Your browser does not support JavaScript!
 28 Aug 2019    08:00 WIB
Komplikasi Apa Yang Diakibatkan Pecahnya Implan Payudara Silikon ?
Pecahnya implan payudara silikon dapat menyebabkan rasa sakit pada payudara dan perubahan bentuk dari payudara. Pecahnya implan payudara silikon secara tidak terduga dapat menyebabkan kanker payudara, masalah reproduksi atau penyakit jaringan ikat, seperti artritis reumatoid (rematik sendi) Saat implan payudara silikon dimasukkan di dalam tubuh Anda, implan tersebut akan dikelilingi jaringan fibrosa/jaringan ikat. Ketika implan tersebut pecah, hal tersebut tidak dapat diketahui secara langsung karena silikon tersebut terjebak di dalam jaringan ikat, sehingga hal ini disebut sebagai "Silent Rupture". Pecahnya implan payudara dapat menyebabkan jaringan ikat sekitar payudara meradang. Selain itu dapat terbentuk jaringan parut. Hal ini akan menyebabkan: Nyeri atau bengkak pada payudara yang terkena Perubahan ukuran dan bentuk dari payudara Benjolan pada payudara yang terkena Terjadinya pelunakan atau pengerasan payudara yang terkena Apabila Anda memiliki implan payudara silikon dan menduga bahwa implan tersebut pecah, segera konsultasikan hal ini dengan dokter Anda. Dokter akan melakukan Tes Pencitraan seperti MRI Payudara untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Apabila Anda memiliki "Silent Rupture" dan tidak mempunyai gejala, maka pengobatan yang bisa dilakukan terserah pada Anda. Pada beberapa wanita akan menunggu dan melihat reaksi yang akan terjadi, namun ada juga yang lebih memilih untuk mengeluarkan dan mengganti implan tersebut. Tanyakan kepada dokter Anda untuk membantu menimbang baik dan buruk dari kedua pilihan tersebut. Pada keadaan implan payudara silikon yang pecah dan menimbulkan gejala, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan operasi pengangkatan implan tersebut, dan dapat langsung dimasukkan implan yang baru apabila hal itu diinginkan. Jika Anda memutuskan bahwa Anda tidak ingin implan payudara lagi, implan dapat dikeluarkan setiap saat. Anda mungkin perlu mengangkat payudara atau operasi korektif lainnya untuk membantu payudara Anda mempertahankan penampilan estetis.  Apabila seseorang memutuskan untuk tidak lagi menggunakan implan payudara, implan ini dapat diangkat kapan saja. Namun perlu dilakukan operasi pengangkatan implan dan operasi perbaikan untuk mempertahankan keindahan bentuk payudara. Perlu diingat bahwa implan payudara tidak dijamin untuk seumur hidup Bahkan, FDA (Food and Drug Administration) merekomendasikan untuk melakukan MRI payudara secara rutin. Hal ini perlu dilakukan untuk mendeteksi adanya "Silent Rupture". Tiga tahun pertama setelah implan tersebut dimasukkan dalam tubuh dan diulang setiap dua tahun sekali setelahnya.  Terjadi perdebatan mengenai pemeriksaan rutin MRI Payudara karena hal ini akan memakan biaya yang mahal dan bisa menyebabkan dilakukan operasi yang tidak perlu. Konsultasikan hal ini dengan dokter Anda untuk menentukan tindakan yang terbaik untuk Anda. Sumber : Mayoclinic 
 21 Sep 2018    11:00 WIB
Keluar Flek, Darah Menstruasi Atau Darah Implantasi???
Jika Anda sedang berusaha untuk memiliki momongan, maka datangnya menstruasi tentu akan membuat Anda kecewa. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa menempelnya janin pada rahim juga dapat menyebabkan perdarahan (darah implantasi) yang hampir mirip dengan menstruasi? Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui apakah Anda memang sedang mendapat menstruasi atau justru sedang hamil. Di bawah ini Anda dapat melihat apa beda daerah menstruasi dengan darah implantasi.   Apa Itu Perdarahan Implantasi? Memang agak sulit membedakan apakah perdarahan yang Anda alami merupakan darah implantasi atau darah menstruasi, terutama bila Anda sedang berusaha untuk memiliki momongan atau memiliki siklus haid yang memang tidak teratur. Pada keadaan normal, seorang wanita akan mengalami menstruasi sekitar 2 minggu setelah ovulasi. Dan karena sebagian besar wanita akan hamil selama mereka berada pada masa subur (setelah ovulasi), maka implantasi janin biasanya terjadi antara hari ke 10-14 setelah ovulasi. Hal ini berarti terjadinya darah implantasi ini akan bersamaan dengan jadwal menstruasi Anda.   Apakah Setiap Wanita Hamil Mengalami Perdarahan Implantasi? Memang benar bahwa darah implantasi merupakan salah satu tanda awal kehamilan. Akan tetapi, tidak semua wanita hamil mengalami hal ini. Hanya sekitar ¼ wanita hamil yang mengalami perdarahan saat implantasi. Darah implantasi biasanya menyebabkan perdarahan yang ringan atau spotting.   Berapa Lama Perdarahan Implantasi Berlangsung? Sebagian besar wanita hamil yang mengalami perdarahan implantasi mengalami perdarahan ringan atau spotting selama beberapa hari. Banyaknya darah biasanya hampir sama dengan banyaknya darah pada beberapa hari terakhir menstruasi. Akan tetapi, lamanya perdarahan implantasi berlangsung dapat berbeda-beda pada setiap wanita, mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari. Beberapa orang wanita hamil ada juga yang mengalami perdarahan implantasi yang cukup banyak dan berlangsung selama 4 hari, atau hampir sama dengan lamanya menstruasi normal. Jika Anda ragu, apakah Anda hamil atau tidak, dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack.   