Your browser does not support JavaScript!
 06 Jul 2020    11:00 WIB
Manfaat Menyusui Bagi Kesehatan Sang Ibu
Tahukah Anda bahwa menyusui tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan bayi Anda, tetapi juga bagi Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa manfaat dari menyusui bagi sang ibu.   Baca juga: Tips Mencegah Terjadinya Nyeri Saat Menyusui   Menyusui Dapat Menyembuhkan Tubuh Anda Saat Anda menyusui, maka tubuh Anda akan memproduksi hormon oksitosin, yang akan membantu rahim Anda berkontraksi dan kembali ke ukurannya semula. Selain itu, adanya hormon ini juga dapat membantu mengurangi perdarahan rahim paska persalinan. Menyusui juga dapat mencegah payudara membengkak dan nyeri karena banyaknya ASI yang terdapat di dalamnya. Pembengkakan payudara ini dapat terjadi saat payudara sedang "mengubah" ASI yang dihasilkannya dari kolostrum menjadi ASI biasa atau saat Anda sudah beberapa hari tidak menyusui.   Menyusui Dapat Menurunkan Resiko Terjadinya Beberapa Penyakit Tertentu Menyusui dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   Menyusui Membantu Menurunkan Berat Badan Dengan Lebih Cepat Untuk memproduksi ASI, tubuh Anda membutuhkan sekitar 500 kalori setiap harinya. Dengan demikian, menyusui juga dapat membantu menurunkan berat badan Anda paska melahirkan, yaitu sekitar 1-2 kg setiap bulannya.   Menyusui Dapat Menghemat Pengeluaran Anda Selain mudah (tidak butuh botol dan tidak perlu menyiapkan susu), ASI juga bebas dari kuman penyakit dan membuat Anda dapat berhemat karena tidak perlu membeli susu formula bayi yang cukup mahal. Anda juga dapat memberikan susu pada bayi Anda kapan saja dan di mana saja. Menyusui juga membuat Anda dapat beristirahat dan membentuk ikatan dengan bayi Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 06 Jun 2020    08:00 WIB
Benarkah Telur Tidak Baik Bagi Ibu Hamil dan Janin?
Seorang ahli gizi bernama Elizabeth Ward berkata bahwa terdapat  banyak sekali manfaat pada satu telur dengan kalori yang hanya sekitar 90 kalori. Lebih dari 12 vitamin, mineral dan banyak protein penting untuk kehamilan terkandung dalam telur. Selain itu, Telur juga kaya akan kolin, yang secara keseluruhan mendorong pertumbuhan bayi dan kesehatan otak, sambil membantu mencegah cacat tabung saraf. Baca Juga: Seks Ketika Hamil, Cairan Sperma Tidak Berbahaya untuk Janin     Meski begitu, tidak jarang pula orang awam mengatakan bahwa telur mengandung kolesterol yang sangat tinggi. Hal itu memang benar. Akan tetapi, masalah kesehatan bisa timbul akibat konsumsi lemak jenuh. Sedangkan telur sendiri terbilang memiliki kandungan lemak jenuh yang sangat minim, hanya sekitar satu setengah gram setiap butirnya. Berikut beberapa tahap aman mengonsumsi telur bagi ibu hamil: 1. Pastikan telur benar-benar matang, untuk menghindari bakteri. Bila merebus telur sebaiknya dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa kotoran yang menempel. 2. Jika takut akan kandungan kolesterol bisa dimakan pada putihnya saja, karena putih telur mengandung protein yang baik untuk tubuh. 3. Jangan mengonsumsi telur mentah atau setengah matang ketika masa kehamilan karena meningkatkan risiko infeksi salmonella. Infeksi ini dapat menyebabkan persalinan prematur, kontraksi rahim, dehidrasi, diare dan muntah. Imbangi konsumsi telur dengan nutrsi-nutrsi lainnya, jika mengalami alergi telur segera hentikan konsumsinya.   Sumber: Info Sehat
 06 May 2020    11:00 WIB
Tips Lancarkan ASI Selama Bulan Ramadhan Bagi Para Ibu yang Berpuasa
