Your browser does not support JavaScript!
 08 Jun 2020    11:00 WIB
Mengapa Kehamilan Ektopik Bisa Terjadi ?
Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang terjadi saat telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya pada saluran telur (tuba falopii).PengobatanPada tahap awal terjadinya kehamilan ektopik, terutama bila gejala yang timbul hanya bersifat ringan, maka terdapat kemungkinan bahwa telur yang telah dibuahi tersebut akan mati dengan sendirinya dan diserap oleh tubuh dan tidak memerlukan tindakan lebih lanjut. Pemberian ObatSebuah suntikan obat methotrexate dapat diberikan untuk menghentikan pertumbuhan embrio. Akan tetapi, terapi ini tidak dapat dilakukan pada semua wanita hamil dan hanya dapat dilakukan bila saluran telur belum robek serta saat kehamilan belum berlangsung terlalu lama. Tindakan PembedahanTindakan pembedahan bertujuan untuk mengeluarkan embrio dari dalam saluran telur bila saluran telur masih utuh. Akan tetapi, bila saluran telur telah robek, maka saluran telur ini pun mungkin harus ikut diangkat.Jika saluran telur diduga telah robek, maka diperlukan tindakan pembedahan segera untuk menghentikan perdarahan yang terjadi. Pada beberapa kasus, saluran telur dan indung telur mungkin telah hancur dan harus diangkat.Setelah pengobatan kehamilan ektopik, anda biasanya harus melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan bahwa saluran telur yang berisi embrio telah diangkat seluruhnya. Pemeriksaan darah ini bertujuan untuk memeriksa kadar HCG (suatu hormon yang dihasilkan selama kehamilan berlangsung).Hamil Kembali Setelah Mengalami Kehamilan Ektopik, Sulitkah?Sebagian besar wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik dapat kembali hamil dan memiliki kehamilan serta persalinan yang normal. Jika salah satu saluran telur telah diangkat, anda masih dapat hamil karena saluran telur lainnya masih berfungsi dengan normal. Sekitar 65% wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik dapat kembali hamil dalam waktu 18 bulan setelah terjadinya kehamilan ektopik.Dapatkah Kehamilan Ektopik Dicegah?Kehamilan ektopik tidak selalu dapat dicegah, akan tetapi seorang wanita dapat mengurangi resiko kehamilan ektopik dengan melindungi dirinya dari infeksi penyakit menular seksual. Berhenti merokok juga dapat mengurangi resiko terjadinya kehamilan ektopik. Baca juga: Stretch Mark Akibat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 16 May 2020    16:00 WIB
Manfaat dan Resiko Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil
Saat hamil, tentu ada banyak sekali pantangan yang perlu Anda lakukan, baik berdasarkan pada fakta atau mitos. Di bawah ini Anda dapat melihat apa sebenarnya manfaat dan resiko dari mengkonsumsi air lemon atau buah lemon saat hamil.   Manfaat Konsumsi Air Lemon Saat Hamil Mengatasi Morning Sickness Menurut the American Pregnancy Association, lemon dapat membantu mengatasi mual yang berhubungan dengan morning sickness pada trimester pertama kehamilan Anda. Lemon dapat mengatasi kelebihan cairan empedu dan lendir yang berkumpul di dalam saluran pencernaan Anda, sehingga mencegah terjadinya penyumbatan. Lemon juga diketahui dapat membantu mengatasi bau mulut. Mengendalikan Tekanan Darah Vitamin yang terdapat di dalam lemon dapat menguatkan pembuluh darah dengan menjaganya tetap lembut dan lentur. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya peradarahan internal dan memiliki peranan penting dalam mengatasi tekanan darah tinggi. Lemon juga diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Mengatasi Gangguan Pencernaan Banyak wanita hamil mengalami gangguan pencernaan saat hamil. Air lemon dapat sangat membantu dalam mengatasi gangguan pencernaan ini. Mengatasi Sembelit Sembelit juga merupakan hal yang sering terjadi pada wanita hamil. Mengkonsumsi segelas air lemon setiap harinya dapat membantu mencegah terjadinya sembelit. Hal ini dikarenakan lemon akan menstimulasi hati dan meningkatkan gerakan usus, sehingga membantu mengeluarkan tinja dari dalam tubuh. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Air lemon juga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi seperti flu, batuk, pilik, dan demam. Hal ini dikarenakan lemon mengandung banyak vitamin C yang dapat membantu meningkatkan daya tahan alami tubuh dalam melawan bakteri dan virus. Menjaga Kesehatan Tulang Anda dan Bayi Anda Air lemon mengandung banyak magnesium dan kalsium, yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang Anda dan perkembangan tulang bayi Anda. Lemon juga mengandung kalium yang dapat membantu menutrisi sel-sel otak dan saraf . Membantu Mencegah Infeksi Saluran Kemih Air lemon juga memiliki efek diuretik dan dapat membantu menjaga kesehatan fungsi ginjal serta mencegah terjadinya infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Membuat pH Tubuh Menjadi Basa Air lemon dapat menjaga kadar pH tubuh dan membuatnya tetap basa sehingga oksigen pun dapat beredar dengan lebih baik ke seluruh sel-sel tubuh. Membantu Mengatasi Pembengkakan Kaki Pembengkakan pada kaki juga merupakan hal yang sering ditemukan pada wanita hamil, terutama pada mereka yang sudah memasuki trimester ketiga. Dengan mencampurkan 1 sendok makan sari buah lemon dengan air hangat dan meminumnya, Anda dapat mengatasi keluhan ini. Menghidrasi Tubuh Sari buah lemon juga dapat membantu Anda tetap terhidrasi yang penting bagi ibu hamil untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi seperti mual, sakit kepala, bengkak, kram, dan pusing. Sumber Antioksidan Karena lemon mengandung banyak antioksidan, maka mengkonsumsi air lemon secara teratur dapat membantu membuang racun dari dalam tubuh Anda, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi selama Anda hamil. Memperlancar Proses Persalinan Melahirkan merupakan proses yang menyakitkan dan melelahkan, yang dapat membuat Anda merasa stress. Mengkonsumsi air lemon yang dicampur dengan madu dapat membantu mengatasi rasa stress ini. Hal ini dapat bermanfaat bila Anda mulai mengkonsumsi air lemon sejak usia kehamilan Anda mencapai 5 bulan hingga saatnya melahirkan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum melakukan hal ini. Manfaat Lainnya Beberapa manfaat lain dari air lemon adalah untuk membantu mengatasi demam, pilek, asma, dan scurvy. Selain itu, asam sitrat yang terdapat di dalam lemon juga dapat membunuh cacing-cacing di dalam saluran pencernaan dan mencegah terjadinya berbagai gangguan pencernaan.   Resiko atau Efek Samping Mengkonsumsi Air Lemon Saat Hamil Walaupun secara keseluruhan lemon baik dikonsumsi saat hamil, akan tetapi ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti di bawah ini. Heartburn atau Gangguan Pencernaan Pada trimester akhir kehamilan, sebagian besar ibu hamil biasanya akan mengalami heartburn atau gangguan pencernaan lainnya. Dan keasaman dari lemon dapat memicu timbulnya gejala gangguan pencernaan ini. Jika Anda mengalami gangguan pencernaan, hindari konsumsi lemon hingga gejala mereda. Gangguan Gigi Tulang dan gigi Anda sangat mudah mengalami dekalsifikasi saat Anda hamil dan asam sitrat di dalam lemon dapat berperan sebagai pemicu, yang akan merusak email gigi. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan gigi. Oleh karena itu, jangan mengkonsumsi air lemon dalam jumlah banyak setiap harinya. Menyebabkan Flu dan Batuk Mengkonsumsi air lemon dingin dapat menyebabkan terjadinya flu dan batuk pada ibu hamil. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengkonsumsi air lemon hangat atau pada suhu ruangan selama hamil, terutama bila cuaca sedang dingin.   Baca juga: 8 Manfaat Mengkonsumsi Almond Saat Hamil   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 06 May 2020    11:00 WIB
Tips Lancarkan ASI Selama Bulan Ramadhan Bagi Para Ibu yang Berpuasa
Walaupun ibu menyusui sebenarnya tidak dianjurkan untuk berpuasa, apalagi bila bayi Anda masih berusia kurang dari 6 bulan, akan tetapi bila Anda tetap mau berpuasa, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hal ini dikarenakan ASI masih merupakan satu-satunya sumber makanan bagi bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, walaupun Anda harus berpuasa di siang hari, bukan berarti Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda. Selama puasa, Anda pun dapat tetap makan 3 kali sehari, hanya saja dengan waktu yang berbeda. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian Anda, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi diet seimbang, yang terdiri dari karbohidrat (50%), protein (30%), dan lemak (10-20%). Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu membuat produksi ASI Anda tetap lancar. Bagi ibu yang sedang menyusui, dibutuhkan sekitar 700 kalori tambahan setiap harinya, di mana 500 kalori tersebut diambil dari makanan ibu dan 200 kalori sisanya diambil dari cadangan lemak tubuh. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu yang sedang menyusui dan ingin berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makannya (3 kali sehari) dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Pastikan Anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan bergizi saat sahur dan setelah sholat tarawih. Dengan demikian, Anda akan memiliki energi yang cukup untuk melakukan aktivitas harian Anda dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh bayi Anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu yang sedang menyusui tetapi ingin berpuasa adalah: Konsumsilah banyak air putih, setidaknya 2 liter setiap harinya, mulai dari saat berbuka hingga sahur Minumlah segelas susu setiap sahur untuk menurunkan resiko terjadinya anemia Konsumsilah minuman hangat saat berbuka puasa untuk menstimulasi pengeluaran ASI Baca juga: Manfaat Kurma Saat Puasa Sumber: aritunsa
 27 Apr 2020    16:00 WIB
Susah Tidur Selama Hamil ?
Wanita hamil seringkali mengalami gangguan tidur di malam hari dan merasa sangat lelah di siang hari pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan, seringnya buang air kecil dan rasa mual muntah di pagi hari dapat mengganggu tidur anda. Pada saat kehamilan anda mulai membesar, mimpi buruk dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda dapat membuat anda sulit tidur dengan nyenyak. Setelah melahirkan, bayi anda yang baru lahir atau depresi paska melahirkan juga dapat mengganggu tidur anda.   Penyebab Gangguan Tidur Selama Kehamilan Gangguan tidur pada saat kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal dan rasa tidak nyaman pada tubuh anda. Kedua hal ini dapat mempengaruhi kualitas tidur anda. Anda mungkin sulit menemukan posisi tidur yang nyaman atau di saat telah menemukan posisi tidur yang nyaman, anda ingin buang air kecil.   Gangguan Tidur Pada Trimester I Kehamilan (1-12 Minggu) Beberapa hal yang menyebabkan gangguan tidur pada saat awal kehamilan anda adalah: Sering terbangun karena ingin buang air kecil Rasa tidak nyaman pada tubuh atau stress secara emosional selama kehamilan Waktu tidur siang yang lebih lama   Gangguan Tidur Pada Trimester II Kehamilan (13-27 Minggu) Kualitas tidur anda akan membaik begitu anda memasuki trimester kedua kehamilan anda karena berkurangnya keinginan untuk buang air kecil di malam hari. Hal ini terjadi karena bayi anda telah semakin membesar dan bergerak ke atas sehingga tekanan pada kandung kemih anda menjadi berkurang. Akan tetapi, anda tetap dapat mengalami gangguan tidur akibat rasa tidak nyaman pada tubuh anda atau akibat stress emosional.   Gangguan Tidur Pada Trimester III Kehamilan (28-40 Minggu)   Tidur anda akan sangat terganggu saat anda memasuki trimester ketiga kehamilan anda. Hal ini dapat disebabkan oleh: Rasa tidak nyaman karena perut anda yang besar Adanya rasa seperti terbakar di dada, kram pada kaki, dan tersumbatnya sinus Sering buang air kecil di malam hari karena posisi bayi anda kembali berubah dan kembali menekan kandung kemih anda   Baca juga: Tanda Bahaya Saat Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 21 Dec 2019    16:00 WIB
Nutrisi Apa Yang Dibutuhkan Oleh Ibu hamil?
Yang harus diketahui adalah apa yang dibutuhkan oleh ibu hamil adalah Asam folat, zat besi dan kalsium Asam folat akan membantu mencegah kelainan pada pembentukan tabung syaraf, yang akan mempengaruhi otak dan syaraf tulang belakang. Kemudian apa yang harus dikonsumsi? Seorang ibu hamil sebaiknya makan makanan sehat yang harus mampu memenuhi 4 sehat 5 sempurna setiap harinya: • Karbohidrat Karbohidrat berasal dari nasi, roti, kentang, oatmeal, sereal yang berbahan gandum dan jagung. • Sayuran dan buah-buahan Pilih sayuran dan buah-buahan yang berwarna. Sehingga Anda harus mengganti variasi buah dan sayuran yang Anda makan setiap hari seperti warna sayur atau buah yang berwarna hijau, merah, oranye, kuning, ungu, putih, agar Anda dan bayi Anda mendapatkan banyak nutrisi. Misalnya untuk sayuran hijau Anda bisa mendapatkan manfaat vitamin A, C, K dan asam folat. Asam folat terdapat pada brokoli, kembang kol, kol, wortel, jagung, kacang kedelai, jeruk, jambu klutuk, alpukat. Karena setiap kelompok warna yang berbeda memberikan vitamin, mineral dan antioksidan yang berbeda. • Protein Untuk mendapatkan manfaat protein Anda konsumsi daging tanpa lemak. Selain itu pilih makanan yang banyak mengandung omega-3.Karena omega-3 penting bagi otak dan pengembangan penglihatan. Anda bisa konsumsi telur (kaya akan kaolin yng dapat membantu pertumbuhan bayi dan kesehatan otak) dan ikan salmon • Produk susu Untuk produk susu sebaiknya Anda juga perhatikan vitamin dan mineral yang terkandung didalamnya. Apabila Anda tidak dapat mengkonsumi susu Anda masih bisa mendapatkan dari makanan yang lain. Sumber: asianparent
 16 Nov 2019    11:00 WIB
Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu ke 5-8)
Minggu 5Bayi: bayi anda masih sangat kecil. Pada saat ini terjadi pembentukan jantung, otak, saraf, otot, dan tulang. Plasenta dan kantong amnion juga masih berkembang. Mulai terbentuk tali pusar yang menghubungkan bayi anda dengan anda.Ibu: anda mulai merasakan beberapa gejala kehamilan saat ini, seperti mual, muntah, nyeri atau kesemutan pada payudara, penggelapan warna puting susu, sering berkemih (buang air kecil), dan merasa cepat lelah.Disarankan untuk mulai melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan kehamilan anda dan mulai menjadwalkan pemeriksaan kehamilan selanjutnya. Minggu 6Bayi: bayi anda telah berbentuk seperti kecebong. Pembentukan mata dan anggota gerak telah dimulai. Pada saat pemeriksaan USG, dapat terdengar denyut jantung. Minggu ke 3 sampai minggu ke 8 merupakan saat rentan bagi bayi anda, karena di saat inilah berbagai organ penting sedang terbentuk.Ibu: berat badan anda telah bertambah atau berkurang karena mual dan muntah yang anda alami. Hal ini normal. Mulai terjadi pembesaran perut, payudara, dan kaki. Pada pemeriksaan, mulai terlihat pembesaran rahim.Disarankan untuk terus mengkonsumsi vitamin, asam folat, dan diet sehat. Berhentilah merokok dan mengkonsumsi alkohol. Minggu 7Bayi: pembentukan berbagai organ, seperti jantung, paru-paru, usus, otak, saraf, hidung, mulut, mata dan anggota gerak terus berlanjut.Ibu: anda masih mengalami mual dan muntah, serta mengalami perubahan pada payudara anda (terasa lebih keras)Jangan pernah mengosongkan lambung anda untuk mencegah rasa mual. Makanlah porsi kecil dan sering. Minggu 8Bayi: mulai terbentuk kelopak mata dan telinga. Jari-jari juga mulai terbentuk dan berselaput, yang memungkinkannya untuk berenang di dalam cairan ketuban di rahim anda.Ibu: volume darah anda meningkat dan jantung anda memompa darah setengah kali lebih banyak setiap menitnya untuk mensuplai kebutuhan bayi anda. Saat ini akan terjadi perubahan mood dan mual yang disebabkan oleh bau-bauan tertentu.Jagalah payudara anda dengan bra penyangga untuk membuat anda merasa lebih nyaman. Anda juga dapat mulai berolahraga. Bulan 2 KehamilanWajah bayi anda terus berkembang. Akan terbentuk benjolan kecil di samping kanan dan kiri wajah bayi anda, yang nantinya akan berkembang menjadi telinga. Terbentuk tonjolan kecil lainnya pada tubuh, yang nantinya akan membentuk tangan, kaki, jari tangan, dan jari kaki.Sistem saraf (otak, medulla spinalis, dan serabut saraf lain) telah terbentuk sempurna. Sistem pencernaan dan organ lainnya masih berkembang. Tulang juga mulai terbentuk menggantikan tulang rawan. Baca juga: Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu ke 1-4) Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 15 Nov 2019    16:00 WIB
Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu ke 1-4)
Tentunya anda merasa penasaran mengenai apa saja yang terjadi pada janin anda selama berada dalam kandungan. Selain itu, anda juga tentu ingin mengetahui hal-hal apa saja yang terjadi di pada tubuh anda. Di bawah ini, akan dijelaskan mengenai perkembangan yang akan anda alami selama kehamilan.   Minggu 1 dan 2 Bayi: bayi anda masih sangat kecil saat ini. Sulit untuk mengetahui kapan pembuahan terjadi, oleh karena itu, dokter biasanya menghitung usia kehamilan anda berdasarkan hari pertama menstruasi terakhir anda. Dengan demikian, dokter juga dapat memperkirakan kapan kira-kira anda akan melahirkan. Ibu: setiap bulannya tubuh anda menghasilkan satu buah telur yang dapat dibuahi oleh sperma. Telur ini pada mulanya tersimpan di dalam ovarium dan akan matang setiap bulannya dan kemudian bergerak ke saluran telur untuk dibuahi. Jika siklus menstruasi anda adalah 28 hari, maka waktu subur anda kira-kira adalah pada hari ke 13-15 setelah menstruasi terakhir. Bila anda berencana untuk hamil dan sedang hamil, dianjurkan untuk mengkonsumsi 400-800 mcg asam folat setiap harinya untuk mencegah terjadinya kelainan saraf bawaan (spina bifida).   Minggu 3 Bayi: pada saat ini, sudah mulai terbentuk morula, walaupun masih sangat kecil, kira-kira seujung jarum. Morula belum tampak seperti janin atau bayi, morula merupakan kumpulan sel-sel yang terus menduplikasikan diri. Lapisan luar morula nantinya akan berkembang menjadi plasenta, sedangkan bagian dalamnya akan menjadi janin. Ibu: anda tidak akan mengetahui bahwa anda sedang hamil, karena pada saat ini anda belum merasakan gejala kehamilan apapun dan menstruasi anda belum terlambat.   Minggu 4 Bayi: morula telah berkembang menjadi embrio dan bergerak menuju rahim anda untuk melakukan penempelan. Ibu: pada saat ini, anda seharusnya sudah mengalami menstruasi, tetapi bila anda hamil, maka anda tidak akan mendapat menstruasi. Menstruasi yang terlambat dapat merupakan tanda awal kehamilan. Sampai saat ini anda belum merasakan gejala kehamilan apapun, kecuali mungkin adanya bercak yang keluar dari kemaluan anda. bercak ini merupakan akibat dari penempelan embrio pada rahim anda. Pada minggu ke 4 ini, plasenta dan air ketuban sudah mulai terbentuk di dalam rahim anda.   Bulan 1 Kehamilan Pada bulan pertama kehamilan, telur yang telah dibuahi akan berkembang dan terbentuklah suatu kantong berisi cairan di sekeliling telur yang telah dibuahi ini. Kantong berisi cairan ini disebut kantong amnion, yang membantu menjaga embrio anda dari benturan. Plasenta juga mulai berkembang. Plasenta adanya suatu jaringan bulat dan datar yang berfungsi untuk mengantarkan berbagai nutrisi dari ibu kepada bayinya, serta sebagai tempat mengeluarkan berbagai hasil metabolisme janin. Embrio telah berkembang, membentuk wajah dengan lingkaran gelap yang nantinya akan menjadi mata. Mulut, rahang bawah, dan tenggorokan masih sedang berkembang. Sel darah dan sistem sirkulasi juga mulai berkembang. Pada akhir minggu ke 4, bayi anda telah berukuran sekitar 0.6 cm, lebih kecil daripada sebutir beras.  Baca juga: Belum Ingin Hamil? Bisa Dicoba Pengendali Kehamilan Tanpa Hormon Ini Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber : webmd
 08 Nov 2019    11:00 WIB
Apakah Perbedaan Tekanan di Dalam Kabin Pesawat Aman Bagi Ibu Hamil?
Selama Anda dan bayi Anda sehat serta dokter mengijinkan, maka Anda cukup aman berpergian dengan pesawat terbang. Perbedaan tekanan di dalam kabin pesawat seharusnya tidak akan menyebabkan masalah bagi Anda atua bayi Anda. Tekanan di dalam kabin pesawat komersial biasanya sudah disesuaikan agar para penumpangnya merasa nyaman. Akan tetapi, tekanan udara di dalam pesawat pasti akan lebih rendah daripada pada permukaan tanah, sehingga kadar oksigen memang akan menjadi lebih sedikit. Namun, perubahan kadar oksigen di dalam pesawat ini sangat kecil sehingga biasanya tidak akan mempengaruhi jaringan atau cairan yang mengelilingi bayi Anda. Akan tetapi, berkurangnya kadar oksigen ini pasti akan menyebabkan terjadinya perubahan fisiologis di dalam tubuh Anda, yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah dan denyut jantung.   Baca juga: Naik Pesawat Saat Hamil, Aman Enggak Sih?   Jadi, secara keseluruhan berpergian dengan pesawat komersial selama hamil cukup aman selama tidak ada masalah pada kehamilan Anda. Akan tetapi, bila Anda menderita suatu kelainan darah seperti sickle cell anemia yang cukup berat atau mudah terbentuk bekuan darah atau mengalami insufisiensi plasenta, maka tidak dianjurkan untuk berpergian dengan pesawat terbang, baik komersial atau bukan, berapa pun usia kehamilan Anda. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sebelum berpergian dengan pesawat terbang saat hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: babycenter
 30 Oct 2019    08:00 WIB
Pentingnya Perawatan Gigi Selama Kehamilan
Kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut ibu, di mana dapat terjadi pembengkakan gusi dan gusi berdarah. Selain itu, hormon yang diproduksi selama kehamilan juga dapat membuat gigi anda lebih mudah terserang plak. Perawatan Gigi Sebelum Hamil Periksakanlah kesehatan gigi anda sebelum kehamilan. Dengan demikian, anda dapat mengetahui keadaan kesehatan gigi anda dan berbagai gangguan kesehatan yang ada sehingga anda dapat mengatasi berbagai masalah tersebut sebelum kehamilan terjadi. Perawatan Gigi Selama Kehamilan Beberapa hal yang harus anda lakukan dalam merawat kesehatan gigi anda selama kehamilan adalah: Beritahukanlah pada dokter gigi anda bahwa anda sedang hamil dan jangan melakukan pemeriksaan gigi pada trimester pertama kehamilan dan pada saat kehamilan anda telah berusia 30 minggu karena saat-saat ini merupakan saat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi anda. Anda dapat melakukan pemeriksaan gigi rutin pada trimester kedua. Semua tindakan pencabutan atau penambalan atau tindakan lainnya yang tidak perlu dilakukan dengan segera dapat ditunda hingga anda telah melahirkan Beritahukan pada dokter gigi anda setiap obat yang anda konsumsi Hindari melakukan foto rontgen apapun selama kehamilan Hindari penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol Lakukanlah pemeriksaan gigi secara teratur selama trimester kedua kehamilan karena kehamilan menyebabkan perubahan hormonal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan pada gusi Perhatikan setiap perubahan pada gusi anda selama kehamilan Jagalah kebersihan mulut dan gigi anda untuk mencegah dan atau mengurangi berbagai gangguan kesehatan mulut Jika rasa mual dan muntah di pagi hari membuat anda sulit menyikat gigi anda, gantilah pasta gigi anda dengan pasta gigi yang tidak berasa selama kehamilan. Anda juga dapat mencoba membersihkan mulut anda dengan air dan tunggulah sekitar 1 jam sebelum mulai menyikat gigi Hal lainnya yang perlu anda perhatikan adalah agar anda menghindari berbagai makanan manis. Keinginan atau mengidam makanan manis sering terjadi selama kehamilan. Akan tetapi, ingatlah bahwa semakin banyak anda memakan makanan tersebut maka semakin besar pula resiko kerusakan gigi anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi juga dapat ditularkan dari ibu pada anak. Konsumsilah makanan sehat dan seimbang selama kehamilan. Gigi bayi anda akan mulai berkembang saat kehamilan anda telah memasuki usia 3 bulan. Konsumsilah berbagai makanan kaya kalsium dan vitamin D seperti susu dan produknya, keju, dan yogurt bagi perkembangan gigi, gusi, dan tulang bayi anda.   Perawatan Gigi Setelah Melahirkan Bila anda mengalami gangguan kesehatan mulut apapun, baik pada gigi dan gusi, segera periksakan diri anda setelah melahirkan untuk memperoleh penanganan yang mungkin tidak dapat dilakukan selama kehamilan.    Baca juga: Gangguan Tidur Selama Kehamilan Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 26 Sep 2019    11:00 WIB
Olahraga Saat Hamil Banyak Manfaatnya Bagi Ibu dan Bayi
Sayangnya, kebanyakan wanita hamil takut untuk berolahraga karena mereka berpikir hal ini dapat membahayakan janin. Berolahraga ketika Anda sedang hamil sebenarnya baik untuk Anda dan bayi Anda, tetapi Anda harus memperhatikan jenis latihan apa yang akan Anda lakukan. Olahraga dapat menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan risiko diabetes gestasional (kencing manis saat hamil), membantu mengendalikan hormon dan membantu Anda untuk mempersiapkan tenaga saat persalinan. Tapi, sebelum memulai program kebugaran Anda, Anda harus berbicara dengan dokter spesialis kandungan Anda tentang rencana untuk berolahraga selama masa kehamilan dan mengetahui semua informasi dan rekomendasi yang diperlukan. Berikut adalah daftar dari beberapa alasan yang baik mengapa Anda harus berolahraga saat hamil: 1.      Memperkuat tubuh dan pikiran Ketika Anda berolahraga, Anda memperkuat pikiran, tubuh dan mempersiapkan tubuh Anda untuk masa persalinan. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga selama masa kehamilan dapat mengurangi waktu persalinan. Proses persalinan yang Anda alami bisa menjadi lebih cepat begitupula dengan proses pemulihan yang lebih cepat. Jadi jika dokter sudah menganjurkan Anda untuk berolahraga, apa lagi yang Anda tunggu? 2.      Meningkatkan aktivitas otak bayi Anda Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Montreal pada tahun 2013 menunjukkan bahwa 20 menit latihan ringan, 3 kali seminggu, dapat meningkatkan kekuatan otak bayi Anda. Sebelum penelitian ini, orang hanya tahu bahwa olahraga dapat meningkatkan aktivitas otak mereka, bukan otak bayi mereka. Maka ini adalah alasan penting untuk berolahraga selama kehamilan. 3.      Tidur yang lebih baik Jika Anda mengalami kesulitan untuk tidur selama masa kehamilan, terutama dalam tiga bulan terakhir kehamilan, olahraga dapat membantu Anda. Jangan khawatir kebanyakan wanita hamil memang memiliki masalah tidur dan tidak hanya Anda. Jika Anda menemukan diri Anda sulit tidur saat malam hari. Maka lakukan konsultasi dengan dokter Anda dan pertimbangkan untuk berolahraga. Dengan berolahraga akan membuat tubuh Anda menjadi lebih rileks dan lebih mudah terlelap. 4.      Meringankan nyeri punggung Nyeri punggung selama masa kehamilan sebenarnya merupakan keluhan umum dari hampir semua wanita hamil. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengobati rasa sakit ini dan olahraga adalah salah satu caranya, Dengan berolahraga selama masa kehamilan Anda, dapat membantu mengurangi nyeri punggung atau bahkan menghilangkannya Untuk memperkuat inti tubuh Anda, Anda cukup melakukan plank. Jangan berbaring telentang saat Anda berolahraga, karena ini menurunkan aliran darah ke bayi Anda. 5.      Mengurangi risiko diabetes gestasional Pada masa kehamilan ada beberapa ibu hamil yang bisa mengalami diabetes gestasional dimana terjadi peningkatan kadar gula darah selama masa kehamilan yang bisa berujung ke masalah kencing manis. Untuk membantu menghindari hal ini, pastikan Anda makan makanan yang sehat dan berolahraga secara teratur. Tentu, tidak ada jaminan yang pasti karena diabetes gestasional dipengaruhi faktor genetik. Namun, Anda masih dapat menurunkan risiko Anda dengan menjaga berat badan Anda tetap normal untuk ibu hamil, berolahraga, dan mengonsumsi hanya makanan sehat. 6.      Lebih mudah kembali ke berat badan semula setelah melahirkan Saat hamil maka akan terjadi kenaikan berat badan yang cukup signifikan, bisa sekitar 15-20 kg atau bahkan lebih. Setelah melahirkan biasanya agak sulit untuk langsing kembali seperti semula. Tetapi bila Anda melakukan olahraga selama masa kehamilan, maka Anda mungkin mendapatkan kembali berat badan semula Anda seperti saat belum hamil. 7.      Seimbangkan hormon Anda Sejak hormon tubuh Anda berubah selama kehamilan Anda, jangan heran jika Anda merasa bahwa emosi Anda turun naik dan tidak menentu. Untuk mengurangi perubahan suasana hati Anda, cobalah berolahraga secara teratur. Latihan dapat membantu menyeimbangkan hormon Anda serta meningkatkan rasa percaya diri Anda. Seperti yang Anda lihat, olahraga tidak buruk bagi wanita hamil. Cukup ikuti panduan dokter Anda, mendengarkan tubuh Anda, dan menikmati olahraga ringan serta jangan lupa untuk minum cukup air untuk tetap terhidrasi. Baca juga: Tanda-Tanda Awal Kalau Anda Hamil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womanitely