Your browser does not support JavaScript!
 15 Sep 2020    13:00 WIB
Usai Haid Payudara Masih Nyeri, Ini Penyebabnya
Nyeri pada payudara bisa terjadi sebelum, selama ataupun setelah menstruasi. Hal ini bukanlah suatu tanda kehamilan, tetapi mungkin berhubungan dengan makanan, hormon, stress, dan berbagai hal lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membuat payudara terasa nyeri pada waktu yang berbeda daripada biasanya. Perubahan Kadar Hormon Pubertas, sedang haid, kehamilan, dan menopause merupakan masa-masa di mana kadar progesteron dan estrogen menjadi tidak stabil. Keadaan ini dapat menyebabkan payudara terasa nyeri. Kafein, Nikotin, Metilxanthin, dan Lainnya Vasodilator, suatu bahan kimia yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang akan membuat tubuh merasa stress. Karena efek inilah, rasa nyeri dan berbagai gejala tidak menyenangkan lainnya dapat menjadi lebih terasa. Jadi, jika Anda sering menggunakan obat ini, maka ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsinya. Retensi Cairan Retensi cairan akibat garam, kurang olahraga, atau menderita gangguan kesehatan tertentu dapat menyebabkan payudara menjadi lebih berat sehingga menjadi lebih sakit. Jadi, ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsi garam. Lebih sering berolahraga juga dapat mengurangi retensi cairan. Lemak Hewani Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lemak hewani turut berperan dalam terjadinya nyeri payudara. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui apakah lemaknya yang menjadi penyebab atau apakah hormon yang terdapat di dalamnya yang menjadi penyebab. Kontrasepsi dan Terapi Hormonal Walaupun dapat mencegah terjadinya kehamilan, akan tetapi kontrasepsi mungkin dapat berpengaruh besar pada produksi hormon di dalam tubuh Anda. Selain itu, terapi hormonal juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri dan rasa tidak nyaman pada payudara. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami hal ini. Sumber: medhealthdaily
 12 Dec 2019    08:00 WIB
Nyeri Menstruasi Membuat Wanita Sulit Berpikir
Menurut para psikologis, nyeri yang dialami wanita saat menstruasi membuat wanita berpikir lebih lambat dan kurang akurat. Wanita dikenal dengan kemampuannya untuk multitasking atau melakukan banyak pekerjaan sekaligus. Tetapi saat mengalami nyeri saat menstruasi, wanita dapat kehilangan kemampuannya tersebut. Hal ini merupakan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh the University of Bath’s Department of Psychology. Penelitian ini mengatakan bahwa mereka yang pertama mencari tahu efek dari nyeri menstruasi terhadap kemampuan kognitif wanita. Penelitai ini melibatkan 52 wanita yang diminta untuk menyelesaikan sebuah tes. Para relawan itu harus melakukan tes yang memerlukan konsentrasi dan kemampuan berpikir dan konsentrasi tinggi, sementara mereka juga harus mampu menahan nyeri haid yang mereka alami.  Hasilnya, nyeri haid memengaruhi hasil tes. Rasa sakit tersebut mampu mengalihkan perhatian wanita dan sekaligus membuat otak bekerja tidak maksimal. Dr. Ed Keogh yang memimpin penelitian ini mengatakan bahwa para peneliti sendiri sangat tertarik dengan hasil penelitian ini karena menurutnya nyeri yang dirasakan setiap hari memang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang. Para peneliti mengatakan bahwa kemampuan wanita ini sedikit menurun dan sedikit melambat dibandingkan saat mereka tidak dalam kondisi nyeri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nyeri sangat mempengaruhi kemampuan sensorik seseorang, memperngaruhi apa yang kita pikirkan dan apa yang kita rasakan. Nyeri haid atau dismenorea mempengaruhi lebih dari 40% wanita di seluruh dunia. Nyeri haid juga menyebabkan pelajar wanita dan pekerja wanita tidak dapat hadir di kelas atau pekerjaan.Sumber: telegraph
 12 Mar 2019    16:00 WIB
Waspada 5 Kondisi Penyebab Darah Banyak Keluar Saat Haid!