Walaupun ibu menyusui sebenarnya tidak dianjurkan untuk berpuasa, apalagi bila bayi Anda masih berusia kurang dari 6 bulan, akan tetapi bila Anda tetap mau berpuasa, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hal ini dikarenakan ASI masih merupakan satu-satunya sumber makanan bagi bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, walaupun Anda harus berpuasa di siang hari, bukan berarti Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Selama puasa, Anda pun dapat tetap makan 3 kali sehari, hanya saja dengan waktu yang berbeda. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian Anda, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi diet seimbang, yang terdiri dari karbohidrat (50%), protein (30%), dan lemak (10-20%). Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu membuat produksi ASI Anda tetap lancar. Bagi ibu yang sedang menyusui, dibutuhkan sekitar 700 kalori tambahan setiap harinya, di mana 500 kalori tersebut diambil dari makanan ibu dan 200 kalori sisanya diambil dari cadangan lemak tubuh. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu yang sedang menyusui dan ingin berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makannya (3 kali sehari) dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi saat sahur dan setelah sholat tarawih. Dengan demikian, Anda akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas harian Anda dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu yang sedang menyusui tetapi ingin berpuasa adalah: Konsumsilah banyak air putih, setidaknya 2 liter setiap harinya, mulai dari saat berbuka hingga sahur Minumlah segelas susu setiap sahur untuk menurunkan resiko terjadinya anemia Konsumsilah minuman hangat saat berbuka puasa untuk menstimulasi pengeluaran ASI Baca juga: Manfaat Kurma Saat Puasa Sumber: aritunsa
 27 Apr 2020    16:00 WIB
Susah Tidur Selama Hamil ?
Wanita hamil seringkali mengalami gangguan tidur di malam hari dan merasa sangat lelah di siang hari pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan, seringnya buang air kecil dan rasa mual muntah di pagi hari dapat mengganggu tidur anda. Pada saat kehamilan anda mulai membesar, mimpi buruk dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda dapat membuat anda sulit tidur dengan nyenyak. Setelah melahirkan, bayi anda yang baru lahir atau depresi paska melahirkan juga dapat mengganggu tidur anda.   Penyebab Gangguan Tidur Selama Kehamilan Gangguan tidur pada saat kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda. Kedua hal ini dapat mempengaruhi kualitas tidur anda. Anda mungkin sulit menemukan posisi tidur yang nyaman atau di saat telah menemukan posisi tidur yang nyaman, anda ingin buang air kecil.   Gangguan Tidur Pada Trimester I Kehamilan (1-12 Minggu) Beberapa hal yang menyebabkan gangguan tidur pada saat awal kehamilan anda adalah: Sering terbangun karena ingin buang air kecil Rasa tidak nyaman pada tubuh atau stress secara emosional selama kehamilan Waktu tidur siang yang lebih lama   Gangguan Tidur Pada Trimester II Kehamilan (13-27 Minggu) Kualitas tidur anda akan membaik begitu anda memasuki trimester kedua kehamilan anda karena berkurangnya keinginan untuk buang air kecil di malam hari. Hal ini terjadi karena bayi anda telah semakin membesar dan bergerak ke atas sehingga tekanan pada kandung kemih anda menjadi berkurang. Akan tetapi, anda tetap dapat mengalami gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman pada tubuh anda atau akibat stress emosional.   Gangguan Tidur Pada Trimester III Kehamilan (28-40 Minggu)   Tidur anda akan sangat terganggu saat anda memasuki trimester ketiga kehamilan anda. Hal ini dapat disebabkan oleh: Rasa tidak nyaman karena perut anda yang besar Adanya rasa seperti terbakar di dada, kram pada kaki, dan tersumbatnya sinus Sering buang air kecil di malam hari karena posisi bayi anda kembali berubah dan kembali menekan kandung kemih anda   Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 24 Mar 2020    11:00 WIB
