Your browser does not support JavaScript!
 10 Oct 2019    16:00 WIB
Tanda dan Gejala Cedera Mata yang Patut Diwaspadai
Cedera pada mata tidak selalu mudah dikenali, terutama pada anak-anak. Cedera mata yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan bahkan kebutaan. Di bawah ini adalah beberapa gejala yang patut anda waspadai, yaitu: Nyeri pada mata Penglihatan kabur Robekan atau luka pada kelopak mata Gangguan pergerakan bola mata Salah satu mata terlihat lebih menonjol daripada mata yang lainnya Perubahan ukuran atau bentuk pupil Adanya darah pada bagian putih mata Adanya suatu benda asing pada mata atau di bawah kelopak mata yang sulit diangkat   Apa yang Dapat Anda Lakukan Bila Mengalami Cedera Mata ? Bila anda mengalami cedera pada mata baik ringan maupun berat, segera hubungi dokter anda untuk mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan secepatnya. Terlambatnya penanganan dapat berakibat serius bagi penglihatan anda, bahkan dapat menyebabkan hilangnya penglihatan dan kebutaan. Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan bila mengalami cedera pada mata, yaitu: Jangan menyentuh, menggosok, atau menekan mata anda Jangan mencoba untuk mengeluarkan suatu benda yang terlihat menyangkut atau benda yang terlihat menembus mata anda Jangan memberikan salep atau obat-obatan lainnya pada mata anda sebelum berkonsultasi dengan dokter Cuci mata anda yang terpapar bahan kimia dengan air bersih yang mengalir Tutup mata anda yang mengalami cedera dengan kasa sampai anda memperoleh pengobatan selanjutnya Baca juga: Pengaruh Gula Terhadap Mata  Penanganan secepatnya pada cedera mata dapat mencegah dan mengurangi berbagai komplikasi dan gangguan penglihatan yang tidak diinginkan. Segera hubungi dokter anda untuk pemeriksaan dan penanganan secepatnya.
 11 Mar 2019    16:00 WIB
Sekilas Info Mengenai Mata Merah (Konjungtivitis)
Mata merah atau konjungtivitis merupakan peradangan dan kemerahan dari membran jernih yang melapisi bagian putih mata dan membran pada kelopak mata bagian dalam. Konjungtivitis paling sering terjadi akibat infeksi virus atau bakteri. Selain itu; alergi, bahan kimia, dan suatu penyakit juga dapat menyebabkan terjadinya konjungtivitis.   Apakah Konjungtivitis Menular? Konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri sangat mudah menular. Infeksi dapat disebarkan dengan mudah melalui tidak mencuci tangan dengan baik atau dengan menggunakan benda yang sama dengan penderita. Selain itu, konjungtivitis juga dapat ditularkan melalui batuk dan bersin penderita. Anak-anak yang didiagnosa menderita konjungtivitis harus beristirahat di rumah selama sejangka waktu agar tidak menularkan infeksi pada anak-anak yang lain. Sementara itu, konjungtivitis yang disebabkan oleh alergi dan zat kimia biasanya tidak menular.   Berbagai Gejala Konjungtivitis yang Biasa Ditemukan Mata Merah Mata merah merupakan gejala klasik dari konjungtivitis. Konjungtivitis merupakan gangguan mata yang sering terjadi dan biasanya tidak berat serta tidak menyebabkan gangguan mata jangka panjang atau ketajaman penglihatan jika diobati dengan benar.   Kelopak Mata Membengkak dan Merah Gejala infeksi konjuntivitis biasanya dimulai dari satu mata dan akan menginfeksi mata lainnya dalam waktu beberapa hari. Bila konjungtivitis disebabkan oleh alergi, maka gejala biasanya mengenai kedua mata. Pembengkakan pada kelopak mata lebih sering terjadi pada konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri dan alergi.   Mata Berair Konjuntivitis yang disebabkan oleh infeksi virus dan alergi biasanya menyebabkan mata lebih berair daripada biasanya.   Mata Terasa Gatal Atau Seperti Terbakar Gejala yang satu ini seringkali dialami oleh para penderita konjungtivitis.   Belekan Bila cairan yang keluar dari dalam mata berwarna jernih dan encer, maka kemungkinan besar Anda menderita konjungtivitis virus atau alergik. Akan tetapi, bila cairan yang keluar berwarna kuning-kehijauan dan banyak, maka kemungkinan besar konjungtivitis yang Anda alami adalah konjungtivitis bakterial.   