Semua wanita yang normal akan mengalami yang namanya masa haid atau siklus menstruasi. Ada yang lancar tidak ada masalah, ada yang memiliki beberapa masalah seperti haidnya terlalu lama, terlalu cepat, darah yang keluar terlalu sedikit atau mungkin sangat banyak. Yang seringkali menjadi perhatian atau membuat wanita merasa was-was adalah saat darah haid yang keluar sangat banyak. Rasanya sangat tidak nyaman dan mungkin akan sedikit menakutkan. Biasanya seorang wanita mengeluarkan volume menstruasi rata-rata 30-40 ml sebulan pada masa menstruasi. Namun beberapa wanita mengeluarkan hingga lebih dari 60 ml sebulan. Nah agar Anda menjadi lebih tahu, mengapa ada beberapa wanita yang mengalami darah keluar berlebihan saat masa haid, akan dibahas dalam ulasan dibawah ini. Berikut penyebab darah banyak keluar saat masa haid atau disebut juga dengan menorrhagia: 1.      Hormon tidak seimbang Penyebab utama dari darah yang keluar terlalu banyak saat masa haid adalah karena faktor hormon yang tidak seimbang. Keseimbangan hormon estrogen dan progesteron akan mengatur lapisan rahim (endrometrium). Apabila hormon yang dihasilkan tubuh seimbang maka darah yang keluar akan sesuai tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Tetapi ketika hormon tersebut tidak seimbang maka lapisan rahim yang terbangun akan lebih banyak sehingga darah yang keluar menjadi lebih banyak. 2.      Polip rahim Polip, apabila ada polip rahim maka bisa menyebabkan darah yang keluar saat haid juga meningkat. Polip rahim adalah pertumbuhan jaringan tumor yang terjadi pada lapisan dalam rahim. Polip rahim terbentuk akibat pertumbuhan jaringan endometrium yang berlebihan, penyebab pastinya masih belum diketahui. Perlu Anda ketahui bila memiliki polip rahim maka bisa menganggu kesuburan. 3.      Alat kontrasepsi IUD IUD adalah alat kontrasepsi yang membantu mencegah kehamilan. Sebenarnya alat kontrasepsi ini cukup baik karena bisa digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama. Tapi memiliki risiko yaitu membuat darah saat masa haid menjadi lebih banyak. Apabila hal ini terjadi maka kemungkinan Anda harus melepasnya dan mengganti dengan alat kontrasepsi lain yang cocok dengan Anda. 4.      Disfungsi ovarium Adalah kegagalan fungsi ovarium, yang bertanggung jawab untuk pembentukan hormon sehingga terjadi ketidakseimbangan kadar hormon. Sehingga memicu terjadinya kondisi menorrhagia. 5.      Adenomiosis Merupakan suatu keadaan dimana jaringan endometrium yang merupakan lapisan bagian dalam rahim, ada dan tumbuh di dalam dinding atau otot rahim. Penyebab pastinya belum diketahui, tapi dipengaruhi kadar hormon estrogen. Kondisi ini juga akan memicu darah yang keluar banyak saat masa haid dan biasanya akan disertai rasa nyeri saat haid. Selain penyebab di atas ada beberapa penyebab lain yang menyebabkan darah keluar banyak saat masa haid seperti fibroid rahim, infeksi panggul atau tumor, masalah hati atau ginjal, infeksi pada rahim, stres, perubahan diet. Apabila Anda mengalami hal ini maka Anda harus menjada pola makan Anda dengan banyak konsumsi makanan yang kaya vitamin dan mineral, selain itu bila dirasakan terus menerus ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin. Apabila memang ada gangguan kesehatan maka akan secepatnya diterapi. Baca juga: Cara Menghindari Kram Perut Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: magforwomen
 10 Mar 2019    08:00 WIB
Ketahui 6 Penyebab Utama Haid Datang Terlambat
Ladies tentu merasakan kalau mengalami datang bulan terlambat menjadi harap-harap cemas, apalagi mereka yang tidak mengharapkan kehamilan terlebih dahulu. Nah, artikel kali ini akan membahas mengenai penyebab seorang mengalami terlambat datang bulan. Stress Mengalami stress dalam waktu yang cukup lama bisa mempengaruhi siklus menstruasi wanita, bisa lebih pendek atau lebih lama. Sebab itu agar haid lancer perlu menghindari situasi yang menyebabkan kita stress dengan melakukan kegiatan seperti olah raga teratur dan tidur yang cukup. Jika mengalami stress yang parah, ladies disarankan untuk menemui dokter atau konselor. Perimenopause Seorang mulai mengalami menopause sekitar usia 52 tahun dimana dia tidak mengalami haid lagi. Banyak wanita mengalami gejala dini menauposue 10 hingga 15 tahun sebelum menopause. Masa ini disebut sebagai perimenopause dimana kadar estrogen mulai berfluktuasi. Kadar estrogen yang tidak teratur atau berfluktuasi inilah yang menyebabkan seorang wanita mengalami haid tidak teratur. Turun berat badan Turun berat badan cukup banyak yang disebabkan karena olahraga bisa menyebabkan haidnya tidak teratur bahkan tidak mengalami haid bulan itu. Ini disebabkan karena kehilangan berat badan atau lemak tubuh mengakibatkan perubahan tingkat hormon reproduksi. Kelebihan berat badan atau obesitas Ladies, bukan hanya berat badan turun bisa mempengaruhi siklus haid. Namun kelebihan atau obesitas juga mempengaruhi siklus haid. Ini dikarenakan obesitas bisa merupakan suatu tanda seseorang mengalami kondisi polycystic ovary syndrome (PCOS). PCOS merupakan salah satu gangguan hormonal dimana kadar hormonnya tidak normal. Selain PCOS menyebabkan obesitas, ternyata juga dapat menyebabkan kista kecil berkembang pada ovarium, jerawat, kelebihan rambut wajah dan tubuh. Untuk memastikan hal ini ladies perlu datang ke dokter agar dilakukan evaluasi. Dokter mungkin merekomendasikan tes darah atau ultrasound untuk melihat indung telur agar didapatkan diagnosis yang benar. Tidak adanya menstruasi dalam masa subur jika tidak diobati bisa menyebabkan kanker endometrium. So, ladies jangan ragu-ragu datang ke dokter untuk memastikan hal ini. Kondisi hormonal Ketidakseimbangan hormon jelas bisa mempengaruhi sesorang tidak mengalami atau terlambat datang bulan. Untuk memastikan hal ini tentu harus dilakukan tes darah. Hormon yang menyebabkan hal ini terutama adalah hormon prolactin atau thyroid. Hamil Yang terakhir tentu kalau kita mengalami terlambat datang bulang, bisa jadi kita sedang hamil. Untuk memastikan saat ini banyak alat untuk mengetes kehamilan atau bisa juga pergi ke dokter kandungan untuk memastikan Jadi ladies kiranya kita tidak galau atau susah hati ketika kita mengalami terlambat haid. Sebaliknya kita perlu memastikan kondisi kita berdasarkan keterangan di atas. Jika ladies mengalami terlambat bulan berturut-turut, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter yang bersangkutan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: www.medicalnewstoday.com
 15 Jan 2018    11:00 WIB
5 Makanan yang Harus Dikonsumsi Saat Sedang Haid
Premenstrual syndrome (PMS) merupakan hal yang pasti pernah dialami oleh setiap wanita. PMS merupakan kumpulan gejala tidak menyenangkan yang biasanya terjadi beberapa hari sebelum menstruasi dimulai. Para ahli berpendapat bahwa gejala PMS seorang wanita dapat diubah dengan mengubah apa yang mereka makan pada saat PMS terjadi. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa makanan yang wajib dikonsumsi sebelum dan saat sedang haid agar keluhan nyeri perut saat menstruasi berkurang.   Sayuran Berdaun Hijau Sayuran berdaun hijau seperti kale atau swiss chard baik dikonsumsi selama menstruasi. Selain mengandung banyak zat besi dan vitamin B, kandungan serat di dalam sayuran ini juga dapat membantu mengatasi berbagai gangguan pencernaan yang terjadi selama menstruasi.   Kacang Saat Anda terus saja merasa lapar sebelum menstruasi dimulai, mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak asam lemak omega 3 ini dapat membuat Anda merasa lebih kenyang daripada junk food lainnya.   Buah Segar Makanan lainnya yang juga dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan saat menstruasi adalah buah. Oleh karena itu, konsumsilah buah kesukaan Anda sebelum menstruasi Anda sehingga saluran pencernaan Anda menjadi lebih baik.   Gandum Seperti halnya buah, kandungan serat di daam gandum utuh dapat membantu melancarkan pencernaan Anda, terutama saat Anda sedang haid. Gandum juga mengandung karbohidrat kompleks yang mengandung berbagai vitamin dan mineral.   Daging Merah Saat sedang haid, sangat penting untuk meningkatkan konsumsi zat besi Anda karena banyaknya darah yang keluar. Mengkonsumsi makanan kaya zat besi dapat mencegah terjadinya anemia dan berbagai gejala anemia. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengkonsumsi daging merah saat haid. Bila Anda tidak suka mengkonsumsi daging, Anda dapat mengkonsumsi suplemen zat besi untuk mencukupi kebutuhan zat besi Anda.   Selain mengkonsumsi berbagai makanan di atas, berolahraga secara teratur juga dapat membantu mengatasi berbagai gejala tidak menyenangkan selama haid.   Baca juga: 6 Hal yang Harus Dihindari Saat Sedang Haid   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: sheknows
 04 Sep 2014    12:00 WIB
Ganti Minuman Anda Untuk Meningkatkan Kesuburan
Apakah Anda sudah membaca artikel mengenai Ganti Menu Makanan Anda Untuk Meningkatkan Kesuburan, maka artikel ini akan membahas mengenai minuman yang akan mempengaruhi kesuburan Anda.  Perhatikan asupan alkohol Anda Lupakan kata-kata satu gelas anggur baik untuk Anda. Saat Anda sedang berusaha untuk hamil, seberapapun alkohol yang Anda minum akan memberikan efek negatif. Tingkat sedang sampai tingkat tinggi saat konsumsi alkohol pada wanita terkait dengan risiko peningkatan keguguran, disfungsi hypothalmic-pituitari-ovarium, disfungsi ovulasi, cacat fase luteal dan perkembangan abnormal dari lapisan endometrium. Tingkat sedang sampai tingkat tinggi konsumsi alkohol pada pria dihubungkan dengan fungsi hati yang abnormal, meningkatkan tingkat estrogen (berhubungan dengan sperma) dan penurunan yang signifikan dalam jumlah sperma. Perhatikan asupan kafein Anda Batasi konsumsi kafein Anda. Minum lebih banyak kafein akan memberikan efek negatif kepada wanita yang sedang berusaha untuk hamil. Ganti kebiasaan Anda mengkonsumsi kopi dan teh setiap pagi dengan air putih. Hal ini akan membantu Anda yang sedang mempersiapkan kehamilan.  Ada sejumlah penelitian yang menunjukkan hubungan langsung antara tingginya tingkat konsumsi kafein sehari-hari (lebih dari 300mg per hari) dan kesuburan pada pria dan wanita yang rendah. Sehingga untuk Anda yang sedang mempersiapkan kehamilan sebaiknya Anda lebih sering konsumsi air putih agar kesuburan tidak terganggu.  Sumber: huggies