Your browser does not support JavaScript!
 06 Oct 2015    09:00 WIB
3 Tanda Dia Hanya “Menggantung” Anda
Mungkin Anda sedang dekat dengan seseorang dan merasa nyaman. Dalam keadaan ini Apakah Anda ingin memiliki hubungan yang serius dan pasti dengannya??? Bila iya, ayo simak ulasan dibawah ini mengenai hubungan tanpa status alias digantung. Saat berkencan sebenarnya tidak ada aturan yang pasti. Anda bisa memiliki hubungan dengan seseorang hanya sesaat namun langsung diajak untuk berhubungan serius atau hanya berstatus pacaran dalam waktu yang lama dan tidak jelas kapan akan dilamar. Namun yang mungkin paling menyakitkan adalah bila Anda dekat dengan seseorang tapi tanpa status alias digantung. Di jaman yang modern ini, mendapatkan pasangan menjadi lebih mudah. Apabila dulu Anda hanya bisa berkenalan dengan orang-orang yang dekat dengan Anda. Sekarang ini sangat mudah bagi Anda untuk berkenalan dengan banyak orang menggunakan sosial media. Ini anugerah atau kutukan? Untuk pasangan yang beruntung, hubungan via online tersebut dapat sampai ke jenjang pernikahan. Namun bisa saja dari perkenalan via online ini Anda hanya mendapatkan pria iseng. Agar Anda tidak sampai terjebak ke hubungan tanpa status, berikut adalah tanda-tanda Dia hanya iseng dengan Anda dan tidak akan menjadikan Anda sebagai pasangan resminya. 1.      Dia tidak konsisten Konsistensi adalah salah satu hal yang Anda harus cari dari seorang pria. Hal ini tidak hanya akan membuat Anda merasa nyaman, namun memberikan Anda perasaan bahwa mereka benar-benar tertarik pada Anda. Hubungan yang serius tidak hanya terbatas dari telepon ataupun kirim pesan. Namun pertemuan secara langsung yang tentu saja lebih berkesan. Sebaiknya Anda memperhatikan kelakuan Dia, apakah Dia selalu ada untuk Anda atau tiba-tiba hilang dan kembali lagi sesuka hati. Apabila Dia sering menghilang dan mengajak Anda kencan selalu secara mendadak bisa jadi Anda adalah pilihan terakhir, karena wanita lain tidak bisa bertemu dengannya. Ciri-ciri ini menunjukkan Dia tidak konsisten. Seorang pria yang ingin memiliki hubungan yang serius akan selalu konsisten dan ada untuk Anda. 2.      Tidak mengenalkan Anda pada orang-orang terdekatnya Seorang pria yang ingin memiliki hubungan yang serius akan mengenalkan pasangannya ke orang-orang terdekat. Seperti orang tua, teman-teman terdekat. Karena pria ingin mengetahui bagaimana pendapat orang-orang terdekatnya tentang Anda dan membantunya dalam menilai. Sehingga bila pasangan Anda tidak pernah memperkenalkan Anda  kepada mereka, maka bisa jadi Dia masih tidak yakin dengan Anda dan tidak ingin memiliki hubungan yang serius.    3.      Orang yang Anda kencani hanya ingat Anda ketika dia ingin berhubungan seks Ini adalah tanda paling jelas yang harus Anda perhatikan. Seorang pria yang mencintai pasangannya dengan tulus tidak hanya membutuhkannya dalam masalah seks saja. Namun membutuhkannya dalam segala hal. Pria yang ingin memiliki hubungan yang serius biasanya akan menceritakan semua masalah yang Dia hadapi dan membutuhkan Anda dalam mengambil keputusan. Jadi bila Dia hanya datang pada Anda karena ingin melakukan hubungan seks ini adalah tanda-tanda dia tidak pernah serius dengan Anda. Semua ini adalah tanda-tanda seorang pria yang tidak serius dengan Anda dan hanya menggantung saja. Agar Anda tidak merasa sakit hati nantinya segera ambil keputusan mengenai hubungan Anda dengannya apabila Anda melihat tanda-tanda tersebut. Baca juga: Apa yang Harus Saya Lakukan Untuk Menemukan Pasangan yang Tepat ? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang! Sumber: WebMD
 28 Sep 2015    20:00 WIB
Ingin Menikah? Cari Tahu Hal Ini Dulu!
