Your browser does not support JavaScript!
 28 Jul 2019    08:00 WIB
6 Makanan Enak Tapi Musuh Bebuyutan Jantung
Siapa yang tidak suka makan makanan yang enak, rasanya yang gurih mampu menggugah selera Anda. Makanan yang enak biasanya akan membuat Anda ketagihan dan ingin terus tambah dan tambah. Namun Anda harus berhati-hati karena makanan-makanan yang enak tersebut memang bersahabat dengan lidah tapi tidak dengan kesehatan tubuh Anda. Dewasa ini makin banyak penyakit yang dialami karena pengaruh makanan yang tidak sehat seperti kencing manis, gangguan ginjal, hati dan yang paling sering penyakit jantung. Karena penyebab kematian di Indonesia paling banyak adalah penyakit jantung. Maka akan dibahas mengenai makanan enak namun merusak kinerja jantung Anda. Untuk mencegah agar Anda tidak terserang penyakit seperti penyakit jantung, salah satunya cara adalah harus mengurangi makanan perusak jantung tersebut. Berikut ini adalah 6 jenis makanan yang enak tapi tanpa sadar merusak jantung Anda: 1.      Sosis Siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini, entah dibakar atau digoreng rasanya memang enak. Mudah dibuat bahkan ada yang siap untuk dimakan langsung. Namun Anda harus berhati-hati dengan makanan yang satu ini. Sosis mengandung lemak jenuh, natrium berlebih, dan bumbu yang tidak sehat. Apabila Anda mengkonsumsi sosis terlalu banyak, maka bahan-bahan yang berbahaya dalam sosis akan merusak jantung. Sehingga jantung mudah lelah dan mudah terkena penyakit. 2.      Minuman bersoda Sambil makan sosis biasanya ditemani dengan minuman soda, rasanya yang menggoda dan menggugah selera. Terlebih saat udara sedang panas, pasti rasanya sangat menyegarkan. Namun harus Anda ketahui minuman bersoda mengandung zat pemanis buatan, pewarna serta pengawet. Semua zat itu berbahaya bagi tubuh. Konsumsi soda berlebihan dapat mengganggu kesehatan jantung, makin lama jantung akan semakin melemah. 3.      Pop corn Pop corn merupakan camilan wajib saat menonton film. Rasanya sangat menyenangkan saat menonton film kesukaan kemudian ditemani camilan yang satu ini. Kandungan perfluorooctanoic acid (PFOA) dalam makanan kemasan seperti popcorn yang dimasak dalam microwave dapat memicu penyakit jantung. 4.      Kentang goreng Makanan yang juga menggoda selera yaitu kentang goreng. Makanan yang satu ini memiliki rasa yang enak dan gurih membuat semua orang menyukainya dan merasa ketagihan. Namun perlu Anda ketahui bahwa kentang goreng mengandung lemak jenuh dan natrium yang juga bisa memicu menurunnya kesehatan jantung. Jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus, kesehatan jantung Anda akan terancam. Terlebih biasanya orang Indonesia mempunyai kebiasaan mengonsumsi kentang goreng dengan nasi sehingga Anda terlalu banyak konsumsi karbohdirat yang memicu penyakit kencing manis. 5.      Pizza Siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini. Rasanya yang enak terlebih bila dimakan saat panas ditambah dengan irisan keju membuat makanan ini menjadi makanan favorit semua orang. Namun perlu Anda ketahui bahwa sepotong irisan pizza mengandung 9,8 gram lemak dengan 4,4 gram lemak jenuh, dan 551 mg natrium. Maka dapat dipastikan bahan-bahan tersebut akan merusak jantung, apalagi biasaya orang masih merasa kurang bila hanya makan satu iris pizza. 6.      Pasta atau Spaghetti Bila makan pizza maka menu pendampingnya adalah pasta atau spaghetti. Namun tahukah Anda bahwa pasta yang dihidangkan secara cepat saji direstoran mengandung 1430 kalori, 81 gram lemak dan 41 gram lemak jenuh dan 4540 natrium. Bisa dibayangkan berapa banyak bahan-bahan jahat yang masuk dalam tubuh Anda, saat mengonsumsi sepiring pasta. Makanan yang disebutkan diatas memang makanan enak yang bisa menggoyang lidah Anda. Namun perlu Anda perhatikan, bahwa makanan tersebut dapat mengancam kesehatan jantung Anda. Bila merasa sayang dengan jantung Anda, maka mulai sekarang batasi konsumsi makanan tersebut... Baca juga: Ketahui Empat Gejala Awal Jantung yang Tidak Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 22 Aug 2018    08:00 WIB
Waspada Nyeri Dada Kiri Adalah Tanda Awal Jantung Koroner
Apa itu nyeri dada?Gejala paling umum dari penyakit jantung coroner adalah  angina atau angina pectoris yang juga dikenal sebagai nyeri dada. Angina dapat digambarkan sebagai ketidaknyamanan, berat, tertekan, sakit, terbakar, rasa penuh, seperti diremas, atau nyeri akibat penyakit jantung coroner. Seringkali angina diduga sebagai nyeri lambung. Angina biasanya dirasakan di dada sebelah kiri, tetapi nyeri dapat menjalar ke bahu, lengan, tenggorokan, rahang atau punggung Jika anda mengalami gejala ini, anda harus lebih waspada. Jika anda belum pernah didiagnosa dengan penyakit jantung, anda harus segera mencari penyebab nyeri tersebut. Jika anda sudah pernah mengalami angina sebelumnya, gunakanlah obat angina anda seperti yang dianjurkan dokter anda dan amatilah gejala angina anda apakah pola angina anda teratur atau makin memburuk. Apa penyebab angina?Angina terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang sehingga mempengaruhi pengiriman oksigen ke jantung yang penting untuk memberi nutrisi ke sel otot jantung. Ketika hal ini terjadi, otot jantung harus menggunakan sumber lain sebagai energi untuk menjalankan fungsinya memompa darah ke tubuh. Sumber energy ini berupa asam laktat.tetapi asam laktat terbukti tidak efisien karena dapat menumpuk di otot jantung dan menyebabkan rasa sakit. Beberapa obat angina bekerja dengan menghambat penggunaan asam laktat ini sebagai sumber energi. Apakah jenis angina?Jenis-jenis angina adalah :•  Angina stabil. Rasa sakit yang timbul dapat diprediksi dan muncul hanya pada saat beraktivitas atau dalam tekanan emosi  dan menghilang saat beristirahat•  Angina tidak stabil. Hal ini bisa merupakan gejala terjadinya serangan jantung. Nyeri yang dirasakan berbeda dengan nyeri angina biasa atau nyeri yang terjadi •  Angina Prinzmetal itu. Ini adalah ketika angina terjadi saat istirahat, ketika tidur, atau bila terkena suhu dingin. Dalam kasus ini, gejala tersebut disebabkan oleh penurunan aliran darah ke otot jantung dari kejang arteri koroner. Bisakah Angina Terjadi Tanpa Penyakit Koroner?Angina dapat terjadi tanpa adanya penyakit koroner apapun. Sampai dengan 30% orang dengan angina dengan masalah katup jantung yang disebut stenosis aorta, yang dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke arteri koroner dari jantung. Orang dengan anemia berat mungkin memiliki angina karena darah mereka tidak membawa cukup oksigen. Orang dengan otot-otot jantung menebal membutuhkan lebih banyak oksigen dan dapat memiliki angina ketika mereka tidak mendapatkan cukup. Baca juga: Benarkah Stress Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Serangan Jantung? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 26 Sep 2016    18:00 WIB
Golongan Darah Tentukan Resiko Terjadinya Penyakit Jantung, Benarkah?
Tahukah Anda bahwa golongan darah seseorang ternyata juga turut berperan dalam meningkatkan atau menurunkan resiko terjadinya serangan jantung? Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang bergolongan darah A, B, atau AB memiliki resiko menderita penyakit jantung yang lebih tinggi dan memiliki usia yang lebih pendek dibandingkan dengan orang yang bergolongan darah O. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 50.000 orang paruh baya dan orang lanjut usia di negara Iran selama sekitar 7 tahun. Para peneliti kemudian menemukan bahwa orang yang tidak bergolongan darah O memiliki resiko kematian karena penyebab apapun yang lebih tinggi (9% lebih tinggi) dan lebih sering meninggal karena penyakit jantung dan pembuluh darah (15% lebih tinggi) dibandingkan dengan orang yang bergolongan darah O. Walaupun demikian, para peneliti mengatakan bahwa bukan berarti orang bergolongan darah selain O pasti mengalami penyakit jantung atau meninggal lebih cepat. Hal ini dikarenakan terjadinya penyakit jantung dan seberapa lama umur seseorang juga dipengaruhi oleh banyak hal lainnya, termasuk seberapa sering seseorang berolahraga dan bagaimana keadaan kesehatan orang tersebut secara keseluruhan.  Baca juga: 10 Hal Yang Anda Lakukan Ini Bisa Membuat Jantung Makin Sehat. Berani Coba???  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: newsmaxhealth
 18 Sep 2016    15:00 WIB
Ketahui Empat Gejala Awal Jantung yang Tidak Sehat
Jantung merupakan salah satu organ vital pada tubuh manusia, karena bertugas memompa darah, membawa nutrisi  dan oksigen yang akan di distribusikan keseluruh tubuh. "Ketika Jantung mengalami gangguan gejalanya akan timbul di berbagai bagian tubuh," ujar Jonathan Goldstein, ahli jantung dari St. Michael's Medical Center di Newark, New Jersey. Mari Ketahui berbagai tanda jantung yang tidak sehat: SAKIT PADA RAHANG & TELINGA Sakit pada rahang memang menjadi gejala yang misterius karena terjadi akibat beberapa sebab, tapi kadang bisa juga menjadi petunjuk dari penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Kondisi ini terjadi karena jaringan jantung yang rusak mengirimkan sinyal ke sumsum tulang belakang hingga mempengaruhi saraf di sepanjang rahang hingga telinga. Rasa sakit yang muncul berbeda dengan sakit gigi atau infeksi telinga yang biasanya hanya di satu titik, tapi lebih bersifat menyebar dan kadang mempengaruhi bahu serta lengan terutama di bagian kiri.   GANGGUAN PENCERNAAN Serangan gangguan pencernaan parah dan mual bisa menjadi tanda awal serangan jantung atau myocardial infarction, terutama pada perempuan. Dalam sebuah penelitian diketahui perempuan 2 kali lebih mungkin mengalami muntah, mual dan gangguan pencernaan selama beberapa bulan menjelang serangan jantung dibanding laki-laki. Kondisi ini terjadi karena sumbatan lemak di arteri akan mengurangi suplai darah ke jantung yang biasanya terjadi di dada kadang bisa muncul di perut. Hal ini tergantung pada bagian mana dari jantung yang mengalami gangguan. SAKIT LEHER Pasien yang telah mengalami serangan jantung kebanyakan baru menyadari bahwa ia sering merasa pegal, sakit dan rasa seperti tertarik di leher akibat ketegangan otot. Tanda ini sering terabaikan karena pasien lebih fokus pada rasa sesak atau sakit di bagian kiri dada. Kondisi ini terjadi karena saraf dari jaringan jantung mengirimkan sinyal rasa sakit yang naik turun ke sumsum tulang belakang yang membentang ke leher dan bahu. Nyeri ini tidak terletak pada satu tempat spesifik dan biasanya tidak hilang dengan kompres dingin, hangat atau pijat otot. PUSING & SESAK NAFAS Journal of the American Heart Association melaporkan lebih dari 40% perempuan melaporkan sering mengalami sesak napas dihari-hari sebelum serangan jantung.  Seseorang mungkin akan mengalami sesak napas, pusing atau pingsan bahkan saat tengah melakukan hal yang biasa seperti berjalan atau membersihkan rumah. Kondisi ini terjadi karena darah yang melalui arteri untuk membawa oksigen ke jantung tidak mencukupi. Plak yang menumpuk akan membuat jantung sulit mendapatkan oksigen yang cukup, sehingga kadang seseorang merasa sakit saat harus menarik napas dalam-dalam. Demikian empat tanda yang menunjukkan bahwa jantung tidak sehat, jika memiliki lebih dari dua tanda tersebut sebaiknya segera hubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan. Baca juga: Kolesterol Rendah Belum Tentu Jantung Sehat? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: Log Viva