Your browser does not support JavaScript!
 17 Nov 2020    18:00 WIB
Hubungan Langgeng dengan "Me Time"
Dalam sebuah hubungan, kebersamaan setiap hari adalah hal yang menyenangkan. Banyak melakukan kegiatan bersama-sama akan mempererat ikatan dalam sebuah hubungan. Namun bukan berarti Anda harus selalu bersama dengan pasangan, ada kalinya mereka membutuhkan "me time".  Waktu tersebut berguna untuk memberikan kesempatan dirinya melakukan banyak hal-hal penting yang bisa dilakukan tanpa Anda. Selain itu apabila Anda selalu menempel ke manapun ia pergi, maka hubungan bisa menjadi membosankan dan nantinya dapat mengarah ke perpisahan. Berikut adalah alasan mengapa setiap pasangan kekasih butuh waktu sendiri: Hilangnya Ketertarikan Teleponan dengan pasangan memang sangat diperlukan, karena komunikasi akan mempertahankan sebuah hubungan. Namun bila menelepon sampai puluhan kali, bahkan Anda menyuruhnya untuk selalu melapor keadaaannya. Maka hal ini dapat berdampak buruk pada hubungan. Karena dia akan merasa tidak lagi menemukan keseruan dalam sebuah hubungan. Hal ini bisa membuat seseorang jadi bosan dan hilang ketertarikan. Pria menjadi frustasi Menghabiskan waktu dengan pasangan memang menyenangkan namun bila Anda dan pasangan selalu menghabiskan waktu bersama, bahkan Anda ikuti mendampingi saat dia berolahraga maka bisa membuatnya merasa frustasi. Pria juga butuh waktu sendiri dan bersenang-senang bersama teman-teman prianya, tanpa diikuti terus oleh kekasihnya. Tidak Berkembang Selalu bersama-sama dan hampir tidak punya kehidupan pribadi bisa membuat seseorang menjadi tidak berkembang. Terlebih untuk seorang pria, suatu saat dia harus menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab pada kehidupan keluarganya, salah satunya masalah ekonomi. Dia tidak bisa bila hanya terus bersama Anda dan tidak punya waktu untuk mengurus pekerjaan atau bisnis lainnya. Tentu, setiap individu memiliki hak untuk mengembangkan diri dan mencapai kehidupan yang lebih baik. Si Dia Bisa Semakin Jauh Pernahkah Anda mendengar sebuah filosofi pasir di tangan. Saat Anda mengenggam pasir, maka pasir akan keluar dari sela-sela jari. Begitu pula dengan pria, bila Anda terus berada didekatnya dan mengekangnya maka ia bisa keluar dari hidup Anda dan menjauh. Sang pria bisa merasa muak dengan hubungan yang terlalu dekat dan dihantui oleh Anda yang posesif. Anda mengekangnya, dia juga akan mengekang Anda Apabila Anda memiliki kebiasaan untuk mengekang pasangan dan melarangnya melakukan ini itu, maka dia bisa melakukan hal yang sama dengan Anda. Pada saat seperti ini Anda baru akan sadar bahwa hidup yang terlalu dikekang dan selalu serba Anda akan terasa menyebalkan. Hubungan akan bertahan lama dan berjalan lancar, apabila Anda dan pasangan mau bersama-sama untuk saling menghargai. Dengan memberikannya "me time" akan membuat pasangan ingin selalu bertahan dengan Anda bukan karena paksaan namun karena merasa nyaman dengan Anda. Bukankah hal ini lebih baik??? Sumber: magforwomen
 06 Nov 2020    13:00 WIB
Manfaat Tidur Siang
Tidur siang! Apa harus? Tidur sebentar tidak hanya untuk seorang bayi atau anak kecil. Studi menunjukkan bahwa tidur siang juga sangat bagus untuk orang dewasa. Tidak perlu ragu untuk memanjakan diri dalam tidur siang hari. Tidur siang sebentar di sore hari dapat meningkatkan daya ingat, meningkatkan kinerja pekerjaan, meningkatkan mood kita, membuat kita lebih waspada, dan mengurangi stres. Mari kita bahas keuntungan dari tidur siang satu per satu. Penelitian menunjukkan bahwa tidur siang memainkan peranan penting dalam menyimpan ingatan. Tidur sebentar dapat membantu kita mengingat hal-hal yang dipelajari pada pagi hari sebanyak tidur semalam penuh. Tidur sebentar membuat kita terhindar dari melupakan hal-hal seperti keterampilan motorik, persepsi indra, dan ingatan verbal. Tidur siang juga bisa membantu otak kita menarik koneksi di antara hal-hal yang kita temukan. Dalam sebuah penelitian, para nappers merasa lebih mudah untuk mengumpulkan informasi yang mereka dapatkan pada hari sebelumnya. Ketika kita melakukan tugas berulang kali sepanjang hari, kinerja kita terkadang bisa menurun bahkan bertambah buruk seiring berlalunya waktu. Studi menunjukkan bahwa tidur siang dapat membantu kita tetap lebih konsisten. Tidur siang juga mempengaruhi suasana hati kita (mood) Jika kita merasa sedih, cobalah tidur siang untuk mengangkat semangat kita. Tidur siang, atau hanya beristirahat selama satu jam tanpa tertidur, dapat mencerahkan pandangan atau suasana hati kita. Para ahli mengatakan relaksasi yang datang dari berbaring dan beristirahat adalah pendorong suasana hati. Baik ketika kita tidur ataupun hanya beristirahat. Apabila mulai merasa sedikit mengantuk setelah makan siang, jangan merasa aneh. Itu adalah normal. Tidur siang selama 20 menit setelah makan siang dapat membantu kita melawan kelopak mata yang berat. Tidur Siang Lebih Baik daripada Kafein Merasa lelah tetapi harus bekerja atau belajar untuk menyelesaikannya? Lebih baik tidur sejenak daripada minum kopi. Karena dibandingkan kafein, tidur siang dapat membawa memori dan pembelajaran jauh lebih baik. Jika kita berada di bawah banyak tekanan, tidur siang dapat melepaskan stres dan meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh kita. Para ahli percaya bahwa tidur siang selama 30 menit dapat meningkatkan imun tubuh kita. Tidur siang bahkan dapat membantu detak jantung lebih baik Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang tidur siang selama 45 hingga 60 menit memiliki tekanan darah lebih rendah ketika mengalami stress mental. Jadi tidur sebentar dapat membantu tubuh kita pulih dari situasi yang penuh tekanan. Pernah terbangun dengan ide bagus? Tidru siang yang biasanya dimulai 70 hingga 90 menit, mengaktifkan bagian otak yang terkait dengan citra dan mimpi. Tidur siang dapat membantu kita mendapatkan ide atau pemikiran baru dan membuat kita lebih kreatif. Tidur Siang Dapat Membantu Anda Tidur Lebih Baik di Malam Hari Meskipun tampaknya tidak masuk akal, tidur di siang hari dapat membantu orang dewasa yang lebih tua memperbaiki jam tidurnya di malam hari. Studi menunjukkan tidur siang selama 30 menit antara jam 1 siang atau jam 3 sore dikombinasikan dengan olahraga ringan, seperti berjalan dan peregangan di malam hari, membantu meningkatkan tidur di malam hari. Kesehatan mental dan fisik juga bisa menjadi lebih baik. Tidur siang juga dapat membantu anak-anak kita Banyak anak-anak tk dan sekolah dasar tidak tidur siang. Faktanya, tidur siang sangat penting untuk belajar dan berkembang pada usia tersebut. Anak-anak yang tidur siang secara teratur lebih mampu mengingat hal-hal yang mereka pelajari. Karena kemampuan memori jangka pendek terbatas pada usia itu, anak-anak yang lebih kecil (muda) perlu lebih sering tidur siang. Itu adalah bagian penting dari bagaimana otak bekerja pada memori si anak. Untuk mendapatkan manfaat paling banyak dari tidur siang, kita perlu mengatur waktu dengan benar.. Beberapa orang mengatakan bahwa tidur siang lebih baik antara jam 2 dan 3 sore. Sumber : www.webmd.com
 26 Oct 2020    19:00 WIB
Stres Bisa Memicu Nafsu Makan Berlebihan Lho!
