Your browser does not support JavaScript!
 20 Jan 2021    11:00 WIB
Tanpa Anda Sadari Ini Hal yang Bisa Menghancurkan Hubungan
Anda merasa bahagia dengan pasangan yang sekarang namun seiring berjalannya waktu, tiba-tiba saja semua hal yang dilakukannya kerap membuat Anda kesal. Simak dulu hal-hal penghancur hubungan berikut sebelum Anda benar-benar melakukannya. Mengijinkan rasa sakit hati menghantui Kita semua pernah disakiti. Itu adalah suatu hal yang tak bisa dihindari, dan bukan inti dari permasalahan di sini. Intinya adalah bagaimana kita lupa mengakhiri rasa sakit hati. Aspek negatif yang dipendam ini hanya akan mengendap menjadi pemicu. Saat pasangan baru Anda melakukan atau mengucapkan hal yang mengingatkan Anda pada masa lalu yang buruk, Anda bisa saja langsung meledak tanpa disadari. Jika Anda tak bisa menyelesaikan rasa sakit hati itu, cari bantuan profesional. Tak mencintai diri sendiri Saat Anda masuk dalam sebuah hubungan dan berusaha untuk jadi orang lain (yang Anda anggap lebih baik), itu berarti Anda tak menghargai kualitas diri sendiri. Meski klise, ungkapan ini patut Anda telaah. Jika Anda tak bisa menghargai dan mencintai diri sendiri, bagaimana Anda bisa melakukannya pada orang lain? Tak ada orang yang sempurna, tapi cinta bukan untuk orang yang sempurna. Jangan berharap pada pasangan untuk memberikan rasa cinta dan penghargaan yang tidak Anda berikan pada diri sendiri. Itu adalah tanggung jawab Anda. Baca juga: Putus Cinta, Ini Reaksi Tubuh Mu Mengekang pasangan Jika Anda menciptakan hubungan baru dengan perasaan yang rapuh dan needy, lambat-laun Anda akan kerap menuntut. Coba pikir lagi, seberapa sering Anda bertanya, "Kenapa kamu pakai baju itu?", "Kamu mau pergi kemana?", dan "Tadi bicara dengan siapa?". Sah-sah saja jika Anda mempertanyakan hal-hal ini, namun saat pertanyaan ini keluar akibat dorongan rasa takut dan kegelisahan, Anda hanya akan menciptakan masalah baru. Pencemburu Merasa cemburu sangatlah normal dan bisa terjadi kapan saja. Namun saat hal ini mulai menguasai hubungan Anda, penting untuk menghentikannya sekarang. Ingat, rasa cemburu sebenarnya bukan soal "orang lain", namun lebih pada "diri sendiri". Buat keputusan positif yang dapat membuat Anda terlihat lebih tegar dan bahagia, dengan atau tanpa pria. Tak bisa mengatasi tekanan Setiap hubungan pasti akan diwarnai dengan tekanan. Masalahnya adalah kadang kita tidak tahu cara terbaik mengatasi momen bersitegang tersebut, yang akhirnya berujung pada pertengkaran. Sangat penting untuk mengatasi hal negatif dengan cara yang dewasa. Ini berarti berani bertanggung-jawab dengan memberikan kontribusi positif saat Anda bersitegang dengan pasangan, dan menganjurkan si dia untuk melakukan hal yang sama. Baca juga: Ini Cara Pasangan Bahagia Mengatasi Pertengkaran Sumber: Herworld
 16 Jan 2021    11:00 WIB
Jangan Baper! Ini Tanda Pria yang Cuma Ingin Berteman
Pernah enggak merasa digodain, diperhatiin, dan dibaik-baikin cowok, yang berujung bikin kita baper, tapi akhirnya dia malah jadian sama cewek lain? Pasti rasanya hati kita bercampur aduk, mulai dari malu, kesel, dan kecewa! Nah, buat kita yang enggak bisa bedakan cowok yang ngajak PDKT beneran atau memang cuma pengin berteman, lebih baik lihat tanda-tanda ini, ya! Percaya deh, bahasa tubuh enggak bakalan bisa bohong! Cowok yang benar-benar ingin PDKT sama kita biasanya punya kecenderungan untuk punya bahasa tubuh yang terasa lebih dekat dan intim sama kita, misalnya ingin selalu dekat sama kita, mencoba untuk memegang tangan kita, menatap mata kita. Ada pula bahasa tubuh yang lebih lembut, seperti tubuh yang selalu condong dan menghadap kita, kakinya yang selalu tertuju pada kita ketika dia lagi menyilangkan kaki, dan mata yang lebih melebar pas lagi melihat kita. Nah, kalau kita melihat dia punya bahasa tubuh yang sama ke orang lain, coba hati-hati, bisa jadi dia memang seorang playboy! Dia perhatian ke siapa aja? Jangan langsung baper kalau dia terlihat baik dan perhatian sama kita. Perhatikan dengan baik, selama ini dia juga baik, perhatian,dan menggoda cewek lain atau enggak ya? Kalau misalnya dia benar-benar hanya baik, perhatian, dan menggoda kita aja, itu tandanya dia benar-benar serius ingin mencoba PDKT-in kita, girls! Gimana jenis obrolan kalian? Selama ini, apa aja yang sudah kalian obrolkan? Kalau obrolan yang selama ini kalian lakukan adalah obrolan yang lebih personal dan terlihat dia seperti ingin mencari tahu diri kita yang sebenarnya, tandanya dia benar-benar ingin PDKT! Karena biasanya kalau cowok ingin berteman, kita hanya akan nemuin obrolan soal hal-hal yang biasa, bercanda, dan gosipin orang lain! Lihat juga gimana caranya dia ngasih pujian buat kita. Kalau niat dia cuma berteman, dia enggak bakalan malu-malu ngomong kalau kita menarik. Namun kalau niatnya buat PDKT, dia bakalan lebih malu dan pujian biasanya terlontar lewat chat, nih. Balas perhatian & godaannya Cara paling tepat dan cepat untuk memastikan dia cuma ingin berteman atau benar-benar ingin PDKT adalah dengan membalas perhatian dan godaan yang dia berikan pada kita. Kalau dia kelihatan awkward dan malah mencoba mengganti topik pembicaraan, tandanya dia memang cuma pengin berteman sama kita, girls. Sebaliknya, kalau dia makin membalas perhatian dan godaan kita, tandanya dia memang benar-benar ingin menjalin hubungan sama kita! Namun ingat, hanya lakukan cara ini kalau kita juga punya perasaan ke dia, ya! Baca juga: Dilarang Baper! Ini Tata Tertib Friends With Benefits Sumber: Cewek Banget
 13 Jan 2021    17:00 WIB
5 Sifat Wanita yang Disukai Pria
1. Selera humor yang baik Salah satu cara terbaik untuk merebut perhatian laki-laki adalah dengan menanggapi lelucon yang dilontarkan pria, bukan hanya sekadar menanggapinya. Jika Anda hanya tertawa saja di akhir setiap lelucon, apalagi jika kemudian Anda terdiam dan menunggu hingga mereka melontarkan lelucon lain, dapat membuat pria jadi tidak tertarik dengan Anda. Mereka membutuhkan teman untuk diajak bicara juga, bukan sekadar "penggemar". 2. Anda tak terobsesi dengan urusan penampilan Pria menyukai wanita yang peduli akan penampilannya, tapi bukan berarti Anda harus menjadi superficial, bukan? Pria menyukai saat Anda tahu bahwa kecantikan bukan hanya didapat dari penampilan, tapi juga kepercayaan diri tak peduli apa yang Anda kenakan. 3. Anda peduli kesehatan, tapi tak berlebihan Pastinya pria suka saat wanita yang disukainya memiliki tubuh yang bagus, tapi tidak demikian jika ia lebih banyak menghabiskan waktu di gym ketimbang dengan mereka. Mereka juga akan memaklumi jika Anda sesekali makan salad saat kencan, tapi bukan berarti Anda harus terus memesan salad di tiap kesempatan, bukan? 4. Anda passionate, tapi bukan fanatik Ketika seseorang amat passionate tentang sesuatu, hal itu sangat inspiratif bagi orang-orang di sekitarnya. Baik jika itu pekerjaan, hobi, atau lainnya, pria senang melihat seorang wanita passionate, bahkan berapi-api, saat membahas suatu hal yang penting baginya. Tentu saja, asalkan tidak berlebihan. 5. Anda memiliki hubungan pertemanan yang solid Bagi pria, mendekati seorang wanita yang dikelilingi teman-temannya memang terasa menakutkan, tapi mendekati a lone she-wolf bahkan lebih menakutkan lagi. Pria senang saat wanita yang disukainya memiliki support system yang solid saat Anda membutuhkannya, karena dari situ pula ia bisa "menentukan" karakter Anda saat berhubungan dengan orang lain. Baca juga: 4 Tanda Seorang Pria Telah Jatuh Cinta Pada Anda
 09 Jan 2021    17:00 WIB
Pacaran Beda Agama, Harus Bagaimana?