Mata Tidak Dapat Membuka Jika Anda terbangun dan sulit membuka mata Anda, maka kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh belekan yang menumpuk saat tidur.   Mata Menjadi Lebih Sensitif Terhadap Cahaya Konjungtivitis dapat membuat mata Anda menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Jika Anda mengalami gejala yang lebih berat seperti perubahan ketajaman penglihatan, perubahan sensitivitas terhadap cahaya yang berat, atau nyeri berat; maka hal ini menandakan bahwa infeksi telah menyebar lebih dalam dari sekedar konjungtiva, yang berarti Anda harus segera pergi ke dokter.   Terasa Seperti Ada Benda Asing di Dalam Mata (Mengganjal) Selain berbagai gejala di atas, konjungtivitis juga dapat membuat penderitanya merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalam matanya.   Kapan Mata Merah Berarti Bahaya? Mata merah atau konjungtivitis yang berlangsung dalam waktu yang lama dapat merupakan tanda adanya alergi atau infeksi yang membutuhkan pengobatan. Selain itu, mata merah juga dapat merupakan gejala dari infeksi kelopak mata (blefaritis) atau iritasi kornea (mata kering). Lebih jarang lagi, konjungtivitis juga dapat merupakan gejala dari gangguan sistemik seperti artritis reumatoid, lupus, atau inflammatory bowel disease seperti kolitis ulserativa dan penyakit Crohn. Selain itu, konjungtivitis juga dapat ditemui pada orang yang menderita  penyakit Kawasaki, suatu penyakit langka yang biasanya menyebabkan terjadinya demam pada bayi dan anak-anak.   Baca juga: Pengaruh Polusi Terhadap Kesehatan Mata   Pengobatan Konjungtivitis Konjungtivitis bakterial biasanya diobati dengan pemberian tetes mata, salep, atau pil antibiotika. Sementara itu, sebagian besar konjungtivitis virus tidak membutuhkan pengobatan apapun, gangguan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 4-7 hari. Gejala konjungtivitis alergika biasanya akan membaik setelah alergen dihindari atau disingkirkan. Konjungtivitis karena zat kimia biasanya membutuhkan terapi cuci mata selama 5 menit dan pengobatan dokter segera. Untuk mengurangi rasa nyeri dan membersihkan cairan atau belekan yang keluar dari dalam mata, gunakanlah kompres dingin atau hangat. Pastikan Anda menggunakan kain yang berbeda untuk membersihkan setiap mata untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi. Ingatlah untuk selalu menggunakan kain bersih setiap kali membersihkan mata. Bersihkanlah belek dari bagian dalam ke bagian luar mata.   Berapa Lama Konjungtivitis Dapat Menular? Konjungtivitis bakterial biasanya menular hingga 24 jam setelah penggunaan antibiotika dimulai. Sementara itu, untuk konjungtivitis viral, Anda dapat menularkan infeksi pada orang lain selama gejala masih berlangsung.   Bagaimana Cara Mencegah Penularan? Jika Anda atau anak Anda menderita konjungtivitis, jangan menyentuh area mata dan cucilah tangan lebih sering, terutama setelah Anda mengoleskan obat pada area mata yang terkena. Jangan pernah gunakan handuk atau sapu tangan yang sama dengan orang lain, dan pastikan Anda selalu membuang tisu yang telah Anda gunakan. Gantilah sarung bantal dan handuk Anda setiap hari, serta bersihkan semua area rumah yang telah Anda sentuh seperti bak mandi dan kenop pintu. Buanglah semua riasan yang Anda gunakan selama sakit.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 02 Sep 2018    08:00 WIB
Cedera Pada Bola Mata
Apakah cedera bola mata itu? Kebanyakan luka di sekitar mata lebih mengenai kelopak mata dibandingkan bola mata. Luka yang mengenai bola mata, kebanyakan dangkal dan kecil. Meskipun begitu, beberapa luka mengenai bagian putih mata (sklera) atau bagian transparan pada permukaan mata (kornea), dan menembus ke bagain dalam mata. Beberapa luka dapat menyebabkan pecahnya bola mata. Bola mata juga dapat pecah akibat trauma tumpul yang keras. Beberapa luka bisa benar-benar merusak struktur yang diperlukan untuk penglihatan. Luka pada mata juga berisiko untuk mengalami infeksi di dalam mata (endophthalmitis).   Apa penyebab dari cedera bola mata? Luka pada mata dapat disebabkan oleh trauma tajam atau trauma tumpul yang keras pada bagian mata.   