Selain Menjaga Daya Tahan Tubuh, Vit C Juga Bermanfaat Bagi Ibu Hamil
Saat hamil, sangat penting agar Anda mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral Anda untuk memenuhi kebutuhan bayi yang sedang berkembang di dalam rahim Anda. Kekurangan berbagai vitamin dapat menyebabkan terjadinya gangguan perkembangan dan kelainan bawaan. Vitamin C, terutama sangat penting saat seorang wanita sedang hamil karena akan mempengaruhi ibu dan bayinya dalam banyak cara.   Baca juga: 10 Mitos Mengenai Kehamilan   Berdasarkan sebuah penelitian, para ahli tidak menemukan adanya komplikasi pada wanita hamil yang mengkonsumsi banyak vitamin C atau vitamin C dosis tinggi. Para ahli bahkan menemukan bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengkonsumsi banyak vitamin C justru merupakan bayi yang paling sehat di antara bayi lainnya.   Daya Tahan Tubuh Untuk tetap sehat, daya tahan tubuh sang ibu harus dijaga agar tetap kuat sehingga dapat melawan berbagai infeksi dan penyakit yang mungkin terjadi. Memiliki kadar vitamin C yang lebih tinggi dapat membantu menguatkan daya tahan tubuh ibu, yang tentu saja akan melindungi ibu dan bayinya dari infeksi bakteri dan virus.   Asma dan Vitamin C Sebuah penelitian yang dilakukan oleh the Departement of Environmental and Occupational Medicine di the University of Aberdeen menemukan bahwa kekurangan kadar vitamin C saat hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya asma pada bayi.   Perbaikan Sel dan Jaringan Vitamin C akan membantu produksi kolagen di dalam janin, yang berarti vitamin C dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan kulit, tulang, jaringan ikat, dan tulang rawan.   Perkembangan Mental Beberapa jenis antioksidan, termasuk vitamin C dapat mempengaruhi perkembangan mental janin. Jadi, jika Anda ingin melindungi bayi Anda dari berbagai gangguan mental, pastikan Anda mengkonsumsi cukup vitamin C saat hamil.   Keguguran Seperti halnya berbagai suplemen lainnya, sangat penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan berapa dosis vitamin C yang dikonsumsinya. Oleh karena itu, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi suplemen apapun, termasuk suplemen vitamin C. Hal ini dikarenakan mengkonsumsi vitamin C dengan dosis yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terjadinya keguguran atau kelahiran prematur.   Sindrom Fetal Alkohol Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2009, para ahli menemukan bahwa vitamin C dapat mencegah terjadinya kerusakan pada embrio yang terpapar oleh alkohol di dalam rahim.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthdiaries
 18 Feb 2020    16:00 WIB
Jenis-Jenis Aborsi dan Efek Samping Bagi Tubuh
Aborsi, wah! Ini salah satu praktek yang sebenarnya dilarang di Negara kita. Selain melanggar hukum, dan berdosa, hal ini juga dapat merusak kesehatan si ibu. Sebagian besar aborsi di Indonesia dilakukan secara tidak aman karena memang tidak ada pelayanan aborsi yang legal. Nah sekarang mari kita bahas masalah medisnya bersama. Pertama-tama kita harus mengerti definisi dari aborsi. Kata aborsi berasal dari bahasa Latin abortio, yang berarti menggugurkan, keguguran, melahirkan sebelum waktunya. Kata Latin abortus berarti "keguguran, prematur, kelahiran sebelum waktunya". Dalam kedokteran, aborsi berarti mengakhiri kehamilan sebelum waktunya. Aborsi dapat terjadi secara spontan sebagai akibat komplikasi selama kehamilan, atau dapat diinduksi. Abortus yang diinduksi dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu (gravida) adalah aborsi terapeutik. Aborsi yang dilakukan karena alasan lain disebut aborsi elektif. Untuk prosedur aborsi, seorang wanita dengan periode 10 minggu atau lebih ke kehamilannya, dia tidak lagi memenuhi syarat untuk aborsi medis. Wanita dengan periode 15 minggu kehamilan dapat melakukan aborsi aspirasi, sedangkan aborsi D&E biasanya dilakukan pada 15 minggu atau setelahnya. Detailnya inilah tipe-tipe aborsi: Aborsi aspirasi. Aborsi aspirasi, juga disebut aspirasi vakum, adalah jenis aborsi bedah yang paling umum. Selama prosedur ini, kita akan diberi obat penghilang rasa sakit, yang bisa termasuk obat mati rasa yang disuntikkan ke serviks. Kita juga dapat diberikan obat penenang, yang akan memungkinkan kita untuk tetap terjaga tetapi menjadi sangat santai. Dokter kita terlebih dahulu akan memasukkan spekulum dan memeriksa rahim kita. Leher rahim kita akan meregang terbuka dengan dilator baik sebelum atau selama prosedur. Dokter kita akan memasukkan tabung melalui serviks ke dalam rahim, yang melekat pada alat pengisap. Ini akan mengosongkan rahim. Banyak wanita akan merasakan kram ringan hingga sedang selama prosedur ini. Kram biasanya berkurang setelah tabung diangkat dari uterus. Segera setelah prosedur, dokter kita dapat memeriksa rahim kita untuk memastikan bahwa rahimnya benar-benar kosong. Kita akan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi. Prosedur aspirasi yang sebenarnya membutuhkan waktu sekitar lima hingga 10 menit, meskipun mungkin dibutuhkan lebih banyak waktu untuk pelebaran. D&E. Aborsi D&E biasanya digunakan setelah minggu ke-15 kehamilan. Prosedur ini memakan waktu antara 10 dan 20 menit, dengan lebih banyak waktu yang berpotensi diperlukan untuk pelebaran. Prosedur ini dimulai dengan cara yang sama seperti aborsi aspirasi, dokter memberikan obat penghilang rasa sakit, memeriksa rahim kita, dan melebarkan serviks kita. Seperti aborsi aspirasi, dokter memasukkan tabung yang melekat pada mesin isap ke rahim melalui serviks dan, dikombinasikan dengan alat medis lainnya, itu akan dengan lembut mengosongkan rahim. Setelah tabung diangkat, dokter akan menggunakan alat kecil berbentuk lingkaran logam yang disebut kuret untuk mengangkat jaringan yang tersisa yang melapisi rahim. Ini akan memastikan bahwa rahim benar-benar kosong. Pasti di benak kita ada pertanyaan, apakah Aborsi dapat meningkatkan risiko masalah pada kehamilan berikutnya. Berikut adalah pernyataan dari Yvonne Butler Tobah, M.D. Secara umum, aborsi elektif tidak dianggap menyebabkan masalah kesuburan atau komplikasi pada kehamilan berikutnya. Namun, beberapa penelitian menunjukkan hubungan yang mungkin, antara penghentian kehamilan dan peningkatan risiko kelahiran prematur dan berat lahir rendah. Risiko dapat tergantung pada jenis aborsi yang dilakukan sebelumnya. Segera setelah prosedur dan selama periode pemulihan, kita mungkin mengalami beberapa efek samping. Efek samping umum dari aborsi bedah meliputi: pendarahan, termasuk pembekuan darah kram mual dan muntah berkeringat merasa lemah Setelah penyedia layanan kesehatan Anda memastikan kesehatan Anda stabil, Anda akan dipulangkan ke rumah. Sebagian besar wanita mengalami pendarahan dan kram vagina mirip dengan siklus menstruasi selama dua hingga empat hari. Beberapa efek samping adalah gejala kondisi yang berpotensi muncul. kita harus menghubungi klinik kita atau mencari pertolongan medis segera jika kita mengalami gejala-gejala berikut: melewati gumpalan darah yang besar-besar selama lebih dari dua jam pendarahan yang cukup berat sehingga kita harus mengganti pembalut kita dua kali dalam satu jam selama dua jam berturut-turut keputihan berbau busuk demam rasa sakit atau kram yang semakin parah bukannya lebih baik, terutama setelah 48 jam Sementara aborsi biasanya sangat aman dan sebagian besar wanita tidak memiliki komplikasi di luar efek samping yang umum, kemungkinan komplikasi meningkat sedikit ketika periode kehamilan