Your browser does not support JavaScript!
 25 Jul 2020    16:00 WIB
Dapatkan Tubuh Langsing Singset Dengan Panduan Diet Sesuai Golongan Darah
Tahukah Anda bahwa golongan darah Anda ternyata sangat mempengaruhi kerja sistem pencernaan dan proses metabolisme tubuh Anda? Bila Anda mengkonsumsi makanan yang tepat, maka Anda pun dapat merasa lebih bertenaga, memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik, dan membakar lemak lebih banyak. Di bawah ini Anda dapat melihat bagaimana panduan diet berdasarkan golongan darah Anda.   Baca juga: Apakah Berat Badan Anda Mempengaruhi Gairah Seksual Anda?   GOLONGAN DARAH B Orang yang memiliki golongan darah B cenderung memiliki sistem pencernaan yang sensitif, tetapi juga memiliki sistem kekebalan tubuh yang mudah beradaptasi. Menu diet yang disarankan: perbanyak konsumsi protein dan hindarilah konsumsi daging, ayam, gandum, jagung, tomat, biji wijen, dan polong-polongan. Konsumsilah berbagai jenis sayuran berdaun hijau, telur, dan berbagai produk susu rendah lemak. Jenis olahraga yang tepat: menari dan balet.   GOLONGAN DARAH AB Orang yang memiliki golongan darah AB cenderung rentan terhadap berbagai jenis gangguan saluran pernapasan, telinga, dan sinus. Menu diet yang disarankan: konsumsilah seafood, tahu, sayuran berdaun hijau, dan susu. Hindarilah konsumsi daging sapi, daging babi, daging ayam, dan batasi konsumsi karbohidrat. Karena orang bergolongan darah AB cenderung memiliki asam lambung yang lebih sedikit daripada golongan darah lainnya, maka hindarilah kopi, alkohol, dan daging asap. Jenis olahraga yang tepat: jogging.   GOLONGAN DARAH O Orang yang memiliki golongan darah O cenderung rentan terkena alergi, gangungan lambung, dan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita nyeri sendi. Menu diet yang disarankan: sayuran berdaun hijau, makanan rendah karbohidrat, dan tinggi protein seperti daging sapi tanpa lemak, daging ayam, ikan, dan susu. Batasi asupan biji-bijan, roti, dan kacang-kacangan. Jenis olahraga yang tepat: bersepeda, berenang, aerobik, dan jogging.   GOLONGAN DARAH A Orang yang memiliki golongan darah A cenderung mudah stres dan memiliki pencernaan yang relatif sensitif. Menu diet yang disarankan: konsumsilah makanan tinggi karbohidrat, namun rendah lemak. Dianjurkan untuk menjadi vegetarian, pilihlah protein nabati, seperti kedelai, biji-bijian, dan perbanyak konsumsi sayuran dan buah organik. Jenis olahraga yang tepat: yoga, berjalan kaki, dan olahraga outdoor.  Baca juga: Anda Dan Pasangan Sama-sama Ingin Memiliki Tubuh Ideal? Cobain Deh Cara Bikin Dia Mau Diet Bareng Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 29 Sep 2018    18:00 WIB
5 Hal yang Dikatakan Golongan Darah Mengenai Kepribadian
Anda mungkin sudah banyak membaca artikel mengenai hubungan antara golongan darah dengan makanan tertentu atau bahkan dengan kecocokkan Anda dan pasangan. Akan tetapi, tidak semua hal tersebut dapat didukung oleh bukti-bukti ilmiah. Namun, ada beberapa penelitian yang telah berhasil menemukan adanya hubungan antara keadaan kesehatan tertentu dengan golongan darah seperti di bawah ini.   Lebih Memikat Bagi Nyamuk Orang dengan golongan darah O memiliki "kemampuan" untuk menarik "perhatian" beberapa jenis nyamuk dibandingkan dengan golongan darah lainnya. Akan tetapi, penelitian lainnya menunjukkan bahwa golongan darah O lebih jarang menderita penyakit malaria berat dibandingkan dengan golongan darah lainnya.   Susunan Bakteri Usus Tahukah Anda ada bakteri di dalam usus Anda? Dan ternyata ada banyak hal yang dapat mempengaruhi keadaan kesehatan saluran pencernaan Anda. Sebuah penelitian yang dilakukan di Finlandia menemukan adanya hubungan antara golongan darah dengan spesies bakteri usus tertentu.   Baca juga: Dapatkan Tubuh Langsing Singset Dengan Panduan Diet Sesuai Golongan Darah   Resiko Kecanduan Alkohol Beberapa penelitian yang dilakukan pada tahun 1970 dan 1980 an menemukan adanya hubungan yang lemah antara golongan darah A dengan resiko alkoholisme. Penelitian ini menemukan bahwa antigen A pada orang bergolongan darah Anda dapat mengubah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap alkohol dan mempengaruhi intoksikasi alkohol pada seseorang.   Kemampuan Menghadapi Stress Sebuah penelitian yang dilakukan oleh the U.S. Department of Veterans Affairs menemukan bahwa kadar hormon kortisol pada orang bergolongan darah O berada pada kadar tinggi dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan orang bergolongan darah lain saat mereka menghadapi situasi stress.   Ketekunan Anda Menurut sebuah penelitian, orang dengan golongan darah A memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk menderita gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan perilaku dibandingkan dengan orang bergolongan darah lain. Selain itu, sebuah penelitian lain yang dilakukan di Jepang menemukan bahwa orang bergolongan darah A memiliki tingkat ketekunan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang bergolongan darah lain.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention
 14 Jun 2017    11:00 WIB
Fakta Mengenai Donor darah
Apakah Anda memiliki kebiasaan melakukan donor darah? Bila iya, pasti ingin lebih tahu beberapa fakta mengenai donor darah. Donor darah adalah adalah orang yang memberikan darah secara sukarela untuk maksud dan tujuan transfusi darah bagi orang lain yang membutuhkan. Penasaran apa saja fakta mengenai donor darah??? Ini ulasannya: Satu dari setiap 10 orang yang dirawat di rumah sakit membutuhkan darah. Setiap orang yang sehat berusia di atas 18 tahun dan di bawah 58 tahun dengan berat badan di atas 40 kg dapat mendonorkan darah. Jumlah darah dalam tubuh seseorang sekitar 7 persen dari berat tubuh seseorang. Rata-rata orang dewasa memiliki sekitar 10 liter darah dalam tubuhnya dan sekitar 1 liter dapat diambil untuk didonorkan.  Orang yang sehat dapat menyumbangkan darahnya setiap 3 bulan sekali Anda tidak akan pernah terinfeksi penyakit Hepatitis, AIDS atau infeksi lain pada saat mendonorkan darah. Kelompok darah manusia utama yaitu A, B, AB dan O pertama kali diidentifikasi dan diklasifikasikan oleh Dr Karl Landsteiner pada tahun 1901. Golongan darah O + adalah golongan darah yang paling umum. Golongan darah AB + merupakan penerima darah yang universal dan golongan darah O negatif merupakan pendonor sel darah merah universal yang dapat mendonorkan darah untuk setiap golongan darah lainnya. Golongan darah AB negatif adalah golongan darah yang paling langka. AB negatif adalah pendonor plasma yang universal yang dapat menyumbangkan plasma untuk semua jenis darah lainnya. Sebuah unit darah dapat dipisahkan menjadi beberapa komponen: sel darah merah, plasma, trombosit. Komponen darah spesifik seperti trombosit atau plasma dapat disumbangkan melalui cara khusus dari proses donor darah yang dikenal sebagai apheresis. Seluruh darah dan sel-sel darah merah memiliki waktu penyimpanan hanya 35 hari, sementara trombosit harus digunakan dalam waktu tiga sampai lima hari. Sebagian besar pasien kanker, pasien kecelakaan, dan pasien yang menjalani operasi jantung atau organ transplantasi mungkin memerlukan transfusi darah dan trombosit untuk bertahan hidup. Pasien Thalasemia mungkin memerlukan transfusi darah yang sering untuk kelangsungan hidup mereka.  Baca juga: Kebijakan Larangan Donor Darah Bagi Kaum Gay Akan Dihapus, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: medindia
 26 Sep 2016    18:00 WIB
Golongan Darah Tentukan Resiko Terjadinya Penyakit Jantung, Benarkah?
Tahukah Anda bahwa golongan darah seseorang ternyata juga turut berperan dalam meningkatkan atau menurunkan resiko terjadinya serangan jantung? Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang bergolongan darah A, B, atau AB memiliki resiko menderita penyakit jantung yang lebih tinggi dan memiliki usia yang lebih pendek dibandingkan dengan orang yang bergolongan darah O. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 50.000 orang paruh baya dan orang lanjut usia di negara Iran selama sekitar 7 tahun. Para peneliti kemudian menemukan bahwa orang yang tidak bergolongan darah O memiliki resiko kematian karena penyebab apapun yang lebih tinggi (9% lebih tinggi) dan lebih sering meninggal karena penyakit jantung dan pembuluh darah (15% lebih tinggi) dibandingkan dengan orang yang bergolongan darah O. Walaupun demikian, para peneliti mengatakan bahwa bukan berarti orang bergolongan darah selain O pasti mengalami penyakit jantung atau meninggal lebih cepat. Hal ini dikarenakan terjadinya penyakit jantung dan seberapa lama umur seseorang juga dipengaruhi oleh banyak hal lainnya, termasuk seberapa sering seseorang berolahraga dan bagaimana keadaan kesehatan orang tersebut secara keseluruhan.  Baca juga: 10 Hal Yang Anda Lakukan Ini Bisa Membuat Jantung Makin Sehat. Berani Coba???  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: newsmaxhealth