Apa saja gejala dari cedera bola mata? Kebanyakan orang dengan bola mata yang pecah hampir tidak bisa melihat. Mata seringkali benar-benar berubah dan pupil dapat berubah bentuk seperti tetesan air mata. Kadangkala terdapat cairan yang keluar dari mata.   Apakah pengobatan untuk cedera bola mata? Operasi perbaikan seringkali diperlukan, kecuali untuk beberapa luka yang hanya mengenai membran mukosa tipis yang melindungi kornea (konjungtiva). Sebelum operasi, antibiotik diberikan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi di dalam mata. Antibiotik diberikan melalui pembuluh darah (intravena). Pemberian salep mata harus dihindari. Pelindung mata ditempelkan di atas mata untuk menghindari tekanan yang tidak disengaja yang bisa menekan keluar isi mata melalui luka yang ada. Jika diperlukan, obat-obat untuk menghilangkan rasa mual bisa diberikan untuk mencegah muntah. Obat tetes mata untuk melebarkan pupil diberikan untuk membantu mencegah terbentuknya jaringan parut pada bagian berwarna mata (iris). Obat-obat untuk mengatasi nyeri diberikan melalui pembuluh darah atau, jika operasi perbaikan tidak diperlukan, diberikan melalui mulut. Bahkan setelah semua terapi medis dan pembedahan yang dapat dilakukan, luka yang serius bisa menyebabkan hilangnya penglihatan sebagian atau total. Pada kasus yang sangat jarang, setelah luka serius pada bola mata (atau luka akibat operasi mata), mata yang tidak terluka menjadi meradang (sympathetic ophtalmia), yang bisa mengakibatkan hilangnya penglihatan sebagian atau bahkan kebutaan jika dibiarkan dan tidak diobati. Seringkali, kortikosteroid tetes, pil, dan suntikan bisa mencegah reaksi ini dengan efektif. Dokter mungkin akan mengangkat mata yang rusak, yang tidak dapat diperbaiki lagi (irreversible), untuk mencegah terjadinya sympathetic ophthalmia. Ingin mengetahui lebih dalam mengenai cedera bola mata? Baca juga: Lindungi Mata Anda Dari Katarak   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 13 Oct 2017    18:00 WIB
Tips Untuk Melindungi Mata Dari Cedera
Cedera yang terjadi pada mata dapat berupa cedera ringan yang menyebabkan gangguan penglihatan sementara atau cedera berat yang dapat menyebabkan kebutaan. Apapun penyebabnya, kebanyakan cedera pada mata dapat dicegah.   Gunakan Pelindung Mata Gunakanlah kacamata pelindung mata saat anda akan melakukan berbagai kegiatan berbahaya. Kacamata pelindung ini dapat melindungi anda dari berbagai objek yang berterbangan, debu, atau berbagai bahan kimia.   Hati-hati Terhadap Cairan Pembersih Bacalah terlebih dahulu cara penggunaan berbagai cairan pembersih atau pemutih sebelum anda mencampurnya dengan berbagai bahan lainnya. Selain itu, jauhkan semua bahan kimia berbahaya, baik cair maupun semprot dari jangkauan anak-anak.   Awasi Anak Anda Pensil, gunting, garpu, karet, gantungan baju, dan pisau merupakan berbagai alat yang sering ditemukan pada rumah yang juga dapat menyebabkan cedera pada mata. Awasi berbagai kegiatan anak anda yang mungkin menggunakan berbagai alat tersebut.   Pilihlah Mainan Anak Anda Pilihlah berbagai jenis mainan anak anda dengan hati-hati. Jangan biarkan anak anda bermain dengan menggunakan pistol berpeluru bola plastik karena seringkali dapat melukai mata serta bagian tubuh lainnya. Hindari juga berbagai mainan lainnya yang dapat melemparkan benda, seperti busur atau ketapel.   Berhati-hatilah Terhadap Laser Pointer Hati-hatilah saat menggunakan laser pointer pada saat anda mengajar atau sedang melakukan presentasi. Jangan menyorotkan sinar laser pointer secara langsung pada mata seseorang walaupun hanya dalam waktu singkat (beberapa detik), karena hal ini dapat merusak retina secara permanen dan menyebabkan hilangnya penglihatan. Selain itu, jauhkan juga laser pointer ini dari jangkauan anak-anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Baca juga: 4 Jenis Penyakit Mata yang Sering Terjadi dan Pencegahannya Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  
 13 Oct 2017    11:00 WIB
WOW, Mata Ternyata Dapat Membunuh Bakteri Lho!