meningkat. Komplikasi potensial dari aborsi bedah meliputi: Infeksi: bisa serius dan mungkin memerlukan rawat inap. Gejalanya meliputi demam, sakit perut, dan keputihan yang tidak sedap. Kemungkinan infeksi meningkat jika kita memiliki infeksi menular seksual. Robekan atau laserasi serviks. Perforasi uterus: yang dapat terjadi ketika instrumen menusuk dinding rahim. Pendarahan: yang dapat menyebabkan perdarahan yang cukup sehingga diperlukan transfusi darah atau rawat inap. Reaksi alergi atau efek samping terhadap obat-obatan: termasuk obat penghilang rasa sakit, obat penenang, anestesi, antibiotik, dan / atau obat pelebaran. jadi intinya bagi para sahabat setia Dokter.ID jangen pernah melakukan aborsi yah. Karena sebenarnya secara medis selalu ada resiko tinggi untuk para wanita yang melakukannya. Kalaupun diantara kita ada yang mengalami gangguan medis karena pernah melakukan aborsi sebelumnya, bisa datang ke dokter untuk segera berkonsultasi. Salam sehat!!!   Sumber : www.webmd.com, www.healthline.com, www.medicalnewstoday.com
 10 Dec 2019    08:00 WIB
5 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Wanita Hamil
Dalam kondisi hamil, wanita dituntut untuk memberi perhatian lebih terhadap kesehatannya, terutama soal makanan. Hal ini tentu saja terkait dengan kondisi janin yang sedang dikandung, karena makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil tentu dapat berakibat langsung terhadap perkembangan janin. Untuk itu perlu dipahami apa saja makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil agar kesehatan janin tetap terjaga. 1.  Telur setengah matang atau telur mentahJika Anda sedang hamil dan ingin makan telur, Anda harus pastikan jika telur yang Anda makan itu matang dengan benar. Telur mentah kemungkinan mengandung bakteri salmonella yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Keracunan makanan yang mengandung salmonella dapat menyebabkan perut kram, muntah, diare, demam dan pada kasus tertentu bisa terjadi keguguran. 2.  Keju lunakHindari keju lunak seperti brie, camembert dan keju bercorak biru atau blue-veined cheese seperti stilton. Keju-keju ini sangat mungkin mengandung listeria- dapat menyebabkan keguguran dan meninggalnya janin di dalam kandungan. Hindari juga keju yang berbahan dasar susu kambing atau domba yang tidak dipasteurisasi, seperti keju feta, karena bisa mengandung toksoplasmosis. 3.  Makanan sisa atau makanan yang tidak dikemas dengan benarAnda pernah mendengar bakteri bernama listeria? Listeria dapat menyebabkan penyakit disebut listeriosis. Untuk wanita hamil listeriosis dapat menyebabkan gejala seperti flu. Tetapi saat listeria ditularkan ke janin maka dapat menyebabkan keguguran. Makanan sisa atau makanan yang tidak dikemas dengan baik harus dihindari karena kemungkinan terkontaminasi listeria. 4.  Daging mentah atau setengah matang.Saat makan di luar dan memesan steak, pastikan steak dimasak well done serta hindari daging ham, hati dan suplemen minyak ikan. Daging dapat membawa risiko toksoplasmosis, listeria dan salmonela jika belum dimasak dengan matang. Hati mengandung vitamin A dalam kadar yang cukup tinggi yang dapat membahayakan perkembangan janin Anda. 5.  Ikan jenis tertentuIkan sering terkait dalam berbagai pola diet, termasuk diet pada wanita hamil. Tetapi ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari ibu hamil seperti ikan lele, ikan todak, ikan marlin, ikan hiu karena kemungkinan sudah terkontaminasi merkuri dengankadar yang tinggi. Merkuri dapa menyebabkan keterlambatan perkembangan janin.Sumber: magforwomen
 16 Nov 2019    11:00 WIB
Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu ke 5-8)
Minggu 5Bayi: bayi anda masih sangat kecil. Pada saat ini terjadi pembentukan jantung, otak, saraf, otot, dan tulang. Plasenta dan kantong amnion juga masih berkembang. Mulai terbentuk tali pusar yang menghubungkan bayi anda dengan anda.Ibu: anda mulai merasakan beberapa gejala kehamilan saat ini, seperti mual, muntah, nyeri atau kesemutan pada payudara, penggelapan warna puting susu, sering berkemih (buang air kecil), dan merasa cepat lelah.Disarankan untuk mulai melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan kehamilan anda dan mulai menjadwalkan pemeriksaan kehamilan selanjutnya. Minggu 6Bayi: bayi anda telah berbentuk seperti kecebong. Pembentukan mata dan anggota gerak telah dimulai. Pada saat pemeriksaan USG, dapat terdengar denyut jantung. Minggu ke 3 sampai minggu ke 8 merupakan saat rentan bagi bayi anda, karena di saat inilah berbagai organ penting sedang terbentuk.Ibu: berat badan anda telah bertambah atau berkurang karena mual dan muntah yang anda alami. Hal ini normal. Mulai terjadi pembesaran perut, payudara, dan kaki. Pada pemeriksaan, mulai terlihat pembesaran rahim.Disarankan untuk terus mengkonsumsi vitamin, asam folat, dan diet sehat. Berhentilah merokok dan mengkonsumsi alkohol. Minggu 7Bayi: pembentukan berbagai organ, seperti jantung, paru-paru, usus, otak, saraf, hidung, mulut, mata dan anggota gerak terus berlanjut.Ibu: anda masih mengalami mual dan muntah, serta mengalami perubahan pada payudara anda (terasa lebih keras)Jangan pernah mengosongkan lambung anda untuk mencegah rasa mual. Makanlah porsi kecil dan sering. Minggu 8Bayi: mulai terbentuk kelopak mata dan telinga. Jari-jari juga mulai terbentuk dan berselaput, yang memungkinkannya untuk berenang di dalam cairan ketuban di rahim anda.Ibu: volume darah anda meningkat dan jantung anda memompa darah setengah kali lebih banyak setiap menitnya untuk mensuplai kebutuhan bayi anda. Saat ini akan terjadi perubahan mood dan mual yang disebabkan oleh bau-bauan tertentu.Jagalah payudara anda dengan bra penyangga untuk membuat anda merasa lebih nyaman. Anda juga dapat mulai berolahraga. Bulan 2 KehamilanWajah bayi anda terus berkembang. Akan terbentuk benjolan kecil di samping kanan dan kiri wajah bayi anda, yang nantinya akan berkembang menjadi telinga. Terbentuk tonjolan kecil lainnya pada tubuh, yang nantinya akan membentuk tangan, kaki, jari tangan, dan jari kaki.Sistem saraf (otak, medulla spinalis, dan serabut saraf lain) telah terbentuk sempurna. Sistem pencernaan dan organ lainnya masih berkembang. Tulang juga mulai terbentuk menggantikan tulang rawan. Baca juga: Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu ke 1-4) Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 15 Nov 2019    16:00 WIB
Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu ke 1-4)
Tentunya anda merasa penasaran mengenai apa saja yang terjadi pada janin anda selama berada dalam kandungan. Selain itu, anda juga tentu ingin mengetahui hal-hal apa saja yang terjadi di pada tubuh anda. Di bawah ini, akan dijelaskan mengenai perkembangan yang akan anda alami selama kehamilan.   Minggu 1 dan 2 Bayi: bayi anda masih sangat kecil saat ini. Sulit untuk mengetahui kapan pembuahan terjadi, oleh karena itu, dokter biasanya menghitung usia kehamilan anda berdasarkan hari pertama menstruasi terakhir anda. Dengan demikian, dokter juga dapat memperkirakan kapan kira-kira anda akan melahirkan. Ibu: setiap bulannya tubuh anda menghasilkan satu buah telur yang dapat dibuahi oleh sperma. Telur ini pada mulanya tersimpan di dalam ovarium dan akan matang setiap bulannya dan kemudian bergerak ke saluran telur untuk dibuahi. Jika siklus menstruasi anda adalah 28 hari, maka waktu subur anda kira-kira adalah pada hari ke 13-15 setelah menstruasi terakhir. Bila anda berencana untuk hamil dan sedang hamil, dianjurkan untuk mengkonsumsi 400-800 mcg asam folat setiap harinya untuk mencegah terjadinya kelainan saraf bawaan (spina bifida).   Minggu 3 Bayi: pada saat ini, sudah mulai terbentuk morula, walaupun masih sangat kecil, kira-kira seujung jarum. Morula belum tampak seperti janin atau bayi, morula merupakan kumpulan sel-sel yang terus menduplikasikan diri. Lapisan luar morula nantinya akan berkembang menjadi plasenta, sedangkan bagian dalamnya akan menjadi janin. Ibu: anda tidak akan mengetahui bahwa anda sedang hamil, karena pada saat ini anda belum merasakan gejala kehamilan apapun dan menstruasi anda belum terlambat.   Minggu 4 Bayi: morula telah berkembang menjadi embrio dan bergerak menuju rahim anda untuk melakukan penempelan. Ibu: pada saat ini, anda seharusnya sudah mengalami menstruasi, tetapi bila anda hamil, maka anda tidak akan mendapat menstruasi. Menstruasi yang terlambat dapat merupakan tanda awal kehamilan. Sampai saat ini anda belum merasakan gejala kehamilan apapun, kecuali mungkin adanya bercak yang keluar dari kemaluan anda. bercak ini merupakan akibat dari penempelan embrio pada rahim anda. Pada minggu ke 4 ini, plasenta dan air ketuban sudah mulai terbentuk di dalam rahim anda.   Bulan 1 Kehamilan Pada bulan pertama kehamilan, telur yang telah dibuahi akan berkembang dan terbentuklah suatu kantong berisi cairan di sekeliling telur yang telah dibuahi ini. Kantong berisi cairan ini disebut kantong amnion, yang membantu menjaga embrio anda dari benturan. Plasenta juga mulai berkembang. Plasenta adanya suatu jaringan bulat dan datar yang berfungsi untuk mengantarkan berbagai nutrisi dari ibu kepada bayinya, serta sebagai tempat mengeluarkan berbagai hasil metabolisme janin. Embrio telah berkembang, membentuk wajah dengan lingkaran gelap yang nantinya akan menjadi mata. Mulut, rahang bawah, dan tenggorokan masih sedang berkembang. Sel darah dan sistem sirkulasi juga mulai berkembang. Pada akhir minggu ke 4, bayi anda telah berukuran sekitar 0.6 cm, lebih kecil daripada sebutir beras.  Baca juga: Belum Ingin Hamil? Bisa Dicoba Pengendali Kehamilan Tanpa Hormon Ini Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber : webmd
 08 Nov 2019    11:00 WIB
Apakah Perbedaan Tekanan di Dalam Kabin Pesawat Aman Bagi Ibu Hamil?
Selama Anda dan bayi Anda sehat serta dokter mengijinkan, maka Anda cukup aman berpergian dengan pesawat terbang. Perbedaan tekanan di dalam kabin pesawat seharusnya tidak akan menyebabkan masalah bagi Anda atua bayi Anda. Tekanan di dalam kabin pesawat komersial biasanya sudah disesuaikan agar para penumpangnya merasa nyaman. Akan tetapi, tekanan udara di dalam pesawat pasti akan lebih rendah daripada pada permukaan tanah, sehingga kadar oksigen memang akan menjadi lebih sedikit. Namun, perubahan kadar oksigen di dalam pesawat ini sangat kecil sehingga biasanya tidak akan mempengaruhi jaringan atau cairan yang mengelilingi bayi Anda. Akan tetapi, berkurangnya kadar oksigen ini pasti akan menyebabkan terjadinya perubahan fisiologis di dalam tubuh Anda, yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah dan denyut jantung.   Baca juga: Naik Pesawat Saat Hamil, Aman Enggak Sih?   Jadi, secara keseluruhan berpergian dengan pesawat komersial selama hamil cukup aman selama tidak ada masalah pada kehamilan Anda. Akan tetapi, bila Anda menderita suatu kelainan darah seperti sickle cell anemia yang cukup berat atau mudah terbentuk bekuan darah atau mengalami insufisiensi plasenta, maka tidak dianjurkan untuk berpergian dengan pesawat terbang, baik komersial atau bukan, berapa pun usia kehamilan Anda. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sebelum berpergian dengan pesawat terbang saat hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: babycenter