Your browser does not support JavaScript!
 19 Apr 2020    18:00 WIB
Perbandingan Antara ESWL dan Ureteroskopi Untuk Mengatasi Batu Ginjal
ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) merupakan salah satu pilihan terapi batu ginjal non invasif yang sekarang ini banyak menjadi pilihan dokter dan penderita batu ginjal. Terapi ini cukup efektif untuk mengatasi sebuah batu ginjal yang berukuran kurang dari 1 cm. Beberapa dokter bedah dari Universitas Frederico II, Italia mengamati sekitar 273 pasien diantara bulan Maret 2006 hingga Maret 2009 yang memiliki sebuah batu pada daerah ureter (saluran yang menghubungkan antara ginjal dan kandung kemih) yang berbatasan dengan kandung kemih. Batu berukuran antara 0.5-1.5 cm. Para penderita ini kemudian ditanyakan apakah mereka ingin melakukan tindakan ureteroskopi (pembedahan) atau ESWL. Ureteroskopi merupakan suatu tindakan bedah invasif yang sebenarnya tidak membutuhkan tindakan insisi, tetapi hanya memasukkan sebuah kateter ke dalam uretra (saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dan lubang kencing), menuju ke kandung kemih dan ureter untuk mengeluarkan batu tersebut. Sementara itu, ESWL memecahkan batu dengan cara mengirimkan suatu gelombang kejut ke dalam tubuh untuk menghancurkan sebuah batu menjadi serpihan-serpihan kecil sehingga dapat dikeluarkan melalui uretra. 98% terapi ESWL dilakukan pada pasien rawat jalan, yang tidak memerlukan pemberian obat bius. Tindakan ini biasanya hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit. Sementara itu, 98% tindakan ureteroskopi dilakukan pada pasien rawat inap, di mana sekitar 66% nya memerlukan pemberian obat bius lokal, 22% nya memerlukan pemberian obat bius umum, dan 12% nya memerlukan pemberian obat bius intravena (melalui pembuluh darah). Tindakan operasi ini biasanya hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: • 93% penderita yang melakukan terapi ESWL telah terbebas dari batu ginjal dalam waktu 3 bulan setelah tindakan dibandingkan dengan 95% penderita yang terbebas dari batu ginjal setelah melakukan ureteroskopi • Hanya dibutuhkan 1 kali tindakan ESWL untuk menghilangkan batu ginjal pada sekitar 55% penderita, sementara itu 33% lainnya membutuhkan 2 kali ESWL, dan 13% sisanya membutuhkan 3 kali ESWL. Semua penderita yang gagal diterapi dengan ESWL (7%) berhasil diobati dengan ureteroskopi • Sekitar 8% penderita yang melakukan ureteroskopi membutuhkan tindakan terapi ulang • Sekitar 19% penderita yang melakukan ureteroskopi membutuhkan terapi tambahan selama proses operasi berlangsung • Baik ESWL maupun ureteroskopi memiliki efek samping. Sekitar 10% penderita yang melakukan tindakan ESWL mengalami infeksi ginjal. Sementara itu sekitar 17% penderita yang melakukan tindakan ureteroskopi mengalami infeksi ginjal • Lebih dari 19% penderita yang melakukan tindakan ureteroskopi mengalami komplikasi, di mana salah satunya mengalami kebocoran kecil (perforasi) pada ureter • Pada penderita yang memiliki batu ginjal berukuran kurang atau sama dengan 1 cm, tindakan ESWL memiliki efek samping yang lebih sedikit dan lebih jarang membutuhkan terapi ulangan atau terapi tambahan dibandingkan dengan penderita yang melakukan tindakan ureteroskopi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan ESWL merupakan lini pertama pengobatan bagi penderita batu ginjal yang memiliki batu berukuran 1 cm atau kurang. Sementara itu,tindakan ureteroskopi merupakan lini pertama pengobatan bagi penderita batu ginjal yang memiliki batu berukuran lebih dari 1 cm. Sumber: webmd  
 13 Jan 2020    09:00 WIB
Enam Makanan Enak ini Mampu Jaga Ginjal Tetap Sehat?
Kita tahu bahwa fungsi ginjal sangat penting sekali bagi tubuh, nah ketahui juga asupan makanan sehat terbaik bagi ginjal agar Kesehatan organ ini senantiasa terjaga, hindari berbagai penyakit  ginjal yang berbahaya seperti batu ginjal atau bahkan gagal ginjal dengan Tujuh makanan yang murah, enak, dan mudah didapat ini: 1.       PUTIH TELUR Ketika tubuh kekurangan kadar protein dan fosfor akan sangat tidak baik karena dapat membuat fungsi ginjal menurun atau ginjal menjadi bermasalah. Untuk membantu mencegah resiko tersebut cobalah untuk mengonsumsi putih telur. 2.       APEL Apel merupakan buah yang sangat bagus sekali dalam membantu proses pembuangan racun pada tubuh (detokfiksasi). Selain itu, apel juga bisa membantu menjaga agar ginjal tetap bersih. 3.       IKAN Ikan mengandung lemak omega 3 yang sangat baik sekali bagi ginjal karena bersifat anti inflamasi. Selain itu ikan juga memiliki banyak kandungan protein yang mampu menjaga tubuh tetap sehat. Ikan juga berperan sangat baik untuk tumbuh kembang otak. Beberapa jenis ikan yang baik untuk ginjal diantaranya makarel, salmon, hering dan tuna. 4.       KEMBANG KOL Kembang Kol memiliki banyak kandungan yang baik untuk membantu menjaga kesehatan ginjal antara lain indole, glucosinolate, dan thiocyanate. Kandungan kandungan tersebut mampu membantu menyingkirkan berbagai macam racun yang ada dalam tubuh. 5.       PAPRIKA MERAH Paprika Merah ternyata dapat membantu proses menghancurkan limbah yang masih tersisa dalam tubuh, lho. 6.       BERRIES Beberapa buah berries diantaranya cranberry, blueberry dan buah yang paling sering dijumpai yaitu Strawberry. Buah - buah tersebut sangat baik dan bagus sekali menjaga kesehatan ginjal, karena mengandung banyak sekali anti inflamasi yang mampu mengurangi terjadinya peradangan dan juga mampu meningkatkan kerja kandung kemih.   Demikian tips! Jaga kesehatan ginjal  dengan meminum air 2 Liter per hari untuk membantu proses pembuangan racun dan kurangilah berbagai macam makanan bakar apalagi digoreng.  Selamat mencoba! ;) Baca juga: Gejala Awal Adanya Gangguan Pada Ginjal Sumber: Ayo Sehat
 27 Dec 2019    16:00 WIB
Suntik Vitamin C? Simak Fakta Vitamin C
Apakah Anda ingin melakukan suntik vitamin C. Seperti yang kita ketahui sering penyuntikan vitamin C dalam dosis tinggi dikatakan dapat membuat kulit Anda putih. Namun sebaiknya Anda simak terlebih dahulu fakta-fakta mengenai vitamin C sebelum Anda melakukan penyuntikan vitamin C. Berikut fakta mengenai vitamin C: Kadar vitamin C yang disuntikkan kedalam tubuh dalam dosis yang terlalu tinggi, sehingga dapat berpengaruh langsung pada kondisi tubuh Untuk mendapatkan hasil maksimal untuk kecantikan kulit Anda, tidak cukup hany dengan suntik vitamin C, namun perlu perawatan dari luar seperti krim kulit. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C bisa dilakukan dengan mengonsumsi buah-buahan secara langsung, suntikan, dan suplemen. Namun bila diberikan dalam jumlah yang terlalu berlebihan dapat mengganggu fungsi ginjal. Sebelum injeksi vitamin C, Anda harus memastikan bahwa fungsi ginjal dan hati pasien normal, dan tidak ada riwayat alergi terhadap vitamin tersebut. Ginjal dan fungsi hati mempengaruhi penyerapan vitamin C. Untuk Anda yang memiliki permasalahan pada pencernaan misalnya maag akut sebaiknya berhati-hati saat melakukan penyuntikan vitamin C. Kehadiran dosis tinggi vitamin C dalam tubuh dapat mengganggu penyerapan nutrisi lainnya, seperti selenium (unsur mineral penting untuk tubuh), dan tembaga (enzim penting untuk penyerapan zat besi), sehingga tubuh perlu mendapatkan tambahan suplemen dan nutrisi tambahan untuk mengatasinya. Sumber: carewomen
 06 Dec 2019    11:00 WIB
Berapa Banyak Vitamin E yang Anda Butuhkan?
Di bawah ini terdapat berbagai dosis vitamin E per oral (melalui mulut) berdasarkan manfaatnya yang diperoleh melalui berbagai penelitian: 1.  Untuk mengatasi defisiensi (kekurangan) vitamin E dibutuhkan sekitar 60-75 IU alfa tokoferol (vitamin E alami) setiap harinya bagi orang dewasa. 2.  Untuk mengatasi gangguan pergerakan dibutuhkan sekitar 1.600 IU alfa tokoferol setiap harinya. 3.  Untuk meningkatkan kesuburan pada pria dibutuhkan sekitar 200-600 IU vitamin E setiap harinya. 4.  Untuk memperlambat penurunan kemampuan daya ingat pada penderita Alzheimer dibutuhkan sekitar 2.000 IU vitamin E setiap harinya. Kombinasi donepezil 5 mg dan 1.000 IU vitamin E dapat memperlambat penurunan daya ingat pada penderita Alzheimer. 5.  Untuk mengurangi gejala steatohepatitis nonalkoholik dibutuhkan sekitar 800 IU vitamin E setiap harinya untuk orang dewasa dan 400-1.200 IU vitamin E setiap harinya untuk anak-anak. 6.  Untuk mengurangi gejala korea Huntington tahap awal dibutuhkan sekitar 3.000 IU alfa tokoferol setiap harinya. 7.  Untuk mengurangi nyeri akibat rematik sendi dibutuhkan sekitar 600 IU vitamin E dua kali sehari, setiap harinya. 8.  Untuk mencegah kerusakan saraf akibat cisplatin (obat kemoterapi) dibutuhkan sekitar 300 mg alfa tokoferol setiap harinya selama terapi berlangsung hingga 3 bulan setelah terapi dihentikan. 9.  Untuk meningkatkan kerja obat golongan nitrat (salah satu obat jantung) dibutuhkan sekitar 200 mg vitamin E 3 kali sehari. 10.  Untuk mengurangi jumlah protein di dalam air kemih pada anak yang mengalami gangguan ginjal (glomerulosklerosis fokal segmental) dibutuhkan sekitar 200 IU vitamin E . 11.  Untuk membantu mengatasi kekurangan G6PD dibutuhkan sekitar 800 IU vitamin E setiap harinya. 12.  Untuk membantu mengatasi sindrom premenstrual dibutuhkan sekitar 400 IU alfa tokoferol setiap harinya. 13.  Untuk mengurangi nyeri perut selama menstruasi dibutuhkan sekitar 200 IU vitamin E dua kali sehari atau 500 IU vitamin E setiap harinya, yang dimulai 2 hari sebelum masa menstruasi dimulai hingga 3 hari setelah masa menstruasi selesai. 14.  Untuk membantu proses penyembuhan mata setelah tindakan pembedahan (keratektomi) dibutuhkan sekitar 230 mg alfa tokoferol dan 25.000 unit vitamin A (retinol) selama 30 hari, 3 kali sehari, kemudian diturunkan menjadi 2 kali sehari selama 2 bulan. 15.  Untuk membantu mengatasi fibrosis akibat radiasi dibutuhkan sekitar 1.000 IU vitamin E yang dikombinasikan dengan 800 mg pentoksifilin. 16.  Untuk beta talasemia dibutuhkan sekitar 750 IU vitamin E setiap harinya. 17.  Untuk mencegah terjadinya luka bakar pada kulit akibat sinar matahari dibutuhkan sekitar 1.000 IU alfa tokoferol yang dikombinasikan dengan 2 gram asam askorbat (vitamin C). 18.  Untuk mencegah terjadinya peningkatan tekanan darah selama kehamilan (preeklampsia) pada wanita dengan resiko tinggi dibutuhkan sekitar 400 IU vitamin E yang dikombinasikan dengan 1.000 mg vitamin C setiap harinya   Untuk memperoleh manfaat maksimal dari vitamin E, konsumsilah vitamin E alami (alfa tokoferol) bersamaan dengan makanan. Sumber: webmd
 26 Nov 2019    08:00 WIB
Pecinta Es Teh Manis, Berhati-Hatilah Terhadap Penyakit yang Satu Ini!
Bagi kebanyakan orang Indonesia, khususnya orang Jawa, es teh manis pastinya bukan suatu hal yang baru.  Minuman ini telah menjadi favorit sejak zaman dahulu kala, baik sebagai pelepas dahaga ataupun sebagai teman saat makan.   Baca Juga: Efek Samping Dari Terlalu Banyak Mengkonsumsi Teh Oolong   Akan tetapi, tahukah Anda bahwa minuman nikmat yang satu ini ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan Anda?  Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Loyola University Medical Center di Chicago, Amerika Serikat; es teh ternyata dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal bila dikonsumsi secara berlebihan.   Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan teh mengandung oksalat yang lama-kelamaan akan menyatu dan membentuk suatu kristal atau batu kecil di dalam ginjal. Batu ini dapat terus membesar dan menyumbat saluran kemih seseorang.   Selain dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang biasa Anda konsumsi, terbentuknya batu ginjal juga dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti: Jenis kelamin. Batu ginjal berkembang 4 kali lebih cepat pada pria dibandingkan pada wanita Usia. Orang yang berusia lebih dari 40 tahun memiliki resiko menderita batu ginjal yang lebih tinggi Pernah menderita batu ginjal. Orang yang pernah menderita penyakit batu ginjal memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami hal yang sama Memiliki riwayat keluarga. Orang yang memiliki anggota keluarga yang pernah menderita batu ginjal akan memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit ini   Untuk mencegah terbentuknya batu ginjal, batasilah konsumsi teh Anda setiap hari. Ingatlah bahwa minuman paling sehat adalah air putih. Oleh karena itu, pastikan Anda mengkonsumsi setidaknya 2 liter air putih setiap harinya untuk membantu menjaga kesehatan ginjal Anda.   Selain itu, kurangilah konsumsi garam Anda dan konsumsilah suplemen kalsium, yang dapat membantu mengurangi penyerapan oksalat di dalam tubuh. Sitrat yang terdapat di dalam lemon juga dapat membantu mencegah terbentuknya batu di dalam ginjal.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: everydayhealth
 17 Aug 2019    08:00 WIB
10 Tanda Gangguan Ginjal yang Harus Diwaspadai!
Lebih dari 90% orang yang mengalami gangguan ginjal bahkan tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami gangguan tersebut. Salah satu cara untuk mengetahui apakah Anda menderita gangguan ginjal atau tidak adalah dengan melakukan berbagai pemeriksaan. Beberapa faktor resiko utama dari gangguan ginjal adalah tekanan darah tinggi, diabetes, memiliki keluarga yang menderita gagal ginjal, dan berusia 60 tahun atau lebih. Walaupun satu-satunya cara untuk memastikan ada tidaknya gangguan ginjal adalah melalui pemeriksaan darah, akan tetapi terdapat beberapa tanda fisik yang dapat membantu Anda mengetahui adanya gangguan pada ginjal Anda.   1.      Merasa Lebih Lelah Apakah Anda merasa lebih lelah, lebih tidak bertenaga, atau sulit memusatkan konsentrasi Anda akhir-akhir ini? Penurunan fungsi ginjal berat dapat menyebabkan terjadinya penumpukkan racun dan kotoran di dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan Anda merasa lelah, lemah, dan sulit berkonsentrasi. Komplikasi lain dari gangguan ginjal adalah anemia, yang juga membuat tubuh terasa lemah dan lelah.   2.      Sulit Tidur Saat ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka racun akan tetap tinggal di dalam darah dan tidak dapat keluar dari dalam tubuh. Hal ini akan membuat penderita sulit tidur. Selain itu, para peneliti juga menemukan adanya hubungan antara obesitas dengan gagal ginjal kronik. Sementara itu, gangguan tidur apnea juga lebih sering ditemukan pada orang yang menderita gagal ginjal kronik.   3.      Kulit Terasa Kering dan Gatal Ginjal memiliki banyak fungsi penting. Ginjal berfungsi untuk mengeluarkan kotoran dan cairan berlebih dari dalam tubuh Anda, membantu proses pembentukan sel darah merah, membuat tulang tetap kuat, dan mengatur kadar berbagai jenis mineral di dalam darah Anda. Kulit yang kering dan gatal dapat merupakan pertanda dari adanya gangguan pada mineral dan tulang yang sering terjadi bersamaan dengan gangguan ginjal, yang terjadi saat ginjal tidak lagi dapat menjaga keseimbangan kadar mineral dan nutrien di dalam darah.   4.      Lebih Sering Buang Air Kecil Jika Anda merasa lebih sering buang air kecil, terutama di malam hari, maka hal ini dapat merupakan pertanda adanya gangguan pada fungsi ginjal Anda. Saat fungsi filtrasi ginjal rusak, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan frekuensi buang air kecil. Akan tetapi, peningkatan frekuensi buang air kecil juga dapat merupakan pertanda adanya infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria.   5.      Adanya Darah Pada Air Kemih Ginjal yang sehat biasanya akan menjaga agar sel-sel darah tetap berada di dalam tubuh saat memfilter kotoran dari dalam darah dan menghasilkan air kemih. Akan tetapi, saat ginjal mengalami kerusakkan, maka sel-sel darah juga dapat ikut keluar di dalam air kemih Anda. Selain dapat merupakan pertanda adanya gangguan ginjal, adanya darah di dalam air kemih juga dapat merupakan pertanda adanya tumor, batu ginjal, atau infeksi.   Baca juga: Berbagai Gejala Gangguan Saluran Kemih yang Perlu Diwaspadai   6.      Air Kemih Tampak Berbusa Adanya buih atau busa pada air kemih, terutama bila Anda harus menyiramnya beberapa kali untuk menghilangkannya, dapat merupakan pertanda adanya protein di dalam air kemih. Busa ini terlihat hampir sama dengan busa yang timbul saat Anda mengocok telur.   7.      Mata Bengkak Adanya protein di dalam air kemih merupakan tanda awal yang menunjukkan bahwa fungsi filtrasi ginjal telah mengalami gangguan sehingga protein dapat ditemukan di dalam air kemih. Pembengkakan di daerah sekitar mata merupakan efek dari kehilangan protein dalam jumlah banyak di dalam air kemih.   8.      Kaki BengkakPenurunan fungsi ginjal dapat menyebabkan retensi (penahanan) natrium di dalam tubuh, yang menyebabkan pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki Anda. Pembengkakan pada daerah kaki juga dapat merupakan pertanda adanya gangguan jantung, gangguan hati, dan gangguan pembuluh darah vena di kaki. 9.      Nafsu Makan MenurunPenurunan nafsu makan merupakan gejala yang sangat umum, yang dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk gangguan fungsi ginjal yang menyebabkan penumpukkan racun di dalam tubuh. 10.  Kram OtotGangguan keseimbangan elektrolit dank ram otot dapat disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal. Rendahnya kadar kalsium dan tidak terkendalinya kadar fosfor di dalam tubuh dapat memicu terjadinya kram otot. Sumber: huffingtonpost
 05 Aug 2019    09:00 WIB
Banyak Minum Juga Bisa Menyebabkan Keracunan Air
Mungkin ketika membaca ini yang timbul di dalam benak kita adalah bagaimana mungkin bisa keracunan karena kebanyakan minum air? Air yang dimaksud di sini adalah air bersih lagi. Kalau airnya kotor mungkin kita tidak heran bisa keracunan. Namun demikianlah kenyataannya. Sekalipun air sangat berperang penting bagi sel dan organ tubuh kita agar bisa berfungsi dengan baik, namun terlalu banyak meminumnya bisa menyebabkan keracunan. Kenapa bisa begitu? Minum banyak air tentu akan meningkatkan jumlah air di dalam darah. Sedangkan air di dalam darah mampu mencairkan elektrolit di dalam darah khususnya sodium. Sodium sendiri berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan di luar dan di dalam sel. Nah, ketika jumlah sodium menurun drastis karena terlalu banyak minum, maka yang terjadi adalah cairan yang di luar masuk ke dalam sel sehingga sel tubuh kita membengkak. Ketika hal ini terjadi pada sel otak tentu akan sangat berbahaya dan bisa-bisa nyawa menjadi taruhannya. Inilah yang disebut sebagai keracunan air BAHAYA KERACUNAN AIR Ketika sel-sel otak kita membengkak maka yang terjadi adalah meningkatnya tekanan pada tengkorak kepala kita. Ini mengakibatkan : Sakit kepala Nausea yaitu perut terasa mual dan rasanya mau muntah Muntah-muntah Dalam kasus yang lebih parah, gejala berikut ini bisa muncul : Tekanan darah naik Pusing Penglihatan ganda Mengantuk dan lesu Susah bernafas Otot menjadi lemah dan kram Tidak mampu mengidentifikasi informasi sensorik Akumulasi kelebihan cairan di dalam otak disebut sebagai cerebral edema yang dapat mempengaruhi batang otak dan menyebabkan sisten syaraf pusat tidak berfungsi. Sehingga dalam kasus yang lebih parah lagi hal ini bisa menyebabkan kejang-kejang, kerusakan otak, koma dan bahkan kematian. Berapa banyak harus minum Overhidrasi dan keracunan air terjadi kapankala kita minum air melebihi kesanggupan ginjal kita membuangnya melalui air kencing. Faktor yang mempengaruhi hal ini bukan saja banyaknya jumlah air tetapi juga berapa lama kita mengkonsumsi air tersebut. Resiko terkena keracunan air lebih tinggi kapan kala kita minum air dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang singkat. Sebaliknya resikonya berkurang sekalipun minum air dengan jumlah yang sama, namun periode meminumnya lebih lama. Ginjal mampu mengeluarkan cairan hingga 28 liter per hari, namun tidak bisa lebih dari 1 liter per jam. Sebab itu tidak bisa terlalu banyak minum air dalam waktu atau periode yang singkat. Sebenarnya tidak ada ukuran yang pasti berapa banyak orang harus mengkonsumsi air dalam sehari. Ini dikarenakan setiap individu memeliki keadaan yang berbeda-beda seperti berat badan, aktifitas fisik dan juga iklim dimana dia tinggal. Menurut The Institute of Medicine (IOM) banyak air yang diperlukan dalam sehari untuk pria adalah 3,7 liter dan wanita adalah 2,7 liter. Namun ini air dalam air minum dan juga makanan. Jadi minum air sehat, namun jika terlalu berlebihan justru akan mengganggu kesehatan kita. Jika sobat merasa ada gangguan atau gejala seperti yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Tetap sehat, tetap segar. Baca juga : Kurang Minum Air Putih 7-8 Gelas Sehari Ganggu Fungsi Otak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: www.medicalnewstoday.com
 25 Jul 2019    08:00 WIB
Berbagai Gejala Batu Ginjal yang Patut Diwaspadai
Batu ginjal terbentuk saat berbagai zat sisa yang ingin dikeluarkan dari dalam tubuh melalui ginjal saling bertempelan menjadi satu dan akhirnya membentuk suatu batu. Batu ini dapat terbentuk dalam ukuran yang berbeda-beda, mulai dari seukuran sebutir gula pasir hingga sebesar sebuah bola ping pong. Pada awalnya, adanya batu ginjal di dalam ginjal ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun sehingga jarang disadari oleh penderita. Seiring dengan semakin membesarnya batu, maka penderita pun akan merasakan nyeri, terutama di daerah pinggang. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala lain dari batu ginjal yang perlu Anda waspadai. Nyeri Hebat Mendadak Saat ukuran batu ginjal telah menjadi cukup besar, maka Anda mungkin akan mengalami nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba di bagian pinggang, perut, selangkangan, atau daerah kemaluan.   Muntah Beberapa penderita batu ginjal akan mengalami rasa yang sangat tidak nyaman pada daerah perutnya. Beberapa di antaranya bahkan mengalami mual dan muntah.   Darah di Dalam Air Kemih Adanya darah di dalam air kemih merupakan suatu pertanda bahwa batu ginjal telah terdorong masuk ke dalam ureter (suatu saluran yang menghubungkan antara ginjal dan kandung kemih) sehingga melukai jaringan di dalam ureter, akibat gesekan antara batu ginjal dengan dinding dalam ureter.   Nyeri Saat Buang Air Kecil Beberapa penderita batu ginjal juga mengalami nyeri saat mereka buang air kecil dan beberapa orang lainnya justru menjadi lebih sering buang air kecil.   Baca Juga: Seorang Pria Mengalami Gagal Ginjal Karena Terlalu Banyak Minum Es Teh!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: medicinenet, mayoclinic
 20 May 2019    16:00 WIB
Kencing Berdarah ? Waspada Batu Ginjal!
Apakah saat Anda buang air kecil kemudian mengalami adanya darah di urin disertai dengan adanya serpihan batu?Bila iya, maka waspadalah kemungkian Anda mengalami batu ginjal. Material yang berasal dari sisa-sisa zat limbah dari dalam tubuh yang diproses oleh ginjal apabila mengendap dan mengkristal dapat menjadi batu ginjal. Bentuknya yang keras menyerupai batu dan berada di daerah ginjal maka itu disebut dengan batu ginjal. Adanya endapan batu di dalam ginjal dapat disebabkan oleh makanan, gangguan kesehatan dan penyebab lainnya. Gejala batu ginjal Pada awalnya tidak semua penderita merasakan gejala saat mengalami batu ginjal. Apabila batu ginjal tersebut berukuran kecil maka akan dengan mudah melewati saluran kemih dan keluar dari dalam tubuh dalam bentuk serpihan. Apabila batu ginjal berukuran besar biasanya akan menyebabkan rasa nyeri dan melukai dinding saluran kemih, sehingga akan ditemukan darah di dalam urin. Gejala lainnya adalah rasa nyeri pada perut dan punggung bagian bawah, pinggang, serta selangkangan. Nyeri tersebut bisa timbul dan hilang sesuai dengan pergerakan batu tersebut. Batu ginjal lebih sering dialami oleh pria dibanding wanita hal ini disebabkan adanya perbedaan bentuk anatomi tubuh wanita dan pria. Apabila batu ginjal tidak ditangani dengan baik maka akan berakhir dengan kerusakan pada ginjal. Sebelum hal ini terjadi, ada beberapa hal yang dapat membantu Anda menghindari terjadinya batu ginjal, seperti ulasan dibawah ini: 1.      Jaga berat badan tetap stabilSeseorang yang memiliki berat tubuh yang berlebih dan memiliki ukuran pinggang yang lebih besar memiliki risiko mengalami batu ginjal yang lebih tinggi. Oleh karena itu jaga berat badan Anda tetap stabil dengan menjalani pola hidup yang sehat seperti makan makanan yang bergizi seimbang dan olahraga teratur. 2.      Minum banyak airPerbanyak minum air putih setiap hari untuk membantu ginjal membuang semua racun dari dalam tubuh Anda. Air juga membantu tubuh untuk mempertahankan volume dan konsentrasi darah. Jadi pastikan Anda minum air putih yang cukup setiap harinya minimal 2 liter atau 8 gelas dalam sehari. 3.      Hindari konsumsi obat tanpa pengawasan dokterSetiap jenis bahan kimia yang masuk kedalam tubuh harus melewati ginjal untuk dilakukan penyaringan. Apabila Anda konsumsi obat secara berlebihan maka akan membuat kerja ginjal menjadi berat. Hal inilah yang akan memicu terbentuknya batu ginjal. Oleh karena itu konsumsilah obat sesuai ketentuan dokter. 4.      Hati-hati mengkonsumsi suplemen dan obat-obatan herbal atau jamuApabila Anda konsumsi suplemen berlebihan seperti mengandung vitamin dosis tinggi dan suplemen herbal secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Sebelum Anda konsumsi suplemen dan obat-obatan herbal atau jamu sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter. 5.      Batasi konsumsi garamKonsumsi garam secara berlebihan akan memicu pembentukan batu ginjal. Sehingga kurangi konsumsi garam secara berlebihan. Usahakan untuk selalu baca label makanan, mengenai kandungan garam atau natrium dalam makanan tersebut. Biasanya makanan olahan mengandung banyak garam. 6.      Kurangi asupan protein hewaniMakanan yang mengandung purin tinggi seperti daging merah, berisiko meningkatkan asam urat sehingga mempercepat pembentukan salah satu bentuk batu ginjal. Batasi asupan protein hewani Anda hingga 6 ons atau kurang per hari untuk membantu mengurangi risiko pembentukan semua jenis batu ginjal. 7.      Kurangi asupan alkoholKonsumsi alkohol berlebihan akan meningkatkan asam urat dalam aliran darah, yang dapat berkontribusi membentuk batu ginjal.Banyak cara untuk merusak tubuh Anda, namun ada juga banyak cara untuk menjaga kesehatan tubuh Anda. Jadi Anda akan memilih yang mana? Baca juga: 8 Makanan Terbaik Untuk Ginjal Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: cc
 09 Feb 2019    18:00 WIB
Sebelum Terlambat, Lakukan 4 Cara Ini Untuk Membantu Menjaga Ginjal
Penyakit ginjal bukanlah sebuah lelucon, orang yang mengalami gangguan pada ginjal semakin meningkat. Menurut seorang dokter ahli ginjal mengatakan bahwa ada 400.000 pasien dari 1 juta orang yang harus menjalani pengobatan akibat adanya gangguan pada ginjal.    Penyakit ginjal paling sering dikaitkan dengan penderita diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan mereka yang berusia lebih dari 60 tahun. Riwayat keluarga yang memiliki penyakit ginjal juga bisa membuat Anda berisiko. Obesitas, penyakit autoimun, infeksi saluran kencing dan infeksi lainnya juga berkontribusi terhadap risiko penyakit ginjal. 1.      Menjaga Kesehatan Ginjal Selain makan dengan benar dan mengendalikan berat badan Anda, Anda bisa melakukan langkah sederhana lainnya untuk menjaga kesehatan ginjal Anda, termasuk memantau tekanan darah, kadar kolesterol dan kadar glukosa darah Anda, kontrol ke dokter minimal setahun sekali, berolahraga secara teratur, tidak merokok dan mencari tahu apakah ada riwayat keluarga yang memiliki penyakit ginjal yang membuat Anda harus lebih sadar kesehatan. Batu ginjal bisa berkembang saat mineral terbentuk di urin Anda. Namun, mengonsumsi makanan yang kaya buah dan sayuran, dan makanan rendah garam atau oksalat kaya dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Selain itu, banyak minum air sepanjang hari, terutama jika Anda sering berolahraga, penting untuk kesehatan ginjal. 2.      Cairan Yang Cukup Tetap terhidrasi diperlukan untuk pencegahan dan pengobatan. Menjaga urin Anda encer sangat penting untuk menjaga kesehatan ginjal Anda. Air adalah pilihan terbaik, tapi Anda juga bisa minum jus buah, jahe atau teh. Jika urin Anda berwarna terang setelah Anda pergi ke kamar mandi, Anda mendapatkan cukup cairan. Juga usahakan batasi minuman berkafein satu sampai dua cangkir sehari karena justru bisa membuat Anda mengalami dehidrasi. 3.      Konsumsi Buah-buahan dan Sayur-sayuran Buah dan sayuran memperbaiki fungsi ginjal Anda. Buah seperti itu termasuk anggur, cranberry dan bluberi. Sayuran termasuk bawang merah, seledri, bit, bayam, kacang panjang dan asparagus. Jika Anda menderita penyakit ginjal, pastikan buah dan sayuran yang Anda makan rendah kalium. Karena ginjal yang mengatur kadar kalium, penting bagi Anda untuk memantau asupan kalium Anda. Jika kadar kalium Anda terlalu tinggi, Anda mungkin mengalami risiko yang lebih besar terkena stroke atau serangan jantung. Beberapa contoh makanan rendah kalium termasuk apel, kacang-kacangan, jagung, nasi, mie, pasta, terong, kue tanpa kacang atau coklat, pir, kacang polong, paprika. 4.      Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi Jika Anda didiagnosis menderita penyakit ginjal kronis, tubuh Anda mungkin kekurangan zat besi. Ginjal berperan dalam produksi sel darah merah, namun tanpa ginjal yang berfungsi dengan baik, jumlah sel darah merah Anda bisa menurun, dan mempengaruhi tingkat energi Anda. Mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti sayuran berdaun hijau dan telur dapat membantu Anda meningkatkan asupan zat besi Anda.   Lakukan semua cara di atas akan membantu menjaga ginjal Anda, jaga dari sekarang jangan sampai terlambat!   Baca juga: Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Batu Ginjal   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: healthyeating.sfgate