Kamu yakin sama dia yang beda kepercayaan? Kalau sudah beda keyakinan, rasanya enggak mungkin bisa disatukan -- begitu anggapan orang banyak. Dalam menjalani sebuah hubungan, akan selalu ada tantangan yang harus dilewati. Dalam hal ini adalah perbedaan agama antara kamu dan pasangan. Tak sedikit yang akhirnya memutuskan berpisah karena perbedaan ini, namun ada juga yang berusaha bertahan. Saat ini kita bukan lagi mencari jawaban atas pertanyaan "Apakah pacaran beda agama itu salah?" BUKAN. Tapi kita akan membahas hal-hal yang mungkin akan kalian hadapi dan persiapkan ketika kalian memilih bertahan. Saat memutuskan pilihan untuk bertahan, kamu dan pasangan harus tahu bahwa perjalanan pacaran berbeda agama tak semudah menjalani hubungan dengan pasangan yang seagama denganmu. Berikut ini beberapa hal yang mungkin akan kalian hadapi kedepannya: Sulit Mendapat Restu Keluarga Apakah kamu siap menghadapi kemungkinan tersebut? Entah dengan cara halus ataupun keras, keluargamu mungkin akan menyuruhmu untuk memutuskan hubungan dengan pacarmu. Kalau sudah begitu, pilihanmu cuma dua: mengikuti perintah mereka dan memutuskan pacarmu atau berupaya sekuat tenaga agar keluargamu akhirnya bisa memberi restu. Ingat, tidak ada pilihan yang bebas dari konsekuensi, jadi kalian harus sama-sama siap menanggung akibat apapun yang muncul dari pilihan kalian. Tekanan Orang Sekitarmu Kamu mungkin berpikir, "Ya cuekin aja orang-orang kayak gitu!". Mengatakannya memang gampang, tapi melakukannya tidak semudah itu. Sebuah komentar negatif bisa sangat menyakitkan hati dan membuat stres. Kalaupun kamu kuat menghadapinya, apakah pacarmu sama kuatnya denganmu? Jangan egois, pikirkan juga perasaan pacarmu lalu putuskanlah apa yang terbaik bagi kamu dan dia. Keinginan yang Tak Bisa Terwujud, yaitu Beribadah Bersama Sekilas, hal itu kedengarannya bukan sebuah masalah besar. Tapi sewaktu-waktu dalam hatimu bisa muncul keinginan untuk beribadah bersama dengan pacar, yang sayangnya tidak bisa diwujudkan. Apakah kamu tahan menghadapi perasaan itu? Dan bagaimana dengan pacarmu? Renungkanlah baik-baik, supaya itu tidak menjadi beban pikiran bagi kalian. Dorongan untuk Berpindah Agama Pemikiran seperti itu sebenarnya sah-sah saja. Tidak ada salahnya mempelajari sebuah keyakinan baru dan membandingkannya dengan keyakinanmu yang sekarang. Justru hal itu bagus, karena itu berarti kamu ingin memeluk agama yang benar-benar kamu yakini, bukan semata-mata karena orang tua dan keluargamu menganut agama tersebut. Tapi hati-hati, kamu harus bisa memisahkan antara rasa cintamu pada pacar dengan keinginan untuk mempelajari keyakinan baru. Jika kamu memilih pindah agama karena benar-benar yakin, itu bagus. Tapi jangan pindah agama hanya demi menyenangkan pacarmu karena hal itu tidak akan bermanfaat bagimu ataupun baginya. --- Atas dasar kemauan dan komitmen, kamu dan pasangan berusaha untuk menghadapinya berdua. Lalu, apa yang bisa dilakukan? Hadapi pacaran beda agama dengan cara ini: Pahami perbedaan budaya yang akan dijalani Agama adalah prinsip atau pedoman hidup yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain, rutinitas seseorang biasanya akan mengacu pada ajaran agama yang dianutnya. Dalam menjalani hubungan beda agama, kalian harus bisa memahami dan mengerti rutinitas masing-masing yang mengacu pada agama atau bagaimana kalian memaknai sebuah peristiwa hingga mengekspresikan emosi. Saling mendalami agama yang dianut Lakukan tanpa paksaan. Kalian bisa saling berbagi informasi soal agama masing-masing sehingga kamu dan si dia bisa lebih memahami pribadi masing-masing. Namun, sebaiknya kamu sudah mendalami agamamu lebih dulu sebelum membaginya dengan pasangan. Tidak mencoba mengubah keyakinan pasangan Jangan pernah berpikir untuk mengubah keyakinan pasangan demi membuat hubungan kalian lebih lancar, apalagi kalau si dia ternyata punya keyakinan yang cukup kuat. Bukan hanya hal ini hanya akan memicu konflik besar, kamu juga akan memberikan kesan tidak bisa menerima pasangan seutuhnya. Mendiskusikan masa depan Mungkin hubungan kalian sudah cukup serius. Ada baiknya untuk mendiskusikan soal masa depan, seperti bagaimana upacara pernikahan nanti? Mungkinkah upacara pernikahan dilakukan dalam dua agama? Bagaimana agama yang akan dianut oleh anak-anak kalian nanti? Pastikan kamu dan pasangan mendiskusikan hal ini agar tak ada "kejutan" di masa depan. Selain itu, kalian pun akan merasa lebih yakin dan aman saat menjalani hubungan berdua. Sumber: IDN Times & Herworld
 04 Jan 2021    13:00 WIB
Cari Jodoh Lewat Tinder? Ikuti 3 Tips Ini!
Cari jodoh di tengah pandemi? Enggak mustahil kok! Solusinya: dating apps. Tinder, Bumble, Match, dll, you name it. Sah-sah aja kok! Bahkan aku pun juga ketemu pacarku yang sekarang dari Tinder. Kalau mau tau lebih jauh tentang pengalamanku ketemu pacar lewat Tinder, bisa cek video youtube-ku yang ini https://youtu.be/gcrLPCoLdnY! Oke, kita langsung bahas aja yuk. 3 tips cari pasangan lewat dating apps! 1.      Pemilihan Profile Picture I cannot stress this enough. Pemilihan profile picture itu penting banget! Jangan sembarangan pilih foto karena itu bakal mempengaruhi first impression orang-orang terhadap kamu. Memang sih, looks are not everything. Sifat dan kepribadian orang memang jauh lebih penting. Eitssss, tap ikan ini dating apps? Realitanya, orang enggak akan bisa kenal personality-mu kalau enggak tertarik denganmu terlebih dahulu dari foto. Setidaknya, pemasangan fotomu harus terlihat rapi dan menarik. Berikut ini aku beri beberapa tips pemilihan foto ya: - Foto pertama harus fotomu sendirian, jangan sama temen! Ini penting banget karena ketika orang ketemu profil Tinder-mu, dia akan bingung kamu yang mana, dan malah berujung swipe left profil-mu. Pastikan beberapa 2-3 foto awal itu pakai fotomu sendirian ya. - Foto selanjutnya baru foto dengan teman! Supaya menandakan kamu juga friendly dan punya kehidupan sosial. Namun hindari memasang foto berdua dengan teman lawan jenis ya! - Kalau bisa masukkan foto dengan hewan di salah satu fotomu. Ini tips yang telah terbukti efektif! Kalau kamu foto dengan hewan (kucing, anjing, hamster, apapun), maka akan lebih tinggi probabilitas orang untuk swipe right profil Tinder-mu. Enggak harus hewan peliharaan sendiri kok, punya temen juga boleh! 2. Pengisian Bio Kesalahan utama orang-orang = bio-nya kosong! Jangan sampai kamu enggak isi bio Tinder-mu! Itu adalah kesempatanmu untuk menceritakan sedikit tentang dirimu. Kamu suka nonton film? Masukkin bio. Kamu suka olahraga? Masukkin bio. Informasi tentang kamu itu bisa jadi bahan perbincangan untuk mengobrol di chat nantinya! Selain itu, kamu juga bisa memasukkan jokes untuk membuat bio-mu terlihat lebih light hearted dan menyenangkan. After all, who wouldn’t love a little bit of laugh right? 3. Chat "Intro?" "Lagi apa?" "Hi." Stop mulai chat pakai kalimat-kalimat di atas ya! Semuanya boring dan tidak menarik. Kamu bisa memulai chat-mu dengan menanyakan hal yang tertulis di bio orang tersebut. Itu menandakan kamu tertarik untuk mengenal pribadi orang itu lebih jauh dan dapat mencari common ground dari sana. Selain itu, kamu juga dapat melontarkan joke ringan di awal pembicaraan. Hal ini dapat membuatmu terlihat friendly dan lebih stand out dari orang lain. Entah kamu perempuan ataupun laki-laki, kamu boleh kok memulai chat duluan! Kalau kamu ingin tau lebih banyak soal dating tips dan sex life, bisa follow aku untuk dapat informasi lebih lanjut! Follow me on Instagram @jenniferelim and see you there!
 04 Jan 2021    11:16 WIB
Keuntungan Sahabat Jadi Pacar
Saat Anda mulai memacari sahabat sendiri, banyak hal yang Anda dapatkan: seorang pelindung, rasa percaya diri, juga niat kuat untuk memastikan agar hubungan baru ini berhasil. Berikut beberapa keuntungan dari pacaran dengan sahabat yang akan membuat Anda menyadari bahwa it is absolutely worth it: Anda tahu persis apa yang dipikirkannya Oke, mungkin tidak 100% tahu persis apa yang ada dalam pikirannya, tapi paling tidak, very close to 100%. Anda sudah bersahabat sejak lama, sehingga sudah hafal hal-hal yang membuatnya senang ataupun mengganggunya, bahkan bisa jadi Anda sudah hafal tabiatnya saat berhadapan dengan situasi tertentu. Jika biasanya hubungan baru seringkali dipenuhi keraguan di antara kedua belah pihak, kali ini rasanya Anda tak perlu melalui tahap itu. Anda tak akan berhenti saling meledek satu sama lain Dengan berubahnya status Anda berdua, bukan berarti Anda akan kesulitan untuk saling bercanda atau make fun of each other. Sebaliknya, ada suatu kenyamanan tersendiri yang didapatkan saat Anda pacaran dengan sahabat sendiri. Tak ada lagi fase "jaga image", Anda sudah merasa begitu nyaman dengan kehadiran masing-masing, sehingga keintiman pun lebih mudah didapatkan. Paling tidak, jika biasanya bercandaan kalian berakhir dengan pukulan ringan dan playful di lengan, kini bisa diakhiri dengan kecupan manis di dahi atau pipi. Fun, right? Pertengkaran pertama Anda akan terjadi lebih cepat dari perkiraan - but it's OK Sahabat Anda sudah tahu betul apa yang membuat Anda kesal, begitu pun sebaliknya. Lebih baiknya lagi, baik Anda maupun sahabat tak pernah menahan diri untuk mengatakan hal yang sebenarnya meskipun ada risiko perkataan tersebut akan menyakiti perasaan pasangan. Tapi, kedua belah pihak pun sudah tahu cara terbaik untuk berbaikan. Baca juga: Pacaran Sama Brondong? Siapa Takut
 25 Dec 2020    13:50 WIB
Hanya Tertarik Pada Orang Pintar? Mungkin Kamu Tipe Sapioseksual
Ketika ngobrolin soal orientasi seksual, pernahkah kamu mendengar sapioseksual? Sapioseksual merupakan istilah untuk menyebut seseorang yang terangsang secara seksual pada kecerdasan. Dengan kata lain mereka akan tertarik pada orang dengan kecerdasan tinggi dan mengutamakan karakter itu sebagai kriteria untuk memilih pasangan. Lalu, apa ciri-ciri seorang sapioseksual? Yuk cek di bawah ini, mungkinkah kamu termasuk sapioseksual? Perlu waktu lama untuk penjajakan Seorang sapioseksual biasanya butuh waktu lama untuk mengenal seseorang sebelum memutuskan berpacaran dengannya. Bahkan terkadang hubungan asmara diawali dulu dengan pertemanan. Sebab dia harus mengenali orang tersebut dengan lebih mendalam dan bukan dari 1-2 kali pertemuan saja. Menghindari obrolan ringan Seorang sapioseksual biasanya lebih memilih topik yang berat dan serius untuk dibahas daripada hal-hal receh atau sekadar basa-basi. Sebab mereka akan terangsang dengan pembicaraan yang cerdas. Jadi jika pasangan atau gebetan kamu terus membuatmu berpikir lebih kritis tentang banyak hal, kemungkinan besar mereka tertarik pada kecerdasan dan wawasan dibandingkan hal untuk bersenang-senang. Tertarik kepada Kerendahan Hati Selain fokus dengan kecerdasan pasangannya, seorang sapioseksual juga tertarik dengan kerendahan hati. Secara alami mereka tertarik dengan orang-orang yang memiliki empati, penuh kasih dan memahami orang lain dengan lebih baik karena itu salah satu ciri kecerdasan. Selalu memuji kecerdasan Apakah kamu sering dipuji dalam sebuah proses atau dipuji saat memberikan pengetahuan baru ke pasangan? Jika ya, bisa jadi dia adalah sapioseksual. Mereka secara alami tertarik pada orang-orang yang menunjukan pemahaman dan kecerdasan yang lebih tinggi. Kalau hal tersebut kerap terjadi pada kamu berarti pasangan ada kecenderungan sapioseksual. Jenis pintar bagimu nggak cuma pintar yang "kutu buku" Meski seorang sapioseksual tertarik pada orang pintar, yang dimaksud pintar di sini bukan hanya yang pintar akademis. Kecerdasan emosional juga penting buatmu. Kamu juga melihat kemampuan seseorang memecahkan masalah dengan baik termasuk kategori cerdas. Tapi kalau kamu memang suka tipe-tipe yang kutu buku juga ada kemungkinan kamu termasuk sapioseksual seperti dilansir dari Bustle. Jadi, ada berapa tanda yang sesuai dengan dirimu? Baca juga: FETISH Sumber: Detik
 25 Dec 2020    11:00 WIB
Bahagiakan Dirimu Sendiri Sebelum Membahagiakan Orang Lain
Jujur sama gue, apakah kalian termasuk orang orang yang meletakkan kebahagiaan orang lain diatas kebahagiaan diri lo sendiri? Sering kali kita bertanya "orang lain gapapa gak ya?" Tapi pernah gak sih kalian nanya sama diri sendiri "gue gapapa gak sih ini?", "apakah gue baik-baik aja?" Banyak dari kita yang gagal menjaga kebahagiaan diri sendiri hanya karena terlalu fokus membahagiakan orang lain. Tell me, udah berapa kali kamu merelakan kebahagiaan kamu demi melihat orang yang kamu sayang bahagia? Berapa kali kamu menahan rasa sakit hati dan kecewa hanya karena memperhatikan perasaan orang lain? Menyenangkan orang lain memang baik dan kita juga memang tidak boleh terlalu egois demi kebahagiaan diri sendiri. Tapi pernah gak sih kamu bertanya "sebenarnya apa sih alasan gue buat ngebahagiain orang ini?" sebelum memutuskan untuk membahagiakan orang lain, pastikan kamu mengetahui tujuan mengapa harus melakukan hal tersebut. Pastikan apa yang kamu lakukan ini tidak menyakiti dirimu sendiri. Pastikan sebelum membuat orang lain bahagia kamu merasa ikhlas, jangan sampai kamu membahagiakan orang lain dengan harapan mendapat imbalan. Jika ternyata tidak sesuai ekspektasi, jangan kecewa dan justru menyalahkan keadaan. Bahagiakan dirimu sendiri, sebelum membahagiakan orang lain. Tanya keadaan dirimu sendiri, sebelum bertanya tentang keadaan orang lain. Kamu berhak bahagia dan membahagiakan semua orang bukanlah tugasmu dan senyum orang lain bukan tanggung jawabmu. Kebahagiaan ada didalam tangan masing masing individu. Jadi, selamat berbahagia untuk kita semua. - SISIL -
 24 Dec 2020    21:00 WIB
Ini Keuntungannya Pacaran dengan Pria Lebih Muda
Menurut sebuah studi kecil yang dilakukan pakar hubungan dan psikologi Justin Lehmiller, wanita yang berkencan dengan pria yang jauh lebih muda dari mereka cenderung merasa lebih bahagia dan puas. Lehmiller melakukan survei terhadap 200 orang wanita, termasuk yang berpacaran dengan pria yang lebih muda dari mereka, lebih tua, dan seumuran. Sebagai hasilnya, wanita yang menjalin hubungan dengan pria 10 tahun lebih muda adalah pasangan yang paling bahagia. Mereka juga diklaim lebih berkomitmen pada hubungannya dibandingkan dengan wanita yang berpacaran dengan pria lebih tua atau yang seumuran. Selain merasa lebih bahagia, berikut ini ada beberapa keuntungan yang bisa didapat wanita jika memiliki pacar yang lebih muda darinya. Perspektif Baru yang Menyegarkan Seiring dengan berjalannya hidup, Anda akan mengembangkan pandangan hidup yang sesuai dengan setiap hal yang Anda alami. Nah, tanpa disadari, seringkali hal ini membatasi sudut pandang Anda. Ketika Anda menghabiskan waktu dengan seseorang yang lebih muda, maka Anda akan mendapatkan akses kepada perspektif baru yang lebih "fresh". Ia akan membuka mata Anda dan menginspirasi Anda in ways you didn't know existed. Pikiran Lebih Terbuka Kembali lagi, seiring dengan bertambahnya usia, seringkali yang terjadi adalah Anda akan "terjebak"  dalam berbagai kebiasaan sehari-hari dan terlanjur masuk zona nyaman. Saat Anda memacari pria lebih muda, kebiasaan-kebiasaan tersebut belum terlalu kuat dalam mengisi kesehariannya, sehingga lebih mudah bagi Anda untuk "menegosiasi"  hubungan Anda. Dalam hal ini, misalnya di mana Anda akan makan malam, atau film apa yang akan Anda tonton hari ini. Pria lebih muda menawarkan exciting things dalam hubungan Anda. Semangat yang Berlimpah Seiring dengan bertambahnya usia, terkadang Anda akan dilanda perasaan, "Oke, saya pernah melakukannya. Been there, done that. Next!" Tapi, jika Anda kembali mendapatkan pengalaman yang sama bersama pria lebih muda (yang baru merasakan pengalaman tersebut untuk pertama kalinya), maka Anda aklan mendapatkan manfaat dari antusiasme yang ditunjukkan olehnya. Anda akan merasa kembali muda, yang merupakan salah satu alasan wanita memacari pria lebih muda. Baca juga: Pacaran Sama Brondong? Siapa Takut! Sumber: CNN & Herworld