Tahukah Anda bahwa suatu jenis protein yang terdapat di dalam mata ternyata dapat membunuh berbagai jenis kuman penyebab penyakit? Para peneliti menemukan bahwa ada suatu bagian kecil dari protein keratin dalam mata yang memiliki peranan untuk membunuh berbagai jenis bakteri. Setelah membuat versi sintetis dari protein keratin ini, para peneliti menemukan bahwa molekul sintetis ini ternyata dapat membunuh beberapa jenis bakteri seperti: Bakteri penyebab radang tenggorokan, Streptococcus pyogenes Bakteri penyebab diare, E.coli Bakteri penyebab terjadinya infeksi kulit, Staphylococcus aureus Bakteri penyebab fibrosis kistik pada paru, Pseudomonas aeruginosa Penelitian ini sendiri dimulai saat para peneliti merasa penasaran mengapa mata manusia memiliki daya tahan infeksi yang sangat tinggi. Para peneliti pun menemukan bahwa tidak ada bakteri yang dapat hidup di permukaan mata manusia, berbeda dengan permukaan tubuh manusia lainnya. Melalui hasil kultur, para peneliti menemukan bahwa ada suatu jaringan kornea yang dapat membasmi berbagai bakteri patogen tersebut. Penelitian yang ada di dalam Journal of Clinical Investigation ini berhasil menemukan sumber "senjata" baru yang dapat membantu mengatasi infeksi yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri. Karena "senjata" baru ini relatif mudah dibuat, maka harganya pun tidak akan terlalu mahal. Hal lain yang juga menarik adalah karena sumbernya berasal dari dalam tubuh manusia, maka molekul ini pun pasti tidak beracun dan bersifat biocompatible (dapat diterima oleh tubuh manusia).   Baca Juga: Mengapa Air Mata Keluar Saat Memotong Bawang?   Jadi, apa sebenarnya protein keratin ajaib tersebut? Menurut para peneliti, partikel protein ini merupakan turunan dari cytokeratin 6A, salah satu protein pembentuk sitoplasma sel epitel. Selain dapat ditemukan pada sel epitel kornea mata manusia; protein ini juga dapat ditemukan pada kulit, rambut, dan kuku. Para peneliti menduga penyebab mengapa protein tersebut dapat ditemukan pada beberapa bagian tubuh tersebut adalah karena beberapa bagian tubuh tersebut merupakan bagian tubuh yang paling sering terpapar oleh berbagai jenis kuman sehingga memerlukan sistem pertahanan yang lebih.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur href="https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: berkeley
 01 Oct 2016    15:00 WIB
Penyebab dan Cara Mengatasi Mata Bengkak
Kulit di sekitar mata sangat sensitif dan tipis. Oleh karena itu, setiap pembengkakan kecil pasti akan terlihat. Yang menjadi permasalahan pada kantung mata biasanya hanyalah kosmetika semata dan jarang disebabkan kondisi medis yang serius. Namun biasanya dokter akan mendeteksi dan menyingkirkan kemungkinan penyebab lain yang dapat berkontibusi terhadap pembengkakan, seperti masalah ginjal atau tiroid atau alergi Dalam banyak kasus, bengkak akan hilang dengan sendirinya dengan pengobatan tertentu atau hanya dengan cukup istirahat. Namun, jika bengkak disertai dengan iritasi, gatal, nyeri, demam, atau gangguan penghilatan, hal tersebut bisa menjadi tanda terjadinya masalah lain pada mata. Berikut adalah beberapa penyebab pembengkakan di bawah mata:•  MenangisMenangis dalam waktu lama membuat seluruh mata membengkak karena retensi cairan pada kelenjar mata di sekitar kelopak mata•  Demam, flu, infeksi sinusSama seperti menangis, saat demam juga dapat terjadi retensi cairan pada kelenjar mata sehingga menyebabkan kelopak mata membengkak•  Kurang tidur atau kurang istirahatKurang tidur atau bekerja dengan komputer dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kelelahan mata, ketegangan mata yang dapat menyebabkan mata membengkak•  GenetikMata bengkak dan lingkaran hitam pada mata juga ditentukan oleh faktor genetik•  DietDiet kaya yodium yang banyak memasukkan garam akan menyebabkan tubuh menahan banyak cairan, dan membuat mata bengkak•  UsiaSaat usia semakin menua, kulit tipis di sekitar mata mulai kehilangan elastisitasnya dan akan menggantung sehingga terlihat seperti membengkak.Bayangkan Anda terbangun dengan mata bengkak pada hari yang sangat penting untuk Anda. ternyata ada beberapa perawatan alami yang bisa menghilangkan bengkak pada mata.Berikut adalah cara menghilangkan bengkak pada mata dan mencegahnya timbul kembali:•  Percikkan air dingin ke sekitar mata Anda•  Minum banyak air putih•  Kompres mata Anda menggunakan es yang dibungkus kain•  Tidur yang cukup•  Lakukan pijatan didaerah sekitar mata•  Batasai asupan sodiumTerkadang bengkak pada mata diikuti gejala-gejala lain yang dapat menjadi tanda kondisi serius. Jika hal ini terjadi segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan menyeluruh. Gejala-gejalanya adalah:•  Pembengkakan terjadi hanya pada satu mata•  Pembengkakan mata yang diikuti nyeri, gatal atau kemerahan•  Pembengkakan mata dalam waktu yang lama Baca juga: Pemeriksaan Mata Menggunakan Smartphone Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthmeup