Your browser does not support JavaScript!
 01 Jul 2018    16:00 WIB
Dampak Buruk Mayonaise Bagi Kesehatan Anda
Sebagian besar mayonaise yang dijual di pasaran biasanya terbuat dari berbagai lemak tidak sehat dan hanya mengandung sangat sedikit nutrisi yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan anda. Asam Lemak Omega 6Mayonaise yang dijual di pasaran sebagian besar terbuat dari minyak kedelai, minyak jagung, atau berbagai minyak sayur lainnya yang mengandung banyak asam lemak omega 6. Walaupun omega 6 merupakan asam lemak esensial yang penting bagi kesehatan, akan tetapi terlalu banyak mengkonsumsi asam lemak omega 6 dan sedikit asam lemak omega 3 dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai penyakit jantung, beberapa jenis kanker, diabetes tipe 2, osteoporosis, dan rematik sendi.GulaMayonaise biasa mengandung sekitar 1 gram gula per 1 sendok makan. Akan tetapi, jangan mengira dengan memilih mayonaise yang lebih sehat (rendah lemak atau bebas lemak), anda telah aman. Mayonaise rendah lemak memiliki lebih banyak gula di dalamnya, yaitu lebih dari 4 gram gula per 1 sendok makan, yang setara dengan 1 sendok teh gula per 1 sendok makan mayonaise. Selain mengandung asam lemak omega 6 dan gula, mayonaise juga mengandung berbagai zat seperti pengawet, penambah rasa, dan MSG (monosodium glutamate). Walaupun berbagai zat kimia ini aman untuk dikonsumsi, beberapa orang mengalami beberapa efek samping seperti nyeri kepala, mual, dan badan terasa lemas. Mayonaise buatan sendiri biasanya dapat bertahan hingga 1 minggu, sementara mayonaise yang dijual di pasaran dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Sumber: healthyeating.sfgate
 08 Feb 2018    12:30 WIB
Terlalu banyak Konsumsi Gula dan Makanan Manis Lainnya? Ini Efek Buruk Yang Bisa Anda Alami
Makanan manis, makanan yang mengandung gula tinggi dan karbohidrat adalah makanan yang digemari banyak orang dan bisa jadi Anda salah satunya. Rasanya yang enak memang membuatnya menjadi pilihan banyak orang. Namun rasanya yang manis bukan berarti efeknya untuk tubuh bak, karena ternyata bila konsumsi gula berlebihan maka akan menyebabkan masalah kesehatan.   Berikut Gangguan Kesehatan Akibat Gula: Penyakit Menurut Harvard School of Public Health, mengonsumsi makanan dan minuman bergula secara teratur meningkatkan risiko penyakit jantung. Efek pembentuk asam gula meningkatkan pembengkakan di tubuh, yang dapat menyebabkan peningkatan asam urat. Konsumsi gula dapat meningkatkan kadar insulin, menempatkan Anda pada risiko lebih tinggi terkena diabetes. Mengonsumsi makanan mengandung gula dapat meningkatkan asupan kalori yang dengan mudah dapat menyebabkan kenaikan berat badan berlebih dan menyebabkan obesitas. Sebuah studi yang diterbitkan dalam "Journal of Nutrition" menemukan bahwa penyakit yang terkenal karena alkoholisme, penyakit hati berlemak, juga dapat disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung gula tinggi.   Risiko Gigi Berlubang American Dental Association memperingatkan terhadap gula berlebih karena efek langsung yang mereka miliki terhadap gigi. Bila plak dari makanan yang mengandung gula, kontak dengan mulut aka , terjadi reaksi asam. Asam ini menyerang gigi, menyebabkannya terjadinya pembusukan. Seiring waktu, ini bisa menyebabkan gigi berlubang.   Kekebalan Tubuh Lebih Rendah Makanan yang mengandung gula tinggi dan minuman yang mengandung gula tinggi seperti soda dan minuman manis lainnya menghalangi fungsi sistem kekebalan tubuh Anda, membuat Anda lebih rentan terkena flu dan virus lainnya. Sebuah studi tahun 1973 di Loma Linda University menunjukkan bahwa gula menekan sel darah putih untuk menyerang bakteri berbahaya di dalam tubuh setidaknya selama lima jam setelah dikonsumsi. Ilmuwan memberi peserta 100 gram gula dicampur dengan beberapa bakteri. Mereka mengambil darah peserta dan membandingkannya dengan mereka yang telah mengonsumsi makanan tanpa pemanis dengan bakteri. Mereka yang telah mengonsumsi gula memiliki lebih banyak bakteri, karena sel darah putih, yang melawan bakteri tidak melakukan pekerjaan mereka.   Jerawat Sebuah penelitian tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal "Molecular Nutrition & Food Research" melihat efek diet rendah dan tinggi glikemik pada kulit pria remaja yang memiliki jerawat. Gula adalah makanan dengan kadar glisemik tinggi karena tubuh memecahnya menjadi glukosa lebih cepat, menyebabkan lonjakan besar kadar gula darah Anda. Studi tersebut menemukan bahwa peserta konsumsi gula tinggi mengalami peningkatan jerawat. Hal ini menunjukkan bahwa gula memperparah faktor yang menyebabkan jerawat berkembang.   Banyaknya hal yang disebabkan karena makanan yang mengandun gula, maka biasakan mulai dari sekarang untuk mulai menguranginya dan membuat tubuh Anda menjadi lebih sehat.   Baca juga: Apa Saja Sebenarnya Komposisi Minuman Bersoda???   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur  Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 22 Nov 2016    18:00 WIB
Dampak Buruk Gula Bagi Kesehatan
Gula dapat ditemukan pada banyak makanan. Gula seringkali digunakan untuk menambah rasa, mengawerkan makanan, dan untuk membentuk tekstur tertentu. Batasilah konsumsi gula anda hanya sebanyak 6-9 sendok teh setiap harinya untuk tetap sehat. Di bawah ini terdapat beberapa dampak buruk gula bagi tubuh dan kesehatan anda.1.  Meningkatkan Berat BadanSatu sendok teh gula mengandung 15 kalori, yang dapat menambahkan banyak kalori pada konsumsi kalori harian anda. Seiring dengan berlalunya waktu, tambahan kalori ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Minuman bersoda dan berbagai makanan manis tidak mengandung cukup protein atau serat sehingga tidak dapat memuaskan rasa lapar anda. Hal ini akan membuat anda makan dalam jumlah berlebihan yang menyebabkan peningkatan konsumsi kalori yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan.2.  Menyebabkan Kerusakan GigiGandum, buah-buahan, dan sayuran mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh anda untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi anda. Berbagai makanan manis tidak mengandung berbagai nutrisi penting ini dan juga dapat berdampak negatif bagi kesehatan gigi anda. Bakteri yang terdapat di dalam mulut anda akan bereaksi terhadap gula yang anda konsumsi dan menghasilkan suatu asam. Asam ini dapat menghancurkan enamel gigi anda dan menyebabkan gigi berlubang bahkan rusak. Semakin banyak gula yang anda konsumsi, maka semakin tinggi resiko terjadinya kerusakan gigi anda.3.  Menyebabkan Berbagai Gangguan KesehatanMengalami terlalu banyak peningkatan berat badan akbiat mengkonsumi makanan manis dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, diabetes, depresi, dan beberapa jenis kanker. Mengkonsumsi terlalu banyak gula juga dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Diet tinggi gula dapat meningkatkan kadar trigliserida anda. Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2002, mengkonsumsi terlalu banyak gula dapat menurunkan manfaat baik dari kolesterol HDL. Selain itu, diet tinggi gula juga dapat menyebabkan anda mengalami berbagai kekurangan nutrisi karena mengkonsumsi makanan manis membuat anda kenyang sehingga tidak dapat mengkonsumsi berbagai jenis makanan kaya nutrisi.Sumber: healthyeating.sfgate
 01 Aug 2016    15:00 WIB
Cara Mudah Melakukan Perawatan Kecantikan di Rumah
Apakah Anda sering melakukan perawatan dikecantikan dipusat perawatan kecantikan? Seringkali kita melakukan perawatan dipusat perawatan kecantikan untuk memercantik diri namun tentu saja hal ini akan memakan ongkos perawatan yang cukup mahal. Salah satu perawatan kulit yang sering dilakukan adalah eksofoliasi/ proses pengelupasan.   Pengelupasan kulit merupakan salah satu langkah yang  paling penting untuk menjaga kulit kita agar tetap sehat dan indah. Untuk melakukan proses pengelupasan kulit dibutuhkan bahan yang disebut scrub.  Proses pengelupasan kulit ini berguna untuk mengangkat lapisan kulit mati. Scrub juga berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati, mengangkat kotoran yang menyumbat pori-pori kulit, dan menghaluskan permukaan kulit. Sebagian besar dari kita tidak menyadari bahwa komposisi dasar dari semua produk kecantikan berasal dari alam.  Begitu juga halnya dengan scrub untuk pengelupasan kulit.  Sama seperti bahan-bahan scrub mahal yang ada di tempat perawatan kecantikan. Kitapun dapat membuat scrub yang berasal dari bahan-bahan yang ada dirumah. Yang berguna untuk pembersihan, pengelupasan dan melembabkan kulit.    Salah satunya adalah gula, teksturnya yang agak kasar mampu mengangkat lapisan kulit mati yang membandel dan membantu proses pembentukan kulit yang baru yang lebih lembut dan sehat. Gula mengandung beberapa senyawa seperti asam glikolat, yang merupakan asam hidroksi alfa yang dapat melepaskan kotoran dan sel kulit mati, sehingga mudah untuk dihilangkan dari kulit.  Tidak seperti scrub lainnya, gula tidak mengandung butiran kasar yang dapat menggores kulit dan menyebabkan iritasi. Gula sangat efektif untuk membersihkan pori-pori kulit yang tersumbat  Di tempat perawatan kecantikan, produk-produk kecantikan yang berguna sebagai scrub biasanya harganya cukup mahal.   Namun berikut ini ada empat langkah mudah untuk membuat scrub dari gula yang bisa Anda lakukan dirumah: Bahan-bahan yang Anda butuhkan: Setengah cangkir gula kasar Setengah cangkir gula putih halus  empat sdm minyak zaitun, minyak sayur, minyak bayi atau minyak aloe vera  Setengah sendok makan minyak esensial seperti minyak mawar, minyak lavender, minyak cendana atau minyak vanili.    Langkah-langkah untuk membuat scrub gula: Langkah 1: Ambil wadah plastik bersih dan steril. Masukkan gula kasar dan halus dalam wadah dan aduk dengan baik hingga tercampur dengan rata dan sempurna Langkah 2: Perlahan-lahan tambahkan minyak ke dalam campuran gula  dengan menggunakan sendok. Tambahkan minyak sesuai dengan kebutuhan dan aduk hingga tercampur sempurna.  Langkah 3: Anda dapat menambahkan minyak esensial favorit Anda dan aduk dengan benar dan merata. Sehingga akan memberi aroma yang menyenangkan saat Anda menggunakan scrub ini, yang membantu merelaksasi pikiran Anda. Langkah 4: Simpan dalam stoples plastik yang bersih, sekarang scrub gula ini siap untuk digunakan.    Scrub gula buatan rumah ini tidak menimbulkan efek samping, alergi atau risiko lainnya.  Cara penggunaan: Gosokkan secara perlahan scrub gula dengan lembut pada tubuh Anda , lakukan gerakan tangan yang memutar saat menggosok scrub pada tubuh. Gerakan memutar ini efektif untuk mengangkat sel kulit dan membantu memperlancar peredaran darah.  Tidak perlu menggosok terlalu keras karena akan menimbulkan luka atau iritasi. Bilas dengan air dingin.  Sesudah mandi, gunakan lotion pelembab agar kulit tidak kering stelah proses pengelupasan. Sekarang Anda dapat menikmati kulit lembut, bersih dan bersinar sepanjang hari. Selamat mencoba!   Sumber: medindia
 31 Jul 2016    18:00 WIB
Berbagai Dampak Positif dari Tidak Mengkonsumsi Gula
Gula seringkali ditambahkan ke dalam makanan karena dapat membuat makanan terasa lebih enak. Selain itu, gula juga membuat berbagai jenis makanan yang dipanggan terlihat indah dan dapat membuat selai dan jeli bertahan lebih lama. Akan tetapi, gula juga memiliki berbagai dampak negatif bagi kesehatan anda. Mengurangi konsumsi gula dapat berdampak positif bagi kesehatan gigi anda, mencegah penurunan daya ingat, dan mengurangi resiko terjadinya berbagai penyakit kronik. Gula alami di dalam buah-buahan memiliki dampak yang lebih baik bagi kesehatan anda dibandingkan gula yang ada di dalam makanan anda atau gula pasir. Menjaga Kesehatan GigiThe American Dental Association memperingatkan bahwa mengkonsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan resiko terbentuknya lubang pada gigi anda. Setiap kali gula bertemu dengan bakteri di dalam mulut anda, maka akan terbentuk suatu asam yang dapat menyerang gigi selama 20 menit atau lebih. Hal ini terjadi saat gula menempel pada gigi dan gusi anda. Minuman bersoda yang terasa manis merupakan penyebab utama gigi berlubang karena minuman ini mengandung banyak gula, yaitu setara dengan 11 sendok teh gula pasir pada setiap porsinya. Mengurangi konsumsi minuman dan makanan manis dapat mengurangi nyeri gigi dan semakin melebarnya lubang pada gigi anda, serta membantu menjaga kesehatan gigi anda.Menjaga Berat BadanMengkonsumsi gula dapat menyebabkan peningkatan berat badan karena gula mengandung banyak kalori tetapi tidak mengandung nutrisi penting. Mengkonsumsi terlalu banyak kalori kosong dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Menurut the American Heart Association (AHA), 6 sendok teh gula mengandung 100 kalori. Mengkonsumsi 50 kalori lebih banyak setiap harinya dapat menyebabkan peningkatan berat badan hingga 2.5 kg dalam 1 tahun.Menjaga Kesehatan JantungMengkonsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan kadar trigliserida anda. Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak di dalam darah yang dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Menurut sebuah penelitian di tahun 2009, pria memiliki resiko yang lebih tinggi daripada wanita untuk mengalami dampak buruk dari gula dalam bentuk trigliserida. Beberapa penelitian lainnya menduga bahwa mengkonsumsi gula juga dapat meningkatkan tekanan darah, walaupun menurut AHA masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.Peningkatan berat badan akibat mengkonsumsi banyak gula telah terbukti berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan meningkatnya resiko penyakit jantung, serta diabetes. AHA menganjurkan agar wanita sebaiknya tidak mengkonsumsi lebih dari 6 sendok teh gula setiap harinya dan pria tidak lebih dari 9 sendok teh gula setiap harinya.Sumber: healthyeating.sfgate
 01 Oct 2015    16:00 WIB
Wow, Iniloh Yang Terjadi Bila Anda Berhenti Konsumsi Gula
Pernahkah Anda menyadari bahwa makanan yang Anda konsumsi sehari-hari banyak mengandung gula.Rasa manis memang menyenangkan membuat setiap orang ingin selalu menambahkan gula pada setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Saat Anda meminum teh di pagi hari Anda menambahkan 1 atau 2 sendok gula. Saat makan di siang hari, Anda banyak konsumsi karbohidrat seperti nasi, kentang kemudian minum teh manis. Di malam hari Anda makan roti yang manis. Belum lagi di saat Anda merasa panas kemudian minuman botolan yang banyak mengandung gula. Bayangkan berapa banyak gula yang Anda konsumsi setiap harinya. Sedangkan tubuh tidak boleh mengkonsumsi gula lebih dari 6 sendok teh dalam sehari.Tubuh memang membutuhkan gula sebagai bahan bakar bagi tubuh Anda namun tahukah Anda bahwa kadar gula yang berlebihan di dalam tubuh dapat merusak mesin pengatur gula Anda yaitu pankreas yang memproduksi hormon insulin. Agar pankreas Anda tetap memproduksi insulin usahakanlah untuk beristirahat makan gula. Agar Anda tahu betapa bahayanya gula yang berlebihan di dalam tubuh, berikut ini adalah hal-hal yang terjadi apabila tubuh Anda beristirahat makan gula. 1.      Jantung Anda akan melakukan tarian bahagia.Kadar gula darah yang berlebihan akan meningkatkan kadar insulin dalam tubuh (untuk menstabilkan kembali kadar gula darah), hal ini akan mengaktifkan sistem saraf simpatik, meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.Dalam waktu beberapa minggu, kemungkinan akan terlihat penurunan kolesterol LDL sekitar 10%  kolesterol LDL dan penurunan 20-30%  kadar trigliserida. Selain itu membantu menurunkan tekanan darah. 2.      Selamat tinggal jerawatTahukah Anda bahwa gula yang berlebihan juga bisa memicu terjadinya jerawat. Sebuah penelitian di  American Journal of Clinical Nutrition menemukan seorang yang bukan peminum soda apabila mengkonsumsi 0,3 liter minuman soda setiap harinya selama 3 minggu maka risiko mengalami peradangan yang berefek menjadi jerawatan sampai 87%. 3.      Anda akan menghindari kencing manisMakan gula berlebihan akan menyebabkan penumpukan lemak di sekitar hati Anda. Penumpukan lemak ini berkontribusi dalam menyebabkan terjadinya resistensi insulin dan merusak kerja yang dilakukan oleh pankreas. Apabila hal ini terjadi maka kadar gula darah dalam tubuh Anda akan berlebihan dan berakibat terjadinya kencing manis.Baca juga: Tips Mengendalikan Kadar Gula Darah Anda 4.      Anda tidak perlu melakukan senyum palsu.Seseorang yang mengkonsumsi terlalu banyak gula mengalami kecemasan, mudah marah, dan perubahan suasana hati. Jadi bila Anda mengurangi makan gula maka mood Anda akan berubah menjadi lebih menyenangkan dan bisa memberikan senyuman indah yang tulus. 5.      Terhindar dari insomniaKadar gula darah terlalu tinggi dapat menyebabkan Anda mudah lesu. Pemberian gula secara berlebihan dapat memicu pelepasan hormon kortisol, yang dapat mengganggu tidur. 6.      Lebih mudah dalam mengingat Gula tambahan dapat menganggu daya ingat Anda. Konsumsi terlalu banyak gula dapat benar-benar merusak komunikasi antar sel-sel otak Anda. 7.      Anda dapat menurunkan berat badanMengurangi kebiasaan makan gula sebanyak 200 kalori setiap harinya akan membantu menurunkan berat badan sampai 5 kg dalam waktu 5-6 bulan.Jadi sudah tahukan semua manfaat baik yang didapat bila tubuh Anda beristirahat makan gula. Hal ini bukan berarti Anda tidak boleh makan gula sama sekali namun memberikan sedikit waktu tubuh Anda dalam menghadapi gula. Baca juga: Gula, Racun Manis yang Dapat Membunuh Anda! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: prevention
 09 Jun 2015    18:00 WIB
Kurangi Konsumsi Gula, Apakah Mudah?
Seperti yang kita ketahui bahwa konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan banyak efek buruk pada tubuh kita. Ok, mendengar hal ini kita harus mengurangi konsumsi gula. Mungkin Anda berpikir hal ini adalah hal yang mudah. Anda tinggal menghindari makan makanan manis. Tidak makan donat yang manis, kue cupcake yang berwarna warni tentu sangat menggoda. Tapi-argh!. Mengapa begitu sulit? Apakah kita terlalu lemah? Sebenarnya Gula adalah zat adiktif. Penelitian pada hewan menunjukkan konsumsi gula akan menimbulkan rasa ingin makan gula sebanyak-banyaknya, rasa tertarik dan keinginan yang berlebihan. Berdasarkan penelitian tersebut, bahwa mengkonsumsi fruktosa (gula yang terdapat secara alami dalam buah-buahan dan madu. Fruktosa digunakan untuk pemanis beberapa makanan) akan membuat otak seperti mendapat hadiah dan dapat bekerja lebih baik. Namun seperti obat, dari waktu ke waktu otak membutuhkan lebih banyak fruktosa untuk dapat bekerja dengan baik. Penelitian tambahan menunjukkan gula benar-benar dapat membuat lebih adiktif dibandingkan obat-obatan seperti kokain. Penelitian menunjukkan, gula tidak menyebabkan rasa kenyang. Sementara selera untuk lemak, karbohidrat, dan protein akan memudar, namun selera untuk gula tidak ada hentinya. Oleh karena itu sebaiknya Anda selalu memperhatikan makanan yang Anda konsumsi, karena gula memang dibutuhkan oleh tubuh. Namun bila dikonsumsi secara berlebihan maka akan memberikan efek samping yang tidak baik bagi tubuh. Baca juga: Gula Merusak Kulit Anda?   Sumber: howstuffworks
 12 Feb 2015    13:00 WIB
Waspada Konsumsi Gula Penyebab Kanker
Jumlah pasien yang berobat ke rumah sakit karena penyakit gangguan metabolik yang berhubungan dengan konsumsi gula atau makanan olahan secara berlebihan mengalami peningkatan. Termasuk rumah sakit kanker. Untuk dapat berkembang sel-sel kanker membutuhkan glukosa, karbohidrat yang Anda konsumsi akan diubah menjadi glukosa dalam tubuh Anda. Otto Warburg menerima Hadiah Nobel tahun 1934 untuk penelitiannya mengenai fisiologi sel kanker. Dikatakan sel-sel kanker membutuhkan lebih banyak gula untuk dapat berkembang. Laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memperkirakan tingkat kanker di seluruh dunia meningkat sebesar 57 persen dalam dua dekade mendatang. Namun dalam laporan tersebut juga mencatat bahwa setengah dari semua jenis kanker dapat dicegah dan dapat dihindari jika pengetahuan medis saat ini ditindaklanjuti. Dengan melakukan diet dan olahraga makan ini akan menjadi strategi yang tepat untuk pencegahan kanker.   Oleh karena itu apabila Anda mengurangi konsumsi gula dan makanan olahan dalam jangka panjang maka akan sangat berpengaruh pada kesehatan Anda. Bahkan dalam penatalaksanaan kanker dengan seseorang melakukan diet yang baik juga akan berpengaruh. Seperti diet ketogenik, diet tinggi lemak sehat dan rendah gula terbukti berpengaruh pada perkembangan kesehatan pasien kanker dan sekarang ini mulai banyak dilakukan penelitian yang mencari tahu hubungan antara diet ketogenik dengan kasus kanker. Dengan diet ketogenik dikatakan dapat membantu mengatasi adanya gangguan produksi insulin. Sumber: articlesmercola
 30 Jan 2015    12:00 WIB
Apa yang Dilakukan Gula di Dalam Tubuh?
Saat Anda mengkonsumsi suatu makanan yang manis maka indra pengecap Anda akan langsung mengirimkan “pesan” ke otak Anda yang akan memicu suatu bagian otak tertentu untuk melepaskan dopamin. Gula kemudian akan masuk ke dalam lambung dan melalui bantuan enzim-enzim pencernaan, maka gula ini akan dimetabolisme menjadi 2 molekul yaitu glukosa dan fruktosa. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang akan terjadi di dalam tubuh Anda setelah gula dimetabolisme menjadi glukosa dan fruktosa.   Glukosa Glukosa akan meresap masuk ke dalam aliran darah melalui dinding usus halus, kemudian memicu pankreas untuk mengeluarkan insulin, suatu hormon yang berfungsi untuk “mengambil” glukosa dari dalam aliran darah dan mengantarkannya ke dalam berbagai sel di dalam tubuh Anda untuk digunakan sebagai energi. Akan tetapi, karena berbagai makanan manis saat ini mengandung terlalu banyak glukosa, maka kadar glukosa di dalam darah juga akan menjadi terlalu banyak, yang membuat Anda memperoleh energi cepat dalam waktu singkat. Keadaan ini akan memicu otak Anda untuk mengeluarkan serotonin, suatu hormon yang berfungsi untuk mengatur waktu tidur. Selain itu, insulin juga menghambat produksi leptin, hormon “lapar” yang berfungsi untuk memberitahu otak Anda bahwa Anda telah kenyang. Jadi, semakin tinggi kadar insulin di dalam tubuh Anda, maka Anda pun akan merasa semakin lapar, bahkan setelah Anda makan banyak sekalipun. Dengan demikian, di saat Anda berada dalam mode “lapar” maka otak Anda akan “memerintahkan” tubuh Anda untuk mulai menyimpan glukosa sebagai lemak perut. Peningkatan kadar insulin juga akan terjadi dalam otak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya penyakit Alzheimer. Di tengah “kekacauan” ini, maka otak Anda pun akan memproduksi lebih sedikit dopamin, yang membuat Anda merasa ingin makan sesuatu dan seperti mengalami “kecanduan”. Jika Anda terus makan dalam jumlah berlebihan, maka pankreas Anda akan memompa lebih banyak insulin sehingga sel-sel tubuh Anda menjadi resisten terhadap insulin tersebut, yang membuat glukosa “menumpuk” di dalam aliran darah Anda, dan menyebabkan terjadinya pre diabetes, yang pada akhirnya akan berubah menjadi diabetes.   Fruktosa Seperti halnya glukosa, fruktosa juga akan meresap masuk ke dalam usus halus Anda ke dalam aliran darah, yang kemudian akan langsung menuju ke hati. Hati kemudian akan memetabolisme fruktosa dan mengubahnya menjadi sesuatu hal yang dapat digunakan oleh tubuh Anda. Akan tetapi, karena hati tidak dapat memetabolisme semua fruktosa yang masuk ke dalamnya, terutama bila Anda sering mengkonsumsi makanan manis, maka seiring dengan berlalunya waktu kelebihan kadar fruktosa ini akan membentuk suatu kumpulan lemak di dalam hati (lipogenesis), yang merupakan suatu faktor resiko dari terjadinya perlemakkan hati. Kadar fruktosa yang berlebihan ini juga dapat menurunkan kadar kolesterol HDL atau kolesterol “baik” dan memicu produksi trigliserida, sejenis lemak yang dapat berpindah dari hati ke dalam pembuluh darah arteri, dan meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung atau stroke. Selain itu, kadar fruktosa yang tinggi di dalam hati juga membuat hati “meminta” lebih banyak insulin untuk membantu hati memetabolisme kelebihan fruktosa ini. Akan tetapi, karena banyak “permintaan” insulin oleh tubuh, maka pankreas Anda pun harus bekerja lebih keras dan memicu terjadinya berbagai proses peradangan di dalam tubuh, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya obesitas dan diabetes.     Sumber: womenshealthmag