Pada umumnya orang kalau lagi stress justru tidak ada nafsu makan. Tetapi guys, ternyata ada sebagian orang yang justru kalau lagi stress, nafsu makan semakin bertambah atau dengan kata lain makanan menjadi pelampiasannya. Saat bosan, kripik berbungkus-bungkus bisa habis dimakan sendiri. Kalau lagi kesal makanan atau kue yang ada bisa dihabiskan. Tentu hal ini bukanlah jalan untuk menenangkan emosi kita yang baik. Sebaliknya kebiasaan seperti ini justru akan berpengaruh negatif kepada kesehatan dan tentu berat badan kita. Stress bukanlah satu-satunya yang menyebabkan emosi kita untuk makan, namun ada pemicu lainnya seperti: Kebosanan: ini adalah pemicu umum kita melampiaskan emosi atau kebosanan dengan makan terutama mereka yang biasa aktif dan bersemangat dalam aktifitas. Kebiasaan: ini didasari atau didorong dari kebiasaan masa kecil. Misalnya makan es krim setelah nilai di raport sekolah baik atau membuat kue bersama nenek. Kelelahan: ini terjadi kapankala kelelahan terjadi karena melakukan sesuatu atau tugas yang tidak menyenangkan. Pengaruh sosial: entah sedang atau setelah mengalami keadaan sulit atau merayakan hari bahagia, teman-teman mengajak kita untuk keluar makan. Biasanya kalau rame-rame makan kita bisa banyak betul tidak? Srategi mengatasinya Langkah pertama tentu sobat harus mengenali atau mengidentifikas apa yang menjadi pemicu emosi yang kita membuat kita ingin makan tapi bukan karena lapar. Sobat bisa mencatatnya di buku harian, journal atau gadget yang sobat punya. Langkah berikutnya sobat coba cari ide-ide baru sebagai pelampiasan emosi yang dirasakan selain ke makanan. Bisa saja sobat temukan atau membangun hobi yang baru dan menyenangkan bahkan menantang. Sobat bisa menenangkan diri dengan membaca buku, kegiatan out door, ataupun olah raga. Mereka yang makan karena emosi bisa jadi bukan hanya karena mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka namun juga ada faktor lainnya, yaitu: Perkembangan pada masa kanak-kanak Untuk sebagian orang, makan yang disebabkan emosi bisa jadi karena kebiasaan yang dipelajari dari kecil. Orang tua untuk menghibur atau menenangkan anak seringkali menggunakan media makanan. Selain itu juga makanan bisa menjadi hadiah atau reward karena berlaku baik. Ketika dewasa akhirnya tertanam di dalam setelah melewati hari yang berat atau melelahkan maka untuk melapaskan hal itu atau sebagai rewardnya lari kepada makanan. Dampak fisik dari stress Stres dan emosi yang kuat dapat menyebabkan seseorang untuk makan berlebihan juga bisa disebabkan oleh faktor fisik berikut ini: Tingkat kortisol yang tinggi:  Awalnya, stres menyebabkan nafsu makan menurun sehingga tubuh dapat menghadapi situasi yang dihadapi. Namun jika stressnya tidak berhenti, hormon lain yang disebut kortisol dilepaskan. Kortisol meningkatkan nafsu makan dan dapat menyebabkan seseorang ingin makan berlebihan. Mengidam: kadar kortisol yang tinggi dari stres dapat meningkatkan keinginan makanan untuk makanan manis atau berlemak. Stres juga dikaitkan dengan peningkatan hormon kelaparan, yang juga dapat berkontribusi untuk mengidam makanan yang tidak sehat. Jenis Kelamin: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih cenderung menggunakan makanan untuk mengatasi stres dibandingkan pria, sementara pria lebih cenderung merokok atau minum minuman alkohol dibandingkan wanita. Perbedaan ingin makan karena lapar atau karena emosi: Waktu terjadinya: rasa lapar karena emosi munculnya tiba-tiba dan terasa mendesak sedangkan lapar fisik munculnya perlahan kecuali memang sudah lama belum makan. Jenis makanan: lapar emosi biasanya ingin makan junk food atau sesuatu yang tidak sehat dan makanan yang diinginkan spesifik misal kentang goreng atau pizza. Sedangkan kalau lapar fisik makanan apa saja yang ada dimakan. Sumbernya: lapar emosi dari kepala alias terpikir ingin sesuatu yang ingin di makan. Kalau lapar fisik dari perut seperti perat berasa keroncongan. Jadi sobat sehat kalau mengalami hal ini semoga bisa mengendalikan nafsu makan yang berlebih karena emosi. Kalau makanan yang kita makan secara berlebihan tersebut tidak sehat tentu akan menambah masalah  kesehatan yang kita hadapi, sehingga bukannya tambah tenang yang ada malah tambah stress di kemudian hari. Jika sobat sehat merasa kesulitan untuk mengendalikan emosi atau makanan yang dimakan, ada baiknya sobat segera temui dokter yang berkompeten. Stay cool, stay healthy Sumber : www.medicalnewstoday.com
 21 Sep 2020    09:00 WIB
Anak Autis Rentan Mengalami Gangguan Tidur
Gangguan tidur tak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalaminya. Gangguan itu dapat berupa kesulitan memulai tidur atau sering terbangun dari tidur. Kasus gangguan tidur pada anak lebih sering terjadi pada anak yang menderita autisme (40-80%). Seringnya anak terbangun atau sulitnya anak untuk memulai tidur menyebabkan waktu tidur anak menjadi sangat sedikit. Kurangnya tidur pada anak autis sangat mempengaruhi berbagai gejala yang sering timbul pada anak autis, yaitu: Perilaku agresif Depresi Perilaku hiperaktif Mudah marah Rendahnya kemampuan belajar dan berpikir Penyebab Gangguan Tidur Pada Anak Autis Faktor Sosial Penyebab gangguan tidur pada anak autis tidak diketahui, namun terdapat beberapa teori yang mungkin menjadi penyebabnya. Salah satunya adalah faktor sosial. Anak-anak pada umumnya mengetahui kapan waktu tidurnya. Mereka mengetahuinya dari lingkungan dan dari perilaku anggota keluarganya. Akan tetapi, anak dengan autisme seringkali salah mengartikan berbagai perilaku tersebut, sehingga mereka tidak mengetahui kapan saatnya tidur dan kapan saatnya bangun. Faktor Hormonal Melatonin merupakan hormon yang berfungsi untuk mengatur siklus tidur Anda. Untuk membentuk hormon ini, tubuh memerlukan suatu asam amino, triptofan. Pada autisme, kadar triptofan dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari kadar normalnya yang menyebabkan gangguan pembentukan hormon melatonin yang pada akhirnya menyebabkan gangguan siklus tidur. Berdasarkan penelitian, kadar hormon melatonin meningkat pada malam hari dan turun pada siang hari. Akan tetapi, pada autisme kadar hormon ini tidak meningkat dan turun pada waktu yang sama dengan orang lainnya. Pada autisme hormon ini seringkali ditemukan meningkat pada siang hari dan menurun pada malam hari yang menyebabkan siklus tidur yang berbeda. Peningkatan Sensitivitas Terhadap Rangsangan dari Luar Penyebab lain yang dapat menyebabkan gangguan tidur pada anak dengan autisme adalah peningkatan sensitivitas terhadap rangsangan, seperti suara atau sentuhan. Hal ini membuat anak mudah sekali terbangun dan sering terbangun saat tidur. Cemas Anak autis lebih mudah merasa cemas daripada anak-anak lainnya. Rasa cemas ini dapat membuat anak sulit tidur. Apa yang Dapat Dilakukan ? Penggunaan obat tidur pada anak jarang dianjurkan. Hal ini merupakan upaya terakhir bila semua cara lainnya tidak berhasil. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak Anda, yaitu: Jangan memberikan anak Anda gula atau minuman yang mengandung kafein sebelum tidur Tentukan waktu tidur yang sama setiap harinya, dengan aktivitas sebelum tidur yang hampir sama Bantu anak Anda merasa rileks (menyanyikan lagu atau membacakan cerita) Matikan TV, musik, atau hal-hal lainnya yang dapat menstimulasi anak 1 jam sebelum tidur Untuk mengurangi suara dan cahaya selama anak tidur, tutuplah jendela dan gordennya; usahakan agar Anda tidak menimbulkan suara di kamar anak selama anak tertidur Bila hal-hal di atas tidak membantu anak Anda, segeralah hubungi dokter Anda untuk penanganan lebih lanjut. 
 17 Sep 2020    13:00 WIB
Stres Mengganggu? Usir dengan Cara Ini!
Stres merupakan suatu reaksi terhadap berbagai hal. Stres dapat membuat Anda menjadi tegang, lelah, emosi, bahkan dapat menyebabkan gangguan tidur. Berikut ini adalah tanda-tanda jika Anda mengalami stres: Depresi Gangguan tidur Tegang Cemas Berbagai kesalahan dalam bekerja Gangguan konsentrasi Apatis Jika Anda mengalami stres dan tidak menangani hal ini dengan baik, maka dapat terjadi gangguan pada kesehatan Anda. Lalu bagaimana cara penanganannya, di bawah ini terdapat beberapa tips untuk mengurangi stres sehingga Anda dapat tidur lebih nyenyak. Keluarga, teman dan pasangan Orang terdekat adalah salah satu penghilang stress terbaik, terutama bila stress yang anda alami disebabkan oleh pekerjaan atau teman sekerja anda. Menceritakan permasalahan anda dapat membuat anda merasa lebih baik. Cari penyebabnya Anda harus mengetahui apa penyebabnya. Apakah karena keadaan fisik, pekerjaan, atau hubungan Anda. Setelah mengetahui apa penyebab stres Anda, maka Anda dapat mencari beberapa jalan keluar yang dapat dilakukan. Ubah cara berpikir Seringkali, Anda atau orang terdekat mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap diri Anda. Hal ini bisa menjadi penyebab Anda mengalami stres, terlebih jika Anda mengalami kegagalan dan tidak sesuai dengan ekspektasi. Oleh karena itu, ubahlah cara berpikir Anda dalam beberapa hal menjadi lebih positif, sehingga Anda tidak cepat merasa stres terhadap semua kegagalan dan kesulitan yang dialami. Olahraga Berolahraga dan melemaskan otot-otot yang terasa kaku dan nyeri akibat stres juga dapat mengurangi rasa stres Anda. Akan tetapi, bila Anda berusia di atas 50 tahun atau memiliki suatu penyakit kronik tertentu, sebaiknya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu mengenai olahraga apa yang sebaiknya Anda lakukan.
 10 Sep 2020    17:00 WIB
Bukti Bahwa Wanita Lebih Mampu Menghadapi Stress Daripada Pria!
Berdasarkan pada sebuah penelitian baru, stress ternyata memiliki efek sosial yang berbeda di antara pria dan wanita. Para peneliti di Austria menemukan bahwa saat dihadapkan dengan situasi yang penuh dengan tekanan, para pria akan berubah menjadi lebih egois, sedangkan wanita justru menjadi lebih dapat berempati dan memperhatikan orang-orang di sekitarnya. Para peneliti menemukan bahwa kemampuan interaksi sosial seorang wanita justru akan meningkat saat sedang berada di bawah tekanan, sedangkan pria justru akan berubah menjadi defensif dengan melakukan respon "lawan atau kabur" saat berada di bawah tekanan, yang bertujuan untuk menyimpan tenaga mereka untuk menghadapi konfrontasi yang mereka takutkan akan terjadi. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 64 orang peserta penelitian. Para peneliti kemudian mengamati bagaimana reaksi mereka terhadap stress dengan cara membuat para peserta penelitian melakukan sebuah tugas yang membuat mereka merasa tertekan atau stress seperti berpidato. Para peneliti kemudian meminta para peserta penelitian untuk melakukan tugas lainnya yang mengharuskan para peserta penelitian untuk berempati terhadap orang lain seperti menghibur orang lain atau mengikuti suatu instruksi atau mengikuti gerakan orang lain. Hasilnya adalah para pria yang stress menunjukkan penurunan kemampuan untuk mengerti pikiran dan perasaan orang lain, sedangkan para wanita justru dapat lebih mengerti perasaan dan pikiran orang lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita menunjukkan reaksi psikologis yang sama saat stress, hanya saja metode mereka untuk bertahan dari stress tersebut berbeda. Jadi, mengapa wanita dan pria memiliki metode yang berbeda saat menghadapi stress? Salah satu teorinya adalah karena seorang wanita memiliki kadar oksitosin (hormon yang berhubungan dengan perilaku sosial) yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Hal ini berarti, secara kimiawi, seorang wanita cenderung akan mencari dukungan dari orang lain saat stress, sedangkan seorang pria justru akan menarik diri dari lingkungan sekitarnya. Apapun penyebabnya, perbedaan metode pertahanan diri terhadap stress di antara pria dan wanita ini justru dapat menyebabkan terjadinya kesalahpahaman dan justru membuat mereka menjadi lebih stress. Jadi, ingatlah hal ini saat Anda dan pasangan sedang berada dalam situasi penuh tekanan nantinya. Mengertilah saat si dia marah atau tiba-tiba tidak mengacuhkan Anda. Hal ini mungkin merupakan caranya bertahan menghadapi situasi penuh tekanan yang sedang ia alami saat ini. Sumber: sheknows
 11 Mar 2020    11:00 WIB
Apakah Saya Stress ?
Stress merupakan suatu keadaan yang dapat dialami oleh setiap orang, bahkan anak-anak. Akan tetapi, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa mereka sedang stress. Sakit kepala berulang, nyeri perut, rasa lelah, mudah marah, dan sulit tidur dapat merupakan tanda-tanda bahwa anda sedang stress.   Apa Sajakah Gejala Stress ? Stress dapat mempengaruhi berbagai hal dalam diri anda, mulai dari pikiran, perasaan, perilaku, dan bahkan kesehatan anda. Stress berkepanjangan yang tidak ditangani dapat mengganggu kesehatan anda dan merupakan salah satu faktor resiko dari berbagai penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan bahkan obesitas. Stress dapat menimbulkan berbagai gejala pada tubuh anda, emosi anda, dan bahkan perilaku anda. Gejala stress yang dapat ditemukan pada tubuh anda adalah: Sakit kepala Nyeri otot Nyeri dada Rasa lelah Gangguan pencernaan Rasa tidak enak di perut Sulit tidur Penurunan gairah seksual Gejala stress yang dapat ditemukan pada emosi anda adalah: Rasa cemas dan gelisah Berkurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian Menurunnya motivasi atau keinginan untuk melakukan sesuatu Mudah marah Mood berubah-ubah Rasa sedih yang lama-kelamaan dapat menyebabkan depresi Selain beberapa gejala di atas, stress juga dapat mempengaruhi nafsu makan anda. beberapa orang mengalami penurunan nafsu makan, sedangkan yang lainnya mengalami peningkatan nafsu makan. Oleh karena itu, stress seringkali berhubungan dengan obesitas, yang pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan anda. Rasa stress juga dapat memperburuk kebiasaan merokok dan minum alkohol. Saat anda stress, anda akan merokok dan minum lebih banyak daripada biasanya untuk membuat anda melupakan permasalahan yang ada. Pada remaja dan pemuda; tekanan hidup, pergaulan, dan kurangnya perhatian orang tua dapat membuat anak terjerumus ke dalam penggunaan obat-obatan terlarang.   Apa yang Harus Saya Lakukan ? Olahraga, tidur yang cukup, diet sehat, atau melakukan kegiatan yang anda sukai dapat membantu anda mengurangi stress. Bila rasa stress anda tidak berkurang setelah mencoba beberapa hal yang telah disebutkan sebelumnya, berkonsultasilah dengan dokter anda untuk mencari penyebab dan bagaimana cara mengatasinya. Bila anda mengalami nyeri dada, ada beberapa hal lainnya yang perlu anda perhatikan saat nyeri dada terjadi, karena hal ini dapat merupakan tanda serangan jantung dan bukan hanya gejala stress. Beberapa hal yang harus diperhatikan tersebut adalah: Kapan nyeri dada terjadi, saat istirahat atau beraktivitas Apakah nyeri dada tersebut menjalar ke tangan kiri, bahu, punggung, leher, atau rahang Apakah disertai dengan sesak napas, mual, berkeringat banyak, atau pusing Berapa lama nyeri dada berlangsung Bila anda mengalami nyeri dada disertai gejala lainnya di atas, segeralah hubungi dokter anda. Baca juga: Stres Bisa Membuat Orang Cuek
 14 Oct 2016    18:00 WIB
Proses Ilmiah di Balik Tetes Air Mata
Anda mungkin pernah bertanya-tanya mengapa seorang manusia dapat menangis? Apakah hewan juga dapat menangis? Mengapa seseorang dapat menitikkan air mata saat ia merasa sedih sedangkan hewan tidak? Para ahli menemukan suatu hal menarik, yaitu bahwa air mata yang dikeluarkan akibat emosi (sedih atau marah) memiliki proses kimiawi yang berbeda dengan pengeluaran air mata biasanya. Seorang ahli biokimia di Amerika menemukan bahwa air mata yang dikeluarkan akibat suatu emosi kuat ternyata juga mengandung hormon stress. Selain itu, ia juga menemukan bahwa menangis dapat memicu pelepasan endorfin di dalam tubuh. Hal ini mungkin merupakan jawaban dari mengapa menangis dapat membuat seseorang merasa lebih baik setelahnya. Akan tetapi, seorang psikologis di Belanda tidak setuju mengenai pendapat di atas. Ia mengatakan bahwa menangis di saat sedih atau marah dapat terjadi karena adanya suatu mekanisme di dalam tubuh seperti pelepasan oksitosin atau opioid endogen atau stimulasi cabang saraf parasimpatik dari sistem saraf autonom; tetapi hal ini bukan berarti air mata yang dikeluarkan mengandung hormon stress. Sang psikologis mengatakan bahwa rasa lega yang seseorang rasakan setelah menangis mungkin disebabkan oleh respon orang-orang di sekitarnya saat melihat orang tersebut menangis. Ia mengatakan bahwa seseorang tentunya akan merasa lebih baik bila ada orang lain yang mengerti dirinya dan membuatnya merasa lebih nyaman, dibandingkan dengan saat ia hanya menerima kritik dan ketidaksetujuan. Para ahli lainnya menyakini bahwa air mata merupakan suatu sinyal sosial karena tempat air mata dikeluarkan merupakan di daerah wajah, yang membuatnya dapat dilihat oleh orang lain. Selain itu, air mata juga dapat merupakan suatu bahasa komunikasi. Dengan melihat adanya air mata di wajah seseorang Anda dapat mengetahui bahwa ia sedang merasa nyeri, lapar, marah, dan sedih. Akan tetapi, menangis juga dapat terjadi saat seseorang merasa tidak berdaya dan sangat membutuhkan pertolongan dari orang lain. Pada sebuah penelitian yang dilakukan di Israel, para peneliti menemukan bahwa tangisan seorang wanita dapat membuat seorang pria kehilangan gairah seksualnya. Hal ini mungkin dikarenakan para pria tersebut merasa bahwa sang wanita tidak lagi semenarik sebelum ia menangis.  Baca juga: Kopi Ternyata Bermanfaat Bagi Mata Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang