Your browser does not support JavaScript!
 26 Nov 2020    09:00 WIB
8 Gejala Gangguan Ginjal
Gangguan ginjal terjadi saat suatu penyakit atau cedera tertentu mengganggu fungsi ginjal. Karena ginjal berfungsi sebagai penyaring untuk membuang racun dan produk sisa lainnya dari dalam tubuh manusia, maka penurunan fungsi ginjal secara bertahap dapat menyebabkan penumpukkan zat-zat berbahaya di dalam tubuh manusia. Pada tahap awal, gejala gangguan ginjal biasanya ringan, tetapi seiring dengan semakin memburuknya penyakit, maka gejala dapat semakin memburuk. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala gangguan ginjal yang biasa ditemukan. Penurunan Volume Air Kemih Saat ginjal menyaring zat sisa dari dalam tubuh, maka ia pun akan memproduksi air kemih. Jadi, bila ada gangguan pada proses penyaringan ginjal ini, maka produksi air kemih yang dihasilkan pun akan berkurang. Penurunan volume air kemih ini merupakan salah satu gangguan ginjal yang paling sering ditemukan. Karena jumlahnya berkurang, maka air kemih yang dihasilkan biasanya berwarna lebih gelap. Pembengkakan Saat ginjal tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, maka mereka pun tidak dapat mengeluarkan banyak cairan dari dalam tubuh. Kelebihan cairan ini akhirnya akan menumpuk pada beberapa bagian tubuh seperti tangan, kaki, wajah dan menyebabkan pembengkakan. Seberapa besar pembengkakan yang terjadi dapat berbeda-beda setiap harinya, tergantung pada berapa banyak cairan yang Anda konsumsi dan keluarkan dari dalam tubuh. Mengantuk Saat zat sisa dan cairan menumpuk di dalam tubuh, maka penderita biasanya akan merasa mengantuk. Hal ini dikarenakan penurunan aliran darah ke dalam otak dan akibat penumpukkan zat-zat racun di dalam tubuh. Pada awalnya, rasa mengantuk ini biasanya ringan dan akan semakin memburuk saat gangguan ginjal semakin parah. Dianjurkan untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas sehari-hari, terutama saat mengemudi. Sesak Napas Ada beberapa hal yang menyebabkan gangguan ginjal dapat mempengaruhi pernapasan seseorang. Yang pertama, penumpuukkan cairan di dalam paru-paru dapat membuat penderita kesulitan mendapatkan oksigen yang cukup. Kedua, anemia karena kekurangan sel darah merah juga dapat mengurangi jumlah oksigen yang ada di dalam tubuh penderita. Seringkali, sesak napas disadari saat penderita mengalami kesulitan saat naik tangga atau berjalan kaki sebentar. Fatigue Selain berfungsi untuk membentuk air kemih, ginjal juga berfungsi untuk menghasilkan sebuah hormon yang disebut dengan eritropoietin, yang berperan dalam proses pembentukan sel darah merah, yang berfungsi untuk menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Saat terjadi gangguan fungsi ginjal, maka jumlah hormon eritropoietin yang dihasilkan juga akan berkurang, yang dapat menyebabkan terjadinya anemia. Berkurangnya jumlah sel darah yang menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh inilah yang membuat seseorang merasa amat sangat lelah. Tampak Bingung Kurangnya suplai oksigen ke dalam otak dapat menyebabkan terjadinya berbagai gejala, termasuk kesulitan berpikir dan kebingungan. Gejala ini seringkali dianggap sebagai akibat dari kurang tidur atau stress, bukan dari gangguan ginjal. Akan tetapi, saat perjalanan penyakit semakin memburuk, maka gejala bingung ini pun akan semakin memburuk hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dari penderita. Mual Uremia atau penumpukkan zat racun di dalam darah dapat membuat seseorang merasa sangat mual. Pada awalnya, penderita mungkin hanya merasa mual atau tidak nyaman di daerah perut. Mual dan muntah ini dapat menjadi sangat berat dan menyebabkan terjadinya malnutrisi bila tidak segera diobati. Walaupun mual dapat terjadi pada gangguan ginjal stadium berapa pun, akan tetapi muntah-muntah hebat lebih sering terjadi pada stadium akhir penyakit. Kejang Saat kadar urea di dalam tubuh mencapai kadar toksik, maka akan mulai terjadi gangguan fungsi neurologis pada penderita. Pembengkakan pada otak dapat menyebabkan terjadinya kejang, yang dapat membahayakan kesehatan seseorang. Walaupun kejang biasanya terjadi setelah ginjal benar-benar telah berhenti berfungsi, akan tetapi mengetahui bahwa gangguan ginjal stadium lanjut dapat menjadi penyebab terjadinya kejang juga merupakan hal yang penting, terutama bila penderita sebelumnya tidak pernah mengalami kejang.
 24 Sep 2020    13:00 WIB
Minuman Bersoda dapat Merusak Ginjal Anda
Dalam sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa minum dua kaleng minuman soda dalam sehari dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Hasil ini didapatkan peneliti di University of Japan setelah mengamati 12.000 karyawan melalui tes urine. Hasilnya menunjukkan bahwa karyawan yang minum dua kaleng minuman soda atau lebih dalam sehari memiliki lebih banyak protein pada urine mereka, dibandingkan dengan karyawan yang meminum sedikit minuman soda atau tidak sama sekali. Adanya protein pada urine adalah pertanda vital adanya kerusakan ginjal. Sekitar 11 persen karyawan yang mengonsumsi banyak minuman ringan diketahui memiliki protein pada urine mereka saat menjalani tes lanjutan selama tiga tahun. Hasil ini tentunya menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman bersoda bisa meningkatkan risiko kerusakan ginjal. Namun peneliti menjelaskan bahwa adanya protein pada urine merupakan gejala awal dan masih bisa dirawat atau disembuhkan jika orang tersebut segera memeriksakan diri ke dokter dan mengurangi konsumsi minuman sodanya. Penelitian lain yang dilakukan oleh tikus juga menunjukkan bahwa mengonsumsi fruktosa terlalu banyak bisa berpengaruh buruk terhadap ginjal. Penelitian juga menjelaskan bahwa adanya protein pada urine merupakan tanda awal dari penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung. Konsumsi soda yang meningkatkan penyerapan garam oleh sel pada ginjal juga bisa berujung pada diabetes, obesitas, gagal ginjal, dan tekanan darah tinggi, seperti diungkap oleh peneliti di case Western reserve University. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahkan orang yang memiliki ginjal normal juga bisa mengalami risiko kerusakan ginjal jika terlalu banyak minum soda. Jika Anda sering minum soda, bahkan lebih dari dua kaleng sehari, sebaiknya segera periksakan diri dan lakukan check up untuk mengetahui kesehatan ginjal. Akan sangat baik untuk mencegah dan merawat ginjal sejak dini sebelum terlambat. Selain itu minuman soda juga berpengaruh pada organ tubuh lain: Kelebihan gula yang berkontribusi terhadap kelebihan berat badan, yang juga dapat menyebabkan penyakit diabetes mellitus tipe 2, serangan jantung, stroke, dan kanker. Orang yang mengonsumsi minuman soda secara rutin juga berpotensi meningkatkan risiko munculnya batu ginjal, dan penyakit jantung. Kafein, yang ditambahkan ke dalam kebanyakan minuman soda, juga menimbulkan kecanduan. Kafein juga meningkatkan pembuangan kalsium. Pewarna buatan dalam soda juga menyebabkan penyakit gatal, asma, dan reaksi alergi lainnya pada beberapa orang. Ahli kesehatan gigi terus mendorong orang untuk mengurangi konsumsi minuman bersoda, khususnya saat makan, untuk mencegah kerusakan gigi (karena gula), dan erosi gigi (karena asamnya).
 10 Sep 2020    09:00 WIB
Gangguan pada Ginjal, Apa Saja Ciri-cirinya?
Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami gangguan ginjal. Memang, untuk mengetahui apakah Anda menderita gangguan ginjal atau tidak adalah dengan melakukan berbagai pemeriksaan. Namun berikut ini ada beberapa tanda fisik yang dapat membantu Anda mengetahui adanya gangguan pada ginjal. Sering Buang Air Kecil Jika Anda merasa lebih sering buang air kecil, terutama di malam hari, maka hal ini dapat merupakan pertanda adanya gangguan pada fungsi ginjal Anda. Saat fungsi filtrasi ginjal rusak, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan frekuensi buang air kecil. Akan tetapi, peningkatan frekuensi buang air kecil juga dapat merupakan pertanda adanya infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria. Merasa Lebih Lelah Apakah Anda merasa lebih lelah, lebih tidak bertenaga, atau sulit memusatkan konsentrasi Anda akhir-akhir ini? Penurunan fungsi ginjal berat dapat menyebabkan terjadinya penumpukkan racun dan kotoran di dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan Anda merasa lelah, lemah, dan sulit berkonsentrasi. Komplikasi lain dari gangguan ginjal adalah anemia, yang juga membuat tubuh terasa lemah dan lelah. Sulit Tidur Saat ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka racun akan tetap tinggal di dalam darah dan tidak dapat keluar dari dalam tubuh. Hal ini akan membuat penderita sulit tidur. Selain itu, para peneliti juga menemukan adanya hubungan antara obesitas dengan gagal ginjal kronik. Sementara itu, gangguan tidur apnea juga lebih sering ditemukan pada orang yang menderita gagal ginjal kronik. Kulit Terasa Kering dan Gatal Ginjal memiliki banyak fungsi penting. Ginjal berfungsi untuk mengeluarkan kotoran dan cairan berlebih dari dalam tubuh Anda, membantu proses pembentukan sel darah merah, membuat tulang tetap kuat, dan mengatur kadar berbagai jenis mineral di dalam darah Anda. Kulit yang kering dan gatal dapat merupakan pertanda dari adanya gangguan pada mineral dan tulang yang sering terjadi bersamaan dengan gangguan ginjal, yang terjadi saat ginjal tidak lagi dapat menjaga keseimbangan kadar mineral dan nutrien di dalam darah. Adanya Darah Pada Air Kemih Ginjal yang sehat biasanya akan menjaga agar sel-sel darah tetap berada di dalam tubuh saat memfilter kotoran dari dalam darah dan menghasilkan air kemih. Akan tetapi, saat ginjal mengalami kerusakkan, maka sel-sel darah juga dapat ikut keluar di dalam air kemih Anda. Selain dapat merupakan pertanda adanya gangguan ginjal, adanya darah di dalam air kemih juga dapat merupakan pertanda adanya tumor, batu ginjal, atau infeksi. Air Kemih Tampak Berbusa Adanya buih atau busa pada air kemih, terutama bila Anda harus menyiramnya beberapa kali untuk menghilangkannya, dapat merupakan pertanda adanya protein di dalam air kemih. Busa ini terlihat hampir sama dengan busa yang timbul saat Anda mengocok telur. Mata dan Kaki Bengkak Adanya protein di dalam air kemih merupakan tanda awal yang menunjukkan bahwa fungsi filtrasi ginjal telah mengalami gangguan sehingga protein dapat ditemukan di dalam air kemih. Pembengkakan di daerah sekitar mata merupakan efek dari kehilangan protein dalam jumlah banyak di dalam air kemih. Penurunan fungsi ginjal juga dapat menyebabkan retensi (penahanan) natrium di dalam tubuh, yang menyebabkan pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki Anda. Pembengkakan pada daerah kaki juga dapat merupakan pertanda adanya gangguan jantung, gangguan hati, dan gangguan pembuluh darah vena di kaki. Sumber: huffingtonpost
 15 Dec 2019    11:00 WIB
Konsumsi Air Putih terlalu Banyak Dapat Merusak Ginjal
Kita semua tahu bahwa meminum air putih sangat penting untuk tubuh supaya dapat berfungsi dengan baik. Tetapi terlalu banyak konsumsi air putih justru dapat memberikan efek negatif untuk tubuh, terutama ginjal. Jadi sebanyak apa air yang dibutuhkan untuk tubuh tetap terhidrasi dan sebanyak apa konsumsi air yang dapat merusak ginjal. Keringat dapat mengurangi jumlah air didalam tubuh dan dapat memberikan efek negatif baik secara internal dan eksternal. Konsumsi air putih terlalu banyak dapat berbahaya untuk pasien yang berkeringat banyak dan mengeluarkan garam didalam tubuh bersamaan dengan keringat dengan air tanpa keringat. Maka pasien tersebut akan mengalami masalah ketidakseimbangan elektrolit. Pembatasan konsumsi air ini mungkin tidak terlalu berpengaruh pada pasien dengan usia lebih mudah tetapi pada pasien yang lebih tua dan pasien dengan penyakit yang serius sangat memerlukan monitoring terhadap konsumsi air. Biasanya pasien usia muda terlebih dengan ginjal yang sehat seharusnya memang tidak memiliki masalah dengan konsumsi air putih berlebih karena ginjalnya akan dapat mengatasi kelebihan air tersebut. Tetapi pada pasien dengan diabetes, terlebih jika mengalami kelaianan jantung, hati, pasien dengan kelainan psikiatri yang mengkonsumsi banyak air, pada orang tua dan pasien penyakt ginjal sangat diperlukan keseimbangan elektrolit yang dipantau dengan ketat. Bagaimana mengkonsumsi air dengan cara yang tepat:Biasanya tubuh kita memberikan sinyak jika tubuh memerlukan air dengan mengaktivasikan refleks haus. Dengan kondisi daerah kita yang tropis disertai tingkat kelembaban yang tinggi, maka sangat penting untuk menghidrasi tubuh kita dengan minum 1,5-2 liter perhari. Juga sangat penting untuk menghindari jenis minuman yang justru akan menimbulkan dehidrasi misalnya seperti alkohol. Cairan isotonik yang mengandung garam dalam proporsi baik akan lebih baik dibandingkan air.Sumber: healthmeup
 25 Jul 2019    08:00 WIB
Berbagai Gejala Batu Ginjal yang Patut Diwaspadai
Batu ginjal terbentuk saat berbagai zat sisa yang ingin dikeluarkan dari dalam tubuh melalui ginjal saling bertempelan menjadi satu dan akhirnya membentuk suatu batu. Batu ini dapat terbentuk dalam ukuran yang berbeda-beda, mulai dari seukuran sebutir gula pasir hingga sebesar sebuah bola ping pong. Pada awalnya, adanya batu ginjal di dalam ginjal ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun sehingga jarang disadari oleh penderita. Seiring dengan semakin membesarnya batu, maka penderita pun akan merasakan nyeri, terutama di daerah pinggang. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala lain dari batu ginjal yang perlu Anda waspadai. Nyeri Hebat Mendadak Saat ukuran batu ginjal telah menjadi cukup besar, maka Anda mungkin akan mengalami nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba di bagian pinggang, perut, selangkangan, atau daerah kemaluan.   Muntah Beberapa penderita batu ginjal akan mengalami rasa yang sangat tidak nyaman pada daerah perutnya. Beberapa di antaranya bahkan mengalami mual dan muntah.   Darah di Dalam Air Kemih Adanya darah di dalam air kemih merupakan suatu pertanda bahwa batu ginjal telah terdorong masuk ke dalam ureter (suatu saluran yang menghubungkan antara ginjal dan kandung kemih) sehingga melukai jaringan di dalam ureter, akibat gesekan antara batu ginjal dengan dinding dalam ureter.   Nyeri Saat Buang Air Kecil Beberapa penderita batu ginjal juga mengalami nyeri saat mereka buang air kecil dan beberapa orang lainnya justru menjadi lebih sering buang air kecil.   Baca Juga: Seorang Pria Mengalami Gagal Ginjal Karena Terlalu Banyak Minum Es Teh!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: medicinenet, mayoclinic
 09 Feb 2019    18:00 WIB
Sebelum Terlambat, Lakukan 4 Cara Ini Untuk Membantu Menjaga Ginjal
Penyakit ginjal bukanlah sebuah lelucon, orang yang mengalami gangguan pada ginjal semakin meningkat. Menurut seorang dokter ahli ginjal mengatakan bahwa ada 400.000 pasien dari 1 juta orang yang harus menjalani pengobatan akibat adanya gangguan pada ginjal.    Penyakit ginjal paling sering dikaitkan dengan penderita diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan mereka yang berusia lebih dari 60 tahun. Riwayat keluarga yang memiliki penyakit ginjal juga bisa membuat Anda berisiko. Obesitas, penyakit autoimun, infeksi saluran kencing dan infeksi lainnya juga berkontribusi terhadap risiko penyakit ginjal. 1.      Menjaga Kesehatan Ginjal Selain makan dengan benar dan mengendalikan berat badan Anda, Anda bisa melakukan langkah sederhana lainnya untuk menjaga kesehatan ginjal Anda, termasuk memantau tekanan darah, kadar kolesterol dan kadar glukosa darah Anda, kontrol ke dokter minimal setahun sekali, berolahraga secara teratur, tidak merokok dan mencari tahu apakah ada riwayat keluarga yang memiliki penyakit ginjal yang membuat Anda harus lebih sadar kesehatan. Batu ginjal bisa berkembang saat mineral terbentuk di urin Anda. Namun, mengonsumsi makanan yang kaya buah dan sayuran, dan makanan rendah garam atau oksalat kaya dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Selain itu, banyak minum air sepanjang hari, terutama jika Anda sering berolahraga, penting untuk kesehatan ginjal. 2.      Cairan Yang Cukup Tetap terhidrasi diperlukan untuk pencegahan dan pengobatan. Menjaga urin Anda encer sangat penting untuk menjaga kesehatan ginjal Anda. Air adalah pilihan terbaik, tapi Anda juga bisa minum jus buah, jahe atau teh. Jika urin Anda berwarna terang setelah Anda pergi ke kamar mandi, Anda mendapatkan cukup cairan. Juga usahakan batasi minuman berkafein satu sampai dua cangkir sehari karena justru bisa membuat Anda mengalami dehidrasi. 3.      Konsumsi Buah-buahan dan Sayur-sayuran Buah dan sayuran memperbaiki fungsi ginjal Anda. Buah seperti itu termasuk anggur, cranberry dan bluberi. Sayuran termasuk bawang merah, seledri, bit, bayam, kacang panjang dan asparagus. Jika Anda menderita penyakit ginjal, pastikan buah dan sayuran yang Anda makan rendah kalium. Karena ginjal yang mengatur kadar kalium, penting bagi Anda untuk memantau asupan kalium Anda. Jika kadar kalium Anda terlalu tinggi, Anda mungkin mengalami risiko yang lebih besar terkena stroke atau serangan jantung. Beberapa contoh makanan rendah kalium termasuk apel, kacang-kacangan, jagung, nasi, mie, pasta, terong, kue tanpa kacang atau coklat, pir, kacang polong, paprika. 4.      Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi Jika Anda didiagnosis menderita penyakit ginjal kronis, tubuh Anda mungkin kekurangan zat besi. Ginjal berperan dalam produksi sel darah merah, namun tanpa ginjal yang berfungsi dengan baik, jumlah sel darah merah Anda bisa menurun, dan mempengaruhi tingkat energi Anda. Mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti sayuran berdaun hijau dan telur dapat membantu Anda meningkatkan asupan zat besi Anda.   Lakukan semua cara di atas akan membantu menjaga ginjal Anda, jaga dari sekarang jangan sampai terlambat!   Baca juga: Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Batu Ginjal   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: healthyeating.sfgate
 02 Nov 2018    11:00 WIB
Apakah Pendonor Ginjal Memiliki Resiko Terkena Gagal Ginjal ?
Banyak orang mengira bahwa dengan menjadi donor ginjal maka kehidupan mereka sendiri akan berada dalam bahaya. Akan tetapi, sebuah penelitian baru menemukan bahwa pendonor ginjal hidup juga dapat hidup dengan normal dan sehat lho. Memang benar bahwa seorang donor ginjal hanya akan memiliki 1 buah ginjal setelah melakukan transplantasi, akan tetapi bukan berarti ginjal yang tersisa ini tidak akan dapat bekerja dengan baik. Sekitar 4 di antara 10 orang pendonor dapat memiliki kembali 75% fungsi ginjalnya sebelum mendonor dalam waktu 5 tahun. Bahkan, pendonor ginjal sendiri tidak memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami kegagalan ginjal atau meninggal dibandingkan dengan populasi umum. Para peneliti di Singapore General Hospital (SGH) dan Duke-NUS Medical School menemukan bahwa fungsi ginjal pendonor justru tidak akan mengalami penurunan dan cenderung stabil.   Baca juga: Manfaat Olahraga Pada Penderita Gagal Ginjal   Tindakan transplantasi ginjal sendiri sebenarnya merupakan langkah pengobatan akhir bagi mereka yang mengalami kegagalan ginjal tahap akhir, di mana ginjal yang ada sudah benar-benar tidak dapat berfungsi sehingga pasien membutuhkan tindakan cuci darah secara teratur sebelum akhirnya menerima transplantasi ginjal. Karena takut akan resiko operasi dan paska operasi, maka banyak orang enggan mendonorkan ginjal mereka saat mereka masih hidup. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa resiko tindakan pembedahan transplantasi ginjal sendiri cukup kecil, di mana resiko terjadinya komplikasi saat tindakan pembedahan berlangsung hanya berkisar antara 1-5%. Para peneliti berharap melalui hasil penelitian mereka, makin banyak orang yang bersedia mendonorkan ginjalnya bagi orang atau keluarga yang membutuhkan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange