menjadi lebih perhatian terhadap keadaan kesehatan mereka dan membuat mereka tidak lagi meremehkan berbagai gangguan kesehatan yang mereka alami.   Jadi, tidak ada salahnya bila Anda mencari berbagai informasi mengenai kesehatan yang ingin Anda ketahui di internet terlepas dari apa pendapat dokter Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: vemale