Bingung apakah pasangan Anda saat ini memang merupakan pasangan yang terbaik bagi diri Anda? Bila ya, maka 7 hal di bawah ini mungkin dapat membantu Anda menemukan jawaban dari pertanyaan yang terus bergulir di dalam hati dan pikiran Anda tersebut. Baca juga: 5 Alasan Mengapa Pria Senang Memiliki Pacar  1.      Di Mana Ia Ingin Tinggal?Saat Anda akan menikah dengan seseorang, pastikanlah terlebih dahulu bahwa Anda dan si dia memiliki keinginan yang sama atau setidaknya dapat berkompromi mengenai di mana Anda dan si dia akan tinggal nantinya. Hal ini sangat penting untuk membantu menghindari terjadinya pertengkaran di antara Anda dan pasangan nantinya. 2.      Apakah Ia Taat Beribadah?Satu hal lainnya yang sangat penting saat Anda dan si dia berencana untuk menikah adalah apakah Anda dan si dia memiliki pandangan yang sama mengenai kehidupan agama dan kepercayaan apa yang ingin ia tanamkan pada anak-anaknya kelak. Hal ini bukan berarti Anda dan pasangan harus memiliki keyakinan yang sama (walaupun lebih baik demikian), akan tetapi ada beberapa hal yang mungkin harus didiskusikan terlebih dahulu bersama pasangan Anda sebelum Anda memasuki kehidupan rumah tangga bersamanya. 3.      Apakah Ia Berkeinginan Untuk Menjadi Seorang Ayah?Sebelum Anda dan pasangan menikah, pastikan Anda dan si dia memiliki harapan yang sama mengenai keturunan, apakah si dia atau Anda menginginkan kehadiran seorang anak atau tidak. Selain itu, Anda juga perlu mencari tahu bagaimana ia ingin mendidik anak-anaknya nanti, di mana ia ingin menyekolahkannya dan bahkan makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anaknya kelak.Hal ini dikarenakan memiliki anak merupakan suatu hal yang sangat tidak terduga, tidak perduli seberapa baik Anda telah merencanakan masa depan Anda tersebut. Oleh karena itu, memiliki pandangan dan cara didik yang sama dapat sangat membantu Anda dan pasangan dalam membesarkan anak-anak Anda nantinya. 4.      Bagaimana Caranya Mengatur Keuangannya?Sebelum Anda menikah dengan seseorang, pastikan Anda mengetahui terlebih dahulu bagaimana keadaan keuangannya, apakah ia memiliki hutang atau apakah ia dapat menyesuaikan pengeluarannya dengan pendapatannya. Hal ini bukan berarti Anda matre, akan tetapi Anda perlu mengetahui apakah Anda dan si dia memiliki pandangan yang sama mengenai uang dan keuangan, karena uang merupakan suatu hal yang seringkali memicu terjadinya pertengkaran dan bahkan perpisahan di antara pasangan suami istri. 5.      Bagaimana Ia Memperlakukan Ibunya?Ingin tahu bagaimana masa kecilnya? Lihatlah bagaimana ia memperlakukan ibu atau ayahnya. Bila si dia memiliki hubungan yang baik dengan orang tuanya dan memperlakukan mereka dengan hormat, maka hal ini berarti orang tuanya telah memberikannya cukup perhatian dan kasih sayang.Akan tetapi, perlu diingat bahwa bila hubungan si dia dengan orang tuanya tidak baik bukan berarti hal ini merupakan pertanda bahwa si dia bukanlah orang yang baik. Hal ini mungkin dikarenakan orang tuanya yang tidak memperlakukan ia sebagaimana mestinya. 6.      Bagaimana Sikapnya Terhadap Pelayan Restoran atau Toko?Ingin tahu bagaimana kepribadian si dia yang sebenarnya? Perhatikanlah bagaimana ia memperlakukan pelayan restoran atau supir taksi atau orang lain yang melayaninya. Hal ini sangat penting terutama saat si dia sedang menghadapi hari yang buruk. Orang yang dapat tetap memperlakukan orang lain dengan baik walaupun ia sedang stress merupakan seseorang yang mampu menghadapi stress dan berbagai hal tak terduga dalam kehidupan, yang merupakan aset yang sangat penting saat Anda dan si dia menjalani kehidupan rumah tangga nantinya. 7.      Seberapa Sering (Banyak) Ia Ingin Berhubungan Seks?Selain rasa cinta dan kasih sayang, seks merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan pernikahan. Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda dan pasangan telah saling mengetahui apa harapan masing-masing akan kehidupan seksual setelah kalian menikah nantinya.Anda sebaiknya mencari tahu seberapa sering ia ingin berhubungan seks dan seberapa pandai Anda dan si dia dalam berhubungan seks (bila memungkinkan). Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang . Sumber: womenshealthmag
 25 Sep 2015    16:00 WIB
Ingin Tahu Kehidupan Seks Si Dia? Lihat Caranya Berpikir!
Selalu merencanakan apa yang akan Anda lakukan terlebih dahulu? Hal ini mungkin akan membuat karir Anda sukses, akan tetapi tahukah Anda bahwa kebiasaan Anda yang satu ini ternyata juga dapat mempengaruhi kehidupan seksual Anda?   Baca juga: 9 Hal yang Membuat Seorang Pria Tidak Ingin Berhubungan Seks, Sekarang!   Pada penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di West Virginia University, para peneliti menemukan bahwa kehidupan seksual seseorang ternyata dapat dipengaruhi oleh cara mereka merencanakan masa depannya. Pada penelitian ini, para peneliti melakukan survei pada 287 orang dewasa muda yang belum menikah, yang berusia antara 18-26 tahun mengenai kepribadian mereka dan kehidupan seksual mereka. Para peneliti pun menemukan suatu hubungan yang tak terduga. Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang terbiasa merencanakan masa depannya, tahu apa yang harus diprioritaskan, dan tahu bagaimana mereka harus bertanggung jawab atas berbagai tindakan yang telah dilakukannya ternyata mampu menunggu lebih lama untuk mulai berhubungan seks, memiliki lebih sedikit pasangan seksual, selalu menggunakan kondom, dan memiliki resiko penyakit menular seksual yang lebih rendah. Sebaliknya, peserta penelitian lainnya yang tidak terbiasa merencanakan segala sesuatu, tidak memiliki riwayat kehidupan seksual yang aman, di mana mereka lebih jarang menggunakan kondom dan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk tertular berbagai jenis penyakit menular seksual, bahkan hingga 2 kali lipat. Akan tetapi, bukan berarti seseorang yang selalu bersikap spontan tidak dapat berubah menjadi seseorang yang memiliki lebih banyak pertimbangan. Latihan menahan impuls atau keinginan sesaat yang muncul dapat membantu mengurangi berbagai keputusan buruk yang mungkin dilakukan, walaupun memang tidak mudah.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: womenshealthmag
 23 Sep 2015    20:00 WIB
6 Mitos Salah Mengenai Pernikahan
Apakah Anda sudah menikah? Bila belum maka Anda mungkin sudah sering mendengar berbagai mitos mengenai apa itu sebenarnya pernikahan yang bahagia dan apa jadinya hubungan sepasang kekasih setelah mereka menikah dan menjadi suami istri. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa mitos yang salah mengenai pernikahan dan apa yang sebenarnya terjadi di dalam kehidupan pernikahan.  1.      50% Pernikahan Berakhir Dengan PerceraianAnggapan salah ini dimulai pada tahun 1970an saat pengadilan memutuskan perceraian diperbolehkan dan banyak orang mulai melakukannya. Pada pertengahan tahun 80an, angka perceraian bahkan mencapai puncaknya hingga 66%. Akan tetapi, angka ini telah menurun sekarang. Menurut sebuah data dari lembaga sensus di Amerika pada tahun 2009, hanya sekitar 30.8% pernikahan berakhir dengan perceraian. Dan pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, hanya sekitar 3.6 orang yang bercerai di antara 1.000 orang yang telah menikah. Baca juga: Kunci Bahagia Dalam Kehidupan Pernikahan 2.      Pasangan yang Bahagia Tidak Pernah BertengkarTahukah Anda bahwa jarang bertengkar justru merupakan pertanda bahwa Anda dan pasangan tidak pernah menyelesaikan permasalahan yang ada di antara kalian? Menurut seorang ahli yang telah meneliti sekitar 350 orang pasangan selama 28 tahun, kebahagiaan selalu diiringi dengan pertengkaran. Menurutnya, apa yang membedakan pernikahan yang bahagia dan tidak adalah kemampuan kedua belah pihak untuk belajar menghadapi konflik dan perbedaan pendapat dengan cara yang sehat dan produktif.Selain itu, sebuah penelitian dari the University of Tennessee menunjukkan bahwa pasangan yang mengakui bahwa mereka pun pernah bertengkar justru merasa lebih bahagia mengenai hubungan mereka dalam jangka panjang. 3.      Pasangan yang Memiliki Anak Lebih Bahagia Daripada yang Tidak Memiliki AnakSebuah penelitian dari United Kingdom’s Open University menemukan bahwa pasangan suami istri yang tidak memiliki anak, rata-rata, justru merasa lebih bahagia dalam kehidupan asmara mereka dibandingkan dengan pasangan yang telah memiliki anak.Penurunan rasa bahagia ini bukan berarti bahwa rasa sayang yang dirasakan oleh pasangan suami istri yang telah memiliki anak tersebut juga berkurang. Akan tetapi, hal ini hanya menunjukkan bahwa semakin banyak tanggung jawab dan peran yang harus mereka jalani (misalnya menjadi pasangan, orang tua, karyawan, pelajar, dan lain sebagainya) membuat mereka memiliki waktu dan energi yang lebih sedikit untuk pasangannya. 4.      Kehidupan Seks Orang yang Telah Menikah BurukSebuah penelitian yang dilakukan oleh the Center for Sexual Health Promotion di Indiana University menunjukkan bahwa seorang wanita yang telah menikah justru melakukan hubungan seks lebih sering dibandingkan dengan wanita yang telah memiliki pasangan tetapi belum menikah.Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan oleh Penn State juga menunjukkan bahwa rasa cinta dan komitmen yang ada di dalam kehidupan pernikahan cenderung membuat hubungan seks terasa lebih memuaskan bagi seorang wanita. 5.      Jika Telah Tinggal Bersama Sebelum Menikah, Maka Resiko Perceraian Pun Lebih TinggiMenurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, para peneliti menemukan bahwa status pernikahan (sudah menikah atau belum) sepasang kekasih saat mereka memutuskan untuk tinggal bersama tidak terlalu mempengaruhi kebahagiaan mereka dalam kehidupan pernikahan.Pada penelitian yang dilakukan pada lebih dari 7.000 orang pasangan, para peneliti dari the University of North Carolina di Greensboro justru menemukan bahwa berapa usia pasangan tersebut saat mulai tinggal bersamalah yang lebih menentukan.Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bila pasangan baru berusia 18 tahun saat memutuskan untuk tinggal bersama atau menikah, maka resiko perceraian mereka pun mencapai angka 60%. Sementara itu, bila sepasang kekasih telah berusia 23 tahun saat mereka memutuskan untuk tinggal bersama atau menikah, maka resiko perceraian mereka pun hanya sekitar 30%. 6.      Jika Anda Sungguh-sungguh Mencintai Pasangan Anda, Maka Gairah Tidak Akan Pernah PudarGairah sangat dipengaruhi oleh ada tidaknya hal baru dan misteri. Hal inilah yang seringkali membuat gairah di antara sepasang suami istri mulai memudar saat pernikahan telah berusia 12-16 bulan. Walaupun gairah memang akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu, akan tetapi gairah ini biasanya akan digantikan oleh jenis rasa cinta lainnya yang membuat kehidupan pernikahan sepasang suami istri menjadi langgeng dan penuh kebahagiaan. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang . Sumber: womenshealthmag