Your browser does not support JavaScript!
 17 Dec 2019    16:00 WIB
Penyebab dan Pengobatan Gegar Otak
Apa itu gegar otak?Gegar otak (Concussion) merupakan cedera kepala yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi mental atau tingkat kesadaran sampai hilangnya kesadaran. Gegar otak dapat terjadi tanpa adanya kerusakan struktur jaringan otak yang jelas, dan dapat terjadi selama kurang dari 6 jam. Apa penyebab dari gegar otak?Otak manusia memiliki konsistensi seperti gelatin dan memiliki cairan serebrospinal disekitarnya yang membuat otak tahan terhadap goncangan. Adanya benturan keras pada kepala dan leher atau tubuh bagian atas dapat membuat otak terdorong ke belakang dan kemudian maju dengan kuat dan membentur tulang kepala bagian dalam. Akselerasi atau deselerasi kepala yang tiba-tiba, misalnya pada kejadian kecelakaan mobil atau pada bayi yang diguncang dengan keras (shaken baby sindrome), juga dapat menyebabkan cedera otak. Apa gejala dari gegar otak?Seseorang dengan gegar otak dapat merasa linglung atau bingung sesaat. Beberapa orang bahkan dapat tidak menyadari bahwa mereka terkena gegar otak. Kesadaran dapat hilang untuk waktu singkat, jarang melebihi 15 menit. Ingatan akan kejadian-kejadian yang terjadi sesaat sebelum atau sesudah cedera dapat hilang. Kemudian penderita dapat merasa sakit kepala, sensasi seperti berputar, kepala terasa ringan, kelelahan, daya ingat yang buruk, kesulitan untuk berkonsentrasi, iritabilitas, depresi, dan kecemasan. Gejala-gejala ini disebut post-concussion syndrome. Penderita dapat mengalami gangguan dalam berpikir, terutama pada orang-orang yang memiliki gangguan emosi sebelum terjadinya gegar otak. Sindroma post-concussion sering terjadi dalam waktu satu minggu setelah terjadinya gegar otak dan seringkali membaik pada minggu kedua. Namun terkadang, gejala-gejala menetap untuk berbulan-bulan, atau pada kasus yang jarang, sampai bertahun-tahun. Penderita yang terkena gegar otak juga lebih rentan untuk terkena gegar otak berulang, terutama jika cedera kepala terjadi lagi sebelum gejala-gejala dari gegar otak pertama menghilang. Apa pengobatan untuk gegar otak?Jika tidak ada kerusakan otak struktural, maka hanya perlu mengobati gejala-gejala yang ada. Acetaminophen dapat diberi untuk mengatasi rasa sakit. Aspirin dan obat anti-inflamsi nonsteroid (NSAIDS) seharusnya tidak digunakan karena akan mengganggu pembekuan darah dan dapat mengakibatkan pendarahan pada pembuluh darah yang cedera. Istirahat adalah pengoabatn terbaik untuk gegar otak.Pengobatan untuk post-concussion syndrome diberikan berdasarkan beratnya gejala. Istirahat dan observasi ketat sangat penting. Penderita yang mengalami gangguan emosi mungkin perlu diberikan psikoterapi. Gegar otak berulang dapat meningkatkan risiko terjadinya demensia, penyakit Parkinson, dan depresi di masa mendatang. Penderita gegar otak sebaiknya tidak melakukan olahraga terlebih dahulu sampai semua gejala benar-benar hilang dan evaluasi medis selesai.Ingin mengetahui lebih dalam mengenai gegar otak? Silahkan baca disinihttp://www.pilihdokter.com/id/cek-gejala-penyakit/tags/1163/gegar-otak Sumber: cek gejala penyakithttp://www.pilihdokter.com/id/cek-gejala-penyakit
 22 Apr 2017    12:00 WIB
Mengapa Gegar Otak Pada Pria Lebih Lama Sembuh Dibandingkan Wanita?
Setiap orang yang pernah mengalami gegar otak dapat menggambarkan gejala mereka secara berbeda-beda. Sebuah penelitian terbaru dengan bantuan pemeriksaan radiologi pun telah menemukan bahwa proses penyembuhan gegar otak pada satu jenis kelamin dapat leibh sulit daripada jenis kelamin lainnya. Pada sebuah penelitian di Amerika, para peneliti melakukan pemeriksaan radiologi pada para penderita gegar otak untuk melihat bagaimana proses penyembuhan di antara pria dan wanita. Pemeriksaan radiologi ini kemudian menemukan bahwa penderita pria membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh dari gegar otak yang dialaminya dibandingan dengan penderita wanita. Walaupun demikian, penelitian ini tidak dapat memastikan siapa yang akan sembuh lebih cepat dan siapa yang akan sembuh lebih lambat dari gegar otak. Akan tetapi, selalu terdapat perbedaan kecepatan penyembuhan gegar otak pada pria dan wanita. Gegar otak merupakan suatu keadaan di mana tidak ditemukan kelainan apapun pada otak pada pemeriksaan MRI atau CT scan kepala. Akan tetapi, bukan berarti tidak terjadi suatu kerusakan sel-sel otak. Beberapa orang yang mengalami gegar otak dapat mengalami penurunan kemampuan belajar dan kesulitan berkonsentrasi. Melalui suatu pemeriksaan lanjutan dari MRI, yaitu DTI, para dokter dapat melihat bagian putih (white matter) dari otak dengan lebih jelas. White matter mengandung serat-serat saraf atau akson yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa bagian otak. Pada umumnya, cairan otak mengalir melalui white matter ini secara langsung. Akan tetapi, pada orang yang menderita gegar otak terjadi kerusakan pada white matter ini dan menyebabkan aliran cairan otak terganggu. Untuk mengetahui gangguan aliran cairan otak ini, DTI menggunakan suatu nilai pengukuran berupa fractional anisotropy (FA), yang mengukur aliran cairan otak di bagian putih otak. Nilai FA yang tinggi menunjukkan bahwa cairan otak mengalir dengan lebih baik (normal) daripada nilai FA yang rendah, di mana terjadi gangguan aliran cairan otak, yang menyebabkan gangguan kognitif. Para peneliti melakukan pemeriksaan pada 69 orang penderita gegar otak, yang terdiri dari 47 orang pria dan 22 orang wanita. Semua penderita ini melakukan pemeriksaan otak dengan DTI. Pemeriksaan ini menunjukkan bahwa pria memiliki nilai FA yang lebih rendah di bagian fasikulus unsinatus, suatu area tertentu pada otak; dibandingkan dengan wanita. Nilai FA ini bersesuaian dengan waktu penyembuhan penderita, di mana penderita wanita biasanya hanya membutuhkan sekitar 26.3 hari untuk sembuh dari gegar otak, sementara penderita pria membutuhkan sekitar 66.9 hari untuk sembuh dari gegar otak. Fasikulus unsinatus merupakan suatu bagian white matter otak yang menghubungkan lobus frontal dan lobus temporal pada otak. Bagian otak ini terdiri dari banyak reseptor progesteron, yang lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Penelitian yang dilakukan pada hewan (tikus) menunjukkan bahwa progesteron mungkin dapat membantu melindungi otak dari trauma atau cedera.Sumber: foxnews