Apakah Anda Sedang Hamil? Jika Anda mengalami menstruasi yang lebih sedikit atau lebih singkat daripada biasanya, telah aktif secara seksual, dan tidak menggunakan pelindung atau kontrasepsi apapun, maka berasumsilah bahwa Anda sedang hamil. Beberapa gejala perdarahan implantasi yang dapat Anda temukan adalah: Darah yang keluar sedikit atau spotting, tidak seperti menstruasi Anda yang biasanya Perdarahan tidak berlangsung terus-menerus seperti halnya menstruasi biasa Darah tidak menetes keluar, Anda baru menyadari adanya bercak darah saat Anda membersihkan vagina dengan tisu Darah tampak berwarna kecokelatan atau merah muda Pola keluarnya darah berbeda dengan menstruasi biasanya. Pada menstruasi biasa, volume darah yang keluar biasanya sedikit pada awalnya, kemudian menjadi lebih banyak, dan kembali berkurang pada akhir masa menstruasi Perdarahan terjadi beberapa hari atau seminggu sebelum waktu menstruasi Anda. Perdarahan implantasi kadangkala dapat terjadi sebelum waktu menstruasi Anda Jika menstruasi Anda selalu teratur dan Anda sekarang mengalami spotting, segera lakukan pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack. Anda mungkin mengalami menstruasi biasa dan bukannya perdarahan implantasi bila Anda mengalami beberapa gejala berikut ini: Perdarahan yang keluar sama seperti menstruasi Anda yang biasanya Volume darah yang keluar sedikit pada hari-hari pertama, kemudian bertambah banyak, dan kemudian sedikit kembali Darah yang keluar berwarna merah terang dan mungkin terdapat bekuan darah di dalamnya Anda mengalami kram perut, perut kembung, dan nyeri pinggang Jika Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, maka mungkin akan sulit bagi Anda untuk menentukan apakah perdarahan yang sekarang sedang Anda alami merupakan perdarahan implantasi atau menstruasi biasa. Pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack dapat membantu Anda mengetahui apakah Anda sedang hamil atau tidak.   Baca juga: Tips Tidur Nyenyak Selama Kehamilan   Gejala Perdarahan Implantasi Selain perdarahan, Anda mungkin juga mengalami kram perut. Kram perut ini sedikit mirip dengan kram perut akibat menstruasi. Anda juga dapat mengalami kram perut saat implantasi berlangsung, walaupun Anda tidak mengalami perdarahan implantasi. Kram perut pada perdarahan implantasi terjadi karena sel telur yang telah dibuahi sedang berusaha untuk menempelkan dirinya pada dinding rahim. Hal ini mungkin akan memicu terjadinya kontraksi otot-otot rahim. Kram perut ini dapat berlangsung selama satu hingga beberapa hari. Hingga saat ini, para ahli masih belum mengetahui mengapa hanya sejumlah wanita saja yang mengalami kram perut dan perdarahan saat terjadinya implantasi. Perdarahan implantasi dapat juga disertai oleh terjadinya berbagai gejala kehamilan lainnya seperti sakit kepala, perubahan emosi, mood berubah-ubah, merasa sangat lelah, atau perut kembung.   Warna Darah Implantasi Warna darah implantasi dapat berbeda-beda pada tiap wanita. Pada sebagian besar kasus, warna darah implantasi yang terjadi adalah agak merah muda atau dapat pula berwarna merah terang. Hal ini dapat merupakan petunjuk bahwa darah yang keluar merupakan darah segar, yang berasal dari dinding rahim yang luruh. Jika darah yang keluar berwarna kecokelatan atau cokelat muda, maka hal ini berarti darah sudah lebih lama berada di dalam rahim dan mungkin baru dikeluarkan sekarang.   Bisakah Anda Mengalami Perdarahan yang Cukup Banyak Saat Implantasi? Perdarahan akibat implantasi janin pada rahim biasanya tidak banyak dan biasanya baru disadari saat Anda membersihkan vagina dengan tisu. Jika darah yang keluar cukup banyak, maka ada kemungkinan bahwa Anda telah mengalami keguguran. Selain akibat keguguran, perdarahan menstruasi yang cukup banyak dapat merupakan gejala dari kehamilan ektopik atau kehamilan mola. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk memastikan apakah Anda hamil atau tidak.   Gejala Awal Kehamilan Lainnya Selain kram perut dan perdarahan implantasi, ada beberapa gejala awal kehamilan lainnya yang perlu Anda perhatikan. Beberapa gejala awal kehamilan lainnya adalah perubahan pada payudara, yaitu payudara menjadi lebih besar (membengkak), sensitif, atau geli. Anda mungkin akan merasa sangat lelah. Sebenarnya gejala awal kehamilan hampir sama dengan gejala sindrom pre menstrual, hanya saja gejala yang dirasakan lebih berat. Anda juga dapat mengalami mual dan peningkatan frekuensi buang air kecil. Selain itu, Anda mungkin akan merasa ada suatu perubahan pada diri Anda. Percayailah insting Anda dan perhatikan apakah menstruasi Anda terlambat. Perlu diingat bahwa gejala kehamilan pada setiap wanita dapat berbeda-beda, bahkan setiap kehamilan pun dapat memiliki gejala yang berbeda. Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan kehamilan dengan bantuan alat test pack bila Anda tidak yakin apakah Anda sedang hamil atau tidak.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily