Your browser does not support JavaScript!
 26 Apr 2021    12:00 WIB
Gejala Penyakit Multiple Sclerosis seperti Keluhan Aktris Selma Blair
Aktris Selma Blair, 48 tahun, tidak pernah berhenti mengungkapkan kondisi tubuhnya setelah ia didiagnosis mengidap penyakit multiple sclerosis (sklerosis ganda) pada tahun 2018. Dalam sebuah wawancara dengan majalah Town and Country, bintang film Cruel Intentions terus mempelajari kondisi kesehatannya secara mendalam, termasuk sejumlah gejala utama yang dialaminya. Hidup dengan penyakit multiple sclerosis tidak membuat Blair menutup diri. Ia mengaku merasa nyaman dengan tubuhnya. "Saya terpesona oleh tubuh ini dan kehidupan ini. Saya merasa rendah hati dan senang menjadi inspirasi bagi orang-orang," ujarnya dalam sebuah wawancara. Berikut sejumlah fakta seputar penyakit multiple sclerosis, terutama gejala yang dialami Blair: Apa itu multiple sclerosis? Penyakit multiple sclerosis adalah gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang. Penyakit ini akan menimbulkan gangguan penglihatan dan gerakan tubuh. Menurut U.S. National Library of Medicine, penyakit ini tidak diketahui penyebabnya. "Ini mungkin penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menyerang sel-sel sehat di tubuh secara tidak sengaja," begitu pernyataannya. Namun, ada beberapa hal yang bisa diketahui dari penyakit ini, seperti fakta bahwa multiple sclerosis lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Biasanya penyakit ini menyerang wanita usia 16 - 55 tahun.   Otot akan terasa lemah Blair pernah merasakan kehilangan sensasi di kakinya ketika ia berjalan di New York Fashion Week untuk Christian Siriano. Sebelumnya ia mengatakan juga mengalami gejala serupa, namun ia mengabaikannya. "Di peragaan busana itu (New York Fashion Week), saya kehilangan rasa di kaki kiri, dan lantas berpikir, apa yang harus saya lakukan?" ujarnya. Memiliki masalah keseimbangan Dalam sebuah postingan di akun pribadi @selmablair, Oktober 2018, dia berjuang melawan multiple sclerosis dan menulis: "Saya cacat. Terkadang saya jatuh. Saya kerap menjatuhkan barang." Sulit menjaga keseimbangan adalah salah satu gejala gangguan gerak paling umum penderita multiple sclerosis.   Memiliki masalah berpikir dan penglihatan  Ketika mengungkapkan gejala multiple sclerosis yang dirasa, bintang film Hellboy ini mengatakan bahwa penyakit ini telah memengaruhi pemikirannya. "Ingatanku berkabut," katanya. Banyak orang yang mengalami multiple sclerosis melaporkan mempunyai masalah dengan pemikiran dan daya ingat, termasuk sulit bicara. Kepada majalah People tahun 2019, Blair juga pernah mengungkap kalau penyakit yang dideritanya ini telah mempengaruhi penglihatannya. "Saya tidak melihat dari mata kanan saya sekarang." katanya. Menurut Mayo Clinic, gangguan penglihatan sering terjadi. Ini dapat mencakup kehilangan penglihatan sebagian atau seluruhnya, biasanya pada satu mata pada satu waktu, seringkali disertai rasa sakit selama gerakan mata. Selain itu, penderita multiple sclerosis juga menghalami penglihatan ganda yang berkepanjangan atau penglihatan kabur.     Mati rasa atau mempunyai sensasi seperti tertusuk jarum Blair mengungkapkan di akun Instagram-nya bahwa multiple sclerosis ini menyebabkan ia menderita masalah propriosepsi Propriosepsi adalah kemampuan tubuh manusia untuk mendeteksi gerakan dan tekanan pada jaringan lunak dan mencetuskan reaksi untuk mencegah cedera. Keluhan lain yang ia rasakan adalah bahwa ia tidak bisa duduk diam, kejang, hingga kedutan. Mayo Clinic menggambarkan gejala ini sebagai sensasi sengatan listrik yang terjadi dengan gerakan leher tertentu, terutama menekuk leher ke depan.   Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala ini? Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, Mayo Clinic menyarankan untuk menemui dokter sesegera mungkin. Meskipun tidak ada obat untuk multiple sclerosis dan gejala umumnya memburuk seiring waktu, pengobatan dapat membantu mempercepat pemulihan dari serangan, mengubah jalannya penyakit, dan mengelola gejala.     Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Baca Juga: 5 Penyakit yang Sering Dialami Wanita Penulis: Tomi Nala Sumber:Eatthis, alodokter, mayoclinic
 12 Oct 2020    13:00 WIB
Waspada! Ini 10 Penyakit yang Tidak Menunjukkan Gejala
Dengan memiliki gaya hidup sehat, banyak orang mengira bahwa mereka akan terbebas dari gangguan jantung, diabetes, dan bahkan beberapa jenis kanker. Akan tetapi tahukah Anda bahwa tidak semua penyakit memiliki gejala yang jelas sehingga mudah terdeteksi? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis penyakit yang sulit diketahui karena seringkali tidak bergejala hingga penyakit memasuki tahap akhir. Kanker Usus Besar Kanker usus besar bermula dari usus besar dan biasanya dimulai sebagai suatu benjolan kecil non kanker yang disebut dengan polip. Polip ini kemudian akan bertumbuh menjadi semakin besar dan berubah menjadi kanker walaupun tidak menunjukkan gejala apapun pada awalnya. Saat kanker sudah melewati tahap awalnya, penderita biasanya baru mulai mengalami gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit, adanya darah di dalam tinja, kram perut, perut kembung, penurunan berat badan, dan rasa amat lelah. Karena kanker usus besar tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, maka pemeriksaan kesehatan secara teratur sangatlah penting. Dengan demikian, dokter dapat menemukan polip sedini mungkin, sebelum polip ini berubah menjadi kanker. Penyakit Huntington Penyakit Huntington merupakan suatu kelainan genetik, yang biasanya tidak diketahui hingga penderita dewasa. Yang paling menakutkan dari penyakit ini adalah penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Penyakit Huntington memang jarang tetapi sangat fatal. Penyakit ini menyebabkan kerusakan pada otak. Gejala biasanya mulai muncul saat penderita berusia antara 30-50 tahun. Gejalanya dikatakan mirip dengan seseorang yang menderita ALS, Parkinson, dan Alzheimer. Hal terpenting yang perlu Anda ketahui adalah bahwa penyakit ini diturunkan. Glaukoma Glaukoma merupakan penyebab kedua kebutaan di Amerika Serikat. Glaukoma biasanya tidak menunjukkan gejala apapun atau hanya menunjukkan sedikit gejala. Glaukoma akan merusak saraf optikus yang berfungsi untuk membawa informasi dari mata ke otak. Penderita biasanya mengalami peningkatan tekanan di dalam mata. Saat penyakit sudah memasuki tahap lanjut, maka dapat terjadi gangguan penglihatan perifer atau kebutaan total. Jenis glaukoma yang paling sering ditemukan adalah glaukoma sudut terbuka. Jenis glaukoma yang satu ini biasanya akan menyebabkan penurunan penglihatan perifer secara bertahap. Klamidia Klamidia merupakan salah satu penyakit menular seksual yang memiliki sedikit gejala. Infeksi ini biasanya akan menyebabkan kerusakan permanen pada saluran telur seorang wanita, yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan atau peningkatan resiko terjadinya kehamilan ektopik. Infeksi ini dapat mengenai serviks, uretra, vagina, rektum, atau tenggorokan. Infeksi juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya pada saat proses persalinan. Dapat ditemukan beberapa gejala beberapa minggu setelah penderita terinfeksi. Akan tetapi, pada sebagian besar kasus penyakit ini tidak menimbulkan gejala sama sekali. Gejala yang mungkin ditemukan adalah keputihan abnormal, nyeri pinggul, keinginan mendesak untuk buang air kecil, dan adanya darah di dalam air kemih. Penyakit ini terutama mengenai orang yang sudah aktif secara seksual. Thrombosis Vena Dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT) DVT merupakan bekuan darah yang terbentuk di pembuluh vena dalam tubuh dan mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Sebagian besar DVT terjadi pada kaki bagian bawah (betis) atau paha, yang kemudian menyebabkan pembengkakan pada vena dan berbagai gejala lain. Jika bekuan darah pecah, maka bekuan-bekuan darah kecil ini dapat mengikuti aliran darah dan masuk ke dalam paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen di dalam darah, kerusakan paru-paru berat, atau kematian. Duduk dalam waktu lama, mengkonsumsi obat tertentu, dan menderita penyakit tertentu dapat meningkatkan resiko terjadinya DVT. Gejala yang biasa ditemukan adalah kulit teraba hangat dan nyeri serta kulit tampak kemerahan dan membengkak. Akan tetapi, gejala ini biasanya hanya muncul pada sebagian penderita.   Baca juga: Ini Dia 5 Penyakit yang Sering Salah Didiagnosa   Gonorea Gonorea juga merupakan salah satu penyakit menular seksual, yang jarang menimbulkan gejala. Penyakit ini dapat mengenai pria dan wanita. Bila wanita hamil terinfeksi gonorea, maka ia dapat menularkannya pada bayi di dalam kandungannya. Seperti halnya semua penyakit menular seksual lainnya, penggunaan kondom biasanya dapat membantu menurunkan resiko. Beberapa gejala gonorea yang dapat ditemukan pada pria adalah rasa panas seperti terbakar saat buang air kecil, keluar cairan abnormal dari penis, dan buah zakar terasa nyeri serta membengkak. Pada wanita, gejala yang biasa ditemukan adalah nyeri saat buang air kecil dan perdarahan di antara masa menstruasi. Diabetes Diabetes tipe 1 biasanya terjadi sejak penderita lahir karena pada diabetes tipe 1, tubuh penderita tidak dapat menghasilkan insulin sama sekali. Sementara itu, diabetes tipe 2 biasanya terjadi saat penderita sudah dewasa. Hal ini biasanya disebabkan oleh gaya hidup yang kurang aktif dan berat badan berlebih sehingga tubuh tidak dapat menggunakan hormon insulin yang ada dengan baik. Jika anggota keluarga Anda ada yang menderita diabetes, maka Anda perlu menjaga pola hidup dan pola makan Anda dengan lebih baik karena resiko Anda untuk menderita diabetes akan meningkat. Beberapa gejala diabetes yang sering ditemukan adalah rasa haus terus-menerus, sering buang air kecil, selalu merasa lapar tetapi berat badan menurun, merasa lelah, dan pandangan kabur. Hepatitis C Virus hepatitis C akan menyerang hati dan gejala yang terjadi dapat ringan atau berat, tergantung pada seberapa lama penyakit dibiarkan tanpa pengobatan. Hepatitis C paling sering ditularkan melalui penggunaan alat suntik bersama pada orang yang menggunakan obat-obatan terlarang atau melalui kontak seksual. Infeksi kronik virus hepatitis C dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi seperti sirosis hati dan kanker hati. Osteoporosis Osteoporosis atau pengeroposan tulang akan membuat kepadatan tulang menurun, yang membuat tulang menjadi lebih lemah dan mudah patah. Beberapa penderita bahkan mengalami pemendekan tinggi badan dan perubahan postur tubuh (membungkuk) bila mengenai tulang belakangnya. Osteoporosis biasanya tidak menunjukkan gejala. Sebagian besar penderita baru mengetahui mereka mengalami osteoporosis setelah mengalami patah tulang atau mengalami perubahan postur tubuh. Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Penyakit Seliak Penyakit seliak merupakan suatu penyakit autoimun, di mana usus halus penderita akan mengalami kerusakan bila penderita mengkonsumsi gluten, suatu protein yang ditemukan di dalam gandum dan barley. Hingga saat ini belum ada pengobatan lain bagi penyakit seliak selain menghindari gluten. Gejala gangguan pencernaan lebih sering ditemukan pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Orang dewasa yang mengalami penyakit seliak biasanya akan mengalami berbagai gejala seperti kekurangan zat besi, merasa amat lelah, nyeri sendi, depresi, migrain, dan kekurangan berbagai vitamin. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: cheatsheet
 08 Aug 2020    15:00 WIB
Deteksi HIV Dari Gejala-Gejala Di Mulut
Apakah HIV dan AIDS itu? HIV atau Human immunodeficiency virus  adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus HIV merusak daya tahan tubuh dengan menyerang sistem kekebalan/imunitas dengan  menghancurkan sel-sel darah putih tertentu secara progresif dan menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sindrom atau kumpulan gejala penyakit yang timbul akibat virus HIV yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Dengan rusaknya sistem kekebalan akan mempermudah semua jenis virus masuk ke tubuh manusia tanpa takut diserang oleh imun tubuh lagi.   Bagaimana penularan HIV ? Melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom sehingga memungkinkan cairan mani atau cairan vagina yang mengandung virus HIV masuk ke dalam tubuh pasangannya Dari seorang ibu hamil yang HIV positif kepada bayinya selama masa kehamilan, waktu persalinan dan/atau waktu menyusui. Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV. Lewat pemakaian alat suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, terutama terjadi pada pemakaian bersama alat suntik di kalangan pengguna narkoba suntik. Apa saja gejala-gejala HIV di mulut ? Gejala-gejala di mulut seringkali merupakan tanda awal infeksi HIV. Infeksi jamur Infeksi jamur kandida (candidiasis) adalah salah satu tanda yang paling awal dan paling umum ditemukan pada penderita HIV/AIDS. Secara klinis candidiasis tampak sebagai bercak putih atau kombinasi bercak putih dan kemerahan yang dapat terjadi di bagian manapun di rongga mulut. Terkadang bercak ini mudah berdarah dan terdapat daerah kemerahan di bawah bercak putih, disertai rasa sakit dan rasa seperti terbakar. Infeksi virus Kondisi imun yang melemah juga membuka kesempatan yang lebih lebar bagi infeksi virus, yang paling umum adalah virus herpes dan human Papillomavirus (HPV)biasanya menyerang bibir dan sisi lidah. Selain itu juga dapat terjadi lesi oral yang mengarah kepada keganasan, yang paling sering adalah sarcoma Kaposi. Mulut Kering (xerostomia)Penderita HIV/AIDS umumnya mengalami kondisi mulut kering (dry mouth/xerostomia) karena obat-obatan yang dikonsumsi maupun karena penyakitnya itu sendiri. Dikombinasi dengan penurunan sistem imun, mulut yang kering membuat penderita lebih mudah untuk mengalami karies dentis dan penyakit periodontal HIV. Peyakit periodontal HIV Penyakit periodontal sebetulnya dapat terjadi pada siapa saja, namun khusus pada pasien dengan gangguan sistem imun seperti HIV/AIDS, memiliki tampilan yang khas. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, pada gusi kondisi ini dahulu disebut HIV-gingivitis dan kini disebut linear gingival erythema (LGE), terlihat sebagai lesi merah seperti pita di daerah gusi. LGE dapat terasa sakit dan mudah berdarah, dan dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang khas yaitu necrotizing ulcerative periodontitis (NUP) yang dahulu disebut HIV-periodontitis, di mana tulang dan jaringan lunak mengalami kerusakan yang sangat cepat dan progresif. Umumnya berujung dengan kehilangan gigi, dan seringkali disertai rasa sakit yang berat dan mudah berdarah.   Baca Juga: Mencegah HIV Dengan Pengobatan Truvada   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 11 Jan 2018    08:00 WIB
Apa Sajakah Gejala Busung Lapar?
Tahukah Anda bahwa tubuh Anda hanya dapat bertahan selama 5-10 menit tanpa oksigen dan dapat bertahan selama 2-8 hari tanpa air? Akan tetapi, ternyata tubuh manusia dapat bertahan hidup cukup lama, bahkan beberapa minggu, tanpa makanan. Bagaimana hal ini dapat terjadi dan apakah gejala seseorang telah mengalami kelaparan? Tubuh manusia sebenarnya memiliki pertahanan fisiologis dan metabolisme, yang dapat membuat tubuh Anda bertahan hidup selama memungkinkan bila Anda tidak memiliki akses terhadap makanan. Intinya adalah Anda tidak akan langsung mati bila tidak makan selama beberapa hari.   Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh Saat Anda Kelaparan? Berbeda dengan mobil yang langsung mati bila tidak memiliki bensin, tubuh Anda dapat bertahan hidup cukup lama tanpa makan, terutama bila Anda masih dapat minum. Proses ini sebenarnya merupakan cara tubuh mengenali bahwa sekarang ini sudah tidak ada makanan atau makanan sangat sedikit. Tubuh akan mulai menggunakan sumber dayanya dengan lebih bijak, untuk mempersiapkan diri tidak makan selama beberapa lama. Dengan kata lain, tubuh Anda memberikan Anda kesempatan untuk mencari makanan. Busung lapar atau kelaparan disebabkan oleh kurangnya nutrisi, misalnya saat Anda tidak mengkonsumsi makanan sehat atau saat Anda hanya mengkonsumsi kalori kosong. Gejala biasanya berlangsung secara perlahan, selama beberapa hari, minggu, atau bulan. Anda bahkan dapat mengalami kelaparan tanpa merasa lapar. Bahkan bila Anda makan secara teratur, Anda dapat mengalami kelaparan bila Anda tidak mengkonsumsi makanan yang tepat. Tubuh Anda memerlukan nutrisi yang sesuai untuk pertumbuhannya dan menjaganya tetap sehat. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala kelaparan.   Perubahan Status Mental Atau Perilaku Tahap awal dari kelaparan biasanya akan mempengaruhi perilaku dan status mental Anda. Anda mungkin akan menjadi mudah marah, kesulitan berkonsentrasi, fatigue, dan memikirkan mengenai makanan. Anda mungkin merasa lemas dan perhatian mudah teralihkan.   Menurunnya Daya Tahan Tubuh Kelaparan juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda. Luka akan menjadi lebih lama sembuh dan tubuh Anda menjadi lebih sulit melawan infeksi. Pada kulit juga dapat timbul bercak kemerahan. Hal ini terjadi karena tubuh Anda sedang "sibuk" mengarahkan nutrisi untuk menjaga agar organ-organ tubuh Anda tetap berfungsi.   Gejala Fisik Saat kelaparan terus berlangsung, maka Anda akan mulai mengalami gejala fisik. Kapan gejala fisik dimulai tergantung pada keadaan kesehatan Anda sebelum kelaparan terjadi, berat badan, dan usia Anda. Gejala fisik biasanya mulai timbul beberapa hari atau beberapa minggu setelah kelaparan dimulai. Gejala fisik yang mungkin ditemukan adalah: Merasa haus Badan terasa lemah Sembelit Napas dangkal dan lambat Denyut jantung meningkat Diare, kadang-kadang Selain itu, mata Anda juga akan tampak berkaca-kaca dan cekung. Otot-otot tubuh Anda akan tampak lebih kecil dan proses pengecilan otot sudah dimulai. Gejala kelaparan yang paling jelas pada anak-anak adalah mulai membengkaknya perut. Kulit akan menjadi pucat dan kendur. Anda juga dapat mengalami pembengkakan pada kaki dan pergelangan. Gejala lain dari kelaparan yang mungkin ditemukan adalah berhentinya menstruasi atau menstruasi menjadi tidak teratur pada wanita dan ditemukannya batu empedu.   Baca juga: Berbagai Gangguan Kesehatan Akibat Buruknya Nutrisi Pada Remaja   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily